Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Kurikulum Merdeka Belajar Ditinjau dari Pandangan Aliran Filsafat Pendidikan Progresivisme Norma Yunaini; Rukiyati Rukiyati; Mulyo Prabowo; Nurulhuda Md Hassan; Agus Kichi Hermansyah
JIP Jurnal Ilmiah PGMI Vol 8 No 2 (2022): JIP Jurnal Ilmiah PGMI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jip.v8i2.14962

Abstract

This study examines the concept of independent learning from the perspective of progressivism educational philosophy. The method used in this research is library research. The researcher reviewed various works of literature and then analyzed related to the Concept of Merdeka Belajar Curriculum in Elementary Schools from the Viewpoint of Educational Philosophy. Data collection techniques are conducted by including eligibility, screening, identification, and analysis from various sources such as books, articles, and relevant research results. The search for research data resulted in 5 electronic books and 36 articles from scholars. The texts studied included educational philosophy books and independent curriculum guides specific to elementary schools. In contrast, there are several selected articles. Articles found in the Sholer and Mendeley databases, using the search terms "Independent Curriculum in elementary schools, Educational Philosophy, Progressivism" in the title and keywords only selected articles which are continued in the discussion and the papers used are the last five years published in national journals (Sinta 1, 2, 3, 4, 5) and several in international journals. Library materials from various sources, both in print and electronic form, go through the stages of eligibility, screening, identification, and analysis as needed to obtain proportions and ideas. The results of this study indicate the concept of independent learning with the flow of progressivism believes that education must be progressive, innovative, flexible, open, rational, and scientific according to the times. The concept of an independent learning curriculum in elementary schools from the point of view of the philosophy of progressivism education has similarities to progress and independence in educational practice. The relationship between the concept of independent learning in elementary schools from a progressivism point of view can be seen from the impact of its implementation: 1) for educators, the administrative burden will be reduced because the RPP tools are simplified; teachers have free time to improve competence through various platforms; Educators have the freedom to innovate and be creative. 2) Students can experience knowledge in their environment as character strengthening, learning themes, or critical issues related to sustainable lifestyles, culture, entrepreneurship, and technology. So that students can take real action in answering these issues according to the stages of learning and their needs.
Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Inovasi Produksi Teh Celup Sarang Semut Candra Agus Wahyudi; Agus Kichi Hermansyah Kichi; Supriyadi
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 5 No. 1 (2023): Januari
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v5i1.1894

Abstract

Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat lebih mandiri dalam pengelolaan sumberdaya alam yang ada. Pada kegiatan ini, masyarakat dibekali dengan pengetahuan dasar tentang pembuatan teh celup berbahan dasar sarang semut untuk dapat menambah nilai ekonomi dari komoditi tersebut. Pada akhir kegiatan yang dilakukan bersama, masyarakat juga dilatih untuk melakukan proses pengemasan produk dengan menggunakan peralatan yang telah disediakan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi teh celup. Kegiatan ini terselenggarakan di Aula Balai kampung Wasur yang diikuti sekitar 40 orang peserta yang berasal dari kampung Wasur. Hasil dari kegiatan yang telah berjalan dengan langsung melibatkan masyarakat lokal di kampung Wasur, menunjukkan bahwa mulai terlihat peningkatan keterampilan masyarakat dalam melakukan proses produksi, serta adaptasi masyarakat terhadap peralatan yang digunakan sebagai penunjang proses produksi.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DENGAN CARA E-LEARNING DALAM MENEMUKAN KATA-KATA YANG SULIT Ranta Butarbutar; Agus Kichi Hermansyah
Edutainment Vol 8 No 2 (2020): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.017 KB) | DOI: 10.35438/e.v8i2.175

Abstract

E-learning sebagai bagian dari teknologi dapat dijadikan alternatif yang menarik untuk mendorong dan meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks naratif secara khusus. Teknologi memiliki dampak yang penting dalam kemajuan pendidikan, seorang guru perlu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Salah satu keterampilan dalam berbahasa Inggris ialah keterampilan menulis. Keterampilan menulis digunakan untuk menyampaikan pesan dan pendapat dalam teks kepada pembaca. Sebagai suatu keterampilan, keterampilan menulis tidak diperoleh secara alamiah. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan menemukan kata-kata dengan cara e-learning dalam keterampilan menulis. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian tindakan kelas digunakan dalam menganalisis data melalui kombinasi pembelajaran online menggunakan google classroom dan pembelajaran off-line yang dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai siswa pada prasiklus hingga siklus I meningkat menjadi 21 (60-81), siklus I ke siklus II meningkat menjadi 24 (81-85). Hasil tersebut membuktikan bahwa penggabungan ruang kelas yang dilakukan off-line dengan e-learning merupakan cara yang sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.
METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KESEHATAN Since Lince Betaubun; Agus Kichi Hermansyah; Adi Sumarsono; Ratna Purwanty; Yonarlianto Tembang
Musamus Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v1i1.843

Abstract

Abstrak: Banyaknya referensi hasil penelitian dapat dijadikan tolak ukur dan pengambilan alternatif baru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini didasarkan bukan mencari alasan permasalahan dalam proses pembelajran tetapi memberikan salah satu solusi sebagai alternatif metode pembelajaran khususnya untuk meningkatkan kreativitas menulis dan hasil belajar siswa pada materi kesehatan mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Tujuan spesifik dalam penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas menulis dan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar kelas IV SD Negeri 2, kabupaten Merauke yang berjumlah 34 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan.Hasil penelitian ini adalah penggunaan metode Mind Mapping pada awalnya siswa masih enggan dan bingung dalam mengikutinya, akan tetapi selanjutnya siswa merasa senang dengan mengeluarkan imajinasi dalam bentuk gambar Mind Mapping. Berdasarkan data kuantitatif sebagai data yang memperkuat fakta lapangan, melalui observasi pada siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan berdasarkan acuan KKM Sekolah. Pada siklus I nilai di atas KKM sebesar 46% dan Nilai di bawah KKM sebesar 54 %. Sedangkan peningkatan pada siklus II nilai di bawah KKM 17% dan nilai di atas KKM 83%. Siklus dalam penelitian ini dihentikan dikarenakan sudah tercapainya peningkatan sesuai dengan indikator ketuntasan. Kesimpulan dari penelitian Metode Mind Mapping dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa karena siswa dapat melihat, mencontoh, mempraktekkan serta dapat memahami sendiri dari materi yang dijelaskan oleh guru. Metode Mind Mapping sesuai digunakan dalam pembelajaran siswa Sekolah Dasar karena melibatkan gambar yang berwarna-warni, serta melatih siswa dalam meningkatkan kreativitasnya. Hasil belajar siswa menjadi meningkat karena daya kognitif siswa diasah dan dituliskan kembali dalam bentuk peta pikiran yang terstruktrur. Hal ini membuktikan bahwa sesuai dengan masanya siswa belajar akan bersifat menetap jika sambil melakukannya.Kata Kunci: Metode Mind Mapping, Sekolah Dasar.
IMPLEMENTASI PENGENALAN BUDAYA SUKU JAWA DALAM MATA PELAJARAN MULOK SISWA SD INPRES SEMANGGA IV MERAUKE Il Khotimah; Agus Kichi Hermansyah; Sunarni Sunarni
Musamus Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v1i1.882

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pengenalan budaya suku Jawa dalam mata pelajaran mulok. Aspek yang diteliti meliputi bentuk pelaksanaan pembelajaran dan faktor yang berpengaruh dalam implementasi pengenalan budaya suku Jawa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan Metode Studi Kasus. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas III, IV,V, dan beberapa peserta didik tahun ajaran 2018/2019 SD Inpres Semangga IV Merauke. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pengenalan budaya suku Jawa dalam mata pelajaran mulok siswa dikembangkan dalam bentuk: (1) penyesuaian kurikulum dan materi pendidikan; (2) pengajaran melalui program pendidikan, yang dimaksudkan termasuk dalam pelajaran di kelas yang meliputi pelajaran bahasa Jawa, aksara Jawa (tulisan), seni musik dan filosofi hidup orang Jawa; dan (3) pengkondisian sarana dan lingkungan. Faktor pendukung adalah (1) latar belakang sekolah, (2) penyedian fasilitas, dan tenaga pendidik, (3) dukungan komite dan orang tua peserta didik dalam hal material maupun non material, (4) managemen sekolah yang baik, dan (5) mayoritas peserta didik berasal dari masyarakat Jawa. Faktor penghambat adalah (1) belum adanya pendidik yang ahli untuk pelajaran aksara Jawa, (2) minat peserta didik yang sering berubah-ubah, dan (3) kurang maksimalnya pemanfaatan media belajar.Kata Kunci: Mata Pelajaran Mulok, Budaya Suku Jawa.
Penggunaan Media Kartu Warna Kata untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SD Inpres Gudang Arang Merauke Agus Kichi Hermansyah; Yonarlianto Tembang; Ratna Purwanty
Musamus Journal of Primary Education Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v1i2.1468

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswakelas I SD dengan penggunaan media kartu warna. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas jeniskolaboratif yang dilaksanakan pada tiga siklus. Setiap siklusnya dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan,yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswakelas I SD Inpres Gudang Arang berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 14 siswaperempuan. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, catatan lapangan, wawancara dan tes. Bentukanalisis data yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya peningkatan padasetiap siklusnya. Hal ini dapatkan dilihat pada setiap siklusnya, siklus I keterampilan membaca siswa sebesar46,1% dengan jumlah siswa yang tuntas 12 siswa, pada siklus II meningkatkan menjadi 18 siswa denganpresentase sebesar 69,2%, dan pada siklus III keterampilan membaca siswa sebesar 84,6% dengan jumlahsiswa yang tuntas 26 siswa. Pada level ini keterampilan membaca siswa dengan lafal, intonasi dan membacamemahami meningkatkan hingga mencapai indikator yang telah ditentukan. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan siswa melalui penggunaan media kartu warna katadapat meningkat.Kata Kunci: Kartu Warna Kata, Kemampuan Membaca Permulaan , Bahasa Indonesia.
Analisis Pemahaman Guru Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Karlina Wong Lieung; Dewi Puji Rahayu; Agus Kichi Hermansyah
Musamus Journal of Primary Education Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v4i1.3910

Abstract

Setiap anak berhak mengenyam pendidikan dasar tanpa terkecuali. Sekolah dasar wajib menyediakan layanan bagi seluruh anak, baik yang normal secara umum maupun anak berkebutuhan khusus. Argumen tersebut diperkuat dengan adanya Convention on the Rights of Persons with Disabilities yang menyerukan bahwa pendidikan inklusi sangat penting untuk diberlakukan. Kenyataannya, banyak sekolah dasar yang belum mampu memberikan layanan bagi anak berkebutuhan khusus. Guru merasa tidak mampu memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang masuk di sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai pemahaman guru terhadap anak berkebutuhan khusus serta jenis-jenisnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara memalui media google form dan melalui aplikasi whatsapp dengan triangulasi sumber. Partisipan yakni 28 guru dari empat sekolah di kota Merauke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92.9% guru sudah mengetahui informasi mengenai apa itu anak berkebutuhan khusus secara umum. Tetapi, sebagian besar partisipan belum mampu memberdayakan karakteristik pada setiap jenis ABK dengan baik. Hal itu menyebabkan guru mengalami kesulitan dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai.
Pembelajaran pada Masa Pandemi di Sekolah Dasar Daerah Perbatasan Republik Indonesia/Papua Nugini Agus Kichi Hermansyah; Rudolfus Ruma Bay; Adi Sumarsono; Supriyadi Supriyadi
Musamus Journal of Primary Education Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v5i1.4267

Abstract

The pandemic's global impact has led to a variety of learning processes. One of the consequences is felt in the school learning process in the border areas of the Republic of Indonesia and Papua New Guinea. This study aims to describe the learning process in schools located in the Republic of Indonesia/Papua New Guinea border areas during the pandemic. This research is quantitative research with a survey approach. The research instrument used questionnaires and interviews, and the data processing used percentages. The results of this study indicate that the elementary school learning process in border areas implements the learning process through non-face-to-face learning in schools. The dominance of the learning method is task-based (55%), which is often used in communicating by telephone (56%). The domination of the wishes of teachers and parents is that the face-to-face learning process is carried out again and the desire of students to be able to meet friends at school again and the learning process does not burden parents. The learning process is still carried out by limiting students to come to school, but assignments are still given through communication media between teachers and students' parents, and student work is collected in schools represented by parents.
Are Current Indonesian Math Materials Geared for the 21st Century? An Evaluation of 3rd Grade Content for Developing Critical Thinking Skills Lestari, Shindy; Hermansyah, Agus Kichi; Trisnani, Novy
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v8i4.9909

Abstract

This paper investigates the development of critical thinking skills in Indonesian mathematics learning, which focuses on the analysis of the 2013 curriculum revised in 2018. The objective is to assess how well current mathematics materials for 3rd-grade elementary students promote 21st-century skills, especially for the 4C skills, namely critical thinking and problem solving, communication, collaboration, creativity, and innovation. The research highlights the necessity of innovative approaches in teaching mathematics to enhance these skills. The analysis indicates that the mathematics content in the thematic books supports the development of 4C skills. Additionally, the researcher suggested implementing Realistic Mathematics Education (RME) as an effective innovation and aligning RME's characteristics with the required 4C skills to better prepare students for 21st-century challenges. While Indonesia's low PISA scores in mathematics underscore the need for improvement. The study in this paper provides insights into curriculum enhancements that can lead to better educational outcomes.
Desain Pembelajaran Berbicara Untuk Mengenalkan Nilai-Nilai Moral Kemanusiaan Melalui Bermain Peran Hermansyah, Agus Kichi; Suyono, S; Hasanah, Muakibatul
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 1: Maret 2017 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v4i1.5089

Abstract

Suatu desain pembelajaran perlu dirancang dengan baik oleh guru yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Perancangan desain pembelajaran tersebut tentunya memperhatikan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran. Termasuk dalam pembelajaran berbicara perlu dirancang desain pembelajarannya. Pembelajaran berbicara yang dirancang dengan baik akan dapat bermakna bagi siswa dan mengajarkan nilai-nilai, termasuk nilai moral kemanusiaan, salah satu pembelajaran berbicara yang dapat diterapkan adalah melalui bermain peran. Oleh sebab itu, berikut akan dijabarkan desain pembelajaran berbicara melalui bermain peran untuk mengenalkan nilai-nilai moral kemanusiaan, yang terdiri dari: (1) pembelajaran berbicara, (2) nilai moral kemanusiaan, (3) ruang lingkup nilai-nilai kemanusiaan dalam sastra, (4) bermain peran, (5) langkah-langkah pembelajaran bermain peran, dan (6) teknik dan prosedur penilaian berbicara melalui bermain peran. Sehingga, melalui bermain peran, guru dapat menjadikan pembelajaran menjadi bermakna dan juga mengenalkan nilai-nilai moral kemanusiaan untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bagi siswa. Kata Kunci : pembelajaran berbicara, nilai kemanusiaan, bermain peran.