Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi model think pair share berbantuan media Kahoot It meningkatkan keaktifan berdisikusi mahasiswa Yonarlianto Tembang; Ratna Purwanty; Agus Kichi Hermansyah
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.479 KB) | DOI: 10.25273/pe.v10i1.5368

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keaktifan berdiskusi mahasiswa dalam matakuliah perencanaan dan strategi pembelajaran pada semester 3. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan jenis penelitian partisipasi penuh dan dilaksanakan sebanyak dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan PGSD yang berjumlah 25 orang pada semester 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, catatan lapangan, dokumentasi dan wawancara untuk mengetahui tanggapan mahasiswa dalam proses pembelajaran.  Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi think pair share berbantuan media kahoot it meningkatkan keaktifan mahasiswa terlihat pada siklus I keaktifan berdiskusi mahasiswa sebesar 70,55 dan meningkatkan pada siklus II sebesar 92,21. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan dengan menggunakan media think pair share berbantuan media kahoot it dapat meningkatkan keaktifan berdiskusi mahasiswa dalam pembelajaran.
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BACA TULIS HITUNG (CALISTUNG) BAGI MASYARAKAT DI DISTRIK ULILIN Andi Saparuddin Nur Andi; Tobias Nggaruaka; Agus Kichi Hermansyah
Bahasa Indonesia Vol 16 No 02 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.555 KB) | DOI: 10.21009/sarwahita.162.02

Abstract

Abstract The ability of Calistung is a basic knowledge that must be possessed by someone to be able to learn various things. Merauke Regency still has lliteracy problems related to the low ability of Calistung, especially in Baidub Village, Ulilin District. The purpose of this service is to provide training and assistance to the community in Kampung Baidub to be able to improve the ability of Calistung. Service methods used are through the stages of observation, socialization, mentoring training, monitoring and evaluation. The activity will take place in May-August 2019 with the target of the illiterate community and students of Bupul XII Elementary Inpres in Baidub Village, Ulilin District. The results of this dedication were obtained by Calistung learning media in the form of simple counting tools (abacus), picture cards, word boards, and Calistung books. The level of community participation and students participating in the activities is very high as indicated by the ability of the community Calistung and elementary students in Baidub Village to increase after the implementation of the service. Abstrak Kemampuan Calistung merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempelajari berbagai hal. Kabupaten Merauke masih memiliki permasalahan penuntasan buta aksara terkait rendahnya kemampuan Calistung khususnya di Kampung Baidub, Distrik Ulilin. Tujuan dilaksanakannya pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat di Kampung Baidub agar mampu meningkatkan kemampuan Calistung. Metode pengabdian yang digunakan melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Bulan Mei-Agustus 2019 dengan sasaran masyarakat buta aksara dan siswa SD Inpres Bupul XII di Kampung Baidub, Distrik Ulilin. Hasil pengabdian ini diperoleh media pembelajaran calistung berupa alat hitung sederhana (sempoa), kartu bergambar, papan kata, dan buku Calistung. Tingkat partsisipasi masyarakat dan siswa mengikuti kegiatan tergolong sangat tinggi yang ditunjukkan dengan kemampuan Calistung masyarakat dan siswa SD di Kampung Baidub mengalami peningkatan setelah pelaksanaan pengabdian.
Kemampuan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar dalam Proses Pembelajaran Emy Crisnawati; Agus Kichi Hermansyah; Ratna Purwanty
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 6 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v6i1.6201

Abstract

This study aims to analyze how the pedagogical competence of teachers in the learning process at SD Yapis 1 Merauke. The type of research used is qualitative research with 4 teachers as the subject. Data collection using interview, observation and documentation techniques. The analysis is to find out how the teacher's pedagogic competence in the learning process uses source triangulation, technique triangulation and member checks. The results showed that at SD Yapis 1 Merauke there were several pedagogical competence that have been implemented, namely the syllabus, learning teaching materials and learning approaches
Analisis Hambatan Pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Atletik Adi Sumarsono; Agus Kichi Hermansyah; Supriyadi Supriyadi
JURNAL PENJAKORA Vol. 9 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v9i1.46268

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memberikan solusi terhadap permasalahan hambatan pembinaan pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Atletik di Universitas Musamus. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini berjumlah 127 responden yang terdiri dari mahasiswa anggota aktif, pelatih dan dosen pendamping. Instrumen penelitian ini berupa angket, wawancara terstruktur dan juga dokumentasi. Validasi instrumen dilakukan dengan validasi konstruk serta uji coba instrumen, nilai reabilitas instrumen yang digunakan 0,911. Analisis data digunakan statistik deskriptif yang berbentuk persentase. Hasil analisis data ditabluasi silang dan dikerucutkan dalam bentuk kategori. Hasil penelitian ini tiga hal yaitu, diketahuinya besarnya hambatan dalam proses pembinaan yang masuk dalam kategori tinggi, selanjutnya hambatan pembinaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor ekternal. Kategori tinggi pada faktor internal adalah pada pembinaan latihan teknik serta faktor eksternal berkategori sangat tinggi yang dikarenakan unsur pelatih. Solusi dari permasalahan pada upaya pembinaan UKM Atletik ini adalah dengan menambah jumlah pelatih selain dosen pendamping. Banyaknya pelatih yang terlibat ketercapaian materi latihan fisik, teknik, taktik dan mental dapat dilakukan secara simultan dan berdampak positif dalam menunjang prestasi olahraga Atletik.
METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KESEHATAN Since Lince Betaubun; Agus Kichi Hermansyah; Adi Sumarsono; Ratna Purwanty; Yonarlianto Tembang
Musamus Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2018): Musamus Journal of Primary Education
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v1i1.843

Abstract

Abstrak: Banyaknya referensi hasil penelitian dapat dijadikan tolak ukur dan pengambilan alternatif baru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini didasarkan bukan mencari alasan permasalahan dalam proses pembelajran tetapi memberikan salah satu solusi sebagai alternatif metode pembelajaran khususnya untuk meningkatkan kreativitas menulis dan hasil belajar siswa pada materi kesehatan mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Tujuan spesifik dalam penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas menulis dan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar kelas IV SD Negeri 2, kabupaten Merauke yang berjumlah 34 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan.Hasil penelitian ini adalah penggunaan metode Mind Mapping pada awalnya siswa masih enggan dan bingung dalam mengikutinya, akan tetapi selanjutnya siswa merasa senang dengan mengeluarkan imajinasi dalam bentuk gambar Mind Mapping. Berdasarkan data kuantitatif sebagai data yang memperkuat fakta lapangan, melalui observasi pada siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan berdasarkan acuan KKM Sekolah. Pada siklus I nilai di atas KKM sebesar 46% dan Nilai di bawah KKM sebesar 54 %. Sedangkan peningkatan pada siklus II nilai di bawah KKM 17% dan nilai di atas KKM 83%. Siklus dalam penelitian ini dihentikan dikarenakan sudah tercapainya peningkatan sesuai dengan indikator ketuntasan. Kesimpulan dari penelitian Metode Mind Mapping dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa karena siswa dapat melihat, mencontoh, mempraktekkan serta dapat memahami sendiri dari materi yang dijelaskan oleh guru. Metode Mind Mapping sesuai digunakan dalam pembelajaran siswa Sekolah Dasar karena melibatkan gambar yang berwarna-warni, serta melatih siswa dalam meningkatkan kreativitasnya. Hasil belajar siswa menjadi meningkat karena daya kognitif siswa diasah dan dituliskan kembali dalam bentuk peta pikiran yang terstruktrur. Hal ini membuktikan bahwa sesuai dengan masanya siswa belajar akan bersifat menetap jika sambil melakukannya.Kata Kunci: Metode Mind Mapping, Sekolah Dasar.
IMPLEMENTASI PENGENALAN BUDAYA SUKU JAWA DALAM MATA PELAJARAN MULOK SISWA SD INPRES SEMANGGA IV MERAUKE Il Khotimah; Agus Kichi Hermansyah; Sunarni Sunarni
Musamus Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2018): Musamus Journal of Primary Education
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v1i1.882

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pengenalan budaya suku Jawa dalam mata pelajaran mulok. Aspek yang diteliti meliputi bentuk pelaksanaan pembelajaran dan faktor yang berpengaruh dalam implementasi pengenalan budaya suku Jawa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan Metode Studi Kasus. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas III, IV,V, dan beberapa peserta didik tahun ajaran 2018/2019 SD Inpres Semangga IV Merauke. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pengenalan budaya suku Jawa dalam mata pelajaran mulok siswa dikembangkan dalam bentuk: (1) penyesuaian kurikulum dan materi pendidikan; (2) pengajaran melalui program pendidikan, yang dimaksudkan termasuk dalam pelajaran di kelas yang meliputi pelajaran bahasa Jawa, aksara Jawa (tulisan), seni musik dan filosofi hidup orang Jawa; dan (3) pengkondisian sarana dan lingkungan. Faktor pendukung adalah (1) latar belakang sekolah, (2) penyedian fasilitas, dan tenaga pendidik, (3) dukungan komite dan orang tua peserta didik dalam hal material maupun non material, (4) managemen sekolah yang baik, dan (5) mayoritas peserta didik berasal dari masyarakat Jawa. Faktor penghambat adalah (1) belum adanya pendidik yang ahli untuk pelajaran aksara Jawa, (2) minat peserta didik yang sering berubah-ubah, dan (3) kurang maksimalnya pemanfaatan media belajar.Kata Kunci: Mata Pelajaran Mulok, Budaya Suku Jawa.
Penggunaan Media Kartu Warna Kata untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SD Inpres Gudang Arang Merauke Agus Kichi Hermansyah; Yonarlianto Tembang; Ratna Purwanty
Musamus Journal of Primary Education Vol 1 No 2 (2019): Musamus Journal of Primary Education
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v1i2.1468

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswakelas I SD dengan penggunaan media kartu warna. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas jeniskolaboratif yang dilaksanakan pada tiga siklus. Setiap siklusnya dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan,yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswakelas I SD Inpres Gudang Arang berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 14 siswaperempuan. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, catatan lapangan, wawancara dan tes. Bentukanalisis data yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya peningkatan padasetiap siklusnya. Hal ini dapatkan dilihat pada setiap siklusnya, siklus I keterampilan membaca siswa sebesar46,1% dengan jumlah siswa yang tuntas 12 siswa, pada siklus II meningkatkan menjadi 18 siswa denganpresentase sebesar 69,2%, dan pada siklus III keterampilan membaca siswa sebesar 84,6% dengan jumlahsiswa yang tuntas 26 siswa. Pada level ini keterampilan membaca siswa dengan lafal, intonasi dan membacamemahami meningkatkan hingga mencapai indikator yang telah ditentukan. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan siswa melalui penggunaan media kartu warna katadapat meningkat.Kata Kunci: Kartu Warna Kata, Kemampuan Membaca Permulaan , Bahasa Indonesia.
Analisis Pemahaman Guru Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Karlina Wong Lieung; Dewi Puji Rahayu; Agus Kichi Hermansyah
Musamus Journal of Primary Education Vol 4 No 1 (2021): Musamus Journal of Primary Education
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v4i1.3910

Abstract

Every child has the right to receive basic education without exception. Elementary schools provide services for all children, both normal in general and children with special needs. This argument is reinforced by the Convention on the Rights of Persons with Disabilities which calls for inclusive education to be very important. In fact, many elementary schools have not been able to provide services for children with special needs. Teachers feel unable to provide educational services for children with special needs who attend regular schools. This study aims to explore information about teachers' understanding of children with special needs and their types. This research used descriptive qualitative research. The data were collected through interviews through the Google Form media and WhatsApp application with source triangulation. The participants were 28 teachers of four schools in Merauke city. The results showed that 92.9% of teachers already knew information about children with special needs in general. However, most of the participants cannot distinguish the characteristics of each type of crew well. It causes teachers to have difficulty in providing appropriate educational services.
Pembelajaran pada Masa Pandemi di Sekolah Dasar Daerah Perbatasan Republik Indonesia/Papua Nugini Agus Kichi Hermansyah; Rudolfus Ruma Bay; Adi Sumarsono; Supriyadi Supriyadi
Musamus Journal of Primary Education Vol 5 No 1 (2022): Musamus Journal of Primary Education
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v5i1.4267

Abstract

The pandemic's global impact has led to a variety of learning processes. One of the consequences is felt in the school learning process in the border areas of the Republic of Indonesia and Papua New Guinea. This study aims to describe the learning process in schools located in the Republic of Indonesia/Papua New Guinea border areas during the pandemic. This research is quantitative research with a survey approach. The research instrument used questionnaires and interviews, and the data processing used percentages. The results of this study indicate that the elementary school learning process in border areas implements the learning process through non-face-to-face learning in schools. The dominance of the learning method is task-based (55%), which is often used in communicating by telephone (56%). The domination of the wishes of teachers and parents is that the face-to-face learning process is carried out again and the desire of students to be able to meet friends at school again and the learning process does not burden parents. The learning process is still carried out by limiting students to come to school, but assignments are still given through communication media between teachers and students' parents, and student work is collected in schools represented by parents.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DAN KARAKTER RASA INGIN TAHU MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK Konstansa Yopo; Agus Kichi Hermansyah; Dewi Puji Rahayu
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 5 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.189 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v10i5.8340

Abstract

This study aimed to improve speaking skills and curiosity characters through the Talking Stick learning model. This research was classroom action research with Kurt Lewin's model. This research consisted of four stages in each cycle; planning, implementing, observing, and reflecting. This research was conducted at SD YPPK St. Agustinus Erambu. The research subjects were 12 students at grade IV (eight boys and four girls). Data collection techniques used were observation and tests. The research instruments were the syllabus, lesson plans, student worksheets, and tests. The data analysis techniques were class averages, classical learning completeness, student and teacher activity data analysis. The results obtained an increase in students' speaking skills and curiosity character, as well as the minimum completeness criteria. The result of the average score in the first cycle for speaking skills was 67.91 while the curiosity character was72 and in the second cycle, the speaking skills was 72.25% while the curiosity character was 86%. It means that the Talking Stick learning model improved students' speaking skills and curiosity character.