Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Karikatur dalam Koran Online Al-Riyadh (Kajian Semiotika) Rizkyaningtyas, Retty; Taufiq, Wildan; Qonit, Ahmad AD
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 1 No 1 (2018): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v1i1.3173

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research is to know the meaning behind the sign of index, icon, and symbol, and also the criticism of social on caricature in online newspaper Al-Riyadh. The approach used is semiotics Charles Sanders Pierce. Descriptive analytical methods used in this research. The result research found the sign of icon as pilgrims mean obedience, index as people bite finger mean sadness and symbol as ashoobiu’ an nadam mean regret. Whereas the criticism of social on caricature are politics, technology and morality. Keywords: Caricature, icon, index, symbol, criticism of social.  ملخص البحثأغرض هذا البحث هي معرفة المعانى وراء علامة الإيقونية والتأشيرية والرمزية. وكذلك لمعرفة النقد الاجتماعي في الكاريكاتير في جريدة الرياض بالمدخل السيميائية تشارلز ساندر بيرس  . والمنهج في هذا البحث هو منهج الوصفي التحليلي. ونتائج هذا البحث، وجدت الباحثة العلامات في الكريكاتير في جريدة الرياض، بنظر إلى ثلاث علامات: (1) الإيقونية مثل الحجاج بمعنى طاعة (2) التأشيرية مثل الشخص يعض الصابع بمعنى حسرة(3) الرمزية مثل أصابع الندم بمعنى خيبة الأمل. والنقد الاجتماعي في الكريكاتير وهي السياسية والتكنولوجيا والأخلاقية.الكلمة الرئيسية: الكريكاتير، الإيقونية، التأشيرية، الرمزية، النقد الإجتماعي. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna-makna dibalik tanda indeks, ikon dan simbol serta kritik sosial yang terdapat pada karikatur dalam koran online Al-Riyadh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu tanda ikon seperti jemaah haji bermakna ketaatan, tanda indeks orang gigit jari bermakna kesedihan dan tanda simbol seperti ashoobiu’ an nadam bermakna. Penyesalan. Sedangkan kritik sosial yang terdapat pada karikatur tersebut yaitu politik, teknologi, dan moral.Keywords: Karikatur, ikon, indeks, simbol, kritik sosial.
KONSEP RIJSUN DALAM AL QURAN Rahman, Hilmi; Julaeha, Eni; Taufiq, Wildan
Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Globalwriting Academica Consulting & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jk.v6i2.716

Abstract

Kata "rijsun" disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 10 kali. Makna dasar kata "rijsun" dalam mu'jam, seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Mandzur, adalah "najis." Namun tidak menutup kemungkinan bahwa maknanya akan berbeda pada kalimat-kalimat yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian Pendekatan Semantik Model Ensiklopedia pada Kata Rijsun dalam Al Quran dengan tujuan untuk dapat menganalisis ayat-ayat yang bermuatan kata rijsun dalam al-Qur’an menggunakan analisis semantik model ensiklopedia. Peneliti menggunakan pendekatan semantik dalam mengurai penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode penelitian pustaka dengan analisis data berupa analisis data kualitatif. Adapun hasil kajian kata rijsun setelah melalui pengkajian ialah pada kajian dalam kamus bahasa arab menyatakan bahwa kata rijsun secara makna dasar memiliki cukup banyak arti, yaitu kotor, perbuatan buruk, sesuatu yang haram, azab, laknat, kekufuran, keragu-raguan, hukuman, kemarahan, tidak ada faidahnya. Pada kajian Syari Jahiliyah menyatakan kata rijsun secara makna relasional memiliki arti kongkrit, yaitu awan dan petir atau gemuruh petir. Sedangkan pada hasil kajian tafsir Alquran menyatakan bahwa kata rijsun memiliki banyak makna. Seluruh makna tersebut dipengaruhi oleh kondisi ayat yang sedang dibahas, misalkan kata rijsun kemudian diartikan sebagai kotor karena setelahnya adalah kalimat tentang pembersihan. Adapun rijsun diartikan sebagai azab karena ayat tersebut sedang membicarakan dosa orang musyrik.
Simbol Kekuasaan Ilahi dan Keruntuhan Arogansi: Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Surat al-Fil. Muliadi, Muliadi; Taufiq, Wildan; Yudistira, Saptanadi
Hadara : Journal of Da'wah and Islamic Civilization Vol. 1 No. 2 (2025): Hadara: Journal of Da'wah and Islamic Civilization
Publisher : PT. Student Rihlah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61630/hjdic.v1i2.15

Abstract

This research aims to analyze the layered meanings in Surat al-Fil using Roland Barthes' semiotic approach, particularly to reveal the denotative and connotative meanings of the main symbols in the surah. This study employs a qualitative-descriptive method with a text analysis approach. Primary data is derived from the text of Surat al-Fil, while secondary data consists of scholarly references related to semiotics and Qur’anic exegesis. The results of the study show that symbols such as Tairan Ababil, Hijaaratin min sijjil, and Ka’asfin Ma’kul not only describe the historical events of the destruction of the elephant army (denotative meaning) but also contain a mythological narrative about divine intervention against forms of worldly arrogance. The novelty of this research lies in the integration of Barthes' theory in interpreting Surat al-Fil as a symbolic discourse of resistance against ideological domination and tyrannical power. Implicitly, this approach opens up space for critical-ideological contemporary interpretations in understanding divine messages and can serve as a narrative basis for shaping social awareness and public policy based on divine values.