Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

MENGEMBANGKAN MINAT DAN MOTIVASI BERBICARA DALAM BAHASA INGGRIS MELALUI STORYTELLING Adara, Reza Anggriyashati; Hartini, Tin
JE (Journal of Empowerment) Vol 2, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v2i2.1832

Abstract

Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan salah satu hal penting yang sebaiknya dikuasai oleh mereka yang ingin berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang linguistik yang berbeda. Namun, penguasaan bahasa Inggris bisa terkendala oleh rendahnya motivasi siswa dalam belajar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam berbicara bahasa Inggris melalui kegiatan storytelling. Kegiatan ini dilakukan di salah satu lembaga pendidikan di Bekasi yang bernama Pesantren Motivasi Indonesia. Kegiatan ini terdiri dari pengenalan storytelling, teknik-teknik storytelling dan contoh-contoh cerita populer yang dapat digunakan untuk belajar bahasa Inggris. Di akhir sesi, para peserta diajak menunjukkan kemampuan mereka untuk bercerita. Setelah kegiatan, para peserta menunjukkan motivasi yang lebih besar untuk berbicara dalam Inggris. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kegiatan-kegiatan serupa yang berguna terhadap peningkatan kemampuan dań motivasi bahasa Inggris. 
PELAKSANAAN PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL KEPADA KORBAN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR Prihhartini, Sya'baningrum; Adara, Reza Anggriyashati; Khadijah, Siti
JE (Journal of Empowerment) Vol 2, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v2i1.1253

Abstract

ABSTRAK Bencana banjir dan longsor secara beruntun menimpa Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada tanggal 1 Januari 2020. Ribuan orang harus dievakuasi karena rumah-rumah mereka disapu banjir dari Sungai Cidurian. Walaupun terjadi setahun yang lalu, para penyintas masih terpaksa tinggal di tempat pengungsian yang dibangun oleh tentara. Selain bencana tersebut, bencana lain terjadi di Kabupaten Bekasi pada tanggal 7 Februari 2021 dan menghancurkan banvak rumah. Bencana ini terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang telah berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat. Demi meringankan beban para korban, FKSB Universitas Islam 45 Bekasi berinisiasi membuat sebuah program pengabdian masyarakat yang terdiri dari kampanye penggalangan dana, menggalang dana dari masyarakat dan kerjasama dengan Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Bekasi. Program ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penyediaan bantuan terhadap korban-korban bencana. Data dari hasil survei kepada para penerima bantuan menunjukkan bahwa masyarakat penerima bantuan merasa puas dengan bantuan yang diberikan. Program pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa menjadi titik tolak bagi dari program-program pengabdian masyarakat selanjutnya yang akan ditekankan kepada pemberdayaan masyarakat di daerah bencana.   ABSTRACTOn January 1st, 2020, a flood which was succeeded with landslides struck Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Thousands of people were evacuated because their homes were swept by floods from Sungai Cidurian. Although the disaster happened a year ago, the survivors still suffer from the aftermath as they still have to live in shelters built by army. Besides that, another flood disaster took place in Kabupaten Bekasi on February 7th, 2021 in Kabupaten Bekasi and destroyed many houses. These disasters took places amid Covid-19 pandemic which has negatively affected people’s economic and health conditions. In order to provide reliefs to survivors, FKSB Universitas Islam 45 Bekasi initiated a social service program. The program consists of creating a campaign for charity program, raising donations from public, and working together with Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Bekasi. The program aims to raise awareness for provision of reliefs toward disasters’ survivors. The survey results show that most recipients are satisfied with the relief’s provision. The present program is expected to be a milestone for further programs which aim to the empowerment of disasters’ survivors. 
MEMBERDAYAKAN SISWA DI PESANTREN MOTIVASI INDONESIA MELALUI PELATIHAN STRUCTURE AND WRITTEN EXPRESSIONS PADA TOEFL ITP Adara, Reza Anggriyashati; Hartini, Tin; Dwi Aksa, Yudha Asmara
JE (Journal of Empowerment) Vol 3, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v3i2.2703

Abstract

ABSTRAK Tata bahasa adalah salah satu aspek yang paling sulit untuk diperoleh. Namun demikian, kemampuan memahami grammar sangat dibutuhkan untuk lulus TOEFL ITP (Test of English as a Foreign Language Institutional Testing Program), khususnya bagian Structure and Writing Expressions. Memberikan pelatihan tata bahasa dapat membantu siswa untuk menguasai bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pelatihan yang dilakukan untuk memberikan strategi yang dapat digunakan oleh para peserta untuk menguasai TOEFL ITP. Peserta dalam pelatihan ini berjumlah 12 siswa Pesantren Motivasi Indonesia. Hasil kuesioner yang dibagikan setelah acara menunjukkan bahwa sebagian besar peserta pelatihan merasa puas dengan pelatihan tersebut dan berharap adanya pelatihan-pelatihan berikutnya yang dapat meningkatkan pengetahuan gramatikal mereka, terutama yang dapat membantu mereka mendapatkan nilai yang lebih baik dalam TOEFL ITP atau tes bahasa Inggris lainnya. ABSTRACTIt has been argued that grammar is one of the most difficult aspects to be acquired. Nevertheless, the ability to understand grammar is needed to pass TOEFL ITP (Test of English as a Foreign Language Institutional Testing Program), especially Structure and Written Expressions part. Providing grammar training may help students to master the language. The present study aims to describe a training program conducted to provide strategies which can be used by the participants to ace TOEFL ITP. The participants consist of 12 students of Pesantren Motivasi Indonesia. The results from the questionnaires which were distributed after the event showed that most participants are satisfied with the training and hoped for next trainings which can improve their grammatical knowledge, especially ones that may help them getting better scores in TOEFL ITP or other English tests.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR DOSEN MELALUI PELATIHAN PENGAJARAN DENGAN BAHASA INGGRIS Adara, Reza Anggriyashati; Prihhartini, Sya’baningrum; Hapsari, Winda; Paronda, Abdul Hafid
JE (Journal of Empowerment) Vol 4, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v4i1.3093

Abstract

ABSTRAK Sebagai bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi oleh orang-orang dari penjuru dunia, bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa asing yang layak dikuasai oleh tenaga pengajar seperti dosen. Ketika dosen mengajar dalam bahasa Inggris, mahasiswa akan terbantu untuk terbiasa dalam menggunakan bahasa Inggris. Namun, sebelum menggunakan bahasa Inggris sebagai medium instruksi, dosen perlu mengikuti pelatihan yang dapat memberikan arahan untuk mengajarkan materi dalam bahasa Inggris. Sehubungan dengan itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini berjudul “Mengajar dalam Bahasa Inggris” dan bertujuan untuk memberikan metode pengajaran mata kuliah dalam bahasa Inggris. Kegiatan ini dilakukan di Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa Universitas Islam 45 Bekasi dan diikuti oleh 25 dosen dari semua fakultas dan tiga kampus di Bekasi. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dan dilakukan secara blended (daring dan langsung). Metode partisipatif dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif dan microteaching digunakan dalam pelatihan ini. Mayoritas para peserta dari kegiatan ini memberikan respons positif. Pelatihan ini merupakan titik tolak bagi kegiatan-kegiatan pelatihan yang dapat memberikan manfaat kepada pengajaran terutama pengajaran dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.ABSTRACTAs a language which is used to communicate with people from all over the globe, English can be a foreign language that is useful to be mastered by educators such as lecturers. When lecturers teach in English, it can help students to get used to using English. However, before using English as a medium of instruction, lecturers need to attend training that can provide directions for teaching material in English. In this regard, this community service activity is entitled "Teaching in English" and aims to provide a method of teaching courses in English. This activity was conducted at the Faculty of Literature and Language Communication, Islamic University 45 Bekasi and was attended by 25 lecturers from all faculties at the Islamic University 45 Bekasi and campuses in Bekasi. This event lasted for four days and conducted in a blended approach (online and offline). Participative method through lectures, interactive discussions and micro teaching were used in this event. The majority of the participants of this event gave a positive response. This training is a milestone for similar events that can give benefits to teaching especially teaching using English as a medium of instruction.
Fotografi sebagai Sarana Peningkatan Kemampuan Siswa Sekolah Menengah Akhir Adara, Reza Anggriyashati; Miftakhudin, Miftakhudin
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20583

Abstract

Background: Fotografi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa untuk kehidupan profesional di masa depan. Penggunaan teknik fotografi yang tepat dapat meningkatkan nilai jual satu produk atau membuat foto tersebut memiliki nilai seni. Oleh karena itu, sebuah pelatihan fotografi dibutuhkan oleh generasi muda agar mereka dapat memiliki daya saing yang lebih besar. Berkenaan dengan tujuan tersebut, Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa (FKSB) Universitas Islam 45 Bekasi mengadakan pelatihan fotografi untuk siswa-siswa SMA. Artikel ilmiah ini ditulis untuk melaporkan hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh FKSB Universitas Islam 45 Bekasi. Metode: Kegiatan ini diikuti oleh 72 partisipan yang berasal dari berbagai sekolah menengah di Bekasi, Indonesia. Metode dari kegiatan ini yaitu ceramah, praktek dan tanya jawab. Kegiatan ini terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama adalah pelatihan fotografi sedangkan sesi kedua adalah penggunaan ilmu fotografi dan desain untuk kehidupan profesional. Sesi ketiga adalah tanya jawab. Kuesioner dibagikan setelah acara untuk mengukur keberhasilan dari kegiatan ini. Hasil: Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas dari partisipan merasa kegiatan ini sangat berguna bagi mereka dan berharap ada kegiatan serupa yang akan diadakan dalam waktu dekat. Kesimpulan: Pelatihan fotografi yang diselenggarakan oleh Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa (FKSB) Universitas Islam 45 Bekasi di SMK Karya Guna 2 Bekasi berhasil meningkatkan kompetensi teknis dan daya saing generasi muda dalam bidang komunikasi visual.
The Impact of Exploratory Practice: A Mixed-Methods Study on Writing Motivation and Performance among EFL Undergraduates Adara, Reza Anggriyashati; Victorynie, Irnie; Hidayati, Istiqlaliah Nurul; Fitriana, Meida; Tabunan, Mark Louie
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v15i4.pp2712-2726

Abstract

The Impact of Exploratory Practice: A Mixed-Methods Study on Writing Motivation and Performance among EFL Undergraduates. Investigating the effects of Exploratory Practice (EP) on English as a Foreign Language (EFL) learners’ motivation and writing skills can provide new insights into improving writing classes. Objective: The objective of the present study is to investigate the impacts of EP on a group of EFL college students’ writing motivation and writing skills. Methods: This study employed a quasi-experimental research design, implementing reflective discussions and collaborative inquiry through EP. To understand improvements in students’ motivation, questionnaires and semi-structured interviews were administered to 23 participants. Findings: The quantitative results showed some improvements in students’ self-efficacy, extrinsic motivation, and writing scores. However, intrinsic motivation and efforts to complete writing tasks did not show statistically significant changes. To better understand these nonsignificant results, qualitative data were used to explore students’ experiences during the EP process. Participants reported increased confidence, reduced anxiety, and greater ability to organize ideas through peer discussions and reflective activities. They also described a more meaningful, less mechanical writing process, which may indicate early signs of motivational internalization, even if not reflected quantitatively. Conclusion: The outcomes imply that EP can be a feasible approach to enhance students’ motivation and writing skills in an EFL context. Despite the apparent success of EP in this study, its successful implementation in writing classrooms depends on students’ involvement in the learning and teaching process and teachers’ continuous support. Keywords: exploratory practice, writing motivation, EFL learners, reflective learning, writing performance.
Peningkatan Literasi Dasar Anak melalui Metode Storytelling dan Bedah Buku dalam Program Teras Bahasa Adara, Reza Anggriyashati; Prihhartini, Sya'baningrum; Puspahaty, Novita; Priyatna, Endang Suryana; Budiman, Rido; Ramadhan, M. Fakhran
JE (Journal of Empowerment) Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5781

Abstract

AbstrakKemampuan literasi—yang mencakup keterampilan dalam membaca dan memahami teks—merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama anak-anak. Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan tersebut, diselenggarakanlah program “Teras Bahasa”. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda sekaligus memperkenalkan bahasa Inggris kepada masyarakat. Kegiatan ini terdiri dari empat tahap; survei lapangan, perumusan kegiatan, monitoring dan evaluasi kegiatan dan penyusunan laporan kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan survei yang terdiri dari 10 item. Hasil dari evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menganggap kegiatan “Teras Bahasa” sangat berguna dan patut dilakukan secara berkala. Para peserta juga mengusulkan agar “Teras Bahasa” melibatkan kegiatan-kegiatan yang lebih bervariasi seperti bedah film atau lomba storytelling yang bisa membuat para peserta tertarik untuk berdiskusi dan membaca. Abstract  Literacy skills—which include the ability to read and understand texts—are crucial for young people, especially kids. To improve these skills, the "Teras Bahasa" program was launched. This program aims to foster a culture of literacy among young people while introducing English to the community. This event consists of four stages: field surveys, activity formulation, monitoring and evaluation, and preparation of activity reports. The evaluation was conducted using a 10-item survey. The participants were 20 children from the area. The results of the activity evaluation showed that most participants considered the "Teras Bahasa" program very useful and worth conducting regularly. Participants also suggested that "Teras Bahasa" include more varied activities, such as film reviews or storytelling competitions that can encourage the participants to discuss and read.
Analyzing the Correlation Between Students’ Motivation and Error Pronunciation of Voiceless Θ Words: A Qualitative Study Adara, Reza Anggriyashati; Zulaeha, Elli Rahmawati; Arianto, Anggiarini; Kamilah, Wilda; Najmudin, Onin
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 7, No 2 (2023): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v7i2.46793

Abstract

Abstract. Pronunciation can be considered as one of the most difficult aspects to acquire in second language acquisition. Analyzing pronunciation errors may provide teachers and researchers on the best approaches to teach pronunciation. In addition, it has been suggested that students who are interested in correcting their pronunciation errors can be more motivated to acquire the target language. Thus, the present study aims to analyze the relationship between pronunciation errors of voiceless θ words and students’ motivation. The present study applied a descriptive qualitative approach by interviewing 15 students from a senior high school in Bekasi, Indonesia. The results of present study suggest that the majority of the respondents found it difficult to pronounce voiceless θ words. However, their difficulties to pronounce voiceless θ words might not correlate with their motivation to learn English as the majority of the respondents are motivated to learn English despite finding difficulties to pronounce voiceless θ words. Furthermore, the majority of the participants are motivated to improve their pronunciation due to extrinsic factors. Implications and further studies are also discussed in the present study.Keywords: Motivation, Pronunciation Errors, Qualitative Study, Voiceless Θ Words
Demotivation Factors of English Language Preservice Teachers: A Mixed-Method Study Adara, Reza Anggriyashati; Hamer, Weliam; Nur Lely, Ledy; Rohimajaya, Nur Azmi
Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/lkw.v11i2.12124

Abstract

Understanding the factors that demotivate English language pre-service teachers is crucial, as these future educators will significantly influence their students’ motivation and engagement with language learning. This study investigates key demotivation factors among pre-service teachers enrolled in an English education program at a public university in Indonesia. Using a sequential explanatory design, data were collected through questionnaires distributed to pre-service teachers, followed by semi-structured interviews with four selected participants. Quantitative data were analyzed using SPSS 23, while qualitative data were examined through thematic analysis. The quantitative findings reveal that a lack of intrinsic motivation, along with concerns about teacher competence and teaching styles, are the most prominent demotivating factors. The qualitative findings further reveal that performance pressures such as test scores intensify these experiences, helping to explain how certain factors become highly demotivating despite their lower statistical prominence. The study also contributes theoretically by extending Sakai and Kikuchi’s demotivation framework, showing how teacher-related issues, learning content, and learner psychology interact to shape pre-service teachers’ demotivation in the Indonesian EFL context. This can be achieved through more engaging coursework, opportunities for meaningful teaching experiences, and mentorship by competent educators. Furthermore, ongoing professional development for in-service teachers should also prioritize strategies to maintain motivation and improve instructional quality. By addressing these factors, both pre-service and in-service teachers will be better equipped to create motivating classroom environments, ultimately enhancing students ’ learning of English as a foreign language. The implications of these findings underscore the urgent need for teacher education programs to focus on developing and sustaining pre-service teachers’ intrinsic motivation.
Integrated Media Relations Strategies of the Directorate General of Taxes to Enhance Brand Image Hartini, Tin; Suniah, Suniah; Adara, Reza Anggriyashati; Govindaraju, Vimala; Novita, Dila
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v9i1.1600

Abstract

This study examines the media relations strategies employed by the Directorate General of Taxes (DGT) to improve its institutional image. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, observation of media activities, and analysis of official documents to understand communication practices comprehensively. The findings reveal a structured and sequential media relations process comprising: (1) provision of clear and accurate information materials, (2) facilitation of verification mechanisms, (3) relational engagement with journalists, and (4) integration of the PESO media strategy (paid, earned, shared, and owned media). While empirical evidence on public compliance or brand perception is limited, informants perceive that these strategies enhance transparency, credibility, and accessibility of information, thereby supporting the improvement of DGT’s institutional image. The study proposes a conceptual model illustrating how information supply, verification, relational trust, and multi-channel communication interact to strengthen perceived institutional legitimacy and media relationships. These findings highlight the potential of strategic media relations in public institutions to address negative perceptions and reinforce organizational credibility.