Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN KOLASE DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RUMAH TANGGA DI PAUD SAROHA DESA AEK NATAS ANGKOLA SELATAN Sya'diyah, Halimatus; Agustini, Rini; Nopriani Lubis, Jumaita; Ayurani, Isma
Nunchi : Islamic Parenting Journal Vol 1, No 1 (2023): Nunchi: Islamic Parenting Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ipj.v1i1.1-12

Abstract

Kemampuan motorik halus anak usia dini di paud saroha belum berkembang secara optimal. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti mencoba melakukan penelitian dengan kegiatan kolase dengan media limbah rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kolase dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subejek penelitian ini adalah peserta didik usia 5-6 tahun di PAUD Saroha desa Aek Natas Angkola Selatan. Penelitian ini bersifat kolaboratif antara peneliti, guru dan kepala sekolah. Prosedur penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan data analisis melalui observasi, unjuk kerja dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus yang dirancang secara sistematis dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kolase dengan memanfaatkan limbah rumah tangga pada pra siklus rata-rata 1 dengan rata-rata persentase 6,7. Mlihat kemampuan motorik halus anak usia dini yang masih rendah maka di rncanakan siklus 1. Pada siklus 1 kemampuan motorik halus anak usia dini mulai meningkat dengan rata-rata 4,2 persentase sebanyak 28, pada siklus dua sudah mulai mengalami peningkatana dengan rata-rata 12,25 persentasenya sebanyak 81,6. Pada siklus dia kemampuan motorik halus anak usai dini sidah mengalami peningkatan namun belum sesuai dengan tingkat capaian yang di targetkan maka dilanjutkan pada siklu 3. Siklus tiga sudah mencapai rata-rata 13,75 dengan rata-rata persentase 91,6. Karena sudah mencapai target yang di harapkan maka penelitian dilaksanakan sampai siklus 3. Maka dapat disimpulan bahwa peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kolase dengan memanfaat kan limbah rumah tangga di PAUD Saroha Desa Aek Natas Angkola Selatan meningkat.
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PEMBELAJARAN STEAM DENGAN MEDIA LOOSE PART PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD HIDAYAT DESA SITUMBAGA KEC. ANGKOLA SELATAN KABUPATEN TAPANULI SELATAN Sahara, Efi; Agustini, Rini; Siregar, Ihsan; Lubis, Jumaita Nopriani
Nunchi : Islamic Parenting Journal Vol 1, No 1 (2023): Nunchi: Islamic Parenting Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ipj.v1i1.31-39

Abstract

Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tingkat perkembangan kreativitas anak meningkat apabila diterapkan pembelajaran STEAM dengan menggunakan media loose part yang dilaksanakan di PAUD Hidayat. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, unjuk kerja serta dokumentasi. Pelaksanaan penelitian melalui tiga siklus secara sistematis dengan empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian berdasarkan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan tingkat kreativitas anak dalam pembelajaran STEAM dengan bantuan media loose part  pada pra siklus kreativitas anak Belum Berkembang (BB), pada siklus 1 tingkat capaian anak dengan skor 10%. Pada siklus 2 skor penilaian meningkat menjadi 5 anak yang mencapai perkembangan kreativitas dengan persentase 25%, sedangkan siklus 3 pencapaian perkembangan anak meningkat menjadi 17 dengan persentase 85% sesuai dengan hasil akhir tujuan penelitian ini. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa melalui kegiatan pembelajaran STEAM dengan menggunakan media loose part dapat meningkatkan kreativitas anak. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA PAPAN FLANEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF ANAK PADA RAUDATUL ATHFAL ARAFAH Agustini, Rini; Herlindyah, Herlindyah; Juliana, Rina; Rosmaimuna, Rosmaimuna; Harapan Gaja, Rawalan; Yuisman, Dedi
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 7, No 1 (2022): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v7i1.99-144

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk menentukan pengenalan huruf pada anak usia dini di RA Arafahmelalui model pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan media papan flannel. Penelitian ini difokuskan pada pengaruh rendahnya kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok B di RA Arafah. Penelitian ini menggunakan metode kolaboratif dimana pada saat melakukan tindakan guru dan peneliti bekerja sama. Prosedur penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Data dalam penelitian ini berdasarkan hasil belajar siswa dalam mengenal huruf. Data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari observasi keterampilan guru dalam pembelajaran, aktivitas anak, dan catatan lapangan dalam proses pembelajaran mengenal huruf media papan flanel.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik non tes yaitu observasi dan wawancara sedangkan analisis data yang digunakan reduksi data, display data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Pada prasiklus sebelum mengalami tindakan mendapat 38%, siklus I pertemuan pertama mempereolehskor 58% disebabkan 7 anak sudah mampu mengenal dan mengucapkan huruf walaupun hanya 7-14 huruf saja dan mengalami peningkatan jumlah anak yang bertemu untuk kedua kalinya dan sudah banyak yang mengenal 15-20 huruf mendapatkan skor 64% dan mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan pertama 72%, pertemuan kedua 83% anak-anak dan sudah banyak mengetahui15-20 huruf dan anak yang yang mampu menyebutkan huruf ada 10 anak. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan model pembelajaran tongkat bicara dengan media papan flanel membantu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf.
PERAN MASJID ABDULLAH BIN UMAR DESA SABUNGAN JAE DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM Harapan Gaja, Rawalan; Agustini, Rini; Sarah Ariesta, Juwita
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 1 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i1.63-78

Abstract

Masjid Abdullah Bin Umar desa Sabungan Jae adalah masjid yang bergerak pada tiga bidang yang menjadi poros pergerakannya. Diantaranya adalah bidang pendidikan, dakwah, dan bidang sosial. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan di lokasi masjid Abdullah bin umar untuk mengetahui peran masjid Abdullah bin umar desa sabungan jae dalam pengembangan pendidikan Islam. Secara normatif peran masjid Abdullah bin umar desa sabungan jae diamati berdasarkan 8 Standar Pendidikan Nasional yang meliputi standar isi; standar proses; standar kompetensi lulusan; standar pendidik dan tenaga kependidikan; standar sarana dan prasarana; standar pengelolaan; standar pembiayaan; dan standar pengelolaan pendidikan. Sedangkan secara historis, peran masjid Abdullah bin umar diamati berdasarkan peran dalam pengembangan pendidikan yang terdapat didalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran masjid Abdullah bin umar pada umumnya belum memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan yang ditetapkan Kementrian Agama Republik Indonesia. Namun secara historis, perlahan sudah mulai menyita perhatian masyarakat. Hal ini ditandai dengan berkembangnya bentuk pendidikan yang pada awalnya hanya TPA, namun saat ini sudah ditambah dengan Rumah Tahfidz dan Ma’had Tahfidz dan disamping itu jumlah santri/santriwati yang kian bertambah dari waktu ke waktu.
POLA ASUH KELUARGA JAMA’AH TABLIGH DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH Ummatin, Ana Rosyidatu; Agustini, Rini; Yuisman, Dedi
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 6, No 1 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v6i1.109-125

Abstract

Pola asuh atau pendidikan dalam keluarga memiliki nilai strategis dalam pembentukan kepribadian anak. Sejak kecil anak sudah mendapatkan pendidikan dari kedua orang tuanya melalui keteladanan dan kebiasaan hidup sehari-hari dalam keluarga. Baik tidaknya keteladanan yang diberikan dan bagaimana kebiasaan hidup orang tua sehari-hari dalam keluarga akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Keteladanan dan kebiasaan yang orang tua tampilkan dalam bersikap dan berperilaku tidak terlepas dari pengamatan anak. Meniru kebiasaan orang tua adalah suatu hal yang sering anak lakukan, karena memang pada masa perkembangannya, anak selalu ingin menuruti apa-apa yang orang tua lakukan. Dakwah bi al-hal biasa dilakukan oleh jamaah tablig di dunia, mereka keluar dari rumah-rumah mereka dan kemudian mendakwahkan Islam dengan konsep al-khuruj. Konsep pencariaan jati diri melalui khuruj tersebut ternyata digunakan pula dalam membentuk keluarga sakinah. Pola asuh yang diterapkan orang tua dalam keluarga Jama‘ah Tabligh adalah keteladanan, ta’lim rumah, mengajak anak-anak keluar (khuruj), menyekolahkan anak di pondok pesantren, dan melakukan usaha batin (Infirodi). Pola asuh ini sangat berdampak bagi pendidikan agama anak. Faktor keberhasilan pendidikan agama anak adalah keimanan, ekonomi, kesungguhan, latar belakang pendidikan orang tua, dan lingkungan.
PENERAPAN METODE ICE BREAKING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 200505 MANEGEN Fitriani Lubis, Lia; Agustini, Rini; Harapan Gaja, Rawalan; Nopriani Lubis, Jumaita
Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2023): Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpd.v1i1.29-38

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan pokok materi pembagian di kelas II SD Negeri 200505 Manegen dengan menggunakan metode Ice Breaking. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri 200505 Manegen yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan tes. Data yang diperoleh berupa hasil angket dan hasil observasi sebagai data primer, serta tes hasil belajar sebagai dan pendukung. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pada pra siklus rata-rata motivasi belajar siswa adalah sebesar 27,91% atau kategori rendah. Setelah penerapan metode Ice Breakingmotivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 17,78% pada siklus I dari yang 27,91% menjadi 45,69%. Dimana pada siklus I ini terdapat 12 siswa telah mencapai indikator kerhasilan dengan kategori sedang dan 11 siswa lainnya masih di kategori rendah. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 24,91% pada siklus II dari yang 45,69% meningkat 70,60%. Dimana pada siklus II terdapat 20 siswa telah mencapai indikator keberhasilan dengan kategori tinggi dan 3 siswa lainnya di kategori sedang.Kata kunci: Motivasi Belajar, Ice Breaking, Matematika
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI METODE DOMONSTRASI DI SEKOLAH DASAR dalimunthe, rahmah yasrah; Munandar, Ito; Nopriani Lubis, Jumaita; Agustini, Rini
Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2023): Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpd.v1i1.39-44

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA, rumusan masalah penelitian: Apakah penerepan metode demonstrasi pada pelajaran IPA di kelas IV SD dapat meningkatkan hasil belajar?. Tujuan penelitian meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA, menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berkolaborasi dengan teman sejawat dan guru kelas IV dengan populasi sebanyak 34 siswa. Tehnik pengumpulan data dengan cara mengecek data yang diperoleh dari wali kelas dan siswa kelas IV. Tekhnik ini diperoleh dengan cara tes berupa lembar unjuk kerja dengan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 100303. Siklus I terjadi peningkatan hasil belajar dari 34 siswa ada 27 siswa (79,41%) memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal, 7 orang siswa (20.59%) belum tuntas. Pada siklus II, siswa yang mencapai krtuntasan hasil belajar sebanyak 32 orang (94,11%), 2 orang siswa (5,89%) belum tuntas nilai rata-rata pada siklus II dengan skor 78. Kata kunci: Belajar, Metode Demonstrasi, Hasil Belajar
Learning Geometry of Flat Buildings Based on Batak Traditional Houses to Improve Numeracy Skills in Elementary Schools Lubis, Jumaita Nopriani; Agustini, Rini; Pelangi, Herman; Dalimunthe, Rahmah Yasrah; Sari, Yulita
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 2 (2025): Islamic Primary Education based on Islamic values
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v8i2.992

Abstract

Numeracy is a fundamental skill in elementary mathematics education, yet conventional teaching methods often fail to connect abstract concepts with students’ lived experiences. This study was motivated by the need for more contextual and meaningful learning models, particularly through the integration of local cultural heritage. The research aimed to: (1) determine whether there is a significant difference in numeracy skills between fourth-grade students at SD Swasta Muhammadiyah 2 Padangsidimpuan who received geometry instruction based on Rumah Adat Batak (Rumah Bolon) and those who received conventional instruction, and (2) examine the improvement in students’ numeracy skills after participating in the culturally integrated learning. A quasi-experimental method was employed using a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 64 students divided into an experimental class and a control class. A multiple-choice numeracy test was used as the research instrument. Data were analyzed using a t-test and N-Gain calculation. The results revealed a significant difference between the two groups (t = 2.138; p = 0.036 < 0.05), with the experimental group achieving higher scores. The average N-Gain score of 0.42 indicated a moderate improvement in numeracy skills. These findings suggest that geometry instruction incorporating Rumah Bolon effectively enhances students’ numeracy in a more meaningful way. The study implies that integrating local cultural contexts into mathematics curricula can strengthen conceptual understanding and support national numeracy goals. This approach offers a promising pathway for culturally responsive pedagogy in Indonesian elementary education.
MENGANALISA BEBERAPA MODEL DALAM PROMOSI PENDIDIKAN Zefrina Hasibuan, Lily; Agustini, Rini; Nopriani Lubis, Jumaita; Yasrah Dalimunthe, Rahma; Sari Batubara, Delila
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 2, No 1 (2024): Tarim: Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan yang unggul dan diminati oleh banyak konsumen harus melakukan promosi pendidikan secara aktif tanpa adanya promosi pendidikan sekolah akan kalah bersaing. Di era globalisasi saat ini persaingan antar lembaga pendidikan semakin atraktif dan kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan aktivitas pemasaran yang cukup baik dalam rangka membangun citra positif dan menarik minat masyarakat. Manajemen pemasaran yang dapat dilakukan oleh sekolah akan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap jasa pendidikan yang ditawarkan, menetapkan biaya yang tepat , memperluas manfaat jasa pendidikan yang diberikan, mempromosikan secara efektif dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan orientasi kepuasan pelanggan. Sekolah juga perlu memperhatikan bauran pemasaran yaitu produk, harga, lokasi, orang, promosi dan sarana prasarana. Dan yang menjadi faktor pendukung ketika pemasaran ialah sarana dan prasarana sebagai ikon, biaya pemasaran, pemberdayaan guru, status sekolah dan program unggulan. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah pemahaman masyarakat dan pengaruh pertemanan. Tulisan ini secara khusus akan membahas tentang beberapa model dalam promosi pendidikan. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan metode penelitian kepustakaan. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan kepustakaan, baik berupa buku, catatan maupun sumber referensi lainnya. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah identifikasi wacana melalui buku, artikel, jurnal, web (internet), dan informasi lain yang berhubungan dengan judul penelitian untuk mencari hal-hal yang berhubungan dengan tema yang akan dibahas.
Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Model Kooperatif Tipe Think Pair Shar Fatmawati, Retno; Samsidar, Samsidar; Agustini, Rini
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5491

Abstract

Model kooperatif Think Pair Share merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan melihat apakah model pembelajaran Think Pair Share dapat meningkatkan motivasi belajar PAI siswa. Metode ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Subjek penelitian ini siswa kelas VIII 9 berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,  angket, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share menunjukkan adanya peningkatan terhadap keaktifan belajar siswa yaitu siklus I diperoleh persentase sebesar 60,22%. Aktivitas belajar siswa siklus II diperoleh 91,47% maka keaktifan siswa selama proses tindakan mengalami peningkatan 31,25% dengan kategori sangat baik. Motivasi belajar siswa pada saat prasiklus, siklus I, dan siklus II dengan persentase pra siklus sebesar 13,33% siswa kurang termotivasi dan meningkat pada siklus I mencapai persentase 30% dengan kategori termotivasi. Pada siklus II menunjukkan peningkatan persentase menjadi 63,33% kategori termotivasi. Berdasarkan hasil tersebut meningkat dari siklus I dan Siklus II secara signifikan sebesar 93,33% sehingga mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Kesimpulannya bahwa model pembelajaran Think Pair Share secara efektif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Implikasi hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan model pembelajaran Think Pair Share khususnya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.Â