Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI DAN GEOGRAFIS DESA BARU DI KECAMATAN SILAT HILIR KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Herawati, Henny; Lestyowati, Yoke; Kartini, Kartini; Yulianto, Eko; Elvira, Elvira; Panandita, Budi Satria; Ibrahim, Ibrahim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.20023

Abstract

ABSTRAKKecamatan Silat Hilir merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dan memiliki 13 desa. Kendala utama dalam pelayanan administrasi bagi masyarakat adalah pelayanan administrasi dilakukan dengan cara manual. Belum tersedianya sistem informasi guna mempercepat penyelesaian pelayanan. Pada proses pelayanan adminstrasi telah menggunakan perangkat komputer, namun penyimpanan data masih menggunakan sebuah buku besar untuk menulis data surat administrasi warga. Hal ini menyebabkan masih banyak keluhan dari masyarakat terkait prosedur yang belum teratur, tidak ada kepastian jangka waktu, sehingga masyarakat menilai petugas tidak profesional berakibat timbulnya citra yang kurang baik terhadap pemerintah. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan yang ada, maka tujuan dari kegiatan ini adalah menyediakan sistem informasi administrasi dan geografis untuk Desa Baru di Kecamatan Silat Hilir. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode: penjelasan/pemaparan secara langsung kepada penyelenggara pelayanan yang membutuhkan informasi tentang sistem informasi, menyediakan manual, serta pelatihan bagi penyelenggara pelayanan untuk menggunakan sistem informasi desa yang dibuat. Mitra sasaran dari kegiatan ini adalah perangkat Desa Baru khususnya dan juga camat dan staf administrasi di Kecamatan Silat Hilir. Mitra yang hadir pada kegiatan ini terdiri dari camat, kepala desa, staf kecamatan dan staf desa yang berjumlah 23 peserta. Hasil dari kegiatan ini berupa: (1) Menyampaikan informasi mengenai sistem informasi berupa penjelasan singkat, manfaat, dan contoh-contoh sistem informasi yang ada; (2) Mensosialisasikan pentingnya sistem informasi administrasi dan geografis bagi penyelenggara pelayanan, terutama di desa Baru di Kecamatan Silat Hilir dan desa sekitarnya; (3) Mengadakan pelatihan kepada penyelenggara pelayanan di Desa Baru agar dapat menggunakan sistem informasi dengan baik sesuai dengan kebutuhan penyelenggara pelayanan. Kata kunci: sistem informasi; geografis; desa; pelayanan desa; desa baru. ABSTRACTThe Silat Hilir Sub-district, situated in the Kapuas Hulu Regency of West Kalimantan, comprises 13 villages. The main challenge in delivering administrative services to the community lies in the manual execution of administrative tasks. The absence of an information system hinders the prompt completion of services. Although computer tools are utilized in the administrative process, data storage still relies on a ledger for recording citizens' administrative correspondence. This leads to numerous objections from the community due to irregular procedures and the lack of defined timeframes, resulting in an alleged lack of professionalism among officials, negatively impacting the government's image. Based on an analysis of the current situation and issues, several solutions have been implemented: (1) Disseminating information about information systems through brief explanations, elucidating their benefits, and providing examples of existing systems; (2) Advocating the importance of administrative and geographic information systems for service providers; (3) Conducting training for service providers in Baru village to proficiently use the information system according to their service requirements. This community engagement involves direct presentations to service providers in need of information about information systems, supplying manuals, and offering training for service providers to utilize the village information system. Keywords: information sistem; geographic; village; village services; baru village.
Revealing Story Messages Through Symbols in William Golding’s Lord of the Flies Maharani, Vincentia Deswita Mayke; Prabandari, Carla Sih; Herawati, Henny
Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 6, No 2 (2025): INTERFERENCE
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/interference.v6i2.76102

Abstract

Abstract. Literary works, such as novels, are a means used to express human experiences, thoughts, and feelings. William Golding’s novel Lord of the Flies is one of the works frequently discussed for its use of symbolism in conveying meanings. Understanding symbolism in literature can enhance readers’ ability to interpret the deeper messages embedded in a story. Often, these messages are not explicitly stated, but must be uncovered as the story unfolds. This study aims to answer two research questions: (1) “What symbols are found in the novel Lord of the Flies by William Golding?” and (2) “What do they symbolize?” This qualitative study employs a formalist critical approach,  focusing on the form and structure of the story itself, without reference to external aspects. Close textual analysis method is used, supported by Stanton’s (1965) theory of symbols for classification and Nurgiyantoro’s (2015) theory of meaning to interpret implicit messages. The study identifies nineteen symbols in the novel, namely palm trees, the conch shell, Piggy’s glasses, the fire, the beast, the mask, Lord of the Flies, Jack’s knife, the scar, Ralph, Jack, the littluns, Roger, Piggy’s death, the breaking of the conch, the spear, the pig hunting, the darkness, and the daylight. These symbols are associated with five interrelated meanings, namely (1) outward looks can be deceiving; (2) the evil or dark side of human nature; (3) human behaviors, as manifestation of either the good or the dark side of human nature, such as self-control and savagery; (4) the tension between a stable community and the collapse of civilization; and (5) hope for a better life. The findings contribute to the global literary studies that themes of human nature and social conflict can be intricately conveyed using symbolism. This underlines the significance of Lord of the Flies as an important resource in literature-based English language learning, as well as in fostering critical thinking. Keywords: Lord of the Flies, novel, symbols, interpretation
Flood Inundation Mapping in the Cimanceuri River through Integration of HEC-HMS and HEC-RAS as A Basis for Flood Risk Management Fikri, Rijal Muhammad; Herawati, Henny; Pranoto, Wati Asriningsih
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v25i4.97772

Abstract

Flooding has become a recurring hazard in parts of Tangerang Regency, particularly in the Cimanceuri River Basin, where communities are increasingly vulnerable to inundation. Repeated flood events recorded over recent years highlight the urgent need for data-driven approaches in flood risk mitigation and management. This study aims to model the basin's hydrological characteristics and hydraulic regime using the eventual inundation map to support flood risk management planning in Tangerang Regency. To do so, HEC-HMS was used to compute flood discharge during the March 3, 2025, event in Pagedangan Subdistrict. The computed discharge was used as input to generate the inundation map using HEC-RAS 2D, supported by LiDAR-derived digital elevation model data. This area imagery of flood inundation served as the basis for model calibration. The results showed that the developed model accurately mapped the inundation, yielding a simulated total inundation area of 6.705 hectares.
ANALISIS IMBANGAN AIR DAN EFISENSI DAERAH IRIGASI ANJUNGAN MELANCAR DI KECAMATAN ANJUNGAN KABUPATEN MEMPAWAH Saputra, Heronimus Rengga Angger; Kartini, Kartini; Herawati, Henny
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52887

Abstract

Daerah irigasi Anjungan Melancar yang terletak di Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah merupakan irigasi sederhana di Kalimantan Barat yang potensial penghasil padi di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah. Dengan luas fungsional 104.3 ha yang mengambil sumber air bukit Loncet dan bukit Bala dari mata air Rapen. Daerah irigasi Anjungan Melancar ini ditanami dengan pola tanam padi-padi. Permasalahan ketersediaan air yang tidak dapat memenuhi kebutuhan air disawah dan infiltrasi yang besar pada saluran irigasi. Inventarisasi data primer berupa kecepatan aliran rata-rata dan dimensi penampang saluran. Inventarisasi data sekunder berupa data hidrologi, klimatologi, peta daerah irigasi, skema bangunan, skema jaringan dan data dinas terkait. Analisis ketersediaan air menggunakan metode Mock dengan evapotranspirasi potensial metode Penman-Monteith, mengetahui kebutuhan air di sawah, bangunan pengambilan. Debit inflow-outflow guna mengetahui kehilangan air dan efisiensi saluran air. Hasil imbangan air pada daerah irigasi Anjungan Melancar (defisit) -132.7 lt/det. Saluran primer BBN2 kehilangan air Ec = 55.9 lt/det dan efisiensi saluran air Eff = 44 %.Kata kunci: Daerah Irigasi Anjungan Melancar, Imbangan Air, dan Efisiensi.
KAJIAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) DENGAN TURBIN PELTON DI DESA GALAR KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK Luna, Emakulata; Herawati, Henny; Wicaksono, Romario Aldrian
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53690

Abstract

PLTMH merupakan pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggerak dengan memanfaatkan head dan jumlah debit air. Seperti di Desa Galar, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak yang akan memanfaatkan tenaga air dari riam di Bukit Raya. Tujuan penelitian untuk mengetahui debit lapangan, debit andalan, head, daya terbangkitkan, desain PLTMH meliputi komponen bangunan air, dimensi turbin pelton dan penentuan letak rumah pembangkit. Pada penelitian dilakukan pengukuran aliran air dan pengukuran head, data diolah dengan analisa debit andalan menggunakan metode mock dengan hasil perhitungan evapotranspirasi potensial menggunakan metode Penman-Monteith. Didapat hasil debit lapangan 0,04 /det, debit andalan 0,02 /det dengan head bruto 100,2 m potensi daya yang dapat terbangkitkan ialah 12,4 kW dapat digunakan untuk 28 rumah jika menggunkan listrik 450 watt. Perhitungan bangunan air meliputi volume bak penenang 10,32 , diameter pipa pesat 6 inci, komponen dari dimensi turbin yaitu (U1) = 21,7 m/det, (D) = 1730 mm, (C1) = 43,4 m/det,   (d) = 24 mm, (b) = 22 mm, (h) =   65 mm, (t)   = 24 mm, (a) = 29 mm, (Do) = 1808 mm, (Z) = 113 buah. Rumah pembangkit yang terletak pada elevasi +254 m dengan ukuran 6 x 8 m.Kata Kunci: PLTMH, Debit Andalan, Pembangkit dan Turbin Pelton.
PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR PADA SUB DAS SIBAU KAPUAS HULU Amandha, Aryo Eka; Herawati, Henny; Yulianto, Eko
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v13i1.104436

Abstract

Perubahan tutupan lahan merupakan faktor penting yang memengaruhi besarnya debit banjir pada suatu DAS. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan tahun 2002, 2012, dan 2022 di Sub DAS Sibau, Kapuas Hulu, serta menilai pengaruhnya terhadap koefisien pengaliran (C) dan debit banjir rencana. Data yang digunakan meliputi peta tutupan lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta data curah hujan harian maksimum periode 2010–2023 dari Pos Hujan Putussibau. Nilai C dihitung menggunakan metode U.S. Forest Service, sedangkan estimasi debit puncak banjir pada kala ulang 2–100 tahun menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik Snyder-Alexeyev. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai C mengalami perubahan, yaitu 0,189 pada tahun 2002, turun menjadi 0,174 pada 2012, dan naik kembali menjadi 0,176 pada 2022. Perubahan ini berkaitan dengan alih fungsi hutan lahan kering primer menjadi pertanian campur semak dan lahan terbangun. Debit puncak banjir cenderung meningkat seiring kenaikan nilai C. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan tata guna lahan memengaruhi respon hidrologi Sub DAS Sibau dan penting untuk dasar mitigasi banjir serta perencanaan ruang di Kapuas Hulu.
Analysis of the Dominant Factors of Flood in Mendalam Sub-Watersheds Jajaher, Jinau Jacky; Herawati, Henny; Yulianto, Eko
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v26i1.104308

Abstract

Flooding is a recurring hydrological problem in the Mendalam Sub-Watershed, Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan, resulting in significant socioeconomic and environmental impacts. This study aims to (1) identify flood characteristics, (2) determine dominant hydrological and geomorphological factors contributing to flooding, and (3) evaluate flood discharge variations under different runoff coefficient scenarios. The analysis employs land-cover assessment, slope and soil-type evaluation, rainfall analysis, and factor analysis using the Kaiser–Meyer–Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO-MSA). Secondary data include rainfall records from 2004–2022, DEMNAS topographic data, and land-cover data from 2015, 2018, and 2022, whereas primary data were obtained through field observations and community interviews. Results indicate that slope is the dominant factor influencing flood occurrence, followed by rainfall, soil type, and land-cover change. The analysis also shows that increases in runoff coefficients lead to higher peak flood discharges, indicating the sensitivity of flooding to land-cover changes. These findings highlight the importance of integrated watershed management and land use control as key strategies for flood mitigation in the Mendalam Sub-Watershed.