Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Musim Terhadap Perubahan Pasang Surut Di Estuari Kapuas Kecil Kalimantan Barat Prayogo, Dimas Arkan; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i2.51548

Abstract

Estuari adalah suatu komponen ekosistem pesisir yang dikenal sangat produktif dan paling mudah terganggu oleh tekanan lingkungan yang diakibatkan kegiatan manusia maupun proses alamiah. Wilayah estuari kapuas kecil yang berada di Kalimantan Barat termasuk salah satu perairan yang sangat dinamis karena terdapat di dalamnya pengaruh proses fisik seperti aliran arus sungai, pasang surut laut yang kuat sehingga berdampak pada pola sirkulasi aliran, salinitas dan sedimentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh musim terhadap perubahan karakteristik pasang surut di Estuari Kapuas Kecil. Metode yang digunakan pengambilan data sekunder pada 15 September 2018. Data sekunder meliputi: pasang surut 2016-2017 dan curah hujan 2016-2017. Hasil penelitian ini mendapatkan Pasang surut di Estuari Kapuas Kecil didominasi oleh pengaruh deklinasi matahari dan bulan yang merupakan komponen pembangkit pasang surut tunggal (K1, O1) dengan demikian curah hujan tidak terlalu berpengaruh pada   komponen utama lainnya dari pasang surut yaitu M2 dan S2. Hasil analisis hubungan curah hujan dan tinggi muka air diperoleh suatu hubungan yang positif namun cenderung kecil dengan nilai koefisien determinan (R2) = 0,0052.  Kata kunci : Pasang surut, curah hujan, konstanta harmonik  
Analisis Sedimen Dasar di Muara Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Lestari, Putri Riya; Muliadi, Muliadi; Risko, Risko; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2024): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i1.64864

Abstract

Studi tentang analisis sedimen dasar telah dilakukan di perairan muara Sungai Duri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fraksi dan ukuran butir sedimen serta faktor oseanografi yang mempengaruhi sebaran sedimen di Muara Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Pengambilan data sampel sedimen diambil menggunakan sedimen grab. Data pendukung dalam penelitian ini adalah pasang surut dan kecepatan arus. Hasil persentase fraksi sedimen dasar di lokasi penelitian ini memperoleh rata-rata lempung sebesar 3,6%, lanau 14,1%, dan pasir sebesar 82,3%. Berdasarkan parameter ukuran butir sedimen diperoleh nilai rata-rata (mean size) berkisar 0,68-2,12 dengan klasifikasi pasir kasar (coarse sand) hingga pasir halus (fine sand), sortasi berkisar antara 0,85-1,45 dikategorikan tersortir sedang (moderately sorted) sampai kurang tersortir (poorly sorted), nilai skewness berkisar 2,37-4,29 diklasifikasikan sangat halus (very fine skewed) dan kurtosis 0,71-1,06 sehingga dapat dikategorikan kedalam kurva datar (platykurtic) hingga kurva tidak terlalu runcing dan tidak terlalu datar (mesokurtic). Tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda dan kecepatan arus rata-rata sebesar 0,025 m/s. Pengendapan sedimen berkaitan dengan adanya kecepatan arus dan pasang surut yang membawa sedimen dari tempat asalnya dan mengendap di perairan.  
Cycle of Potential Fishing Area of WPP-NRI 711 Year 2011-2020 Pratama, Septian Surya; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Risko, Risko
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i1.58556

Abstract

This study discussed the cycle of potential fishing areas in WPP-NRI 711 based on the distribution of Sea Surface Temperature (SST) and distribution of chlorophyll-a concentration using MODIS Aqua satellite imagery. The distribution of Potential Fishing Areas (PFA) was determined based on the distribution of the thermal front which was processed using MGET (Marine Geospatial Ecology Tools) and chlorophyll-a. Determination of fluctuations and the emergence period of PFA for 10 years (2011-2020) is carried out using wavelets. The results showed that the average SST in WPP-NRI 711 was 29 °C. The highest average SST is 31 °C in May of the Transitional I Season, and the lowest average temperature is 27.9 °C in February of the West Monsoon Season. The average chlorophyll-a concentration was 0.6 mg/m3, the highest average chlorophyll-a concentration was 0.76 mg/m3 in December West Monsoon Season, and the lowest average was 0.53 mg/m3 in October Transitional II Season. The average PFA distribution area is 1.111 km2, the highest average area is 1.324 km2 in the West Monsoon Season, then the lowest area is 924 km2 in the Transitional II Season. Based on global spectrum and wavelet analysis, it is known that the period of the appearance of PFA is 3-6 months or Seasonal. then in the Northern Region segment of WPP-NRI 711, covering the Natuna Sea, the appearance of PFA is strongly influenced by Seasonal current movements. Meanwhile in the southern part, including the Karimata Strait, the emergence of PFA is strongly influenced by river runoff and changing Seasons.
Distribusi Total Suspended Solid (TSS) di PPN Pemangkat Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat Rahmat, Muhammad Farhan; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Risko, Risko
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i2.57988

Abstract

Pendangkalan PPN Pemangkat akibat sedimentasi sudah menjadi perhatian sejak beberapa tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi 3 sumber sedimentasi yang berasal dari Sungai Sambas Besar, Sungai Prapakan Tanjung, dan Sungai Penjajap untuk menentukan sumber dominan penyuplai sedimen di dalam area pelabuhan. Data yang digunakan yaitu elevasi pasang surut, arus, debit aliran sungai, dan konsentrasi TSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola arus di PPN Pemangkat memiliki dua arah, dengan arah arus dominan yaitu keluar kolam pelabuhan. Konsentrasi TSS pada fase purnama lebih besar dibandingkan fase perbani, serta konsentrasi TSS pada kedalaman 0,8d lebih besar dibandingkan kedalaman 0,2d. Selanjutnya kondisi bagian depan dermaga (Stasiun 4) dan sisi kanan kolam pelabuhan (Stasiun 1 dan 3) memiliki konsentrasi TSS yang lebih besar. Konsentrasi rata-rata TSS minimum yaitu berkisar 75-128 mg/L pada fase purnama dan 46-64 mg/L pada fase perbani, sedangkan konsentrasi rata-rata TSS maksimum yaitu berkisar 137-293 mg/L pada fase purnama dan 94-203 mg/L pada fase perbani. Hasil ini menunjukkan bahwa sumber TSS dari Sungai Sambas Besar memiliki pengaruh yang kecil, sehingga sumber sedimen yang berkontribusi besar dalam proses sedimentasi di PPN Pemangkat berasal dari Sungai Prapakan Tanjung.
KOMBINASI PETA PUSHIDROSAL DAN ETOPO-1 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BATIMETRI DI LAUT NATUNA Oktavianty, Novi Dwi; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i2.52495

Abstract

Perairan Laut Natuna yang sebagian besar wilayahnya digunakan untuk aktivitas pelayaran membutuhkan informasi batimetri yang lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan peta kombinasi yang lebih baik dari pada batimetri PUSHIDROSAL dan ETOPO-1 di Laut Natuna. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data hasil satellite altimetry observation yaitu ETOPO-1 dan data hasil survei lapangan yang didapatkan dari PUSHIDROSAL. Analisis regresi digunakan untuk mendapatkan model keterkaitan antara peta PUSHIDROSAL dan ETOPO-1. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa model regresi yang tepat yaitu y = -4.4465+0.9680x dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0.9669 dan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.9348. Berdasarkan hasil penerapan model diketahui bahwa perbedaan kedalaman antara peta ETOPO-1 dengan peta kombinasi terdapat di area pesisir dengan rentang nilai sebesar 4 "“ 8 meter dan rata "“ rata perbedaan kedalaman sebesar 5.85 meter.
Kelimpahan Mikroplastik di Perairan Pulau Temajo Mempawah Kalimantan Barat Fadhilah, Wardatul; Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2023): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i3.64222

Abstract

Sampah plastik laut merupakan masalah lingkungan global dan kompleks yang berdampak pada ekosistem dan kehidupan manusia. Plastik bersifat persisten dan membutuhkan waktu lama untuk terdekomposisi. Keberadaan mikroplastik dapat terakumulasi di dalam tubuh biota melaui rantai makanan. Mikroplastik ini juga menjadi masalah bagi kawasan pesisir Kalimantan Barat, khususnya di perairan pulau Temajo. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis dan kelimpahan serta jenis polimer dari mikroplastik di perairan Pulau Temajo, Kalimantan Barat. Sampel air diambil dengan menggunakan plankton net di dua stasiun. Identifikasi jenis mikroplastik dilakukan dengan menggunakan mikroskop, dan identifikasi jenis polimer mikroplastik dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun I memiliki kelimpahan total mikroplastik lebih tinggi (6823,30 partikel/L) dibandingkan dengan stasiun II (4766,38 partikel/L), dengan persentase film (66,53%), fragmen (7,28%), fiber (25,36%), dan pelet (0,83%). Jenis polimer yang teridentifikasi adalah High-Density Polyethylene (HDPE), Low Density Polyethylene (LDPE), Polypropylene (PP), Polyvinyl Chloride (PVC) dan Poly Methyl Methacrylate (PMMA)
Nilai Guna Langsung Perikanan Tangkap di Kawasan Mangrove Desa Sungai Nibung Yustina, Yustina; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Kushadiwijayanto, Arie Antasari
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i2.79743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis biota hasil perikanan tangkap, mengestimasi pemasukan nelayan, dan mengestimasi valuasi ekonomi perikanan tangkap secara langsung di kawasan mangrove. Metode yang digunakan pada penelitian adalah dengan melakukan penyebaran kuesioner berjumlah 43 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis aktivitas pemanfaat sumber daya pada kawasan mangrove dan analisis kuantitatif untuk menghitung valuasi ekonomi kawasan mangrove. Hasil yang didapat menunjukkan terdapat 8 jenis biota perikanan tangkap yaitu kepiting, ikan gulama, ikan sembilang, ikan teri, ikan samge, gurita, udang rebon, dan udang vannamei. Hasil estimasi pemasukan nelayan Desa Sungai Nibung Rp. 2.014.544.000. Luas kawasan mangrove 8000 ha maka nilai ekonomi setiap meter persegi area panen adalah Rp. 439.217.
Pemetaan Batimetri Perairan Laut Dangkal Menggunakan Citra Satelit Landsat-8 OLI di Teluk Tambelan Provinsi Kepulauan Riau Rahman, Arif; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Risko, Risko
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i2.52646

Abstract

Penelitian pemetaan batimetri perairan laut dangkal menggunakan citra satelit Landsat-8 OLI telah dilaksanakan di Perairan Teluk Tambelan Provinsi Kepulauan Riau. Batimetri dilakukan dengan cara teknologi penginderaan jauh melalui gelombang elektromagnetik. Penelitian ini bertujuan unutk melakukan pemetaan batimetri Landsat-8 OLI dari model regresi serta mengetahui model regresi yang cocok dengan data lapangan. Pengolahan citra satelit Landsat-8 OLI menggunakan metode algoritma Van Hangel dan Spitzer. Data hasil kedalaman citra satelit Landsat-8 OLI divalidasi menggunakan data kedalaman lapangan. Hasil dari penelitian digambarkan dalam bentuk peta batimetri Landsat-8 OLI model regresi. Kedalaman model regresi linier berkisar antara -15 sampai 22 meter, model regresi ln 0 sampai 65 meter dan model regresi log 0 meter. Hasil analisis menunjukan bahwa hubungan indeks kedalaman relatif terhadap kedalaman lapangan diperoleh koefisien korelasi regresi linier  =0,81, regresi ln koefisien korelasi  =0,82 dan regresi log dengan koefisien korelasi =0,78. Hasil kedalaman Landsat-8 OLI model regresi linier berkisar antara 0,24 sampai 17,74 meter dengan rata-rata 9,08 meter. Kedalaman model regresi ln berkisar antara 0,3 sampai 24,2 meter dengan rata-rata 6,7 meter dan model regresi log berkisar antara 0,3 sampai32,6 meter dengan rata-rata 7 meter.
Pasang Surut dan Arus di Muara Sungai Kapuas Sepok Pangkalan, Teluk Bengkolan Berdasarkan, Kalimantan Barat: Pasang Surut dan Arus di Muara Sungai Kapuas Sepok Pangkalan, Teluk Bengkolan Berdasarkan, Kalimantan Barat Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief; Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 1 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i1.774

Abstract

Tides and currents influence the dynamics and biochemical circulation in a bay or estuary. This research aims to conduct an initial study of tides and currents in Bengkolan Bay, which is home to the mangrove ecosystem in West Kalimantan Province. Elevation and current measurements were carried out for 15 days at the mouth of the Kapuas River Sepok Pangkalan (north side of Bengkolan Bay) using tidal palms and drifters. The measurement results show that the pattern of water surface movement and currents at the research location is very dependent on ocean tidal patterns. Diurnal tides play a very large role (10 times) compared to semidiurnal tides. This big role causes the type of tides in Bengkolan Bay to be diurnal. Although semidiurnal tides have a small contribution, shallow water tidal constituent are actually caused by semidiurnal tidal energy dissipation.
Karakteristik Pasang Surut dan Arus Pasang Surut Kawasan Pesisir Jawai Selatan Sambas Tedi, Tedi; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Apriansyah, Apriansyah
Oseanologia Vol 3, No 3 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v3i3.87764

Abstract

Pasang surut dan arus di pesisir dipengaruhi oleh gravitasi Bumi   , Bulan, dan Matahari, yang menciptakan dinamika kompleks. Pemahaman ini penting untuk pengelolaan pesisir yang efektif. Meskipun ada berbagai metode untuk memantau kondisi ini, studi tentang karakteristik pasang surut dan arus di Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik tersebut, menggunakan metode least squares berbasis analisis harmonik. Data tinggi muka air laut yang dikumpulkan selama 15 hari dianalisis untuk menghitung amplitudo dan fase pasang surut dengan perangkat lunak t_tide dalam Matlab. Hasilnya menunjukkan karakteristik pasang surut campuran dengan kecenderungan harian ganda, dan nilai Formzahl 0,64. Selain itu, pengukuran arus dilakukan menggunakan metode perpindahan layang-layang, menunjukkan arah arus dominan ke utara (61,6%) dengan kategori arus lemah. Temuan ini diharapkan mendukung perencanaan pengelolaan pesisir dan mitigasi dampak lingkungan di kawasan tersebut.
Co-Authors -, Risko . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Acu, Yulia Adinur, Rizki Suanda Adityo Raynaldo Agung, Medha Pradipta Agustina, Sella Alhajj, Muhammad Egy Alif, Daffa Pandya Alin, Yulius Alkadrie, Syarif Adrian Maulana Apriansyah Ardiani, Desti Arief Nurrahman, Yusuf Arif Rahman Astuti, Ayu Dwi Aswati, Tiara Aprileonadha Auliansyah, Auliansyah Boni Pahlanop Lapanporo Cahyany, Brigita Sari Kusuma Candra, Erwan dedi irawan Desti, Desti Dewi Dewi Dwihastuty, Leny Enjella, Enjella Fadhilah, Wardatul Fadziella, Syarifah Resha Fahreza, Hauri Fajarriady, Muhammad Rizki Fossetta, Bella Ginting, Madi Juna Permalem Gunawan, Topang Harianto Harianto Harianto Hartono Hartono Helena, Shifa Hutafea, Hutafea Hutagaol, Yakub Taruli Septanto Ikha Safitri Ikhsan, Adjie Maulana Ilyas, Nail Radhy Indah Yuliastuti, Indah Irfana Diah Faryuni Irwan Nurdiansyah, Syarif Isharianto, Isharianto Kasbutin, Hendri Kusumardana, Setra Lestari, Diyah Dwi Lestari, Putri Riya Magdalena, Weni Manurung, Carles Yosua Maunala, Adrian Mega Sari Juane Sofiana Minsas, Sukal Muhammad Yusuf Muliadi Multazam, Multazam Nora Idiawati Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurrahman, Yusuf A Nurrahman, Yusuf Arif Nursalam, Lodri Khairul Nursofiati, Nursofiati Oktavianty, Novi Dwi Orchita, Hilaria Pangestu, Nugraha Jaya Penemu, Yogie Aditya Bisi Permana, Gusti Irsan Pratama, Muhammad Rizky Pratama, Septian Surya Prayitno, Dwi Imam Prayogo, Dimas Arkan Purnama, Freddy Surya Putra, Yudha Perdana Qonita, Ismi Rizqi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmadini, Nadilla Rahmat, Muhammad Farhan Rahmawan, Raditya Ramadhani, Athaya Rana Reza Saputra, Reza RIDHO KURNIAWAN, RIDHO Rini, Marini Riska Dewi, Riska Risko, Risko Rudianto, Arif Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Saadi, Saadi Saputra, Dicky Wahyuda Sari, Junita Shah, Muhar Dian Simanjuntak, Retina Solom, Jeri Sudiono, Gatot Sukal Minsas Sunardi Sunardi Surya Darma Susanti, Fratiwi Susrini, Putri Dahyu Syamsudin, Syam Taruna, Fizza tedi, tedi Tia Nuraya Triningsih, Endang Triono, Riski Triyono Triyono Umar Faruk Utami, Pratita Budi Venansius, Venansius Vietsaman, Dionisius Endy Wardhana, Muhammad Ridwan Septian Warsidah, Warsidah Yoga Satria Putra Yudha Arman Yugovic, Ronalld Yuniar, Mentari Yustina Yustina Yusuf Arief Nurrahman Zainal Zainal Zibar, Zan Zulfian Zulfian