Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Kerawanan Abrasi Berdasarkan Tutupan Vegetasi Mangrove di Wilayah Pesisir Pulau Temajo Mempawah Kalimantan Barat Hutagaol, Yakub Taruli Septanto; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Sofiana, Mega Sari Juane; Rahmat, Muhammad Farhan
Oseanologia Vol 4, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i2.95640

Abstract

Pulau Temajo yang terletak di Kabupaten Mempawah merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang memiliki kerentanan terhadap abrasi. Oleh karena itu, identifikasi tingkat kerawanan perlu dilakukan sebagai langkah mitigasi sesuai amanat Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 dan Peraturan BNPB No. 02 Tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kerawanan abrasi berdasarkan tutupan vegetasi pantai menggunakan citra satelit Landsat-8 Operational Land Imager (OLI) dengan resolusi spasial 30 m (perekaman tahun 2021), yang diolah melalui indeks NDVI. Sebanyak 79 segmen pantai dengan jarak ~200 m dianalisis, kemudian hasil NDVI diintegrasikan ke dalam skoring BNPB. Hasil menunjukkan nilai NDVI 0,0598"“0,4863 dengan distribusi tutupan rendah pada 23 segmen, sedang 35 segmen, dan tinggi 21 segmen. Berdasarkan skoring BNPB, tingkat kerawanan abrasi didominasi kategori rendah dengan 75 segmen (94,94%), sedangkan 4 segmen (5,06%) kategori sedang, dan tidak ada kategori tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan mangrove rapat dan substrat berlumpur yang mampu meredam energi gelombang. Dengan demikian, Pulau Temajo secara umum memiliki tingkat kerawanan abrasi rendah, meskipun segmen dengan kerawanan sedang tetap memerlukan rehabilitasi vegetasi untuk menjaga keberlanjutan kawasan wisata bahari.
Karakteristik Pasang Surut dan Arus Pasang Surut di Pesisir Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat Candra, Erwan; Nurrahman, Yusuf Arif; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Agustina, Sella
Oseanologia Vol 4, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i2.96170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut dan arus pasang surut di Pesisir Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Pulau Maya dipilih karena wilayah ini mengalami pendangkalan yang berdampak pada aktivitas pelayaran dan pengelolaan pesisir. Data pasang surut diperoleh dari pengukuran elevasi muka air laut selama 15 hari (5"“19 April 2025) dengan interval 2 jam menggunakan palem pasut, sedangkan data arus diperoleh dengan layang-layang arus. Analisis pasut dilakukan menggunakan metode Least Square (t_tide) pada aplikasi MATLAB. Hasil penelitian menunjukkan tipe pasang surut harian tunggal (diurnal) dengan nilai Formzahl 9,67. Komponen harmonik dominan adalah K1 (59,46 cm) dan O1 (37,22 cm), sedangkan M2 (2,81 cm) dan S2 (7,17 cm) relatif kecil. Kecepatan arus maksimum tercatat 0,15"“0,18 m/s saat menuju pasang tinggi, sedangkan minimum 0,02 m/s saat menuju surut terendah, dengan rata-rata 0,06"“0,08 m/s. Arah arus pasang surut dominan adalah Selatan"“Tenggara dan Utara"“Timur Laut, dengan kecenderungan lebih sering ke arah Selatan"“Tenggara. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan perairan pesisir, jalur pelayaran, serta perencanaan infrastruktur di Pulau Maya.
Sosialisasi Peran Multipihak dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Kalimantan Barat melalui Forum Group Discussion Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Kusumardana, Setra; Safitri, Ikha; Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane; Sukardi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Barat memiliki potensi ekosistem pesisir dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, seperti mangrove, lamun, terumbu karang, dan sumberdaya kelautan dan perikanan. Selain itu, di beberapa Kabupaten pesisir Kalimantan Barat juga ditemukan biota endemik, biota yang dilindungi maupun terancam punah. Potensi tersebut menjadi dasar penetapan lima kawasan konservasi perairan di Kalimantan Barat. Dalam rentang waktu 2019 – 2023, pengelolaan kawasan konservasi Kalimantan Barat menghadapi banyak tantangan sekaligus menawarkan banyak peluang yang dapat dilakukan. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah kurangnya kesadartahuan masyarakat tentang konservasi dan pengelolaan laut secara berkelanjutan. Focus Group Discussion dan seminar membahas tantangan dan peluang dalam mengembangkan usaha konservasi inklusif yang berkelanjutan sebagai sumber perekonomian bagi masyarakat pesisir. Untuk menjamin keberlanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan serta pengelolaan yang efektif, diperlukan adanya peran multipihak. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat pesisir dapat mewujudkan solusi inovatif dan komitmen untuk mendukung keberlanjutan lingkungan laut dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Inisasi Eduwisata Kubu Raya Estuary Cruise Sebagai Upaya Konservasi Inklusif Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Kusumardana, Setra; Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Juane Sofiana, Mega Sari; Apriansyah, Apriansyah; Arief Nurrahman, Yusuf; Irwan Nurdiansyah, Syarif; Minsas, Sukal; Agustina, Sella
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2692

Abstract

Teluk Bengkolan (Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat) merupakan kawasan laut semi tertutup (estuaria) serta memiliki kondisi ekosistem mangrove sangat baik dan memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi. Meskipun demikian, terdapat dilema yang membebani usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Teluk Bengkolan. Peran Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura (PSIK Untan) menjadi sangat penting dalam mengatasi dilema ini. Dan untuk mengakomodir tridharma tersebut, PSIK Untan membuat program inovasi wisata pendidikan bertajuk Pelayaran Estuari Kubu Raya (Estuary Kubu Raya Cruise) yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui wisata dan upaya konservasi melalui penyadartahuan khalayak. Kegiatan Pelayaran Pendidikan ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak dan dilaksanakan pada tanggal 13 – 15 Oktober 2023 di Estuari Teluk Bengkolan, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu dosen dan mahasiswa PSIK Untan, Yayasan Webe Konservasi Ketapang, Lembaga Pengelola Hutan Desa Sugai Nibung, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dan KM Arif Azam Jaya. Pelayaran yang berlangsung selama 3 hari 2 malam memberikan pengamalan belajar bagi peserta pelayaran. Manfaat dari kegiatan ini tidak hanya diperoleh peserta namun juga masyarakat Desa Sungai Nibung. Pelayaran memberi dampak pada peningkatan minat peserta dan masyarakat untuk menjaga dan mengelola lingkungan berkelanjutan serta membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat.
Struktur Komunitas Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove di Kawasan Permukiman Desa Sungai Nibung, Kalimantan Barat Yugovic, Ronalld; Helena, Shifa; Kushadiwijayanto, Arie Antasari
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i2.78727

Abstract

Desa Sungai Nibung terletak di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan luas wilayah hutan mangrove 3,057,92 Hektar. Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir tropis dan sub tropis yang sangat dinamis dan mempunyai produktivitas yang tinggi mengenai kehidupan biota didalamnya, salah satunya adalah gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda dan parameter kualitas perairan yang terdapat di kawasan permukiman Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli "“ Agustus 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan untuk penentuan stasiun sampling menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel gastropoda dilakukan dengan menggunakan kuadran transek berukuran 10 x 10 m2 dan sub plot berukuran 1 x 1 m2 dengan 5 titik didalamnya. Hasil yang didapat pada setiap stasiun bervariasi, terdapat 15 spesies dengan 7 famili. Jenis yang paling sering dijumpai yaitu Sphaerassiminea miniata dengan kepadatan total 251 ind/m2 . Kisaran indeks keanekaragaman gastropoda 0,93-2,27 dikategorikan rendah sampai tinggi, indeks keseragaman Gastropoda 0,58-0,94 dikategorikan sedang dan tinggi, indeks dominasi gastropoda 0,12-0,51 dikategorikan rendah dan sedang. Kualitas perairan kawasan permukiman Desa Sungai Nibung masuk ke dalam kategori optimal untuk kehidupan dan perkembangan gastropoda.
Laju Sedimentasi di Perairan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat Kalimantan Barat Rahmawan, Raditya; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Risko, Risko
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i1.58128

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang terletak di Kota Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat merupakan daerah pelabuhan industri dan sebagai sentra perikanan. Tingginya tingkat sedimentasi yang terjadi di perairan area PPN Pemangkat dapat menyebabkan pendangkalan yang mengganggu kinerja pelabuhan terutama pada saat surut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju sedimentasi pada minggu pertama dan minggu kedua di PPN Pemangkat. Pengambilan sampel sedimen dasar menggunakan Ekman Grab dan pengambilan sampel laju sedimentasi menggunakan sediment trap dengan interval pengambilan 7 hari di tujuh stasiun. Parameter oseanografi yang diukur adalah pasang surut dan arus. Tipe pasang surut di perairan PPN Pemangkat adalah campuran condong harian ganda dengan nilai Formzahl 0,83. Tipe sedimen di perairan area PPN Pemangkat adalah tanah liat dan didominansi oleh sebaran fraksi sedimen jenis lanau. Laju sedimentasi rata-rata selama pengukuran sebesar 180.67 kg/m ²/minggu. Laju sedimentasi tertinggi berada di stasiun 3 sebesar 547,37 kg/m2/minggu. Sedangkan laju sedimentasi terendah berada pada Stasiun 7 sebesar 48,25 kg/m2/minggu. Pola arus bergerak cenderung keluar dari aliran Sungai Penjajap dan Sungai Prapakan Tanjung, sehingga semakin menuju keluar dari area PPN Pemangkat nilai laju sedimentasinya semakin besar. Hasil yang diperoleh dapat menjadi sumber informasi ilmiah untuk pengelolaan Pelabuhan Perikanan Pemangkat, Kalimantan Barat.
DIVERSITY OF MOLLUSCS (BIVALVES AND GASTROPODS) IN KABUNG ISLAND, WEST KALIMANTAN, INDONESIA Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Helena, Shifa; Warsidah; Apriansyah
Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE VOLUME 7 NUMBER 2, 2021
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jiks.v7i2.14727

Abstract

Kabung Island is an island located in Bengkayang Regency, West Kalimantan, Indonesia. The characteristics of these waters are sandy, muddy and muddy sand. This type of water is compatible with the life of Gastropods and Bivalves. Both of them play an important role in an ecosystem because of their ability as a filter feeder that filters dissolved substances in the water, for a source of food for their survival. The abundance and diversity of molluscs are highly dependent on the conditions of the aquatic environment, such as substrate type, pH, turbidity, temperature, salinity and dissolved oxygen, availability of food, pollutants, predators and competitors. This study was aims to assess the diversity and abundance of molluscs on the Kabung island. The results on this research show that the highest diversity index is 1.94 which means that it is in moderate condition. The evenness index and dominance index values found to show a value of 0.88 which means high evenness so that a dominance value of 0.45 means that there are no molluscs that dominate on the Kabung island. Keywords: Abundance, Bivalves, Diversity, Gastropods, Mollusca.
Pendataan Potensi Bioekologi di Pesisir Desa Sungai Nibung dalam Mendukung Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi Nurdiansyah, Syarif Irwan; Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Sofiana, Mega Sari Juane
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13668

Abstract

Desa Sungai Nibung sebagai salah satu kawasan pesisir di Kabupaten Kubu Raya memiliki potensi sumberdaya alam hayati dengan tingkat keanekaragaman tinggi. Potensi tersebut membuat Desa Sungai Nibung ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) di Kalimantan barat dengan target konservasi yaitu mangrove. Ekosistem mangrove memegang peran penting secara ekologis dan ekonomis sebagai habitat berbagai jenis organisme akuatik, serta potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendapatkan data inventarisasi potensi kawasan di pesisir Desa Sungai Nibung, Kalimantan Barat. Pendataan potensi sumberdaya hayati dapat dijadikan sebagai informasi dasar dalam mendukung rencana dan optimalisasi pengelolaan kawasan konservasi. Kegiatan dilaksanakan pada Desember 2022 – Februari 2023. Pelaksanaan kegiatan meliputi pendataan keanekaragaman jenis mangrove, kepiting bakau, kerang, keong yang dilakukan secara eksploratif. Sedangkan, pengamatan kondisi kualitas perairan dilakukan secara in situ. Hasil Pendataan menunjukkan bahwa vegetasi mangrove memiliki tingkat keanekaragaman jenis tinggi dengan ditemukannya delapan belas spesies mangrove sejati. Terdapat tiga spesies kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kerang dan keong juga merupakan komoditas perikanan penting di Desa Sungai Nibung yang dapat mendukung pendapatan masyarakat. Selain itu, beberapa jenis keong mangrove dapat dikonsumsi dan dijadikan alternatif sumber protein hewani dengan kandungan tinggi protein, rendah lemak, dan beberapa makro mineral esensial. Data kualitas perairan dapat digunakan sebagai dasar dalam mendukung peruntukan wilayah, misalnya untuk budidaya perikanan, aktivitas pelayaran, maupun pengembangan ekowisata. 
PEMANFAATAN DAUN NIPAH SEBAGAI POLYBAG ECOFRIENDLY UNTUK PENYEMAIAN ANAKAN MANGROVE DI DESA SUNGAI NIBUNG Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Safitri, Ikha; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Apriansyah, Apriansyah; Sofiana, Mega Sari Juane
Bina Bahari Vol 4, No 3 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v4i3.118

Abstract

Desa Sungai Nibung memiliki ekosistem mangrove dengan keanekaragaman jenis mangrove yang tinggi. Desa ini memiliki kurang lebih 18 spesies mangrove yang berbeda. Mangrove ini perlu dilestarikan dengan menjaga ekosistem dan lingkungan dan penanaman. Penanaman mangrove dapat dimulai dengan penyemaian anakan mangrove. Penyemaian dilakukan dengan menanam propagul dari tiap jenis mangrove dan ditanam dengan media tanah dari tempat asalnya dengan menggunakan polybag. Polybag umumnya terbuat dari plastik jenis polietilena yang non-degradable. Sifatnya yang sulit terurai akan menjadi sampah plastik yang merusak lingkungan. Oleh karena itu, polybag yang ramah lingkungan dibutuhkan sebagai wadah penanaman propagul mangrove. Polybag ramah lingkungan dapat dibuat dari daun nipah yang dikeringkan. Nipah ditemukan hampir di semua daerah di Desa Sungai Nibung. Daunnya belum dimanfaatkan oleh masyarakat, padahal daun ini sangat mudah untuk diolah dan digunakan sebagai kerajinan tangan. Oleh karena itu, pelatihan ke mahasiswa dan masyarakat setempat untuk memanfaatkan daun nipah sebagai polybag ecofriendly perlu dilakukan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengedukasi mahasiswa dan masyarakat tentang pemanfaatan potensi lokal daun nipah sebagai polybag ramah lingkungan dan pentingnya pelestarian mangrove. Pelatihan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan dan mitra masyarakat Desa Sungai Nibung sebanyak 15 orang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan anyaman daun nipah. Hasilnya, peserta mampu memahami manfaat daun nipah dan terampil menganyam menjadi polybag ecofriendly. Kegiatan ini tidak hanya mendukung konservasi mangrove, tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan potensi lokal berkelanjutan.
INVENTARISASI AIR SUMUR SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI DESA SUNGAI NIBUNG, KABUPATEN KUBU RAYA Sofiana, Mega Sari Juane; Warsidah, Warsidah; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Apriansyah, Apriansyah; Safitri, Ikha; Rudiyanto, Rudiyanto; Nurrahman, Yusuf Arief; Minsas, Sukal; Idiawati, Nora; Helena, Shifa; Nurdiansyah, Sy. Irwan; Prayitno, Dwi Imam; Harianto, Harianto; Darma, Surya
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v4i3.1623

Abstract

A common problem faced by coastal communities is the lack of clean water. This issue also occurs in the coastal area of Sungai Nibung Village, Teluk Pakedai District, Kubu Raya Regency. The community relies on dug well water; however, this water is yellowish, murky, and has an iron odor. This activity, in Community Service (PKM), aims to collect data on the condition of water and existing clean water fasilities and infrastructure, and offer treatment solutions that consider the current situation. The method was carried out through field surveys, raw water sampling, simple water testing (pH, salinity, and coagulation-flocculation tests), and observation of clean water supporting facilities. High levels of in the water can be reduced through coagulation-flocculation using soda ash and PAC to precipitate the iron. If the sedimentation stage is skipped, the workload of the filters in te available facilities becomes heavier. One applicable solution for the community is to add aeration and sedimentation tanks to oxidize and precipitate the iron.
Co-Authors -, Risko . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Acu, Yulia Adinur, Rizki Suanda Adityo Raynaldo Agung, Medha Pradipta Agustina, Sella Alhajj, Muhammad Egy Alif, Daffa Pandya Alin, Yulius Alkadrie, Syarif Adrian Maulana Apriansyah Ardiani, Desti Arief Nurrahman, Yusuf Arif Rahman Astuti, Ayu Dwi Aswati, Tiara Aprileonadha Auliansyah, Auliansyah Boni Pahlanop Lapanporo Cahyany, Brigita Sari Kusuma Candra, Erwan dedi irawan Desti, Desti Dewi Dewi Dwihastuty, Leny Enjella, Enjella Fadhilah, Wardatul Fadziella, Syarifah Resha Fahreza, Hauri Fajarriady, Muhammad Rizki Fossetta, Bella Ginting, Madi Juna Permalem Gunawan, Topang Harianto Harianto Harianto Hartono Hartono Helena, Shifa Hutafea, Hutafea Hutagaol, Yakub Taruli Septanto Ikha Safitri Ikhsan, Adjie Maulana Ilyas, Nail Radhy Indah Yuliastuti, Indah Irfana Diah Faryuni Irwan Nurdiansyah, Syarif Isharianto, Isharianto Kasbutin, Hendri Kusumardana, Setra Lestari, Diyah Dwi Lestari, Putri Riya Magdalena, Weni Manurung, Carles Yosua Maunala, Adrian Mega Sari Juane Sofiana Minsas, Sukal Muhammad Yusuf Muliadi Multazam, Multazam Nora Idiawati Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurrahman, Yusuf A Nurrahman, Yusuf Arif Nursalam, Lodri Khairul Nursofiati, Nursofiati Oktavianty, Novi Dwi Orchita, Hilaria Pangestu, Nugraha Jaya Penemu, Yogie Aditya Bisi Permana, Gusti Irsan Pratama, Muhammad Rizky Pratama, Septian Surya Prayitno, Dwi Imam Prayogo, Dimas Arkan Purnama, Freddy Surya Putra, Yudha Perdana Qonita, Ismi Rizqi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmadini, Nadilla Rahmat, Muhammad Farhan Rahmawan, Raditya Ramadhani, Athaya Rana Reza Saputra, Reza RIDHO KURNIAWAN, RIDHO Rini, Marini Riska Dewi, Riska Risko, Risko Rudianto, Arif Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Saadi, Saadi Saputra, Dicky Wahyuda Sari, Junita Shah, Muhar Dian Simanjuntak, Retina Solom, Jeri Sudiono, Gatot Sukal Minsas Sunardi Sunardi Surya Darma Susanti, Fratiwi Susrini, Putri Dahyu Syamsudin, Syam Taruna, Fizza tedi, tedi Tia Nuraya Triningsih, Endang Triono, Riski Triyono Triyono Umar Faruk Utami, Pratita Budi Venansius, Venansius Vietsaman, Dionisius Endy Wardhana, Muhammad Ridwan Septian Warsidah, Warsidah Yoga Satria Putra Yudha Arman Yugovic, Ronalld Yuniar, Mentari Yustina Yustina Yusuf Arief Nurrahman Zainal Zainal Zibar, Zan Zulfian Zulfian