Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Permukaan Bebas dan Kecepatan Gelombang Pada Fenomena Tidal Bore Fossetta, Bella; Putra, Yoga Satria; Kushadiwijayanto, Arie Antasari
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49609

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara numerik bentuk permukaan bebas (free surface) dan kecepatan tidal bore berdasarkan variasi bilangan Froude. Simulasi dibangun menggunakan perangkat lunak CFD OpenFOAM model turbulensi LES k-equation. Penelitian ini telah membangun 11 simulasi yang menghasilkan bilangan Froude yang bervariasi, yaitu Fr = 1,27 – 1,53. Bentuk gelombang dari transisi tidal bore, breaking tidal bore terbentuk saat bilangan Froude tinggi dan undular tidal bore terbentuk jika bilangan Froude rendah. Bilangan Froude juga dipengaruhi oleh kecepatan gelombang tidal bore 𝑉𝑏 yang berbanding lurus dengan bilangan Fr. Semakin besar nilai Fr maka kecepatan tidal bore 𝑉𝑏 semakin meningkat. Kata kunci: tidal bore, bilangan Froude, permukaan bebas, kecepatan gelombang, LES k-equation. 
Simulasi Lompatan Hidrolik pada Aliran Kanal Terbuka Menggunakan Pendekatan Komputasi Dinamika Fluida Desti, Desti; Putra, Yoga Satria; Kushadiwijayanto, Arie Antasari
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49501

Abstract

Proses terjadinya lompatan hidrolik dalam bidang pertanian dapat terjadi di saluran irigasi. Aliran air yang mengalir dari daerah hulu pintu air akan menabrak air yang ada di daerah hilir pintu air. Ketika pintu air tersebut dibuka maka akan terjadi lompatan hidrolik. Fenomena lompatan hidrolik dalam sebuah kanal terbuka dapat dipelajari menggunakan pendekatan komputasi dinamika fluida. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membangun simulasi numerik lompatan hidrolik menggunakan perangkat lunak open source OpenFOAM dengan menerapkan model turbulen LES Smagorinsky. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan profil kecepatan pada Bilangan Froude (Fr) yang berbeda, serta menganalisis bentuk tipologi lompatan hidrolik berdasarkan nilai Fr. Berdasarkan uji grid hasil yang mendekati data acuan terdapat pada Tipe I. Nilai korelasi tertinggi dan error terendah terdapat pada Tipe II. Profil kecepatan dekat dasar saluran akan meningkat seiring dengan nilai Fr yang semakin besar. Pada zona yang berada pada kolom air atau pada kedalaman sekitar 0,01 m, kecepatan perlahan-lahan akan mulai menurun yang disertai dengan terjadinya kenaikan elevasi pada permukaan air. Pada zona yang semakin dekat ke permukaan, profil kecepatan mulai meningkat dan ini terjadi pada lima Fr yang berbeda. Nilai Fr = 1,3 merupakan tipe lompatan berombak. Lompatan lemah terjadi pada saat nilai Fr = 1,8. Nilai Fr = 2,8 merupakan lompatan berosilasi. Nilai Fr = 6,8 merupakan lompatan tetap, dan nilai Fr = 9,8 merupakan lompatan kuat.Kata kunci: : Lompatan hidrolik, Bilangan Froude, komputasi dinamika fluida, profil kecepatan, OpenFOAM
Analisis Laju Sedimentasi di Kawasan Perairan Sungai Sambas Kalimantan Barat Saputra, Dicky Wahyuda; Muliadi, Muliadi; Risko, Risko; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2022): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i1.46797

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) merupakan suatu kawasan yang terletak di bagian muara sungai Sambas.    Muara sungai Sambas ini menjadi urat nadi bagi masyarakat setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan untuk alur pelayaran kapal. Debit air sungai yang mengangkut material sedimen dari daerah hulu akan mengalami pengendapan yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan. Pendangkalan yang disebabkan oleh proses sedimentasi dapat menganggu alur pelayaran dan menyebabkan banjir saat musin hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan laju sedimentasi di muara sungai Sambas. Analisis ukuran butir dilakukan menggunakan metode pengayakan bertingkat. Pengukuran pasang suut dilakukan selama 15 hari dengan interval waktu setiap jam. Sedangkan pengambilan data laju sedimentasi dilakukan pada 9 stasiun dengan masing-masing interval waktu 7 hari selama 2 minggu menggunakan sedimen trap yang diletakkan di dasar perairan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa laju sedimentasi rata-rata pada minggu pertama sebesar 156,76 kg/m2/minggu dan rata-rata minggu kedua sebesar 129,58 kg/m2/minggu, dengan pasang surut di perairan ini merupakan tipe campuran condong harian ganda dilihat dari bilangan Formzhal (F) 0,79.
Arus Residu Pasang Surut di Perairan Kepulauan Tambelan Provinsi Kepulauan Riau Dewi, Dewi; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman, Yusuf Arif; Helena, Shifa
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2022): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i1.49688

Abstract

Arus residu merupakan salah satu jenis arus yang berperan penting dalam perpindahan material-material di suatu perairan, terutama pada Perairan Kepulauan Tambelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan arah arus residu    akibat pasang surut yang terjadi di Perairan Kepulauan Tambelan berdasarkan hasil model POM (Princeton Ocean Model) dalam kurun waktu 30 hari. Data masukan model berupa elevasi dan arus pasang surut diperoleh dari TMD (Tidal Model Driver). Data kedalaman didapat dari hasil digitasi peta Pushidrosal TNI AL. Hasil verifikasi pasang surut menunjukan bahwa data hasil model dengan hasil pengukuran lapangan secara umum memiliki pola grafik naik turun yang hampir sama. Berdasarkan hasil model, arus residu di semua komponen (K1, M2, O1  dan  S2) bergerak dari bagian Selatan menuju bagian Barat dan bertemu dengan arus yang bergerak dari Utara sehingga terjadi pembelokan arus ke arah Utara dengan kecepatan rata-rata sekitar 2,14 cm/s. Arus residu yang terjadi di komponen  K1  bergerak dari bagian Selatan menuju bagian Barat dan bertemu dengan arus yang bergerak dari Utara dan Selatan sehingga terjadi pembelokan ke arah Utara dan Selatan dengan kecepatan rata-rata sekitar 1,86 cm/s. Sedangkan arus residu yang terjadi di komponen  M2  sebagian besar bergerak dari bagian Selatan menuju bagian Barat dan terjadi pembelokan ke arah Barat Daya dengan kecepatan rata-rata sekitar 0,43 cm/s.
Sosialisasi dan Edukasi Pengawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kalimantan Barat dalam Memperingati Ocean Day 2023 Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Helena, Shifa; Sudiono, Gatot; Kasbutin, Hendri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1539

Abstract

Ocean Day atau hari laut sedunia diperingati setiap tanggal 8 Juni, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting laut dan sumberdaya alam bagi kehidupan manusia, permasalahan, serta aksi kita dalam melindungi potensi yang ada untuk pembangunan secara berkelanjutan. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura dalam memperingati Ocean Day adalah seminar tentang sosialisasi dan edukasi pengawasan kawasan konservasi perairan daerah Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat terkait pembagian zonasi kawasan konservasi dan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha perikanan dalam melakukan aktivitas di kawasan konservasi. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid, dengan total peserta yaitu 100 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, berisi materi edukasi dan sosialisasi tentang kawasan konservasi perairan Kalimantan Barat dan pengawasannya, yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui kuesioner terkait materi yang telah disampaikan, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dengan rata-rata 40% menjadi 90-100% dalam memahami pengelolaan dan pengawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kalimantan Barat.  Socialization and Education on Monitoring of West Kalimantan Regional Marine Protected Areas in Ocean Day 2023 World Oceans Day is celebrated every June 8th, where the aim of increasing awareness about the important role of the ocean and natural resources in human life, problems, and our actions in protecting the existing natural resources potential for sustainable development. One of the activities carried out by the Marine Science Department, Universitas Tanjungpura was a seminar on socialization and education on monitoring of the West Kalimantan regional Marine Protected Area. This activity aimed to increase students' and the public's understanding regarding the conservation areas zone and increase the awareness of fisheries business in carrying out activities in conservation areas. This activity was carried out in a hybrid, with a total of 100 participants. The activity used a lecture method, containing educational and socialization about the West Kalimantan marine conservation area and its monitoring, which was followed by an interactive discussion between participants and presenters. Based on the evaluation carried out through questionnaires related to the subject presented, it showed that there had been an increase in the ability participants with an average of 40% to 90-100% in understanding the management and monitoring of the West Kalimantan Regional Water Conservation Area
Macroalgae Community Structure in the Waters of Temajo Island, Mempawah Regency, West Kalimantan Susrini, Putri Dahyu; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Sofiana, Mega Sari Juane; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Safitri, Ikha
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Macroalgae are thallus plants that do not have organs in the form of roots, stems, and leaves that are not true. The existence of macroalgae as producer organisms contributes to the life of aquatic biota, especially herbivorous organisms in the waters of Temajo Island, Mempawah Regency, West Kalimantan. This study aims to determine the abundance, relative abundance, relative frequency, diversity index, uniformity index, and dominance index in the waters of Temajo Island. This research was conducted in August 2022, the sampling locations were three stations and were determined using the exploratory method based on the presence of macroalgae found. Macroalgae sampling was carried out using a quadratic transect of 10x10 m and based on the research results obtained 5 families, 3 classes, 4 orders, and 6 genera consisting of Sargassum, Turbinaria, Padina, Halimeda, Codium, and Amphiroa. The results of the analysis found that the genus Sargassum had abundance, relative abundance, and relative frequency (K = 0.72-2.35 ind/m2, KR = 49.99%, F = 0.83) of macroalgae communities in the waters of Temajo Island, Mempawah Regency, Kalimantan West, has a low-medium diversity value, low-high uniformity index and low-high dominance index. Keywords: Community Structure, Macroalga, Temajo Island, Mempawah Abstrak Makroalga merupakan tumbuhan thallus yang tidak memiliki organ-organ berupa akar, batang dan daun tidak sejati. Keberadaan makroalga sebagai organisme produsen memberikan sumbangan bagi kehidupan biota akuatik, terutama organisme-organisme herbivor di perairan Pulau Temajo Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kelimpahan, kelimpahan relatif, frekuensi relative, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi di perairan Pulau Temajo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2022, lokasi pengambilan sampel sebanyak tiga stasiun dan ditentukan menggunakan metode Eksploratif berdasarkan keberadaan makroalga yang ditemukan. Sampling makroalga dilakukan menggunakan transek kuadrat dengan ukuran 10x10 m. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 5 famili, 3 kelas, 4 ordo, dan 6 genera yang terdiri dari Sargassum, Turbinaria, Padina, Halimeda, Codium dan Amphiroa. Hasil Analisa mendapatkan Genus Sargassum memiliki kelimpahan, kelimpahan relatif, dan frekuensi relatif (K = 0,72-2,35 ind/m2, KR = 49,99%, F = 0,83) komunitas makroalga di perairan Pulau Temajo Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, memiliki nilai keanekaragaman rendah-sedang, indeks keseragaman rendah-tinggi dan indeks dominansi rendah-tinggi. Kata kunci: Struktur Komunitas; makroalga; Pulau Temajo; Mempawah
Community of Phytoplankton as Aquatic Quality Bioindicator in Teluk Melanau Waters Lemukutan Island West Kalimantan Zainal, Zainal; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.49229

Abstract

Lemukutan Island has the potential of natural resources with a high level of diversity, including phytoplankton. Lemukutan Island has been developed as a marine tourism destination and other activities. A way to monitor water conditions is by observing physical, chemical, and biological parameters. This study aimed to determine the community structure of phytoplankton as a water quality bioindicator and analyze the environmental parameters' correlation to the abundance of phytoplankton in Teluk Melanau, Lemukutan Island. Determination of sampling stations using a purposive sampling method. Phytoplankton identification, quantity, biological index, and measurement of environmental parameters were carried out in this study. The results showed that the phytoplankton community consisted of 77 genera and Bacillariophyceae has the highest percentage contribution (90.44%). The most common genera were Cocconeis, Nitzchia, Synedra, and Chaetoceros. The abundance of phytoplankton ranged from 2-1521 ind/L. The biological index showed that Teluk Melanau was in an unpolluted condition. Environmental parameters were still in the optimal range for the growth of phytoplankton. The abundance of phytoplankton is very strongly correlated with salinity, DO, nitrate, and phosphate, strongly correlated with pH and very weakly correlated with brightness, temperature, and current velocity. Keywords: Community structure, phytoplankton, bioindicator, Lemukutan Island. Abstrak Perairan pulau Lemukutan memiliki potensi sumberdaya alam, termasuk fitoplankton. Pada saat ini, pulau Lemukutan telah dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari dan berbagai aktivitas lainnya. Aktivitas tersebut dapat memberikan dampak terhadap kualitas perairan. Salah satu cara melakukan monitoring kondisi perairan yaitu dengan cara pengamatan parameter fisika, kimia, dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton sebagai bioindikator kualitas perairan dan menganalisis korelasi parameter lingkungan terhadap kelimpahan fitoplankton di Perairan Teluk Melanau, Pulau Lemukutan. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling untuk mewakili rona lingkungan yang ada. Identifikasi fitoplankton, kelimpahan, indeks biologis, dan pengukuran parameter lingkungan dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan struktur komunitas fitoplankton terdiri dari 77 genera, dimana Bacillariophyceae merupakan komponen dengan persen kontribusi tertinggi (90,44%). Jenis yang paling banyak ditemukan yaitu Cocconeis, Nitzchia, Synedra, dan Chaetoceros. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 2-1521 ind/L. Indeks biologi menunjukkan bahwa perairan Teluk Melanau berada pada kondisi tidak tercemar. Parameter lingkungan masih dalam rentang optimal untuk pertumbuhan fitoplankton. Kelimpahan fitoplankton berkorelasi sangat kuat dengan salinitas, DO, nitrat, dan fosfat, berkorelasi kuat dengan pH dan berkorelasi sangat lemah dengan kecerahan, suhu, dan kecepatan arus. Kata kunci: struktur komunitas, fitoplankton, bioindikator, pulau Lemukutan.
Study on Water Quality for Seaweed Cultivation in Desa Jawai Laut Sambas Regency West Kalimantan Maunala, Adrian; Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.50790

Abstract

Desa Jawai Laut is a coastal village in Sambas Regency, West Kalimantan with the potential of marine waters that can support the community's economy. One of the activities carried out is the seaweed cultivation of Eucheuma cottonii using the longline method. The development of cultivation activities can be supported by optimal water conditions to support seaweed production. The aim of this study was to analyze the water quality in Desa Jawai Laut, Sambas Regency for the development of seaweed cultivation. Determination of location sites was carried out systematically, as many as 7 stations with a distance of 500 m. The water quality index was analyzed using the CCME-WQI method. The results showed that in general, the water quality of Desa Jawai Laut was in a good category with a CWQI value of 80. Stations I and IV were in the excellent category and were recommended as locations for the development of seaweed cultivation. Keywords: Seaweed cultivation, water quality, CWQI Abstrak Desa Jawai Laut merupakan desa pesisir di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dengan potensi perairan laut yang dapat menunjang perekonomian masyarakat. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah budidaya rumput laut Eucheuma cottonii dengan metode longline. Pengembangan kegiatan budidaya dapat ditunjang dengan adanya kondisi perairan yang optimal untuk mendukung hasil produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perairan di Desa Jawai Laut, Kabupaten Sambas untuk pengembangan budidaya rumput laut. Penentuan titik lokasi dilakukan secara sistematik, sebanyak 7 stasiun dengan jarak 500 m. Indeks kualitas air dianalisis menggunakan metode CCME-WQI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas perairan Desa Jawai Laut dalam kategori baik dengan nilai CWQI 80. Stasiun I dan IV masuk ke dalam kategori sangat baik dan direkomendasikan sebagai lokasi untuk pengembangan budidaya rumput laut.  Kata Kunci: Budidaya rumput laut, kualitas perairan, CWQI
Kondisi Pasang Surut Air Laut di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat, Kalimantan Barat Saadi, Saadi; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Risko, Risko
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i1.58040

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat, terletak di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, merupakan pelabuhan perikanan yang berada di WPPN-RI 711. Pelabuhan berada di dalam suatu lingkungan estuary, berjarak 3 km dari muara Sungai Sambas Besar, dan ini menyebabkan dinamika pasang dan surut yang ada di sekitar pelabuhan rumit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kondisi pasang surut berdasarkan data in-situ. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil pengukuran pasang surut dan data kecepatan arus yang diukur secara langsung di lapangan. Data diolah menggunakan software t_tide untuk mendapat komponen harmonik pasut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe pasang surut di daerah ini adalah campuran harian ganda dengan nilai bilangan Fromzahl sebesar 0,83 serta nilai elevasi MSL sebesar 109 cm, HHWL sebesar 189,77 cm, dan LLWL sebesar 28,22 cm. Pola arah arus yang digambarkan pada diagram mawar menunjukkan bahwa pada pola arus memiliki dua arah (bolak-balik) namun cenderung menuju ke muara sungai.
Pemetaan Daerah Potensial Penangkapan Ikan Tongkol Komo (Euthynnus affinis) di WPP-RI 711 Pratama, Muhammad Rizky; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i2.59731

Abstract

Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia 711 (WPP-RI 711) merupakan perairan laut yang meliputi Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Natuna Utara, yang memiliki potensi sumber daya laut yang dominan ditangkap yaitu ikan tongkol komo (Euthynnus affinis). Pola gerakan dan sebaran ikan tongkol komo dapat diprediksi dengan suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a. Tujuan penelitian ini yaitu memetakan daerah potensial penangkapan Ikan tongkol komo berdasarkan data SPL dan klorofil-a, dari satelit Aqua MODIS, yang dihubungkan dengan data tangkapan pada Bulan Desember hingga November 2021. Hasil penelitian ini didapat bahwa sebaran nilai SPL dan klorofil-a di WPP-RI 711 berkisar 25,88 °C-34,68 °C dan nilai klorofil-a berkisar 0,051 mg/m3 - 64,46 mg/m3. Nilai sebaran tersebut sangat berpengaruh dengan distribusi Ikan tongkol komo. Titik koordinat daerah potensial penangkapan berada diantara 4 °2'53,557"LS - 7 °20'16,715"LU dan 103 °17'14,958"BT - 110 °9'53,124"BT. Daerah potensial penangkapan Ikan tongkol komo cenderung lebih banyak di bagian Selatan daripada Utara yang tersebar di laut lepas dan di sekitar perairan pulau "“ pulau oseanik di WPP-RI 711. Daerah Potensial Penangkapan Ikan tongkol komo cenderung lebih banyak terdapat pada Musim Barat dengan prediksi tangkapan yang lebih banyak dari pada musim lainnya.
Co-Authors -, Risko . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Acu, Yulia Adinur, Rizki Suanda Adityo Raynaldo Agung, Medha Pradipta Agustina, Sella Alhajj, Muhammad Egy Alif, Daffa Pandya Alin, Yulius Alkadrie, Syarif Adrian Maulana Apriansyah Ardiani, Desti Arief Nurrahman, Yusuf Arif Rahman Astuti, Ayu Dwi Aswati, Tiara Aprileonadha Auliansyah, Auliansyah Boni Pahlanop Lapanporo Cahyany, Brigita Sari Kusuma Candra, Erwan dedi irawan Desti, Desti Dewi Dewi Dwihastuty, Leny Enjella, Enjella Fadhilah, Wardatul Fadziella, Syarifah Resha Fahreza, Hauri Fajarriady, Muhammad Rizki Fossetta, Bella Ginting, Madi Juna Permalem Gunawan, Topang Harianto Harianto Harianto Hartono Hartono Helena, Shifa Hutafea, Hutafea Hutagaol, Yakub Taruli Septanto Ikha Safitri Ikhsan, Adjie Maulana Ilyas, Nail Radhy Indah Yuliastuti, Indah Irfana Diah Faryuni Irwan Nurdiansyah, Syarif Isharianto, Isharianto Kasbutin, Hendri Kusumardana, Setra Lestari, Diyah Dwi Lestari, Putri Riya Magdalena, Weni Manurung, Carles Yosua Maunala, Adrian Mega Sari Juane Sofiana Minsas, Sukal Muhammad Yusuf Muliadi Multazam, Multazam Nora Idiawati Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurrahman, Yusuf A Nurrahman, Yusuf Arif Nursalam, Lodri Khairul Nursofiati, Nursofiati Oktavianty, Novi Dwi Orchita, Hilaria Pangestu, Nugraha Jaya Penemu, Yogie Aditya Bisi Permana, Gusti Irsan Pratama, Muhammad Rizky Pratama, Septian Surya Prayitno, Dwi Imam Prayogo, Dimas Arkan Purnama, Freddy Surya Putra, Yudha Perdana Qonita, Ismi Rizqi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmadini, Nadilla Rahmat, Muhammad Farhan Rahmawan, Raditya Ramadhani, Athaya Rana Reza Saputra, Reza RIDHO KURNIAWAN, RIDHO Rini, Marini Riska Dewi, Riska Risko, Risko Rudianto, Arif Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Saadi, Saadi Saputra, Dicky Wahyuda Sari, Junita Shah, Muhar Dian Simanjuntak, Retina Solom, Jeri Sudiono, Gatot Sukal Minsas Sunardi Sunardi Surya Darma Susanti, Fratiwi Susrini, Putri Dahyu Syamsudin, Syam Taruna, Fizza tedi, tedi Tia Nuraya Triningsih, Endang Triono, Riski Triyono Triyono Umar Faruk Utami, Pratita Budi Venansius, Venansius Vietsaman, Dionisius Endy Wardhana, Muhammad Ridwan Septian Warsidah, Warsidah Yoga Satria Putra Yudha Arman Yugovic, Ronalld Yuniar, Mentari Yustina Yustina Yusuf Arief Nurrahman Zainal Zainal Zibar, Zan Zulfian Zulfian