Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sentimen maritim dalam pembentukan brand image pada industri pelayaran nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kekayaan maritim yang besar dan menjadi dasar penguatan identitas merek perusahaan pelayaran. Namun, citra perusahaan pelayaran nasional masih cenderung dibangun secara fungsional dan belum sepenuhnya mengoptimalkan nilai-nilai kemaritiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada tiga perusahaan pelayaran nasional, yaitu PT Pelni (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Samudera Indonesia Tbk. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan manajer pemasaran dan pelanggan, analisis konten media sosial dan kampanye pemasaran, serta telaah laporan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan brand image di sektor pelayaran tidak hanya ditentukan oleh aspek layanan dan kinerja logistik, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan menginternalisasi nilai-nilai kemaritiman seperti keberanian, keandalan, solidaritas, dan keterhubungan antarpulau. Internalisasi tersebut diartikulasikan melalui slogan, identitas visual, serta narasi komunikasi yang menonjolkan peran perusahaan dalam “menghubungkan nusantara.” Sentimen maritim terbukti menjadi elemen emosional yang memperkuat asosiasi merek, meningkatkan rasa bangga dan kepercayaan konsumen, serta mendorong brand recall dan loyalitas pelanggan, khususnya pada masyarakat di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan tantangan berupa belum konsistennya penerapan identitas maritim di seluruh titik kontak merek dan masih dominannya komunikasi berbasis harga. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi branding yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada nilai budaya maritim Indonesia.