Claim Missing Document
Check
Articles

Digitalisasi Kesehatan Kerja: Tinjauan Sistematis terhadap Integrasi Teknologi 4.0 dalam Manajemen SDM Kesehatan untuk Pencegahan Cedera dan Retensi Rahmat, Nur Cahyani Amaliawati; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4333

Abstract

Era Industri 4.0 membawa transformasi digital yang signifikan di sektor kesehatan, termasuk dalam bidang kesehatan kerja dan manajemen SDM. Tinjauan sistematis literatur ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teknologi 4.0, seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan analitik data, ke dalam strategi SDM kesehatan untuk pencegahan cedera dan peningkatan retensi tenaga kerja. Metode penelitian mengacu pada kerangka PRISMA, dengan pencarian literatur pada database Scopus, Web of Science, PubMed, dan IEEE Xplore dari Januari 2018 hingga Desember 2023. Dari 2.350 artikel yang diidentifikasi, 42 studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi berfungsi sebagai sumber daya kerja yang efektif ketika diimplementasikan secara strategis. Solusi seperti wearable sensor untuk pemantauan ergonomi dan platform AI untuk manajemen beban kerja berkontribusi pada pengurangan risiko cedera muskuloskeletal dan kelelahan. Sementara itu, dampak terhadap retensi lebih bersifat tidak langsung, dimediasi melalui peningkatan persepsi dukungan organisasi dan kesejahteraan kerja yang dihasilkan oleh aplikasi kesejahteraan digital dan sistem penjadwalan yang adil. Diskusi mengintegrasikan perspektif teori Job Demands-Resources, Diffusion of Innovation, dan Strategic Human Resource Management untuk menjelaskan temuan. Disimpulkan bahwa kesuksesan transformasi menuntut pendekatan holistik yang menyelaraskan inovasi teknologi dengan kebijakan SDM dan budaya organisasi, dengan pertimbangan khusus terhadap tantangan kontekstual seperti kesenjangan infrastruktur dan literasi digital di negara berkembang seperti Indonesia. Rekomendasi praktis dan agenda penelitian masa depan diajukan untuk mempercepat adopsi yang efektif.
Transformasi Digital dalam Manajemen SDM Kesehatan: Tinjauan Literatur tentang Aplikasi Teknologi untuk Staffing, Pengembangan Kompetensi, dan Retensi Tenaga Kesehatan Male, Minarti; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4336

Abstract

Transformasi digital merevolusi paradigma Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kesehatan, menawarkan solusi inovatif untuk tantangan kronis dalam staffing (penyusunan dan penjadwalan tenaga), pengembangan kompetensi, dan retensi tenaga kesehatan. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris dan konseptual terkini (2018-2023) mengenai penerapan teknologi digital dalam ketiga pilar utama manajemen SDM kesehatan tersebut. Metodologi mencakup pencarian ekstensif pada database PubMed/Medline, Scopus, Web of Science, dan CINAHL, yang mengidentifikasi 2.345 artikel, dengan 48 studi memenuhi kriteria inklusi setelah seleksi ketat. Hasil analisis tematik mengungkapkan bahwa teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan workforce analytics untuk penjadwalan prediktif berpotensi meningkatkan efisiensi alokasi tenaga, mengurangi kelelahan kerja (burnout), dan meningkatkan kepuasan staf. Dalam pengembangan kompetensi, platform e-learning adaptif dan simulasi Virtual Reality (VR)/Augmented Reality (AR) terbukti meningkatkan efektivitas pelatihan, retensi keterampilan klinis, dan aksesibilitas pendidikan berkelanjutan. Sementara itu, analitik prediktif dan aplikasi kesejahteraan digital (wellness apps) menawarkan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi risiko turnover dini dan meningkatkan keterlibatan (engagement) karyawan. Namun, diseminasi teknologi ini dibayangi oleh tantangan signifikan seperti resistensi pengguna, kekhawatiran etika terkait bias algoritma dan privasi data, serta kesenjangan infrastruktur dan kapabilitas digital, terutama di daerah terpencil. Kesimpulannya, keberhasilan transformasi digital dalam manajemen SDM kesehatan tidak semata-mata bergantung pada keunggulan teknis, tetapi pada pendekatan holistik yang secara seimbang mengintegrasikan aspek teknologi dengan penerimaan manusia, tata kelola etika, dan kesiapan budaya organisasi. Implikasi praktis menekankan urgensi investasi dalam literasi digital, pengembangan kebijakan tata kelola data yang transparan dan akuntabel, serta penerapan model desain partisipatif yang melibatkan tenaga kesehatan sebagai pengguna utama
Digitalisasi Manajemen SDM untuk Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan: Tinjauan Literatur tentang Aplikasi Teknologi dalam Mitigasi Risiko Psikososial melalui Staffing, Kompetensi, dan Retensi Putri, Freddrika; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4340

Abstract

Kesehatan mental tenaga kesehatan telah muncul sebagai krisis global yang mendesak, diperparah oleh tuntutan kerja tinggi dan diperkuat dampak pandemi COVID-19. Risiko psikososial seperti kelelahan emosional (burnout), kecemasan, dan depresi mengancam kesejahteraan individu, kualitas layanan, keselamatan pasien, dan keberlanjutan sistem kesehatan. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan menganalisis bukti ilmiah terkini mengenai penerapan teknologi digital dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mitigasi risiko psikososial melalui tiga pilar fungsional: staffing, kompetensi, dan retensi. Mengikuti protokol PRISMA, pencarian dilakukan di Scopus, PubMed, Web of Science, dan PsycINFO untuk publikasi tahun 2018–2023. Hasil sintesis dari 42 studi menunjukkan transformasi manajemen SDM dari pendekatan administratif-reaktif menjadi sistem berbasis data yang proaktif. Algoritma prediktif dan aplikasi self-scheduling meningkatkan keadilan dan kontrol penjadwalan, mengurangi dimensi burnout. Platform e-learning dan aplikasi seluler adaptif memfasilitasi pengembangan kompetensi ketahanan mental dengan akses personal dan fleksibel. Sistem analitik prediktif memungkinkan identifikasi dini individu berisiko burnout dan turnover, membuka jalan bagi intervensi dukungan tepat sasaran. Temuan kunci menegaskan sentralitas data berkualitas dan prinsip desain berpusat-manusia sebagai fondasi keberhasilan. Namun, implementasi menghadapi tantangan etika data, kekhawatiran pengawasan (surveillance), dan kebutuhan tata kelola transparan. Disimpulkan bahwa teknologi digital berpotensi strategis menjadikan fungsi SDM sebagai infrastruktur pendukung kesejahteraan integral. Realisasi potensi ini memerlukan kepemimpinan organisasional berkomitmen pada perubahan budaya, kerangka etika kuat untuk melindungi privasi dan otonomi tenaga kesehatan, serta pendekatan desain partisipatif yang melibatkan pengguna akhir.
Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Konteks Kesehatan Digital: Sebuah Tinjauan Literatur tentang Digitalisasi Staffing, Kompetensi Digital, dan Retensi untuk Kinerja Layanan Optimal Nangsih, Ayu; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4343

Abstract

Transformasi digital yang masif di sektor kesehatan telah merekonfigurasi paradigma layanan, menuntut pendekatan strategis dalam pengelolaan SDM untuk mencapai kinerja optimal dan berkelanjutan. Kajian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen SDM dalam konteks kesehatan digital, dengan fokus pada digitalisasi staffing, pengembangan kompetensi digital, dan strategi retensi tenaga kesehatan. Menggunakan metode scoping review yang mengikuti kerangka PRISMA-ScR, pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan ProQuest untuk publikasi tahun 2019–2024. Sintesis dari 78 artikel terkualifikasi menunjukkan interdependensi ketiga pilar strategi ini, yang hanya berdampak signifikan bila diimplementasikan secara terintegrasi. Digitalisasi staffing telah berevolusi menjadi ekosistem analitik prediktif yang efektivitasnya ditentukan oleh kualitas data dan penerimaan pengguna akhir melalui pendekatan partisipatif. Sementara itu, pengembangan kompetensi digital perlu bergeser dari fokus keterampilan teknis operasional menuju kapabilitas holistik yang mencakup literasi data, keamanan siber, pemecahan masalah berbasis data, serta penguatan mindset adaptif dan etika digital. Strategi retensi yang sukses bergantung pada kemampuan organisasi mengelola paradoks digital dengan mengubah teknologi dari sumber tuntutan menjadi sumber daya pemberdayaan, melalui dukungan psikososial, kepemimpinan empatik, dan prinsip human-centered design. Sinergi ketiga strategi ini membentuk siklus virtu yang mendorong peningkatan kualitas, keamanan, efisiensi, dan responsivitas layanan kesehatan. Kajian ini menegaskan urgensi menyeimbangkan investasi teknologi dengan investasi pengembangan kapabilitas SDM, budaya organisasi yang suportif, dan kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai fondasi keberhasilan transformasi digital.
Digitalisasi Strategi SDM untuk Praktik Bidan Ideal: Tinjauan Literatur tentang Mitigasi Beban Kerja, Optimalisasi Kewenangan, dan Penguatan Komitmen melalui Inovasi Teknologi Wulandari, Bety Anisa; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4344

Abstract

Bidan menghadapi triad tantangan sistemik yang saling berkait: beban kerja administratif yang berlebihan, kewenangan klinis yang sering terbatas, dan komitmen organisasional yang rendah. Kombinasi ini mengancam keberlanjutan praktik, kualitas asuhan, serta pencapaian target kesehatan ibu dan anak secara global. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah terkini mengenai peran strategis digitalisasi sebagai intervensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menciptakan ekosistem kerja yang mendukung praktik bidan ideal. Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif sesuai pedoman PRISMA 2020 pada empat database (PubMed/MEDLINE, Scopus, ScienceDirect, dan CINAHL) untuk publikasi antara Januari 2015 hingga Desember 2024. Hasil sintesis naratif dari 28 studi yang memenuhi kriteria menunjukkan bahwa teknologi digital terutama Sistem Informasi Kesehatan Elektronik (EHR) yang terintegrasi, Sistem Pendukung Keputusan Klinis (CDSS), dan platform komunitas professional berfungsi sebagai sumber daya pekerjaan (job resources) yang kritis. Secara simultan, teknologi ini mampu: (1) memitigasi beban kerja administratif melalui otomatisasi dan efisiensi dokumentasi; (2) mengoptimalkan kewenangan klinis dengan memperkuat kompetensi dan kepercayaan diri melalui akses real-time terhadap pengetahuan berbasis bukti; serta (3) memperkuat komitmen organisasional dengan mengurangi isolasi profesional melalui konektivitas digital dan dukungan sosial. Keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada pendekatan implementasi yang berpusat pada manusia (human-centered), di mana teknologi dirancang untuk memberdayakan bidan, serta integrasinya yang holistik ke dalam strategi SDM yang mencakup pelatihan, desain ulang pekerjaan, dan dukungan berkelanjutan. Disimpulkan bahwa digitalisasi yang strategis dan terpadu bukan sekadar modernisasi teknis, melainkan investasi fundamental dalam ketahanan, pemberdayaan, dan retensi tenaga bidan, yang pada akhirnya berkontribusi penting terhadap penyediaan layanan kesehatan maternal dan neonatal 
Regulasi Industri Maritim: Analisis Kebijakan, Tantangan Global, Dan Implikasi Terhadap Keberlanjutan Sektor Pelayaran Noviyanti, Noviyanti; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4411

Abstract

Regulasi maritim merupakan instrumen penting dalam menjaga keselamatan pelayaran, keamanan maritim, serta perlindungan lingkungan laut di tengah transformasi global yang semakin kompleks. Seiring meningkatnya intensitas perdagangan internasional, modernisasi armada kapal, dan perkembangan teknologi pelabuhan, kebutuhan akan regulasi yang adaptif dan selaras dengan standar internasional menjadi semakin mendesak. Pada konteks tersebut, penelitian ini bertujuan mengevaluasi sinkronisasi regulasi maritim nasional Indonesia dengan standar yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO), sekaligus mengidentifikasi hambatan implementasi yang masih dihadapi dalam mendukung keberlanjutan sektor pelayaran. Pendekatan penelitian dilakukan menggunakan studi literatur dengan analisis deskriptif–komparatif terhadap konvensi IMO, yaitu SOLAS, MARPOL, dan STCW, serta kebijakan nasional yang diatur melalui Undang-Undang No. 17 Tahun 2008, Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2021, dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 7 Tahun 2023. Selain itu, kajian ini juga merujuk pada publikasi ilmiah dan laporan kebijakan terkini periode 2018–2025 untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai tantangan dan praktik penerapan regulasi di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia telah mengadopsi sebagian besar standar keselamatan dan lingkungan yang ditetapkan IMO. Namun, efektivitas penerapannya belum optimal karena masih menghadapi hambatan pada kualitas infrastruktur pelabuhan, tingkat kompetensi sumber daya manusia yang belum merata, serta koordinasi kelembagaan yang belum terintegrasi. Di sisi lain, isu global seperti dekarbonisasi pelayaran, digitalisasi layanan kepelabuhanan, dan meningkatnya risiko keamanan siber menuntut penyesuaian kebijakan yang lebih progresif serta dukungan investasi teknologi ramah lingkungan. Dengan demikian, keberhasilan harmonisasi regulasi maritim membutuhkan tata kelola kolaboratif, sinergi antar-pemangku kepentingan, serta penguatan kapasitas implementasi untuk memastikan keberlanjutan sektor pelayaran nasional.
Strategi Pengelolaan SDM Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kualitas Administrasi Kesehatan di Daerah Tertinggal : Literatur Review Aifu, Dewi Kurniati; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas administrasi kesehatan di daerah tertinggal melalui pendekatan systematic literature review. Kesenjangan jumlah, distribusi, dan kompetensi SDM kesehatan, terutama tenaga administrasi, diidentifikasi sebagai faktor utama yang mempengaruhi rendahnya mutu pelayanan administratif di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa banyak fasilitas kesehatan di daerah tertinggal tidak memiliki tenaga administrasi khusus sehingga tenaga medis harus merangkap tugas administratif, yang berdampak pada menurunnya efisiensi layanan, akurasi pencatatan, dan efektifitas pelaporan. Selain itu, terbatasnya pelatihan, kurangnya akses terhadap teknologi informasi, dan infrastruktur yang memadai menjadi hambatan signifikan dalam pengelolaan data kesehatan dan proses pelaporan yang akurat. Literatur juga mengungkapkan bahwa praktik sustainable human resource management seperti perencanaan tenaga berbasis kebutuhan, pemerataan distribusi, retensi tenaga melalui insentif, pengembangan kompetensi berkelanjutan, dan penguatan sistem informasi kesehatan terbukti berkontribusi terhadap stabilitas administrasi dan peningkatan kualitas layanan secara keseluruhan. Integrasi strategi inovatif dalam SDM mencakup fokus pada rekrutmen yang tepat, pelatihan yang berkelanjutan, serta pengembangan jalur karier yang jelas, sehingga menciptakan tenaga kerja yang bermotivasi dan berkapasitas tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan aspek SDM, kebijakan retensi yang efektif, serta dukungan infrastruktur dan teknologi guna menciptakan administrasi kesehatan yang efisien dan berkelanjutan di daerah tertinggal. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan mutu administrasi kesehatan di wilayah yang masih rentan ketimpangan sumber daya.
Strategi Operasional Berbasis Bukti Digital dalam Penatalaksanaan Kehamilan Risiko Tinggi di Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Sistematis Sugarni, Mika; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4618

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi klinis yang memerlukan penatalaksanaan komprehensif dan berbasis bukti karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius bagi ibu dan janin. Perkembangan teknologi digital di sektor kesehatan membuka peluang untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan obstetri melalui pemanfaatan bukti digital. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis strategi operasional berbasis bukti digital dalam penatalaksanaan kehamilan risiko tinggi di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengkaji artikel ilmiah periode 2020–2025 yang diperoleh dari basis data PubMed, Scopus, Web of Science, dan IEEE Xplore. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup penggunaan teknologi digital, konteks rumah sakit, serta relevansi terhadap manajemen kehamilan risiko tinggi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa rekam medis elektronik, sistem pendukung keputusan klinis, algoritma prediktif berbasis kecerdasan buatan, dan telemonitoring merupakan komponen utama bukti digital yang berkontribusi signifikan terhadap deteksi dini risiko, konsistensi praktik klinis, dan kontinuitas asuhan. Selain meningkatkan keselamatan ibu dan janin, pemanfaatan bukti digital juga berdampak positif terhadap efisiensi operasional rumah sakit melalui perbaikan alur kerja, koordinasi multidisiplin, dan optimalisasi sumber daya. Namun demikian, implementasi strategi operasional berbasis bukti digital masih menghadapi tantangan terkait interoperabilitas sistem, kualitas data, kesiapan sumber daya manusia, serta isu etika dan privasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital dalam kerangka manajemen operasional yang terstruktur dan kontekstual merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan kehamilan risiko tinggi di rumah sakit.
Strategi Diversifikasi sebagai Mekanisme Ketahanan UMKM: Systematic Literature Review Tahun 2020–2025 Hadijah, Sitti; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4620

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun pada saat yang sama menghadapi tingkat kerentanan yang tinggi terhadap guncangan eksternal, khususnya pada periode pandemi dan pascapandemi COVID-19. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi adaptif yang mampu meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM. Salah satu strategi yang banyak dibahas dalam literatur adalah strategi diversifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren penelitian, tema dominan, serta sintesis temuan empiris terkait strategi diversifikasi sebagai mekanisme ketahanan UMKM pada periode 2020–2025. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 67 artikel jurnal nasional terakreditasi SINTA. Proses kajian dilakukan melalui tahapan pencarian literatur, seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, serta analisis deskriptif dan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian strategi diversifikasi UMKM mengalami peningkatan signifikan pada masa krisis dan pemulihan ekonomi, dengan tema dominan meliputi inovasi produk, ekspansi pasar, diversifikasi saluran berbasis digital, serta kolaborasi dan kemitraan. Secara umum, literatur menunjukkan kecenderungan hubungan positif antara strategi diversifikasi dan ketahanan serta kinerja UMKM, terutama ketika didukung oleh digitalisasi dan kapasitas manajerial yang memadai. Namun demikian, efektivitas diversifikasi bersifat kontekstual dan sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal UMKM. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menyajikan peta penelitian diversifikasi UMKM kontemporer serta implikasi praktis bagi pelaku UMKM dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi diversifikasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Digital Cultural Alignment dalam Promosi Perilaku Hidup Sehat: Analisis Strategi Organisasi Kesehatan untuk Mengatasi Resistensi Budaya di Era Transformasi Digital Saing, Fatmawati M; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4621

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara signifikan cara organisasi kesehatan dalam merancang dan mengimplementasikan promosi perilaku hidup sehat. Pemanfaatan media digital, aplikasi kesehatan, serta teknologi berbasis data memungkinkan penyebaran pesan kesehatan secara lebih luas dan cepat. Namun demikian, efektivitas kampanye digital seringkali terhambat oleh resistensi budaya yang muncul ketika pesan kesehatan dianggap tidak selaras dengan nilai, norma, kebiasaan, dan identitas sosial masyarakat. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran digital cultural alignment sebagai strategi kunci dalam mengatasi resistensi budaya serta meningkatkan efektivitas promosi perilaku hidup sehat di era transformasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan PRISMA, yang mencakup analisis terhadap lebih dari 40 artikel ilmiah relevan yang diperoleh dari basis data internasional seperti Scopus, Web of Science, PubMed, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa resistensi budaya terutama bersumber dari ketidaksesuaian pesan kesehatan dengan kerangka budaya lokal, yang berdampak pada rendahnya tingkat penerimaan pesan, keterlibatan audiens (engagement), serta keberlanjutan perubahan perilaku sehat. Penerapan digital cultural alignment melalui penggunaan bahasa lokal, simbol budaya, figur panutan komunitas, personalisasi pesan, serta pemilihan platform digital yang sesuai dengan preferensi masyarakat terbukti mampu meningkatkan kredibilitas komunikasi kesehatan dan memperkuat efektivitas kampanye digital. Selain itu, organisasi kesehatan perlu mengembangkan kapabilitas digital dan kapabilitas budaya secara simultan agar strategi komunikasi berbasis teknologi dapat berjalan secara optimal. Temuan ini menegaskan bahwa penyelarasan budaya dalam komunikasi digital bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan pendekatan strategis yang esensial untuk mengurangi resistensi budaya dan mendorong perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.
Co-Authors -, Samdin Abdul, Asbi Abdurrafi, Ahmad Abubakar, Muhammad Masyhur Yunus Aganaim, Ardiansyah Agus Maulana Agustin, Nurul Chomariah Aifu, Dewi Kurniati Akbar Akbar Akifah, Akifah Alhasran, Laode Amiruddin, Ahmad Arsyat, Arsyat Asmini, Riskayanti Astuti, Rini Puji Candra Kirana Dano, Muhammad Guntur DEWI RAHMAWATI Dewi, Sri Nursam Dwianto, Ikhsan Fahlevi, Anugrah Ryandra Faozi, Muhamad Ilham Fathuddin Fathuddin, Fathuddin Febriati, Febriati Fhandika, Fhandika Firdani, Winda Sari Fitriah, Fifi Gugat, Rudy Max Damara Hadiyanto , Yoko Harfiadin, Harfiadin Hastuti Hastuti Herik, Eva Hidayat, Sabrina Humaerah, Amelia Sari I., Farhan Ramdhani Intan Hesti Indriana Irawan, Ady Januri, Januri Juliana, Nur Jumanudin, Jumanudin khusnul khotimah Kohawan, Rivan Kraugusteeliana Kraugusteeliana Kusumaningtyas, Daru Putri Laxmi, Laxmi Likmar, Wa Ode Lisna Lisna, Lisna Male, Minarti Masri, La Ode Mohammad Masri, Muhammad Mawaldi, Indra Meilia, Safina Miranda, Miranda N., Nirmalasari Najarudin, Najarudin Nangsih, Ayu Nasrul Nasrul Natashya, Anggita Nengsi, Wahyuni Nurholis, Khaeril Nuryamin Budi Nusran, Muhammad Pabeta, Yuniati Krisdian Pramudia, Alif Prananingrum, Dwi Kartika Putera, Asrip Putri, Freddrika Rahmat Inggi Rahmat, Nur Cahyani Amaliawati Ramiu, La Ode Razak, Al Retno, Bayu Risky, Muhammad Roslia, Roslia Sadikin, Abdurrahman Saing, Fatmawati M Samdin, Samdin SARNIATI, SARNIATI Sartika, Juli Sartika, Wa Ode Siagawati, Meli Sitti Hadijah, Sitti Sugarni, Mika Suherni, Wa Ode Sukotjo, Endro Sumarniwati, Putu Syaban, Abdul Syahrudin, Dinda Rahayu Syam, Syamsir Tuti Dharmawati Ulfa Matoka, Ulfa Umar, Sutriasi Usman Usman Wardiningsih, Harpiang Wati, Enny Wulan, Wulan Wulandari, Bety Anisa Younita, Vivi Yusran, Sartiah YUSUF - Zubair, Yuyun Nirwana