Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PELATIHAN BAGI GURU MI DDI SEGERI DALAM MENGGALI POTENSI PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA Badaruddin, Sukri; Setiawan, Aan; Zuhdiah; Hasanuddin, Muhammad Idris; Saddang, Muhammad; Islam, Rukmana Fachrul; Hasriani; Rahmania
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengbadian ini adalah memberikan pelatihan kepada guru-guru untuk merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan prinsip Implementasi Kurikulum Merdeka. Metode yang dilakukan PkM menggunakan pendekatan andragogi, ini berfokus pada prinsip-prinsip pembelajaran yang berbasis pada pengalaman, keterlibatan aktif, serta pengembangan keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di lapangan. Melalui metode ini, diharapkan para guru dapat memaksimalkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dengan cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik mereka. Hasil dari kegiatan PkM menunjukkan bahwa  keberhasilan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru di MI DDI Segeri Kabupaten Majene dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Melalui pendekatan andragogi, para guru aktif berbagi pengalaman dan tantangan dalam mengelola keragaman peserta didik di kelas. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan berbagai teknik pengajaran dan teknologi, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Analisis Kesiapan Mahasiswa PGMI STAIN Majene Dalam Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) Sebagai Media Pembelajaran Di Madrasah Ibtidaiyah Zuhdiah, Zuhdiah; Hasanuddin, Muh. Idris; Badaruddin, Sukri; Wafi, Bahrul; Ridhah, Syamsul; Kalsum, Ummi
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1740

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan menjadi tuntutan penting di era transformasi digital, termasuk di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dalam mengintegrasikan AI sebagai media pembelajaran. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket berbasis kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) yang terdiri atas 17 butir pernyataan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata kesiapan mahasiswa berada pada kategori “Siap” dengan skor 3.65. Secara rinci, aspek Content Knowledge (CK) dan Technological Content Knowledge (TCK) menempati tingkat kesiapan tertinggi, sedangkan aspek Pedagogical Knowledge (PK) masih berada pada kategori “Cukup Siap”. Temuan ini menggambarkan bahwa meskipun penguasaan teknologi dan materi ajar telah memadai, penguatan dalam strategi pedagogis tetap diperlukan agar integrasi AI dapat berlangsung efektif dan sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengembangan kurikulum PGMI yang lebih berorientasi pada keseimbangan penguasaan TPACK secara holistik.
Asesmen non-Kognitif untuk Pengembangan Karakter dan Potensi Peserta Didik di MA DDI Baruga Kabupaten Majene Sahupala, Okky Naomi; Sunusi, Zulfianah; Zuhdiah; Sulhan, Nur Atiqah Azzah; Sari, Putri Nirmala; Parham, Putri Maharani; Fauzan, Muhammad
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 5 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.688

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi aspek non-kognitif peserta didik di MA DDI Baruga, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, guna mendukung pengembangan karakter dan kesejahteraan psikologis mereka. Sebanyak 139 siswa kelas X terlibat dalam kegiatan ini melalui angket, wawancara, observasi, dan asesmen psikologis. Hasil asesmen menunjukkan keragaman gaya belajar, minat, dan bakat peserta didik, dengan gaya belajar kinestetik (30%) dan visual (38%) sebagai yang paling dominan. Namun, banyak siswa belum sepenuhnya menyadari potensi diri mereka dan kesulitan merumuskan minat secara spesifik. Kegiatan ini juga mengungkap peran kuat orang tua dan keluarga dalam membentuk aspirasi peserta didik, yang seringkali menimbulkan kesenjangan antara bakat dan pilihan karier. Kendala utama adalah rendahnya kesadaran siswa mengenai pentingnya asesmen non-kognitif serta keterbatasan waktu untuk pendampingan individual. Berdasarkan temuan ini, dirumuskan beberapa rekomendasi, yaitu pengembangan modul bimbingan karier berbasis hasil asesmen, pelatihan guru untuk mengakomodasi gaya belajar kinestetik, serta program parenting yang melibatkan orang tua dalam mendukung pengembangan non-kognitif. Rekomendasi ini sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional yang menekankan pendidikan karakter dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Asesmen non-Kognitif untuk Pengembangan Karakter dan Potensi Peserta Didik di MA DDI Baruga Kabupaten Majene Sahupala, Okky Naomi; Sunusi, Zulfianah; Zuhdiah; Sulhan, Nur Atiqah Azzah; Sari, Putri Nirmala; Parham, Putri Maharani; Fauzan, Muhammad
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 5 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.688

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi aspek non-kognitif peserta didik di MA DDI Baruga, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, guna mendukung pengembangan karakter dan kesejahteraan psikologis mereka. Sebanyak 139 siswa kelas X terlibat dalam kegiatan ini melalui angket, wawancara, observasi, dan asesmen psikologis. Hasil asesmen menunjukkan keragaman gaya belajar, minat, dan bakat peserta didik, dengan gaya belajar kinestetik (30%) dan visual (38%) sebagai yang paling dominan. Namun, banyak siswa belum sepenuhnya menyadari potensi diri mereka dan kesulitan merumuskan minat secara spesifik. Kegiatan ini juga mengungkap peran kuat orang tua dan keluarga dalam membentuk aspirasi peserta didik, yang seringkali menimbulkan kesenjangan antara bakat dan pilihan karier. Kendala utama adalah rendahnya kesadaran siswa mengenai pentingnya asesmen non-kognitif serta keterbatasan waktu untuk pendampingan individual. Berdasarkan temuan ini, dirumuskan beberapa rekomendasi, yaitu pengembangan modul bimbingan karier berbasis hasil asesmen, pelatihan guru untuk mengakomodasi gaya belajar kinestetik, serta program parenting yang melibatkan orang tua dalam mendukung pengembangan non-kognitif. Rekomendasi ini sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional yang menekankan pendidikan karakter dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Identifying Key Predictors of Academic Engagement in Low-Performing Schools: The Interplay Between Social Context and Psychological Factors Mas'ud, Bulqia; Sunusi, Zulfianah; Zuhdiah, Zuhdiah; Sahupala, Okky Naomi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1348

Abstract

Research shows that students’ academic engagement is influenced by both social and psychological factors. This study aims to explore which aspects of social context (family, school, and community), and psychological traits (self-efficacy, perseverance, and resilience) affect academic engagement. A quantitative approach with correlational design and multiple regression analysis was used. The research included 437 students from primary and junior high schools, focusing on 15 schools identified as having low to medium academic performance. The findings indicate that within the social context, family-related factors, particularly parental supervision, along with the number of teachers, are significant predictors of academic engagement. Among psychological factors, self-efficacy, perseverance, and resilience all positively influence engagement, with self-efficacy being the most significant. Overall, psychological factors were found to have a stronger impact on academic engagement than social factors. The study concludes that despite challenges such as socioeconomic disadvantages and limited support from schools and communities, students can still achieve better academic outcomes if they develop key psychological strengths. Providing interventions that promote self-belief and motivation can help students cultivate self-efficacy, perseverance, and resilience, which are critical for their future success. This highlights the importance of nurturing these traits to improve academic engagement and achievement.
Enhancing Students' Self-Regulated Learning through Differentiated Instruction Based on Prior Knowledge Hasanuddin, Muhammad Idris; Zuhdiah, Zuhdiah; Badaruddin, Sukri; Setiawan, Aan; Kalsum, Ummi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1371

Abstract

Differentiated instruction, which tailors learning experiences based on students’ readiness, interests, and prior knowledge, has been identified as an effective approach to fostering self-regulated learning. This study aims to analyze the impact of differentiated instruction based on prior knowledge on students' self-regulated learning, focusing on its benefits, challenges, and potential solutions for effective implementation. A systematic literature review was conducted using major academic databases, applying PRISMA guidelines for article selection. Thematic analysis was employed to identify key themes related to prior knowledge, differentiated instruction, and self-regulated learning. The findings indicate that differentiated instruction based on prior knowledge positively contributes to the development of students' self-regulated learning, metacognitive skills, self-efficacy, and intrinsic motivation. However, challenges such as limited teacher training, time constraints, and lack of institutional support hinder its implementation. Various strategies, including professional learning communities (PLCs), dynamic assessment, and adaptive technology, have been proposed to address these issues. The study concludes that strengthening teacher training programs, fostering collaboration among educators, and leveraging technology are essential to optimizing the implementation of differentiated instruction based on prior knowledge. Future research should explore its application across different educational levels and subject areas to enhance its effectiveness in diverse learning contexts.
Kampung Ramadhan Moderasi Beragama STAIN Majene Sahupala, Okky Naomi; Zuhdiah, Zuhdiah; Sadat, Anwar; Bahruddin, Bahruddin; Aldiawan, Aldiawan; Hasanuddin, Muhammad Idris; Marsyam, Abdul Waris; Rahmat, Rahmat; Hazirah, Nurul; Saal, Nur Iman
MALAQBIQ Vol. 3 No. 1 (2024): Malaqbiq: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v3i1.966

Abstract

Kampung ramadhan moderasi beragama dilaksanakan untuk menanamkan paham moderasi beragama pada remaja di wilayah provinsi Sulawesi Barat. Hal tersebut juga bertujuan untuk menciptakan agen-agen moderasi beragama pada kalangan remaja. Sasaran utama pada kegiatan ini adalah remaja yang hidup dalam perkembangan jaman yang serba modern, mudah mendapatkan informasi dan pengajaran dari berbagai sumber. Sehingga dianggap perlu untuk diberikan pemahaman secara langsung terkait moderasi beragama agar remaja tersebut terhindar dari perilaku-perilaku ekstrem. Selain itu juga kegiatan ini dapat mengisi waktu mereka dalam menjalani ibadah suci ramadhan. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 351 orang yang terdiri dari remaja yang berasal dari berbagai daerah di provinsi Sulawesi Barat dan sedang menetap di kabupaten Majene. Hasil dari kegiatan ini, peserta menjadi sangat antusias untuk lebih memperdalam pemahaman mereka terkait moderasi beragama.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL MADRASAH BERBASIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Idris, Muhammad; Badaruddin, Sukri; Syamsinar; Setiawan, Aan; Zuhdiah; Fachrul Islam, Rukmana; Winarsi, Suci; Bahira; Warkiah
MALAQBIQ Vol. 3 No. 2 (2024): Malaqbiq: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memberikan pelatihan, mendampingi serta menfasilitasi seluruh unsur di MTs Negeri 1 Majene mencakup Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan untuk mampu menyusun Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) berbasis Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilakukan secara luring yang dilaksanakan di MTs Negeri 1 Majene yang dihadiri 43 peserta mencakup Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, Guru dan Tenaga Kependidikan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu metode andragogi dimana metode ini berfokus pada orang dewasa sebagai peserta didiknya yang memiliki pengalaman hidup, pengetahuan, dan pemahaman yang lebih matang daripada anak-anak. Metode ini didasarkan pada prinsip bahwa peserta didik dewasa lebih mandiri, memiliki motivasi internal, dan ingin terlibat dalam proses pembelajaran. Pendampingan ini dilaksanakan oleh Dosen Jurusan Tarbiyah dan Keguruan yang terdiri dari 6(Enam) dosen dan dibantu oleh 3 (tiga) Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Kegiatan ini telah berlangsung selama 4 hari di mulai pada tanggal 17 sd 21 Juli 2024. Selama proses pendampingan serta fasilitasi penyusunan KOM IKM, para peserta kegiatan sangat antusias, itu dapat terlihat dari suasana pendampingan di dalam kelas sangat interaktif melalui diskusi dan umpan balik, para peserta juga mampu berkolaborasi menyusun KOM IKM dengan baik sesuai langkah-langkah yang disampaikan oleh narasumber. Hasil dari pendampingan ini bahwa para peserta mampu menyusun KOM IKM yang diharapkan seperti dapat menggali potensi lokal, mengidentifikasi kebutuhan siswa, mengikuti Standar Isi Pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun tetap mencapai standar kualitas yang diharapkan
Karakteristik Pendidikan Islam Masa Klasik dan Modern Zuhdiah, Zuhdiah; Yahdi, Muhammad; Rama, Bahaking
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol3.Iss1.998

Abstract

Artikel ini merinci karakteristik pendidikan Islam pada masa klasik dan modern, menyelidiki transformasi mendasar yang terjadi sepanjang perjalanan sejarah tersebut. Dari lembaga penyelenggara hingga kurikulum, metode pengajaran, dan prosedur evaluasi, pendidikan Islam telah mengalami perubahan signifikan yang mencerminkan adaptasi terhadap perubahan latar sosiologis masyarakat Muslim. Pada masa klasik, pendidikan Islam mengandalkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam al-Qur'an dan Hadis sebagai landasan utama. Namun, dengan masuknya era modern, terjadi penyesuaian dan pengembangan untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan pemahaman mendalam mengenai evolusi pendidikan Islam, melibatkan analisis perbedaan yang signifikan antara masa klasik dan modern. Fokus utama mencakup aspek-aspek seperti perubahan lembaga pendidikan, evolusi kurikulum untuk mengakomodasi kebutuhan kontemporer, variasi metode pengajaran yang digunakan, dan evaluasi pendidikan Islam dalam konteks sejarahnya Dengan menggali kedalaman karakteristik pendidikan Islam dari perspektif historis ini, diharapkan artikel ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana pendidikan Islam telah beradaptasi dan berkembang seiring berjalannya waktu, serta dampaknya terhadap perkembangan intelektual dan spiritual umat Islam.
Pemikiran Pendidikan Islam K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari Darwis, Muhammad; Zuhdiah, Zuhdiah; Rama, Bahaking
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol3.Iss1.1005

Abstract

Pendidikan Islam menurut K.H. Ahmad Dahlan adalah bertujuan melahirkan manusia yang siap tampil sebagai ulama-intelek dan intelek-ulama yang memiliki keteguhan iman dan ilmu yang luas, serta kuat jasmani dan rohani berlandaskan Al-Qur‟an dan Hadis. Sedangkan pendidikan Islam menurut K.H. Hasyim Asy‟ari merupakan sarana dan upaya strategis yang dilakukan oleh manusia dalam rangka mengetahui hakikat penciptaannya, penciptanya dan tugas serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi yang kemudian bertujuan agar dengan pendidikan Islam, manusia mampu mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat berdasarkan Al-Qur‟an dan Hadis. K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy‟ari memiliki kesamaan dan perbedaan dalam memandang pendidikan Islam. Namun, secara umum mereka berdua sepakat bahwa pendidikan Islam merupakan sarana dan upaya yang tepat dan strategis dalam rangka menyelamatkan kehidupan manusia dari hal apapun. Sedangkan perbedaan yang terlihat dari kedua tokoh tersebut dalam memaknai pendidikan Islam adalah masalah substansi dari pendidikan Islam tersebut. K.H. Ahmad Dahlan cenderung bercorak modernis, sedangkan K.H. Hasyim Asy‟ari cenderung bercorak tradisionalis. Kontribusi K.H.Ahmad Dahlandan K.H. Hasyim Asy‟ariterhadappendidikan Islam di Indonesia sangatlah banyak. K.H. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyahnya sudah mendirikan ribuan lembaga pendidikan, dan K.H. Hasyim Asy‟ari dengan Nahdlotul Ulamanya juga sudah melahirkan lembaga pendidikan yang tersebar diseluruh Indonesia.