Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Promosi Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Kasus pada Ayam Geprek Woow Matangglumpangdua) Maula, Rahmatul; Firmansyah, Denny; Diah, Muhammad; Afriana
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): LENTERA, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan promosi terhadap kepuasan pelanggan (Studi kasus pada ayam geprek woow matangglumpangdua). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh pelanggan rumah makan ayam geprek woow matangglumpangdua dan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dengan pengujian hipotesis secara persial (uji t) menununjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan (X1) memiliki nilai thitung sebesar 2,098 sedangkan ttabel sebesar 1,660. Hal ini menunjukkan thitung. >ttabel, maka hasil penelitian menolak HO dan menerima Ha. Variable promosi (X2) memilikinilai thitung sebesar 2,085 sedangkan ttabel sebesar 1,660. Hal ini menunjukkan thitung. >ttabel, maka hasil penelitian menolak HO dan menerima Ha. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variable kualitas pelayanan dan promosi masing-masing berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Sedangkan berdasarkan pengujian hipotesis secara simultan (uji F), menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 5,014 dengan tingkat signifikasi 0,006, sedangkan nilai Ftabel sebesar 3,09. Maka dapat ditulis Fhitung > Ftabel (5,014 > 3,09). Hal ini mengkonfirmasi penolakan HO dan menerima Ha yang bermakna bahwa secara bersama-sama variable kualitas pelayanan dan promosi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan
Pengaruh Pelatihan Dan Kejelasan Tujuan Anggaran Terhadap Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Bireuen (Studi Kasus Pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bireuen) Firmansyah, Denny; Ulhaq, Muhammad Zia; Diah, Muhammad
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 4: LENTERA, DESEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan kejelasan tujuan anggararan terhadap akuntabilitas kinerja (Studi kasus pada badan pengelolaan keuangan daerah kabupaten bireuen). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai BPKD kabupaten Bireuen dan jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 72 orang. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, pengujian hipotesis secara parsial (uji t) menunjukan bahwa variabel Pelatihan (X1) memiliki nilai t-hitung sebesar 3,406. Sedangkan t-tabel sebesar 1,669. Hal ini menunjukan t-hitung > t-tabel sehingga menolak Ho dan menerima Ha. Kejelasan tujuan anggaran (X2) memiliki nilai t-hitung sebesar 2,128 sedangkan t-tabel sebesar 1,669. Hal ini menunjukan t-hitung > t-tabel sehingga menolak Ho dan menerima Ha. Sehigga secara parsial varibel pelatihan dan kejelasan tujuan anggaran masing-masing berpengaruh positif terhadap akuntabilitas kinerja. Selanjutnya berdasarkan pengujian hipotesis secara simultan (Uji f), menunjukkan bahwa F-hitung sebesar 11,562 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001, sedangkan nilai F tabel sebesar 3,12 yang menunjukkan F hitung > F tabel (11,562 > 3, 12). Hal ini mengkomfirmasi penolakan Ho dan menerima Ha yang bermakna bahwa secara bersama-sama varibel pelatihan dan kejelasan tujuan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja.
Antibacterial, antioxidant, and SucAla3-based anti-aging activities of Johar flower extract (Cassia siamea Lamk.) Hasballah, Kartini; Murniana , Murniana; Diah, Muhammad; Rusly, Renzavaldy; Fadlia, Yosi; Amna, Usratul; Husni, Muhammad NRR.
Narra X Vol. 3 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narrax.v3i3.236

Abstract

Cassia siamea flowers are recognized for their diverse secondary metabolites, including flavonoids, triterpenoids, and steroids, which have been linked to various therapeutic properties. Although previous studies have primarily focused on the pharmacological activities of C. siamea leaves, bark, or crude extracts, evidence regarding the bioactivity of its flower extracts—particularly those obtained through sequential solvent partitioning—remains limited. The aim of this study was to investigate the antibacterial, antioxidant, and anti-aging potential of C. siamea flower extracts obtained through sequential solvent extraction. The extracts were prepared by maceration with methanol, followed by partitioning with n-hexane and ethyl acetate. Antibacterial activity was assessed using the agar well diffusion method against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Antioxidant activity was determined using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) assay. Anti-aging properties were evaluated through elastase inhibition assays, with the reduction of SucAla3 formation used as an indicator. Phytochemical profiling of the extracts was conducted using chromatography–mass spectrometry (GC–MS). The findings revealed that the ethyl acetate extract exhibited the highest antibacterial activity, with inhibition zones of 8.08±0.84 mm and 7.38±0.33 mm against S. aureus and E. coli, respectively. Antioxidant analysis showed the methanol extract to be the most effective (IC50=66.76 µg/mL), followed by the methanol partition (IC50=75.97 µg/mL). The methanol extract demonstrated significant elastase inhibition, achieving 97.53% activity (IC50=13.89 µg/mL). GC–MS analysis identified two compounds as the major phytocomponents of the methanolic extract, namely octadecanoic acid, 2-(2-hydroxyethoxy)ethyl ester and tetradecanoic acid. In conclusion, C. siamea flower extracts have therapeutic potentials, particularly as antibacterial, antioxidant, and anti-aging agents.
Islam, Religious Moderation, and Digital Political Polarization: Religious Authority and Social Cohesion in the Age of Social Media Bukhari, Bukhari; Bastiar, Bastiar; Hatta, Muhammad; Iswandi, Iswandi; Diah, Muhammad
Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 7 No 2 (2025): Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Program Pascasarjana IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/lentera.v7i2.14433

Abstract

The rapid expansion of digital technology has significantly reshaped religious expression and political engagement in Indonesia. Social media platforms have evolved beyond communication tools into arenas of ideological contestation, identity formation, and religiously framed political mobilization. This article examines the intersection of Islam, religious moderation, and digital political polarization through a socio-legal and digital humanities approach. Using qualitative methods based on literature review and digital discourse analysis, the study explores academic scholarship, state policies, and contemporary social media dynamics within the Indonesian context. The findings indicate that social media algorithms contribute to the formation of echo chambers and identity fragmentation, intensifying religiously infused political polarization. In such environments, religion is often instrumentalized for electoral purposes, generating potential social harm (mafsadah) and weakening social cohesion. Nevertheless, Islamic teachings provide a strong normative foundation for balance and justice through the principles of wasathiyah (moderation) and maqaṣid al-shariʿah (objectives of Islamic law), which emphasize the protection of faith, life, intellect, lineage, and property. This study argues that religious moderation must be reconstructed as an adaptive epistemological and cultural movement responsive to algorithmic logic. Strengthening value-based digital literacy, revitalizing scholarly religious authority, and fostering multi-stakeholder collaboration are essential strategies for sustaining social harmony amid digital disruption.