Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN KOLKISIN TERHADAP KERAGAMAN PERTUMBUHAN DUA KLON TEMULAWAK (Curcuma xathorrhizaRoxb.) SECARA IN VITRO Maghfirah, Maghfirah; Roviq, Mochammad; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorhizaRoxb) digunakan untuk pengobatan gangguan fungsi hati. Temulawak tidak dapat menghasilkan biji sehingga tanaman temulawak memiliki keragaman genetik yang rendah. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan perbanyakan secara in vitro dengan mutagen kolkisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian kolkisin pada dua klon temulawak (Sumenep dan Balitro) terhadap perubahan keragaman pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Noember 2015 – Desember 2017 di Laboratorium Kultur Jaringan, dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolkisin mempengaruhi keragaman pertumbuhan kedua klon temulawak. Klon temulawak Sumenep (UB1) beradaptasi lebih baik dibandingkan klon Balitro (BL).
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L) TERHADAP PEMBERIAN PLANT GROWTH PRMOTING RHIZOBACTER (PGPR) DAN MIKORIZA Lintang, Cempaka Widyas; Roviq, Mochammad; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu tanaman leguminosae yang cukup penting di Indonesia. Tanaman kacang hijau tergolong tanaman yang membutuhkan P yang relatif tinggi untuk pembentukan ATP, oleh karena itu dengan mikoriza dan PGPR akan membantu tanaman untuk akuisisi P, dimana unsur P tersebut dalam tanaman akan meningkatkan metabolisme yang pada gilirannya akan meningkatkan pengisian biji sehingga berat biji meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh inokulasi mikoriza dan waktu perendaman PGPR terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Penelitian faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan dan 1 kontrol.Perlakuan terdiri dari 2 faktor. Faktor pertaman yaitu mikoriza dengan 2 taraf inokulasi mikoroza (M1), dan tanpa inokulasi mikoriza (M2), faktor kedua yaitu perendaman PGPR dengan taraf Perendaman 5 menit (P1), 10 menit (P2), 15 menit (P3), 20 menit (P4).Penelitian dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu, pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2016.Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi mikoriza dan lama perendaman PGPR mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Inokulasi mikoriza dan lama perendaman PGPR 10 menit menghasilkan jumlah daun lebih tinggi pada umur 34 dan 44 hst.
PENINGKATAN PEMBENTUKAN POLONG DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) DENGAN PEMBERIAN NITROGEN PADA FASE REPRODUKTIF Rezyawaty, Mariana; Karyawati, Anna Satyana; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kedelai (Glycine max L.) menghasilkan biji yang sering dimanfaatkan oleh manusia. Produksi kedelai pada saat ini belum mencukupi permintaan kedelai. Produksi kedelai dapat ditingkatkan dengan berbagai cara seperti memperluas area budidaya maupun dengan memperbaiki teknik budidayanya seperti pemupukan. Petani kedelai biasanya melakukan pemupukan urea sebanyak dua kali yaitu pada saat awal tanam dan sebelum berbunga. Pemupukan yang telah dilakukan oleh petani tersebut belum mampu meningkatkan hasil panen kedelai, sehingga petani enggan menanam kedelai. Oleh sebab itu dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mempelajari peningkatan dosis pemupukan nitrogen pada fase reproduktif terhadap peningkatan jumlah polong dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Agrotechno Park Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2016.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan urea pada fase reproduktif berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman kedelai. Selain itu pemupukan urea pada fase reproduktif juga mempengaruhi kandungan klorofil dan nitrogen tanaman.
PEMBERIAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp.) DAN DOSIS PUPUK KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Nurul Jannah, Risda Felia; Nihayati, Ellis; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) ialah produk hortikultura yang tersebar di Indonesia. Produktivitas terung mengalami kenaikan. Tetapi produksi rata-rata terung yang dihasilkan per hektar tidak mencapai potensi. Usaha yang dapat meningkatkan produktivitas terung salah satunya dengan pemupukan, penambahan kompos azolla dan pupuk kalium. Maka perlu dilakukan penelitian mengenai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman terung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kompos azolla dan pupuk kalium pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Malang, Jawa Timur pada bulan November 2015 sampai Maret 2016. Metode penelitian merupakan percobaan faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I yaitu kompos Azolla terdiri dari 2 taraf: Tanpa Kompos Azolla 0 ton.ha-1 (A0), Kompos Azolla 12 ton.ha-1 (A1), sedangkan faktor II yaitu perlakuan pupuk kalium terdiri dari 6 taraf: K0 = 0 kg K2O.ha-1, K1 = 30 kg K2O.ha-1, K2 = 60 kg K2O.ha-1, K3 = 90 kg K2O.ha-1, K4 = 120 kg K2O.ha-1 dan K5 = 150 kg K2O.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan kompos azolla dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Pemberian kompos azolla dengan dosis 12 ton.ha-1 tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Perlakuan pupuk kalium hanya berpengaruh nyata terhadap diameter buah terung. Terlihat bahwa perlakuan pupuk kalium 30 kg K2O.ha1, 60 kg K2O.ha1dan 90 kg K2O.ha1 menghasilkan diameter buah 5.20 cm, 5.21 cm dan 5.16 cm lebih besar dibandingkan tanpa pemberian pupuk kalium (0 kg K2O.ha-1) maupun 150 kg K2O.ha-1.
PENINGKATAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) MERR) MELALUI PENAMBAHAN UREA PADA SAAT AWAL BERBUNGA Sabrina, Aulia Ilma Mirza; Karyawati, Anna Satyana; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) yang termasuk tanaman kacang-kacangan merupakan salah satu tanaman yang tingkat produksinya rendah. Peningkatan produksi kedelai melalui produktivitas dapat ditempuh melalui penggunaan varietas unggul dan pemberian pupuk yang tepat. Nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial yang sangat diperlukan oleh setiap tanaman dalam jumlah yang cukup banyak (Zainal, 2014). Unsur ini secara langsung berperan dalam pembentukan protein, memacu pertumbuhan  tanaman secara umum terutama pada fase vegetatif, berperan dalam pembentukan klorofil, asam amino, lemak enzim dan persenyawaan lain. Pupuk Urea merupakan pupuk kimia yang mengandung unsur Nitrogen (N) dengan kadar yang tinggi. Pemberian Urea pada awal berbunga mampu meningkatkan hasil kedelai. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr) melalui pemberian pupuk Urea pada saat awal berbunga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2016 di Kec. Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari varietas kedelai dan dosis pupuk Urea. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Tanggamus memiliki hasil tertinggi pada jumlah polong total per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman dan hasil (ton ha-1).
PENGARUH PUPUK MAJEMUK DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) Hendardi, Bramantyo; Nihayati, Ellis; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) ialah sejenis sayuran buah musiman yang dapat ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Tingkat produksi tomat per hektar di Indonesia rendah. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah adalah dengan melakukan pemupukan dengan menggabungkan antara pupuk majemuk dan pupuk daun. Tujuan dari penelitian ialah untuk mempelajari pemberian pupuk majemuk dan pupuk daun yang berimbang terhadap pertumbuhan hasil tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Penelitian dilaksanakan di desa Pandanrejo, kecamatan Bumiaji, kota Batu, Jawa Timur. Penelitian dilakukan mulai bulan April sampai dengan bulan Juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan, yaitu: P0=Pupuk Urea 200 kg/ha+Pupuk SP-36 150 kg/ha+ Pupuk KCl 100 kg/ha (kontrol), P1=Pupuk majemuk 1000 kg/ha, P2=Pupuk daun 3 g/l, P3=Pupuk majemuk  500 kg/ha + Pupuk daun B 3 g/l, P4=Pupuk majemuk  750 kg/ha + Pupuk daun B 3 g/l, dan P5=Pupuk majemuk  1000 kg/ha + Pupuk daun 3 g/l Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pemberian pupuk majemuk (15:15:15) 500 kg/ha+pupuk daun 3 g/l, pupuk majemuk (15:15:15) 750 kg/ha+pupuk daun 3 g/l, pupuk majemuk (15:15:15) 500 kg/ha+ pupuk daun 3 g/l  menghasilkan diameter buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah total per tanaman, dan bobot buah per hektar lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian Urea 200 kg/ha+SP-36 150 kg/ha+KCL 100 kg/ha. Hasil panen buah tomat pada penelitian ini lebih rendah dari potensi hasil varietas lentana.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Jarak Tanam pada Pertumbuhan Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus Bl. Miq.) Maulana, Riskan Servira; Sunaryo, Sunaryo; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kumis kucing adalah tanaman terna tahunan yang dapat dimanfaatkan daun dan batangnya sebagai obat herbal seperti mengobati infeksi kandung kemih, radang ginjal, diuretik, dan lainnya. Permintaan kumis kucing dalam negeri cukup tinggi mencapai 20 ton tahun 2005. Akar yang tumbuh dari stek batang adalah akar serabut yang membutuhkan media tanam gembur. Pupuk kandang ayam mampu memperbaiki sifat fisik tanah dan memiliki kandungan hara N dan P yang tinggi. Pemanenan kumis kucing secara pangkas menyebabkan percabangan, pelebaran tajuk serta shading. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk kandang ayam pada pertumbuhan dan hasil kumis kucing. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – Mei 2017 di Dadaprejo, Junrejo, Batu. Alat dan bahan yang digunakan meliputi alsintan, kamera, meteran, timbangan dan stek batang kumis kucing serta pupuk kandang ayam. Penelitian dirancang acak kelompok secara faktorial dengan 4 kali pengulangan. Faktor pertama adalah jarak tanam terdiri 2 taraf (J1 : 30 cm x 30 cm); (J2: 40 cm x 40 cm). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang ayam terdiri 4 taraf (D1: 5 t ha­-1); (D2: 10 t ha­-1); (D3: 15 t ha­-1); dan (D4: 20 t ha­-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kumis kucing optimal pada jarak tanam 30 cm x 30 cm dengan dosis pukan ayam 15 t ha-1 sedangkan pada jarak tanam 40 cm x 40 cm dengan dosis pukan ayam 10 t ha-1. Hal ini dikarenakan pada jarak tanam rapat memiliki populasi tinggi sehingga membutuhkan pasokan nutrisi lebih tinggi dibandingkan pada jarak tanam renggang.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Rosi, Akhmad; Roviq, Mochammad; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kedelai di Indonesia belum memenuhi kebutuhan dalam negeri, Sehingga pemerintah berupaya meningkatkan produksi kedelai dengan swasembada yang semula ditargetkan tahun 2014 ditunda tahun 2017. Produktivitas kedelai dapat ditingkatkan dengan perbaikan teknik budidaya melalui pemupukan dan penggunaan varietas unggul. Kedelai membutuhkan unsur hara makro seperti N, P, dan K dalam jumlah besar dan dibutuhkan dalam waktu cepat. Jenis pupuk yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan hara tersebut adalah pupuk NPK. Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur N 16%, P 16% dan K 16%. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari peningkatan dosis pemupukan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas kedelai. Bahan yang digunakan ialah varietas Grobogan, Anjasmoro, Wilis, pupuk NPK (16:16:16), Furadan dan Decis 25 EC. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2017 di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F taraf 5%. Jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan dosis pupuk NPK 300 kg.ha-1 pada ketiga varietas kedelai menunjukkan nilai tertinggi pada parameter jumlah buku subur, bobot kering berangkasan, jumlah polong total, polong isi, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji, dan hasil panen. Berdasarkan persentase peningkatan hasil panen pada tiap-tiap penambahan dosis pupuk NPK, varietas Anjasmoro menunjukkan respon terbaik dibandingkan varietas Grobogan dan Wilis. Persentase peningkatan hasil panen varietas Anjasmoro memiliki nilai tertinggi senilai 21,78% sedangkan varietas Grobogan dan Wilis hanya meningkat senilai 12,68% dan 14,23%.
Pengaruh Interval Fertigasi dan Perbedaan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat Cherry (Lycopersicum cerasiformae Mill.) dengan Sistem Hidroponik Kalsumy, Umi; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat Cherry ialah suatu produk hortikultura yang memiliki kandungan vitamin A dan C yang kaya. Produksi tomat cherry yang terus menurun dan ketersediaan lahan  yang berkurang, hal ini diduga karena penanganan dalam budidaya tanaman tomat seperti penyiraman yang tidak optimal dan ketersediaan hara dalam media yang tidak tercukupi. Meningkatkan produksi tomat cherry dengan perbaikan dalam teknologi budidaya seperti pemupukan, pemilihan media tanam serta ketersediaan air yang cukup. Pertumbuhan meningkat apabila kebutuhan air tanaman tercukupi. Tanaman tidak dapat menyerap nutrisi dalam bentuk padatan sehingga harus dilarutkan disebut fertigasi. Hal ini dilakukan dengan teknik hidroponik. Pemilihan media tanam dilakukan secara selektif karena mempengaruhi proses mengikat dan menyimpan air. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dan mendapatkan interval fertigasi pada media tanam yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2017 di Green House yang berada di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kota Malang, Jawa Timur. Alat yang digunakan adalah ajir, timbangan analitik, penetrometer, EC meter dan pH meter. Bahan yang digunakan adalah benih tomat cherry varietas Juliet F1, media arang sekam, media kompos, media cocopeat dan pupuk AB mix. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama media tanam dan faktor kedia interval fertigasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi pada interval fertigasi dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry. Perlakuan arang sekam 50% + cocopeat 50% dan interval fertigasi 4 kali menunjukkan jumlah bunga lebih tinggi, umur panen lebih lama dan bobot buah lebih tinggi.
Respon Pertumbuhan Planlet Tanaman Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Klon Jember dan Pasuruan terhadap Berbagai Konsentrasi Kolkisin Parastaka, Ghanousha; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu tanaman obat berimpang dari famili zingiberaceae yang banyak diminati oleh industri fitofarmaka dan memiliki kromosom triploid (3n) sehingga dalam perkembangbiakan tanaman ini menggunakan organ vegetatif yaitu rimpang yang mengakibatkan keragamannya menjadi rendah. Permintaan bahan baku temulawak mencapai 3.000 ton/th namun budidaya yang dilakukan petani memiliki produksi yang rendah (Wardiyati et al., 2010). Salah satu cara untuk memperbaiki genetik tanaman temulawak yaitu dengan induksi poliploidi yang dapat dilakukan dengan kolkisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mendapatkan konsentrasi kolkisin yang tepat pada tanaman temulawak klon Jember dan Pasuruan guna meningkatkan pertumbuhan planlet tanaman temulawak. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Kultur Jaringan dan Pemuliaan Tanaman, UB pada bulan Februari - Desember 2017. Alat yang digunakan yaitu Laminar Air Flow Cabinet (LAFC), kompor listrik, botol kultur, rak kultur, gelas beker, gelas ukur, cawan petri, oven, autoklaf, gelas objek, gelas penutup dan mikroskop olympus. Bahan yang digunakan adalah klon temulawak Jember (UB2) dan Pasuruan (UB3), media dasar Murashige dan Skoog (MS), sukrosa, agar, benzyl amino purine (BAP), methylene blue, kolkisin dan cat kuku transparan.Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial terdiri dari 2 faktor dengan 3ulangan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan klon dengan konsentrasi kolkisin terhadap rata-rata jumlah tunas.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agnestika, Intan Kartika Agnestika, Intan Kartika Agusti Ardiansyah Saputro Agwi, Szatayu Nabila Agwi, Szatayu Nabila Alwan, Nur Ibnu Andi Kurniawan Andini, Irmalia Mirza Andini, Irmalia Mirza Anna Satyana Karyawati Ariffin, Arifin ARIS BUDI UTOMO, ARIS BUDI Armita, Deffi Armita, Deffi Arry Supriyanto Audina, Diana Azizah, Nur Azizah, Nur Barunawati, Nunun Budi Waluyo Cahyo Prayogo, Cahyo Derantika, Clarista Diah Latifah DJUMALI DJUMALI, DJUMALI Djumali, Djumali Doppy Roy Nendissa Eko Widaryanto Hariadi, Nurul Hazrinah, Novia Dwi Hazrinah, Novia Dwi Hendardi, Bramantyo Hendardi, Bramantyo Iman Sudrajat Irvania, Widha Kalsumy, Umi Kalsumy, Umi Kartikasari, Asti Kartikasari, Asti Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Larasati, One Grahita Dinar Latifah Diah Puspasari Lestari, Aryani Trie Lestari, Aryani Trie Lilik Setyobudi Lintang, Cempaka Widyas Lintang, Cempaka Widyas Lydianthy, Holanda Lydianthy, Holanda M. Dawam Maghfoer, M. Dawam M. Roviq, M. Roviq Maghfirah Maghfirah Maghfirah, Maghfirah Maghfoer, Moch Dawam Maulana, Riskan Servira Maulana, Riskan Servira Melati, Agatha Indah Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Roviq Mudji Santoso Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Neilla Nurilla Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nur Azizah Nuria, Grace Ajeng Nuria, Grace Ajeng Nurilla, Neilla Nurtalitha, Saviera Hayu Nurtalitha, Saviera Hayu Nurul Hariadi Nurul Jannah, Risda Felia Nurul Jannah, Risda Felia Octavina, Dwita Risti Octavina, Dwita Risti Parastaka, Ghanousha Parastaka, Ghanousha Pratama, Faris Fikardian Pratama, Faris Fikardian Purnamaningrum, Aisyah Purnamaningrum, Aisyah Puspasari, Latifah Diah Putra, Anggara Ista Rahayu, Aldila Putri Ramadhan, Roni Ratri, Yonita Cahya Ratri, Yonita Cahya Rezyawaty, Mariana Rezyawaty, Mariana Rizal, Syamsi Rizal, Syamsi Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rosi, Akhmad Rosi, Akhmad Rosida, Anisa Roviq, Muhammad Rulliyah, Binti Rulliyah, Binti Rurini Retnowati Sabrina, Aulia Ilma Mirza Sabrina, Aulia Ilma Mirza Saitama, Akbar Salsabila, Shofa Santoso, Mudji Saputera Sari, Enggis Purwita Sari, Enggis Purwita Setyobudi, Lilik Sholihah, Puri Kholifatush Sholihah, Puri Kholifatush Simorangkir, Christina Anzelia Simorangkir, Christina Anzelia Sitawati Sitawati Soemarno Soemarno Sudrajat, Iman Sumarno . Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Supriyanto, Arry Suryaatmaja, Bagas Heri Sutikno, Handy Budiman Swasono, Fris Guinnea Swasono, Fris Guinnea Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Taihuttu, Hermina Neltje Tatik Wardiyati Tatik Wardiyati Titiek Islami Titin Apung, Atikah Tristinandi, Putri Yunia Rahma Utami, Christa Dyah Utami, Desy Fitri Fajar Utami, Desy Fitri Fajar Utami, Erinda Patmawati Putri Utami, Erinda Patmawati Putri Yogi Sugito Yuniarachma, Alifia Yuniarachma, Alifia Zaenal Kusuma