Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI Trichoderma harzianum TERHADAP HASIL TIGA VARIETAS KENTANG DI DATARAN MEDIUM Hermawan, Rifqi; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.046 KB) | DOI: 10.21776/59

Abstract

Faktor kelestarian lingkungan menyebabkan ekstensifikasi lahan pertanian kentang di dataran tinggi tidak dapat dilakukan, sehingga dataran medium menjadi alternatif eksplorasi lahan budidaya kentang. Untuk meningkatkan produktivitas kentang di dataran medium disamping pemilihan bibit yang tepat adalah dengan menggunakan Trichoderma harzianum. Trichoderma harzianum selain berperan antagonis terhadap pathogen, juga berperan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui produksi auksin dan proses dekomposisi bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil varietas Granola, Red Pontiac dan Desiree di dataran medium. Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai Oktober 2010 di Desa Ngujung, Bumiaji, Batu. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam kali perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan terdiri dari T0V1 = Granola (Kontrol), T1V1 = Granola dengan Trichoderma harzianum, T0V2 = Red Pontiac (kontrol), T1V2 = Red Pontiac dengan Trichoderma harzianum, T0V3 = Desiree (kontrol) T1V3 = Desiree dengan Trichoderma harzianum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Trichoderma harzianum memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata pada pengamatan pertumbuhan tanaman. Trichoderma harzianum meningkatkan hasil panen varietas Granola, namun tidak berbeda nyata pada varietas Red Pontiac dan Desiree. Kata kunci : Granola, Red pontiac, Desiree, Trichoderma harzianum, dataran medium, hasil panen
UJI DAYA HASIL TUJUH KLON TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) Aulia, Ana Lutfi; Nawawi, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.311 KB) | DOI: 10.21776/67

Abstract

Uji daya hasil adalah salah satu tahapan dalam kegiatan perakitan varietas baru yakni melalui evaluasi keberadaan gen-gen yang dikehendaki pada suatu genotip. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai potensi daya hasil dari tujuh klon tanaman kentang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalitejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada bulan Agustus 2012 hingga Januari 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari tujuh perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Bahan yang diuji adalah tujuh klon tanaman kentang terdiri dari empat varietas yang diuji dan tiga varietas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh klon yang diuji terdapat klon yang memiliki potensi daya hasil tinggi yaitu UB, ST (Superjhon-transgenik) dan SK (Superjhon-kontrol). Kata kunci: kentang, klon, pengujian, daya hasil.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS SAWI PAK CHOY (Brasica rapa L.) PADA UMUR TRANSPLANTING DAN PEMBERIAN MULSA ORGANIK Pribadi, Gandhi Yudhistira; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.196 KB) | DOI: 10.21776/77

Abstract

Potensi produksi tanaman pak choy belum optimal, rendahnya produksi pak choy dikarenakan pada teknik budidayanya petani cendrung tidak memperhatikan kondisi lingkungan mikro dan masih belum adanya standart transplanting yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan teknik budidaya pak choy dengan penggunaan mulsa dan saat transplanting yang tepat. Dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2013 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji - Batu. Penelitian menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 16 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah pak choy tanpa mulsa dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa sekam  dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa jerami  dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa paitan dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara mulsa organik dan umur transplanting pada pertumbuhan dan produktivitas pak choy. Pertumbuhan pak choy yang ditransplanting 20 hst lebih cepat dibandingkan 5 hst disemua variabel pertumbuhan. Kata kunci: pak choy, transplanting, mulsa, produktivitas
KARAKTERISASI BUNGA MANGGA (Mangifera indica L.) HASIL PERSILANGAN ARUMANIS-143 DAN PODANG URANG Nasution, Ismuha; Wardiyati, Tatik; Nawawi, Mochammad
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.783 KB) | DOI: 10.21776/95

Abstract

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan tanaman buah. yang mempunyai keragaman genetik yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah agar mengetahui karakterisasi bunga mangga (Mangifera indica L.) hasil persilangan Arumanis-143 dan Podang Urang. Penelitian dilaksanakan di Kebun Balai Benih Induk Hortikultura (KBBIH) Pohjentrek yang beralamat di Kota Pasuruan Jawa Timur, pada bulan Juni 2013 sampai dengan September 2013. Percobaan ini dengan metode observasi dengan pengumpulan data langsung. Parameter pada karakter morfologi bunga mangga meliputi cluster bunga 1 pohon, jumlah bunga 1 cluster, saat muncul bunga, jumlah buah per cluster, persentase fruit set, warna tangkai bunga, warna petal bunga dan warna bakal buah. Hasil pada parameter jumlah cluster dan jumlah bunga memiliki nilai kemiripan yaitu 53,34 dengan 7 pohon memiliki kemiripan dengan pohon induk Arumanis-143 dan 7 pohon memiliki kemiripan pada pohon induk Podang Urang, karakter yang diturunkan yaitu jumlah cluster per 1 pohon dan jumlah  bunga per cluster. Parameter jumlah  buah dan fruit set memiliki nilai kemiripan 44,94 dengan 5 pohon yang memiliki kemiripan dengan pohon induk Podang Urang dan 7 pohon memiliki kemiripan dengan pohon induk Arumanis-143, karakter yang diturunkan yaitu jumlah buah per cluster dan fruit set. Kata kunci: Keturunan mangga, Arumanis-143, Podang Urang, Karakterisasi bunga manga
ANALISA LANSKAP JALUR HIJAU DAN UPAYA PENERAPAN SMART GREEN LAND PADA RUANG TERBUKA HIJAU Indah, Andan Sari Kusuma; Wardiyati, Tatik; Setyobudi, Lilik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.44 KB) | DOI: 10.21776/97

Abstract

Jalur hijau merupakan daerah hijau sekitar lingkungan permukiman atau sekitar kota, bertujuan mengendalikan pertumbuhan pembangunan, mencegah dua kota atau lebih menyatu, dan mempertahankan daerah hijau, rekreasi, ataupun daerah resapan hu-jan.Smart Green Land merupakan inovasi konsep RTH yang berfungsisebagai paru-paru kota dan sebagai tempat yang nyaman melalui penyediaan fasilitas penunjang se-hingga tercipta kenyamanan dan kesegaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui, mempe-lajaripermasalahan dan kendala dalam lanskap jalur hijau, menganalisis permasalahan, mengembangkan potensi dan menyusun rekomendasi rencana dan penerapan smart green land yang berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada jalur hijau jalan Ijen, jalur hijau jalan Jakarta dan jalur hijau Dieng, dan penerapan smart green land pada Alun-alun Kota dan Alun-alun Tugu Kota Malang. Penelitian ini menggunakan tiga tahap yaitu inventarisasi, analisis data, dan interprestasi data. Hasil penelitian menunjukkan jalur hijau Jalan Dieng, Jalan Jakarta dan Jalan Ijen le-bih tertuju pada penambahan jenis vegetasi tanaman perdu, semak berbunga indah, lam-pu penerangan jalan dan tempat duduk. Smart Green Land pada Alun-alun Kota Malang dan Alun-alun Tugu lebih tertuju pa-da penambahan jenis vegetasi tanaman ber-bunga dan tanaman rumput. Kata kunci: smart green land, jalur hijau, analisis, ruang terbuka hijau
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU APLIKASI DAN KONSENTRASI GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) Yasmin, Shofiah; Wardiyati, Tatik; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.729 KB) | DOI: 10.21776/123

Abstract

Upaya peningkatan produksi cabai besar dapat dilakukan salah satunya dengan pemberian zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman cabai besar terhadap perbedaan waktu aplikasi dan konsentrasi giberelin (GA3) serta untuk memperoleh waktu aplikasi dan konsentrasi giberelin (GA3) yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar terutama dalam pengurangan jumlah biji.Penelitian  dilaksa-nakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB, Desa Jatikerto, Kecamatan Kro-mengan, Kabupaten Malang pada bulan Mei – September 2013. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama, waktu aplikasi GA3 terdiri dari 3 taraf, yaitu W1 : Aplikasi GA3 saat berbunga, W2 : Aplikasi GA3saat berbuah dan W3 : Aplikasi saat berbunga dan berbuah. Anak petak, konsentrasi GA3 terdiri dari 5 taraf, yaitu K0 : 0 ppm, K1 : 25 ppm, K2 : 50 ppm, K3 : 75 ppm, dan K4 : 100 ppm.Aplikasi GA3 pada saat berbunga maupun saat berbuah tidak menunjukkan perbedaan yang nyata seiring dengan penambahan konsentrasi GA3 yang diberikan.Aplikasi GA3 pada saat berbunga dan berbuah dengan konsentrasi 100 ppm menunjukkan persentase fruit set lebih tinggi dibanding-kan perlakuan kontrol. Waktu aplikasi GA3 pada saat awal berbuah dapat meningkatkan jumlah bunga dan panjang buah. Konsentrasi GA3 50 ppm maupun 100 ppm meningkatkan tinggi tanaman cabai. Aplikasi GA3 menurunkan bobot per buah, panjang buah, dan jumlah biji per buah. Kata kunci : fruit set, aplikasi GA3, tanaman cabai besar, biji
PENGARUH PEMBERIAN GIBERELIN TERHADAP PRODUKTIVITAS DUA VARIETAS TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Rolistyo, Alpano; Sunaryo, Sunaryo; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.659 KB) | DOI: 10.21776/131

Abstract

Tomat merupakan komoditas hortikultura unggul, namun persentase fruit set seringkali rendah. Pemberian GA3 pada tomat dapat menimbulkan buah partenokarpi. Partenokarpi adalah mekanisme pembentukan buah tanpa melalui proses polinasi dan fertilisasi. Upaya pembentukan buah partenokarpi melalui induksi giberelin dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas bentuk, ukuran buah besar, jumlah biji yang sedikit serta lebih stabil bentuk dan ukuran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian giberelin (GA3) yang optimum sehingga berpengaruh terhadap produktivitas tanaman tomat dan kandungan biji dalam buah. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai November 2013 di desa Sumberejo kecamatan Pare kabupaten Kediri. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 8 perlakuan yang diulang 4 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari pemberian konsentrasi GA3 dengan 4 taraf yaitu 0, 20,40 dan 60 ppm serta 2 varietas tomat yaitu Tymoty dan New Idaman. Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%,apabila berbeda nyata antar perlakuan diuji dengan BNT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan interaksi yang nyata pada parameter bobot segar per tanaman, bobot segar per buah dan jumlah buah panen total. Pemberian konsentrasi 40 ppm pada Tymoty dan 60 ppm New Idaman memberikan pengaruh nyata karena dapat menambah bobot segar buah per tanaman, bobot segar buah dan jumlah buah panen total. Parameter jumlah biji menunjukkan konsentrasi GA3 40 ppm dapat menurunkan kandungan biji dalam buah sebesar 9,13 % dibandingkan perlakuan kontrol. New Idaman memiliki jumlah buah masak, buah jadi dan persentase fruit set lebih baik dibandingkan Tymoty. Kata kunci: Lycopersicum esculentum Mill., Konsentrasi GA3, Jumlah Biji, Partenokarpi.
KARAKTERISASI BUNGA DAN BUAH MANGGA HASIL PERSILANGAN ARUMANIS-143 (A) X SWARNARIKA (S), ARUMANIS-143 (A) X HADEN (H) DAN ARUMANIS-143 (A) X CARABAO (A) Fitriani, Ristianing Dwi; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.917 KB) | DOI: 10.21776/163

Abstract

Mangga merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengkarakterisasi bunga dan buah mangga hasil persilangan Arumanis-143(A) x Swarnarika(S), Arumanis143(A) x Haden(H) dan Arumanis143(A) x Carabao(C). Percobaan dengan metode deskriptif. Parameter pengamatan karakter bunga yaitu saat muncul bunga, jumlah klaster bunga per pohon, jumlah bunga dan jumlah buah per klaster, fruitset, warna tangkai, petal dan bakal buah. Parameter pengamatan karakter buah yaitu umur panen, jumlah buah dan berat buah per pohon, panjang dan lebar buah, tebal daging dan kulit buah, kekerasan buah, panjang dan lebar biji, bentuk buah dan ujung buah, warna kulit buah masak, kulit biji dan daging buah. Uji organoleptik parameter kesukaan rasa dan kesukaan ukuran buah. Hasil pada karakter bunga persilangan 34 progeni (97,14%) mirip dengan tetua Arumanis-143. AS 2 (2,86%) memiliki jarak kekerabatan yang jauh dengan tetua Arumanis-143 dan progeny lain. Karakter buah, 22 progeni (84,61%) mirip tetua Arumanis-143. Progeni AH 6.1, AH 1.2 dan AC 17 dan AS 2 membentuk klaster baru. Uji organoleptik 61,53% memiliki rasa mirip tetua Arumanis-143. Kata Kunci : Persilangan, Progeni, Morfologi, Organoleptik, Deskriptif.
PENGARUH MEDIA DASAR DAN 6-BENZYLAMINOPURINE (BAP) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN NODUS TANGKAI BUNGA ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilis) DALAM PERBANYAKAN SECARA IN VITRO Fithriyandini, Ainun; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.378 KB) | DOI: 10.21776/167

Abstract

Perbanyakan anggrek selama ini lebih banyak menggunakan teknik perkecamba-han biji secara in vitro yang menghasilkan warna bunga beragam. Hal ini tidak sesuai dengan permintaan produsen dan konsu-men yang menginginkan tanaman anggrek dengan warna bunga yang seragam. Alter-natif dari permasalahan ini adalah perban-yakan vegetatif secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan media dasar dengan penambahan konsen-trasi BAP yang optimal untuk perbanyakan vegetatif in vitro anggrek P. amabilis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2013 hingga Januari 2014. Eksplan yang digunakan adalah tunas berasal dari induksi nodus tangkai bunga anggrek P. amabilis. Penelitian mengguna-kan kombinasi dua media dasar dengan lima konsentrasi zat pengatur tumbuh BAP, yaitu: (P1) media ½ MS + BAP 0 ppm, (P2) media ½ MS + BAP 0,5 ppm, (P3) media ½ MS + BAP 1,5 ppm, (P4) media ½ MS + BAP 2 ppm, (P5) media ½ MS + BAP 2,5 ppm, (P6) media NP + BAP 0 ppm, (P7) media NP + BAP 0,5 ppm, (P8) media NP + BAP 1,5 ppm, (P9) media NP + BAP 2 ppm, (P10) media NP + BAP 2,5 ppm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa media ½ MS dengan penambahan BAP 2,5 ppm menghasilkan jumlah PLB lebih banyak yaitu 21,67 buah, waktu muncul tunas lebih cepat yaitu 3 MST, jumlah tunas yang dihasilkan paling tinggi yaitu 3,33 tunas dan juga jumlah daun yang dihasilkan lebih banyak yaitu 6 helai. Kata kunci : Phalaenopsis amabilis, 6-benzyl amino purine (BAP), Protocorm Like Bodies (PLB), in vitro
PENGARUH KETEBALAN MEDIA TANAM DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BIBIT KENTANG (Solanum tuberosum L.) G1 VARIETAS GRANOLA KEMBANG Nugrohowati, Betty Meiariani; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/288

Abstract

Penyebab penurunan produksi kentang di Indonesia ialah kurangnya ketersediaan bibit bermutu dan teknik budidaya yang khusus seperti ketebalan media tanam dan waktu pemberian pupuk. Bibit kentang G0 diperoleh hasil stek mini dari kultur jaringan yang bebas virus, oleh sebab itu perlu diperbanyak untuk menghasilkan umbi G1. Salah satu hal yang mempengaruhi hasil umbi kentang ialah ketebalan media tanam. Ketebalan media tanam yang berbeda akan mempengaruhi pada jumlah umbi. Faktor utama pada pupuk daun ialah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi perkembangan tanaman dan peningkatan hasil panen. Waktu pemberian pupuk daun yang berbeda dapat meningkat-kan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan media tanam dan waktu pemberian pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil kentang (Solanum tuberosum L.) G1 va-rietas Granola Kembang. Penelitian di-laksanakan pada bulan Mei 2014 sampai dengan Agustus 2014, di Kebun Percobaan Cangar, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan ketebalan media tanam 15 cm+pemberian pupuk daun Gandasil B pada umur 21, 28, 35, dan 42 hst menghasilkan tinggi tanaman yang lebih tinggi pada umur 42 dan 56 hst dibanding perlakuan yang lain. Perlakuan ketebalan media tanam dan interval pemberian pupuk daun Gandasil B tidak mempengaruhi semua variabel pengamatan dan komponen hasil.
Co-Authors A’yun, Lutfi Qurrotun A’yun, Lutfi Qurrotun Abdul Latief Abadi Achmad Noerkhaerin Putra Adi, Isa Apri Adi, Isa Apri Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Sugiyatno Agustin N. Nilasari Aini, Churil Aini, Churil Ainun Fithriyandini Ainun Zuhrah Ali Djamhuri Alpano Rolistyo Aminudin Afandhi Ana Lutfi Aulia Andan Sari Kusuma Indah Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arini Yunia Rachmawati Armita, Deffi Aulia, Ana Lutfi Azizah, Nur Barunawati, Nunun Bela, Dika Meinar Laili Bela, Dika Meinar Laili Budi Waluyo Budi Waluyo Caecilia Puspita C.P.A Cicik Udayana Dawam, Moch. Eka Riana Sari Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Estri Laras Arumingtyas Farid, Muhammad Fithriyandini, Ainun Fitriani, Ristianing Dwi Gandhi Yudhistira Pribadi Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa Hayuning Martha L.A Heddy, JB. Suwasono Hermawan, Rifqi Hetik Hetik Hetik, Hetik Hidayat Asta Hidayat, Elisa Andri Hidayat, Elisa Andri Iman Sudrajat Indah, Andan Sari Kusuma Indriyani, Nofita Indriyani, Nofita Ismuha Nasution JB. Suwasono Heddy Karmelina, Nita Karmelina, Nita Karyawati, Anna Satyana  Koesriharti Koesriharti Kuswanto Kuswanto Larasati, Ferota Larasati, Ferota Lilik Setyobudi Listyaningtyas, Afifah Endri Listyaningtyas, Afifah Endri Manurung, Andrew Josua Manurung, Andrew Josua Mar'atul Qibtiyah Moch. Dawam Maghfoer Mochamad Dawam Maghfoer, Mochamad Dawam Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Mudji Santoso Muhammad Farid Mukti, Muhammad Saifullah Mukti, Muhammad Saifullah Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Musthofa, Mochammad Insan Musthofa, Mochammad Insan Muttaqien, Khaerul Muttaqien, Khaerul Nasution, Ismuha Nawawi Nawawi Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nilasari, Agustin N. Ninggar Listiana Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Ningsih, Rahmawaty Awaliyah Nugrohowati, Betty Meiariani Nugrohowati, Betty Meiariani Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurul Aini Pakaya, Cindriany Pakaya, Cindriany Polii-Mandang, Jeanny Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Praemysta, Febyna Hapsari Pramitasari, Harin Eki Pramitasari, Harin Eki Prasetyo, Wahyudi Prasiwi, Indika Dwi Prasiwi, Indika Dwi Pribadi, Gandhi Yudhistira Putri, Ardiah Virana Rahayu, Aldhila Putri Rahayu, Aldila Putri Reginasari, Immanuelita Sarah Rifqi Hermawan Ristianing Dwi Fitriani Ristianing Dwi Fitriani Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rizqullah, Dellia Rezha Bayu Rofiq, Moch. Rolistyo, Alpano Rosita, Wenny Dwi Roviq , Mochammad Roviq, Muhammad Rurini Retnowati Sa’diyah, Halimatus Sa’diyah, Halimatus Saitama, Akbar Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Atika Novita Sari, Atika Novita Setyobudi, Lilik Shodikin, Aris Shofiah Yasmin Sudiarso, Sudiarso Sudrajat, Iman Sugiyatno, Agus Sulistyoningtyas, Mey Eka Sulistyoningtyas, Mey Eka Sumarno . Sumayku, Bertje R.A. Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Titiek Islami Utami, Putri Sri Utami, Putri Sri Wahyudi Prasetyo Waryastuti, Defi Eka Waryastuti, Defi Eka Wijayanti, Annisa Kartika Yasmin, Shofiah Yolanda Retno Nandika Viola Yuliarini, Titik Yuliarini, Titik