Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pengaruhnya pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Novatriana, Christina; Hariyono, Didik
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia. Hasil produksi bawang merah tahun 2015 sebesar 1.229.184 ton dan meningkat menjadi 1.446.860 ton tahun 2016, akan tetapi tingkat konsumsi masyarakat Indonesia lebih tinggi dibandingkan produksi bawang merah. Tujuan penelitian yaitu untuk mempelajari aplikasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada April-Juni 2019 di Jalan Puncak Joyo Agung, Lowokwaru, Malang. Alat yang digunakan yaitu cangkul, pisau, timbangan analitik, jangka sorong, gelas ukur, kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan yaitu benih bawang merah varietas Tajuk, PGPR, pupuk kompos, pupuk kandang ayam, pupuk NPK. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok sederhana dengan 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali yaitu; P0: tanpa aplikasi PGPR; P1: perendaman 30 menit dengan dosis 0 ml; P2: perendaman 60 menit dengan dosis 0 ml; P3: perendaman 0 menit dengan dosis 20 ml; P4: perendaman 30 menit dengan dosis 20 ml; P5: perendaman 60 menit dengan dosis 20 ml; P6: perendaman 0 menit dengan dosis 30 ml; P7: perendaman 30 menit dengan dosis 30 ml; P8: perendaman 60 menit dengan dosis 30 ml. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F). Apabila terdapat pengaruh di antara perlakuan maka dilakukan uji lanjutan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian perlakuan P7 mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang tertinggi dan mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar, bobot kering, jumlah umbi, dan diameter umbi.
Kajian Umur Panen Buah pada Beberapa Jenis Tanaman Durian (Durio zibethinus Murr.) Emiliya Putri, Nurul Hilmiah; Hariyono, Didik
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 5 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) ialah salah satu jenis buah di Indonesia yang populer, karena memiliki cita rasa yang khas serta aromanya yang unik. Mayoritas masyarakat Indonesia menyukai buah durian karena memiliki kandungan yang bermanfaat seperti vitamin, kalori lemak dan protein. Oleh sebab itu permintaan konsumsumsi buah tersebut setiap tahunnya mengalami peningkatan. Produktivitas buah durian di Indonesia mengalami fluktuasi dan berkecenderungan meningkat, pada tahun 2015 sebesar 13,72% dan pada tahun 2018 produktifitasnya meningkat sebesar 17,49%. Durian yang memiliki kualitas buah yang baik dapat dilihat dari bentuk fisik serta aroma dan rasa daging buahnya yang manis. Umur panen pada beberapa jenis durian memiliki tingkat kemasakan dan panen yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Desember 2019 di Kebun Durian Dukuh Blawu, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa alat tulis, hand counter, penanda sampel, meteran tanah, kamera, personal computer. Bahan yang digunakan adalah data iklim, tanaman durian jenis montong, musangking, bawor dan duri hitam. Hasil analisis deskriptif dapat di jelaskan bahwa waktu bunga mekar (blooming) sampai dengan umur panen pada beberapa jenis durian memiliki umur yang berbeda. pada jenis durian musangking memiliki waktu panen yang paling cepat dengan membutuhkan waktu 118,33 hari. Sedangkan waktu panen durian yang lebih lama terjadi pada durian jenis monthong yang berlasung selama 143,00 hari. Perbedaan umur panen tanaman durian tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor lingkungan yang berupa curah hujan, suhu udara dan suhu kelembaban.
Pengaruh Unsur Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis Var. Microcarpa) Vitiara, Mustarini Dessy; Hariyono, Didik
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.01.07

Abstract

Jeruk Siam (Citrus nobilis) ialah salah satu komoditas unggulan nasional. Jeruk siam digemari masyarakat Indonesia karena memiliki rasa manis dan kaya vitamin C. Kabupaten Sambas menjadi sentra utama produksi jeruk siam di Kalimantan Barat atau berkontribusi sekitar 75% dari produksi keseluruhan dengan varietas utamanya yaitu Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis var. Microcarpa). Keberhasilan budidaya jeruk siam sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim suatu tempat. Unsur iklim berperan penting dalam hasil tanaman Jeruk Siam Pontianak, baik kualitas dan kuantitas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan dan pengaruh antara curah hujan, suhu udara, kelembapan udara, dan penyinaran matahari dengan produktivitas Jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Januari-Maret 2021 di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Lokasi wawancara dilakukan pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tebas, Kecamatan Sebawi, dan Kecamatan Sambas. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan petani. Data sekunder berupa data unsur iklim yaitu curah hujan, suhu udara, kelembapan udara dan penyinaran matahari tahun 2004-2020 dari Stasiun Meteorologi Kelas III Paloh Sambas dan data produktivitas tanaman Jeruk Siam Pontianak tahun 2004-2020 dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas.  Metode analisis yang digunakan ialah analisis korelasi dan regresi linier menggunakan software IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa curah hujan, suhu udara, dan penyinaran matahari tidak berpengaruh terhadap produktivitas dan kelembapan udara berpengaruh dominan terhadap produktivitas Jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas.
Sweet Corn Growth and Yield Response through Potassium under Drought Stress Rosa, Angela Griya Adinda; Udayana, Cicik; Hariyono, Didik
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i3.2347

Abstract

Sweet corn is recognized as one of the plants with relatively high economic value and potential for expansion, increasing from 8.31 to 18 million tons. Arranging planting distance and applying potassium when conditions are stressed by drought can be one of the efforts to modify the environment for plant growth.  This study employed a split-plot design repeated three times, consisting of a main plot and three levels of sub-plots. The main plot is J1 = 75 x 20 cm, J2 = 50 x 30 cm, and J3 = 60 x 25 cm. While the sub-plots are K1 = 100 kg.ha-1, K2 = 200 kg.ha-1, dan K3 = 300 kg.ha-1. The results obtained show that the arrangement of closer planting distances between rows 60 x 25 cm with increasing doses of Potassium 200 kg.ha-1 results in an interaction with increased growth and optimal sweet corn yields. The microclimate conditions of sweet corn, including soil moisture, were influenced by spacing and potassium dosage. The relationship between plant distance and potassium dosage to soil moisture is directly proportional or linear. Plant distance of 60 x 25 cm with increasing potassium dose, such as at a potassium dose of 300 kg.ha-1 produces the most moist soil moisture under drought stress conditions.
Anti-Photoaging Effects of Moisturizer and Serum Containing Andrographis paniculata, Syzygium aromaticum, and Pogostemon cablin: A Network Pharmacology, Molecular Docking, and in vivo Study Adianingsih, Oktavia Rahayu; Johan, Christopher Kuncoro; Widarson; Ravsanjani, Eurica Andriani Najwa; Sutiyono, Bershiella Amandari; Qurrotuain, Iffah; Yurina, Valentina; Puspita, Oktavia Eka; Widasmara, Dhelya; Saitama, Akbar; Hariyono, Didik
Science and Technology Indonesia Vol. 11 No. 1 (2026): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2026.11.1.19-34

Abstract

Ultraviolet-B (UVB)-induced photoaging accelerates collagen degradation, disrupts dermal structure, and compromises epidermal integrity. Natural extracts, such as Andrographis paniculata, Syzygium aromaticum, and Pogostemon cablin demonstrated antioxidant and anti-aging properties to mitigate these damages. This study investigated the protective effects of serum and moisturizer containing A. paniculata extract, S. aromaticum oil, and P. cablin oil on UVB-induced photoaging rats, by integrating network pharmacology and in vivo experiment. Compounds and photoaging-associated targets were retrieved through online databases. Enrichment analyses were performed using Metascape. Protein-protein interaction (PPI) construction and herbs-compounds-targets-pathways disease network were performed using STRING and Cytoscape 3.10.0, respectively, followed by molecular docking. An in vivo study was conducted to evaluate epidermal thickness, collagen density, and dermo-epidermal junction (DEJ) structure. Eleven key phytoconstituents and twelve core targets were identified in anti-photoaging molecular mechanisms using network pharmacology. Molecular docking analysis revealed that 7-O-methylwogonin demonstrated favorable binding against ten photoaging-associated targets. KEGG enrichment analysis showed potential inflammation processes inhibition, including photocarcinogenesis, AGE-RAGE signaling pathway, and TNF-α expression. Furthermore, treatment with serum, moisturizer, or combination of both significantly reduced epidermal thickening and enhanced collagen density compared to the UVB-exposed only group. Although no significant difference was observed in DEJ interdigitation index across groups, treated groups exhibited a trend towards better preservation of DEJ structure relative to the UVB group. In summary, serum and moisturizer containing A. paniculata, S. aromaticum, and P. cablin extracts demonstrated potential anti-photoaging effects by reducing epidermal thickness and preserving collagen density in UVB-exposed rats. These findings support these botanical-based formulations potential as effective anti-aging skincare.
Response Initial Vegetative Growth of Local Durian (Durio zibethinus Murr.) with The Addition of Organic Fertilizers Ashari, Sumeru; Hariyono, Didik; Triliestyana, Yunita
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to observe the three cultivars of durian growth responds using organic fertilizer and to know the suitable type of organic fertilizer in the initial phase of vegetative growth on durian. The research was conducted in the Watulor, Waturejo village, district Ngantang, Malang with altitude 669 meters above sea level with rainfall 1588 mm/year. This research was conducted in February until June 2010. Research were using randomized block design with treatment three types of organic fertilizer 10 kg plant-1 on three local durian cultivars. Treatments were consist of: P1K1 (Durian Jingga using goat manure fertilizer), P1K2 (Durian Arab using goat manure fertilizer), P1K3 (Durian Sepanjang Musim using goat manure), P2K1 (Durian Jingga using chicken manure), P2K2 (Durian Arab using chicken manure), P2K3 (Durian Sepanjang Musim using chicken manure), P3K1 (Durian Jingga using green manure), P3K2 (Durian Arab using green manure), and P3K3 (Durian Sepanjang Musim using green manure).There were 9 treatments and each treatment had 3 repetition. The results of this research showed that in the variable number of leaves, usage of chicken manure and green manure on the Durian Arab had the highest response compared to Durian Jingga and Durian Sepanjang Musim. While in the variable leaf area, Durian Jingga and Durian Arab using chicken and green manure fertilizer was having higher leaf area than Durian Sepanjang Musim. Thesoil analysis of using organic fertilizeron durian showed that the N content in soil was increased, P and K nutrient in the soil was decreased, while the average N content in leaf was decreased, P and K nutrient in the leaves was increased.
PENGARUH APLIKASI GYPSUM DAN PUPUK KANDANG SAPI PADA TANAH SALIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) Susianto, Nur Cholid; Hariyono, Didik; Aini, Nurul
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kedelai di Indonesia tahun 2013 diperkirakan 807.57 ribu ton, menurun sebanyak 35.58 ribu ton (4.22 persen) dibandingkan tahun 2012. Penurunan produksi kedelai diperkirakan terjadi karena turunnya luas panen seluas 13.49 ribu hektar dan produktivitas sebesar 0.28 kuintal ha-1 (BPS, 2013). Dalam meningkatkan produksi kedelai dapat memanfaatkan lahan salin dengan cara penggunaan varietas toleran dan bahan amelioran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang tepat antara varietas dan genotip kedelai terhadap dua jenis amelioran (gypsum dan pupuk kandang sapi) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada kondisi tanah salin. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini benih kedelai Wilis, Tanggamus, Genotip IAC100/bur/Malabar 10/KP/21/50 dan genotip Argopuro//IAC100 dan gypsum, pupuk kandang sapi, pupuk NPK (phonska) dan furadan 3G. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Rancangan Split Plot yang terdiri 2 faktor yaitu genotip kedelai dan jenis amelioraan tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni – September 2014 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa adanya interaksi yang nyata antara varietas/genotip dengan macam amelioran terhadap peubah bobot kering biji per tanaman. Dalam masing-masing varietas/genotip terdapat jenis amelioran yang tepat dalam meningkatkan produktivitas tanaman kedelai. Pada varietas Wilis, varietas Tanggamus dan genotip Argopuro//IAC,100 penggunaan gypsum merupakan amelioran yang tepat dibandingkan dengan penggunaan pupuk kandang dan pada genotip IAC, 100/Bur// Malabar penggunaan pupuk kandang dan gypsum belum dapat meningkatkan produktivitas tanaman kedelai.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN INTERVAL PEMBERIAN AIR SAMPAI DENGAN KAPASITAS LAPANG TERHADAP PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Kusumawati, Rissya Dewi; Hariyono, Didik; Aini, Nurul
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala dalam peningkatan produksi cabai di Indonesia adalah rendahnya hasil panen dari luasan areal tanaman. Kondisi ini dapat diatasi dengan menanam cabai dalam polybag yang juga dapat mempermudah pemeliharaannya. Budidaya tanam dalam polybag mempunyai kekurangan, yaitu faktor ketersediaan air dan kepadatan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dengan interval pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai Maret 2014 bertempat dirumah kaca Ds.Tegalgondo, Kec.Karang Ploso-Malang. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari M1(Tanah 100%), M2(Tanah 75% : Sekam Padi 25%), M3(Tanah 75% : Kompos 25%), M4(Tanah 50% : Sekam Padi 25% : Kompos 25%). Faktor kedua adalah interval pemberian air yang terdiri dari A1(3 hari sekali), A2(5 hari sekali) dan A3(7 hari sekali). Pada komposisi media tanam apapun tidak dapat mempengaruhi pemberian air sebaliknya pada pemberian air berapapun tidak dapat mempengaruhi komposisi media tanam sehingga tidak terdapat interaksi. Komposisi media tanam tanah+kompos dapat meningkatkan hasil bobot segar total buah per tanaman sebesar 45,25% dibandingkan dengan perlakuan media tanah. Pemberian air dengan interval 5 hari sekali dapat meningkatkan hasil tanaman cabai sebesar 52,04% dibandingkan dengan perlakuan pemberian air dengan interval 3 hari sekali.
The Effect of Fertilizer and Variety Combinations in Determining Thermal units in Red Chili Plants (Capsicum annuum L.) Jamilah, Hariratun; Hariyono, Didik
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2026.011.1.7

Abstract

Red chili (Capsicum annuum L.) is a vegetable commodity with high economic value. The level of fruit maturity when harvested is a factor that influences the physical and chemical quality of red chilies. The method that can be used to determine the right harvest time is by accumulating thermal units. So efforts are needed to maintain optimal environmental conditions in providing thermal units, namely by using varieties and applying fertilizer. The research aims to determine the thermal unit in red chili plants due to the influence of the combination of fertilizer and variety. The research was carried out from January to May 2024 in Tegalgondo Village, Karangploso District, Malang Regency. The tools used are a hoe, analytical scales, camera, maximum-minimum thermometer, stakes, and writing tools. The materials used are red chili seeds of Imperial 10 and Horison 97 varieties, goat manure, NPK 16:16:16, Urea and silver black plastic mulch. This research used a Randomized Block Design (RBD) with 6 treatment combinations and 4 replications, consisting of P1 (Imperial 10 variety + NPK fertilizer and manure), P2 (Imperial 10 variety + NPK fertilizer), P3 (Imperial 10 variety + manure), P4 (Horizon 97 variety + NPK fertilizer and manure), P5 (Horizon 97 Variety + NPK fertilizer), P6 (Horizon 97 Variety + manure). The research results showed that the lowest thermal unit values ​​were found in the Imperial + manure and NPK treatments in the growth and flowering phases, as well as Imperial and manure in the germination and ripening phases. The Imperial 10 + manure treatment had lower yields than the Horison 97 + manure and NPK treatment.
Response of Microclimate Formation, Growth, and Yield of Cucumber (Cucumis sativus L.) to Mulch Application and Planting Spacing Variation under Dryland Conditions Pasaribu, Angelika; Hariyono, Didik; Fajriani, Sisca
Journal of Agriprecision & Social Impact Vol. 3 No. 1 (2026): March: JAPSI (Journal of Agriprecision & Social Impact)
Publisher : CV. Komunitas Dunia Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62793/japsi.v3i1.95

Abstract

Cucumber (Cucumis sativus L.) is a high-value horticultural commodity, but its production has declined due to drought stress affecting plant physiology and female flower formation. To address this issue, the use of mulch and planting spacing can modify the microclimate and reduce inter-plant competition. This study aimed to evaluate the effects of rice straw mulch and planting spacing on the growth, yield, and environmental conditions of cucumber. A factorial randomized block design was employed with two factors: mulch (no mulch and rice straw mulch) and planting spacing (40 × 60 cm, 50 × 50 cm, and 60 × 40 cm), replicated four times. Observed variables included vegetative growth, number of male and female flower, yield, soil temperature, and soil moisture. The study was conducted from June to August 2025 at the Agrotechnopark, Brawijaya University. The results showed a significant interaction between rice straw mulch and 50 × 50 cm planting spacing on fruit diameter, fruit length, fruit weight per fruit, fruit weight per plant, and plant productivity. This combination also created a more stable soil environment. It is concluded that the application of rice straw mulch with a 50 × 50 cm planting spacing is the optimal combination for enhancing cucumber growth and yield through improved microclimate conditions, however, these research are limited to a single growing season and a single experimental location.
Co-Authors Abdillah, Bayu Stiawan Abdillah, Bayu Stiawan Agung Nugroho Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Hidayatullah Zaini Akbar Hidayutallah Zaini Aldiansyah, Mochammad Kiki Alfannany, Ichsanuddin Noorsy Ambarita, Yohanna Ambarita, Yohanna Amelia, Nia Kharisma Amelia, Nia Kharisma Andayani, Donik Retno Putri Andayani, Donik Retno Putri Anna Satyana Karyawati anugrah cahyaty, rikza alfya Anugrah Cahyaty, Rikza Alfya Arifin Arifin Br Ginting, Jesika Ekarina Budi Waluyo Castrena, Widya Castrena, Widya Chaerunnisa, Chaerunnisa Chaerunnisa, Chaerunnisa Delianata, Syifa Sarwahita Dhelya Widasmara Dianwari, Frieska Mayang Dwi Yamika, Wiwin Sumiya E B Manurung, Desri E B Manurung, Desri Efendi, Yayat Emiliya Putri, Nurul Hilmiah Erdien, Ghifani Erdien Fandyka Yufriza Ali Firdaus, Mohammad Nur Firdaus, Mohammad Nur Garfansa, Marchel Putra Garfansa, Marchel Putra Geovandi, M. Sonydio Hanif Fatur Rohman Heddy, Y.B.Suwasono Heddy, YB. Suwasono Ikhsani, Rahmad Faizal Ikhsani, Rahmad Faizal istiqomah istiqomah Istiqomah, Istiqomah Jamilah, Hariratun Johan, Christopher Kuncoro Junior, David Christian Karima, Naila Karuniawan Puji Wicaksono Kusumawardani, Dinda Anastasia Kusumawati, Rissya Dewi M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Maghfour, Mochammad Dawam Maghfour, Mochammad Dawam Margawati, Dayu Tri Margawati, Dayu Tri Medina, Syifa Medina, Syifa Misnawati Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mudji Santoso Muhammad Riduwan Mushoffan Prasetianto Naila Karima Nawawi, Mochammad Ninuk Herlina Norry Eka Palupi Novatriana, Christina Nunun Barunawati Nur Cholid Susianto Nur Edy Suminarti Nur Edy Suminarti Nur Winda Rachmadhani Nurhasanah, Fadila Nurlaelih, Euis Ellih Nurul Aini Nurul Setyanignsih Oktavia Eka Puspita, Oktavia Eka Oktavia Rahayu Adianingsih Onny C. Pandu Pradana Onny Chrisna Pandu Pradana Palupi, Norry Eka Palupi, Norry Eka Pasaribu, Angelika Pratama, Ahmad Rizky Yuda Pratama, Ahmad Rizky Yuda Prayogo, Yusmani Putri, Fitri Desmarianita Qurrotuain, Iffah Rahmandhias, Deris Trian Rahmani, Novia Thea Rahmani, Novia Thea Rahmanto, Ady Rahmanto, Ady Ramadhan, Alvin Febrian Ramadhan, Alvin Febrian Ravsanjani, Eurica Andriani Najwa Riduwan, Muhammad Rissya Dewi Kusumawati Rochadi, Abigail Kartika Roedy Soelistyono Rohman, Hanif Fatur Rosa, Angela Griya Adinda Saitama, Akbar Saitama, Akbar Saraswaty, Dwi Saraswaty, Dwi Sari, Alusia Destia Sari, Alusia Destia Septiana Septiana Septiana Septiana Setiawan, Rifqi Setyaningsih, Nurul Setyaningsih, Nurul Shinta Shinta Shinta, Shinta Sholikin, Ahmad Riyadlus Sholikin, Ahmad Riyadlus Sija, Patta Simarmata, Hendra Simarmata, Hendra Sisca Fajriani Sumeru Ashari Suniah, Siti Susianto, Nur Cholid Sutiyono, Bershiella Amandari Suwandono, Adi Syafirina, Nanda Madaniya Titin Sumarni Tri Margawati, Dayu Tyas, Nia Trihayuning Tyas, Nia Trihayuning Udayana, Cicik VALENTINA YURINA Vitiara, Mustarini Dessy Wangsitala, Angger Wangsitala, Angger Widarson Widiawati, Rut Ria Widiawati, Rut Ria Wirantika, Resti Wirantika, Resti Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wuryani, Dwi Wuryani, Dwi Y.B.Suwasono Heddy Yayat Efendi YB. Suwasono Heddy Yogi Sugito Yunita Triliestyana Yunita Triliestyana, Yunita YUSMANI PRAYOGO Yusmani Prayogo Zamzami, Ahmad Nabiel Zawawi, Arie Fakhrul Zawawi, Arie Fakhrul