Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SD Nur, Astuti; Zuardi, Zuardi; Yunisrul, Yunisrul
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2014): (Agustus-Desember) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v6i1.2973

Abstract

The purpose of this study is to describe the improvemen of sudent learning outcomes on learning IPS by using model prolem based learning in the classroom IV SD Negeri 09 Talang Babungo on the student class IV who number 22 students. This research uses qualitative and quantitative  approach. The type of research in clssroom action research student learning outcomes cycle 1 83,7 increase to 86,6 in cycle 2. Thus, the prolem based learning model can improve sudent learning outcomes in IPS learning in grade IV SD Negeri 09 Talang Babungo Keywords: ips, Problem Based learning.
Modifikasi Flake Ubiriga sebagai PMT bagi ibu Hamil KEK di Kota Kupang Ayu Mirah Adi, Anak Agung; Loaloka, Meirina S; L.Sin, Juni Gressilda; Nur, Astuti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8526

Abstract

Kehamilan merupakan suatu kondisi yang rentan terhadap segala macam stress dimana peningkatan proses metabolisme dapat memicu terbentuknya oxidatif stress yang akhirnya berpengaruh terhadap kelangsungan proses kehamilan terutama pada ibu dengan masalah gizi kurang. Pemberian makanan tambahan dapat mengurangi masalah gizi kurang pada ibu hamil. Salah satu inovasinya adalah flake. Flake ubiriga merupakan flake dengan tepung komposit (ubi jalar kuning, kacang turi dan kulit buah naga merah) dan untuk memperbaiki rasa dan aroma produk ditambahkan sirsak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan gizi, antioksidan dan daya terima flake ubiriga yang dimodifikasi dengan ekstrak sirsak. Penelitian ini menggunakan RAL dengan perbandingan tepung komposit : ekstrak sirsak, P0 (100 : 0), P1 (95:5) ,P2 (90:10), P3(85:15), P4(80:20) dengan 3 kali pengulangan. Hasil organoleptik dianalisis dengan uji Kruskall Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil : perbandingan tepung komposit dengan ekstrak sirsak yang paling baik dari segi warna, rasa, aroma dan tekstur yakni perbandingan (95:5). Karakteristik kimia yang dihasilkan dari 5 formulasi flake yaitu protein (6,97%-7,56%), lemak (6,74% - 8,22%), karbohidrat (74,87% - 85,23%), serat kasar (13,84% - 15,42%) dan kadar antioksidan (9184,88mg-10404,56mg). Kadar karbohidrat, protein dan lemak Flake telah memenuhi standar SNI 01-4270-1996
EVALUASI SENSORI DAN KUALITAS GIZI TORTILA JAGUNG YANG DIPERKAYA DENGAN TEPUNG BIJI KELOR Nur, Astuti; Sine, Juni Gressilda L.; Nita, Maria Helena Dua
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 20 No 1 (2022): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol20.Iss1.573

Abstract

One of the agricultural product processing industries currently being developed in East Nusa Tenggara is corn. Corn has a relatively high nutritional content, thus it possesses economic value for the community. One of the snack products from corn is tortilla. The tortillas can be modified with other food ingredients that contain good nutrition to increase its nutritional value. Moringa seeds contain carbohydrates, fats and proteins. Hence, moringa seeds can be an alternative food source of a new protein which is able to overcome protein deficiency, particularly in East Nusa Tenggara. The experiment was designed by Completely Randomized Design (CRD) with several formulas for substitution of corn flour with moringa seed flour, which were: P1 (100%: 0%), P2 (95%:5%), P3 (90%:10%), and P4 (85%:15%). An organoleptic test was administered to determine the panelists' preference for tortilla formulas and a proximate test to examine the nutritional value of tortillas. The results of the organoleptic test revealed that corn tortilla substituted with moringa seed flour up to 20% owned a significant effect on the color, aroma, taste and texture of the tortilla with a p-value <0.05. The proximate test results presented that tortillas with moringa seed flour substitution possessed a significant effect on protein, fat, carbohydrate, water, ash and fibre content of tortilla with a p-value <0.05.
Pencegahan Stunting pada Balita Melalui Refreshing Pemantauan Pertumbuhan dan Pelatihan Pembuatan PMT MI Beras Hitam Kelor pada Kader Posyandu Nur, Astuti; Pantaleon, Maria Goreti; Nita, Maria Helena Dua; Costa, Santa Luciana Da; Nenotek, Christina R.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16311

Abstract

ABSTRAK Posyandu merupakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat dalam mendeteksi masalah gizi. Peran kader sangat dibutuhkan dalam pendampingan pemantauan tumbuh kembang balita. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri, menghitung umur dan ploting KMS serta pembuatan PMT mi beras hitam kelor. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang dengan mendatangkan kader posyandu Puskesmas Oesapa sebanyak 30 orang pada bulan April-Mei tahun 2024. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi: 1). Pelatihan pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan lingkar lengan atas), 2). Pelatihan ploting grafik pertumbuhan dan menghitung umur, dan 3). Pelatihan pembuatan PMT Mie Beras Hitam Kelor. Setelah kegiatan pelatihan dilakukan, pengetahuan kader terhadap materi yang diberikan mengalami peningkatan yang ditunjukkan nilai posttest yang menunjukkan pengetahuan kader kategori baik meningkat dari 5 (16,7%) menjadi 20 (66,7%) dan kategori kurang berkurang dari 9 (30%) menjadi 1 (3,3%). Rata-rata pengetahuan kader mengalami peningkatan dari 61 menjadi 82. Refreshing (pelatihan) efektif meningkatkan pengetahuan kader dalam pemantauan pertumbuhan balita dan pembuatan PMT mi beras hitam. Kata Kunci: Pelatihan, Kader, Posyandu, Stunting, Balita  ABSTRACT Posyandu is a basic health service for the community in detecting nutritional problems. The role of cadres is very much needed in assisting in monitoring the growth and development of toddlers. To increase cadres' knowledge and skills in carrying out anthropometric measurements, calculating age and plotting KMS as well as making PMT for Moringa black rice noodles. Community service activities were carried out at the Kupang Ministry of Health Polytechnic Nutrition Study Program by bringing in 30 Oesapa Community Health Center posyandu cadres in April-May 2024. The service activities carried out included: 1). Anthropometric measurement training (body weight, height, head circumference and upper arm circumference), 2). Training in plotting growth charts and calculating age, and 3). Training on making Moringa Black Rice Noodle PMT. After the training activities were carried out, the cadres' knowledge of the material provided increased as shown by the posttest score which showed that the knowledge of the good category cadres increased from 5 (16.7%) to 20 (66.7%) and the poor category decreased from 9 (30 %) to 1 (3.3%). The average knowledge of cadres has increased from 61 to 82. Refreshing (training) is effective in increasing cadres' knowledge in monitoring the growth of toddlers and making PMT black rice noodles.  Keywords: Training, Cadres, Posyandu, Stunting, Toddlers
Pendampingan dan Pemberian Makanan Tambahan Kepada Anak Stunting di Kelurahan Oesapa Selatan Kota Kupang Sembiring, Anita Christina; Costa, Santa Luciana D V da; Nur, Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.13104

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi  yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Dari hasil Survey Status Gizi Indonesia tahun 2021 Propinsi NTT menempati urutan tertinggi kejadian stunting. Salah satu wilayah Puskesmas dengan jumlah kasus stunting tertinggi di kota Kupang adalah Puskesmas Oesapa. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di wilayah kerja Kelurahan Oesapa Selatan pada bulan Mei sampai September 2023. Kegiatan terdiri dari Edukasi dan pelatihan pembuatan makanan yang bergizi untuk anak, penilaian status gizi anak dan pemberian makan siang selama 90 hari kepada anak asuh. Peserta kegiatan ini adalah kader dan orang tua yang memiliki anak stunting. Pelatihan pengolahan makanan serta edukasi tentang gizi seimbang disambut baik oleh peserta. Pemberian makan siang yang bergizi selama 90 hari dapat meningkatkan berat badan anak tapi tidak memperbaiki status gizi anak.  Sebaiknya frekuensi edukasi, keterampilan orang tua dalam pengolahan makanan anak dan pendampingan pemantauan status gizi perlu ditingkatkan untuk mencapai status gizi yang optimal. Kata Kunci: Makanan Tambahan, Stunting, Oesapa  ABSTRACT Stunting is a nutritional problem caused by insufficient nutritional intake for a long time. From the results of the 2021 Indonesian Nutrition Status Survey, NTT Province ranks highest in the incidence of stunting. The Oesapa Community Health Center working area is one of the Community Health Centers with the highest number of stunting cases in the city of Kupang. This community service was carried out in the South Oesapa Village work area from May to September 2023. The activities consisted of education and training in making nutritious food for children, assessing children's nutritional status and providing lunch for 90 days to foster children. Participants in this activity are cadres and parents who have stunted children. Food processing training and education about balanced nutrition were well received by participants. Providing nutritious lunches for 90 days can increase a child's body weight but does not improve the child's nutritional status. It is best to increase the frequency of education and assistance in monitoring nutritional status and improve parents' skills in processing children's food to achieve optimal nutritional status. Keywords: Supplementary Food, Stunting, Oesap
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SD Nur, Astuti; Zuardi, Zuardi; Yunisrul, Yunisrul
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2014): (Agustus-Desember) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v6i1.2973

Abstract

The purpose of this study is to describe the improvemen of sudent learning outcomes on learning IPS by using model prolem based learning in the classroom IV SD Negeri 09 Talang Babungo on the student class IV who number 22 students. This research uses qualitative and quantitative  approach. The type of research in clssroom action research student learning outcomes cycle 1 83,7 increase to 86,6 in cycle 2. Thus, the prolem based learning model can improve sudent learning outcomes in IPS learning in grade IV SD Negeri 09 Talang Babungo Keywords: ips, Problem Based learning.
Ketepatan Standar Porsi Nasi pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Nita, Maria Helena D; Nur, Astuti; Kayumu, Hafsah Aziz K
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v1i2.972

Abstract

Standar porsi yang tidak sesuai terjadi pada masyarakat saat ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah penyakit degeneratif, salah satunya penyakit DM. Penderita DM harus memperhatikan standar porsi dari setiap jenis makanan yang dikonsumsi. Kadar gula darah meningkat dratis setelah mengkonsumsi makanan tertentu karena kecenderungan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gula darah yang tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui ketepatan standar porsi pada penderita DM di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Penelitian ini bersifat deskriptif, penelitian ini dilaksanakan padan bulan Desember 2018 sampai bulan Januari 2019 di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Jenis data adalah data primer dan data sekunder. Cara pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuisioner, lembar cek list dan alat timbang makanan. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa porsi nasi yang disajikan dengan besar porsi yang sudah ditetapkan berdasarkan kebutuhan pasien dapat dikategorikan sudah sesuai (85,7%). Dari hasil penelitian ketepatan standar porsi nasi di Instalasi Gizi RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang dapat disimpulkan bahwa nasi dari hasil penimbangan selama satu hari penimbangan makanan tergolong sudah sesuai yaitu 85,7%.
Pengaruh Subtitusi Tepung Bayam Merah dan Tepung Kacang Merah terhadap Uji Organoleptik dan Kandungan Gizi Cookies Loaloka, Meirina Sulastri; Nur, Astuti; da Costa, Santa L.D.V.; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Zogara, Asweros Umbu
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v2i1.1236

Abstract

Abstrak Status gizi ibu menjadi salah satu faktor yang menentukkan pertumbuhan perkembangan janin termasuk berat dan panjang saat lahir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian makanan tambahan (PMT) yang kaya Fe. PMT dapat disajikan dalam bentuk makanan pokok maupun selingan dengan bahan baku pangan lokal. Produk PMT yang baru adalah pemberian Cookies kaya Fe dengan formulasi penambahan bayam merah dan kacang merah. Cookies menjadi pilihan karena berbahan dasar tepung terigu yang sudah dikenal masyarakat luas, dapat langsung dikonsumsi, kadar airnya rendah sehingga tahan lama, teksturnya digemari karena renyah, dan mudah dibuat, disamping membantu mencukupi kebutuhan energi dan zat besi untuk ibu hamil.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahaui pengaruh subtitusi tepung bayam merah dan tepung kacang merah terhadap uji organoleptik dan kandungan gizi cookies. Jenis penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan P1 (30 % & 5 %), P2 ( 40 % & 10 %), P3 (50 % & 15 %). Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan aroma dan tekstur pada perlakuan P1, P2 dan P3 dimana P Value < 0.05, dan tidak ada perbedaan kualitas untuk rasa dan warna pada perlakuan P1, P2 dan P3 dimana P Value > 0.05. untuk hasil uji kandungan gizi terdapat perbedaan yang nyata dimana dalam perlakuan P1 sampai P3 kandungan protein lebih tinggi pada perlakuan P3 dengan nilai 8.89 kal/100 gr bahan makanan.
Status Gizi dan Kaitannya dengan Body Image dan Aktivitas Fisik pada Remaja Putri Asweros Umbu Zogara; Maria Goreti Pantaleon; Astuti Nur; Meirina Sulastri Loaloka; Nilfar Ruaida; Wahyuni Sammeng
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32414

Abstract

Remaja putri rentan mengalami masalah gizi dibandingkan remaja laki-laki. Pola makan memberikan kontribusi paling besar pada masalah kekurangan gizi remaja putri. Faktor-faktor lainnya, yaitu body image dan aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kota Kupang pada bulan Mei sampai Agustus 2021 dengan sampel berjumlah 397 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Variabel dalam penelitian ini akan diuji menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan body image (p value = 0.000) dan aktivitas fisik (p value = 0.008) berhubungan dengan status gizi remaja putri. Faktor body image dan aktivitas fisik merupakan faktor yang dapat diubah. Remaja putri perlu diberikan pemahaman agar dapat beraktivitas fisik secara teratur dan memandang berat dan bentuk tubuhnya secara positif.
Determinan Sosiodemografi dan Peran Ayah Terhadap Kejadian Stunting di Kabupaten Timur Tengah Selatan: Determinan Sosiodemografi dan Peran Ayah terhadap Kejadian Stunting di Kabupaten Timur Tengah Selatan Sine, Juni Gressilda Louisa; Peni, Jane Austen; Nur, Astuti; Loaloka, Meirina S.; Kewa Niron, Maria F. Vinsensia D. P.; Mirah Adi, Anak Agung Ayu; Exposto, Levi Anatolia S. M.; Rosario Pacheco, Cipriano do
Amerta Nutrition Vol. 10 No. 1SP (2026): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v10i1SP.2026.9-17

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem that has a serious impact. The results of SSGI in 2021 the prevalence of stunting in East Nusa Tenggara was 24.4 percent. The highest stunting in South Central Timor District (TTS) was 48.3 percent. The causes of stunting are multifactorial; in addition to inadequate nutritional intake, sociodemographic factors and the role of fathers can affect parenting and susceptibility to infectious diseases. The determinants of stunting incidence in each region are different, including sociodemographics and parenting patterns. Objectives: This study aims to determine the risk factors for stunting according to sociodemographics and the role of fathers in the South Central Timor district. Methods: This research is a quantitative study with a Cross-Sectional Design. The number of samples used was 280 people with a purposive sampling technique based on the researcher's criteria. The research instrument used questionnaires and anthropometric measurements. The data collected included sociodemographic variables, data on child characteristics, and the role of fathers in preventing stunting. Data obtained from secondary data interviews, observations, and anthropometric measurements to measure the nutritional status of toddlers. Data analysis was carried out in stages; the results of bivariate analysis with a p-value below 0.25 were included in the multivariate analysis modeling of logistic regression tests. This study received ethical approval from the Ethics Committee of the Poltekkes Kemenkes Kupang No LB.02.03/1/0156/2024. Results: The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between a history of infectious diseases, low birth weight <2500 grams, low exclusive breastfeeding, nutritional status of pregnant women with KEK, and the role of fathers with the incidence of stunting in Tobu Village and Noesiu Village. This is indicated by a p-value <0.05, while the results of the multivariate analysis showed that the nutritional status of pregnant women and exclusive breastfeeding had the greatest influence on the incidence of stunting. Conclusion: The biggest risk factors for stunting in this study were maternal nutritional status and low exclusive breastfeeding. Specific variables need to be added in further studies, including complete basic immunization, smoking behavior, and nutritional intake.
Co-Authors AAA Mirah Adi, AAA Mirah AGUSTINA SETIA Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gede Sugianthara Anita Ch Sembiring Anita Ch Sembiring ANITA CHRISTINA SEMBIRING Anita Sembiring ASWEROS UMBU ZOGARA Christina R. Nenotek Costa, Santa Luciana D V da Costa, Santa Luciana Da Costa, Santa Luciana Diaz Vera Da da Costa, Santa L. D. Da Costa, Santa Luciana Demu, Yohanes Don Bosko Exposto, Levi Anatolia S. M. Hafsah Aziz K Kayumu Hasan, Tobianus Hayati, Zahratul Juni Gressilda L Juni Gressilda Louisa Sine Kayumu, Hafsah Aziz K L.Sin, Juni Gressilda Lalu Khairul Abdi Loaloka, Meirina S Loaloka, Meirina S. Louisa Sine, Juni Gressilda Maria F Vinsensia D P Kewa Niron Maria Goreti Pantaleon Maria Goreti Pantaleon Maria Helena D Nita Maria Helena Dua Nita Maria Helena Dua Nita Maria Helena Dua Nita Maria Helena Dua Nita Marni Marni Marselina Yuliana A Lobo Mauludiyah, Zaida Meirina S Loaloka Meirina Sulastri Loaloka Naiaki, Rosina Chasandra Nenotek, Christina R. Nina Primasari, Nina Nita, Maria Helena D Nita, Maria Helena Dua pakae, maria angela Peka, Faustina Menu Peni, Jane Austen Rosario Pacheco, Cipriano do Ruaida, Nilfar sanjiwani, putu amrytha Santa Luciana da Costa Santi Aprilian Lestaluhu Sarita, Sultina Sembiring, Anita Ch Sine, Juni Gresilda L Sine, Juni Gressilda L Sine, Juni Gressilda L. Suhaema Suhaema Tresha Efatasia Indah Keo Utama, Lalu Juntra Wahyuni Sammeng Yohanes Don Bosko Demu Yohanes Don Bosko Demu Yualeni Valensia Yunisrul Yunisrul Yunita, Lina Yustiari Yustiari Zuardi, Zuardi