Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan pada Anak-Anak Komunitas Pemulung di TPU Pondok Kelapa Hananta, Linawati; Tandi, Sherly; Soegiarto, Bertha; Ageng, Leonardo; Amelia, Margareta; Oenang, Nydia; Yudy
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i2.5168

Abstract

Kesehatan perkotaan menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FKIK UAJ). Bekerjasama dengan Persatuan Alumni Kedokteran (Plataran) Atma Jaya dan Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ), kami melayani masyarakat kecil, lemah, miskin, marginal, dan penyandang disabilitas khususnya di wilayah KAJ. Kami bertujuan untuk mewujudkan hak anak atas kesehatan, pendidikan, pengajaran (pendidikan informal), identitas hukum, dan perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi. Kita mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Kita memaksimalkan pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak dan mengoptimalkan perkembangan fisik dan mentalnya. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan pemberian makanan bergizi kepada anak-anak komunitas pemulung di kawasan TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 77 orang, dengan rincian 59 orang (76,63%) anak di bawah 12 tahun dan 18 orang (23,37%) peserta di atas 12 tahun. Hasil pemeriksaan dokter, dari 77 peserta, anak sehat sebanyak 11 orang (14,3%), dan penyakit yang paling banyak diderita adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) sebanyak 14 orang (18,18%) dan nasofaringitis sebanyak 13 orang (16,9%). Kegiatan bakti sosial kolaboratif ini memberikan dampak positif bagi orang tua dan anak untuk lebih sadar akan kesehatan, khususnya mengenai pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak. 
EDUKASI KESEHATAN BIBIR DAN PEMBUATAN LIP BALM DI SMK FARMASI KRISTEN PENABUR JAKARTA Arrang, Sherly Tandi; Dewi, Kardiana Purnama; Prasetyanto, Yohanes Eko Adi; Vivian; Apin, Caitlin Leticia; Anashiah, Faja Safira; Hamidah, Fardhah; Winda , Kezia Carita; Margaretta, Louisa; Calvino, Sheila; Purba, Yohanes Baptista Inizio Dearmaai Prifinans Wie; Kristoforus, Yonathan
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.5944

Abstract

Bibir kering adalah salah satu masalah yang hampir dialami oleh semua orang. Ciri-ciri bibir kering yaitu bibir tampak bersisik, pecah- pecah, dan kering. Ada beberapa faktor yang memengaruhi bibir kering, yaitu kekurangan vitamin, kebiasaan mengelupas bibir, paparan sinar matahari yang berlebihan, kekurangan cairan, dan kondisi cuaca kering maupun dingin. Salah satu cara mengatasi bibir kering adalah menggunakan pelembab bibir atau lip balm. Sejak usia dini, kesehatan bibir perlu dijaga terutama anak usia remaja. Untuk itu dilakukan edukasi mengenai kesehatan bibir dan cara membuat lip balm pada siswa SMK Farmasi Kristen Penabur Jakarta. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan peserta (siswa) dapat memahami pentingnya kesehatan kulit bibir, mampu membuat lip balm sederhana dengan komposisi bahan yang aman, dan agar peserta bisa lebih pintar dalam memilih sediaan lip balm yang sesuai dengan kondisi kulit. Kegiatan edukasi berupa pemaparan materi tentang kesehatan bibir dibawakan oleh seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, dan kemudian dilanjutkan dengan workshop pembuatan sediaan lip balm. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan pre-test dan post-test. Jumlah peserta yang hadir adalah 47 orang dan mayoritas adalah perempuan sebanyak 29 siswi (61,70%). Hasil pre-test, 31,91% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, dan hasil post-test terjadi peningkatan tingkat pengetahuan baik yaitu 89,36%.
Terapkan Perilaku “CERDIK” untuk Hidup Sehat & Bebas dari Penyakit Kardiovaskular Arrang, Sherly Tandi; Jerrycho, Jerrycho; Then, Julia; Suhanto, Jessica; Nidya, Joyce; Benneditha, Lasmaria; Sianipar, Erlia Anggrainy
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v5i2.3073

Abstract

Cardiovascular disease is the main cause of death throughout the world. Prevention of cardiovascular disease can reduce mortality rate. Some of the main risk factors for cardiovascular disease in office employees are smoking habits, lack of physical activity, unbalanced diet, obesity, high blood pressure, diabetes, stress and lack of sleep. Considering the importance of changing people's behavior to be more aware of risk factors that lead to cardiovascular disease, education and health checks are carried out targeting office employees. Health promotion programs can reduce the risk of disease in company employees. Educational activities “CERDIK” and blood pressure and cholesterol checks were carried out at one of the accounting offices in North Jakarta. The number of participants who took part in this activity was 87 people. Participants with a good level of knowledge before education were 71.9% and after education 96.9%. The majority of participants had abnormal cholesterol levels (36.8%) and blood pressure in the pre-hypertension (40.2%) and grade 1 hypertension (36.8%) categories. Respondents need to have regular medical check-up because most of them have risk factors for cardiovascular disease, and implement "CERDIK" behavior. Examination of LDL, HDL, glucose levels, measurements body weight and body height, should also be carried out to calculated the risk level of cardiovascular disease. The Company plans to carry out routine medical check-up for employees.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Faktor Lainnya dengan Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi di RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta Arrang, Sherly Tandi; Veronica, Natalia; Notario, Dion
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 13, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.84908

Abstract

Hypertension is a "silent killer". It is still one of the bigest challenges in Indonesia, where many cases are still found in primary health facilities. Hypertensive patients who require long-term therapy and adherence are very important factors to support the success of therapy. Based on the data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2018), 32.3% of hypertensive patients did not take medication regularly. Many factors influence medication adherence, such as level of knowledge, age, gender, working status, and length of illness. This study aimed to determine the effect of the level of knowledge and other factors on the level of medication adherence of hypertensive patients at the Dr. Mintohardjo Naval Hospital (RSAL). This research is a observasional study with a cross-sectional method and uses a questionnaire for data collection. Adherence level questionnaire uses MMAS-8. Analysis of the relationship between factors that influence the level of adherence uses logistic regression. The inclusion criteria of this study included hypertention outpatient aged ≤ 65 years old and are currently receiving antihypertensive therapy. The results of this study showed that out of 284 respondents, 92% of respondents had good knowledge regarding hypertension, while the level of adherence to taking medication was low at 47%. Factors that influence the level of patient adherence to taking medication in this study are gender (p-value = <0.001), education (p-value = <0.001), duration of hypertension (p-value = 0.033), and working status (p-value = <0.001). In contrast, the level of knowledge (p-value = 0.979) and age (p = 0.87) did not significantly influence the level of medication adherence. The Odds Ratio (OR) for working status was 5.73, OR for final education was 2.97, OR for the duration of hypertension was 2.24, and OR for gender was 0.34.
Edukasi Pengelolaan dan Penggunaan Obat yang Tepat pada Komunitas Rumah Singgah Sahabat Jakarta Arrang, Sherly Tandi; Hananta, Linawati; Endrardewi, Naomi Arumratri; Lee, Jocelyn Viony; Nathalie, Evadia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.606

Abstract

Tingginya prevalensi swamedikasi di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta pada tahun 2024 (76,02%), menunjukkan perlunya peningkatan literasi masyarakat terkait penggunaan obat yang rasional. Salah satu upaya strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat adalah melalui program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang), yang diinisiasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia. Kegiatan edukasi dilakukan di Rumah Singgah Sahabat Jakarta, dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan keluarga pasien anak yang tinggal sementara di Rumah Singgah Sahabat Jakarta terkait pengelolaan obat sebelum dan sesudah diberikan edukasi DAGUSIBU. Edukasi dilakukan pada tanggal 5 April 2025 kepada 10 responden berusia 19–48 tahun menggunakan metode ceramah dan media powerpoint. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir soal, dengan skor maksimum 100. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 89% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan 11% kategori sedang.  Proporsi ini tidak mengalami perubahan setelah edukasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman sebelumnya dalam mendampingi pasien anak selama pengobatan jangka panjang di rumah sakit telah memberikan pemahaman memadai mengenai pengelolaan obat. Meskipun tidak ada peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan, responden menyambut baik kegiatan ini dan berharap adanya edukasi lanjutan dengan tema kesehatan lainnya.
Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi melalui Edukasi pada Mahasiswa Farmasi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta Sherly Tandi Arrang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3693

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang cukup besar. Pemerintah mengupayakan pengendalian jumlah penduduk melalui program keluarga berencana (KB). Salah satu bentuk pelaksanaan program KB adalah penggunaan kontrasepsi. Beberapa tahun terakhir angka penggunaan kontrasepsi dalam kondisi stagnan. Konseling terkait permasalahan kesehatan reproduksi menjadi prioritas utama, terutama dikalangan remaja. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kesehatan dan juga remaja, memiliki peran penting dalam memberikan informasi, edukasi dan konseling terkait kontrasepsi. Edukasi dilakukan kepada mahasiswa farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (224 orang) terkait kesehatan reproduksi dan kontrasepsi, dengan metode ceramah/seminar. Tingkat pengetahuan mahasiswa diukur menggunakan kuisioner berisi 10 soal pilihan berganda. Perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi diuji menggunakan t-test dengan bantu Microsoft excel. Ada peningkatan pengetahuan setelah edukasi yaitu sebesar 16,9% pada kelompok pengetahuan baik. Mahasiswa dengan pengetahuan baik sebelum edukasi sebesar 80,8%, dan meningkat menjadi 97,7% setelah edukasi. Nilai rata-rata peserta sebelum edukasi (pretest) adalah 86,56, dan sesudah edukasi (posttest) adalah 96,23. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan siginifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p < 0,05). Edukasi terkait kontrasepsi dan kesehatan reproduksi perlu digalakkan secara berkesinambungan pada kaum remaja untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya sex bebas dan membantu pengendalian angka penduduk serta menurunkan tingkat kematian ibu melahirkan.