Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Obat yang Rasional: Implementasi DAGUSIBU Yulius Evan Christian; Sherly Tandi Arrang
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2025): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i3.2797

Abstract

Abstract.Improper medication management can lead to health risks, such as overdoses, side effects, and environmental pollution. The educational program on obtaining, storing, and disposing of medication aims to enhance public understanding of safe, effective, and responsible practices. This program is crucial as many people lack knowledge about legally obtaining medications, using them correctly, storing them to maintain quality, and disposing of them safely. The activity involved 44 participants, predominantly women over 45 years, with most having low educational backgrounds. Methods included lectures, practical simulations, group discussions, and evaluations through pretest and posttest. The results demonstrated a significant improvement in participants' knowledge. Before the program, only 15.91 percent of participants were in the good category, increasing to 38.64 percent after the program. Those with sufficient knowledge also increased, while the poor category decreased from 27.27 percent to 18.18 percent. In conclusion, the program significantly enhanced participants' knowledge, showing that lecture and practical simulation methods significantly improved public health literacy
Correlation between Hemoglobin Concentration and Oxygen Saturation Post-Exercise with Cardiorespiratory Fitness: Early Indicators for Cardiovascular Health in Young Adults Elizabeth, Elizabeth; Haryono, Ignatio Rika; Prastowo, Nawanto Agung; Santosa, Mariani; Arrang, Sherly Tandi
Althea Medical Journal Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v12n3.4233

Abstract

Background: Cardiorespiratory fitness (CRF) is an important indicator of cardiorespiratory health and a strong predictor of mortality. Several factors affect CRF, including arterial oxygen content (CaO2), which is influenced by hemoglobin (Hb) concentration and oxygen saturation. However, the correlation between CRF and Hb remains inconclusive. This study aimed to explore the correlation between Hb concentration and oxygen saturation post-exercise with CRF, especially in young adults.Methods: A cross-sectional study was conducted in October 2024, involving 68 medical students from a university in Jakarta, Indonesia. Consecutive stratified sampling was applied based on gender. The Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and the Physical Activity Readiness Questionnaire (PAR-Q+) were used as screening tools. Hb concentration and oxygens saturation were measured using a digital hemoglobinometer and pulse oximetry, while CRF was evaluated using a 20-meter multistage test. Additional measurements included body mass index (BMI), blood pressure, and heart rate. Data were analyzed with correlation and multiple linear regression tests.Results: The most participants were female (57.4%). Normal Hb concentration was found in 80.9% with mean Hb levels of 14.15±1.54 g/dL in males and 12.9±1.37 g/dL in females. CRF correlated positively with Hb concentration (p=0.005; r=1.13), and negatively with oxygen saturation post-exercise (p=0.005; r=-0.4). These correlations were significant in males and not in females.  Conclusion: Hb concentration and oxygen saturation post-exercise significantly correlate with CRF in males, whereas BMI and physical activity play stronger roles in females. Maintaining optimal Hb levels, preventing anemia, and promoting active lifestyles are essential strategies to support CRF, cardiovascular health, and long-term wellness.
PENGECEKAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU, TEKANAN DARAH, DAN GOLONGAN DARAH PADA MASYARAKAT DESA CIBOGO CISAUK TANGERANG Sianipar, Erlia Anggrainy; Arrang, Sherly Tandi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i1.3913

Abstract

Kesadaran masyarakat dalam melakukan cek kesehatan secara berkala masih kurang. Perubahan gaya hidup yang cenderung tidak sehat menjadi faktor memicu timbulnya berbagai penyakit. Saat ini, jumlah penderita penyakit hipertensi dan diabetes melitus masih cukup tinggi sehingga perlu dilakukan usaha pencegahan dan deteksi sedini mungkin. Pemeriksaan kesehatan seperti kadar glukosa darah sewaktu dan tekanan darah secara berkala perlu dilakukan. Selain itu, pemeriksaan golongan darah dan faktor rhesus juga penting dilakukan agar masyarakat mengetahui jenis golongan darahnya sehingga dapat digunakan sebagai alat informasi untuk menunjang kesehatannya di kemudian hari. Kegiatan ini diselenggarakan di desa Cibogo Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang. Pemeriksaan kesehatan diikuti oleh 99 peserta yang merupakan warga desa Cibogo Kecamatan Cisauk dengan rentang usia 17 sampai dengan 84 tahun. Hasil menunjukkan bahwa persentase peserta yang bergolongan darah A, B, AB, dan O secara berturut-turut adalah 28,3%, 20,2%, 12,12%, dan 38,4%. Semua peserta memiliki rhesus positif (Rh+). Kemudian, berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah, terdapat 6 peserta (6,06%) dengan kadar glukosa darah tinggi yaitu lebih dari 200 mg/dL. Sedangkan pada pemeriksaan tekanan darah, ditemukan 31 orang peserta (31,3%) dengan tekanan darah tinggi yaitu lebih dari >120/80 mmHg.
EDUKASI KESEHATAN BIBIR DAN PEMBUATAN LIP BALM DI SMK FARMASI KRISTEN PENABUR JAKARTA Arrang, Sherly Tandi; Dewi, Kardiana Purnama; Prasetyanto, Yohanes Eko Adi; Vivian; Apin, Caitlin Leticia; Anashiah, Faja Safira; Hamidah, Fardhah; Winda , Kezia Carita; Margaretta, Louisa; Calvino, Sheila; Purba, Yohanes Baptista Inizio Dearmaai Prifinans Wie; Kristoforus, Yonathan
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.5944

Abstract

Bibir kering adalah salah satu masalah yang hampir dialami oleh semua orang. Ciri-ciri bibir kering yaitu bibir tampak bersisik, pecah- pecah, dan kering. Ada beberapa faktor yang memengaruhi bibir kering, yaitu kekurangan vitamin, kebiasaan mengelupas bibir, paparan sinar matahari yang berlebihan, kekurangan cairan, dan kondisi cuaca kering maupun dingin. Salah satu cara mengatasi bibir kering adalah menggunakan pelembab bibir atau lip balm. Sejak usia dini, kesehatan bibir perlu dijaga terutama anak usia remaja. Untuk itu dilakukan edukasi mengenai kesehatan bibir dan cara membuat lip balm pada siswa SMK Farmasi Kristen Penabur Jakarta. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan peserta (siswa) dapat memahami pentingnya kesehatan kulit bibir, mampu membuat lip balm sederhana dengan komposisi bahan yang aman, dan agar peserta bisa lebih pintar dalam memilih sediaan lip balm yang sesuai dengan kondisi kulit. Kegiatan edukasi berupa pemaparan materi tentang kesehatan bibir dibawakan oleh seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, dan kemudian dilanjutkan dengan workshop pembuatan sediaan lip balm. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan pre-test dan post-test. Jumlah peserta yang hadir adalah 47 orang dan mayoritas adalah perempuan sebanyak 29 siswi (61,70%). Hasil pre-test, 31,91% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, dan hasil post-test terjadi peningkatan tingkat pengetahuan baik yaitu 89,36%.
PENGECEKAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU, TEKANAN DARAH, DAN GOLONGAN DARAH PADA MASYARAKAT DESA CIBOGO CISAUK TANGERANG Sianipar, Erlia Anggrainy; Arrang, Sherly Tandi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i1.3913

Abstract

Kesadaran masyarakat dalam melakukan cek kesehatan secara berkala masih kurang. Perubahan gaya hidup yang cenderung tidak sehat menjadi faktor memicu timbulnya berbagai penyakit. Saat ini, jumlah penderita penyakit hipertensi dan diabetes melitus masih cukup tinggi sehingga perlu dilakukan usaha pencegahan dan deteksi sedini mungkin. Pemeriksaan kesehatan seperti kadar glukosa darah sewaktu dan tekanan darah secara berkala perlu dilakukan. Selain itu, pemeriksaan golongan darah dan faktor rhesus juga penting dilakukan agar masyarakat mengetahui jenis golongan darahnya sehingga dapat digunakan sebagai alat informasi untuk menunjang kesehatannya di kemudian hari. Kegiatan ini diselenggarakan di desa Cibogo Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang. Pemeriksaan kesehatan diikuti oleh 99 peserta yang merupakan warga desa Cibogo Kecamatan Cisauk dengan rentang usia 17 sampai dengan 84 tahun. Hasil menunjukkan bahwa persentase peserta yang bergolongan darah A, B, AB, dan O secara berturut-turut adalah 28,3%, 20,2%, 12,12%, dan 38,4%. Semua peserta memiliki rhesus positif (Rh+). Kemudian, berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah, terdapat 6 peserta (6,06%) dengan kadar glukosa darah tinggi yaitu lebih dari 200 mg/dL. Sedangkan pada pemeriksaan tekanan darah, ditemukan 31 orang peserta (31,3%) dengan tekanan darah tinggi yaitu lebih dari >120/80 mmHg.
EDUKASI KESEHATAN BIBIR DAN PEMBUATAN LIP BALM DI SMK FARMASI KRISTEN PENABUR JAKARTA Arrang, Sherly Tandi; Dewi, Kardiana Purnama; Prasetyanto, Yohanes Eko Adi; Vivian; Apin, Caitlin Leticia; Anashiah, Faja Safira; Hamidah, Fardhah; Winda , Kezia Carita; Margaretta, Louisa; Calvino, Sheila; Purba, Yohanes Baptista Inizio Dearmaai Prifinans Wie; Kristoforus, Yonathan
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.5944

Abstract

Bibir kering adalah salah satu masalah yang hampir dialami oleh semua orang. Ciri-ciri bibir kering yaitu bibir tampak bersisik, pecah- pecah, dan kering. Ada beberapa faktor yang memengaruhi bibir kering, yaitu kekurangan vitamin, kebiasaan mengelupas bibir, paparan sinar matahari yang berlebihan, kekurangan cairan, dan kondisi cuaca kering maupun dingin. Salah satu cara mengatasi bibir kering adalah menggunakan pelembab bibir atau lip balm. Sejak usia dini, kesehatan bibir perlu dijaga terutama anak usia remaja. Untuk itu dilakukan edukasi mengenai kesehatan bibir dan cara membuat lip balm pada siswa SMK Farmasi Kristen Penabur Jakarta. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan peserta (siswa) dapat memahami pentingnya kesehatan kulit bibir, mampu membuat lip balm sederhana dengan komposisi bahan yang aman, dan agar peserta bisa lebih pintar dalam memilih sediaan lip balm yang sesuai dengan kondisi kulit. Kegiatan edukasi berupa pemaparan materi tentang kesehatan bibir dibawakan oleh seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, dan kemudian dilanjutkan dengan workshop pembuatan sediaan lip balm. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan pre-test dan post-test. Jumlah peserta yang hadir adalah 47 orang dan mayoritas adalah perempuan sebanyak 29 siswi (61,70%). Hasil pre-test, 31,91% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, dan hasil post-test terjadi peningkatan tingkat pengetahuan baik yaitu 89,36%.
Terapkan Perilaku “CERDIK” untuk Hidup Sehat & Bebas dari Penyakit Kardiovaskular Arrang, Sherly Tandi; Jerrycho, Jerrycho; Then, Julia; Suhanto, Jessica; Nidya, Joyce; Benneditha, Lasmaria; Sianipar, Erlia Anggrainy
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v5i2.3073

Abstract

Cardiovascular disease is the main cause of death throughout the world. Prevention of cardiovascular disease can reduce mortality rate. Some of the main risk factors for cardiovascular disease in office employees are smoking habits, lack of physical activity, unbalanced diet, obesity, high blood pressure, diabetes, stress and lack of sleep. Considering the importance of changing people's behavior to be more aware of risk factors that lead to cardiovascular disease, education and health checks are carried out targeting office employees. Health promotion programs can reduce the risk of disease in company employees. Educational activities “CERDIK” and blood pressure and cholesterol checks were carried out at one of the accounting offices in North Jakarta. The number of participants who took part in this activity was 87 people. Participants with a good level of knowledge before education were 71.9% and after education 96.9%. The majority of participants had abnormal cholesterol levels (36.8%) and blood pressure in the pre-hypertension (40.2%) and grade 1 hypertension (36.8%) categories. Respondents need to have regular medical check-up because most of them have risk factors for cardiovascular disease, and implement "CERDIK" behavior. Examination of LDL, HDL, glucose levels, measurements body weight and body height, should also be carried out to calculated the risk level of cardiovascular disease. The Company plans to carry out routine medical check-up for employees.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Faktor Lainnya dengan Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi di RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta Arrang, Sherly Tandi; Veronica, Natalia; Notario, Dion
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 13, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.84908

Abstract

Hypertension is a "silent killer". It is still one of the bigest challenges in Indonesia, where many cases are still found in primary health facilities. Hypertensive patients who require long-term therapy and adherence are very important factors to support the success of therapy. Based on the data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2018), 32.3% of hypertensive patients did not take medication regularly. Many factors influence medication adherence, such as level of knowledge, age, gender, working status, and length of illness. This study aimed to determine the effect of the level of knowledge and other factors on the level of medication adherence of hypertensive patients at the Dr. Mintohardjo Naval Hospital (RSAL). This research is a observasional study with a cross-sectional method and uses a questionnaire for data collection. Adherence level questionnaire uses MMAS-8. Analysis of the relationship between factors that influence the level of adherence uses logistic regression. The inclusion criteria of this study included hypertention outpatient aged ≤ 65 years old and are currently receiving antihypertensive therapy. The results of this study showed that out of 284 respondents, 92% of respondents had good knowledge regarding hypertension, while the level of adherence to taking medication was low at 47%. Factors that influence the level of patient adherence to taking medication in this study are gender (p-value = <0.001), education (p-value = <0.001), duration of hypertension (p-value = 0.033), and working status (p-value = <0.001). In contrast, the level of knowledge (p-value = 0.979) and age (p = 0.87) did not significantly influence the level of medication adherence. The Odds Ratio (OR) for working status was 5.73, OR for final education was 2.97, OR for the duration of hypertension was 2.24, and OR for gender was 0.34.
Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi melalui Edukasi pada Mahasiswa Farmasi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta Arrang, Sherly Tandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3693

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang cukup besar. Pemerintah mengupayakan pengendalian jumlah penduduk melalui program keluarga berencana (KB). Salah satu bentuk pelaksanaan program KB adalah penggunaan kontrasepsi. Beberapa tahun terakhir angka penggunaan kontrasepsi dalam kondisi stagnan. Konseling terkait permasalahan kesehatan reproduksi menjadi prioritas utama, terutama dikalangan remaja. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kesehatan dan juga remaja, memiliki peran penting dalam memberikan informasi, edukasi dan konseling terkait kontrasepsi. Edukasi dilakukan kepada mahasiswa farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (224 orang) terkait kesehatan reproduksi dan kontrasepsi, dengan metode ceramah/seminar. Tingkat pengetahuan mahasiswa diukur menggunakan kuisioner berisi 10 soal pilihan berganda. Perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi diuji menggunakan t-test dengan bantu Microsoft excel. Ada peningkatan pengetahuan setelah edukasi yaitu sebesar 16,9% pada kelompok pengetahuan baik. Mahasiswa dengan pengetahuan baik sebelum edukasi sebesar 80,8%, dan meningkat menjadi 97,7% setelah edukasi. Nilai rata-rata peserta sebelum edukasi (pretest) adalah 86,56, dan sesudah edukasi (posttest) adalah 96,23. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan siginifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p < 0,05). Edukasi terkait kontrasepsi dan kesehatan reproduksi perlu digalakkan secara berkesinambungan pada kaum remaja untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya sex bebas dan membantu pengendalian angka penduduk serta menurunkan tingkat kematian ibu melahirkan.
Edukasi Pengelolaan dan Penggunaan Obat yang Tepat pada Komunitas Rumah Singgah Sahabat Jakarta Arrang, Sherly Tandi; Hananta, Linawati; Endrardewi, Naomi Arumratri; Lee, Jocelyn Viony; Nathalie, Evadia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.606

Abstract

Tingginya prevalensi swamedikasi di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta pada tahun 2024 (76,02%), menunjukkan perlunya peningkatan literasi masyarakat terkait penggunaan obat yang rasional. Salah satu upaya strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat adalah melalui program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang), yang diinisiasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia. Kegiatan edukasi dilakukan di Rumah Singgah Sahabat Jakarta, dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan keluarga pasien anak yang tinggal sementara di Rumah Singgah Sahabat Jakarta terkait pengelolaan obat sebelum dan sesudah diberikan edukasi DAGUSIBU. Edukasi dilakukan pada tanggal 5 April 2025 kepada 10 responden berusia 19–48 tahun menggunakan metode ceramah dan media powerpoint. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir soal, dengan skor maksimum 100. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 89% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan 11% kategori sedang.  Proporsi ini tidak mengalami perubahan setelah edukasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman sebelumnya dalam mendampingi pasien anak selama pengobatan jangka panjang di rumah sakit telah memberikan pemahaman memadai mengenai pengelolaan obat. Meskipun tidak ada peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan, responden menyambut baik kegiatan ini dan berharap adanya edukasi lanjutan dengan tema kesehatan lainnya.