Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Campuran Tepung Ubi Jalar Orange dan Tepung Kacang Merah terhadap Mutu Kimia dan Sensori Brownies Kukus Wulandari Putri, Risni; Kusumaningrum, Intan; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 1 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i1.11279

Abstract

Ubi jalar orange dikenal kaya akan karbohidrat dan betakaroten, tetapi rendah kandungan proteinnya. Kacang merah mengandung karbohidrat rendah tetapi tinggi protein. Penggabungan kedua jenis tepung diharapkan dapat menghasilkan brownies kukus dengan kandungan protein tinggi dan memiliki nilai fungsional. Penelitian dimaksudkan untuk menganalisis komposisi kimia dan sifat sensori brownies kukus yang dibuat dari tepung ubi dan kacang merah. Brownies kukus dibuat dengan 4 taraf perbandingan kedua tepung, yaitu (100:0), (75:25), (50:50) dan (25:75). Analisis brownies meliputi mutu kimia, mutu sensori dan kesukaan. Penggunaan tepung kacang merah menyebabkan komponen di dalam brownies yaitu air dan karbohidrat menurun, tetapi protein, abu, dan lemak meningkat. Pada persentase tepung kacang merah meningkat, brownies kukus memiliki intensitas rasa dan aroma ubi jalar semakin menurun, sebaliknya rasa dan aroma kacang merah semakin meningkat, warna orange semakin pucat dan tekstur semakin kurang lembut. Penggunaan tepung kacang merah cenderung menurunkan nilai semua atribut sensori brownies walaupun signifikan hanya pada nilai kesukaan warna. Penggunaan campuran ubi jalar orange sebanyak 75% dan kacang merah sebanyak 25% dalam bentuk tepung menghasilkan brownies kukus terbaik dengan komposisi kimia kadar air 33,48%, protein 6,11%, abu 1,39%, lemak 13,89%, karbohidrat 45,12%, dan nilai inhibisi aktifitas antioksidan pada konsentrasi sample 100 ppm adalah 52,08%, memiliki kualitas sensori: rasa dan aroma perpaduan antara ubi jalar orange dan kacang merah, berwarna agak orange cerah, tekstur padat lembut, serta nilai kesukaan untuk semua atribut sensori disukai.
Penggunaan Ekstrak Wedang Uwuh Pada Inovasi Yoghurt Fungsional Anjani, Tiara; Hutami, Rosy; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 3 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i3.12488

Abstract

Wedang uwuh dari Jawa Tengah diketahui mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi digunakan untuk pembuatan yoghurt fungsional.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ekstrak wedang uwuh terhadap mutu fisik, kimia, mikrobiologi, dan sensori yoghurt.  Yogurt disiapkan dengan tiga taraf perlakuan penambahan ekstrak wedang uwuh, yaitu 3%, 4%, 5%, dan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali.  Sampel yogurt dianalisis sifat fisik (pH dan viskositas), kimia (kadar total asam laktat, abu, lemak, protein, aktivitas antioksidan) dan mikrobiologi (total bakteri asam laktat atau BAL).  Yogurt terpilih berdasarkan SNI Yogurt 2891:2009 dianalisis sifat mutu sensori dan hedonik.  Penambahan ekstrak wedang uwuh pada yogurt menyebabkan viskositas, kadar lemak, kadar protein, aktivitas antioksidan dan total BAL menurun, sebaliknya pH, total asam laktat, dan kadar abu meningkat. Yogurt dengan penambahan ekstrak wedang uwuh 3% merupakan yogurt terpilih dan memiliki karakteristik pH 3,33, viskositas 7,49 cP, total asam laktat 0,75%, kadar abu 0,74%, kadar lemak 2,04%, kadar protein 4,11%, aktivitas antioksidan 15,7%, total BAL 1,9x105 CFU/mL, dengan mutu sensori berwarna putih susu, beraroma khas yoghurt, tidak tercium aroma rempah, berasa asam dan sedikit sepat, kental, serta nilai hedonik suka.
Karakteristik Fisikokimia Kombucha Berbahan Baku Cascara (Kulit Kopi) dan Kulit Buah Naga Azizah, Karisa; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Muhammad Rifqi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13337

Abstract

Kombucha adalah teh yang difermentasi oleh bakteri dan khamir sehingga menghasilkan berbagai macam manfaat yang menjadikannya minuman fungsional. Pembuatan minuman fungsional kombucha dengan memanfaatkan limbah kulit kopi (cascara) dilakukan dengan penambahan limbah kulit buah naga. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh penambahan kulit buah naga dalam perbandingan tertentu pada pembuatan kombucha cascara. Penelitian ini menggunakan model Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan lima konsentrasi perlakuan penambahan kulit buah naga yaitu 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Semua perlakuan diuji secara fisikokimia pada parameter total padatan terlarut, nilai pH, total asam tertitrasi, kadar alkohol, aktivitas antioksidan, dan kadar glikosida steviol, lalu uji mikrobiologi yaitu cemaran bakteri E. coli dan Salmonella serta uji sensori hedonik. Perlakuan terbaik dipilih berdasarkan hasil karakteristik fisikokimia serta mikrobiologi yang memenuhi spesifikasi Draft Uganda Standard 2022 serta yang paling disukai oleh panelis. Berdasarkan hasil penelitian, kombucha cascara dengan penambahan 2% kulit buah naga adalah perlakuan terbaik.
Karakteristik Sensori dan Kimia Bolu Karamel Berdasarkan Perbandingan Tepung Mocaf (Modified cassava flour) dan Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) Wangi, Intan Indah Ayu; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Kurnian, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 6 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i6.13375

Abstract

Bolu karamel merupakan salah satu kue basah yang banyak diminati dikalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbandingan tepung mocaf (Modified cassava flour) dengan tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus)terhadap karakteristik sensori dan kimia bolu karamel. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu RAL (Rancangan Acak Lengkap) satu faktor dengan perbandingan tepung mocaf dan tepung biji nangka pada taraf perlakuan yaitu 90%:10%, 70%:30%, 50%:50%. Analisis data yang diguanakan yaitu ANOVA dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Analisis meliputi analisis uji kimia kadar air, kadar abu, kadar lemak. Selanjutnya hasil penentuan produk terpilih dengan metode indeks efektivitas De Garmo et al., 1984, kemudian dianalisis kadar protein, dan di hitung kadar karohidrat, dan nilai kalorinya by different. Hasil penelitian didapatkan perlakuan 50% tepung mocaf 50% tepung biji nangka memliki kadar air 28%, kadar abu 0,40%, kadar lemak 16,26%, kadar protein 9,47%, kadar karbohidrat 45,87%, dan total kalori sebesar 367,16 kkal dengan mutu aroma tidak tercium bau langu, warna coklat, tekstur mengembang dan berongga banyak, juga memiliki rasa manis.
Stik Mocaf dan Tepung Kacang Merah dengan Penambahan Ekstrak Daun Pandan Refliana, Rana; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i7.14068

Abstract

Camilan stik umumnya berbahan dasar terigu. Bahan baku terigu adalah biji gandum yang merupakan komoditas impor.  Untuk mengurangi impor biji gandum maka bahan pangan lokal yaitu singkong dapat digunakan untuk substitusi terigu. Dengan menggunakan teknologi fermentasi, singkong dapat diolah menjadi mocaf (modified cassava flour) yang memiliki sifat mendekati terigu. Mocaf memiliki kandungan protein rendah.  Untuk meningkatkan kandungan protein maka diperkaya dengan tepung berprotein tinggi dari kacang merah.  Riset ini melakukan inovasi pembuatan camilan stik dari campuran mocaf dan tepung kacang merah serta penambahan ekstrak daun pandan sebagai penambah aroma, pewarna alami dan memberikan nilai tambah yaitu antioksidan.  Stik dibuat dalam 5 perbandingan mocaf dan tepung kacang merah, yaitu (100:0)%, (90:10)%, (80:20)%, (70:30)%, dan (60:40)%. Replikasi dilakukan dua kali ulangan.  Analisis stik meliputi pengujian kimia dan pengujian organoleptik (hedonik).  Perbandingan mocaf dan tepung kacang merah mempengaruhi mutu kimia (kadar air, protein, lemak) dan hedonik warna dan keseluruhan tetapi tidak mempengaruhi hedonik aroma, rasa, dan tekstur.  Semakin meningkat persentase penggunaan tepung kacang merah, semakin meningkat pula kadar air, kadar protein, dan hedonik keseluruhan, tetapi semakin menurun kadar lemak dan hedonik warna stik.   Stik terpilih adalah stik yang dibuat dengan campuran mocaf 60% dan tepung kacang merah 40%.  Stik terpilih memilikimkadar air 3,76%, kadar protein 11,54%, kadar lemak 27,12%, nilai kesukaan secara keseluruhan 7,88, dan aktivitas antioksidan 261 ppm.
Mutu Fisikokimia dan Sensori Kerupuk Berbahan Baku Tapioka dan Buah Campolay Puspitasari, Oktaviani Yosri; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Hapsari, Distya Riski
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i7.14069

Abstract

Kerupuk buah merupakan varian baru kerupuk dengan bahan baku buah. Salah satu jenis buah yang berpotensi diolah menjadi kerupuk adalah buah campolay.  Buah campolay memiliki kandungan karotenoid yang tinggi yang menghasilkan warna kuning hingga orange ketika matang.  Buah campolay kurang disukai masyarakat karena meninggalkan bekas kuning pada gigi ketika dimakan.  Pada penelitian ini buah campolai dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan kerupuk dengan harapan dapat menghasilkan kerupuk berwarna menarik dan memiliki gizi lebih tinggi dibandingkan kerupuk berbahan baku tepung atau pati saja. Secara khusus penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh perbandingan tapioka dan pasta campolay terhadap mutu fisikokimia dan sensori kerupuk. Penelitian ini didisain dengan satu faktor perlakuan yaitu perbandingan tapioka dan pasta campolay yang terbagi dalam lima taraf yaitu (95:5)%, (90:10)%, (85:15)%, (80:20)%, (75:25)%.  Kualitas kerupuk yang diukur adalah volume pengembangan, mutu sensori (warna, aroma, rasa dan tekstur) dan nilai kesukaan (warna, aroma, rasa, tekstur dan overall). Kerupuk terpilih diuji proksimat dan total karotenoid.   Perbandingan tapioka dan pasta campolay tidak berpengaruh terhadap volume pengembangan, mutu sensori rasa getir, nilai kesukaan aroma, tetapi berpengaruh meningkatkan mutu sensori warna kuning, aroma langu, kerenyahan tekstur, meningkatkan nilai kesukaan warna, rasa, kerenyahan tekstur, overall.  Kerupuk terpilih berdasarkan volume pengembangan, mutu sensori dan nilai kesukaan adalah kerupuk yang diolah dengan perbandingan tapioka 80% dan pasta campolay 20%.  Kerupuk terpilih memiliki kadar air 3,11 %, abu 1,26%, lemak 35,1%, protein 0,5%, karbohidrat 59,3%, total karotenoid 3,78 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buah campolay matang berpotensi untuk diaplikasikan pada pembuatan produk makanan atau minuman yang berorientasi pada peningkatan warna kuning-orange dan kandungan antioksidan.
Identifikasi Cemaran Logam Berat pada Sample Daging Ayam dengan Metode ICP-MS (Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) Sudrajat, Fathira Sakinah Anugrawati; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15558

Abstract

Daging ayam menjadi sumber protein hewani utama yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Daging ayam dapat terpapar kandungan logam berat seperti As (Arsen), Cd (Kadmium), dan Hg (Merkuri) yang terjadi akibat dampak aktifitas negative manusia melalui pakan dan air minum yang dikonsumsi oleh ayam serta lingkungan yang tercemar. Cemaran logam berat akan terbiokamulasi pada manusia dan berbahaya pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu konsentrasi cemaran logam berat jenis As, Cd, dan Hg pada sample daging ayam. Sample daging ayam dideteksi menggunakan instrument ICP-MS (Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry). Sample penelitian yang digunakan adalah karkas ayam utuh sebanyak 12 sample berasal dari salah satu rumah potong didaerah Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada 11 sample daging ayam positif teridentifikasi mengandung logam berat jenis As dan jenis Cd namun masih berada di bawah batas maksimum berdasarkan SNI 7387:2009 sedangkan pada logam berat jenis Hg pada 12 sample daging ayam menunjukan hasil yang negatif atau tidak teridentifikasi cemaran logam berat tersebut.
Pengaruh Substitusi Tepung Labu Kuning terhadap Kualitas Kimia dan Sensori Kue Akar Kelapa Amrillah, Siti; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Rifqi, Muhammad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15646

Abstract

Salah satu cemilan tradisional dari Betawi adalah kue akar kelapa.  Bahan dasar kue ini adalah tepung ketan.  Untuk meningkatkan kandungan gizi kue akar kelapa maka dilakukan substitusi tepung ketan dengan tepung labu kuning.  Tepung labu kuning kaya akan beta-karoten dan serat.  Tujuan penelitian ini adalah mempelajari mutu kimia dan sensori kue akar kelapa yang disubstitusi dengan tepung labu kuning.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi substitusi tepung ketan putih dengan tepung labu kuning, yaitu sebesar 0%, 5%, 15%, 25%. Pengukuran terhadap kualitas kue akar kelapa meliputi mutu kimia, mutu sensori, dan kesukaan, untuk kue akar kelapa yang terpilih dilakukan juga analisis kadar protein, kadar total karbohidrat, kadar β-karoten dan serat kasar.   Substitusi tepung ketan putih dengan tepung labu kuning berpengaruh meningkatkan mutu kimia meliputi kadar air, kadar lemak, kadar abu tidak larut asam, tetapi menurunkan mutu sensori dan tingkat kesukaan.  Substitusi maksimum tepung labu kuning pada pembuatan kue akar kelapa yang masih menghasilkan mutu sensori dan tingkat kesukaan sama dengan kue akar kelapa tanpa substitusi tepung labu kuning adalah sebesar 5%.  Kue akar kelapa dengan substitusi tepung labu kuning 5% memiliki mutu kimia kadar air 2,74%, kadar lemak 45,19%, kadar abu 0,94%, kadar protein10,68%, kadar karbohidrat 40,45%, kadar beta-karoten 347 µg/100g, kadar serat kasar 17,91%; mutu sensori warna 5,99 (kuning agak kecoklatan), rasa 5,23 (agak manis), aroma 4,92 (agak langu), tekstur 7,22 (cukup renyah); dan nilai kesukaan untuk semua atribut sensori berkisar pada nilai 7 dari skala kesukaan maksimum 10.
Karakteristik Kimia dan Hedonik Minuman Isotonik Berbahan Baku Air Kelapa Tua dan Ekstrak Buah Nanas Dafazi, Muhamad; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15658

Abstract

Minuman isotonik adalah minuman ringan, baik berkarbonasi maupun tidak berkarbonasi, yang dirancang guna menaikkan kebugaran, yang terdiri dari gula, asam sitrat, serta mineral. Air kelapa umumnya diberi label sebagai minuman isotonik alami karena komposisi mineral natrium dan kaliumnya yang baik bagi tubuh. Pemanfaatan air kelapa tua di Bogor belum optimal, sebagian besar diubah menjadi produk nata de coco, sehingga menghasilkan limbah yang signifikan dan dampak buruk. Untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang terbuang ini, air kelapa dapat diubah menjadi minuman isotonik. Rasa pada buah kelapa sangatlah hambar, maka pada penelitian ini dilakukan penambahan sari buah nanas karena buah nanas memiliki rasa asam serta manis yang alami sehingga membenahi cita rasa dari air kelapa tua yang tidak berasa atau hambar pada minuman isotonik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan air kelapa tua yang dilakukan pengolahan jadi minuman isotonik dengan penambahan ekstrak buah nanas. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu factor yakni perbandingan air kelapa tua serta ekstrak nanas dengan empat taraf perlakuan (500ml : 50ml, 500 ml : 100ml, 500ml : 150ml, 500ml : 200ml). Analisis produk meliputi analisa kimia uji PH, uji Gulatotal, uji Natrium, dan uji Kalium serta uji mutu hedonik. Berdasarkan hasil analisis kadar kimia ( pH, gula total, natrium, kalium) didapatkan bahwa nilai pH isotonik berkisar 4,9 - 5,8, gula total berkisar 25,89 – 35,77 % , natrium berkisar 1770 – 2140 mg/kg, dan kalium berkisar 800 – 1000 mg/kg formulasi kadar kimia isotonik air kelapa tua yang diberi tambahan ekstrak buah nanas tidak memberi dampak nyata pada kadar kimia ( pH, gula) sedangkan natrium dan kalium berpengaruh nyata. Pada uji hedonik (warna dan aroma) perlakuan yang paling banyak disenangi panelis yakni perlakuan dengan formulasi isotonik air kelapa tua yang diberi tambahan ekstrak buah nanas A4 500 ml + 200 ml dengan nilai tertinggi yaitu warna 6,53 dan aroma 7,38. Uji hedonic warna dan aroma (mengarah ke suka) dan rasa, kekeruhan, overall (mengarah tidak suka).
INOVASI PRODUK YOGURT RASA BUAH CAMPOLAY DAN PEYULUHAN MANAJEMEN PEMASARAN DI UMKM SABILULUNGAN Retna Pertiwi, Sri Rejeki; Rohmayanti, Titi; Delfitriani; Aminullah, Aminullah; Mardiah; Ahmaludin; Apriani, Yasri; Silpia, Mega
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.697 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i1.4971

Abstract

Yogurt dengan varian rasa buah cenderung lebih disukai oleh konsumen dibandingkan dengan yogurt original atau plain. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan varian rasa buah pada yogurt UMKM Sabilulungan dengan menambahkan rasa buah campolay serta meningkatkan pengetahuan dari kegiatan pemasaran untuk produk yogurt. Metode dalam kegiatan pengabdian ini meliputi pengujian trial penambahan serbuk campolay ke dalam produk yogurt, pelatihan pembuatan yogurt rasa buah campolay bersama UMKM Sabilulungan, dan penyuluhan kegiatan pemasaran dari suatu produk inovasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa produk yogurt dengan penambahan 10% serbuk campolay memiliki rasa yogurt dengan rasa campolay yang terasa, tidak terdeteksi aftertaste, dan aroma buah campolay yang mild tanpa bau langu. Setelah mendapatkan persentase serbuk campolay berdasarkan trial sebelumnya, kemudian dilakukan kegiatan pelatihan pembuatan yogurt dengan penambahan serbuk campolay terpilih. Sebelum dilakukan pelatihan, hasil post-test yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mengenai karakteristik dan manfaat buah campolay dan peningkatan pengetahuan terkait kegiatan pemasaran. Beberapa pertanyaan dalam kuisioner khususnya terkait manajemen pemasaran belum secara baik dapat dipahami oleh pelaku UMKM.. Pelatihan yang dilakukan dapat menarik antusias pelaku UMKM, di mana mereka dapat mengembangkan varian rasa buah campolay pada yogurt yang sudah ada. Saat ini yogurt UMKM Sabilulungan memiliki 4 varian rasa buah, yaitu durian, melon, stroberi, dan campolay. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana kegiatan serta dapat mengembangkan produk yogurt yang kemudian diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk.