Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

APLIKASI BIJI KEFIR AIR SEBAGAI BAHAN PENGEMBANG ROTI KUKUS Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Novidahlia, Noli; Amanah, Amanah
Jurnal Pertanian Vol. 8 No. 2 (2017): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.068 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1053

Abstract

Biji kefir air berupa matrik gel polisakarida, bening seperti kristal, didalamnya terdapat simbiosis kompleks antara bakteri asam laktat dan khamir.  Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi optimal biji kefir air sebagai pengembang roti kukus.   Roti kukus dibuat dengan tiga konsentrasi biji kefir air: 75, 100, dan 125% berdasarkan 100% tepung, kemudian dianalisis sifat mutu fisik dan sensorinya.  Roti kukus dengan pengembang biji kefir air terbaik dibandingkan sifat fisik dan kadar seratnya dengan yang diolah menggunakan khamir (standar).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa roti kukus yang dibuat dengan biji kefir air 100% memiliki mutu fisik (volume spesifik, struktur remah) lebih baik daripada yang diproses dengan biji kefir air 75% dan 125%.  Mutu sensori roti kukus yang dibuat dengan 100% dan 125% biji kefir air (kenampakan, kehalusan permukaan, pori, tekstur, kelengketan, aroma) lebih tinggi dibandingkan yang diolah dengan biji kefir air 75%.  Penggunaan biji kefir air 100% ditentukan sebagai konsentrasi bahan pengembang optimal pada pembuatan roti kukus.  Roti kukus yang dibuat dengan biji kefir air 100% memiliki volume spesifik dan struktur remah tidak beda nyata dengan roti kukus standar, sedangkan kandungan serat pangannya lebih tinggi.  Kandungan serat pangan berturut-turut roti kukus dengan biji kefir 100% adalah  18.5% (bk) dan roti kukus standar 12.5% (bk).  Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi biji kefir air optimal sebagai bahan pengembang roti kukus adalah 100% berdasarkan 100% tepung.Kata kunci: bakteri asam laktat (BAL), biji kefir air, khamir, roti kukus. APLICATION OF WATER KEFIR GRAINS AS LEAVENING AGENT OF STEAMED BREAD ABSTRACTWater kefir grain is a complex symbiosis between lactic acid bacteria and yeast in transparent gel matrix crystal-like.  The objective of this study was to get optimum concentration of water kefir grains as leavening agent of steamed bread.  Steamed bread was prepared with three concentrations of water kefir grains: 75, 100, and 125% based on 100% flour, then their physical and sensory properties were analyzed.  The chosen steamed bread using water kefir grains was then compared its physical properties and fiber content to the standard steamed bread using yeast.  Results showed that steamed bread made with 100% of water kefir grains had better physical properties (specific volume, crumb structure) than that of 75% and 125%.  The sensory properties (appearance, surface smoothness, crumb structure, tenderness, adhesiveness, aroma) of steamed bread made with 100% and 125% of water kefir grains were superior than that of 75%. The use of 100% water kefir was chosen as the optimum concentration for leavening agent of steamed bread.  Steamed bread using 100% water kefir had no differences on specific volume and crumb structure compared to those of standard steamed bread, whereas its fiber content was significantly higher.  Fiber content of steamed bread using 100% water kefir grains and steamed bread using yeast was 18.51% (db) and 12.51% (db), respectively.  It can be concluded that optimum concentration of water kefir grains used as leavening agent for steamed bread making was 100% based on 100% of flour.
ANALISIS MUTU MINYAK GORENG DENGAN PENGULANGAN PENGGORENGAN Mardiah, Mardiah; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Marwa, Darwis
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v1i1.2001

Abstract

Cooking oil is one of the food ingredients consumed by all levels of Indonesian society. People generally use cooking oil many times so that the risk to health. The purpose of this study was to test the quality of cooking oil after repeated use. The sampling method is using 4 types of packaging brand oil and 1 type of bulk oil each type of 1 liter. The frying oil sample taken was placed in a sealed bottle, inserted into a thermos, and brought to the laboratory for testing. Type of food used for frying is tempe and mackerel as much as 3 times the frying test. The frying method is deep frying. The analyzes were peroxide number, acid number, and water content. From the research, the characteristic of the quality of cooking oil average peroxide number in the first to third repetition is 0.63-5,63 meq / kg, acid number 0,22-0,56 mg KOH / g, and moisture content 0 , 05-0.18%. In the repetition of frying tempe until fifth cooking oil is above standard, while the frying tempe on the seventh repetition is above standard.Keywords: deep frying, quality, cooking oil. 
Karakteristik Sensori Dan Kimia Kue Kering Dari Tepung Campolay Dan Mocaf Imani, Annisa Nurul; Hutami, Rosy; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v4i1.9823

Abstract

Salah satu jenis makanan yang banyak diminati masyarakat adalah kue kering. Kue kring umumnya dibuat dari tepung terigu, air, margarin, dan gula. Penelitian bertujuan untuk diversifikasi pangan halal berupa kue kering berbahan tepung campolay dan mocaf. Rancangan Acak Lengkap satu faktor digunakan dalam percobaan ini yaitu perbandingan tepung campolay dan mocaf (10%:90%, 20%:80%, 30%:70%, 40%:60%). ANOVA dengan Uji Lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 95% digunakan untuk analisis data penelitian. Kue kering dengan perbandingan 90% tepung mocaf dan 10% tepung campolay memiliki kadar karbohidrat 64,59%, kadar lemak 27,49%, kadar protein 3,73%, kadar air 1,46%, kadar abu 2,72%, kadar serat kasar 12,19%, dan kadar asam lemak bebas 0,06%. Uji mutu sensori menunjukkan kue kering berwarna kuning keemasan, aroma tidak langu, tekstur ke arah renyah, dan rasa tidak getir. Parameter warna, rasa, aroma, tekstur dan overall cenderung sangat disukai oleh panelis.
Karakteristik Kimia dan Sensori Kukis Berbahan Tepung Kedelai (Glycine max L.) dan Tepung Biji Bunga Matahari (Heliantus annus L.) Sebagai Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Apriliani, Renti; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Novidahlia, Noli
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.10919

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) adalah kegiatan pemberian makanan kepada peserta didik sekolah dasar dalam bentuk kudapan yang aman dan bergizi. Kukis memiliki tekstur serta rasa yang enak, cocok untuk dijadikan makanan selingan pada anak-anak sekolah. Penelitian ini bertujuan sebagai diversifikasi produk pangan lokal penunjang (PMT-AS). Penelitian ini disusun menggunakan (RAL) satu faktor dengan 4 taraf perlakuan dan 2 kali ulangan. Analisis produk meliputi uji kimia, sensori, hedonik. Analisis data penelitian menggunakan uji sidik ragam dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil kukis produk terpilih, kadar air 3,81%, kadar abu 0,12%, serat kasar 24,57%, lemak 14,17%, protein 10,96%, karbohidrat 70,92%. Mutu sensori berupa warna kuning kecoklatan, aroma tidak langu, rasa manis dan tidak langu, tekstur renyah serta memiliki penilaian hedonik kearah suka. Karakteristik mutu sensori, hedonik, dan kimia yang memenuhi persyaratan, sehingga kukis tepung kedelai dan biji bunga matahari dapat dijadikan sebagai alternatif PMT-AS dengan pemenuhan asupan gizi mencapai 91,01%.
Identifikasi Pasar Ekspor Produk Rengginang Lorjuk ke Pasar Asean Melalui Program MBKM Sekolah Ekspor Nasional Soryanto, Akbar; Rifqi, Muhammad; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 2 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i2.17129

Abstract

Studi Independen Bersertifikat, seperti Yayasan Sekolah Ekspor Nasional merupakan salah satu contoh mitra kerjasama program MSIB yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari berbagai aspek terkait ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekspor produk rengginang lorjuk dari UMKM Perenduan Sumenep Madura melalui analisis kategori HS Code 1904 sebagai implementasi dalam mengikuti program Studi Independen. Rengginang lorjuk sebagai makanan tradisional mempunyai peluang besar di pasar global. Legalitas yang terpenuhi seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal memudahkan pengembangan produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan data TradeMap dan BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar ekspor rengginang paling potensial berada di negara-negara ASEAN, dengan pangsa pasar terbesar adalah Filipina sebesar 54,17%, disusul Malaysia sebesar 7,22%, dan Tiongkok sebesar 2,56%. Faktor geografis dan kesamaan selera konsumsi memegang peranan penting dalam perkembangan pasar ini. Ekspor rengginang melalui UMKM berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB sektor pangan yang pada tahun 2022 diproyeksikan mencapai 60,3%. Dengan strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, Rengginang Lorjuk berpeluang memperluas pasarnya di kawasan ASEAN dan global.Platino 11, spasi 1,15
Profil Sensori Marshmallow dengan Penambahan Sari Buah Kecombrang (Etlingera elatior) Menggunakan Metode RATA Nurlaela, Raden Siti; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Maulidi, Muhammad Riham
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i1.16774

Abstract

Diversifikasi marshmallow melalui penambahan sari buah kecombrang, dapat meningkatkan nutrisi Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan sari buah kecombrang (Etlingera elatior) terhadap atribut sensori marshmallow. Uji sensori dilakukan pada lima variasi konsentrasi sari buah kecombrang, yaitu A0 (0:100), A1 (25:75), A2(50:50), A3(75:25), dan A4 (100:0), dengan parameter warna putih, warna pink keunguan, aroma asam, aroma khas kecombrang, gumminess, cohesiveness, meltiness, rasa manis, rasa asam, flavor fruity, flavor citrusy, flavor floral, aftertaste manis, aftertaste asam. Evaluasi dilakukan menggunakan metode RATA (Rate-All-That-Apply) dan analisis data dilakukan dengan uji Friedman, uji lanjut Nemenyi, Principal Component Analysis (PCA) dan Preference Mapping menggunakan perangkat lunak XLSTAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari buah kecombrang memberikan pengaruh pada karakteristik sensoris marshmallow, meningkatkan intensitas atribut warna pink keunguan, aroma asam, aroma khas kecombrang, rasa asam, flavor fruity, flavor citrusy, flavor floral, dan aftertaste asam, sementara menurunkan intensitas warna putih, rasa manis, dan aftertaste manis. Berdasarkan analisis preference mapping, sampel A1 menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi yaitu 66% panelis memberikan nilai kesukaan di atas rata-rata. Warna kuning pada contour plot mengindikasikan bahwa sampel ini sangat disukai oleh konsumen.
Upaya Pendampingan dalam Penjualan Produk Yogurt UMKM Sabillulungan Melalui Bazar Universitas Djuanda Bogor Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Aminullah, Aminullah; Rohmayanti, Titi; Delfitriani, Delfitriani; Mardiah; Ahmaludin; Apriani, Yasri; Silpia, Mega
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i1.11376

Abstract

Upaya penjualan produk UMKM pasca panedemi Covid-19 harus dilakukan untuk kembali menggerakkan roda ekonomi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu pihak UMKM Sabilulungan Kecamatan Dramaga dalam meningkatkan kembali omset dari penjualan produk yogurtnya. Metode yang dilakukan meliputi metode wawancara pada pihak UMKM dan pengisian kuisioner oleh konsumen yang membeli produk yogurt pada saat kegiatan bazar Jubaeda di Universitas Djuanda. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa UMKM Sabilulungan kembali bersemangat dalam memproduksi dan menjual produknya ke pasaran pasca panemi Covid-19. Selain itu, hasil pengisian kuisioner menunjukkan bahwa produk yogurt ini memiliki potensi penjualan yang lebih baik di masa yang akan datang. Hal ini tercermin dari hasil kuisioner yang menunjukkan produk disukai oleh konsumen dan konsumen menyatakaningin kembali membeli produk yogurt UMKM Sabilulungan di masa yang akan datang.
Pelatihan dan Pendampingan Produk Olahan Singkong dan Ubi Jalar Putih untuk Peningkatan Nilai Tambah Hasil Pertanian Iznilillah, Wilna; Hanifah, Ishmah; Zaenudin, Mohamad; Nursalsabila, Putri; Dzikrillah, Herry Muhammad; Aminullah; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i3.21449

Abstract

Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, memiliki potensi agraris yang signifikan terutama pada komoditas singkong dan ubi jalar putih. Namun, hasil panen sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah dengan harga rendah sehingga berdampak pada rendahnya nilai tambah dan ketergantungan petani terhadap tengkulak. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah singkong dan ubi jalar menjadi produk bernilai jual, khususnya keripik, melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi teoritis, demonstrasi langsung proses produksi, hingga praktik mandiri peserta dengan bimbingan real-time. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan teknis masyarakat, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengirisan seragam, pengaturan suhu penggorengan, hingga penerapan varian rasa (original, balado, barbeque, sapi panggang, cokelat). Produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu, higienis, serta memiliki daya tarik pasar lebih luas. Dampak nyata dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas masyarakat dalam menghasilkan produk bernilai tambah, terbukanya peluang usaha rumah tangga, dan berkurangnya ketergantungan pada tengkulak. Keberlanjutan program ini diharapkan terwujud melalui penguatan kelembagaan kelompok tani dan dukungan pemasaran digital sehingga produk keripik dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional. Dengan demikian, pengolahan pangan berbasis singkong dan ubi jalar dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Perancangan Konseptual Pengawasan Real-Time dan Penilaian Risiko dalam Pengolahan Air Reverse Osmosis di PT Sari Alam Sukabumi Rahmaniah, Mustika; Wulandari, Tria; Iqbal, Muhammad; Munandar, Rifki Arief; Rizki; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15423

Abstract

Kegiatan Praktik Kerja Lapang di PT Sari Alam Sukabumi ini bertujuan untuk merancang sistem pengawasan real-time dan penilaian risiko dalam pengolahan air menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) di PT Sari Alam Sukabumi. Teknologi RO merupakan metode penyaringan yang efektif untuk memurnikan air, sehingga air yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ketat dan aman untuk digunakan dalam industri. Perancangan ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data dengan fokus pada penggunaan sensor real-time untuk memantau parameter fisika, mikrobiologi, dan kimia kualitas air. Implementasi pengawasan real-time ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi risiko, seperti perubahan warna, pH, suhu, kekeruhan dan total zat padat terlarut yang dapat mempengaruhi kualitas air dan produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem ini dapat meningkatkan efisiensi proses produksi dan mengurangi risiko kontaminasi, sehingga menghasilkan air yang aman dan berkualitas tinggi.
Karakteristik Kimia dan Sensori Berbahan Baku Mocaf dan Tepung Pisang (Musa acuminata) Mansurdin, Labid Zufar; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15677

Abstract

Kue sagon khas Jawa dan Sumatera secara tradisional dibuat dengan gula, kelapa parut, dan tepung ketan putih. Tepung ketan dan kelapa parut merupakan komponen kue ini. Untuk menambah cita rasa pada resep Anda, Anda dapat mengganti tepung ketan dengan tepung mocaf rendah protein atau tepung pisang kepok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggantian tepung pisang kepok dengan tepung mocaf pada sagon kelapa mengubah sifat kimia dan organoleptiknya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor Tunggal dengan dua kali ulangan dan tiga taraf perlakuan: 75%: 25%, 50%: 50%, dan 25%: 75%. Variabel yang digunakan hanya proporsi tepung mocaf terhadap tepung pisang kepok. Data dikaji menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Uji sensori menunjukkan bahwa rasa, aroma, warna, dan tekstur sagon kelapa berubah secara signifikan ketika tepung pisang kepok dan tepung mocaf diganti. Untuk hasil terbaik, campurkan 25% tepung mocaf dengan 75% tepung pisang kepok. Sagon yang dihasilkan akan memiliki warna cokelat muda, aroma pisang yang kuat, tekstur yang renyah, dan rasa pisang yang manis. Terdapat 494 kalori, 1,3% abu, 4,19% protein, 88,37% karbohidrat, 0,96 persen lemak, dan 397,31 kkal dalam sagon kelapa ini.