Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Sari kurma (Phoenix dactylifera) terhadap Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Sensori Susu Pasteurisasu Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Azis, Abdul; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Hastuti, Arti
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 4 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i4.18703

Abstract

Susu pasteurisasi adalah produk susu yang diproses melalui pemanasan selama suhu dan waktu tertentu. Banyak orang telah mencoba menambahkan bahan alami ke dalam susu pasteurisasi. Daun kelor dan kurma merupakan sumber antioksidan alami. Sari kurma memiliki rasa manis yang terdiri atas karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari kurma terhadap aktivitas antioksidan dan karakteristik sensori susu pasteurisasi ekstrak daun kelor. Penelitian terbagi menjadi dua tahapan yaitu pembuatan ekstrak daun kelor dan sari kurma, kemudian pembuatan susu pasteurisasi ekstrak daun kelor yang ditambahkan sari kurma dengan konsentrasi 0%, 5%, 10, dan 15%. Penambahan sari kurma dapat meningkatkan aktivitas antioksidan. Hasil aktivitas antioksidan produk konsentrasi 0% (183,35 ppm) kategori sedang, 5% (152,11 ppm) kategori sedang, 10% (99,31 ppm) kategori kuat, serta 15% (66,36 ppm) kategori kuat. Penambahan sari kurma berpengaruh pada mutu sensori rasa, aroma, dan warna. Tetapi tidak berpengaruh terhadap hedonik warna. konsentrasi 10% merupakan produk terbaik dengan hasil penilaian rasa manis dan aroma kurma mengarah kuat, sedangkan aroma susu, aroma kelor, dan rasa pahit mengarah lemah, serta warna mengarah kecoklatan. Hasil hedonik panelis secara overall mengarah sangat suka.
Review Literature: Pengaruh Media Fermentasi dan Konsentrasi Starter terhadap Bakteri Asam Laktat dan Senyawa Bioaktif pada Bekasam Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Rahmaniah, Mustika; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21245

Abstract

Bekasam merupakan salah satu produk fermentasi tradisional Indonesia yang mengandalkan aktivitas bakteri asam laktat (BAL) dalam proses pengolahannya. Meskipun telah dikenal luas, pemahaman mengenai peran bahan tambahan dan kondisi fermentasi terhadap mutu mikrobiologis maupun senyawa bioaktif pada bekasam masih terbatas. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan mengulas dua penelitian yang meneliti pengaruh penambahan dadih serta perbedaan media dan lama fermentasi terhadap karakteristik bekasam ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode kajian dilakukan melalui analisis sistematis terhadap dua artikel ilmiah. Penelitian pertama mengevaluasi pengaruh konsentrasi dadih terhadap kualitas sensorik, pH, dan total BAL dengan pendekatan eksperimental. Sementara itu, penelitian kedua menelusuri perubahan senyawa bioaktif dan jumlah BAL akibat variasi kemasan dan durasi fermentasi menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan 5% dadih menghasilkan mutu sensorik terbaik dan meningkatkan pertumbuhan Lactobacillus sp. Sementara itu, fermentasi menggunakan nasi dalam toples selama 15 hari menghasilkan kandungan BAL tertinggi serta peningkatan signifikan pada asam amino, asam lemak bebas, dan lovastatin. Faktor media fermentasi, waktu, serta keberadaan starter alami terbukti memengaruhi karakteristik fungsional dan mikrobiologi bekasam. Keterbatasan kajian ini terletak pada belum terintegrasinya uji sensorik dan identifikasi BAL dalam satu studi menyeluruh. Implikasi dari kajian ini mendukung pengembangan fermentasi bekasam sebagai pangan fungsional berbasis kearifan lokal.
Pengawasan Mutu pada Proses Produksi Mi Blok Shaliha, Pramadita Amila; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21255

Abstract

Mi blok merupakan salah satu bentuk produk mi instan yang diproses melalui tahapan pengukusan, penggorengan, dan pengemasan untuk meningkatkan daya simpan dan kepraktisan konsumsi. Dalam proses produksinya, pengawasan mutu menjadi aspek penting untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pengawasan mutu pada proses produksi mi blok, mulai dari pemilihan bahan baku, pengendalian proses produksi, hingga evaluasi produk akhir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta dokumentasi hasil pengujian parameter mutu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa suhu mi blok setelah penggorengan mencapai 80–122,9°C dan setelah pendinginan berada pada kisaran 34,5–42°C. Pengujian produk akhir meliputi kadar air 3,02–3,41%, kadar lemak 16,00–17,50%, dan nilai asam atau acid value (AV) 0,85–1,10%, yang semuanya masih dalam batas standar perusahaan dan SNI 3551:2018. Perusahaan juga telah menerapkan sistem mutu berbasis GMP dan HACCP dalam setiap tahapan produksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengawasan mutu yang diterapkan sudah berjalan sesuai standar dan efektif dalam menjamin keamanan serta mutu produk. Penguatan dokumentasi dan peningkatan pengawasan rutin direkomendasikan untuk menjaga konsistensi mutu dan efisiensi proses produksi.
Proses Penanganan Udang Beku Ekspor dalam Binaan Studi Independen Sekolah Ekspor Nasional Putri, Niken Berliana; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21551

Abstract

Udang beku merupakan salah satu produk perikanan bernilai ekonomis tinggi yang banyak diminati karena mampu mempertahankan kualitas dalam jangka waktu lama melalui proses pembekuan. Penanganan yang tepat sangat penting agar mutu udang tetap terjaga, meliputi tahapan penerimaan bahan baku, sortasi, pencucian, pengupasan, pembekuan, hingga penyimpanan dingin. Penelitian ini dilakukan melalui praktik lapangan dengan tujuan mempelajari sistem penanganan udang beku serta penerapan prinsip sanitasi dan keamanan pangan selama proses produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi terhadap proses produksi udang beku yang dilakukan saat mengikuti kegiatan studi independen Sekolah Ekspor Nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penanganan udang beku sudah sesuai standar, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya terkait kebersihan pekerja dan tata letak fasilitas untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang.
Evaluasi Profil Sensori Permen Chocolate Fudge dengan Penggunaan Susu Nabati Metode RATA (Rate-All-That-Apply) Shaliha, Pramadita Amila; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Jumiono, Aji
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i3.21618

Abstract

Plant-based chocolate fudge has become a popular food innovation, especially among consumers with lactose intolerance and those following vegetarian or vegan diets. Plant-based milks such as almond, soy, and oat not only serve as alternatives to dairy milk but are also known for their health benefits, including unsaturated fats and bioactive compounds that support heart health. This study aimed to investigate the sensory characteristics of chocolate fudge formulated with three types of plant-based milk using the Rate-All-That-Apply (RATA) method. The evaluation was conducted through Focus Group Discussion (FGD) and consumer testing involving 60 panelists. The assessed attributes included color, aroma, texture, taste, and overall flavor. Statistical analysis using Kruskal-Wallis and Duun’s Test identified five significantly different attributes: dark brown color, glossy appearance, fudgy and fatty textures, and milky flavor. Principal Component Analysis (PCA) and Preference Mapping revealed that each type of plant-based milk contributed unique sensory profiles. Fudge made with oat milk exhibited a darker color and a more fudgy and fatty texture, while almond milk produced a stronger chocolate aroma and creamier flavor that were more preferred. Fudge made with almond and soy milk received higher consumer preference scores than oat-based fudge. These findings demonstrate that the choice of plant-based milk significantly affects the sensory profile and consumer preferences, supporting the development of healthier chocolate products.