Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Review Literature: Pengaruh Media Fermentasi dan Konsentrasi Starter terhadap Bakteri Asam Laktat dan Senyawa Bioaktif pada Bekasam Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Rahmaniah, Mustika; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21245

Abstract

Bekasam merupakan salah satu produk fermentasi tradisional Indonesia yang mengandalkan aktivitas bakteri asam laktat (BAL) dalam proses pengolahannya. Meskipun telah dikenal luas, pemahaman mengenai peran bahan tambahan dan kondisi fermentasi terhadap mutu mikrobiologis maupun senyawa bioaktif pada bekasam masih terbatas. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan mengulas dua penelitian yang meneliti pengaruh penambahan dadih serta perbedaan media dan lama fermentasi terhadap karakteristik bekasam ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode kajian dilakukan melalui analisis sistematis terhadap dua artikel ilmiah. Penelitian pertama mengevaluasi pengaruh konsentrasi dadih terhadap kualitas sensorik, pH, dan total BAL dengan pendekatan eksperimental. Sementara itu, penelitian kedua menelusuri perubahan senyawa bioaktif dan jumlah BAL akibat variasi kemasan dan durasi fermentasi menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan 5% dadih menghasilkan mutu sensorik terbaik dan meningkatkan pertumbuhan Lactobacillus sp. Sementara itu, fermentasi menggunakan nasi dalam toples selama 15 hari menghasilkan kandungan BAL tertinggi serta peningkatan signifikan pada asam amino, asam lemak bebas, dan lovastatin. Faktor media fermentasi, waktu, serta keberadaan starter alami terbukti memengaruhi karakteristik fungsional dan mikrobiologi bekasam. Keterbatasan kajian ini terletak pada belum terintegrasinya uji sensorik dan identifikasi BAL dalam satu studi menyeluruh. Implikasi dari kajian ini mendukung pengembangan fermentasi bekasam sebagai pangan fungsional berbasis kearifan lokal.
Pengawasan Mutu pada Proses Produksi Mi Blok Shaliha, Pramadita Amila; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21255

Abstract

Mi blok merupakan salah satu bentuk produk mi instan yang diproses melalui tahapan pengukusan, penggorengan, dan pengemasan untuk meningkatkan daya simpan dan kepraktisan konsumsi. Dalam proses produksinya, pengawasan mutu menjadi aspek penting untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pengawasan mutu pada proses produksi mi blok, mulai dari pemilihan bahan baku, pengendalian proses produksi, hingga evaluasi produk akhir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta dokumentasi hasil pengujian parameter mutu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa suhu mi blok setelah penggorengan mencapai 80–122,9°C dan setelah pendinginan berada pada kisaran 34,5–42°C. Pengujian produk akhir meliputi kadar air 3,02–3,41%, kadar lemak 16,00–17,50%, dan nilai asam atau acid value (AV) 0,85–1,10%, yang semuanya masih dalam batas standar perusahaan dan SNI 3551:2018. Perusahaan juga telah menerapkan sistem mutu berbasis GMP dan HACCP dalam setiap tahapan produksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengawasan mutu yang diterapkan sudah berjalan sesuai standar dan efektif dalam menjamin keamanan serta mutu produk. Penguatan dokumentasi dan peningkatan pengawasan rutin direkomendasikan untuk menjaga konsistensi mutu dan efisiensi proses produksi.
Proses Penanganan Udang Beku Ekspor dalam Binaan Studi Independen Sekolah Ekspor Nasional Putri, Niken Berliana; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21551

Abstract

Udang beku merupakan salah satu produk perikanan bernilai ekonomis tinggi yang banyak diminati karena mampu mempertahankan kualitas dalam jangka waktu lama melalui proses pembekuan. Penanganan yang tepat sangat penting agar mutu udang tetap terjaga, meliputi tahapan penerimaan bahan baku, sortasi, pencucian, pengupasan, pembekuan, hingga penyimpanan dingin. Penelitian ini dilakukan melalui praktik lapangan dengan tujuan mempelajari sistem penanganan udang beku serta penerapan prinsip sanitasi dan keamanan pangan selama proses produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi terhadap proses produksi udang beku yang dilakukan saat mengikuti kegiatan studi independen Sekolah Ekspor Nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penanganan udang beku sudah sesuai standar, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya terkait kebersihan pekerja dan tata letak fasilitas untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang.
Evaluasi Profil Sensori Permen Chocolate Fudge dengan Penggunaan Susu Nabati Metode RATA (Rate-All-That-Apply): The Evaluation of Sensory Profile of Chocolate Fudge Candy Using the Vegetable Milk Method (Rate-All-That-Apply) Shaliha, Pramadita Amila; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Jumiono, Aji
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i3.21618

Abstract

Plant-based chocolate fudge has become a popular food innovation, especially among consumers with lactose intolerance and those following vegetarian or vegan diets. Plant-based milks such as almond, soy, and oat not only serve as alternatives to dairy milk but are also known for their health benefits, including unsaturated fats and bioactive compounds that support heart health. This study aimed to investigate the sensory characteristics of chocolate fudge formulated with three types of plant-based milk using the Rate-All-That-Apply (RATA) method. The evaluation was conducted through Focus Group Discussion (FGD) and consumer testing involving 60 panelists. The assessed attributes included color, aroma, texture, taste, and overall flavor. Statistical analysis using Kruskal-Wallis and Duun’s Test identified five significantly different attributes: dark brown color, glossy appearance, fudgy and fatty textures, and milky flavor. Principal Component Analysis (PCA) and Preference Mapping revealed that each type of plant-based milk contributed unique sensory profiles. Fudge made with oat milk exhibited a darker color and a more fudgy and fatty texture, while almond milk produced a stronger chocolate aroma and creamier flavor that were more preferred. Fudge made with almond and soy milk received higher consumer preference scores than oat-based fudge. These findings demonstrate that the choice of plant-based milk significantly affects the sensory profile and consumer preferences, supporting the development of healthier chocolate products.
Potensi Mucilage Talas (Colocasia esculenta) Sebagai Bahan Pengganti Gelatin Halal dengan Menggunakan Metode Presipitasi Pendinginan Sri Rejeki Retna Pertiwi; Mardiah Mardiah; Distya Riski Hapsari
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1677

Abstract

Talas mengandung mucilage yang larut dalam air panas, membentuk larutan kental dalam air dingin, dan tidak larut dalam pelarut organik.  Penelitian tentang isolasi mucilage telah banyak dilakukan dengan menggunakan pelarut organik seperti alkohol dan aceton.  Titik kritis keharaman dan keamanan isolasi mucilage adalah residu pelarut organik yang digunakan pada tahap presipitasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui metode presipitasi  yang mampu menghasilkan mucilage berpotensi sebagai pengganti gelatin halal.  Pada penelitian ini, isolasi mucilage dilakukan melalui tiga tahap, yaitu ekstraksi dengan air panas, diikuti dengan presipitasi dan pengeringan.  Metode presipitasi yang diteliti ada tiga, yaitu pendinginan, alkohol, dan aceton. Mucilage yang dihasilkan kemudian dianalisis sifat-sifatnya, yaitu sifat sensori, fitokimia, dan fisikokimia. Sifat-sifat Gelatin bloom 200 juga dianalisis dan digunakan sebagai standar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mucilage yang dihasilkan dengan presipitasi pendinginan memiliki sifat-sifat lebih baik dibandingkan mucilage dengan presipitasi alkohol maupun aceton dan mendekati sifat-sifat gelatin.  Metode presipitasi dengan pendinginan pada isolasi mucilage talas berpotensi menghasilkan mucilage sebagai pengganti gelatin halal. Kata kunci: aceton, alkohol, pendinginan, mucilage, talas.
Karakteristik Kimia Permen Keras dengan Penambahan Ekstrak Putik Bunga Saffron (Crocus sativus L.) Wilna Iznilillah; Arti Hastuti; Tiara Amanda Lestari; Sri Rejeki Retna Pertiwi; Muhammad Rifqi; Tresna Ligar Aphafield
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i1.22353

Abstract

Permen keras merupakan kategori produk pangan yang memiliki tingkat penerimaan luas di berbagai segmen konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan ekstrak putik bunga saffron (Crocus sativus L.) sebagai komponen fungsional dalam formulasi permen keras, dengan fokus pada kontribusi senyawa bioaktifnya terhadap peningkatan aktivitas antioksidan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan dua ulangan, yang terdiri atas empat tingkat konsentrasi ekstrak saffron, yaitu 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%. Parameter yang dianalisis mencakup aktivitas antioksidan, kadar air, dan kadar abu sebagai dasar penetapan perlakuan terbaik, diikuti oleh analisis kadar gula reduksi dan sakarosa pada perlakuan terpilih. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak saffron pada konsentrasi 7,5% menghasilkan formulasi permen keras dengan karakteristik paling unggul. Formulasi ini memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 47,16 µg/mL, kadar air sebesar 0,76%, kadar abu 0,72%, kadar gula reduksi 15,22%, dan kadar sakarosa 60,12%. Secara keseluruhan, penambahan ekstrak putik bunga saffron terbukti berpengaruh signifikan terhadap karakteristik kimia permen keras. Temuan ini menegaskan potensi saffron sebagai bahan fungsional dalam pengembangan produk permen keras dengan nilai tambah bioaktif.
Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Minuman Jelly Berbahan Baku Ekstrak Teh Hijau dan Sari Buah Lemon Kalfiah; Sri Rejeki Retna Pertiwi; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.19226

Abstract

Minuman jelly merupakan minuman ringan berbentuk gel. Umumnya minuman jelly memliki sifat elastis namun konsistensinya atau kekuatan gelnya lebih lemah bila dibandingkan jelly agar. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan ekstrak teh hijau dan sari buah lemon terhadap karakteristik fisikokimia dan karakteristik sensori minuman jelly. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor  yaitu perbandingan ekstrak teh dan sari buah lemon dengan 4 taraf perlakuan, yaitu A1 (100% :0%), A2  (95% :5%), A3  (90% : 10%) dan A4 (85% : 15%). Parameter yang dianalisis adalah total padatan terlarut, sineresis produk, derajat keasaman (pH), aktivitas antioksidan, sensori dan hedonik. Analisis data dan penelitian yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan pada selang kepercayaan 95%. Perbandingan ekstrak teh hijau dan sari buah lemon berpengaruh nyata meningkatkan karakteristik fisikokimia yaitu total padatan terlarut dan aktivitas antioksidan dan menurunkan derajat keasaman (pH) sedangkan pada sineresis tidak berpengaruh nyata. karakteristik mutu sensori yaitu aroma teh hijau,  aroma lemon, rasa asam, rasa manis, tekstur, dan kemudahan sedot sedangkan pada mutu warna tidak berpengaruh nyata. Pada mutu hedonik warna, aroma teh hijau, rasa asam, rasa manis, tekstur, kemudahan sedot dan overall berpengaruh nyata sedangkan pada aroma lemon tidak berbeda nyata. Hasil mutu sensori minuman jelly warna mengarah ke kuning kecoklatan, rasa mengarah ke manis sedikit asam, aroma mengarah ke aroma teh hijau dan lemon, tekstur mengarah ke cair, dan kemudahan sedot mengarah ke mudah disedot. Hasil uji hedonik pada parameter warna, rasa asam, rasa manis, aroma teh hijau, aroma lemon, tekstur, kemudahan sedot  dan overall semuanya mengarah ke suka. Hasil penelitian menunjukkan produk terpilih yaitu pada perlakuan A3 dilihat berdasarkan nilai yang sesuai dengan taraf mutu SNI 8897:2020 dan taraf nyata yang paling berpengaruh pada setiap perlakuan  perbandingan ekstrak teh hijau dan sari buah lemon.
Penerapan Pengawasan Mutu pada Proses Produksi I – Tox Honey Neo OTG (On The Go) di PT Imago Randau Harmoni Cileungsi Elin Halimatus Sa'diah; Sri Rejeki Retna Pertiwi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24550

Abstract

Industri pangan berbasis madu terus berkembang seiring tingginya permintaan konsumen terhadap produk kesehatan alami. Pengawasan mutu pada produk madu olahan menjadi kunci untuk menjamin keamanan dan konsistensi kualitas produk yang beredar di pasar. Kajian ini bertujuan menganalisis penerapan pengawasan mutu pada proses produksi I-Tox Honey Neo OTG di PT Imago Randau Harmoni, Cileungsi–Bogor. Metode yang digunakan adalah kerja nyata (real work) melalui pengamatan langsung, wawancara, pencatatan, diskusi, dan telaah pustaka. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengawasan mutu diterapkan secara menyeluruh mencakup empat tahap, yaitu bahan baku, kemasan, proses produksi, dan produk akhir. Bahan baku madu memenuhi SNI 8664:2018 dengan kadar air 20% dan nilai Brix 77%. Proses blanching dilakukan selama 5 detik pada suhu 90°C, penghalusan dikontrol selama 36 detik, serta vakum evaporasi dipantau setiap 30 menit pada suhu dalam 50°C dan suhu luar 60°C. Produk akhir menunjukkan karakteristik organoleptik normal dengan aroma, rasa, dan warna yang sesuai standar perusahaan.