Claim Missing Document
Check
Articles

Gamification in Mobile Health Apps: A Quasi-Experimental Study on Adolescent Obesity Prevention Jiu, Cau Kim; Kiri, Ming; Dara, Sokha
Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/health.v3i3.2370

Abstract

Adolescent obesity has become a global public health crisis, demanding effective and engaging intervention strategies. While mobile health (mHealth) apps offer a scalable platform for promoting healthy lifestyles, maintaining long-term engagement among adolescents remains a significant challenge. This study aimed to evaluate the effectiveness of a gamified Health application on promoting positive changes in physical activity, dietary habits, and anthropometric measures among adolescents at risk for obesity, compared to a non-gamified version of the same application. A 12-week, quasi-experimental study was conducted with 150 adolescents (aged 13-16) with a BMI above the 85th percentile. Participants were assigned to either an intervention group (n=75) using a gamified mHealth app featuring points, badges, and leaderboards, or a control group (n=75) using a non-gamified version with identical health content. The intervention group demonstrated significantly greater increases in moderate-to-vigorous physical activity (p < .01) and higher consumption of fruits and vegetables (p < .05) compared to the control group. Furthermore, the gamified app users showed a modest but statistically significant reduction in their BMI z-score (p < .05), a change not observed in the control group. App engagement metrics were also 70% higher in the intervention group. The integration of gamification elements into mHealth applications is a highly effective strategy for preventing obesity in adolescents.
SAPA (School Health Program) and Breathing Exercises for Children at SDN 06 Pontianak Timur Wahyuni, Tri; Jiu, Cau Kim; Ariyanti, Sri; Surtikanti
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i3.1195

Abstract

Health education and socialization about preventing Acute Respiratory Tract Infection (ARTI) can increase public knowledge and awareness of the importance of clean and healthy living behavior. This activity helps the community understand how to prevent ARTI through simple actions such as washing hands, covering the mouth when coughing or sneezing, and maintaining environmental cleanliness. Furthermore, this community service can also provide other benefits, such as Increased knowledge. Through counseling and socialization, the community obtains information about ARTI, its causes, symptoms, and how to prevent it. Increased awareness, the community becomes more aware of the importance of maintaining their own health and the surrounding environment to prevent ARTI. When increased clean and healthy living behavior, the community begins to implement clean and healthy living behavior in everyday life, such as washing hands, covering the mouth when coughing or sneezing, and maintaining environmental cleanliness. Reducing the incidence of ARTI, with better knowledge and awareness, the community can reduce the risk of ARTI in themselves and their families. Community Empowerment, Through community service activities, the community is actively involved in efforts to prevent ARTI, so that they feel responsible for public health.
Socialization of the Play with Children Program (Program Beranak) to Mothers of Children with Special Needs Jiu, Cau Kim; Pratama, Kharisma; Usman, Usman
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i1.466

Abstract

One of the needs of children is play, but some parents are not optimal in utilizing play time with children at home. Although children have special needs such as autism spectrum disorders and intellectual disabilities, the desire to play in children still exists and must be fulfilled by parents. The community service program to play with children, which is called the “Program Beranak”, is one of the programs that aims to bring closer the physical and emotional relationship between mothers and children so that it can increase self-confidence, stimulate cognitive development, social and emotional skills of children with special needs. In addition, playing with children with special needs is a form of therapy so that children can express themselves and train children's concentration. The method of this community service activity was carried out through lectures, small group discussions and simulations. The results of this activity show that there is an increase in the knowledge and skills of mothers who have children with special needs in playing with children at home. Some activities that mothers can do when playing with children at home such as reading fairy tales or storybooks, arranging puzzle toys, painting and coloring. It is expected that mothers can spend time with their children at least 30-45 minutes a day to play and the type of game is adjusted to the age and development of the child.
Pemberdayaan Wanita Usia Subur dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks di Puskesmas Tuan-Tuan Susilawati, Miya; Jiu, Cau Kim; Hastuti, Lidia; Bhakti, Wida Kuswida
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11215

Abstract

Deteksi dini resiko terjadinya kanker serviks pada wanita usia subur merupakan salah satu cara dalam menurunkan angka kejadian penderita kanker serviks. Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan salah satu jenis pemeriksaan skrining dalam deteksi dini kanker servik namun menurut laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang cakupan program IVA tahun 2022 menunjukkan tidak terpenuhinya angka cakupan seperti yang telah direncanakan yaitu hanya 1,7 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis dampak pemberdayaan wanita usia subur dalam deteksi kanker serviks melalui pemeriksaan IVA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan partisipatif atau (Participatory Action Research) melalui empat tahapan, yaitu: Perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Partisipan dalam penelitian ini yaitu wanita usia subur, kader, Stakeholders yang relevan, pemegang program kesehatan reproduksi dan petugas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tuan-Tuan Kabupaten Ketapang dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dan focus group discussion. Masalah utama yang perlu diselesaikan yaitu rendahnya partisipasi wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA selanjutnya disepakati kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA sebagai alternatif penyelesaian masalah. Hasil evaluasi terjadi peningkatan kunjungan 4 bulan terakhir dan perlu dilakukan sosialisasi kembali terkait pemeriksaan IVA dengan berbagai macam metode.
Program Melatih Pertolongan Nyawa Bagi Pemula Penderita DFU (Menyala Abangku): Pengabdian Usman Usman; Cau Kim Jiu; Sri Ariyanti; Lidia Hastuti; Ayu Romantika
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.483

Abstract

Hasil survey yang dilakukan di Puskesmas Padang Tikar tercatat pada tahun 2024 jumlah kunjungan pasien Diabetes Mellitus adalah 389 Jiwa. 67% mengalami komplikasi Luka Kaki Diabetik. Puskesmas Padang Tikar hanya berfokus pada pelayanan fisik saja belum melakukan deteksi dini tentang derajat luka DFU, risiko luka berulang dan edukasi tentang pencegahan luka berulang serta management nutrisi pada pasien DFU. Metode yang digunakan terdiri dari 4 tahap yaitu: Survei Kelompok sasaran, Persiapan sarana dan prasarana, Pelaksanaan Kegiatan Aksi, dan evaluasi.nHasil yang diapatkan adalah jumlah pasien yang hadir berjumlah 12orang. Semua pasien dapat menyebutkan derajat luka DFU, berbagai macam faktor penyebab luka berulang dan menakar jenis-jenis nutrisi yang dikonsumsi selama terjadi luka. Melalui edukasi dan pelatihan ini dapat memberikan solusi yang tepat bagi penderita DFU sehingga dapat melakukan pencegahan dini terhadap komplikasi lain dan mencegah kematian.
Sosialisasi Penggunaan Bahasa Isyarat Bagi Tenaga Kesehatan Sebagai Upaya Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Yang : Penelitian Cau Kim Jiu; Jaka Pradika; Usman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.573

Abstract

Dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang ramah terhadap difabel dan pelayanan yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat maka dibutuhkan tenaga kesehatan yang menguasai bahasa isyarat dalam berkomunikasi. Kemampuan menggunakan bahasa isyarat oleh tenaga kesehatan di Puskesmas maupun di rumah sakit saat penting untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat berdampak pada kesalahan dalam praktik atau malpraktik akibat kesalahan dalam menerjemahkan informasi yang disampaikan. Masalah yang dihadapi saat ini adalah belum semua tenaga kesehatan mampu menggunakan bahasa isyarat dalam berinteraksi dengan kelompok difabel. Perlu upaya sosialisasi penggunaan bahasa isyarat bagi tenaga kesehatan agar memiliki keterampilan dalam menggunakan bahasa isyarat untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi penggunaan bahasa isyarat yang di ikuti oleh peserta dari tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas dan rumah sakit serta mahasiswa kesehatan. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu peserta dapat mempraktikkan penggunaan bahasa isyarat menggunakan SIBI (Sistem isyarat Bahasa Indonesia) yang disampaikan oleh narasumber dari salah satu Sekolah Luar Biasa yang ada di Kota Pontianak.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT DISABILITAS DENGAN BEBAN CAREGIVER INFORMAL PASIEN PASCA STROKE Vianny , Afrida; Jiu, Cau Kim; Bhakti, Wida Kuswida
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36781

Abstract

Penderita stroke sebagian besar menghabiskan waktunya untuk beraktivitas di dalam rumah, oleh sebab itu peran keluarga sangatlah penting dalam merawat pasien stroke pasca serangan dibandingkan peran perawatan dari petugas kesehatan. Family caregiver berperan dalam tugas perawatan personal seperti kebutuhan kebersihan diri, kebutuhan nutrisi, kebutuhan mobilitas, dukungan emosional, dan kebutuhan finansial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat disabilitas terhadap beban caregiver informal pasien pasca stroke. Ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 orang caregiver. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat disabilitas pasien pasca stroke dengan beban caregiver (p<0,000). Hubungan positif (searah) dengan kekuatan hubungan cukup kuat (?=0,401) yang berarti semakin tinggi tingkat disabilitas pasien, semakin besar beban yang dirasakan caregive. Kesimpulan tingkat keparahan disabilitas secara langsung mempengaruhi kebutuhan perawatan yang diperlukan oleh pasien. Ketika pasien mengalami disabilitas yang berat, caregiver akan dihadapkan pada tuntutan yang lebih tinggi bagi keluarga untuk membantu dalam aktivitas sehari-hari
Pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian temper tantrum pada anak disabilitas intelektual di sekolah luar biasa kota Pontianak Jiu, Cau Kim; Ariyanti, Sri; Masdah, Siti; Herni Pertiwi, Gracia; Erin Sastrini, Yovita
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/wqneb281

Abstract

Temper tantrum adalah respons yang normal, namun bisa menjadi masalah jika tidak dikendalikan, terutama pada anak berkebutuhan khusus. Pada anak-anak dengan disabilitas intelektual, tantrum sering kali lebih intensif dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengatasi perilaku ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian temper tantrum pada anak disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan time series design, dilakukan dengan satu kelompok eksperimen yang diberi intervensi hypnoparenting selama 6 hari dengan durasi 30-45 menit dan dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak disabilitas intellektual di salah satu SLB Kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden 20 orang. Hasil uji wilcoxon didapatkan p-value = 0.000 lebih kecil dari ɑ = 0.05 jadi Ha diterima yang artinya ada pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian temper tantrum pada anak disabilitas intelektual. Diharapkan orang tua dapat melanjutkan menerapkan hypnoparenting setiap hari kepada anak agar dapat mengontrol perilaku tantrum
The Impact of Inclusive Education Settings on the Social Development of Children With and Without Disabilities Jiu, Cau Kim; Lee, Ava; Tan, Ethan
Research Psychologie, Orientation et Conseil Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rpoc.v2i5.2569

Abstract

Sleep plays a fundamental role in the cognitive and emotional development of children, yet sleep deprivation has become increasingly common among elementary school students due to lifestyle and environmental factors. Poor sleep quality has been linked to diminished academic performance, reduced attention span, and impaired memory consolidation, all of which are essential for effective learning. This study aims to investigate the relationship between sleep quality, academic achievement, and memory consolidation processes in elementary school children. A quantitative correlational design was employed involving 280 students aged 9–12 years from three urban elementary schools. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and a standardized memory recall test, alongside academic records. Statistical analyses were performed using Pearson correlation and multiple regression to determine predictive relationships among variables. Findings indicated a significant positive correlation between sleep quality and both academic performance (r = 0.63, p < 0.001) and memory retention (r = 0.59, p < 0.001). Children with consistent sleep schedules and adequate rest demonstrated superior cognitive function, particularly in long-term memory tasks and problem-solving abilities. The study concludes that sufficient and high-quality sleep is a critical determinant of learning efficiency and academic success. Interventions promoting healthy sleep habits should be integrated into school health programs to support cognitive and educational outcomes.  
Analisis Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit: Scoping Review Hidayati, Yuli; Bakti, Wida Kuswida; Jiu, Cau Kim; Jais, Suriadi; Haryanto, Haryanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5894

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu dan keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tingkat kepuasan ini mencerminkan kesesuaian antara harapan pasien dan pelayanan yang diterima, baik dari aspek teknis maupun non-teknis. Seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan berorientasi pada pasien, evaluasi kualitas pelayanan rumah sakit menjadi semakin krusial.Scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan rumah sakit, mengidentifikasi dimensi kualitas pelayanan yang paling berpengaruh, serta menemukan kesenjangan penelitian yang masih perlu dikaji. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan pendekatan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada berbagai database nasional dan internasional, meliputi PubMed, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, Google Scholar, dan Garuda. Artikel yang disertakan merupakan penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods yang dipublikasikan pada periode 2019–2025 dan membahas kepuasan pasien serta kualitas pelayanan rumah sakit.Proses seleksi artikel dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan judul dan abstrak, penilaian full-text, hingga penetapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Data diekstraksi secara sistematis mencakup karakteristik studi, desain penelitian, instrumen pengukuran, dan temuan utama. Hasil scoping review menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan instrumen SERVQUAL. Lima dimensi kualitas pelayanan keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik—secara konsisten berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien. Dimensi empati, komunikasi tenaga kesehatan, dan daya tanggap menjadi faktor paling dominan. Selain itu, waktu tunggu, sistem administrasi, kenyamanan fasilitas, dan aksesibilitas layanan juga berperan penting. Kesimpulannya, kepuasan pasien bersifat multidimensional dan menegaskan pentingnya penerapan pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien.
Co-Authors Agung Anggara Lukmenda Aliana, Ande Almumtahanah, Almumtahanah Amelia, Lince Amelyadi, Amelyadi Amrullah, Syahid Ariyani, Peni Aryadi, Deni Ayu Diana Meilantika Ayu Romantika Azzahra, Fasya Bakti, Wida Kuswida Bhakti, Wida Kuswida Cory, Wening Dara, Sokha Diah Ratri Larasati Djaswadi Dasuki Erin Sastrini, Yovita Febriyanti, Adinda Febriyanti, Indriani Gusmiah, Tisa Gusti Jhoni Putra Gusti Jhoni Putra, Gusti Jhoni HARIYANTO HARIYANTO Hartono Hartono Hartono Hartono Haryanto Haryanto Hasria Alang Indri Erwhani Ira, Nurmaya Putri Istiqamah, Istiqamah Jhoni P, Gusti Jimmy Pintabar, Andar Junko Sugama, Junko Kardiatun, Tutur Kawuryan, Uji Kiri, Ming Lee, Ava Lestari, Astuti Lestari, Lilis Lidia Hastuti Lukita, Yenni Mansunomi, Veronika Mardiyani, Ridha Mayumi Okuwa, Mayumi Mukai, Kanae Nakatani, Toshio Nilaprapti, Endhang Novianti, Wida Novita, Ninda Nur Jannah Nuraga, Welly Handa Nuril Lutvi Azizah P, Kharisma Pandi, Jul Parliani, Parliani Pertiwi, Gracia Herni Pitri, Pitri Pradika, Jaka Pratama, Kharisma Puspita, Dinarwulan Rahayu, Indah Dwi Rahmawati, Rahmawati Rahmayani Rahmayani Rozi, Abdul Rungreangkulkij, Somporn Safira, Annisa Saparina, Saparina Sitepu, Juanda Siti Masdah Sri Ariyanti Suriadi Jais Surtikanti Surtikanti Surtikanti SURTIKANTI SURTIKANTI Susilawati, Miya Syahid, Syahid Amrullah Syamsuri Tamara, Sena Dwi Tamara Tan, Ethan Tisa Gusmiah tri wahyuni Ujiana, Sugi Usman Usman Usman Usman Usman Vianny , Afrida Wahdaniah Mukhtar Wida Novianti Winarianti Wuriani Wuriani Wuriani Wuriani Wuriani, Wuriani Yani, Diah Fauri Yukari, Nakajima Yuli Hidayati