Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Literatur: Penerapan E-Puskesmas di Indonesia: Penelitian Diah Ratri Larasati; Cau Kim Jiu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1230

Abstract

The implementation of e-Puskesmas as a web-based information management system in primary healthcare facilities in Indonesia represents a crucial step toward improving service quality and effeciency. This literature review systematically examines five scientific articles published within the last six years, employing the PRISMA method along with inclusion and exclusion criteria. The search was conducted across academic platforms such as PubMed, Google Scholar, and Science Direct, utilizing the PIECES analytical framework. The findings indicate that e-Puskesmas accelerates administrative processes, facilitates patient data recording, and enhances transparency and service quality. However, challenges remain in the areas of control, efficiency, and economics, particularly concerning limited equipment availability, the need for human resource training, and internet connectivity stability. These findings underscore the importance of strengthening infrastructure, enhancing healthcare workforce capacity, and continuously developing the system to maximize the benefits of e-Puskesmas. In conclusion, e-Puskesmas holds significant clinical relevance in supporting the digital transformation of healthcare services, although improvements are still necessary to ensure optimal system performance across Indonesia.
Evaluasi Penerapan Program Aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat IndonesiaKu) pada Imunisasi Anak di Puskesmas Kecamatan Ledo: Penelitian Agung Anggara Lukmenda; Cau Kim Jiu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya program imunisasi anak sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Namun, pengelolaan data imunisasi yang masih bergantung pada pencatatan manual sering kali rentan terhadap kesalahan dan membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pelaporan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi petugas kesehatan dalam penggunaan aplikasi, baik dari segi pelatihan, adaptasi terhadap teknologi, maupun infrastruktur yang mendukung aplikasi. Metode: Jenis Penelitian ini adalah Kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 12 petugas kesehatan yang terlibat langsung dalam penggunaan aplikasi ASIK, serta observasi partisipatif terhadap proses pencatatan imunisasi. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait kelebihan, kekurangan, dan tantangan penggunaan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi ASIK berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan data imunisasi, mengurangi kesalahan pencatatan manual, dan mempercepat proses pelaporan. Namun, kendala yang muncul termasuk kurangnya pelatihan yang memadai untuk petugas kesehatan, serta masalah infrastruktur teknologi seperti konektivitas internet yang tidak stabil. Meskipun demikian, aplikasi ASIK diterima dengan baik oleh petugas kesehatan, dan mereka berharap ada perbaikan dalam pelatihan serta pengembangan aplikasi yang lebih ramah pengguna. Saran: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar dilakukan pelatihan berkelanjutan yang lebih mendalam untuk petugas kesehatan agar mereka dapat memanfaatkan aplikasi ASIK secara optimal, terutama bagi petugas yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Selain itu, peningkatan infrastruktur teknologi, seperti koneksi internet yang lebih stabil dan perangkat yang memadai, sangat penting untuk memastikan kelancaran penggunaan aplikasi
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) MENDENGARKAN MUSIK DAN BERNYANYI PADA LANSIA Cau Kim Jiu; Bhakti, Wida Kuswida; Almumtahanah, Almumtahanah; Ariyanti, Sri; Wahyuni, Tri; Kawuryan, Uji; Rahmawati, Annisa; Lukita, Yenni; Masdah, Siti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45116

Abstract

Dampak dari penurunan fungsi kognitif dan sensori pada lanjut usia dapat mencakup berbagai aspek, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Secara kognitif, berdampak pada penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah sehingga menyebabkan gangguan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penurunan fungsi sensori meliputi penurunan kemampuan pendengaran, penglihatan, dan persepsi sehingga menyebabkan penurunan kemampuan lansia untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan menghambat komunikasi. Salah satu cara untuk mengelola situasi ini dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok yang dilakukan oleh perawat kepada lansia dengan tujuan untuk meningkatkan daya ingat, kesehatan mental dan kemampuan bersosialisasi. Peserta kegiatan ini adalah lansia yang berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi melalui kegiatan bernyanyi dan diskusi melalui cerita masa lalu. Hasil kegiatan menunjukkan para lansia terlibat secara aktif dan antusias dalam kegiatan ini serta dapat menyanyikan beberapa lagu kenangan masa lalu serta menceritakan pengalaman masa lalu yang menyenangkan. Beberapa lansia mengatakan terhibur dengan kegiatan ini dan senang bisa bernyanyi bersama-sama. Dapat disimpulkan bahwa jika kegiatan bernyanyi dan mendengarkan musik dilakukan secara rutin diharapkan dapat menstimulus fungsi kognitif, sensori dan menambah rasa percaya diri lansia dalam berinteraksi satu sama lainnya.
Program Storytelling melalui Bercerita pada Anak Berkebutuhan Khusus tentang di Sekolah Luar Biasa Pontianak Kim Jiu, Cau; Ariyanti, Sri; Lukita, Yenni
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : SMART SCIENTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/smartdedication.v2i2.205

Abstract

Beberapa anak berkebutuhan khusus (ABK) mengalami hambatan dalam berkomunikasi dan menyampaikan ide atau gagasannya. Perlu pendekatan khusus dalam penyampaian pembelajaran kepada ABK agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Storytelling adalah metode pengajaran efektif karena dapat merangsang perkembangan kognitif, emosional, dan sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan ABK dalam mengungkapkan ide/gagasan melalui bercerita. Pendekatan interaktif yang digunakan dalam kegiatan PKM ini membuat anak dapat berinteraksi satu sama lain dengan menggunakan media gambar dan mainan. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu sekolah luar biasa yang ada di Kota Pontianak selama 45 menit dengan metode kegiatan dilakukan melalui bercerita menggunakan alat bantu gambar atau mainan yang disukai. ABK memilih gambar atau mainan yang disukai kemudian menceritakan tentang isi gambar atau mainan tersebut dihadapan teman-temannya. Kegiatan ini dilakukan  tanggal 9 Mei 2025, sebanyak 10 anak mengikuti kegiatan ini. Hasil dari kegiatan ini didapatkan 5 ABK memilih media visual seperti gambar dalam menstimulasi bercerita, 3 anak memilih mainan seperti boneka dalam bercerita dan 2 anak memilih bercerita tentang tokoh kartun atau video yang pernah ditonton di televisi. Storytelling untuk ABK sebaiknya disesuaikan dengan jenis kebutuhan dan karakteristik anak agar anak bebas menyampaikan ide atau gagasannya
Gamification in Mobile Health Apps: A Quasi-Experimental Study on Adolescent Obesity Prevention Jiu, Cau Kim; Kiri, Ming; Dara, Sokha
Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/health.v3i3.2370

Abstract

Adolescent obesity has become a global public health crisis, demanding effective and engaging intervention strategies. While mobile health (mHealth) apps offer a scalable platform for promoting healthy lifestyles, maintaining long-term engagement among adolescents remains a significant challenge. This study aimed to evaluate the effectiveness of a gamified Health application on promoting positive changes in physical activity, dietary habits, and anthropometric measures among adolescents at risk for obesity, compared to a non-gamified version of the same application. A 12-week, quasi-experimental study was conducted with 150 adolescents (aged 13-16) with a BMI above the 85th percentile. Participants were assigned to either an intervention group (n=75) using a gamified mHealth app featuring points, badges, and leaderboards, or a control group (n=75) using a non-gamified version with identical health content. The intervention group demonstrated significantly greater increases in moderate-to-vigorous physical activity (p < .01) and higher consumption of fruits and vegetables (p < .05) compared to the control group. Furthermore, the gamified app users showed a modest but statistically significant reduction in their BMI z-score (p < .05), a change not observed in the control group. App engagement metrics were also 70% higher in the intervention group. The integration of gamification elements into mHealth applications is a highly effective strategy for preventing obesity in adolescents.
SAPA (School Health Program) and Breathing Exercises for Children at SDN 06 Pontianak Timur Wahyuni, Tri; Jiu, Cau Kim; Ariyanti, Sri; Surtikanti
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i3.1195

Abstract

Health education and socialization about preventing Acute Respiratory Tract Infection (ARTI) can increase public knowledge and awareness of the importance of clean and healthy living behavior. This activity helps the community understand how to prevent ARTI through simple actions such as washing hands, covering the mouth when coughing or sneezing, and maintaining environmental cleanliness. Furthermore, this community service can also provide other benefits, such as Increased knowledge. Through counseling and socialization, the community obtains information about ARTI, its causes, symptoms, and how to prevent it. Increased awareness, the community becomes more aware of the importance of maintaining their own health and the surrounding environment to prevent ARTI. When increased clean and healthy living behavior, the community begins to implement clean and healthy living behavior in everyday life, such as washing hands, covering the mouth when coughing or sneezing, and maintaining environmental cleanliness. Reducing the incidence of ARTI, with better knowledge and awareness, the community can reduce the risk of ARTI in themselves and their families. Community Empowerment, Through community service activities, the community is actively involved in efforts to prevent ARTI, so that they feel responsible for public health.
Identifikasi Diet Khusus Pada Anak Dengan Autisme dalam Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Luar Biasa Jiu, Cau Kim; Usman, Usman; Lukita, Yenni; Pazriani, Annisa Pirlaily; Pratama, Muhammad Sonny
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan diet pada anak dengan autisme melalui program makan bergizi gratis di sekolah dari berbagai persepsi guru, orang tua dan professional kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan mixed methods study. Pengumpulan data melalui wawancara dengan orang tua, guru di sekolah luar biasa, dan professional kesehatan serta dengan menyebarkan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden dengan tehnik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan kriteria inklusi adalah ibu dan anak dengan autisme dan sekolah di SLB Kota Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2025 sampai Agustus 2025. Lokasi penelitian di Sekolah Luar Biasa Kota Pontianak. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dan deskriptif korelatif dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intoleransi terhadap susu (p=0,033), mie instan (p=0,000), dan keju (0,025) dengan risiko perubahan perilaku pada anak dengan autisme. Sebaliknya tidak terdapat hubungan antara intoleransi terhadap cokelat (p=0,361) dan sosis (0,845) dengan risiko perubahan perilaku anak dengan autisme. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua menyambut positif program makan bergizi gratis namun program ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti kebutuhan anak terhadap diet sangat bervariasi sehingga perlu identifikasi khusus kebutuhan diet setiap anak.
Socialization of the Play with Children Program (Program Beranak) to Mothers of Children with Special Needs Jiu, Cau Kim; Pratama, Kharisma; Usman, Usman
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i1.466

Abstract

One of the needs of children is play, but some parents are not optimal in utilizing play time with children at home. Although children have special needs such as autism spectrum disorders and intellectual disabilities, the desire to play in children still exists and must be fulfilled by parents. The community service program to play with children, which is called the “Program Beranak”, is one of the programs that aims to bring closer the physical and emotional relationship between mothers and children so that it can increase self-confidence, stimulate cognitive development, social and emotional skills of children with special needs. In addition, playing with children with special needs is a form of therapy so that children can express themselves and train children's concentration. The method of this community service activity was carried out through lectures, small group discussions and simulations. The results of this activity show that there is an increase in the knowledge and skills of mothers who have children with special needs in playing with children at home. Some activities that mothers can do when playing with children at home such as reading fairy tales or storybooks, arranging puzzle toys, painting and coloring. It is expected that mothers can spend time with their children at least 30-45 minutes a day to play and the type of game is adjusted to the age and development of the child.
Pemberdayaan Wanita Usia Subur dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks di Puskesmas Tuan-Tuan Susilawati, Miya; Jiu, Cau Kim; Hastuti, Lidia; Bhakti, Wida Kuswida
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11215

Abstract

Deteksi dini resiko terjadinya kanker serviks pada wanita usia subur merupakan salah satu cara dalam menurunkan angka kejadian penderita kanker serviks. Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan salah satu jenis pemeriksaan skrining dalam deteksi dini kanker servik namun menurut laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang cakupan program IVA tahun 2022 menunjukkan tidak terpenuhinya angka cakupan seperti yang telah direncanakan yaitu hanya 1,7 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis dampak pemberdayaan wanita usia subur dalam deteksi kanker serviks melalui pemeriksaan IVA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan partisipatif atau (Participatory Action Research) melalui empat tahapan, yaitu: Perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Partisipan dalam penelitian ini yaitu wanita usia subur, kader, Stakeholders yang relevan, pemegang program kesehatan reproduksi dan petugas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tuan-Tuan Kabupaten Ketapang dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dan focus group discussion. Masalah utama yang perlu diselesaikan yaitu rendahnya partisipasi wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA selanjutnya disepakati kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA sebagai alternatif penyelesaian masalah. Hasil evaluasi terjadi peningkatan kunjungan 4 bulan terakhir dan perlu dilakukan sosialisasi kembali terkait pemeriksaan IVA dengan berbagai macam metode.
Program Melatih Pertolongan Nyawa Bagi Pemula Penderita DFU (Menyala Abangku): Pengabdian Usman Usman; Cau Kim Jiu; Sri Ariyanti; Lidia Hastuti; Ayu Romantika
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.483

Abstract

Hasil survey yang dilakukan di Puskesmas Padang Tikar tercatat pada tahun 2024 jumlah kunjungan pasien Diabetes Mellitus adalah 389 Jiwa. 67% mengalami komplikasi Luka Kaki Diabetik. Puskesmas Padang Tikar hanya berfokus pada pelayanan fisik saja belum melakukan deteksi dini tentang derajat luka DFU, risiko luka berulang dan edukasi tentang pencegahan luka berulang serta management nutrisi pada pasien DFU. Metode yang digunakan terdiri dari 4 tahap yaitu: Survei Kelompok sasaran, Persiapan sarana dan prasarana, Pelaksanaan Kegiatan Aksi, dan evaluasi.nHasil yang diapatkan adalah jumlah pasien yang hadir berjumlah 12orang. Semua pasien dapat menyebutkan derajat luka DFU, berbagai macam faktor penyebab luka berulang dan menakar jenis-jenis nutrisi yang dikonsumsi selama terjadi luka. Melalui edukasi dan pelatihan ini dapat memberikan solusi yang tepat bagi penderita DFU sehingga dapat melakukan pencegahan dini terhadap komplikasi lain dan mencegah kematian.