Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Implementasi Action Researh Model dalam Pengembangan Interaksi Skil pada Pasien Jatuh dengan menggunakan Konsep Edukasi Caring Rumapea, Natalina; Purba, Jenny Marlindawani; Arrum, Diah
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 4 No 2: Tahun 2019
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.712 KB) | DOI: 10.17605/jti.v4i2.659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan edukasi berbasis caring pada pasien yang berisiko jatuh di Rumah Sakit Columbia Asia Medan dengan menggunakan model pendekatan action research. Action research model merupakan metode untuk memfasilitasi perubahan dengan membantu melibatkan sistem klien dalam proses diagnostik, pembelajaran aktif, penemuan masalah, dan penyelesaian masalah. Dalam penelitian ini digunakan data kejadian pasien jatuh yang bersumber dari Rumah Sakit Columbia Asia Medan. Kejadian pasien jatuh masih menjadi hal yang mengkhawatirkan pada seluruh pasien rawat inap di rumah sakit. Kejadian jatuh disebabkan oleh faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik. Berdasarkan hasil penelitian pada tahap reconnaissance diperoleh 5 tema yaitu pemahaman konsep resiko jatuh, upaya pencegahan jatuh, perbaikan sistem dan fasilitas pencegahan risiko jatuh, pemahaman konsep caring, upaya penerapan konsep caring pada edukasi untuk pencegahan jatuh. Sedangkan pada tahap reflecting diperoleh 2 tema yaitu pengalaman perawat dalam memberikan edukasi berbasis caring pada pasien yang berisiko jatuh dan respon pasien terhadap pemberian edukasi berbasis caring pada pasien yang bersisiko jatuh. Dengan adanya pengembangan panduan ini terdapat peningkatan pengetahuan perawat tentang caring, 100% pengetahuan baik dan peningkatan kepuasan pasien terhadap pemberian edukasi, 100% puas. Disarankan dengan adanya pengembangan panduan edukasi berbasis caring ini pada pasien yang berisiko jatuh ini, diharapkan panduan ini dapat dilaksanakan untuk dapat meningkatkan kepuasan pasien dan memberikan pelayanan edukasi yang berkualitas.
Implementasi Action Researh Model dalam Pengembangan Interaksi Skil pada Pasien Jatuh dengan menggunakan Konsep Edukasi Caring Rumapea, Natalina; Purba, Jenny Marlindawani; Arrum, Diah
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 4 No 2: Tahun 2019
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.712 KB) | DOI: 10.17605/jti.v4i2.659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan edukasi berbasis caring pada pasien yang berisiko jatuh di Rumah Sakit Columbia Asia Medan dengan menggunakan model pendekatan action research. Action research model merupakan metode untuk memfasilitasi perubahan dengan membantu melibatkan sistem klien dalam proses diagnostik, pembelajaran aktif, penemuan masalah, dan penyelesaian masalah. Dalam penelitian ini digunakan data kejadian pasien jatuh yang bersumber dari Rumah Sakit Columbia Asia Medan. Kejadian pasien jatuh masih menjadi hal yang mengkhawatirkan pada seluruh pasien rawat inap di rumah sakit. Kejadian jatuh disebabkan oleh faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik. Berdasarkan hasil penelitian pada tahap reconnaissance diperoleh 5 tema yaitu pemahaman konsep resiko jatuh, upaya pencegahan jatuh, perbaikan sistem dan fasilitas pencegahan risiko jatuh, pemahaman konsep caring, upaya penerapan konsep caring pada edukasi untuk pencegahan jatuh. Sedangkan pada tahap reflecting diperoleh 2 tema yaitu pengalaman perawat dalam memberikan edukasi berbasis caring pada pasien yang berisiko jatuh dan respon pasien terhadap pemberian edukasi berbasis caring pada pasien yang bersisiko jatuh. Dengan adanya pengembangan panduan ini terdapat peningkatan pengetahuan perawat tentang caring, 100% pengetahuan baik dan peningkatan kepuasan pasien terhadap pemberian edukasi, 100% puas. Disarankan dengan adanya pengembangan panduan edukasi berbasis caring ini pada pasien yang berisiko jatuh ini, diharapkan panduan ini dapat dilaksanakan untuk dapat meningkatkan kepuasan pasien dan memberikan pelayanan edukasi yang berkualitas.
Efektivitas E-Protokol Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Perawat dalam Menilai Tingkat Ketergantungan Pasien di Rumah Sakit Umum Martha Friska Multatuli Hulu, Yusuf Panserito; Purba, Jenny Marlindawani; Nasution, Siti Zahara
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.17598

Abstract

ABSTRACT The patient dependency level e-protocol is an electronic-based form used to assess the level of patient dependency in hospitals. Patient dependence means the specific needs of each patient and some time required by the patient. This e-protocol aims to make it easier for nurses to assess patients and is expected to provide services to patients according to their different needs according to the characteristics and level of dependence of patients and be able to improve the knowledge, attitudes and actions of nurses in nursing assessment. This study aims to determine the effectiveness of e-protocols on nurses' knowledge, attitudes and actions in assessing the level of patient dependence at Martha Friska Multatuli General Hospital. The research method used pre-experimental design type one group pretest-postest with a sample of 34 respondents as an intervention group selected based on purposive sampling using power analysis. The results showed that there were differences in the mean knowledge, attitudes and actions of nurses after being given the intervention of using e-protocols (p=0.000). e-protocols can improve nurses' knowledge, attitudes and actions in assessing the level of patient dependence. This e-protocol is recommended to be used as a tool to assess the level of patient dependence in hospitals. Keywords: E-Protocol, Patient Dependency Level, Knowledge, Attitude, Action  ABSTRAK E-protokol tingkat ketergantungan pasien adalah formulir berbasis elektronik yang digunakan untuk menilai tingkat ketergantungan pasien di rumah sakit. Ketergantungan pasien berarti kebutuhan spesifik setiap pasien dan beberapa waktu yang diperlukan pasien. e-protokol ini bertujuan agar mempermudah perawat dalam melakukan penilaian terhadap pasien dan diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan kebutuhannya yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dan tingkat ketergantungan pasien serta mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan Tindakan perawat dalam penilaian keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-protokol terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan perawat dalam menilai tingkat ketergantungan pasien di Rumah Sakit Umum Martha Friska Multatuli. Metode penelitian menggunakan pre-experimental design type one group pretest-postest  dengan sampel sebanyak 34 responden sebagai kelompok intervensi dipilih berdasarkan purposive sampling menggunakaan power analysis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rerata pengetahuan, sikap dan Tindakan perawat setelah diberikan intervensi penggunaan e-protokol (p=0,000). e-protokol dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan Tindakan perawat dalam menilai tingkat ketergantungan pasien. e-protokol ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai alat menilai tingkat ketergantungan pasien di rumah sakit. Kata Kunci: E-Protokol, Tingkat Ketergantungan Pasien, Pengetahuan, Sikap, Tindakan
Pengalaman Caregiver Merawat Anggota Keluarga Dengan Skizofrenia yang Mengalami Relaps di UPTD Khusus RSJ Prof. Muhammad Ildrem Medan Manihuruk, Lia Debora; Purba, Jenny Marlindawani; Daulay, Wardiyah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49675

Abstract

Merawat anggota keluarga dengan skizofrenia merupakan tantangan bagi caregiver di rumah. Orang dengan skizofrenia sangat beresiko mengalami kekambuhan dan membutuhkan pengobatan serta perawatan dalam waktu yang lama. Penyakit ini tidak hanya berdampak kepada pasien saja tetapi juga memberikan dampak kepada keluarga khususnya caregiver. Dampak yang dirasakan caregiver memberikan perubahan-perubahan dalam kehidupan caregiver. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman caregiver merawat anggota keluarga dengan skizofrenia yang mengalami kekambuhan atau relaps. Desain penelitian menggunakan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif.  Partisipan berjumlah 10 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Alat pengumpulan data berupa kuesioner data demografi, panduan wawancara, catatan lapangan dan alat perekam suara. Metode analisa data menggunakan metode Colaizzi yang terdiri dari tujuh langkah. Penelitian ini menghasilkan 5 tema, yaitu, perubahan yang dirasakan caregiver, faktor pendukung menjadi caregiver, hambatan merawat anggota keluarga dengan skizofrenia, stigma yang dihadapi caregiver, harapan terhadap proses pengobatan dan pelayanan rumah sakit. Peran caregiver sangat dibutuhkan untuk mencapai perawatan yang optimal sekaligus mencegah kekambuhan pada orang dengan skizofrenia. Edukasi tentang skizofrenia perlu diberikan kepada caregiver untuk meningkatkan pemahaman, sikap yang positif dan keterampilan yang adekuat dalam merawat anggota yang mengalami skizofrenia.
Pengaruh rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap kemampuan remaja dalam mengelola emosi Naibaho, Amelia Elisabeth; Daulay, Wardiyah; Purba, Jenny Marlindawani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.978

Abstract

Background: Introduction: Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood. During adolescence, hormonal, physical, and psychological changes occur gradually. The ability to control emotions differs from suppressing them. Rational emotive behavior therapy (REBT) focuses on how people think, feel, and act to cope with emotions. Purpose: To identify the effect of rational emotive behavior therapy (REBT) on adolescents' ability to manage emotions. Method: A quantitative, quasi-experimental, pre-post control group approach was used. The sampling technique used purposive sampling, with a total sample of 80 participants divided into 40 intervention groups and 40 control groups. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses (dependent t-test). Results: Before the intervention, the majority of adolescents in the intervention group were in the moderate (34 (85%), high (4 (10%), and low (2 (5%).) After the intervention, there was a significant improvement, with 31 (77.5%) adolescents in the high category of emotional management skills and 9 (22.5%) in the moderate category. In the control group, which only received counseling from guidance counselors, there was no significant improvement. The number of adolescents with high emotional management skills decreased from 7.5% to 0%, while the majority remained in the moderate category. Statistical tests showed a highly significant difference between the intervention and control groups (p = 0.001), with the average emotional management skill score being significantly higher in the group receiving REBT. Conclusion: There was a difference in emotional management in the intervention group before and after REBT (p-value = 0.001). There was no difference in emotional management in the control group before and after receiving counseling from guidance counselors (p-value = 0.766). REBT can have a significant impact on emotional management in adolescents. Suggestion: Implement REBT in groups can be an effective intervention strategy in helping adolescents manage their emotions in healthier, more rational, and adaptive ways.   Keywords: Adolescents; Emotions; Rational Emotional Behavior Therapy (REBT).   Pendahuluan: Masa remaja adalah masa yang ditandai dengan adanya proses transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada usia remaja terjadi perubahan hormon, fisik, dan psikis yang berlangsung secara berangsur-angsur. Kemampuan mengendalikan emosi berbeda dengan meredam emosi. Rational emotive behaviour therapy (REBT) berfokus pada bagaimana orang berpikir, merasa dan bertindak untuk mengatasi emosional. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap kemampuan remaja dalam mengelola emosi. Metode: Pendekatan kuantitatif Quasi eksperimental pre-post with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 80 partisipan yang terbagi menjadi 40 partisipan kelompok intervensi dan 40 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji dependent t-test). Hasil: Sebelum diberikan intervensi, mayoritas remaja dalam kelompok intervensi berada pada kategori sedang sebanyak 34 (85%), tinggi sebanyak 4 (10%), dan rendah sebanyak 2 (5%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dengan kategori tinggi kemampuan remaja mengelola emosi sebanyak 31 (77.5%) dan sedang sebanyak 9 (22.5%). Pada kelompok kontrol yang hanya mendapatkan bimbingan konseling dari guru BK, tidak terjadi peningkatan yang signifikan. Jumlah remaja dengan kemampuan tinggi menurun dari 7.5% menjadi 0%, sementara mayoritas tetap berada dalam kategori sedang. Hasil uji statistik perbedaan yang sangat signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0.001), dengan rata-rata skor kemampuan mengelola emosi yang lebih tinggi secara bermakna pada kelompok yang mendapat intervensi REBT. Simpulan: Ada perbedaan mengelola emosi pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan REBT dengan p-value = 0.001. Tidak ada perbedaan mengelola emosi pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah mendapatkan bimbingan konseling dari guru BK dengan p-value = 0.766. Pemberian REBT dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mengelola emosi pada remaja. Saran: Penerapan REBT secara kelompok dapat menjadi strategi intervensi yang efektif dalam membantu remaja mengelola emosi secara lebih sehat, rasional, dan adaptif.   Kata Kunci: Emosi; Remaja; Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT).
Analysis of workload, work environment, and work stress on nurse performance Widiyantoro, Arif; Purba, Jenny Marlindawani; Mido Ester Sitorus
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 5 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v5i3.551

Abstract

The decline in nurse performance significantly affects the service image of a hospital in the community. Poor nursing services lead to a lack of public confidence in the hospital's capabilities. The low quality of nursing services can be caused by many factors, such as the quality of nurses' working lives and burnout syndrome. High work handled by a few human resources will only result in a high workload and increased work stress. A conducive work environment not only helps nurses control stress but also allows them to improve their performance. Researchers aim to analyze the workload, work environment, and work stress on the performance of nurses. The number of samples used was 141 nurses who were willing to be respondents and not in a state that could affect data collection. The dependent variable is nurse performance, and the independent variables are workload, work environment, and work stress. Data was analyzed using the Chi-Square Analysis method with the SPSS 19.0 for Windows program. The results showed that the workload variable did not affect nurse performance, with a p-value of 0.513; the work environment variable affected nurse performance, with a p-value of 0.013; the work stress variable did not affect nurse performance, with a p-value of 0.484. The results indicate that the work environment is the only factor significantly associated with nurse performance among the variables examined. These findings suggest that interventions to improve nurse performance should prioritize optimizing the work environment. Work workload and work stress, as measured in this study, may not require targeted adjustments for performance enhancement.
The Influence of Workload, Burnout, Distress on Nurses' Performance Post Covid-19 Pandemic Hapsari, Sukma; Purba, Jenny Marlindawani; Ashar, Taufik
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3937

Abstract

Workload, burnout and distress are closely related to nurse performance, because increasing workload, burnout and distress can reduce nurse performance. The purpose of this study was to determine the effect of workload, burn out, distress on the performance of nurses after the Covid-19 pandemic. Method: This study is quantitative with a causal associative design. The population in this study were nurses at the Prof. Dr. M. Ildrem, Metal Hospital, totaling 184 people, with a sample of 65 people in the study. Data were collected using questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression. The study shows that workload and distress influence the performance of nurses after the Covid-19 pandemic at the Prof. Dr. M. Ildrem, Mental Hospital, Medan, while burn out has no effect on the performance of nurses after the Covid-19 pandemic at the Prof. Dr. M. Ildrem, Mental Hospotal, Medan. Workload, burn out and distress together influence the performance of nurses after the Covid-19 pandemic at the Prof. Dr. M. Ildrem, Mental Hospital, Medan. Hospitals need to pay attention to workload elements that can affect nurses' performance, as well as exploring the individual abilities of nurses, providing opportunities for nurses to be creative and self-actualizing to reduce burn out as well as screening nurses for psychological problems regularly to support nurses who work in the Mental Hospital.
Pola Komunikasi Keluarga: Studi Kasus Pada Remaja dengan Kategori Resiko dan Gangguan Masalah Kesehatan Jiwa Daulay, Wardiyah; Nasution, Mahnum Lailan; Purba, Jenny Marlindawani
CONTENT: Journal of Communication Studies Vol. 1 No. 01 (2023): Mass Communication, Political Communication and Interpersonal Communication
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/cjcs.v1i01.11842

Abstract

Pola komunikasi yang baik akan menciptakan pola asuh yang baik, dan pengasuhan remaja yang baik akan dapat menangkal masalah-masalah yang mungkin terjadi proses tumbuh kembang remaja. Metode penelitian menggunakan desain studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman remaja tentang pola komunikasi keluarga. Pengambilan partisipan penelitian adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Partisipan pada penelitian ini adalah keluarga yang berdasarkan hasil deteksi dini memiliki anak remaja dalam kategori resiko dan gangguan masalah kesehatan jiwa yaitu 24 keluarga di Kelurahan Medan Sunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan bantuan alat bantu perekam (record handpone), panduan wawancara dan catatan lapangan (field note) dan data dianalisa dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak remaja menghasilkan 2 tema yaitu waktu berkomunikasi, keterampilan komunikasi dan hubungan orangtua dan anak. Temuan ini dapat menjadi masukan buat keluara agar memberi waktu dan kesempatan kepada remaja sebagai upaya penguatan promotif dan preventif sehingga remaja tidak mengalami resiko dan gangguan masalah kesehatan jiwa.
Pengaruh Program Manajemen Diri Terhadap Kemampuan Mengontrol Perilaku Kekerasan Pada Orang dengan Skizofreni Malau, Marison Tumpal; Purba, Jenny Marlindawani; Tanjung, Riswani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15542

Abstract

ABSTRACT Violent behavior is one of the symptoms that is often found in people with schizophrenia (ODS). ODS who show symptoms of violent behavior generally do not have the ability to control emotions or anger. One of the non-pharmacological measures to control violent behavior is by providing a self-management program.  The aim of the research is to determine the effect of a self-management program on the ability to control violent behavior in people with schizophrenia. Quasi experimental research design pre test-post test nonequivalent control group design. Sampling used purposive sampling technique with a total sample of 76 people with schizophrenia who were hospitalized who were divided into two groups, 38 respondents in the intervention group and 38 respondents in the control group. Data collection used the Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) questionnaire. Data were analyzed using paired t test and independent t test.  The results showed that there was a significant difference in the ability of ODS to control violent behavior between the intervention group and the control group (p= 0.000; p < 0.05). The results of this study provide evidence that the self-management program has a positive impact on increasing the ability of ODS to control violent behavior. Nurses are expected to be able to use self-management programs to train ODS to control violent behavior on a scheduled basis so that ODS can recognize, understand the causes and control violent behavior appropriately. Keywords: Self Management Program, Ability to control, Violent Behavior, Schizophrenia  abstrak Perilaku kekerasan merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada orang dengan skizofrenia (ODS). ODS yang menunjukkan gejala perilaku kekerasan pada umumnya tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi atau marah. Salah satu tindakan non farmakologi untuk mengontrol perilaku kekerasan dengan pemberian program manajemen diri.  Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh program manajemen diri terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada orang dengan skizofrenia. Desain penelitian Quasi experimental pre test-post test nonequivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 76 orang dengan  skizofrenia yang menjalani rawat inap yang dibagi menjadi dua kelompok, 38 responden kelompok intervensi dan 38 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE). Data dianalisis  menggunakan uji paired t- test dan independent t test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan ODS mengontrol perilaku kekerasan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p= 0.000; p < 0.05). Hasil studi ini memberikan bukti bahwa program manajemen diri berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan ODS mengontrol perilaku kekerasan. Perawat diharapkan dapat menggunakan program manajemen diri untuk melatih ODS mengontrol perilaku kekerasan secara terjadwal sehingga ODS dapat mengenal, mengetahui penyebab dan mengontrol perilaku kekerasan dengan tepat. Kata Kunci: Program Manajemen Diri, Kemampuan Mengontrol, Perilaku Kekerasan, Skizofrenia
Peningkatan Kapasitas Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Meat sebagai Desa Wisata Sehat Jiwa Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Purba, Jenny Marlindawani; Tuapattinaja, Josetta Maria; Siregar, Cholina Trisa; Siregar, Ronald Leonardo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17382

Abstract

ABSTRAK Desa Meat merupakan salah satu desa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Toba sebagai desa wisata. Namun, angka kunjungan wisatawan baik lokal, nasional maupun internasional sangat minimal ditambah lagi dengan kondisi lapangan, kesiapan dan komitmen masyarakat yang masih kurang sebagai bagian dari desa wisata. Oleh karena itu, perlu dibentuk suatu desa wisata sehat jiwa yang dibangun melalui kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi sehat jiwa dan fisik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masayarakat dalam mewujudkan desa Meat seagai desa wisata sehat jiwa berbasis kearifan lokal. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi, mengaktifkan sanggar tari tradisional Batak dan kunjungan rumah. Peserta kegiatan ini adalah Masyarakat desa Meat yang punya komitmen mensukseskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjumlah 60 orang. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang desa wisata sehat jiwa sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Selain itu, sikap masyarakat juga meningkat terhadap perlunya deteksi dini Kesehatan jiwa sehingga terwujud kesehatan jiwa masyarakat yang optimal dengan menggunakan pendekatan budaya Batak Toba khususnya dalam menyambut para wisatawan yang datang berkunjung ke desa Meat. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan perangkat desa serta pihak luar untuk berkomitmen mewujudkan desa Meat sebagai desa wisata berbasis budaya Batak Toba. Kata Kunci: Kapasitas Masyarakat, Desa Wisata, Sehat Jiwa, Kearifan Lokal  ABSTRACT Meat Village is one of the villages that has been designated by the Toba Regency Government as a tourist village. However, the number of local, national and international tourist visits is very minimal, coupled with field conditions, community readiness and commitment that are still lacking as part of a tourist village. Therefore, it is necessary to form a healthy soul tourism village that is built through community awareness of the importance of mental health and the implementation of clean and healthy living behaviors. Clean and healthy living behaviors that include mental and physical health. This community service activity aims to increase community capacity in realizing Meat Village as a healthy soul tourism village based on local wisdom. The implementation of this activity uses lecture methods, discussions, questions and answers, simulations, activating traditional Batak dance studios and home visits. Participants in this activity are the Meat Village community who have a commitment to making community service activities a success, totaling 70 partipants. There was an increase in community knowledge about mental health tourism villages before and after participating in the activity. In addition, community attitudes also increased towards the need for early detection of mental health so that optimal community mental health is realized by using the Toba Batak cultural approach, especially in welcoming tourists who come to visit Meat Village. This activity received appreciation from the community and village officials as well as external parties to commit to realizing Meat Village as a tourist village based on Batak Toba culture. Keywords: Community Capacity, Tourist Village, Mental Health, Local Wisdom