Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Waste Sludge Treatment untuk Menurunkan Total Suspended Solid Qurrotul Aini; Adhi Setiawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses koagulasi-flokulasi di perusahaan pembangkit listrik menghasilkan limbah lumpur. Selama ini limbah lumpur belum dilakukan pemanfaatan secara optimal dan setiap 2 dua tahun diserahkan ke pihak ketiga untuk dilakukan pengolahan, oleh karena itu perlu diadakan riset tentang pengolahan dan pemanfaaatan limbah lumpur outlet dari proses Waste Water Treatment Plant (WWTP). Limbah lumpur digunakan sebagai bahan koagulan dikenal sebagai Sludge Reagent Product (SRP) dengan melakukan metode pengasaman yaitu menambahkan variasi konsentrasi HCl sebesar 1 N, 2 N dan 3 N dalam konsentrasi lumpur sebesar 1%. Metode jart test telah dilakukan dengan Penambahan variasi dosis SRP sebesar 4 ml/L, 6 ml/L, 8 ml/L, 10 ml/L. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah Total suspended solid (TSS), yang mana dengan penambahan dosis SRP 10 ml/L untuk masing- masing konsentrasi SRP 1 N, 2 N, 3 N mampu meningkatkan efisiensi removal sebesar 53,94%, 69,69%, 79,39%. Penurunan TSS terbesar pada dosis SRP 3 N sebesar 10 ml/L. Semakin tinggi konsentrasi HCl dan dosis koagulan SRP semakin tinggi pula tingkat efisiensi removal TSS, dengan demikian SRP berpotensi menjadi bahan alternatif pengganti koagulan yang sebelumnya dipakai.
Pengaruh Dosis Koagulan-Flokulan Dalam Menurunkan Kandungan Zinc Dan Fosfat Di Waste Water Treatment Plant (WWTP) PT POMI Nur Hidayati; Ahmad Erlan Afiuddin; Erwan Yulianto
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT POMI yang merupakan salah satu pembangkit di kawasan PLTU Paiton unit 3, 7 & 8 memiliki Waste Water Treatment Plant (WWTP) untuk mengolah limbah cairnya sendiri. Salah satu proses yang digunakan di WWTP adalah proses koagulasi-flokulasi yang terjadi di aeration tank dan flocculant tank. Proses koagulasi-flokulasi ini belum optimal dalam proses pengolahannya. Hal ini disebabkan dosis koagulan-flokulan yang digunakan kurang efektif untuk karakteristik air limbah yang akan diolah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pH, dosis koagulan-flokulan dan dosis optimum pada proses koagulasi-flokulasi dalam menurunkan parameter turbidity, fosfat dan Zinc. Pengolahan ini dilakukan untuk memperoleh kondisi effluent yang tidak melebihi baku mutu effluent yang ditetapkan untuk masing-masing parameter. Pengukuran terhadap parameter turbidity menggunakan turbidimeter, fosfat dan Zinc menggunakan spektrofotometer. Proses koagulasi-flokulasi ini menggunakan metode jar test untuk skala laboratorium. Sampel ditambahkan dengan larutan Zinc Phosphate 25 ppm. Jenis koagulan-flokulan yang digunakan organic coagulan, cationic flocculant. Variabel yang digunakan adalah pH (8 dan 8,5); dosis koagulan (1,3 ppm; 1,5 ppm; 1,7 ppm; 1,9 ppm; dan 2,1 ppm); dan dosis flokulan (0,5 ppm dan 1 ppm). Persen removal terbesar dari masing-masing parameter diantaranya parameter turbidity 96,92%; fosfat 29,47%; dan Zinc 62,08%.
Pengaruh F/M Rasio dan Waktu Detensi Aerasi terhadap Efisiensi Removal TSS pada Pengolahan Limbah Cair Domestik Metode Conventional Activated Sludge Achmad Kurnia Saka Sandi; Denny Dermawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan air limbah domestik secara biologis dilakukan untuk mengurangi konsentrasi zat pencemar dalam air limbah, salah satunya kandungan TSS (Total Suspended Solid) sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan. Proses yang paling umum adalah lumpur aktif atau conventional activated sludge. Keberhasilan metode conventional activated sludge dipengaruh oleh F/M rasio (perbandingan jumlah makanan dan mikroorganisme) dan detensi aerasi. Proses pengolahan air limbah domestik dengan metode lumpur aktif adalah dengan menambahkan lumpur yang mengandung mikroorganisme ke air limbah kemudian dilakukan aerasi (penambahan oksigen untuk membantu proses metabolisme mikrooganisme) selama waktu tertentu, kemudian diendapkan untuk memisahkan lumpur yang mengandung mikroorganisme dan air limbah yang telah diolah. Tujuan dari penitian ini adalah untuk mengetahui variasi F/M Rasio dan Waktu Aerasi yang terbaik sehingga memiliki Efisiensi Removal TSS tertinggi pada Pengolahan Limbah Cair Domestik Metode Conventional Activated Sludge. Penelitian ini melakukan simulasi pengolahan limbah cair domestik metode lumpur aktif dalam skala laboratorium. Air limbah yang berada dalam reaktor ditambahkan lumpur aktif kemudian diaerasi, setelah proses aerasi kemudian air limbah diendapkan untuk memisahkan kandungan lumpur dalam air limbah. Variasi pada setiap perlakuan berupa F/M rasio (0.25, 0.35, 0.45) dan variasi waktu aerasi (6 jam, 7 jam, 8 jam). Hasil percobaan,menunjukan bahwa perlakuan yang nilai efisiensi removal TSS tertinggi adalah variasi F/M rasio 0.25 dan waktu detensi aerasi 8 jam dengan hasil efisiensi sebesar 89,7%.
Perancangan Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Dipo Lokomotif dengan Alternatif Anaerobic Filter dan Anaerobic Baffle Reactor Dynar Riski Amalia; Ahmad Erlan Afiuddin; Moch Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dipo lokomotif merupakan bengkel untuk perawatan dan pemeliharaan lokomotif kereta api. Perawatan danpemeliharaan kereta menghasilkan limbah oli yang bercampur dengan air hasil pencucian dan perawatan kereta. Limbah cair yang tercampur oli jika langsung dibuang kebadan air tanpa pengolahan dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Pengolahan limbah cair di Dipo lokomotif dilakukan dengan membangunsuatu instalasi pengolahan air limbah (IPAL). IPAL tersebut memiliki beberapa masalah, pada unit filtrasi limbah tidak mampu diolah dengan baik karena kondisi unit filter yang tidak terawat dan material terbuat dari bahan yang mudah korosi jika terkena limbah tersebut. IPAL dipo lokomotif juga tidak terdapat unit pemisah minyak dan air limbah. Debit yang dihasilkan dari limbah dipo lokomotif sebesar 25 m3/hari sedangkan unit filter hanya mampu mengolah sebesar 19 m3/hari, untuk mengolah limbah cair dipo lokomotif direncanakan menggunakan 2 alternatif yaitu bak anaerobic filter dan bak anaerobic baffle reactor. Instalasi yang dibutuhkan yaitu bak pemisah minyak, bak ekualisasi, bak anaerobic filter dan bak anaerobic baffle reactor Bak pemisah minyak digunakan untuk memisahkan minyak pelumas dengan limbah cair dan bak ekualisasi untuk menstabilkan debit. Pada bak anaerobic filter efisiensi removal BOD sebesar 86,63 % dan COD sebesar 82,5 %, sedangkan bak anaerobic baffle reactor efisiensi removal BOD sebesar 80,27 % dan COD sebesar 74,97 %. Dimensi bak pemisah minyak 0,75 m x1,5 m x 1,2 m, bak ekualisasi 1,5 m x 2 m x 2 m, Anaerobic filter 6,8 m x 2,5 m x 2,5 m, dan Anaerobic baffle reactor 14,4 m x 1,8 m x 1,5 m.
Rancang Bangun Teknologi Pengolahan Limbah Cair Domestik (IPAL MINI) pada Kegiatan Asrama Mahasiswi Mar’atus Sholihah; Ahmad Erlan Afiuddin; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grey water adalah salah satu limbah cair dari kegiatan domestik yang banyak menyumbangkan pencemaran akibat dibuang secara langsung ke badan air. Air limbah domestik ini mengandung bahan pencemar organik yang cukup tinggi meliputi BOD, COD, TSS, amoniak, fosfor, minyak dan lemak. Konsentrasi bahan pencemar yang tinggi terutama bahan organik akan menurunkan kualitas badan air jika tidak dilakukan pengolahan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan memberikan alternatif pengolahan yang sederhana dan dapat seefisien mungkin untuk mengolah limbah cair domestik (grey water). Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa merancang IPAL Mini yang merupakan pengolahan biologis gabungan dari sistem pertumbuhan melekat yaitu aerobic dan anoxic biofilter. Rancangan IPAL Mini ini berupa alat berbentuk silinder volume 200 liter dengan pembagian kompartemen yaitu kolom aerasi, ruang lumpur dan kolom biofilter aerobic-anoxic. Pada kolom aerasi terjadi suplai oksigen untuk proses aerob, sedangkan pada kolom biofilter terjadi proses degradasi bahan pencemar organik oleh lapisan biofilm mikroorganisme yang terbentuk pada media biofilter yaitu sarang tawon. Inovasi alat ini dirancang dengan desain unit yang simpel dan menggunakan sistem biofilter untuk menurunkan konsentrasi bahan pencemar pada limbah cair domestik.
Inventarisasi Emisi CO2 Berdasarkan Penggunaan Energi pada Industri Galangan Kapal Islahiya Yuli Ayona; Ahmad Erlan Afiuddin; Fitri Hardiyanti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri galangan kapal merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan kapal. Dengankapasitas yang besar industri ini bisa menyebabkan efek gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosildan penggunaan energi. Efek gas rumah kaca biasa terjadi karena berlebihnya gas CO2 di atmosfer yangmemiliki dampak peningkatan suhu dibumi, perubahan iklim, dan naiknya permukaan air laut. Industrigalangan kapal merupakan salah satu industri yang berpotensi menghasilkan gas CO2 yang cukup besar,untuk itulah dilakukan penlitian mengenai perhitungan inventarisasi emisi CO2. Penelitian ini memilikitujuan untuk menghitung jumlah emisi karbon dikosida di area bengkel, assembly, gudang dan kantor padagalangan kapal. Langkah pertama untuk menghitung jumlah emisi karbon ini dimulai dengan mengidentifiksisumber emisi karbon dioksida selanjutnya menghitung inventarisasi emisinya dimana perhitungannyamengacu pada IPCC 2006. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, total emisi CO2 primer dansekunder di galangan kapal sebesar 358.693,723 ton CO2/tahun.
Perancangan Bag Filter pada Ruang Packing Industri Tepung Terigu Rizal Hardiansyah; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang packing pada industri tepung terigu memiliki potensi tingkat pencemar partikulat yang tinggi dimanadebu dari kegiatan packing tepung berterbangan sehingga alat penangkap debu dan partikulat sangatdibutuhkan, debu hasil packing ini tidak memiliki efek khusus tetapi dikhawatirkan dapat menyebabkaninfeksi saluran penafasan pada pekerja yang terpapar oleh debu tersebut, penelitian ini bertujuan untukmerancang sistem pengendali pencemar partikulat menggunakan alat bag house atau juga bisa disebut bagfilter dimana udara yang mengandung debu di dorong menuju kain yang berfungsi menahan debu tersebutdan udara bersih lolos, pada perencanaan ini terdapat beberapa tahapan dalam melakukan perencanaan baghouse tersebut yaitu dimulai dari tahap perencanaan hood dan laju hisapnya, lalu menghitung diameter pipaduct utama dan duct cabang yang digunakan, menghitung air cleaner bag filter, menghitung filter lenght,menghitung jumlah bag filter. Berdasarkan analisa dan perhitungan didapatkan hasil hood yang digunakantipe plain multiple slot opening 2 dengan panjang x lebar x tinggi. 1.6m x 0.5m x tinggi 0,8 dan Q yangdihisap 12.99 m3/s dengan 3 hood dalam 1 ruangan, diameter pipa untuk duct utama sebesar 0.92m dan pipacabang 0.5m. Perhitungan bag filter didapatkan 110 bag filter dengan dimensi 3 x 0.15 m dan jarak antar titik0.254 m.
Pemanfaatan Botol Plastik Bekas sebagai Biofilter Aerobik dalam Penurunan Konsentrasi COD, BOD pada Air Limbah Laboratorium Kesehatan Ajeng Purnaningtias; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Botol plastik bekas merupakan salah satu limbah yang jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya, olehkarena itu dibutuhkan suatu alternatif pemanfaatan, yakni sebagai media biofilter. Biofilter merupakan suatuteknologi pengolahan biologis yang memanfaatkan mikroorganisme dalam mengolah air limbah. Dalamsuatu biofilter dibutuhkan media sebagai tempat melekatnya bakteri. Bahan yang dapat digunakan sebagaimedia biofilter memiliki kriteria tertentu seperti inersitas tinggi, fraksi volume rongga tinggi, luas permukaanyang besar, bersifat hidrofilik, dan sebagainya.Beberapa sifat-sifat ini dapat ditemukan dalam botol plastikbekas.Penelitian dilakukan untuk mengamati kinerja dan efisiensi removal dari modifikasi botol plastik bekasPenelitian akan dilakukan dengan menggunakan 9 buah reaktor terbuka yang terbuat dari plastik tanpapenutup dimana setiap reaktor dilengkapi dengan aerator dan diisi dengan media yang berbeda dan air limbahsebanyak 4 liter dengan variasi waktu detensi (td) 3 jam, 6 jam dan 9 jam. Penelitian akan dilakukan denganmengamati efisiensi removal Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD) padasetiap media lekat.Berdasarkan hasil pengujian didapatkan karakteristik air limbah laboratorium kesehatanyakni COD 614,23 mg/l, BOD 197,05 mg/l, Fosfat 9,1 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensiremoval tertinggi terjadi pada waktu detensi 3 jam yakni penurunan COD sebesar 86,89 % dan BOD sebesar75,18 %.
Pengaruh Penambahan Laju Udara dan Lumpur Aktif Dalam Meremoval Kandungan COD pada Pengolahan Limbah Cair Domestik PLTU PAITON Della Mahdalina; Denny Dermawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan bakar batu bara menghasilkan air limbah, salah satunya adalah limbah cair domestik yang berasal dari kegiatan kamar mandi dan kantin atau kegiatan dapur. Limbah cair domestik yang dihasilkan, diproses pada Sanitary Wastewater Treatment Plant (SWTP). Proses pengolahan limbah domestik dilakukan secara aerob dengan penambahan oksigen (O2) menggunakan air blower dan terdapat mikroorganisme (bakteri aerobik) selama proses aerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari penambahan laju udara dan lumpur aktif yang ditambahkan dalam meremoval kandungan COD yang ada di dalam air limbah. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi penambahan laju udara, lumpur aktif dan waktu aerasi kedalam reaktor aerasi pada skala laboraturium, variasi penambahan sebagai berikut: penambahan laju udara: 366 cc/menit, 180 cc/menit, dan 90 cc/menit, penambahan lumpur aktif: 25%, 35%, 50%, dan waktu aerasi selama: 4, 6, dan 8 jam. Konsentrasi COD awal pada air limbah yang masuk adalah sebesar 331 ppm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penurunan konsentrasi COD yang tertinggi adalah pada penambahan laju udara 90 cc/menit dengan penambahan lumpur aktif 50% dan pada waktu aerasi selama 8 jam yaitu dengan konsentrasi COD sebesar 69 ppm. Prosentase (%) removal COD pada penambahan laju udara 90 cc/menit mencapai 79%.
Studi Penggunaan Dosis Koagulan PAC (Poly Aluminium Chloride) dan Flokulan Polymer Anionic Pada Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Pury Erlanda Sabilina; Adhi Setiawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi dari industri tahu menghasilkan limbah, baik limbah padat maupun limbah cair dengan kadar organik yang cukup tinggi. Kandungan bahan organik yang tinggi akan menurunkan kualitas air apabila dibuang langsung ke lingkungan. Industri tahu adalah industri kecil yang membutuhkan pengolahan dengan investasi biaya yang kecil dan lahan yang kecil. Tujuan dari penelitian ini menganalisis karakteristik air limbah tahu dan penggunaan koagulan dan flokulan. Metode penelitian ini dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pertama analisis karakteristik air limbah serta tahap kedua yaitu pengujian jartest. Hasil pengujian, parameter BOD5, COD dan TSS belum memenuhi standart baku mutu Pergub Jatim No. 52 tahun 2014. Konsentrasi awal COD, BOD5 dan TSS air limbah industri menunjukan masing-masing sebesar 853,56 mg/L ; 468,50 mg/L dan 836,88 mg/L. Hasil pengujian jartest, dosis optimum koagulan dan flokulan yang dapat digunakan dalam pengolahan limbah tahu yaitu sebesar 30 mg/L PAC dan 2 mg/L polymer anionic dengan hasil akhir konsentrasi BOD5, COD dan TSS masing-masing sebesar 86,9 mg/L ; 181,8 mg/L dan 198,1 mg/L. Pada dosis tersebut memberikan efisiensi penurunan pada parameter BOD5, COD, dan TSS yaitu sebesar 81,5% ; 78,70% dan 76,3%.
Co-Authors Achmad Kurnia Saka Sandi Adhi Setiawan Adhi Setiawan Adinda Noer Khalizah Agnesya Miradika Rachmasari Agus Khumaidi Ahmad Randi Taufiqussyakir Ajeng Purnaningtias Alma Vita Sophia Am Maisarah Disrinama Amalia Fitria Noor Amilatun Nasikah Ananda Augista Firstanti Anastasya Helmalia Putri Annisa Fitri Heriantini Arga Kurniawan Dwi Arianita Yuliasari Arum Putri Nur Romadhon Arvia Zeva Eka Putri Armandik Aulia Della Cornellia Ayu Nindyapuspa Bagas Adhiwangsa Bagas Saras Ardianarsya Bella Naziel Iqmalia Bety Noraini Bhagaskara Cipta Linuwih Brellian Mutiaraning Nareswari Danang Hadi Della Mahdalina Denny Dermawan Denny Dermawan Devis Reflinda Maulidivianti R Dewi Kurniasih Dika Rahayu Widiana Dwi Ratri Mitha Isnadina Dyah Ayu Purbaningrum Dynar Riski Amalia Elsa Izabel Sugihono Erwan Yulianto Fadilla Rachmadani Fani Firmansyah Fatimatuz Zahro’ Ferisa Jenisa Fitri Hardiyanti Flarisza Shafa’ Rizkita Gigih Alam Pambudi Hanun, Jihan Nabillah Hardiansya, Rizal Hardiansyah, Rizal Hardiansyah, Rizal Hibriza, Ragil Zika Imam Hambali Azhori Inayatul Wulandari Intan Zanjabila Intifada Muhamad Zulfikar Albab Mahera Islahiya Yuli Ayona Jami’atul Hikmah Jannah, Nabillah Rodhifatul Jihan Nabillah Hanun Kania Salsabilah Nur Rifanda Krisna Sindu Alan Darmasaputra Lina Indawati Luqman Cahyono Lutfi Wicaksono M Ishthilakhul Choiri Mar'atus Sholihah Mar’atus Sholihah Mar’atus Sholihah Masyithoh Intania Balabagan Mirna Apriani Moch Luqman Ashari Moch. Luqman Ashari Mochammad Choirul Rizal Moga Jiwa Satria Mulia Moh Hasan Haibatul Islam Muhamad Hanif Dzulfikar Muhammad Gilang Cahyanto Muhammad Khoirul Hasin Muhammad Rusydi Arif Nina Kurnia Ningrum Nora Amelia Novitrie Nora Amelia Novitrie Novi Eka Mayangsari Novitrie, Nora Amelia Novitrie, Nora Amelia Nur Hidayati Pury Erlanda Sabilina Qurrotul Aini Rafi Narariya Ramadhan Ragil Zika Hibriza Ragil Zika Hibriza Raina Nabilah Risky Faradina Rizal Hardiansyah Rizal Hardiansyah Ryan Yudha Adhitya Ryan Yudha Adhitya Sekarsari Wibowo Shelma Hamidah Pratiwi Tanti Utami Dewi Tarikh Azis Ramadani Ulvi Pri Astuti Umniati Huwaida Urwatul Wutsqo Vivin Setiani Yulia Zahwa Faradiba Zain Khoirul Ihza