Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristisasi Limbah Bagasse Ash Pabrik Gula sebagai Alternatif Bahan Dasar Zeolit Sintesis Jihan Nabillah Hanun; Adhi Setiawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagasse ash merupakan limbah yang dihasilkan dari residu proses pembakaran ketel uap (boiler). Pemanfaatan bagasse ash belum maksimal dikarenakan jumlahnya yang terus meningkat setiap hari seiring berjalannya proses produksi pada musim giling. Jumlah penumpukan bagasse ash dengan pemanfaatan yang minim akan menimbulkan masalah pencemaran dan mengurangi estetika lingkungan. Faktanya, bagasse ash memiliki kandungan silika yang tinggi didalamnya sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar adsorben, yaitu zeolit sintesis. Zeolit sintesis dapat diaplikasikan dalam proses adsorpsi dalam menurunkan kandungan logam berat dalam air limbah. Penelitian ini membahas mengenai hasil karakterisasi bagasse ash menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD), Spektrofotometer Inframerah (FTIR), dan Mikroskop Elektron (SEM- EDX) yang dapat mendukung bahwa kandungan silika dalam bagasse ash dapat dimanfaatkan sebagai zeolit sintesis. Perlakuan pada bagasse ash yaitu dipanaskan terlebih dahulu dengan menggunakan oven pada suhu 100°C selama 2 jam dan diayak dengan variasi ukuran diameter partikel 100 mesh dan 200 mesh. Hasil penelitian menunjukan bahwa bagasse ash memiliki kristalinitas yang rendah pada analisis XRD. Analisis FTIR menunjukan adanya serapan kuat pada bilangan gelombang 2000 cm-1 sampai dengan 450 cm-1. Bagasse ash memiliki kandungan silika sebesar 31,65% dengan morfologi permukaan partikel yang tidak beraturan yang ditunjukan dari hasil analisis SEM-EDX.
Perancangan Ulang Bag Filter di Industri Peleburan Baja Bety Noraini; Ahmad Erlan Afiuddin; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peleburan baja menghasilkan limbah debu dan asap yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan mahluk hidup. Kegiatan yang menghasilkan limbah diharuskan memiliki pengolahan limbah sebelum di buang langsung ke lingkungan. Perancangan ulang bag filter dilakukan karena bag filter yang terpasang belum bisa mengolah limbah partikulat secara maksimal, hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran konsentrasi partikel yang melebihi baku mutu yaitu sebesar 193,162 mg/m3. Perancangan ulang bag filter terdiri dari pengukuran kadar konsentrasi partikulat di area arc furnace menggunakan HVAS (High Volume Air Sampler) dan metode gravimetri , pengukuran ukuran partikulat menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy), analisa data dengan membandingkan fisik dan performa antara bag filter lama dan bag filter baru. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar konsentrasi partikulat limbah peleburan baja sebesar 193,162 mg/m3 dan ukuran partikulat paling kecil sebesar 1,845 𝜇m. Dimensi bag filter baru sebesar 7,7 m x 4,9 m x 13,73 m dengan diameter duct 152,4 cm. Bag filter baru dirancang dengan efisiensi lebih besar dari bag filter lama yaitu sebesar 99,8% sedangkan bag filter lama 60,12%.
Studi Pengurangan Gas CO2 dari Emisi PLTU Batubara dengan Menggunakan Mikroalga Botryococcus braunii Jami’atul Hikmah; Ahmad Erlan Afiuddin; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTU Batubara merupakan salah satu industri penghasil emisi gas CO2 terbesar di Indonesia. Emisi gas CO2 dari PLTU Batubara mengandung gas CO2 sebesar 10-20%, sedangkan gas CO2 di alam sebesar 0,036%. Pengolahan emisi gas CO2 di PLTU Batubara belum banyak diterapkan. Salah satu metode pengurangan emisi gas CO2 yaitu menggunakan mikroalga Botryococcus braunii. Penelitian ini menggunakan variasi penambahan nutrisi pupuk Walne dan vitamin sebesar 3 mL/L kultur. Volume mikroalga yang dimasukkan sebesar 10% dari 5 L volume total reaktor. Pengurangan gas CO2 oleh mikroalga Botryococcus braunii dilakukan dengan pendekatan analisis alkalinitas dan analisis klorofil a. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis alkalinitas didapatkan nilai CO2 Total tertinggi untuk reaktor kontrol sebesar 1740,342 mg CO2/L dan untuk reaktor penelitian sebesar 2067,072 mg CO2/L. Hasil analisis klorofil a tertinggi untuk reaktor kontrol sebesar 0,416 mg/L dan untuk reaktor penelitian sebesar 0,627 mg/L. Nilai tertinggi CO2 Terserap dalam penelitian ini untuk reaktor kontrol sebesar 3988,980 mg CO2 dan untuk reaktor penelitian sebesar 6020,316 mg CO2 dengan nilai CO2 Terserap rata-rata untuk reaktor kontrol sebesar 2689,651 mg CO2 dan nilai CO2 Terserap rata-rata untuk reaktor penelitian sebesar 3459,679 mg CO2.
Inventarisasi Sumber Emisi PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Bagas Saras Ardianarsya; Ahmad Erlan Afiuddin; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu industri persemenan menghasilkan pencemar udara melalui cerobong sebagai media penyalurnya. Pencemar dominan yang dihasilkan dari proses pembuatan semen berupa partikulat dan gas seperti SO2, NO2. Paparan debu dan gas tersebut jika terhirup akan mengganggu kesehatan khususnya gangguan fungsi paru sehingga perlu adanya pengelolaan kualitas udara. Pengelolaan diawali dengan mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran udara dan memperkirakan jumlah spesifik pencemaran udara yang diemisikan dari satu atau lebih sumber pencemar. Penelitian ini melakukan pencatatan sumber emisi tersebut yang dikenal dengan istilah inventarisasi sumber emisi. Penelitian ini menginventarisasi sumber emisi sebanyak 13 cerobong dengan parameter SO2, NO2, PM (Particulate Matter), dan merkuri (Hg). Hasil penelitian menunjukkan beban emisi tertinggi untuk parameter partikulat terdapat pada Stack EP Raw Mill Tuban 3 dengan nilai 99.120 Kg/tahun. Nilai beban emisi tertinggi untuk parameter SO2 terdapat pada Stack EP Raw Mill Tuban 2 dengan nilai 275.235,8 Kg/tahun. Nilai beban emisi untuk parameter NO2 terdapat pada Stack EP Raw Mill Tuban 2 dengan nilai 873.735,2 Kg/tahun. Sedangkan nilai beban emisi untuk parameter merkuri (Hg) terdapat pada Stack EP Raw Mill Tuban 4 dengan nilai 2 Kg/tahun.
Perencanaan Wet Scrubber pada Unit Boiler di Industri Minyak Goreng Annisa Fitri Heriantini; Ahmad Erlan Afiuddin; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses kerja coal boiler menghasilkan emisi dalam bentuk partikulat dengan kandungan gas CO, CO2, SO2, dan NO2. Perusahaan mengantisipasi adanya dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh emisi coal boiler dengan mengadakan sebuah unit gravity settling chamber (GSC). Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa ukuran partikulat di industri minyak goreng ini sebesar 5 µm, sehingga dapat diketahui bahwa GSC bukan tipe dust collector yang sesuai karena GSC hanya digunakan untuk menghilangkan partikel dengan ukuran 40-60 µm. Dust collector yang mampu mengolah kandungan partikulat dan gas dalam satu waktu adalah wet scrubber. Perencanaan pengolahan partikulat yang lebih efektif di perusahaan ini terdiri dari proses perencanaan wet scrubber dan proses perencanaan jalur pengolahan partikulat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan proses pengolahan partikulat yang lebih efektif. Proses perencanaan wet scrubber membutuhkan data ukuran partikulat, kecepatan gas dan konsentrasi partikulat yang dapat diukur menggunakan metode gravimetri. Hasil uji konsentrasi partikulat menunjukkan partikulat yang lepas ke lingkungan masih melebihi baku mutu Pergub Jatim No. 10/2009, dengan hasil uji sebesar 0,2657 mg/Nm³ dan 0,8345 mg/Nm³. Partikulat yang terdapat pada industri ini memiliki diameter 0,1-13 µm. Hasil perencanaan wet scrubber diperoleh dimensi wet scrubber dengan panjang 1,7 m; lebar 1,7 m dan tinggi 8 m. Hasil perencanaan jalur pengolahan partikulat menunjukkan diameter duct yang dibutuhkan sebesar 1,37 m.
Perancangan Bag Filter pada Unit Rawmill di Industri Semen Brellian Mutiaraning Nareswari; Ahmad Erlan Afiuddin; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dust collector berupa Electrostatic Precipitator (EP) dipasang setelah proses penggilingan bahan baku semen yakni pada unit rawmill sebagai pemisah partikulat semen dengan gas yang akan dibuang ke lingkungan. Bertambahnya kapasitas produksi dan masa pakai membuat EP kerap mengalami penurunan kualitas alat. Ketika kualitas alat menurun maka sistem operasi akan mati serta debu tidak akan tertangkap oleh EP. Konsentrasi partikulat tertinggi yang terekam oleh continuous emission monitoring system (CEMS) yang terpasang pada cerobong keluaran EP mencapai 208,2 mg/Nm3 nilai tersebut telah melebihi baku mutu yang ditetapkan dalam PERMENLHK No. P.19 Tahun 2017 yakni sebesar 70 mg/Nm3. Oleh karena permasalahan tersebut maka diperlukan dust collector pengganti dengan kemampuan yang setara yakni bag filter. Perencanaan bag filter membutuhkan data konsentrasi partikulat yang diukur menggunakan metode gravimetri. Desain bag filter terdiri dari perhitungan diameter duct, perhitungan daya blower perhitungan filter length, penentuan jenis kain filter serta perhitungan jumlah bag. Berdasarkan analisa, partikulat yang akan diolah memiliki konsentrasi sebesar 10,18 g/m3 dan perhitungan nilai diameter pipa sebesar 1,376 m, daya blower masing –masing sebesar 114,404 HP dan 152,536 HP, filter length 2,9 m dan jenis kain fiberglass serta jumlah filter 546 buah.
Penurunan Kadar Minyak dan Lemak Industri Bir dan Minuman Ringan dengan Dissolved Air Flotation Ahmad Randi Taufiqussyakir; Ahmad Erlan Afiuddin; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap industri yang menghasilkan limbah cair diwajibkan memiliki IPAL dan IPLC (Izin Pembuangan Limbah Cair) yang berdasarkan pada PP no. 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kuantitas air dan pengendalian pencemaran, KepMen LH No.111 Tahun 2003 tentang pedoman mengenai syarat tata cara perizinan serta pedoman kajian pembuangan buih air limbah ke air atau sumber air. Salah satu parameter yang terdapat pada IPLC adalah minyak dan lemak. Hasil pengamatan fisik di lapangan dan pada unit fish pond didapatkan hasil kadar minyak dan lemak sebesar 20 mg/L. Penelitian ini menerapkan teknologi DAF (Dissolved Air Flotation) sebagai pre - treatment dengan cara sistem flotasi udara sebagai solusi terhadap permasalahan tersebut. Hasil perhitungan diperoleh dimensi untuk tangki saturasi (L= 222 mm x D = 148,3 mm), zona kontak (100 mm x 400 mm x 500 mm), zona separasi (700 mm x 400 mm x 700 mm) dan zona sedimentasi (A1= 400 mm x 600 mm , A2= 200 mm x 100 mm, H= 300 mm). Hasil pengujian prototype DAF pada tekanan 4 bar mampu menurunkan konsentrasi beban pencemar minyak dan lemak dari 254,7 mg/L menjadi 1,6 mg/L dengan efisiensi 99,4% dan telah memenuhi baku mutu IPLC industri bir dan minuman ringan yaitu 1,79 mg/L.
Life Cycle Assessment Emisi ke Udara pada Proses Pembakaran di Kiln PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban Adinda Noer Khalizah; Mirna Apriani; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya kapasitas produksi PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban yakni lima belas juta ton/tahun, berpotensi menimbulkan peningkatan dampak khususnya pencemaran udara seperti emisi gas (CO2, CO, SO2, NOx, Hg) dan partikel debu. Proses yang menjadi penyebab utama pencemaran udara adalah proses pembakaran di kiln. Upaya untuk meminimasi dampak pencemaran udara perlu dilakukan untuk menghasilkan produk ramah lingkungan. Life Cycle Assessment (LCA) yang sesuai dengan standar ISO 14040 digunakan untuk mengidentifikasi dampak pencemaran udara dengan pendekatan gate to gate. Metode yang digunakan adalah Environmental Design of Industrial Products (EDIP) 2003 karena sesuai dengan goal and scope penelitian. Berdasarkan analisa dan perhitungan SimaPro diperoleh nilai kontribusi total sebesar 1,38 GPt pada proses pembakaran di kiln. Kategori dampak acidification merupakan kontributor terbesar dari total dampak terhadap lingkungan dengan nilai 0,682 GPt. Analisis perbaikan dilakukan dengan melakukan komparasi bahan bakar dengan alternative fuel dan memproduksi semen dengan rasio klinker rendah.
Analisis Daur Hidup pada Kegiatan Produksi Iodium Fatimatuz Zahro’; Mirna Apriani; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut pusat data dan teknologi informasi ESDM pada tahun 2016 kategori industri manufaktur dan konstruksi menyumbang emisi (GRK) sebesar 76.257 Gg CO2 eq. Dimana industri pengolahan iodium merupakan termasuk dalam industri manufaktur di Indonesia. Peningkatan dampak lingkungan dari kegiatan perindustrian menjadi latar belakang peraturan mengenai lingkungan semakin ketat, salah satunya yaitu Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER). Sehingga perlu dilakukan identifikasi dampak lingkungan dari aktivitas produksi dalam suatu industri, salah satu metode yang digunakan yaitu metode Life Cycle Asessment (LCA). Analisis dampak dilakukan menggunakan metode Impact 2002+. Metode ini merupakan gabungan antara metode dengan pendekatan midpoint dan endpoint terhadap dampak kerusakan. Tahapan yang dilakukan dalam analisis LCA, yaitu goal dan scope, life cycle inventory, life cycle impact assessment dengan menggunakan sofware SimaPro 8.5.2, dan data interpretation. Hasil analisis kontribusi dampak terhadap lingkungan diperoleh nilai kontribusi total dampak respiratory inorganics yaitu 35,3 Pt. Kategori, terrestrial acid/nutri sebesar 1,13 Pt, dan global warming sebesar 22,8 Pt. Interpretasi data hasil analisis LCA berupa analisis perbaikan dan rekomendasi berdasarkan aksi mitigasi yang akan dilakukan. Aksi mitigasi dilakukan melalui pembuatan alternatif sebagai supply energi untuk mengurangi penggunaan listrik dan penggunaan biomassa/biogas sebagai pengganti bahan bakar fosil.
Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Penyimpanan Data Limbah B3 Menggunakan Metode Personal Extreme Programming (PXP) di Industri Asam Fosfat Rizal Hardiansyah; Ahmad Erlan Afiuddin; Muhammad Khoirul Hasin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaporan limbah B3 dan penyimpanan limbah B3 pada industri asam fosfat menggunakan metode pelaporan yang manual. Data limbah B3 dicatat dan diolah menggunakan Microsoft Excel, hal tersebut juga terjadi pada manajemen manifest dan pewadahan. Sistem informasi memiliki keunggulan mudah digunakan serta fleksibel, sehingga proses manajemen limbah B3 hanya dilakukan input data dan data akan otomatis diolah sistem. Metode yang digunakan untuk membuat sistem informasi penyimpanan limbah B3 di industri asam fosfat menggunakan Personal Extreme Programming karena metode ini lebih fleksibel serta cocok dikerjakan oleh tim kecil ataupun individu. Metode ini memiliki tahapan yaitu Requirements, Planning, Iteration dan Initialization, Design, Implementation, System Testing, Restrospective, dan Publikasi. Pembuatan sistem informasi penyimpanan limbah B3 data limbah diolah dalam database berbasis MYSQL dan sistem informasi ini dibangun menggunakan framework codeigniter. Sistem informasi penyimpanan limbah B3 memiliki fitur notifikasi, pelabelan, penyimbolan wadah, data statistik limbah B3, pelaporan dan back-up manifest limbah B3. Fitur pelaporan untuk logbook limbah B3 dan neraca massa limbah B3 mengacu pada format MENLHK dengan hasil berkas berupa laporan dengan format PDF dan XLS. Sistem informasi penyimpanan limbah B3 berfungsi memudahkan SHE industri asam fosfat dalam manajemen limbah B3.
Co-Authors Achmad Kurnia Saka Sandi Adhi Setiawan Adhi Setiawan Adinda Noer Khalizah Agnesya Miradika Rachmasari Agus Khumaidi Ahmad Randi Taufiqussyakir Ajeng Purnaningtias Alma Vita Sophia Am Maisarah Disrinama Amalia Fitria Noor Amilatun Nasikah Ananda Augista Firstanti Anastasya Helmalia Putri Annisa Fitri Heriantini Arga Kurniawan Dwi Arianita Yuliasari Arum Putri Nur Romadhon Arvia Zeva Eka Putri Armandik Aulia Della Cornellia Ayu Nindyapuspa Bagas Adhiwangsa Bagas Saras Ardianarsya Bella Naziel Iqmalia Bety Noraini Bhagaskara Cipta Linuwih Brellian Mutiaraning Nareswari Danang Hadi Della Mahdalina Denny Dermawan Denny Dermawan Devis Reflinda Maulidivianti R Dewi Kurniasih Dika Rahayu Widiana Dwi Ratri Mitha Isnadina Dyah Ayu Purbaningrum Dynar Riski Amalia Elsa Izabel Sugihono Erwan Yulianto Fadilla Rachmadani Fani Firmansyah Fatimatuz Zahro’ Ferisa Jenisa Fitri Hardiyanti Flarisza Shafa’ Rizkita Gigih Alam Pambudi Hanun, Jihan Nabillah Hardiansya, Rizal Hardiansyah, Rizal Hardiansyah, Rizal Hibriza, Ragil Zika Imam Hambali Azhori Inayatul Wulandari Intan Zanjabila Intifada Muhamad Zulfikar Albab Mahera Islahiya Yuli Ayona Jami’atul Hikmah Jannah, Nabillah Rodhifatul Jihan Nabillah Hanun Kania Salsabilah Nur Rifanda Krisna Sindu Alan Darmasaputra Lina Indawati Luqman Cahyono Lutfi Wicaksono M Ishthilakhul Choiri Mar'atus Sholihah Mar’atus Sholihah Mar’atus Sholihah Masyithoh Intania Balabagan Mirna Apriani Moch Luqman Ashari Moch. Luqman Ashari Mochammad Choirul Rizal Moga Jiwa Satria Mulia Moh Hasan Haibatul Islam Muhamad Hanif Dzulfikar Muhammad Gilang Cahyanto Muhammad Khoirul Hasin Muhammad Rusydi Arif Nina Kurnia Ningrum Nora Amelia Novitrie Nora Amelia Novitrie Novi Eka Mayangsari Novitrie, Nora Amelia Novitrie, Nora Amelia Nur Hidayati Pury Erlanda Sabilina Qurrotul Aini Rafi Narariya Ramadhan Ragil Zika Hibriza Ragil Zika Hibriza Raina Nabilah Risky Faradina Rizal Hardiansyah Rizal Hardiansyah Ryan Yudha Adhitya Ryan Yudha Adhitya Sekarsari Wibowo Shelma Hamidah Pratiwi Tanti Utami Dewi Tarikh Azis Ramadani Ulvi Pri Astuti Umniati Huwaida Urwatul Wutsqo Vivin Setiani Yulia Zahwa Faradiba Zain Khoirul Ihza