Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN KAIN PERCA UNTUK PEMBUATAN MASKER KAIN (MAIN) ANTI VIRUS DALAM RANGKA PENCEGAHAN VIRUS COVID 19 PADA RUMAH JAHIT SEKITARAN MEDAN JOHOR Wardiyah Daulay; Mahnum Lailan Nasution; Sri Eka Wahyuni
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.352-360

Abstract

The number of cases of the Covid-19 virus in Indonesia, especially Medan, has increased. Almost every day the number of PDP (Patients Under Supervision) or positive patients continues to increase. Medan city has set an emergency status for the corona Covid-19 virus since Mid-March and Medan Johor district sice early April has been designated as one of the sub-districts with the status of the Red Zone. To minimize its spread, the government is promoting a “Mask For ALL” program. The program is in line with the appeal of the centers for disease control and prevention, which recommends wearing masks for everyone who want to leave the house. Due to limited number of masks that are ideal for preventing the corona virus, cloth masks can also used as an option to protect against exposure to the corona virus. This is considered better than not wearing a mask at all when coughing and sneezing or when near other people who may have been infected with the corona virus. Fabric masks can be produced by sewing houses by using the patchwork they have. Becauses the materials in making masks do not require a lot of material, patchwork can be used and people who have sewing houses are also helped in the corona pandemic.
Dukungan Keluarga dan Tingkat Kemampuan Perawatan Diri Pada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Wardiyah Daulay; Rinaldi Ginting
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.632 KB) | DOI: 10.51771/jintan.v1i1.15

Abstract

Latar Belakang: Dukungan keluarga merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri pada orang denggan gangguan jiwa meliputi : dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumental dan dukungan penilaian dan untuk tingkat kemampuan perawatan diri meliputi : mandi , berpakaian, makan dan BAB/BAK. Desain penelitian ini kuanttaif dengan metode korelasional. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemampuan perawatan diri ODGJ di Medan Sunggal. Metode: Jumlah sampel sebanyak 18 responden dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga yang di terima responden sebagian besar mendapatkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 12 orang (66,7%) yang cukup sebanyak 6 orang (33,3%) dan mayoritas tingkat kemampuan perawatan diri yang di dapatkan yakni membutuhkan peralatan atau alat bantu sebanyak 9 orang (50%). Hasil uji Spearmen terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kemampuan perawatan diri pada orang dengan gangguan jiwa di Medan Sunggal yaitu nilai p = 0,03 (< 0,05) dengan kekuatan hubungannya kuat dan arah hubungan positif yaitu nilai r = 0,664. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga maka tingkat kemampuan perawatan diri ODGJ juga semakin meningkat. Diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan keluarga yang baik untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Saran: Saran yang terdapat pada penelitian ini adalah diharapkan agar dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan untuk menambah wawasan dan memperluas kajian tentang dukungan keluarga yang meliputi dukungan emosional, informasional, instrumental, penilaian dan tingkat kemampuan perawatan diri ODGJ yang meliputi mandi, berpakaian, makan dan eliminasi sehingga dapat meningkatkan penyuluhan atau pendidikan kesehatan secara integral kepada masyarakat.
Kejenuhan Belajar dan Stress Akademik Remaja di Masa Pandemi COVID-19 Sri Depi Ulinta Br Ginting; Wardiyah Daulay
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v2i1.169

Abstract

Masalah-masalah yang timbul selama pembelajaran dengan media daring selama pandemi Covid-19 yang dirasakan siswa akibat kejenuhan belajar seperti siswa menjadi suka marah-marah, tidak peduli terhadap tugas-tugas, tidak peduli dengan nilai, bosan, mudah tersinggung, gelisah, merasa gagal, merasa rendah diri, sering susah tidur, mudah sakit dan bahkan mengakibatkan stress.Kejenuhan belajar merupakan reaksi fisik dan psikis terhadap suatu tuntutan belajar dan dapat menimbulkan ketegangan, mengganggu stabilitas belajar serta mempengaruhi sistem hormonal tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeindetifikasi hubungan kejenuhan belajar dengan stress akademik, Mengidentifikasi kejenuhan belajar, Mengidentifikasi stres akademik pada remaja dimasa pandemi covid-19 di SMA 1 Kuala Kab Langkat. Teknik sampling purposivesampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu dengan jumlah sampel yaitu 74 siswa.Instrumen penelitian yaitu lembar data demografi dan kuesioner hubungan kejenuhan belajar dengan stres akademik pada remaja dimasa pandemi COVID-19.Hasil penelitian menunjukkan pada data kategori reponden mayoritas prempuan (56,76%) usia 16 tahun (96,94%) pekerjaan orang tua petani/peternak (35,13%),pendapatan orang tua Rp2.700.000-Rp5.000.000 (66,22%),sistem belajar sendiri (81,08%) dan lama belajar 30-60 menit (48,65%) lalu analisis hubungan kejenuhan belajar dengan stres akademik pada remaja dimasa pandemi covid di SMA 1 Kuala Kab Langkat dengan menggunakan Uji Spearman diperoleh nilai p=0,001, angka ini lebih kecil dari nilai a (alpha)= 0,05 sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara kejenuhan belajar dengan stres akademik pada remaja dimasa pandemi covid di SMA 1 Kuala Kab Langkat
Pemberdayaan Keluarga Dalam Upaya Deteksi Dini Gangguan Jiwa Di Masyarakat Wardiyah Daulay; Sri Eka Wahyuni; Mahnum Lailan Nasution
Jurnal Abdidas Vol. 1 No. 6 (2020): Vol 1 No 6 December 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v1i6.169

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan hal yang penting dalam kehidupan individu. Individu tidak hanya harus sehat secara fisik tetapi juga sehat secara psikologis. Dewasa ini peningkatan angka penderita gangguan jiwa sangat memprihatinkan akibat krisis multi dimensi masyarakat Indonesia. Untuk itu dibutuhkan suatu lingkungan yang memiliki masyarakat peduli tentang kesehatan jiwa, dengan memberdayakan keluarga dalam mendeteksi gangguan jiwa secara dini. Metode pengabdian dilakukan dengan penyegaran materi pada keluarga melalui penyuluhan dan simulasi dengan memberikan contoh, role play dan demonstrasi terkait cara-cara mengkaji dan mendeteksi gangguan jiwa pada klien di masyarakat. Kegiatan dilakukan dalam waktu 1 bulan pada masyarakat di Lingkungan I dan Lingkungan V Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia. Hasil yang didapat sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa sehingga dapat mengantisipasi dan menangani masalah-masalah kesehataan jiwa yang berkembang di masyarakat. Lingkungan sehat jiwa ini dapat dimulai dengan pemberdayaan keluarga dalam melakukan deteksi dini kasus gangguan jiwa di masyarakat. Keluarga merupakan orang pertama dan utama yang dapat mendeteksi kesehatan anggota keluarganya sendiri. Lingkungan yang memiliki masyarakat peduli tentang kesehatan jiwa, mampu mendeteksi kasus kesehatan jiwa dan menanggulangi masalah yang terjadi.
OPTIMALISASI PERKEMBANGAN REMAJA MELALUI TKT (TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK) DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS DAN MEDAN JOHOR Wardiyah Daulay; Sri Eka Wahyuni; Mahnum Lailan Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 2 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v4i2.1552

Abstract

Remaja adalah makhluk sosial yang sedang belajar keterampilan sosial. Tugas-tugas perkembangan pada masa remaja harus dioptimalkan agar tidak mudah mengalami gangguan pikiran, perasaan maupun perilaku. Stres, kesedihan, kecemasan, kesepian, keraguan pada diri remaja membuat mereka mengambil resiko dengan melakukan kenakalan. Kenakalan remaja yang ada di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Johor sangat bervariasi. Berdasarkan wawancara dengan kepala lingkungan IX Medan Amplas dan kepala lingkungan XIII Medan Johor, bentuk kenakalan remaja mulai dari yang ringan seperti terlambat, membolos, merokok, menyontek sampai yang tindak kriminal seperti mencuri, perkelahian dan membully teman. Untuk menangani masalah perkembangan yang dihadapi remaja diperlukan pendekatan terapi kelompok terapeutik. Terapi kelompok terapeutik merupakan pilihan ideal dan penting bagi kelompok umur ini. Mereka menjadi mampu belajar antar satu sama lain sesuai perkembangan mereka (Wood, 2009), dapat membantu remaja dalam memenuhi kebutuhannya secara positif, bermakna bagi kelompok sebaya dan pembentukan identitas diri (Stuart & Laraia, 2005)
HUBUNGAN MOTIVASI KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI KELURAHAN MEDAN SUNGGAL Wardiyah Daulay; Agatha Novelia Simamora
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v3i2.1534

Abstract

Motivasi keluarga sangat berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pengobatan ODGJ memerlukan waktu yang lama dan keteraturan dalam meminum obat agar mengurangi kekambuhan kembali pada penderitanya. Oleh karena itu, diperlukan motivasi dari keluarga untuk selalu mengingatkan ODGJ agar meminum obat dan memberikan perhatian dan semangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi keluarga orang dengan gangguan jiwa dengan kepatuhan minum obat di Kelurahan Medan Sunggal. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Mei-Juli 2020. Jenis Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi. Sampelnya adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa yang berobat di puskesmas sunggal yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan didapat sampel sebanyak 18 orang.Teknik Analisa data univariat dilakukan dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dilakukan dengan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 16 orang (88,8 %) keluarga orang dengan gangguan jiwa memiliki motivasi baik dan kepatuhanminum obat dalam kategori patuh sebanyak sebanyak 17 orang (94,4 %). Terdapat hubungan yang signifikan antara moivasi keluarga orang dengan gangguan jiwa dengan kepatuhan minum obat (p=0,012) dengan kekuatan hubungan kuat dan arah hubungan yang positif (r=0686). Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi orang dengan gangguan jiwa terhadap kepatuhan minum obat. Saran untuk keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa agar turut ikut berperan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat orang dengan gangguan jiwa.
PERSEPSI GURU TENTANG PROGRAM KESEHATAN JIWA BERBASIS SEKOLAH (PKJ-BS): Tahap Reconnaisance Pada Penelitian : Pengembangan Program Kesehatan Jiwa Berbasis Sekolah (PKJ-BS) Wardiyah Daulay; Sri Eka Wahyuni; Mahnum Lailan Nasution
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 3 No 2 (2020): JURNAL ONLINE KEPERAWATAN INDONESIA
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v3i2.1370

Abstract

Mental health services for school-age children are very helpful in preventing more serious problems. Mental health problems that are mild in nature can be handled by the teacher at school or in collaboration between the teacher and the child's parents. To create a conducive climate, it is necessary to develop a mental health program in schools to be able to facilitate school-age children to achieve their developmental tasks. This study used an action research design. The implementation procedure consists of four stages, namely reconnection, planning, acting and reflecting. Research respondents were all 12 teachers in SD Negeri 060891. At the reconnaissance stage of qualitative analysis, the data were recorded and documented in the form of a transcript which then determined the appropriate theme. The stages of Reconnaissance were carried out by means of FGD (Focus Group Discussion) on research on the Development of School-Based Mental Health Programs (PKJ-BS) at SD Negeri 060891 Medan resulting in 6 themes, namely: 1) teachers' knowledge of mental health for school age children, 2) mental health problems in school-age children, 3) teacher's handling of mental health problems for school-age children, 4) mental health education for school-age children, 5) parental involvement and 6) efforts made by schools to improve mental health for school-age children. It is recommended that the health and education offices work together in developing the mental health of school-age children in order to improve student achievement
EARLY DETECTION OF ADOLESCENT MENTAL HEALTH DURING THE COVID-19 PANDEMIC AT SMA NEGERI 1 PEMATANG RAYA SIMALUNGUN REGENCY Wardiyah Daulay; Einjel Tiyo Marlina Damanik
Indonesian Journal of Medical Anthropology Vol. 3 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Medical Anthropology
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijma.v3i2.9472

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused the Indonesian government to issue a PSBB (Large-Scale Social Restriction) policy. The implementation of this policy has the risk of causing mental health disorders in adolescents, especially middle teens who like to be in groups with their peers. Therefore, early detection of adolescent mental health during the Covid-19 pandemic needs to be done to prevent and deal with disorders that can occur in adolescent growth and development. This study aims to identify the mental health of adolescents during the Covid-19 pandemic at SMA Negeri 1 Pematang Raya, Simalungun Regency. The population of this study were all students of SMA Negeri 1 Pematang Raya, totaling 1024 with a total sample of 288 people. The sample was determined by simple random sampling technique. The research instrument used was a modified Strength and Dificulties Questionnaire (SDQ). The results of this study indicate that in the weakness domain which consists of 4 subdomains namely emotional problems, behavior problems, hyperactivity, and relationship problems with peers, as many as 124 adolescents (43.1%) are at risk for experiencing relationship problems with peers during the pandemic.
Psychosocial Problems Faced by Nurses in Caring for Patients with COVID 19: A Phenomenology Study Jenny Marlindawani Purba; Sri Eka Wahyuni; Mahnum Lailan Nasution; Wardiyah Daulay
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 6, No 1 (2021): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.16 KB) | DOI: 10.24990/injec.v6i1.371

Abstract

Introduction: The high prevalence of exposure to corona virus among health workers has a psychosocial impact on nurses in charge of isolation wards specifically for COVID-19 patients. Therefore, this study aims to explore the psychosocial problems faced by nurses in the isolation wards of COVID-19 patients at the referral hospital in Medan.Methods: A qualitative study design with a phenomenological approach was used, and participants were selected using a purposive sampling technique. Data was obtained from 10 of these participants working in isolation wards and providing direct care to patients infected with corona virus. This was carried out through an in-depth face-to-face interview using internet facilities and the data was analyzed using colaizzi method.Results: The result showed that caring for patients confirmed with COVID-19 is a new challenge for nurses and the increase in the number of patients and health workers exposed to the virus had a psychosocial impact on them. Therefore, three themes were produced in this study, namely: (1) feeling of anxiety (2) feeling uncomfortable (3) boredom and fatigue.Conclusion: It was discovered that treating patients confirmed with COVID-19 has a psychosocial impact on nurses in isolation rooms. Therefore, this impact in nurses should be a major concern to help them cope with psychosocial problems, which will enable them provide professional nursing care to patients with COVID-19.
EFEKTIFITAS PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERAPI PADA PASIEN ANSIETAS: LITERATURE REVIEW Sri Adriana Siahaan; Rasninta Devi Ansela; Wardiyah Daulay
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15050

Abstract

Ansietas (Kecemasan) merupakan reaksi yang normal terhadap situasi yang sangat menekan kehidupan seseorang. Ansietas dapat muncul sendiri atau bergabung dengan gejala lain dari berbagai gangguan emosi. Ansietas dapat berkurang dengan beberapa terapi salah satunya relaksasi otot, sering disebut Progressive Muscle Relaxation (PMR). Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) merupakan relaksasi yang mudah untuk diajarkan pada pasien dalam rangka meningkatkan kemandirian pasien dalam mengatasi ansietas. Efek dari teknik relaksasi progresif yang berkaitan dengan mengurangi kecemasan klien dengan menurunkan tekanan darah dan denyut nadi. Terapi PMR mengendurkan otot melalui proses dua langkah, pertama pasien mulai dengan sengaja berkontraksi otot dan menahan ketegangan, kedua mereka melepaskan semua ketegangan dan fokus pada sensasi relaksasi. Relaksasi Otot Progresif (PMR) efektif pada sekelompok gejala yang mengalami kecemasan dan stres akibat perubahan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Literature review. Pencarian literatur dilakukan terkait dengan Efektifitas Relaksasi Otot Progresif terhadap Pasien Ansietas berikut: Proquest, ScienceDirect dan Wiley dari tahun 2018-2023 kata kunci “Progressive Muscle Relaxation”, “Anxiety” dan “Relaxation”. Progressive Muscle Relaxation (PMR) mempengaruhi psikologis pasien terutama pada tingkat ansietas pasien. Progressive Muscle Relaxation ini dapat digunakan oleh perawat sebagai pendekatan non-farmakologis dalam membantu pasien agar tidak terlalu cemas saat menghadapi masalah mereka.  
Co-Authors Agatha Novelia Simamora Ansela, Rasninta Devi Anwar, Anwar Astyka, Ririn Azzahra, Putri Karini Bangar, Roy I. Boru Tarigan, Juliati Daulay, Niken Malinda Putri Dwi Eka Putri Einjel Tiyo Marlina Damanik Fadhila, Filza Forwaty, Erni Harianja, Susi Junita Jenny M Purba Jenny Marlindawani Purba Kaban, Vera E. Kontoko R Rochadi Lailan Nasution, Mahnum Lia Debora Manihuruk Lilik Supriati, Lilik Lubis, Ade Sulistya Lubis, Muhammad F. M. Surya Husada Mahnum Lailan Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nst Marbun, Betty Nurita Marlindawani Purba, Jenny Marlindawani, Jenni Marlindawani, Jenny Muhaini Atmayana Purba Nababan, Riko Hengki Nadya, Cici Naibaho, Amelia Elisabeth Nasution, Haris M. Nasution, Mahnum Lailan Nasution, Sakinah Al Muniroh Nasution, Siti Saidah Nia Khusniyati Nst, Mahnum Lailan Oktariani, Falinda Purba, Jenny Marlindawani Purba, Jenny Marlindawany Putri, Nazela Nanda Rasninta Devi Ansela Ria Rahmawati Riko Hengki Nababan Rinaldi Ginting Safira, Annisa Safra Satilla Rambe Santika, Ririn Dewi Sari, Dewi Keumala Silalahi, Evayanti Ratna Dewi Siregar, Ismail Wildansyah Siregar, Nadiyah Afrah Sitanggang, Rahmatia Siti Saidah Nasution Sitorus, Pranciska Sri Adriana A Siahaan Sri Adriana Siahaan Sri Depi Ulinta Br Ginting Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Usraleli, Usraleli Utama, Rezza F. VEVI SURYENTI PUTRI, VEVI SURYENTI Wahyuni, Sri Eka Wulantari, Masrina Naomi Yohana Beatry Sitanggang Yulyana, Ana Yuswardi, Yuswardi