Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan kelelahan dengan kualitas hidup caregiver merawat anggota keluarga dengan skizofrenia Fadhila, Filza; Marlindawani, Jenny; Daulay, Wardiyah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.977

Abstract

Background: Schizophrenia is a chronic mental disorder that broadly affects not only the patients but also the caregivers who provide direct care. The high caregiving burden often leads to both physical and psychological fatigue, which negatively impacts the caregivers' quality of life. Purpose: To determine the relationship between fatigue and quality of life of caregivers caring for family members with schizophrenia. Method: A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted. The sample consisted of 76 caregivers selected through purposive sampling. Data were collected using demographic questionnaires, the Maslach Burnout Inventory (MBI), and the Schizophrenia Caregiver Quality of Life (ScQoL) questionnaire. Data analysis was performed using Spearman’s rho test with a significance level of p < 0.05. Results: The majority of caregivers were female (52.6%) and aged between 50-59 years (47.4%). Most caregivers experienced mild fatigue (85.5%), yet more than half (55.3%) reported poor quality of life. Bivariate analysis revealed a significant relationship between fatigue and caregivers’ quality of life (p = 0.044), indicating that caregivers with severe fatigue tend to have poorer quality of life. Conclusion: The findings suggest that higher levels of fatigue among caregivers are associated with lower quality of life. Mental health nurses should pay attention not only to individuals with schizophrenia but also develop psychosocial interventions to help caregivers manage fatigue and improve their quality of life in caring for family members with schizophrenia.   Keywords: Caregiver; Fatigue; Quality of Life; Schizophrenia.   Pendahuluan: Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang berdampak luas tidak hanya pada pasien, tetapi juga pada caregiver yang memberikan perawatan secara langsung. Beban perawatan yang tinggi sering menyebabkan kelelahan baik fisik dan psikologis yang berpengaruh terhadap penurunan kualitas hidup caregiver. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kelelahan dan kualitas hidup pengasuh yang merawat anggota keluarga dengan skizofrenia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel terdiri dari 76 caregiver yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner data demografi, the Maslach Burnout Inventory (MBI) dan the Schizophrenia Caregiver Quality of Life questionnaire (S-CGQoL). Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi (p-0.05). Hasil: Mayoritas caregiver adalah perempuan (52.6%) dengan rentang usia 50-59 tahun (47.4%). Sebagian besar caregiver mengalami kelelahan ringan (85.5%), namun lebih dari setengahnya (55.3%) melaporkan kualitas hidup yang buruk. Analisis bivariat menunjukkan, terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan dengan kualitas hidup caregiver (p = 0.044), di mana caregiver dengan kelelahan berat cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih buruk. Simpulan: Semakin tinggi tingkat kelelahan yang dirasakan oleh caregiver, maka kualitas hidupnya semakin buruk. Perawat kesehatan jiwa perlu memberikan perhatian, tidak hanya kepada orang dengan skizofrenia, tetapi juga dapat mengembangkan suatu intervensi psikososial yang dapat membantu caregiver mengatasi kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup dalam merawat anggota keluarga dengan skizofrenia.   Kata Kunci: Caregiver; Kelelahan; Kualitas Hidup; Skizofrenia.
Pengaruh rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap kemampuan remaja dalam mengelola emosi Naibaho, Amelia Elisabeth; Daulay, Wardiyah; Purba, Jenny Marlindawani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.978

Abstract

Background: Introduction: Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood. During adolescence, hormonal, physical, and psychological changes occur gradually. The ability to control emotions differs from suppressing them. Rational emotive behavior therapy (REBT) focuses on how people think, feel, and act to cope with emotions. Purpose: To identify the effect of rational emotive behavior therapy (REBT) on adolescents' ability to manage emotions. Method: A quantitative, quasi-experimental, pre-post control group approach was used. The sampling technique used purposive sampling, with a total sample of 80 participants divided into 40 intervention groups and 40 control groups. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses (dependent t-test). Results: Before the intervention, the majority of adolescents in the intervention group were in the moderate (34 (85%), high (4 (10%), and low (2 (5%).) After the intervention, there was a significant improvement, with 31 (77.5%) adolescents in the high category of emotional management skills and 9 (22.5%) in the moderate category. In the control group, which only received counseling from guidance counselors, there was no significant improvement. The number of adolescents with high emotional management skills decreased from 7.5% to 0%, while the majority remained in the moderate category. Statistical tests showed a highly significant difference between the intervention and control groups (p = 0.001), with the average emotional management skill score being significantly higher in the group receiving REBT. Conclusion: There was a difference in emotional management in the intervention group before and after REBT (p-value = 0.001). There was no difference in emotional management in the control group before and after receiving counseling from guidance counselors (p-value = 0.766). REBT can have a significant impact on emotional management in adolescents. Suggestion: Implement REBT in groups can be an effective intervention strategy in helping adolescents manage their emotions in healthier, more rational, and adaptive ways.   Keywords: Adolescents; Emotions; Rational Emotional Behavior Therapy (REBT).   Pendahuluan: Masa remaja adalah masa yang ditandai dengan adanya proses transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada usia remaja terjadi perubahan hormon, fisik, dan psikis yang berlangsung secara berangsur-angsur. Kemampuan mengendalikan emosi berbeda dengan meredam emosi. Rational emotive behaviour therapy (REBT) berfokus pada bagaimana orang berpikir, merasa dan bertindak untuk mengatasi emosional. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap kemampuan remaja dalam mengelola emosi. Metode: Pendekatan kuantitatif Quasi eksperimental pre-post with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 80 partisipan yang terbagi menjadi 40 partisipan kelompok intervensi dan 40 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji dependent t-test). Hasil: Sebelum diberikan intervensi, mayoritas remaja dalam kelompok intervensi berada pada kategori sedang sebanyak 34 (85%), tinggi sebanyak 4 (10%), dan rendah sebanyak 2 (5%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dengan kategori tinggi kemampuan remaja mengelola emosi sebanyak 31 (77.5%) dan sedang sebanyak 9 (22.5%). Pada kelompok kontrol yang hanya mendapatkan bimbingan konseling dari guru BK, tidak terjadi peningkatan yang signifikan. Jumlah remaja dengan kemampuan tinggi menurun dari 7.5% menjadi 0%, sementara mayoritas tetap berada dalam kategori sedang. Hasil uji statistik perbedaan yang sangat signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0.001), dengan rata-rata skor kemampuan mengelola emosi yang lebih tinggi secara bermakna pada kelompok yang mendapat intervensi REBT. Simpulan: Ada perbedaan mengelola emosi pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan REBT dengan p-value = 0.001. Tidak ada perbedaan mengelola emosi pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah mendapatkan bimbingan konseling dari guru BK dengan p-value = 0.766. Pemberian REBT dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mengelola emosi pada remaja. Saran: Penerapan REBT secara kelompok dapat menjadi strategi intervensi yang efektif dalam membantu remaja mengelola emosi secara lebih sehat, rasional, dan adaptif.   Kata Kunci: Emosi; Remaja; Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT).
Pengaruh Edukasi Kesehatan Jiwa terhadap Kemampuan Remaja Melakukan Deteksi Dini di SMA N 1 Tambangan Lubis, Ade Sulistya; Daulay, Wardiyah
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 2 (2022): Perlindungan dan jaminan sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i2.9447

Abstract

Masalah kesehatan pada remaja harus diperhatikan dan membekali remaja dengan pemahaman tentang melakukan deteksi dini. Salah satu upaya yang dilakukan agar remaja mampu melakukan deteksi dini adalah dengan memberikan edukasi kesehatan sehingga remaja mengetahui bagaimana cara melakukan deteksi dini. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap kemampuan remaja melakukan deteksi dini. Metode penelitian ini adalah penelitian kuatitatif yang menggunakan metode Quasi-Eksperimen yaitu Pre-Post Without Control One Grup, menggunakan tehnik Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di SMA N 1 Tambangan, dengan jumlah sampel responden 80 remaja. Hasil yang didapatkan kemampuan remaja melakukan deteksi dini sebelum melakukan edukasi kesehatan mayoritas kemampuannya remaja cukup dan setelah diberikan edukasi kesehatan jiwa ada perubahan kemampuan pada remaja yang signifikan. Hasil analisa data peneliti menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data yang didapatkan tidak terdistribusi normal. Hasil dari uji Wilcoxon Signed Rank Test p= 0,000 (<0,05) yang di artikan Ha diterima. Kesimpulan penelitian terdapat perubahan yang signifikan terhadap kemampuan remaja melakukan deteksi dini dengan nilai p= 0,000 yang diartikan Ha diterima. Saran kepada remaja agar dapat berpartisipasi untuk meningkatkan kemampuan melakukan deteksi dini dengan baik
Identifikasi Kejadian Cyberbullying: Flaming Pada Remaja di SMAN 3 Rantau Utara Kelas XI Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu Daulay, Wardiyah; Daulay, Niken Malinda Putri
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.13391

Abstract

Abstrak Cyberbullying Flaming dapat terjadi kepada siapa saja terutama remaja melalui media sosial berupa Chat Room, dan Game Online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kejadian Cyberbullying Flaming pada remaja di SMAN 3 Rantau Utara kelas XI. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian dilakukan dengan teknik Stratified Random Sampling yaitu sebanyak 70 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian Cyberbullying Flaming pada remaja di SMAN 3 Rantau Utara kelas XI dalam kategori (34,4%). Hal ini terjadi karena intensitas penggunaan media sosial rendah serta faktor usia dan perubahan kognitif. Kejadian Cyberbullying Flaming yang paling banyak dilakukan yaitu mengirimkan pesan kasar melalui sms/Messenger/jejaring sosial secara terus menerus karena telah dibuat sakit hati. Saran kepada Lembaga sekolah untuk meningkatkan peraturan mengenai penggunaan Smarthphone
Community Empowerment by Utilizing Village Potentials Towards a CEMARA Community (Smart, Independent, and Prosperous) During the Covid-19 Pandemic in Kaban Tua Village, Munte District, Karo Regency Daulay, Wardiyah; Nasution, Mahnum Lailan; Wahyuni, Sri Eka
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2020): ABDIMAS TALENTA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.397 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v5i2.5442

Abstract

The level of transmission of Covid-19, which is still quite high, is a concern for immediate efforts that can help people avoid Covid-19. Problems found in Kaban Village are still many children who do not wear masks and continue to play freely without paying attention to the covid-19 protocol, disruption of teaching and learning activities so that children are left behind in lessons, facilities for washing hands are not yet available. This activity aims to train and educate the public to continue to equip themselves and fill useful free time during the COVID-19 pandemic in Kaban Tua Village, Munte District, Karo, North Sumatra. This activity is carried out in four forms of activities which include counseling and distribution of masks / handsanitizers, education on washing hands with soap, education and recitation activities for children. The results achieved from this service activity are (1) increased public insight and knowledge about the discipline of the Covid-19 health protocol, (2) the community has cloth masks and handsanitizers as personal protective equipment, (3) children are not left behind in learning materials at school and continue to carry out Koran activities, and (4) increased public awareness to invite other people and wear masks to protect themselves from Covid-19 transmission. This program is expected to be sustainable and provide many benefits so that people can avoid the transmission of Covid-19.
Minimizing the Psychological Impact of the Covid-19 Pandemic on Vulnerable Groups: Elderly and Mental Disorders Through Family Psychoeducation Daulay, Wardiyah; Nasution, Mahnum Lailan; Sri Eka Wahyuni
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2022): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2814.856 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v7i1.6740

Abstract

The increase in the number of COVID-19 cases has had a negative impact on everyone's mental health, including vulnerable groups of the elderly and people with mental disorders. This is because the elderly and people with mental disorders have difficulty adjusting and are unfamiliar with their social environment. The purpose of this service is to provide support through family psychoeducation to minimize the psychological impact on vulnerable groups. Lecture and discussion methods are used to increase family knowledge in caring for the elderly and mental disorders. To measure the psychological condition of the vulnerable group, the SRQ-20 questionnaire was used and analyzed statistically (dependent t-test). Role play and simulation methods are used to improve family skills in caring for, managing burdens and utilizing health services. The results showed that there was an influence of psychoeducation on the psychological condition of the elderly with p-value <α (0.04<0.05), and for the mental disorder group it also showed that the treatment given in the form of family psychoeducation therapy gave benefits to psychological conditions with p-value <α (0.00). <0.05). This therapy is proven to be effective because it can provide information on the ability of families experiencing distress, provide education to them to improve their ability to understand and have strong coping so that problems do not occur in family relationships.
Optimizing the Readiness of School-Age Children to Face the New Normal Era in Suka Makmur Village, Deli Tua District Daulay, Wardiyah; Nasution, Mahnum Lailan; Sri Eka Wahyuni
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2022): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.823 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v7i1.6747

Abstract

A school age child is someone who is in the age range of 6-12 years and has met the requirements to attend school because of the intellectual development of the child. School-age children usually receive learning at school using the offline method, but during this pandemic this turned into online at home. Currently the government has started implementing the new normal, including several schools that are in the green zone allowed to modify the combined learning method between online and offline. For this reason, it is very necessary to provide education about what behavior should be done by school children after the government later allows offline schools. Efforts that can be made to optimize children's readiness in the new normal are by assisting children to be able to behave with new habits, namely wearing masks, washing hands, using personal tools from home and avoiding crowds. The community service carried out aims to optimize the readiness of school-age children by providing information support about the behavior that children should do during the Covid 19 pandemic. The method is carried out by providing education through leaflets about the adaptation of new normal habits with online and offline media. The results of community service are the results of increasing children's knowledge about habits that must be done in the face of the new normal. The output of the service is in the form of videos, leaflets, data on children's knowledge and mask products with children's characters.
Utilization of Social Media and Online Shop Applications to Increase the Income of Traders Around Lake Toba Daulay, Wardiyah; Nasution, Mahnum Lailan; Boru Tarigan, Juliati
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2022): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.868 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v7i1.6775

Abstract

Trading has traditionally experienced a decline in sales turnover. For this reason, other efforts are needed to increase sales by utilizing social media and online shop applications. One of the things that support tourism income is the sale of souvenirs typical of Lake Toba. Unfortunately, from the survey results, the sellers are only limited to selling goods in the store without exposing the goods they sell to the internet. So it is necessary to increase the knowledge of traders to help through community service activities to improve the economic status of the community and region. Problem solving can be done by creating a platform as a promotional platform by utilizing social media, namely Instagram. The output of the service is in the form of increased sales, activity videos and the Tiraya platform on Instagram.
Pola Komunikasi Keluarga: Studi Kasus Pada Remaja dengan Kategori Resiko dan Gangguan Masalah Kesehatan Jiwa Daulay, Wardiyah; Nasution, Mahnum Lailan; Purba, Jenny Marlindawani
CONTENT: Journal of Communication Studies Vol. 1 No. 01 (2023): Mass Communication, Political Communication and Interpersonal Communication
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/cjcs.v1i01.11842

Abstract

Pola komunikasi yang baik akan menciptakan pola asuh yang baik, dan pengasuhan remaja yang baik akan dapat menangkal masalah-masalah yang mungkin terjadi proses tumbuh kembang remaja. Metode penelitian menggunakan desain studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman remaja tentang pola komunikasi keluarga. Pengambilan partisipan penelitian adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Partisipan pada penelitian ini adalah keluarga yang berdasarkan hasil deteksi dini memiliki anak remaja dalam kategori resiko dan gangguan masalah kesehatan jiwa yaitu 24 keluarga di Kelurahan Medan Sunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan bantuan alat bantu perekam (record handpone), panduan wawancara dan catatan lapangan (field note) dan data dianalisa dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak remaja menghasilkan 2 tema yaitu waktu berkomunikasi, keterampilan komunikasi dan hubungan orangtua dan anak. Temuan ini dapat menjadi masukan buat keluara agar memberi waktu dan kesempatan kepada remaja sebagai upaya penguatan promotif dan preventif sehingga remaja tidak mengalami resiko dan gangguan masalah kesehatan jiwa.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Self Efficacy dengan Frekuensi Kekambuhan Pasien Skizofrenia Marbun, Betty Nurita; Nasution, Siti Saidah; Daulay, Wardiyah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15544

Abstract

ABSTRACT Family support is a form of interpersonal relationship that includes attitudes, actions, and acceptance of family members, so that family members feel that someone cares about them. increase self-ability to the situation experienced (Effendy, 2021). Low self-efficacy can increase risk, it is found that the majority of family self-efficacy is low because the family's understanding and ability to care for schizophrenia patients is not so good, resulting in a higher possibility of relapse. Relapse of patients with mental disorders has a major impact on the family and the development of family members. The purpose of this study was to identify the relationship between family support and self-efficacy with the frequency of relapse of schizophrenia patients in the inpatient room. The approach used in this study was cross-sectional, with a descriptive correlation method. The sampling method in this study used a type of non-probability sampling with purposive sampling technique so that the final sample needed in this study was 68 respondents. The instruments used in this study were family support questionnaires, self-efficacy and relapse of schizophrenia patients. To prove the existence of a significant relationship between the independent variables, namely family support and work self-efficacy with the dependent variable, namely the frequency of recurrence of schizophrenia, the chi-squer test was used with the help of computerization at 5% (0.05). The results showed that there is a relationship between family support and the frequency of relapse of schizophrenia patients p (0.007) < α (0.05). there is a relationship between self efficacy with the frequency of relapse of schizophrenia patients p value (0.005) < α (0.05).   Keywords: Family Support, Relapse, Schizophrenia  ABSTRAK Dukungan keluarga adalah suatu bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan, dan penerimaan terhadap anggota keluarga, sehingga anggota keluarga merasa ada yang memperhatikannya. meningkatkan kemampuan diri terhadap situasi yang dialami. Self-efficacy rendah dapat meningkatkan risiko, didapatkan bahwa self-efficacy keluarga mayoritas rendah karena pemahaman dan kemampuan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia belum begitu baik, sehingga mengakibatkan kemungkinan untuk kambuh semakin tinggi. Kekambuhan pasien gangguan jiwa memberikan dampak yang besar terhadap keluarga dan perkembangan anggota keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan self efficacy dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia di ruang rawat inap. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini cross-sectional, dengan metode deskriptif korelasi. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan jenis non probability sampling dengan tehnik purposive sampling sehingga sampel akhir yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 68 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dukungan keluarga, self-efficacy dan kekambuhan pasien skizofrenia. Untuk membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara variabel bebas yaitu dukungan keluarga dan self eficacy kerja dengan variabel terikat yaitu frekuensi kekambuhan skizofrenia digunakan uji  chi-squer dengan bantuan komputerisasi pada bebas kemaknaan 5% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia p (0,007) <   (0,05).   ada hubungan self efficacy dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia nilai  p (0,005) <   (0,05).  Keluarga harus memberikan dukungan pada pasien skizofrenia dan meningkatkan self efficacy melalui kunjungan ke rumah sakit untuk mendapatkan informasi atau penyuluhan tentang manajemen kesehatan jiwa utnuk mencegah kekambuhan berulang. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kekambuhan, Skizofrenia
Co-Authors Agatha Novelia Simamora Ansela, Rasninta Devi Anwar, Anwar Astyka, Ririn Azzahra, Putri Karini Bangar, Roy I. Boru Tarigan, Juliati Daulay, Niken Malinda Putri Dwi Eka Putri Einjel Tiyo Marlina Damanik Fadhila, Filza Forwaty, Erni Harianja, Susi Junita Jenny M Purba Jenny Marlindawani Purba Kaban, Vera E. Kontoko R Rochadi Lailan Nasution, Mahnum Lia Debora Manihuruk Lilik Supriati, Lilik Lubis, Ade Sulistya Lubis, Muhammad F. M. Surya Husada Mahnum Lailan Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nst Marbun, Betty Nurita Marlindawani Purba, Jenny Marlindawani, Jenni Marlindawani, Jenny Muhaini Atmayana Purba Nababan, Riko Hengki Nadya, Cici Naibaho, Amelia Elisabeth Nasution, Haris M. Nasution, Mahnum Lailan Nasution, Sakinah Al Muniroh Nasution, Siti Saidah Nia Khusniyati Nst, Mahnum Lailan Oktariani, Falinda Purba, Jenny Marlindawani Purba, Jenny Marlindawany Putri, Nazela Nanda Rasninta Devi Ansela Ria Rahmawati Riko Hengki Nababan Rinaldi Ginting Safira, Annisa Safra Satilla Rambe Santika, Ririn Dewi Sari, Dewi Keumala Silalahi, Evayanti Ratna Dewi Siregar, Ismail Wildansyah Siregar, Nadiyah Afrah Sitanggang, Rahmatia Siti Saidah Nasution Sitorus, Pranciska Sri Adriana A Siahaan Sri Adriana Siahaan Sri Depi Ulinta Br Ginting Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Usraleli, Usraleli Utama, Rezza F. VEVI SURYENTI PUTRI, VEVI SURYENTI Wahyuni, Sri Eka Wulantari, Masrina Naomi Yohana Beatry Sitanggang Yulyana, Ana Yuswardi, Yuswardi