Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Edukasi Kesehatan Jiwa terhadap Kemampuan Remaja Melakukan Deteksi Dini di SMA N 1 Tambangan Ade Sulistya Lubis; Wardiyah Daulay
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 2 (2022): Perlindungan dan jaminan sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i2.9447

Abstract

Masalah kesehatan pada remaja harus diperhatikan dan membekali remaja dengan pemahaman tentang melakukan deteksi dini. Salah satu upaya yang dilakukan agar remaja mampu melakukan deteksi dini adalah dengan memberikan edukasi kesehatan sehingga remaja mengetahui bagaimana cara melakukan deteksi dini. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap kemampuan remaja melakukan deteksi dini. Metode penelitian ini adalah penelitian kuatitatif yang menggunakan metode Quasi-Eksperimen yaitu Pre-Post Without Control One Grup, menggunakan tehnik Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di SMA N 1 Tambangan, dengan jumlah sampel responden 80 remaja. Hasil yang didapatkan kemampuan remaja melakukan deteksi dini sebelum melakukan edukasi kesehatan mayoritas kemampuannya remaja cukup dan setelah diberikan edukasi kesehatan jiwa ada perubahan kemampuan pada remaja yang signifikan. Hasil analisa data peneliti menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data yang didapatkan tidak terdistribusi normal. Hasil dari uji Wilcoxon Signed Rank Test p= 0,000 (<0,05) yang di artikan Ha diterima. Kesimpulan penelitian terdapat perubahan yang signifikan terhadap kemampuan remaja melakukan deteksi dini dengan nilai p= 0,000 yang diartikan Ha diterima. Saran kepada remaja agar dapat berpartisipasi untuk meningkatkan kemampuan melakukan deteksi dini dengan baik
Identifikasi Kejadian Cyberbullying: Flaming Pada Remaja di SMAN 3 Rantau Utara Kelas XI Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu Wardiyah Daulay; Niken Malinda Putri Daulay
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.13391

Abstract

Abstrak Cyberbullying Flaming dapat terjadi kepada siapa saja terutama remaja melalui media sosial berupa Chat Room, dan Game Online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kejadian Cyberbullying Flaming pada remaja di SMAN 3 Rantau Utara kelas XI. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian dilakukan dengan teknik Stratified Random Sampling yaitu sebanyak 70 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian Cyberbullying Flaming pada remaja di SMAN 3 Rantau Utara kelas XI dalam kategori (34,4%). Hal ini terjadi karena intensitas penggunaan media sosial rendah serta faktor usia dan perubahan kognitif. Kejadian Cyberbullying Flaming yang paling banyak dilakukan yaitu mengirimkan pesan kasar melalui sms/Messenger/jejaring sosial secara terus menerus karena telah dibuat sakit hati. Saran kepada Lembaga sekolah untuk meningkatkan peraturan mengenai penggunaan Smarthphone
Implementation of School-Based Mental Health Program on Teachers' Ability To Handle Students' Emotional And Behavioral Problems: One Group Pretest-Posttest Design Wardiyah Daulay; Mahnum Lailan Nasution; Jenny Marlindawani Purba
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 7 No. 2 (2025): Vol 7 No 2 2025 Caring: Indonesia Journal of Nursing
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v7i2.20253

Abstract

The increasing prevalence of emotional and behavioral problems among teenagers necessitates effective, early intervention. The World Health Organization recommends schools as key sites for mental health promotion. However, the sustainability of these programs is often a significant challenge. Empowering teachers to handle students' emotional and behavioral issues is a critical strategy to improve program sustainability. This study aimed to evaluate the impact of a school-based mental health program on teachers' abilities to manage students' emotional and behavioral problems. This study utilized a one-group pretest-posttest design. A total of 60 teachers from SMP Negeri 1 Tanjung Morawa participated as the sample. Teachers' abilities were measured using a questionnaire before (pretest) and after (posttest) the implementation of the school-based mental health program. Data were analyzed using a dependent t-test to compare the mean scores. A significant improvement in teachers' abilities was observed after the program. The mean ability score increased from 50.13 at pretest to 75.20 at posttest, representing a mean difference of 25.07 (a 50.01% increase). This increase was statistically significant (p < 0.001, with an alpha of 0.05). The school-based mental health program was effective and had a substantial influence on improving teachers' abilities to handle students' emotional and behavioral problems. These findings support teacher empowerment as a viable strategy for implementing and sustaining mental health programs in school setting. Keyword: Teacher, Student emotional problems, Behavioral problems
Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Kemandirian Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas PB Selayang II Medan Meilinda Nainggolan; Wardiyah Daulay; Siti Zahara Nasution; Zulhaida Lubis; Evi Karota
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59135

Abstract

Peningkatan jumlah lansia berhubungan dengan meningkatnya risiko penurunan kemampuan fungsional, terutama dalam melakukan Activities of Daily Living (ADL), yang dapat menyebabkan ketergantungan dan menurunkan kualitas hidup. Upaya mempertahankan kemandirian lansia memerlukan intervensi keperawatan yang tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga pada pemberdayaan melalui dukungan emosional dan pelatihan keterampilan. Edukasi suportif merupakan pendekatan keperawatan yang mengintegrasikan pemberian informasi, dukungan emosional, motivasi, dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi suportif terhadap kemandirian lansia berdasarkan skor Activities of Daily Living (ADL) di wilayah kerja Puskesmas PB Selayang II Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test–post-test delayed treatment control group. Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri atas kelompok intervensi (44 orang) dan kelompok kontrol (44 orang) dengan teknik purposive sampling. Pengukuran kemandirian dilakukan menggunakan Katz Index of Independence in Activities of Daily Living. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney karena data tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro–Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor ADL kelompok intervensi meningkat dari 3,07 ± 0,789 menjadi 4,09 ± 1,007 dengan perbedaan bermakna (p<0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna dari 3,14 ± 0,668 menjadi 3,14 ± 0,632 (p=1,000). Uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan perubahan skor ADL yang bermakna secara statistik antara kedua kelompok (p=0,000), dengan rerata perubahan lebih tinggi pada kelompok intervensi (1,02 ± 0,73) dibandingkan kelompok kontrol (0,00 ± 0,37). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi suportif berpengaruh terhadap peningkatan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan berpotensi menjadi intervensi keperawatan komunitas berbasis pemberdayaan pada pelayanan kesehatan primer.
Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Sumtera Utara Juando Juando; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Arlinda Sari Wahyuni; Wardiyah Daulay
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60055

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering dialami oleh lansia akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang terjadi selama proses penuaan. Kondisi depresi yang tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi depresi adalah terapi tertawa, yang mampu meningkatkan hormon endorfin, menurunkan stres, serta memperbaiki suasana hati dan interaksi sosial lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan two group pretest posttest design. Populasi penelitian terdiri dari lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai dan Panti Sosial Karya Kasih Medan. Sampel berjumlah 84 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (42 responden) dan kelompok kontrol (42 responden). Tingkat depresi diukur menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS). Kelompok intervensi diberikan terapi tertawa selama satu bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu selama 20–30 menit per sesi, sedangkan kelompok kontrol menjalani aktivitas rutin panti. Analisis data menggunakan uji dependent t-test dan independent t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat depresi pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi tertawa dibandingkan sebelum intervensi. Selain itu, terdapat perbedaan rerata tingkat depresi yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah perlakuan. Kesimpulan terapi tertawa berpengaruh efektif dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang mudah, aman, dan ekonomis untuk meningkatkan kesehatan mental serta kualitas hidup lansia.
Peran Dukungan Keluarga Sebagai Faktor Protektif Kesehatan Mental Mahasiswa Rantau Asal Nias di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Wardiyah Daulay; Iren Delpia Harefa
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Tata Kelola untuk Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jins.v5i1.26256

Abstract

Mahasiswa perantau sering kali menghadapi tantangan adaptasi psikologis dan budaya yang signifikan di lingkungan baru, yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Dukungan keluarga dianggap sebagai salah satu faktor eksternal krusial yang berperan sebagai faktor protektif dalam memitigasi stresor tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran dukungan keluarga sebagai faktor protektif kesehatan mental pada mahasiswa perantau asal Nias di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU). Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kesehatan mental (DASS-21). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menerima dukungan keluarga dalam kategori tinggi (71,8%) dan memiliki tingkat kesehatan mental yang baik (68,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kesehatan mental mahasiswa perantau (p = 0,000; r = 0,542). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, maka semakin kuat peranannya sebagai faktor protektif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa perantau asal Nias. Disarankan kepada pihak fakultas untuk menyediakan program konseling atau edukasi kesehatan jiwa berkala guna mempertahankan kesehatan mental mahasiswa migran.
Hubungan Antara Stres Kerja, Burnout dengan Resiliensi Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruangan Rawat Inap Rumah Sakit Umum di Kota Medan Ummi Kalsum Sundari Ritonga; Jenny Marlindawani Purba; Wardiyah Daulay
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57390

Abstract

Nurses are healthcare professionals who play a vital role in delivering 24-hours nursing care. However, the high work pressure makes them vulnerable to work related stress and burnout, which can affect their level of resilience in providing nursing services. This study aimed to analyze the relationship between work-related stress and burnout and nurses resilience in providing nursing care in the inpatient ward of a general hospital in Medan. This study used a cross-sectional designwith quantitative analytic approach. A sample of 165 nurses was selected using purposive sampling from RSU Haji Medan and RSUD dr. Pirngadi Medan. Data were collected using the Expanded Nursing Stress Scale (ENSS), the Maslach Burnout Inventory (MBI), and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Data analysis  used  the  Chi-Square  test for bivariate analysis. The results showed that most nurses experienced varying levels of work stress and burnout, ranging from low to high.There is a significant association between work stress and resilience (p = 0.001) and between burnout and resilience (p = 0.001). In conclusion, work-related stress and burnout are significantly associated with nurses’ resilience. Hospital managerial interventions, such as stress coping training, psychological support, and resilience-building programs, are needed to maintain the quality of nursing care.
The Correlation of Peer Conformity and Type of Smoking Behavior among Adolescents at a State Junior High School SMPN 3 Hamparan Perak Deli Serdang Regency Cici Nadya; Wardiyah Daulay
Tradition and Modernity of Humanity Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/tmh.v4i3.18944

Abstract

The issue of peer conformity on smoking behavior significantly affect in individuals’ self-preservation to get acceptance and avoid rejection or critism from peers. These conformity factors cause individuals to engage in deviant behaviors, such as smoking. This research method aims to explore the correlation of peer conformity and the type of smoking behavior among adolescents at SMPN 3 Hamparan Perak, Deli Serdang Regency. This is a quantitative Research method with a descriptive correlational design conducted on 30 male adolescents ages 13 - 16 years old from May to June 2024. The data are collected by distributing questionnaires on peer conformity and the type of smoking behavior. The results of the statistical test using chi-square test with α=0.05 indicate a significant correlation between peer conformity and the type of smoking behavior among male adolescents at SMPN 3 Hamparan Perak (p-value = 0,034). Based on this research, it is recommended that the school conduct routine conseling sessions and promote anti-smoking campaigns to reduce the number of smoker among adolescents.
Emotional Experiences of Child and Adolescent Flood Survivors in Medan Johor District, North Sumatra: A Phenomenological Study Wardiyah Daulay; Ismail Wildansyah Siregar; Nadiyah Afrah Siregar
Indonesian Journal of Medical Anthropology Vol. 7 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Medical Anthropology
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijma.v7i1.24501

Abstract

Daulay, W., Siregar, I. W., & Siregar, N. A. (2026). Emotional experiences of child and adolescent flood survivors in Medan Johor District, North Sumatra: A phenomenological study. Indonesian Journal of Medical Anthropology, 7(1), 20–25.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN JIWA UNTUK MITIGASI DAMPAK PSIKOSOSIAL PASCA BENCANA BANJIR DI HUNIAN SEMENTARA (HUNTARA), TAPANULI SELATAN Wardiyah Daulay; Sri Eka Wahyuni; Mahnum Lailan Nasution; Astrid Budi Kurnia; Muhammad Darwis; Andes Fuady; Majidah Andi Laila Daulay
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Bencana banjir berulang di Tapanuli Selatan menimbulkan dampak fisik sekaligus beban psikososial mendalam bagi warga di Hunian Sementara (Huntara), terutama kelompok perempuan dan usia dewasa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak psikososial serta menerapkan asuhan keperawatan jiwa komunitas untuk memitigasi kecemasan pasca-bencana. Program ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs Target 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemulihan kesejahteraan mental masyarakat terdampak bencana, SDGs Target 5 (Kesetaraan Gender) melalui penguatan resiliensi psikologis kelompok perempuan rentan, serta SDGs Target 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mitigasi non-struktural terhadap dampak psikososial bencana hidrometeorologi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, status psikososial 114 responden diskrining menggunakan instrumen Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) sebagai pedoman analisis konten berbasis indikator sebelum dan sesudah intervensi keperawatan. Intervensi yang diberikan meliputi psikoedukasi dampak bencana serta pelatihan manajemen stres melalui teknik relaksasi napas dalam. Hasil evaluasi menunjukkan adanya reduksi ketegangan emosional secara signifikan, peningkatan kontrol terhadap pola pikir khawatir, serta stabilisasi emosi interpersonal warga. Meskipun ketakutan antisipatoris terhadap banjir susulan cenderung menetap, asuhan keperawatan ini efektif meningkatkan resiliensi dan kemampuan koping adaptif masyarakat. Pendampingan berkelanjutan diperlukan guna mencegah risiko gangguan stres pasca-trauma yang kronis.
Co-Authors Ade Sulistya Lubis Agatha Novelia Simamora Andes Fuady Ansela, Rasninta Devi Anwar, Anwar Arlinda Sari Wahyuni Astrid Budi Kurnia Astyka, Ririn Azzahra, Putri Karini Boru Tarigan, Juliati Cici Nadya Damanik, Aderia Belinda Dwi Eka Putri Einjel Tiyo Marlina Damanik Fadhila, Filza Forwaty, Erni Harianja, Susi Junita Iren Delpia Harefa Ismail Wildansyah Siregar Jenny M Purba Juando Juando Kaban, Vera E. Karota, Evi Kontoko R Rochadi Lailan Nasution, Mahnum Lia Debora Manihuruk Lilik Supriati, Lilik Lubis, Muhammad F. M. Surya Husada Mahnum Lailan Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nst Majidah Andi Laila Daulay Marbun, Betty Nurita Marlindawani, Jenni Marlindawani, Jenny Meilinda Nainggolan Muhaini Atmayana Purba Muhammad Darwis Nababan, Riko Hengki Nadiyah Afrah Siregar Naibaho, Amelia Elisabeth Nasution, Haris M. Nasution, Mahnum Lailan Nasution, Sakinah Al Muniroh Nasution, Siti Saidah Nia Khusniyati Niken Malinda Putri Daulay Nst, Mahnum Lailan Oktariani, Falinda Purba, Jenny Marlindawani Purba, Jenny Marlindawany Putri, Nazela Nanda Rasmita, Dina Rasninta Devi Ansela Ria Rahmawati Riko Hengki Nababan Rinaldi Ginting Riswani Tanjung Roy Indrianto Bangar S Safira, Annisa Safra Satilla Rambe Santika, Ririn Dewi Sari, Dewi Keumala Silalahi, Evayanti Ratna Dewi Siregar, Ismail Wildansyah Siregar, Nadiyah Afrah Sitanggang, Rahmatia Siti Saidah Nasution Siti Zahara Nasution, Siti Zahara Sitorus, Pranciska Sri Adriana A Siahaan Sri Adriana Siahaan Sri Depi Ulinta Br Ginting Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Tiadela Alfarani Ummi Kalsum Sundari Ritonga Usraleli, Usraleli Utama, Rezza F. VEVI SURYENTI PUTRI, VEVI SURYENTI Wahyuni, Sri Eka Wulantari, Masrina Naomi Yaser Arafat Yohana Beatry Sitanggang Yulyana, Ana Yuswardi, Yuswardi Zulhaida Lubis