Claim Missing Document
Check
Articles

Emotional Experiences of Child and Adolescent Flood Survivors in Medan Johor District, North Sumatra: A Phenomenological Study Daulay, Wardiyah; Siregar, Ismail Wildansyah; Siregar, Nadiyah Afrah
Indonesian Journal of Medical Anthropology Vol. 7 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Medical Anthropology
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijma.v7i1.24501

Abstract

Daulay, W., Siregar, I. W., & Siregar, N. A. (2026). Emotional experiences of child and adolescent flood survivors in Medan Johor District, North Sumatra: A phenomenological study. Indonesian Journal of Medical Anthropology, 7(1), 20–25.
IMPLEMENTASI TERAPI BERMAIN UNTUK REDUKSI ANSIETAS PADA ANAK TERDAMPAK BENCANA BANJIR DI KECAMATAN MEDAN JOHOR Daulay, Wardiyah; Damanik, Aderia Belinda; Tiadela Alfarani; Yaser Arafat; Siregar, Ismail Wildansyah; Siregar, Nadiyah Afrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2496

Abstract

Abstract The psychological impact of flooding requires serious attention to prevent long-term trauma. Children are a particularly vulnerable group, often experiencing anxiety due to the loss of their homes and a sense of security. Through appropriate approaches, this anxiety can be reduced by restoring a sense of joy to the child's world. Therefore, psychosocial interventions via play therapy are necessary to help children express their emotions and lower their anxiety levels. This community service activity was conducted as an implementation of the Tridarma Perguruan Tinggi (Triple Dharma of Higher Education), involving a team from the Department of Psychiatric Nursing and nursing students. The methods employed included play therapy, storytelling, and psychological mentoring for the affected children. Results indicated that the implementation of play therapy had a significant effect on reducing anxiety levels among post-flood children in the Medan Johor District (p-value<0.05). Following the intervention, children demonstrated increased cheerfulness and improved adaptive capabilities. It is expected that psychological mentoring and structured play activities will continue to be facilitated by the local community and healthcare providers to ensure the realization of post-disaster mental resilience in children. Keywords: Play Therapy, Anxiety Reduction, Children, Post-Flood Abstrak Dampak psikologis akibat banjir memerlukan perhatian serius guna mencegah trauma berkepanjangan. Anak-anak merupakan kelompok rentan yang sering mengalami ansietas akibat kehilangan tempat tinggal maupun suasana aman. Melalui pendekatan yang tepat, kecemasan tersebut dapat direduksi dengan mengembalikan dunia anak ke dalam suasana yang menyenangkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan intervensi psikososial melalui terapi bermain untuk membantu anak mengekspresikan emosi dan menurunkan tingkat kecemasan mereka. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi yang melibatkan tim pengabdi dari departemen keperawatan jiwa serta mahasiswa. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini terapi bermain (play therapy), bercerita, dan pendampingan psikologis pada anak-anak terdampak. Hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari implementasi terapi bermain terhadap penurunan tingkat ansietas anak pasca banjir di Kecamatan Medan Johor (p-value 0,00 < 0,05). Anak-anak menunjukkan peningkatan keceriaan dan kemampuan adaptasi yang lebih baik setelah intervensi diberikan. Diharapkan pendampingan psikologis dan aktivitas bermain secara terstruktur tetap dapat difasilitasi oleh masyarakat setempat dan petugas kesehatan secara berkesinambungan agar ketangguhan mental anak pasca bencana dapat terwujud. Kata kunci: Terapi Bermain, Reduksi Ansietas, Anak, Pasca Banjir
Pengaruh Edukasi Kesehatan Jiwa terhadap Kemampuan Remaja Melakukan Deteksi Dini di SMA N 1 Tambangan Ade Sulistya Lubis; Wardiyah Daulay
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 2 (2022): Perlindungan dan jaminan sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i2.9447

Abstract

Masalah kesehatan pada remaja harus diperhatikan dan membekali remaja dengan pemahaman tentang melakukan deteksi dini. Salah satu upaya yang dilakukan agar remaja mampu melakukan deteksi dini adalah dengan memberikan edukasi kesehatan sehingga remaja mengetahui bagaimana cara melakukan deteksi dini. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap kemampuan remaja melakukan deteksi dini. Metode penelitian ini adalah penelitian kuatitatif yang menggunakan metode Quasi-Eksperimen yaitu Pre-Post Without Control One Grup, menggunakan tehnik Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di SMA N 1 Tambangan, dengan jumlah sampel responden 80 remaja. Hasil yang didapatkan kemampuan remaja melakukan deteksi dini sebelum melakukan edukasi kesehatan mayoritas kemampuannya remaja cukup dan setelah diberikan edukasi kesehatan jiwa ada perubahan kemampuan pada remaja yang signifikan. Hasil analisa data peneliti menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data yang didapatkan tidak terdistribusi normal. Hasil dari uji Wilcoxon Signed Rank Test p= 0,000 (<0,05) yang di artikan Ha diterima. Kesimpulan penelitian terdapat perubahan yang signifikan terhadap kemampuan remaja melakukan deteksi dini dengan nilai p= 0,000 yang diartikan Ha diterima. Saran kepada remaja agar dapat berpartisipasi untuk meningkatkan kemampuan melakukan deteksi dini dengan baik
Identifikasi Kejadian Cyberbullying: Flaming Pada Remaja di SMAN 3 Rantau Utara Kelas XI Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu Wardiyah Daulay; Niken Malinda Putri Daulay
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.13391

Abstract

Abstrak Cyberbullying Flaming dapat terjadi kepada siapa saja terutama remaja melalui media sosial berupa Chat Room, dan Game Online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kejadian Cyberbullying Flaming pada remaja di SMAN 3 Rantau Utara kelas XI. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian dilakukan dengan teknik Stratified Random Sampling yaitu sebanyak 70 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian Cyberbullying Flaming pada remaja di SMAN 3 Rantau Utara kelas XI dalam kategori (34,4%). Hal ini terjadi karena intensitas penggunaan media sosial rendah serta faktor usia dan perubahan kognitif. Kejadian Cyberbullying Flaming yang paling banyak dilakukan yaitu mengirimkan pesan kasar melalui sms/Messenger/jejaring sosial secara terus menerus karena telah dibuat sakit hati. Saran kepada Lembaga sekolah untuk meningkatkan peraturan mengenai penggunaan Smarthphone
Implementation of School-Based Mental Health Program on Teachers' Ability To Handle Students' Emotional And Behavioral Problems: One Group Pretest-Posttest Design Wardiyah Daulay; Mahnum Lailan Nasution; Jenny Marlindawani Purba
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 7 No. 2 (2025): Vol 7 No 2 2025 Caring: Indonesia Journal of Nursing
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v7i2.20253

Abstract

The increasing prevalence of emotional and behavioral problems among teenagers necessitates effective, early intervention. The World Health Organization recommends schools as key sites for mental health promotion. However, the sustainability of these programs is often a significant challenge. Empowering teachers to handle students' emotional and behavioral issues is a critical strategy to improve program sustainability. This study aimed to evaluate the impact of a school-based mental health program on teachers' abilities to manage students' emotional and behavioral problems. This study utilized a one-group pretest-posttest design. A total of 60 teachers from SMP Negeri 1 Tanjung Morawa participated as the sample. Teachers' abilities were measured using a questionnaire before (pretest) and after (posttest) the implementation of the school-based mental health program. Data were analyzed using a dependent t-test to compare the mean scores. A significant improvement in teachers' abilities was observed after the program. The mean ability score increased from 50.13 at pretest to 75.20 at posttest, representing a mean difference of 25.07 (a 50.01% increase). This increase was statistically significant (p < 0.001, with an alpha of 0.05). The school-based mental health program was effective and had a substantial influence on improving teachers' abilities to handle students' emotional and behavioral problems. These findings support teacher empowerment as a viable strategy for implementing and sustaining mental health programs in school setting. Keyword: Teacher, Student emotional problems, Behavioral problems
Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Kemandirian Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas PB Selayang II Medan Meilinda Nainggolan; Wardiyah Daulay; Siti Zahara Nasution; Zulhaida Lubis; Evi Karota
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59135

Abstract

Peningkatan jumlah lansia berhubungan dengan meningkatnya risiko penurunan kemampuan fungsional, terutama dalam melakukan Activities of Daily Living (ADL), yang dapat menyebabkan ketergantungan dan menurunkan kualitas hidup. Upaya mempertahankan kemandirian lansia memerlukan intervensi keperawatan yang tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga pada pemberdayaan melalui dukungan emosional dan pelatihan keterampilan. Edukasi suportif merupakan pendekatan keperawatan yang mengintegrasikan pemberian informasi, dukungan emosional, motivasi, dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi suportif terhadap kemandirian lansia berdasarkan skor Activities of Daily Living (ADL) di wilayah kerja Puskesmas PB Selayang II Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test–post-test delayed treatment control group. Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri atas kelompok intervensi (44 orang) dan kelompok kontrol (44 orang) dengan teknik purposive sampling. Pengukuran kemandirian dilakukan menggunakan Katz Index of Independence in Activities of Daily Living. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney karena data tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro–Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor ADL kelompok intervensi meningkat dari 3,07 ± 0,789 menjadi 4,09 ± 1,007 dengan perbedaan bermakna (p<0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna dari 3,14 ± 0,668 menjadi 3,14 ± 0,632 (p=1,000). Uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan perubahan skor ADL yang bermakna secara statistik antara kedua kelompok (p=0,000), dengan rerata perubahan lebih tinggi pada kelompok intervensi (1,02 ± 0,73) dibandingkan kelompok kontrol (0,00 ± 0,37). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi suportif berpengaruh terhadap peningkatan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan berpotensi menjadi intervensi keperawatan komunitas berbasis pemberdayaan pada pelayanan kesehatan primer.
Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Sumtera Utara Juando Juando; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Arlinda Sari Wahyuni; Wardiyah Daulay
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60055

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering dialami oleh lansia akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang terjadi selama proses penuaan. Kondisi depresi yang tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi depresi adalah terapi tertawa, yang mampu meningkatkan hormon endorfin, menurunkan stres, serta memperbaiki suasana hati dan interaksi sosial lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan two group pretest posttest design. Populasi penelitian terdiri dari lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai dan Panti Sosial Karya Kasih Medan. Sampel berjumlah 84 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (42 responden) dan kelompok kontrol (42 responden). Tingkat depresi diukur menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS). Kelompok intervensi diberikan terapi tertawa selama satu bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu selama 20–30 menit per sesi, sedangkan kelompok kontrol menjalani aktivitas rutin panti. Analisis data menggunakan uji dependent t-test dan independent t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat depresi pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi tertawa dibandingkan sebelum intervensi. Selain itu, terdapat perbedaan rerata tingkat depresi yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah perlakuan. Kesimpulan terapi tertawa berpengaruh efektif dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang mudah, aman, dan ekonomis untuk meningkatkan kesehatan mental serta kualitas hidup lansia.
Co-Authors Ade Sulistya Lubis Agatha Novelia Simamora Ansela, Rasninta Devi Anwar, Anwar Arlinda Sari Wahyuni Astyka, Ririn Azzahra, Putri Karini Bangar, Roy I. Boru Tarigan, Juliati Damanik, Aderia Belinda Dwi Eka Putri Einjel Tiyo Marlina Damanik Fadhila, Filza Forwaty, Erni Harianja, Susi Junita Jenny M Purba Jenny Marlindawani Purba Jenny Marlindawani Purba Juando Juando Kaban, Vera E. Karota, Evi Kontoko R Rochadi Lailan Nasution, Mahnum Lia Debora Manihuruk Lilik Supriati, Lilik Lubis, Muhammad F. M. Surya Husada Mahnum Lailan Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nst Marbun, Betty Nurita Marlindawani Purba, Jenny Marlindawani, Jenni Marlindawani, Jenny Meilinda Nainggolan Muhaini Atmayana Purba Nababan, Riko Hengki Nadya, Cici Naibaho, Amelia Elisabeth Nasution, Haris M. Nasution, Mahnum Lailan Nasution, Sakinah Al Muniroh Nasution, Siti Saidah Nia Khusniyati Niken Malinda Putri Daulay Nst, Mahnum Lailan Oktariani, Falinda Purba, Jenny Marlindawani Purba, Jenny Marlindawany Putri, Nazela Nanda Rasninta Devi Ansela Ria Rahmawati Riko Hengki Nababan Rinaldi Ginting Riswani Tanjung Safira, Annisa Safra Satilla Rambe Santika, Ririn Dewi Sari, Dewi Keumala Silalahi, Evayanti Ratna Dewi Siregar, Ismail Wildansyah Siregar, Nadiyah Afrah Sitanggang, Rahmatia Siti Saidah Nasution Siti Zahara Nasution, Siti Zahara Sitorus, Pranciska Sri Adriana A Siahaan Sri Adriana Siahaan Sri Depi Ulinta Br Ginting Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Tiadela Alfarani Usraleli, Usraleli Utama, Rezza F. VEVI SURYENTI PUTRI, VEVI SURYENTI Wahyuni, Sri Eka Wulantari, Masrina Naomi Yaser Arafat Yohana Beatry Sitanggang Yulyana, Ana Yuswardi, Yuswardi Zulhaida Lubis