Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Proses Penetapan Wali Nikah oleh Penghulu terhadap Anak Perempuan yang Dilahirkan Akibat Kehamilan di Luar Perkawinan Laili, Afrohatul; Nu'man, Moh.; Slamet; Nisa, Irma Naza ‘Aina; Fitria, Lailatul
Comprehensive Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 Mei (2025): Comprehensive Journal of Islamic Studies (STAIZA)
Publisher : Tim Jurnal STAI KH. Zainuddin Ponpes Mojosari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63829/js.v2i2mei.42

Abstract

This research examines the process of determining the marriage guardian by the marriage registrar for daughters born from out-of-wedlock pregnancies. Marriage in Islam is a sacred covenant that is clearly regulated, with the guardian being one of the essential pillars that determines the validity of the marriage contract. However, cases of out-of-wedlock pregnancies also referred to as "pregnant marriages" in the Compilation of Islamic Law (KHI) present complex challenges in determining the appropriate marriage guardian for daughters born under such circumstances. Article 99 of the KHI defines a legitimate child as one born within or as a result of a legal marriage. This study employs a library research method (literature review), gathering data from various sources such as books, academic journals, and legal documents to explore relevant theories. The role of the is crucial in determining the guardian for children born from out-of-wedlock pregnancies, taking into account Islamic law, the KHI, and applicable regulations. Penghulus often encounter sensitive situations in which they must compare the date of the parents' marriage with the child's birth date to establish the child's legal lineage. Although different KUA offices may adopt varying approaches ranging from appointing a court-assigned guardian to recognizing the biological father as the lineage guardian based on their interpretation of the KHI all penghulus share a common mission: to uphold maqashid as-syari’ah (the objectives of Islamic law) and to protect the rights and lineage of the child. This careful process in determining the guardian also aims to safeguard the psychological well-being of the prospective bride.
TINJAUAN PUSTAKA: PERAN SEKOLAH ISLAM DALAM MEMBENTUK KESADARAN POLITIK DAN KEWARGANEGARAAN SISWA Fitria, Lailatul; Ali, Irfan; Putriana, Eka; Khairul Anam, Rifqi
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic schools play a strategic role in shaping students’ political and civic awareness amid the increasingly complex socio-political dynamics of Indonesian society. This article aims to systematically examine the role of Islamic schools in cultivating students’ political awareness and civic identity based on findings from previous studies. The method employed is a literature review, analyzing various scholarly sources, including books, journal articles, and policy documents related to Islamic education, civic education, and political education. The findings indicate that Islamic schools contribute significantly through the integration of the national curriculum with Islamic values, particularly within Civic and Pancasila Education, Islamic Religious Education, as well as extracurricular activities and school culture. Islamic values such as justice (al-‘adl), trust (amanah), deliberation (shura), responsibility, tolerance, and social concern serve as ethical foundations in shaping students’ moderate and democratic political attitudes. Moreover, teachers’ roles as role models, participatory school environments, and students’ involvement in school organizations further strengthen the formation of civic awareness. Nevertheless, the review also identifies several challenges, including limited teacher competence, insufficient curriculum integration, and the influence of globalization. Therefore, strengthening political education grounded in Islamic values is essential to developing a generation of Muslims with strong character, political awareness, and responsibility within democratic life.
BELAJAR MATEMATIKA DALAM ANYAMAN BAMBU MOTIF TRUNTUM DAN MATAHARI DI BANYUWANGI Nufus, Fadiyah Zakiyyatun; Hariastuti, Rachmaniah Mirza; Muti, Dzurotul; Fitria, Lailatul
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnomatematika merupakan matematika yang ada dan digunakan dalam budaya tanpa disadari oleh pelaku budaya, salah satunya pembuat anyaman bambu yang tidak menyadari telah menggunakan konsep-konsep matematika dalam aktivitas yang dilakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi etnomatematika dalam budaya pembuatan anyaman bambu motif truntum di Desa Kalipuro dan motif matahari di Desa Gintangan, Kabupaten Banyuwangi agar dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif berpendekatan etnografi. Enam informan dilibatkan dalam penelitian ini yang dipilih secara purposif berdasarkan keahliannya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data ditriangulasikan berdasarkan sumber masing-masing tiga informan untuk setiap motif anyaman. Data yang telah ditriangulasi, dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan anyaman bambu motif truntum dan matahari memuat konsep perbandingan (senilai), pengukuran dengan satuan baku, pola bilangan, serta bangun datar. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penyusunan bahan ajar matematika kontekstual pada materi yang bersesuaian.
Cadangan Karbon di Kebun Kopi Rakyat di Wilayah Wonosari, Kabupaten Malang Andreansyah, Bagas; Fitria, Lailatul; Al Jauhari, Muhammad Rifqi; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.03

Abstract

Perkebunan kopi rakyat menempati areal yang sangat luas dan kondisi vegetasi permanennya sangat beragam, hal ini mengindikasikan adanya cadangan karbon yang besar pada perkebunan kopi rakyat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menaksir cadangan karbon pada perkebunan kopi rakyat jenis Robusta, dan beberapa karakteristik vegetasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-destruktif dengan menggunakan model allometrik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa total cadangan karbon pada perkebunan kopi rakyat di lokasi penelitian sebesar 93,27 ton.ha-1, yang terdiri dari kategori AGB (di atas permukaan tanah) sebesar 49% dan kategori BGB (di bawah permukaan tanah) sebesar 51%. Tanaman kopi yang digunakan adalah jenis Liberica, dan Robusta, sedangkan pohon peneduhnya adalah Gliricidia sp., Leuceana sp., Musa sp., dan Albizia sp.. Empat tipe struktur vegetasi pada lokasi pengamatan adalah: (1) C. liberica dengan Gliricidia sp., (2) C. canephora dengan Gliricidia sp., (3) C. canephora dengan Leucaena sp., dan (4) C. canephora dengan Musa sp. 
Pertanian Vertikal sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Sempit di Kota Mojokerto Yulianti, Novi Dwi; Fitria, Lailatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekitar 67% penduduk Kota Mojokerto telah menerapkan teknologi vertical garden pada lahan sempit di wilayah kota, baik lahan milik pribadi (seperti pekarangan rumah) maupun lahan milik publik (lahan milik pemerintah dan instansi swasta).Beberapa vertical garden yang terdapat di Kota Mojokerto antara lain: (1). Vertical garden di pekarangan rumah atau pekarangan rumah (area permukiman); (2). Vertical garden di halaman kantor pemerintah dan swasta; (3). Vertical garden di lahan (ruang) sepanjang jalan raya kota; (4). Vertical garden di ruang terbuka hijau publik; (5). Vertical garden di lahan pertanian perkotaan.Jenis tanaman yang ditanam pada vertical garden antara lain tanaman hias, tanaman obat, tanaman pangan (sayur dan buah), dan lain-lain. Dari vertical garden ini masyarakat dan rumah tangga memperoleh manfaat langsung maupun tidak langsung untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Secara umum masyarakat telah memiliki pengetahuan mengenai teknologi pengelolaan vertical garden dan telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tebu (Saccharum officinarum L.) Lahan Kering di Karangloso , Kabupaten Malang Rifqi, Naulifar; Ramadhan, Muhammad Haniif; Fitria, Lailatul
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi kesesuaian lahan tebu ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pembatas budidaya tebu di lahan kering, Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan evaluasi lahan dilakukan di lahan kering dan Laboratorium Sistem Informasi Geografis, Kimia Tanah, dan Fisika Tanah, Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Seluruh kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai dengan Juni 2021. Evaluasi ini meliputi kegiatan persiapan, survei lapangan dan analisis laboratorium, serta analisis data untuk menentukan kelas kesesuaian lahan untuk tebu. Satuan lahan dan titik pengamatan ditentukan berdasarkan penutup lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan lahan dapat diklasifikasikan menjadi “lahan marginal, S3” untuk tebu. Faktor pembatasnya adalah N-total tanah (na1), P2O5 (na4), K2O5 (na6), dan kejenuhan basa tanah (nr1).
Lubang Resapan Biopori Berkompos (LRBB) Memperbaiki Agregasi Tanah di Kebun Kopi, Jatikerto, Malang Fitria, Lailatul; Ulya, Ulya; Rahmawati, Riska; Naily, Zahrotun
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kopi di Jawa Timur mengalami penurunan dari tahun 2018 hingga tahun 2020. Salah satu penyebabnya adalah kondisi tanah yang kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kopi akibat pengelolaan tanah pada perkebunan kopi yang kurang tepat. Proses pemadatan tanah pada perkebunan kopi berdampak buruk terhadap pertumbuhan akar tanaman kopi sehingga mengganggu penyerapan air dan unsur hara dari dalam tanah. Penelitian dilakukan di Agro Techno Park (ATP) Jatikerto, Malang, Jawa Timur untuk mengevaluasi penerapan lubang resapan biopori (BIH) dengan kompos terhadap stabilitas agregat tanah pada zona perakaran kopi. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari P1 (tanpa BIH) sebagai kontrol, P2 (BIH kosong), P3 (BIH + 1,5 kg kompos per lubang), dan P4 (BIH + 3,0 kg kompos per lubang). Pengamatan karakteristik tanah dilakukan setiap dua bulan pada tiga kedalaman yaitu 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm yang meliputi kestabilan agregat tanah, berat jenis, porositas, pH, dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lubang Resapan Biopori (BIH) yang diisi kompos dapat meningkatkan kestabilan agregat tanah pada zona perakaran kopi. Nilai DMR tertinggi ditunjukkan pada perlakuan BIH dengan dosis 3,0 kg kompos per lubang (BIH). Peningkatan kestabilan agregat tanah berkorelasi positif nyata terhadap produksi kopi.
Pupuk Kandang Kambing dalam Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Memperbaiki Ketahanan Penetrasi Subsoil di Kebun Kopi Rakyat , Jatikerto, Kabupaten Malang Fitria, Lailatul; Srigiant, Ferian Cahya; Lutfi, M Wasilul; Jauhary, Muhammad Rifqi Al
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.05

Abstract

Pertanian kopi merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam keberlangsungan perekonomian negara. Kopi merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Pengelolaan perkebunan kopi merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan karena merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi kopi. Agrotechno Park Jatikerto merupakan perkebunan kopi yang memiliki ordo tanah Alfisol yang memiliki karakteristik tekstur liat. Permasalahan yang sering terjadi pada tanah Alfisol adalah penumpukan dan pemadatan liat pada lapisan tanah atas, sehingga menyulitkan penetrasi akar tanaman. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) enam perlakuan. Perlakuan yang digunakan adalah P1 (perlakuan kontrol, tanpa BIH: lubang resapan biopori), P2 (BIH kosong), P3 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 0,5 kg per lubang), P4 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 1,0 kg per lubang); P5 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 1,5 kg per lubang); dan P6 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 2,0 kg per lubang). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA dengan taraf 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BIH dengan pupuk kandang kambing menurunkan berat isi tanah dan tahanan penetrasi tanah secara nyata. Berat isi tanah berkorelasi positif dengan tahanan penetrasi tanah. BIH dengan pupuk kandang kambing menurunkan tahanan penetrasi tanah secara nyata.
Co-Authors Achmad Achmad Al Jauhari, Muhammad Rifqi Andreansyah, Bagas Aulia, Sirrul Batubara, Putri Fadila Dina Sonia Dwi Puspitasari Fadhila Fadhila Fadhila, Nurul Fadlan Fadlan Fatimah, Izzatul Fitrianingsih, Wulandari Gunawan , Krido Hary Halimah, Sitti Hanif, Rifki Hermawan, Muhammad Ifadah, Nisfi Fariatul Irfan Ali, Irfan Irfan Maulana, Irfan Ismahani, Siti Jauhary, Muhammad Rifqi Al Karolina, Caren Khairunnikmah, Zul Fajrin Khairunnisa Khairunnisa Kusuma, Muhammad Akmal Laili, Afrohatul Lailia, Siti Afkarina Lilik Indayani Ludia Lutfi, M Wasilul Mar’atul Fahimah Mashalan, Fahima Maufirah, Fitria Nur Maulanasari, Devi Muhtar, Imaanuddin Musthofa Hadi Muti, Dzurotul Naily, Zahrotun Nisa, Irma Naza ‘Aina Nu'man, Moh. Nufus, Fadiyah Zakiyyatun Nurfadila, Riski Aisah Nurhadi, Muhammad Poppy Rachman Prasetyo, Muhammad Jefri Purba, Kezia Nur Elizanti Putri Ayu, Farsya Awliya PUTRI WAHYUNI Putri, Antonia Venta Nathaniela Putriana, Eka Rachmaniah Mirza Hariastuti Ramadhan, Muhammad Haniif Ratna Azzahra Rizkiatin Reny Retnaningsih Rifqi Khairul Anam Rifqi, Naulifar Riska Rahmawati Riyadh U.B, Ahmad Rohmah, Deliatur Rosayyida, Harisa Sabrina, Azra Batrisyia Sagara, Afryand Bagus Sakinah, Zahrah Malihah Sakti, Sefihara Paramitha Salmanda, Dandi Salomo, Titus Samsul Arifin Sari, Elok Fariha Sitanggang, Cansa Namira Slamet Soemarno Soemarno Srigiant, Ferian Cahya Sukmono, Rita Ambrawati Susanti, Dhina Ayu Syach, Choirul Anam Syahizidane, Diego Firdy Bramasta Theresia Pradiani Wahab, Abd. Aziz Yulianingsih, Fina Yulianti, Novi Dwi Yuniar, Ananda Eka Alya Yuri Ariyanto Zulherman