Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Performance Analysis of Robust Functional Continuum Regression to Handle Outliers Ismah, Ismah; Erfiani, Erfiani; Wigena, Aji Hamim; Sartono, Bagus
InPrime: Indonesian Journal of Pure and Applied Mathematics Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Sciences and Technology, UIN Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/inprime.v6i1.38928

Abstract

Robust functional continuum regression (RFCR) is an innovation as a development of functional continuum regression that can be applied to functional data and is resistant to outliers. The resistance of RFCR depends on the applied weighting function. This study aims to evaluate the RFCR performance to handle outliers. We propose the various weighting functions in this evaluation, i.e., Huber, Hampel, Ramsay, and Tukey (Bisquare), which do not eliminate or give zero weight to observed data identified as outliers. This contribution is essential to determining the appropriate RFCR method without eliminating the outlier data. The result shows that the RFCR performance with the Huber weighting function is better than the others, based on the goodness of fit, consisting of the root means square error of prediction (RMSEP), the correlation between the actual data and the model, and the mean absolute error (MAE).Keywords: functional data analysis; Huber weighted function; Hampel weighted function; Ramsay weighted function; Tukey (Bisquare) weighted function. AbstrakRegresi kontinum fungsional kekar (RFCR) merupakan inovasi yang merupakan pengembangan dari regresi kontinum fungsional yang dapat diaplikasikan pada data fungsional dan tahan terhadap outlier. Resistansi RFCR bergantung pada fungsi pembobotan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja RFCR. Kami mengusulkan beberapa fungsi pembobotan dalam evaluasi tersebut, yaitu Huber, Hampel, Ramsay, dan Tukey (Bisquare), dengan tidak menghilangkan atau memberikan bobot nol pada data observasi yang teridentifikasi sebagai outlier. Kontribusi ini penting untuk menentukan metode RFCR yang tepat tanpa menghilangkan data outlier. Hasil menunjukkan bahwa kinerja RFCR dengan fungsi pembobotan Huber lebih baik dibandingkan fungsi pembobotan lain berdasarkan goodness of fit, yang terdiri dari root mean square error of prediksi (RMSEP), korelasi antara data aktual dan model, dan mean kesalahan absolut (MAE).Kata Kunci: analisis data fungsional; fungsi berbobot Huber; fungsi tertimbang Hampel; fungsi tertimbang Ramsay; fungsi berbobot Tukey (Bisquare). 2020MSC: 62J99, 62R10
Analisis Perkembangan Sosial Emosional Korban Bullying Pada Siswa SMA: Analysis of Social Emotional Development Victims of Bullying in High School Students Kasmudi, May Dwi Anggraeni; Sari Setianingsih, Eka; Ismah, Ismah
Jurnal Psikoedukasia Vol. 1 No. 3 (2024): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v1i3.223

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh banyaknya perilaku bullying pada siswa di SMA Negeri 1 Juwana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan sosial emosional siswa yang menjadi korban bullying. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian sebanyak dua siswa kelas XII yang menjadi korban bullying. Pengambilan data menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data menggunakan coding terbuka. Hasil penelitian terdapat bahwa tindakan bullying mempengaruhi perkembangan sosial emosional pada siswa. Saran yang dapat disampaikan bahwa siswa mampu memberian perlawanan terhadap pelaku bullying dan bagi pelaku bullying agar tidak melakukan hal demikian agar semua siswa dapat bersekolah dengan nyaman. Karena pada masa remaja ini anak sedang mencari jati diri. Kata kunci: perkembangan sosial, emosional
Faktor Penyebab Akademic Burnout Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Dewi Purnamasari; Fitriana, Siti; Ismah, Ismah
Jurnal Psikoedukasia Vol. 1 No. 3 (2024): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v1i3.238

Abstract

Akademic burnout merupakan suatu kondisi kelelahan emosional yang mengacu pada beban, stres atau faktor psikologis lainnya yang disebabkan oleh kelelahan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga dapat memunculkan perilaku penghindaran terhadap tugas perkuliahan, menurunnya motivasi, hingga drop-out. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab akademic burnout pada mahasiswa tingkat akhir. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Adapun populasinya adalah mahasiswa semester akhir yang mengalami akademic burnout dengan jumlah tiga orang, salah satu orang tua responden, dan teman dekat responden. Hasil dari penelitian ini terdapat enam faktor penyebab akademic burnout pada mahasiswa tingkat akhir yaitu faktor pemberian reward, coping stress, self-efficacy, kurangnya hubungan yang suportif dengan orang tua, dukungan sosial, serta belajar dalam kondisi tekanan tinggi secara terus menerus. Maka dari itu diharapkan mahasiswa dapat lebih terbuka dengan diri sendiri dan perduli untuk hidup sehat, baik secara fisik maupun psikis sehingga dapat menjadi pribadi yang optimis dalam mencapai segala cita-cita dan harapan-harapan yang diinginkan.
PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA SISWA KELAS XI MA NURUL ISLAM TENGARAN aziza, Aanisaturahmah; Rakhmawati, Dini; Ismah, Ismah
Jurnal Psikoedukasia Vol. 1 No. 3 (2024): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v1i3.265

Abstract

Pengaruh Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Self Management Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Siswa Kelas XI MA Nurul Islam Tengaran dilatar belakangi oleh perilaku konsumtif pada siswa yang dipengaruhi oleh teman sebaya, selain itu kurangnya pemahaman siswa pada mengatur keuangan sehingga membuat siswa menjadi konsumtif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik self management pada siswa kelas XI MA Nurul Islam Tengaran. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, metode Quasi Experimental Design dengan model pretest-posttest Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini yaitu 14 siswa kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Mendapatkan populasi dengan teknik sampling purposive, dengan menggunakan teknik self management. Alat pengumpulan data menggunakan skala perilaku konsumtif. Hasil uji hipotesis diperoleh hasil uji hipotesis uji paired simple t-Test atau uji t dengan taraf signifikan α = 5% (0,05) menghasilkan kelompok kontrol memiliki nilai sig. (2-tailed 0,751 > 0,05) yang mana Ha diterima, artinya terdapat pengaruh dari treatment yang diberikan kepada kelompok eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik self management berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Kata kunci: Konseling Kelompok, Self Management, Perilaku Konsumtif
Hubungan Interaksi Sosial dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII MTs Ma’arif Sragi Pekalongan: Hubungan Interaksi Sosial dengan Kepercayaan Diri Siswa venty, venty; Hartopo, Tri Susilo; Ismanto, Heri Saptadi; Ismah, Ismah
Jurnal Psikoedukasia Vol. 2 No. 1 (2024): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v2i1.286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara interaksi sosial dan kepercayaan diri pada siswa kelas VII MTs NU Ma’arif Sragi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII MTs Ma’arif NU Sragi. Dari populasi tersebut, penelitian menggunakan teknik sampel jenuh dengan melibatkan 55 siswa dari dua kelas. Teknik analisis yang diterapkan adalah korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) mayoritas siswa kelas VII MTs Ma’arif NU Sragi Pekalongan memiliki tingkat interaksi sosial yang tergolong dalam kategori sedang, dengan jumlah 23 siswa atau prosentase 42%. 2) Mayoritas siswa pada kelas yang sama memiliki tingkat kepercayaan diri yang tergolong tinggi, dengan partisipasi sebanyak 19 siswa atau prosentase 35%. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel, dengan nilai korelasi sebesar 0,471. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pihak sekolah dapat meningkatkan interaksi sosial dan kepercayaan diri siswa dengan menyajikan materi yang menarik sehingga dapat menarik perhatian siswa selama proses pembelajaran.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN MANAJEMEN WAKTU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS X SMA LAB SCHOOL SEMARANG Setiarini, Avita nur; Ismanto, Heri Saptadi; Ismah, Ismah
Jurnal Psikoedukasia Vol. 2 No. 1 (2024): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v2i1.410

Abstract

The aim of this research is to identify the relationship between learning motivation and time management of class X students at SMA Lab School Semarang and academic achievement. This type of research is correlational research carried out in class X at SMA Lab School Semarang. The population in this study were all class X students, totaling 108. The sampling technique used Random Sampling technique consisting of 85 students. The instrument used uses a Likert scale, the analysis technique used is product moment correlation. Based on the results of the product moment correlation test, the learning motivation variable obtained r count < r table 0.854 > 0.210, the significance value was 0.000 < 0.05, the results of the time management correlation test obtained 0.789, while the academic achievement variable obtained a result of 0.671, which means that Ho is rejected and it can be concluded that the two variables are correlated. Then the correlation coefficient (r) is 0.854, 0.789, 0.671 with a positive level, so it can be concluded that there is a perfect positive relationship with a strong level of relationship.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 KENDAL siti kurniasih; suhendri, suhendri; Ismah, Ismah
Jurnal Psikoedukasia Vol. 2 No. 1 (2024): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v2i1.471

Abstract

Salah satu factor yang dapat mempengaruhi perencanaan karir pada siswa tentu saja keyakinan siswa tersebut pada kemampuan yang dimilikinya Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh jawaban apakah ada hubungan self efficacy dengan perencanaan karir siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MPLB dengan jumlah 71 peserta didik, terdapat 2 jumlah kelas. Sampel yang terpilih adalah keseluruhan siswa kelas XI MPLB yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling jenuh (sampling sensus) dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hasil perhitungan analisis data diketahui bahwa hasil hubungan self-efficacy dengan perencanaan karir didapatkan koefisien 0.780 dan berada pada hubungan yang sangat kuat sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa self-efficacy dengan Perencanaan karir memiliki hubungan yang kuat.
Inovasi Strategi Elaborasi Mindfullnes untuk Meningkatkan Efektivitas Layanan BK dengan Deep Learning pada MGBK SMK Kabupaten Tegal Dwi Setyoningsih, Yunita; Widiharto, Argo; Lestari, Farikha Wahyu; Ismah, Ismah
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology in the 21st century has had a significant impact on education, including the emergence of moral degradation, increasing individualism, and instant-living tendencies among students. These conditions contribute to academic pressure and psychosocial problems, requiring more comprehensive guidance and counseling services. The implementation of deep learning within the Merdeka Curriculum serves as a strategic approach to strengthening students’ character and resilience; however, its application remains limited because many counseling teachers have not yet fully developed adequate emotional regulation and social awareness skills. The integration of elaborative mindfulness strategies into deep-learning–based counseling services offers a promising solution by emphasizing non-judgmental awareness, enabling counselors to be fully present, empathetic, and able to create a conducive counseling atmosphere. This community engagement program aims to enhance the understanding and skills of counseling teachers in integrating both approaches. A total of 71 counseling teachers participated in the program. The method used was Participatory Action Research (PAR) conducted over two weeks, consisting of five stages: (1) Diagnosing, identifying key partner issues such as difficulties in analyzing the needs of Generation Z and Alpha students and the lack of understanding of deep learning; (2) Action Planning, designing interventions through seminars, lectures, demonstrations, and online mentoring; (3) Action Taking, conducting training sessions with expert speakers; (4) Evaluating, assessing the impact of the interventions through open-ended questionnaires; and (5) Specifying Learning, documenting insights gained from both the successes and challenges of the implementation process. The results show an increase in teachers’ understanding from a score of 22.02 to 27.65. These findings highlight that strengthening the competencies of counseling teachers through contextual and collaborative approaches effectively supports the integration of deep learning and mindfulness in guidance and counseling services.
KONTRIBUSI INTERSEP TERHADAP AKURASI PREDIKSI MODEL REGRESI: STUDI LITERATUR Ismah, Ismah
FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 11 No. 2 (2025): FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The intercept is a fundamental component in regression modeling that often receives limited attention in data analysis practice. This article presents a comprehensive literature review on the role of the intercept in enhancing the predictive accuracy of regression models. Through an examination of reputable national and international journals, the study identifies that the intercept significantly contributes to (1) the interpretation of model constants, (2) improvement of prediction accuracy, and (3) the validity of parameter estimation. The review reveals that ignoring or omitting the intercept without a strong statistical justification may lead to estimation bias and reduced predictive quality of the model. The practical implications of this study guide researchers in deciding whether to include or exclude the intercept in regression models, particularly in social, economic, and educational research.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN MICROTEACHING MAHASISWA Rohimah, Siti Rohmah; Ismah, Ismah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.118 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.165

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan microteaching mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester 6 yang sedang mengambil mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar (Microteaching) tahun ajaran 2012/2013 pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta yang berlokasi di Cirendeu. Data dikumpulkan dari nilai hasil akhir setiap mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran, Strategi Pembelajaran Matematika, dan Perencanaan Pembelajaran Matematika. Nilai kemampuan mengajar dikumpulkan menggunakan Microteaching Test Performance setiap mahasiswa yang terintegrasi dalam nilai akhir dari mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar. Kemudian dilakukan uji asumsi yang harus dipenuhi dalam regresi linear berganda yaitu uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel nilai mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran (X1), Strategi Pembelajaran Matematika (X2), dan Perencanaan Pembelajaran Matematika (X3) secara bersamaan mempengaruhi nilai mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar (Y) secara signifikan. Koefisien determinasi dari model regresi sebesar 0.37. Hal ini berarti bahwa varian nilai mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar (Y) mampu dijelaskan sebesar 37% oleh variabel nilai mata kuliah X1, X2, dan X3. Sedangkan 63% sisanya oleh faktor lainnya. Semoga hasil penelitian ini bisa menjadi bahan literatur untuk penelitian berikutnya dengan menentukan lebih banyak lagi faktor yang mempengaruhi kemampuan microteaching mahasiswa.Kata Kunci: kemampuan microteaching, regresi linear berganda, koefisien determinasiAbstract:The aim of this research is to determine the factors affecting the students’ microteaching ability. This research is a quantitative research which applies multiple linear regression analysis. The population is all 6th semester students of Mathematic Education Program at Education Faculty of Universitas Muhammadiyah Jakarta who are taking microteaching subject in 2012/2013 academic year. Data are from their final scores of three subjects: Media and Instructional Technology, Math Learning Strategy, and Math Learning Plan. Microteaching capacity scores are based on their Microteaching Test Performance integrated in their final Microteaching subject score. Then, assumption test that must be met in multiple linear regression is carried out which are multicolinearity test, autocorrelation test, heteroscedacticity test, and linearity test. The result shows that the score variables of Media and Instructional Technology (X1), Math Learning Strategy (X2), and Math Learning Plan (X3) collectively effect the score of Microteaching (Y) significantly. Determination coefficient of regression model is 0.37, meaning that the variable of Microteaching (Y) subject score can be explained by variables X1, X2, and X3 of 37%. The rest of 63% is explained by other variables. Hopefully, this researchcan be reference for continuous research on students’ microteaching capacity with more affecting factors.Keywords: microteaching capacity, multiple linear regression, determination coefficient