Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Affecting The Coverage Of Hb0 Immunization In Primary Health Centre (Phc) Rosmawaty Irma Suryani Siagian; Ivan Elisabeth Purba; Rahmat Alyakin Dachi; Donal Nababan; Jasmen Manurung; Desideria Yosepha Ginting; Juni Mariati Simarmata
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i1.5735

Abstract

Latar Belakang Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hepatitis B adalah masalah kesehatan global, mempengaruhi 257 juta orang di seluruh dunia. Bersadarkan Riskesdas tahun 2018 angka kematian sebesar 887.000 orang meningggal yang penyebabnya adalah hepatitis B. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 proporsi imunisasi HB0 di Indonesia sebesar 83,1% (Riskesdas, 2018). Berdasarkan hasil  cakupan  imunisasi  HB0  Indonesia  yang  dilansir  Riskesdas  tahun  2018,  pencapaian  target  cakupan imunisasi HB0 masih di bawah target UCI kecamatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Sedikitnya 94,4% jumlah bayi di desa (0-7 hari) yang diimunisasi HB0 (Kemenkes RI, 2015).Tujuan dari  penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh cakupan  imunitas  HB0 di  Puskesmas  KotaMedan.Metode kuantitatif analitik pendekatan desain penelitian cross sectional study. Seluruh populasi adalah seluruh  tenaga  kesehatan  di  Puskesmas  Kota  Medan  yang  memberikan  pelayanan  imun  dengan  teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yang diminati dengan jumlah 55 responden. Data dalam penelitian adalah primer dan sekunder. Analisis data menggunakan pendekatan bivariat dan multivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cakupan imunisasi HB0 p = 0,030 berpengaruh terhadap motivasi, cakupan imunisasi HB0 p = 0,001 memiliki pengaruh pemantauan, dan cakupan imunisasi HB0 p berpengaruh terhadap lama masa pelayanan. = 0,041. Nilai prediksi dari probabilitas atau persamaan adalah 0,884 (> 0,05).Kesimpulan  Ada  pengaruh  motivasi,  supervisi,  lama  bekerja,  terhadap  cakupan  imunisasi  HB0  di Puskesmas Kota Medantahun 2020.Saran   Untuk   pengawan  dan   masa   kerja   mempengaruhi   cakupan   imunisasi   HB0   dengan   nilai 88.4%.Pimpinan didorong untuk meningkatkan dan meningkatkan kualitas pengawasan dan menambah insentif, terutama untuk meningkatkan kinerja juru bahasa dan kemudian mempengaruhi perluasan jangkauan kekebalan. Kata Kunci : Imunisasi HB0, Juru Imunisasi,Lama Bekerja, Motivasi, Supervisi                                    ABSTRACT                                                                                       Background: according to the World Health Organization (WHO) Hepatitis B is a world health problem that affects 257 million people worldwide. Based on Riskesdas in 2018, the death rate showed that 887,000 people died because of hepatitis B. Based on the results of the 2018 Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), the percentage who had received HB0 immunization in Indonesia was 83.1% (Riskesdas, 2018). Based on the results of the HB0 immunization coverage in Indonesia reported by Riskesdas 2018 above, it can be seen that the achievement of the HB0 immunization coverage target is still below the UCI sub-district target set by the Indonesian Ministry of Health, which is at least 94.4% of the total number of babies (0-7 days). villages have received HB0 immunization (Kemenkes RI, 2015).Purpose: to know the factors that influence the coverage of HB0 immunization in Health Centers in Medan.Methods: a quantitative analytic survey using a cross sectional study design was used. The population were all health workers who provide immunization services at the Health Centers in Medan with the sampling technique using purposive random sampling with a total of 55 respondents. The data used included primary data and secondary data. Data analysis used bivariate and multivariate approaches.Results of this study indicated that there was an effect of motivation on HB0 immunization coverage with p =0.030, meaning that there was an effect of supervision on HB0 immunization coverage with p = 0.001, and there was an effect of length of service on HB0 immunization coverage with p = 0.041. Supervision was the most dominant variable affecting HB0 immunization coverage with an Exp (B) 10,000 value (95% CI: 2,580-38,756).Conclusion: there was an influence of motivation, supervision, length of work, on the coverage of HB0 immunization at the Medan City Health Center in 2020.Suggestion It is recommended that the leadership improve and improve the quality of supervision, and add incentives, so that health workers can improve their performance, especially immunization officers, so that later it will have an impact on increasing immunization coverage. Keywords: HB0 Immunization, Immunizers ,Motivation, Length of Working, Supervision 
Factors That Influence Hyperemesis Gravidarum Masrawati Hulu; Donal Nababan; Jasmen Manurung
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.5734

Abstract

Latar Belakang Kehamilan dengan komplikasi mual dan muntah adalah gejala umum pada sekitar 70% sampai 85% dari semua kehamilan. Insiden kasus hiperemesis gravidarum adalah 0,8% sampai 3,2% dari seluruh kehamilan atau sekitar 8 sampai 32 kasus per 1000 kehamilan. Berdasarkan data Provinsi Sumatera Utara angka kejadian hiperemesis gravidarum sebesar 59% dan di Kota Medan hiperemesis gravidarum masih mencapai 35%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hiperemesis gravidarum di RSU Sundari Tahun 2019.Metode Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah survei kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 226 responden dan sampel yang digunakan total populasi sebanyak 226 responden. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data menggunakan bivariat dan multivariat.Hasil yang diperoleh dengan menggunakan uji chi square, ada hubungan umur p = 0,002, ada hubungan paritas p = 0,000, ada hubungan umur kehamilan p = 0,005, ada hubungan umur kehamilan p = 0,000, tidak ada hubungan antara kehamilan ganda p = 0,488.Kesimpulan  Usia kehamilan merupakan pengaruh paling dominan terhadap terjadinya hiperemesis gravidarum dengan nilai Exp (B) sebesar 9.943 (95% CI, 4.859-20.348).Sarankan kepada RSUD Sundari untuk meningkatkan pelayanan sehingga dapat menurunkan angka hiperemesis gravidarum dengan memberikan penyuluhan dan pembuatan spanduk dan poster tentang pencegahan dan pengobatan dini hiperemesis gravidarum. Kata kunci: Gemeli, gestasi, Hiperemesis Gravidarum, interval kehamilan, paritas, usia ABSTRACT Background Pregnancies complicated by nausea and vomiting are a common symptom in about 70% to 85% of all pregnancies. The incidence of hyperemesis gravidarum cases is 0.8% to 3.2% of all pregnancies or about 8 to 32 cases per 1000 pregnancies. Based on data from North Sumatra Province, the incidence of hyperemesis gravidarum was 59% and in Medan City, hyperemesis Gravidarum still reached 35%.Purpose to determine the factors that influence hyperemesis gravidarum at Sundari General Hospital in 2019.Methods The type of research in this study was a quantitative analytic survey using a cross sectional study design. The total population was 226 respondents and the sample used a total population of 226 respondents. The data used are secondary data. Data analysis used bivariate and multivariate.Results obtained by using the chi square test, there is a relationship between age p = 0.002, there is a relationship of parity p = 0.000, there is a relationship between gestational age p = 0.005, there is a relationship between gestational age p = 0.000, there is no relationship between multiple pregnancies p = 0.488.Conclusion Gestational age was the most dominant influence on the occurrence of hyperemesis gravidarum with an Exp (B) value of 9,943 (95% CI, 4,859-20,348).Suggestion for Sundari Hospital to improve services so that the hyperemesis gravidarum rate can decrease by providing counseling and making banners and posters about the prevention and early treatment of hyperemesis gravidarum. Keywords: Gemeli, gestation, Hyperemesis Gravidarum, gestational interval, parity, age 
Knowledge, Prevention, and Handling Sexually Transmitted Diseases among Transvestite Commercial Sex Worker Jasmen Manurung; Ivan Elisabeth Purba; Hana Ike Dameria Purba; Jek Amidos Pardede
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 2 (2021): April 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i2.1315

Abstract

Laut Dendang Village has experienced the phenomenon of increasing the number of Transvestites who work as a commercial sex worker around Titi Laut Dendang. Preliminary surveys show an increase in sexually transmitted disease screening for transvestite in a clinic and indicate a high incidence of sexually transmitted disease among Transvestite-CSWs. This study uses phenomenological studies that aim to explore the causes of the high incidence of STI disease among Transvestite-CSWs in the open area of Percut Sei Tuan District. The informants in this study were three Transvestite-CSWs who sold themselves around the bridge of Laut Dendang and were triangulated on their sexual partners. Information was collected by in-depth interviews. The results showed that informants were only able to associate STIs with HIV/AIDS, didn’t know about STIs, and didn’t want to use condoms. The Transvestite-CSWs who is infected performs treatment by inserting toothpaste into the anus, taking antibiotics that are not according to the dosage used, and a few of them carried out HIV/AIDS and genital tested and counseling in the Community Health Movement (GSM). It causes the knowledge, prevention and management of sexually transmitted diseases to Transvestite-CSWs is still low.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI HB0 DI PUSKESMAS KOTA MEDAN Rosmawaty Irma Suryani Siagian; Ivan Elisabeth Purba; Rahmat Alyakin Dachi; Donal Nababan; Jasmen Manurung
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) Hepatitis B merupakan masalah kesehatan dunia yang menjangkiti 257 juta penduduk di seluruh dunia. Pada tahun 2015, diperkirakan sebanyak 887.000 orang meninggal akibat komplikasi hepatitis B. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, persentase yang sudah mendapatkan imunisasi HB0 di Indonesia sebesar 83.1% (Riskesdas, 2018). Berdasarkan hasil cakupan imunisasi HB0 di Indonesia yang di laporkan Riskesdas tahun 2018 di atas, terlihat bahwa pencapaian target cakupan imunisasi HB0 masih di bawah target kelurahan UCI yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI yaitu minimal 94.4 % dari jumlah bayi (0-7 hari) yang ada di kelurahan tersebut sudah mendapat imunisasi HB0 (Kemenkes RI, 2015). Tujuan Penelitan ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 di Puskesmas Kota Medan. Jenis penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh petugas kesehatan yang memberikan pelayanan imunisasi di Puskesmas Kota Medan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah 55 responden. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisa data menggunakan pendekatan bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh motivasi terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,030, ada pengaruh supervisi tehadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,001, dan ada pengaruh lama masa kerja terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,041. Diperoleh nilai Probabilitas atau Predicted dari persamaan adalah 0,884 (>0,05) , dengan kata lain variabel supervisi dan lama bekerja mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 di Puskesmas Kota Medan sebesar 88,4%. Disarankan kepada pimpinan agar memperbaiki dan meningkatkan kualitas supervisi, dan menambah insentif, agar tercapai peningkatan kinerja khususnya bagi juru imunisasi sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan cakupan imunisasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI HB0 DI PUSKESMAS KOTA MEDAN Rosmawaty Irma Suryani Siagian; Ivan Elisabeth Purba; Rahmat Alyakin Dachi; Donal Nababan; Jasmen Manurung
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) Hepatitis B merupakan masalah kesehatan dunia yang menjangkiti 257 juta penduduk di seluruh dunia. Pada tahun 2015, diperkirakan sebanyak 887.000 orang meninggal akibat komplikasi hepatitis B. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, persentase yang sudah mendapatkan imunisasi HB0 di Indonesia sebesar 83.1% (Riskesdas, 2018). Berdasarkan hasil cakupan imunisasi HB0 di Indonesia yang di laporkan Riskesdas tahun 2018 di atas, terlihat bahwa pencapaian target cakupan imunisasi HB0 masih di bawah target kelurahan UCI yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI yaitu minimal 94.4 % dari jumlah bayi (0-7 hari) yang ada di kelurahan tersebut sudah mendapat imunisasi HB0 (Kemenkes RI, 2015). Tujuan Penelitan ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 di Puskesmas Kota Medan. Jenis penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh petugas kesehatan yang memberikan pelayanan imunisasi di Puskesmas Kota Medan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah 55 responden. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisa data menggunakan pendekatan bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh motivasi terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,030, ada pengaruh supervisi tehadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,001, dan ada pengaruh lama masa kerja terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,041. Diperoleh nilai Probabilitas atau Predicted dari persamaan adalah 0,884 (>0,05) , dengan kata lain variabel supervisi dan lama bekerja mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 di Puskesmas Kota Medan sebesar 88,4%. Disarankan kepada pimpinan agar memperbaiki dan meningkatkan kualitas supervisi, dan menambah insentif, agar tercapai peningkatan kinerja khususnya bagi juru imunisasi sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan cakupan imunisasi.
PERBEDAAN KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR BERSIH SEBELUM DAN SESUDAH FILTRASI SEDERHANA DI DESA SIGAOL SIMBOLON Seri Asnawati Munthe; Maria Roslina; Lia Rosa Veronika Sinaga; Jasmen Manurung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8219

Abstract

sumur gali yang ada di Desa Sigaol Simbolon sebagai sumber air bersih maupun air minum bagi penduduknya. Hal ini disebabkan karena belum semua masyarakat di daerah tersebut memperoleh air PDAM sebagai sumber air bersih maupun air minum. Peneliti melihat secara fisik bahwa air sumur gali di desa tersebut keruh namun masyarakat tetap menggunakan air tersebut untuk kebutuhannya. Sebagian besar sumur gali yang ada di desa tersebut berdekatan dengan sumber pencemar seperti jamban. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bertujuan untuk melihat perbedaan kualitas mikrobiologi air bersih sebelum dan sesudah filtrasi sederhana di Dusun II Desa Sigaol Simbolon menggunakan pemeriksaan laboratorium secara kuantitatif dengan metode Most Probable Number (MPN) total Coliform. Sampel penelitian ini sebanyak 15 sampel dengan sasaran penelitian yaitu air sumur yang dekat dengan sumber pencemaran seperti jamban, air sumur yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci, mandi, sikat gigi, memasak, dan lainnya. Hasil pemeriksaan laboratorium air sumur gali sebelum dilakukan filtrasi sederhana adalah > 50/100 ml yang menunjukkan bahwa air tersebut tidak memenuhi syarat. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,000 <a 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kualitas mikrobiologi air bersih sebelum dan sesudah penyaringan sederhana. Rata-rata persentase penurunan kandungan bakteri total Coliform setelah penyaringan adalah 50,29% dan ada perbedaan kandungan bakteri total Coliform sebelum dan sesudah penyaringan sederhana.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS AEKRAJA KECAMATAN PARMONANGAN KABUPATEN TAPANULI UTARA Jasmen Manurung; Marlinang Isabella Silalahi; Henny Arwina Bangun; Monica Hutasoit
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8542

Abstract

Dalam rangka mewujudkan penduduk seimbang dan keluarga berkualitas maka pemerintah menetapkan kebijakan keluarga berencana melaului program keluarga berencana. Diantaranya adalah penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Rendahnya penggunaan MKJP dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti usia, pendidikan, paritas dan budaya keluarga. Hambatan lain dapat bersumber dari layanan kesehatan, peran petugas kesehatan dan dukungan suami. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui fakor-faktor apa saja yang berhubungan dengan penggunaan MKJP di wilayah kerja UPT Puskesmas Aek Raja Kecamatan Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur berjumlah 100 orang. Teknik sampling dengan metode simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan dianalis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan peran petugas kesehatan (p = 0,005) dan dukungan suami (p=0,000) dengan penggunaan MKJP. Tidak ada hubungan faktor umur, pendidikan, paritas, dan budaya dengan penggunaan alat kontrasepsi MKJP. Petugas pelayanan KB agar lebih aktif dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama kepada PUS agar mereka lebih mengerti tentang manfaat program KB.
Pemicuan Pengetahuan Dan Keterampilan Kader Posyandu Tentang Manajemen Posyandu Desa Pantai Cermin Kiri Kabupaten Serdang Bedagai David Siagian; Putra Apriadi Siregar; Jasmen Manurung; Nurmaini Nurmaini
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022) : Desember
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v2i2.12881

Abstract

Posyandu cadres are the driving force for posyandu in carrying out various posyandu activities. Triggering Posyandu cadres is one of the important activities to improve the knowledge and skills of Posyandu in carrying out various Posyandu activities. This service aims to increase the knowledge and skills of posyandu cadres about posyandu management. This service was carried out in Pantai Cermin Kiri Village, Serdang Bedagai Regency, to 10 Posyandu Cadres in Pantai Cermin Kiri Village in June 2022. This service was carried out using lectures accompanied by PowerPoint and leaflet media. This research will be analyzed using frequency distribution and percentages. The results of this study indicate an increase in cadres' knowledge about Posyandu management after being given counselling interventions, especially questions about the main activities of Posyandu services, implementation of weighing toddlers and the use of Toddler Health Cards (KMS). The triggering of Posyandu management has also been proven to improve cadres' skills in detecting toddlers' development, recording the results of measuring and monitoring the condition of toddlers, and providing counselling about the growth and development of toddlers to mothers of toddlers. The Pantai Cermin Health Center should routinely carry out the provision of triggering for Posyandu management to increase the knowledge and skills of cadres about Posyandu management to improve the quality of Posyandu services.
FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2022 Titin Hutasoit; Kesaktian Manurung; Jasmen Manurung
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v9i1.1167

Abstract

Infant mortality is related to the weight of the newborn. The weight of a newborn is a benchmark used to assess the degree of public health. If a newborn weighs less than 2500 grams, it is called a low birth weight baby (LBW). The causes of LBW are many and varied. Internal and external factors of the mother, fetus and other factors such as behavior. This study will examine the factors associated with Low Birth Weight Babies (LBW) in North Tapanuli Regency in 2022. This study is a cross-sectional study with a total sample of 34 people (total sampling). The results of the univariate test showed that 25 mothers gave birth to LBW and 9 LBW mothers. The results of the bivariate test showed that there was a relationship between parity, pregnancy distance and exposure to health information media with LBW. The results of the multivariate test showed that there was a significant effect between parity and the incidence of LBW with an OR value of 13,141, meaning that mothers with high parity had a 13,141 greater chance of having low birth weight in North Tapanuli Regency. The role of the family and posyandu is highly expected. Socialization and family planning campaigns are enhanced through the use of print, electronic, and social media.
HUBUNGAN STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DENGAN TINGKAT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN SILIH NARA KABUPATEN ACEH TENGAH Mai Hayati; Donal Nababan; Jasmen Manurung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.13711

Abstract

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Tatanan Rumah Tangga adalah semua perilaku kebersihan dan kesehatan yang dilakukan atas kesadaran masing masing sehingga setiap anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan ikut berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Sasaran PHBS tatanan rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga yaitu: anak dan remaja, pasangan usia subur, ibu hamil dan atau ibu menyusui, usia lanjut, dan pengasuh anak. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan strategi promosi kesehatan (advokasi, bina suasana, dan gerakan pemberdayaan masyarakat) dengan tingkat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga di Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan PHBS terbesar 41 orang (48,2%) berada pada kategori sehat II, 29 responden (34,1 %) pada kategori sehat IV, dan hanya ada 15 responden (17,6 %) yang berada pada kategori Sehat II, sedangkan strategi promosi kesehatan (advokasi) terbesar yaitu 44 responden (51,7%) bependapat kategori tidak baik, dan hanya ada 5 orang responden (5,9%) yang berpendapat kategori sangat baik. Berdasarkan hasil uji korelasi diperoleh angka nilai signifikansi dari variabel advokasi sebesar sig= 0,034 < 0,05, berdasarkan hasil uji korelasi yang diperoleh dari bina suasana sebesar sig= 0,045 < 0,05. Sedangkan berdasarkan hasil uji korelasi yang diperoleh dari pemberdayaan sebesar sig= 0,038 < 0,05
Co-Authors ., Hestina Adisah, Adisah Agnes N Amazihono, Ivan Florida Ayu Armis Sibuea, Nerry Ashari, Jamal Bangun, Henny Arwina Bangun, Henny Arwina Basri, Meliya Brahmana, Netti Etalia Br. Buulolo, Sitimawar Cristiana, Eva Daeli, Yolanda Mercy Rawati Daniel Ginting David Siagian Della Kuswinda Tanjung Dewi Bancin Donal Nababan DONAL NABABAN Donal Nababan donal nababan Donal Nababan Fachry Abda El Rahman Fitri Aisyah Frida Lina Tarigan Ginting, Desideria Yosepha Haitami, Fatma Hana Ike Dameria Purba Handani, Myrnawati Crie Harefa, Karnerius Harianja, Ester Sari Pati Harianja, Ester Saripati Hasibuan, Eva Kartika Hasugia, Silvia Oktaviyanti Hendry, Baringin Henny Arwina Bangun Henny Arwina Bangun Heru Santoso Hidayat , Wisnu Hidayat, Wisnu Isroni Azhari Siregar Ivan Elisabeth Purba Janno Sinaga Jek Amidos Pardede Jonni Sastra Manurung Jujur Baktiar Pandiangan Jumiriyam Buulolo Juni Mariati Simarmata K, Yuni Kataren, Otniel Kesaktian Manurung Kesaktian Manurung Kesaktian Manurung Kesaktian Manurung Kesaktian Manurung Ketaren, Otniel Ketaren, Sinar Otniel Kintoko Kintoko Kurniawan Basri, Agung Lia Rosa Veronika Sinaga Lidya Susianti Sitohang Liory Olganita Banjarnahor Lukman Hakim Lukman Hakim Lumban Gaol, Hoddi Raju Lumbangaol, Fernando Maharani, Usti Mai Hayati Maihayati Manurung, Kesaktian Manurung, Paulus Maria Roslina Marintan, Selli Masrawati Hulu Meilani br Ginting, Devy Mido Ester J Sitorus Mido Ester J. Sitorus Mido Ester Sitorus Mindo Tua Siagian Mohammad Irfan Monica Hutasoit Munthe , Seri Asnawati Munthe, Seri Asnawati Muria Ningsih, Sri Myrnawati Crie Handini MYRNAWATI CRIE HANDINI Nababan, Dona Nababan, Donal Nadilla Pratiwi Naftalia Keliat, Fani NETTY AFRIANI POHAN Ningrum, Maya Meliya Nurmaini Nurmaini Otniel Ketaren P Warouw, Sonny Pakpahan, Nita Ernawati Parera, Geby Pasaribu, Grace Florita Purba, Maria Agustina Br Putra Apriadi Siregar Putri, Nurcahaya Putri, Yulita R.Kintoko Rochadi Rahmat Alyakin Dakhi Rahmatunnisa Sinaga Realita Marbun Realita Realita, Realita Rinaldi Rinaldi Rohani, Taruli Ronni Naudur Siregar Rosi Restu Nauli Siburian Rosmawaty Irma Suryani Siagian Rosmawaty Irma Suryani Siagian S. Otniel Ketaren Saragih, Frida L Sembiring, Evaria Sembiring, Rinawati Seri Asnawati Munthe Seri Asnawati Munthe Munthe Siagian, Mindo Tua Siburian, Rosi Restu Nauli Siegal, Yosphine Sol Silitonga, Evawani Martalena Simanjorang, Elfrida Simanjuntak, Friska Ernawati Simaremare, Robinsar Simatupang, Hennida Sinaga , Lia Rosa Veronika Sinaga, Lia Rosa Veronika Sinaga, Lia Rosa Veronika Sinaga, Taruli Rohana Sitompul, Aiko Lismawati Sitorus, Mido Ester Taruli R Sinaga Titin Hutasoit Toni Wandra Toruan, Mestika Lumban Veronica N, Ita WISNU HIDAYAT Wiyatni, Sri Yeyen Permata Sari Yuni K Yuris R. A. Marbun Zuka, Fikarwin Zulfendri Zulfendri