Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Effect of Using Just a Minute (JAM) Strategy Toward Students’ Ability in Speaking English Ananda, Nurhayu; Safitri, Loli; Eliza, Eliza; Dewi, Merry Prima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan strategi JAM terhadap kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris, untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris antara siswa yang menggunakan strategi JAM dan siswa yang tidak menggunakannya, dan untuk mengetahui apakah siswa yang menggunakan strategi JAM memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris yang lebih baik daripada siswa yang tidak menggunakannya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, khususnya metode penelitian eksperimental, untuk menyelidiki pengaruh penggunaan strategi JAM terhadap kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain kontrol pre-test post-test, di mana dua kelas dipilih sebagai sampel: satu kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan strategi JAM dan satu kelompok kontrol yang diajar dengan menggunakan metode konvensional. Populasi terdiri dari 392 siswa dari kelas satu SMA N 2 Lubuk Basung, dan sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post-test, dan dianalisis menggunakan uji-t untuk membandingkan skor rata-rata kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik JAM memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. Temuan tersebut mendukung ketiga hipotesis, yaitu: (1) terdapat pengaruh yang signifikan dari JAM terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa, (2) terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa antara mereka yang diajar menggunakan JAM dan mereka yang tidak, dan (3) siswa yang diajar menggunakan JAM memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris yang lebih baik daripada mereka yang tidak.
The Effect of Using Jumbled Text Toward Students’ Reading Comprehension at 10th Grade of SMAN 2 Ranah Batahan Dwinanda, Annisa; Safitri, Loli; Syahrul, Syahrul; Dewi, Merry Prima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teks acak sebagai variasi pengajaran membaca dan juga melihat perbedaan antara siswa yang tidak diajar dengan menggunakan teks acak. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Peneliti menggunakan purposive sampling dalam menentukan sampel di mana kelas-kelas yang diajar oleh guru yang sama sebagai pertimbangan. Dari sini, X1 digunakan sebagai kelompok eksperimen dan X2 digunakan sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman bacaan yang terdiri dari 20 item. Tes awal diberikan kepada kedua kelompok sebelum perawatan dan tes akhir diberikan setelah perawatan. Namun, perawatan hanya diberikan kepada kelompok eksperimen sedangkan kelompok kontrol diperlakukan dengan menggunakan cara yang sama seperti yang diajarkan guru mereka. Proses analisis data dilakukan melalui SPSS untuk menghindari kesalahan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks acak berpengaruh terhadap pemahaman bacaan siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t dimana t-diperoleh lebih besar dari t-tabel (8,774>1,711) atau nilai sig. lebih kecil dari alpha (0,000 < 0,05). Kemudian, kelompok eksperimen, yang menerima perlakuan teks acak, memiliki pemahaman bacaan yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol juga dibuktikan dengan hasil uji-t (3,158>1,711) dan skor rata-rata juga lebih tinggi daripada kelas kontrol (61,8> 50,8). Temuan penelitian ini memberikan bukti bahwa teks acak dapat menjadi alat yang berharga untuk meningkatkan pemahaman bacaan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan bagi para pendidik yang mencari cara inovatif untuk meningkatkan pemahaman bacaan.
The Correlation Between Students Vocabulary and Speaking Ability at Seventh Grade in SMPN 2 Dua Koto Kabupaten Pasaman Seprisa, Seprisa; Dewi, Merry Prima; Reflinda, Reflinda; Safitri, Widya
Journal of Educational Management and Strategy Vol. 1 No. 1 (2022): January-June 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.324 KB) | DOI: 10.57255/jemast.v1i1.49

Abstract

This research was motivated by several problems of class VII students of SMPN 2 Dua Koto, Pasaman Regency related to learning English such as vocabulary and speaking. One of them is that some students have low scores in the vocabulary test and speaking test, the students' low ability to speak English, they do not have enough vocabulary. Therefore, this study was conducted so that the researchers found out whether there was a relationship between the students' vocabulary and the speaking achievement of the fifth grade students of SMPN 2 Dua Koto. This study uses a quantitative approach to the type of correlation design. The population in this study were all class VII at SMPN 2 Dua Koto consisting of 3 classes with a sample consisting of 72 students taken through total sampling technique. Data was collected through a vocabulary test and speaking test. The results showed that there was a relationship between vocabulary and speaking ability of seventh grade students of SMPN 2 Dua Koto for the academic year 2020/2021. Based on the results of this study, it can be concluded that vocabulary has a positive important role for speaking ability. That is, if students have a large vocabulary, then they will have good speaking skills. on the other hand, if students have low vocabulary, they have low speaking ability. So, this study was conducted to find the relationship between vocabulary and speaking ability of students in the seventh grade of SMPN 2 Dua Koto, Pasaman Regency. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa masalah siswa kelas VII SMPN 2 Dua Koto Kabupaten Pasaman terkait dengan pembelajaran bahasa Inggris seperti vocabulary dan speaking. Diantaranya siswa memiliki nilai yang rendah dalam tes kosa kata dan tes berbicara, rendahnya kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris, mereka tidak memiliki kosakata yang cukup. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan agar peneliti mengetahui apakah ada hubungan antara kosa kata siswa dengan pencapaian berbicara siswa kelas Vll SMPN 2 Dua Koto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis design korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas Vll di SMPN 2 Dua Koto terdiri 3 kelas dengan sampel yang terdiri 72 siswa yang diambil melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui test kosa kata dan test berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kosakata dan kemampuan berbicara siswa kelas VII SMPN 2 Dua Koto tahun ajaran 2020/2021. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kosakata memiliki peran penting yang positif bagi kemampuan berbicara. Artinya, jika siswa memiliki kosakata yang banyak, maka mereka akan memiliki kemampuan berbicara yang baik. sebaliknya, jika siswa memiliki kosa kata yang rendah, mereka memiliki kemampuan berbicara yang rendah. Jadi, penelitian ini dilakukan untuk menemukan hubungan antara kosakata dan kemampuan berbicara siswa di kelas tujuh SMPN 2 Dua Koto, Kabupaten Pasaman.
The Effect of Using Kahoot Application to Retain Students’ Vocabulary at the Second Grade of SMP N 3 X Koto Febriani, Lidya; Dewi, Merry Prima; Syahrul, Syahrul; Syafitri, Widya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan aplikasi kahoot untuk mempertahankan kosakata siswa di kelas dua SMP N 3. Peneliti menemukan beberapa masalah terkait kosakata siswa. Pertama, siswa kekurangan kosa kata. Kedua, siswa sulit menghafal kosakata. Ketiga, rendahnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan pretest-posttest eksperimental dan control group design. Sampelnya adalah siswa kelas II SMP N 3 X Koto, yaitu VIII.4 sebagai kelas eksperimen dan VIII.2 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan tes kosakata sebagai instrumen dalam pre-test dan post-test. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan uji t sampel independen dan uji t sampel berpasangan di SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap retensi kosakata siswa pada siswa yang diajar menggunakan aplikasi kahoot dan para siswa mengajar secara konvensional. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,004 < 0,05 pada uji t sampel independen dan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000
The Effect of Using Picture Word Inductive Model (PWIM) Strategy Toward Vocabulary Mastery of Ninth Grade Students of MTsN 6 Agam Puspitasari, Shinta; Eliza, Eliza; Syahrul, Syahrul; Dewi, Merry Prima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13757

Abstract

Penelitian ini dilakukan di MTsN 6 Agam yang memiliki masalah dalam pembelajaran bahasa Inggris khususnya dalam penguasaan kosa kata. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan, ditemukan permasalahan terkait vocabulary siswa. Permasalahan tersebut adalah siswa kekurangan kosa kata dan mendapat nilai yang rendah dalam penguasaan kosa kata, guru masih menggunakan cara konvensional dalam memberikan kosa kata kepada siswa, banyak siswa yang tidak tertarik untuk belajar bahasa Inggris. Peneliti berasumsi bahwa Strategi Model Induktif Kata Bergambar (PWIM) dapat meningkatkan penguasaan kosa kata siswa. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan menggunakan desain pre test-post test. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs 6 Agam. Sampel IX6 dijadikan sebagai kelas eksperimen dan diajar menggunakan Strategi Model Induktif Kata Bergambar dan IX7 dijadikan sebagai kelas kontrol dan diajar menggunkan cara konvensional. Untuk menentukan sampel, peneliti menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah soal pilihan ganda. Data diperoleh melalui pre-test dan post-test untuk kelompok eksperimen dan kontrol. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan program SPSS20 untuk uji normalitas dan uji homogenitas. Kemudian untuk menguji hipotesis peneliti menggunakan (SPSS20) dengan (?) = 0,05. Dari hasil dan perhitungan nilai pretest dan posttest kelas eksperimen diperoleh signifikansi dua arah menunjukkan bahwa 0,00< 0,05. Alternatifnya adalah (Ha diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak yang berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan strategi model induktif kata bergambar dalam penguasaan kosa kata di kelas eksperimen dan kontrol. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan model induktif kata bergambar sebagai penguasaan kosa kata dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam penguasaan kosa kata.
a Gender - Based Analysis on Students’ Strategies in Learning Vocabulary at Eleventh Grade in SMAN 2 Tilatang Kamang Azhara, Vivi; Eliza, Eliza; Roza, Veni; Dewi, Merry Prima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13988

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya beberapa perbedaan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dalam belajar kosa kata. Diantaranya: beberapa siswa perempuan sering bertanya kepada teman atau gurunya saat belajar kosakata, beberapa siswa laki-laki sering menggunakan kamus dan menebak kata baru saat belajar kosakata, dan beberapa siswa laki-laki memiliki kosakata yang rendah dibandingkan dengan siswa perempuan. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran kosa kata yang paling banyak dan paling sedikit di terapkan oleh siswa laki-laki dan perempuan SMAN 2 Tiltang Kamang dan untuk mengetahui apakah siswa perempuan lebih baik daripada siswa laki-laki dalam penguasaan kosa kata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptive kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 2 Tilatang Kamang yang terdiri dari IPA1, IPA2, IPS1 dan IPS2, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas IPS1 dan IPS2 yang dipilih karena alasan tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengetahui strategi pembelajaran kosa kata yang paling banyak dan paling sedikit diterapkan oleh siswa laki-laki dan perempuan dan tes kosakata untuk mengetahui apakah laki-laki lebih baik daripada siswa perempuan dalam penguasaan kosa kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki (72%) lebih banyak menggunakan Metacognitive Strategies (MET) sementara, siswa perepuan lebih banyak menggunakan Social Strategies (SOC) (86%). Strategi yang paling sedikit di gunakan oleh siswa laki-laki adalah Social Strategies (SOC) (54%) sementara, siswa perempuan paling sedikit menggunakan Memory Strategies (MEM) (49%). Di samping itu, penguasaaan kosa kata siswa perempuan lebih baik daripada siswa laki- laki.
The Effect of Applying Anagram Word Game on Students Reading Comprehension at the Second Grade in SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi Ramadhan, Delvi; Dewi, Merry Prima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14185

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan permainan kata anagram terhadap pemahaman membaca siswa kelas dua di SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi. Permainan kata anagram adalah mengubah urutan huruf suatu kata menjadi kata lain yang mempunyai arti. Permainan kata anagram memiliki varian tergantung pada kreativitas guru untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan menggunakan pretest-posttest eksperimental dan control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 8 SMP Al-Ishlah Bukittinggi yang diajar oleh guru yang sama dan berjumlah 166 siswa. Untuk menentukan sampel peneliti menggunakan metode purposive sampling. Sampelnya adalah VIII F sebagai kelas eksperimen dan VIII E sebagai kelas kontrol. Data diperoleh dari hasil tes membaca siswa pada pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai post-test siswa lebih tinggi dibandingkan nilai pre-test pada kelas eksperimen. Nilai rata-rata pre-test siswa adalah 55,42, sedangkan nilai rata-rata post-test siswa adalah 78,20. Artinya permainan kata anagram memberikan kontribusi terhadap pemahaman membaca siswa. Selain itu, dari perhitungan data uji Independent Sample t-test dan Paired Sample t-test diperoleh nilai sig.(2 tailed) sebesar 0,170 terendah dari 0,05. Dengan kata lain, hipotesis alternatif diterima, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan penerapan permainan kata anagram di kelas dua SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi dan terdapat perbedaan antara pemahaman bacaan siswa yang diajar dengan penerapan permainan kata anagram terhadap pembelajaran. siswa diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Artinya, penerapan permainan kata anagram efektif dalam mengajar pemahaman membaca siswa di kelas dua SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi.
The Effect of Using Song to Increase Students’ Vocabulary Mastery 5th Grade at SDIT Insan Kamil Bukittinggi Yulina, Melda; Syahrul, Syahrul; Dewi, Merry Prima; Eliza, Eliza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena beberapa permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran vocabulary. Pertama, banyak dari siswa yang sulit mempertahakan kosakata. Kedua, hanya sedikit siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Ketiga, guru tidak pernah meminta siswa untuk mempraktekan kosakata yang telah mereka pelajari dikarenakan waktu yang terbatas, serta media yang digunakan guru kurang menarik. Desain penelitian ini adalah penelitian quasi experimental. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 112 siswa dan 56 siswa sebagai sample. Instrument penelitian ini adalah test vocabulary. Untuk mengolah data, peneliti menggunakan SPSS Versi 2.5 untuk windows. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan lagu terhadap peningkatan penguasaan kosakata siswa kelas 5 SD IT Insan Kamil Bukittinggi. Lagu, dapat memotivasi siswa dalam belajar sehingga membuat siswa lebih mudah mengingat, lebih tertarik dan lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kesimpulannya, mengajarkan kosakata dengan menggunakan lagu adalah solusi alternative untuk guru dalam mengajarkan kosakata kepada siswa. Lagu dapat membuat siswa lebih santai dalam mempelajari kosakata baru, sehingga mereka dapat mempertahan kannya dengan mudah. Artinya, lagu adalah media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa.
Implementation of Peer-Teaching Method in English Learning at 10th Grade MAN 2 Bukittinggi Istrada, Erik; Safitri, Loli; Syafitri, Widya; Dewi, Merry Prima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan peer teaching dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Kelas X MAN 2 Bukittinggi. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan langkah-langkah penerapan peer teaching dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Desain penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini terdiri dari 373 siswa dari 10 kelas, dan informan penelitian ini adalah guru dan tutor dengan menggunakan purposive sampling karena kelas 10 IPS memiliki guru sebaya dan lebih banyak siswa dengan 4 tutor dan memiliki tingkat partisipasi siswa yang tinggi. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan daftar periksa observasi dengan pilihan "ya / tidak" dan wawancara semi terstruktur untuk mengukur bagaimana penerapan metode peer teaching dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan/verifikasi Data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru tidak menerapkan beberapa langkah peer teaching; itu tidak membuat penerapan peer teaching tidak efektif karena penerapan peer teaching masih berjalan secara efisien. Tutor memberikan komentar yang mendukung, memberikan pujian dan umpan balik positif kepada siswa, serta membuat siswa merasa lebih percaya diri dan termotivasi serta lebih bersemangat. Dengan demikian, siswa atau siswa yang termotivasi oleh tutor dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas X MAN 2 Bukittinggi.
The Correlation Between Students’ Reading Attitude and Their Reading Comprehension at the Eighth Grade of MTsN 1 Pasaman Muharani, Muharani; Syahrul, Syahrul; Melani, Melyann; Dewi, Merry Prima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan antara sikap membaca siswa dan pemahaman membaca pada siswa kelas delapan di MTsN 1 Pasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tiga masalah utama: (1) beberapa siswa kurang terlibat dalam kegiatan membaca, (2) beberapa siswa memiliki pengetahuan kosa kata yang terbatas sehingga mempengaruhi pemahaman, dan (3) beberapa siswa memiliki pola pikir negatif dan efikasi diri dalam tugas membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasinya terdiri dari 369 siswa kelas VIII, dengan sampel 30 siswa kelas VIII.1 yang dipilih melalui cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket sikap membaca dan tes pemahaman membaca, kemudian dievaluasi menggunakan product moment Pearson karena memenuhi persyaratan pengujian statistik parametrik. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan, kuat, dan positif antara sikap membaca dan pemahaman membaca (r = 0,749, p <0,001). Peneliti menemukan bahwa banyak komponen sikap membaca, seperti karakteristik kognitif, afektif, konatif, dan perilaku, kemungkinan besar berkontribusi positif terhadap keterampilan pemahaman membaca siswa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sikap membaca meningkat, pemahaman membaca cenderung meningkat, dan sebaliknya. Skor afektif yang tinggi (1639) kemungkinan besar bertanggung jawab atas skor konatif yang kuat (1296), karena perasaan senang tentang membaca sering kali mengarah pada rencana untuk membaca lebih lanjut. Meskipun komponen perilaku (915) lebih kecil dibandingkan komponen afektif dan konatif, namun komponen ini menunjukkan praktik membaca aktual yang ekstensif, yang kemungkinan besar akan menghasilkan kinerja yang baik dalam menemukan rincian (236) dan gagasan utama (179). Singkatnya, hubungan yang kuat antara sikap membaca dan pemahaman menekankan perlunya mengembangkan sikap membaca yang positif untuk meningkatkan pemahaman membaca.