Claim Missing Document
Check
Articles

KEPUASAN AKSEPTOR KB TERHADAP PELAYANAN KB DI KLINIK BERSALIN NELLY PADANGSIDIMPUAN Aprelia, Helmy; Antoni, Adi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 5 No 1 (2020): Vol. 5 No. 1 Juni 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v5i1.234

Abstract

Pelayanan KB sangat menekankan pada aspek demografis, yaitu pengendalian angka kelahiran salah satu aspek utama dalam program keluarga berencana adalah kualitas pelayanan yang diberikan. Perbaikan kualitas pelayanan akan memperbesar jumlah peserta KB yang puas dan akan meningkatkan prevalensi dan menurunkan tingkat kelahiran (BKKBN, 2005). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi kepuasan akseptor KB dalam pelayanan KB di Klinik Nelly Padangsidimpuan Tahun 2018. Sampel pada penelitian ini berjumlah 73 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Hasil jawaban responden pada pelayanan KB, kemudian dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu kategori tingkat kepuasan tinggi, tingkat kepuasan sedang dan tingkat kepuasaan rendah. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa orang (47%) akseptor yang memiliki tingkat kepuasan tinggi, (52%) akseptor yang memiliki tingkat kepuasan sedang dan (1%) akseptor yang memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap pelayanan KB. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan akseptor KB dalam pelayanan KB, mayoritas tingkat kepuasan akseptor pada kategori sedang.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA, SIKAP DAN KEYAKINAN TERHADAP KETIDAK IKUTSERTAAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 MENGIKUTI PROGRAM PROLANIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA Antoni, Adi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.508

Abstract

Prolanis merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS kesehatan dalam rangka Pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan, sikap dan keyaninan dengan ketidakikutsertaan penderita diabetes melitus tipe 2 mengikuti program prolanis. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas batu nadua kota Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 234 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang dengan penderita diabetes melitus tipe 2. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan analisis dengan chi square. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga, sikap dan keyakinan dengan ketidakikutsertaan penderita diabetes melitus tipe 2 mengikuti program prolanis (p value 0,041; 0,039; 0,017). Diharapkan kepada penderita diabetes agar selalu memanfaatkan dukungan keluaga serta memiliki sikap dan keyakinan yang positif agar pemanfaatan program prolanis demi terjaganya kontrol glikemik yang optimal.
Analysis of parental communication and sexual risk behavior among adolescents based on gender Harahap, Yanna Wari; Nurlaila, Nurlaila; Harahap, Irawati; Antoni, Adi; Hasibuan, Ahmad Safii; Suryati, Suryati
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2121

Abstract

Adolescents are a group that is highly vulnerable to risky sexual behaviors. One of the factors influencing such behaviors is communication between parents and children. Good communication can serve as a protective factor against unhealthy sexual behavior. This study aims to analyze the influence of parent–child communication on risky sexual behavior among adolescents, as well as its differences based on gender. The study employed an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 120 male and female adolescents selected through proportional random sampling. Data were collected using standardized questionnaires that had been tested for validity and reliability. Analysis was conducted using Pearson correlation and Independent t-test with a significance level of 0.05. The results showed a significant negative correlation between parental communication and risky sexual behavior (r = –0.65; p < 0.001). The better the communication between parents and adolescents, the lower the level of risky sexual behavior. Gender differences were also observed, where female adolescents demonstrated higher communication scores and lower risky sexual behavior compared to males (p < 0.001). Effective communication between parents and children plays a crucial role in preventing risky sexual behaviors among adolescents. Strengthening family communication through reproductive health education programs involving active parental participation is essential.
Analysis of parental communication and sexual risk behavior among adolescents based on gender Harahap, Yanna Wari; Nurlaila, Nurlaila; Harahap, Irawati; Antoni, Adi; Hasibuan, Ahmad Safii; Suryati, Suryati
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2121

Abstract

Adolescents are a group that is highly vulnerable to risky sexual behaviors. One of the factors influencing such behaviors is communication between parents and children. Good communication can serve as a protective factor against unhealthy sexual behavior. This study aims to analyze the influence of parent–child communication on risky sexual behavior among adolescents, as well as its differences based on gender. The study employed an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 120 male and female adolescents selected through proportional random sampling. Data were collected using standardized questionnaires that had been tested for validity and reliability. Analysis was conducted using Pearson correlation and Independent t-test with a significance level of 0.05. The results showed a significant negative correlation between parental communication and risky sexual behavior (r = –0.65; p < 0.001). The better the communication between parents and adolescents, the lower the level of risky sexual behavior. Gender differences were also observed, where female adolescents demonstrated higher communication scores and lower risky sexual behavior compared to males (p < 0.001). Effective communication between parents and children plays a crucial role in preventing risky sexual behaviors among adolescents. Strengthening family communication through reproductive health education programs involving active parental participation is essential.
Penguatan Pelayanan Kesehatan Darurat Penderita Diabetes melalui Integrasi Emergency Response Kit dan Kader Siaga Desa di Desa Tandihat Tahun 2025 antoni, adi; Abdullah AA; Alprida harahap; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2442

Abstract

Kondisi bencana dan situasi kedaruratan sering memperburuk status kesehatan penderita penyakit kronis, termasuk diabetes melitus. Stres, keterbatasan akses pelayanan kesehatan, serta terganggunya ketersediaan obat berpotensi meningkatkan kadar glukosa darah dan risiko komplikasi akut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan darurat bagi penderita diabetes melalui integrasi Emergency Response Kit dan pemberdayaan Kader Siaga Desa di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Desember 2025, dan dihadiri oleh seluruh warga pengungsi di Desa Tandihat. Metode yang digunakan meliputi skrining kadar glukosa darah, pemberian intervensi farmakologis bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat, serta edukasi kesehatan yang menekankan pengelolaan stres dan aspek spiritual. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat 15 orang dengan kadar glukosa darah >200 mg/dl yang selanjutnya mendapatkan intervensi obat antidiabetes dan edukasi komprehensif. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi layanan darurat, pendekatan komunitas, dan intervensi psikososial–spiritual efektif dalam mendukung pengendalian glukosa darah pada penderita diabetes dalam situasi kedaruratan.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kontrol Stres Fisiologis dan Psikologis Klien Diabetes Melitus Antoni, Adi; Diningsih, Ayus
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.385 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1497

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi masalah dunia. Klien DM mengalami berbagai stres baik secara fisiologis (hiperglikemi dan fatigue) maupun psikologis (kecemasan). Tjuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kontrol stres fisiologis dan psikologis klien diabetes melitus.Metode : penelitian ini dilaksanakan di Kota Padangsidimpuan. Waktu penelitian dimulai Bulan April sampai Juli 2020. Desain penelitian berupa kuasi eksperimen dengan one group pretest-posttest only design. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang. Instrument yang digunakan berupa visual analog scale for fatigue (VASF) untuk mengukur fatigue, glukotes untuk mengukur kadar glukosa darah, Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat stres.Hasil : Hasil penelitian didapatkan relaksasi otot progresif dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam mengelola stres fisiologis dan sres psikologis pada klien dengan diabetes melitus. Kadar glukosa darah sebelum 293 mg/dl dan sesudah 267,65 mg/dl. Skor fatigue sebelum diperoleh 4,45 dan sesudah 2,60. Skor kecemasan dari 36,05 menjadi 32,60.Kesimpulan : relaksasi otot progressif efektif dalam menurunkan stres fisiologis dan stres psikologis pada penderita diabetes melitus.  
SOCIAL FACTORS THAT CONTRIBUTE TO THE SUCCESS OF THE ELDERLY POSYANDU PROGRAM IN THE WORKING AREA OF THE SADABUAN HEALTH CENTER, PADANG SIDIMPUAN CITY Primastuti, Hannisa; Ahmad, Haslinah; Antoni, Adi
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v10i1.3269

Abstract

Posyandu Elderly program in the working area of the Sadabuan Health Center, Padangsidimpuan City. The increase in the number of the elderly along with the increase in life expectancy requires optimal and sustainable health services. This study uses a quantitative approach with an analytical descriptive design. The study population is all elderly people who are registered as participants of the Elderly Posyandu, with samples taken using stratified random sampling techniques. Data collection was carried out through questionnaires, semi-structured interviews, observations, and documentation studies. Data analysis was carried out using SPSS through descriptive and inferential analysis. The results of the study showed that the level of education of the elderly did not have a significant effect on the level of participation in Posyandu Elderly activities. On the other hand, family support, social interaction of the elderly, and activities of health cadres have an influence on the success of program implementation. Elderly people who receive family support and have good social interaction tend to be more active in participating in activities. The active role of cadres also increases the effectiveness of services. It was concluded that social factors have an important role in supporting the success of the Elderly Posyandu, so it is necessary to strengthen family support and empower health cadres in a sustainable manner.