Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

BERAMU: Mathematics Recovery Learning Siswa SMP di Kabupaten Tana Tidung Darmayasa, Jero B.; Simamora, Rustam E.; Pratiwi, Enditiyas; Nanna, A. Wilda Indra; Barumbun, Mardyanto; Suciati, Sucitai; Noviantari, Ika
MALAQBIQ Vol. 4 No. 1 (2025): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v4i1.507

Abstract

Hasil Wawancara dan Diskusi dengan Kepala Seksi Kurikulum, Bidang Pendidikan Dasar DInas Pendidikan Kabupaten Tana Tidung sejak tanggal 23 Pebruari 2021 s.d 03 Maret 2021 memperoleh gambaran adanya 4 langkah nyata yang sedang dilaksanakan dan disiapkan untuk Pemulihan Pembelajaran (Recovery Learning) siswa SD dan SMP. Dari 4 (empat) program terssebut, salah satunya adalah Assesmen Diagnostik. Untuk melakukan Assesmen Diagnostik, Disdik KTT memerlukan instrument, salah satunya adalah Instrumen Numerasi Dasar untuk Siswa SMP. Memperhatikan hal itu, maka berdasarkan hasil diskusi pada hari Rabu, 3 Maret 2021, diputuskan untuk melaksanakan kolaborasi yang kita sepakati diberi nama BERAMU: Math Recovery Learning Siswa SMP KTT. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan Pendidikan bagi siswa SMP dan meningkatkan peran Civitas akademi FKIP UBT dan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Muaranya adalah meminimalisir dampak Covid-19 pasca pandemic, baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Oleh karena itu, melalui PKM ini, telah disusun paket soal Asesmen Diagnostik Matematika untuk siswa SMP yang telah diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Tidung dan Kepala SMP N 3 Tana Tidung.
Preservice Primary Teachers' Common Errors in Solving Mathematics Literacy Problems Pratiwi, Enditiyas; Nanna, A. Wilda Indra; Barumbun, Mardyanto
Proceeding International Conference on Mathematics and Learning Research 2021: Proceeding International Conference on Mathematics and Learning Research
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding the information on the problem presented in the form of pictures is not an easy task for preservice primary teachers to lead to errors. However, preservice primary teachers can also answer correctly if given a mathematical model directly. Preservice primary teachers’ errors can be determined using a process point of view in solving mathematical problems. In a qualitative context, this study describes and analyzes the mistakes of preservice primary teachers traced through errors in solving mathematical literacy problems. This research is qualitative research, where analysis is needed to broaden the understanding of the errors that occur when solving mathematical literacy problems. The results showed that preservice primary teachers experienced errors on each indicator in four types of errors when solving mathematical literacy problems. This research found one new type of error, namely carelessness, which is an error with different types of the four types of errors that exist. Further research can be carried out by designing strategies used to improve the ability of preservice primary teachers to solve mathematical literacy problems.
Perubahan Self-Confidence Guru Sekolah Dasar Melalui Mathematical Knowledge of Teaching Pratiwi, Enditiyas; Nanna, A. Wilda Indra; Kusnadi, Dedi; Wulandari, Andi Eka
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.10886

Abstract

Background: Sikap guru terhadap rasa percaya diri merupakan komponen yang esensial karena rasa percaya diri sebagai guru matematika berhubungan secara signifikan dengan rasa percaya diri siswa sebagai pembelajar matematika. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap percaya diri guru pemula dalam mengajar matematika adalah rendah. Sehingga melalui kegiatan pengabdian dengan berfokus pada MKT diharapkan dapat memberikan perubahan pada self-confidence guru pemula di sekolah dasar. Metode: Mitra pengabdian adalah SDN 015 Kota Tarakan dengan jumlah peserta sebanyak 10 guru, yang secara keseluruhan merupakan guru kelas. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan dengan skema daring dan luring. Penyampaian materi dan pendampingan secara bergantian dilakukan secara daring dan luring. Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, ditemukan bahwa terjadi perubahan self-confidence guru dalam pembelajaran matematika. Hal ini diketahui setelah dilakukan analisis angket sikap percaya diri yang dilakukan sebelum dan setelah kegiatan. Guru dapat mendapatkan informasi yang tepat mengenai sikap self-confidence yang dapat memberikan efek kepada siswa dalam proses pembelajarannya. Perubahan self-confidence guru sekolah dasar terjadi setelah adanya kegiatan pengabdian yang dilakukan melalui MKT.
Pelatihan dan Pendampingan Model SCL (Student Center Learning) Berbasis Lesson Study Content Learning Loss di SDN 005 Tarakan Kartini, Kartini; Wahid, Sucahyo Mas’an Al; Andari, Kadek Dewi Wahyuni; Pratiwi, Enditiyas; Noer, Roby Zulkarnain; Agustina, Degi Alrinda; Ramdhan, Donna
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 3 (2022): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i3.16969

Abstract

The learner-centred learning model (SCL) has been released by the government with a variety of syntax examples at every level of education and provides enough space for modification, innovation and creativity, but not many schools have done it. Regarding the lack of training in the application of the student center learning learning model, which causes the lack of planning as outlined in the lesson plans in schools so that there is no clear reflection that is suitable for implementation in elementary schools in the city of Tarakan. The method of implementing the activities is carried out online and for the implementation of Lesson Study, activities are carried out offline but only in a smaller capacity. The targets and targets in these problems are as follows: 1) Brainstorming the application of the SCL model; 2) Assistance in making online-based plans, do, see; 3) Monitoring and evaluation of Learning Loss; 4) Formation of WhatsApp Groups with SCL Model content in schools. The results found during the service, namely: 1) Training on the application of learning models needs to be studied considering the development of science and how to get information; 2) The readiness of the participants to take part in the workshop is quite good; 3) Some of the participants were actively consulted via WhatsApp Groups; 4) Participants are able to work on assignments according to the specified time starting from identifying the SCL model to applying it according to offline and online learning media.
Workshop Creative Problem Solving untuk Mengatasi Pengaruh Pergaulan Negatif di Kalangan Remaja SMA Siti Maliha; Jero Budi Darmayasa; Enditiyas Pratiwi; Uli Agustina Gultom; Nofvia De Vega; Firima Zona Tanjung; Fitriawati Fitriawati; Neni Novitasari; Listiani Listiani; Arief Ertha Kusuma; Zulfadli Zulfadli
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/7m4nsr39

Abstract

Pergaulan negatif di kalangan remaja sekolah menengah atas merupakan permasalahan sosial yang memerlukan intervensi preventif dan terstruktur. Siswa SMA Negeri 2 Tarakan menghadapi keterbatasan program preventif yang menyentuh aspek sosial-emosional, sementara layanan bimbingan dan konseling belum mampu menjangkau seluruh siswa secara merata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap risiko pergaulan negatif sekaligus melatih kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah sosial secara kreatif dan konstruktif. Pendekatan yang digunakan adalah workshop partisipatif berbasis psikoedukatif yang menerapkan kerangka Creative Problem Solving, mencakup pemaparan materi, simulasi kasus dalam kelompok kecil, serta refleksi. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Mei 2026 dan melibatkan 30 siswa dari kalangan pengurus OSIS dan perwakilan kelas. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan rerata skor dari 58,6 menjadi 75,8, melampaui ambang keberhasilan yang ditetapkan sebesar 20%. Selain itu, 90 hingga 97 persen peserta menyatakan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat dan relevan. Kolaborasi sebelas dosen lintas program studi dari Universitas Borneo Tarakan memperkuat kualitas pendampingan dan menjadikan model ini berpotensi direplikasi di sekolah lain.
KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI Rahma Sari; Enditiyas Pratiwi; Suyadi
Mathematics Education and Application Journal (META) Vol. 7 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Department of Mathematics Education Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/1vvja983

Abstract

Students’ reflective thinking ability is closely related to their problem-solving skills. Therefore, the general objective of this research is to describe further the reflective thinking ability, particularly among university students, when solving geometry problems. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach. Data were collected through a geometry test to assess confusion and evaluation; a reflective thinking observation sheet during the task (think-aloud); an in-depth interview guide on techniques, monitoring, insight, and conceptualisation; an audio recorder; and field notes. The subjects in this study were selected using a purposive sampling technique, in which students had already taken a Geometry course and had demonstrated reflective thinking (confusion and evaluation) through tests and observations. The collected data were further analysed using techniques such as transcribing the think-aloud recordings and interviews, followed by data reduction, which involved selecting relevant excerpts from the transcripts, observation sheets, and field notes. The findings indicate that although all aspects of reflective thinking were present, the monitoring and insight components were complicated to identify throughout the research process. Therefore, future researchers are encouraged to place greater emphasis not only on these two aspects but also specifically on the monitoring and insight components within the problem-solving process.  Kemampuan berpikir reflektif siswa berhubungan erat dengan kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Sehingga tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan lebih lanjut tentang kemampuan berpikir reflektif, khususnya pada mahasiswa ketika menyelesaikan masalah geometri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui tes geometri untuk mengidentifikasi kebingungan dan evaluasi; lembar observasi berpikir reflektif saat pengerjaan (think-aloud), panduan wawancara mendalam terkait techniques, monitoring, insight, dan conceptualization, alat perekam audio dan catatan lapangan. Subjek dalam penelitian ini diambil melalui teknik purposive sampling, di mana mahasiswa tersebut telah mengikuti mata kuliah Geometri dan terbukti menunjukkan aspek berpikir reflektif (kebingungan dan evaluasi) melalui tes dan observasi. Data yang dikumpulkan lebih lanjut dianalisis dengan teknik yang digunakan yaitu transkripsi rekaman think-aloud dan wawancara. Reduksi data, memilih potongan relevan dari transkrip, lembar observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun semua aspek berpikir reflektif muncul, namun khusus pada aspek monitoring dan insight dalam proses penelitian ini sulit ditemukan. Oleh karena itu peneliti berikutnya dapat lebih berfokus selain pada dua aspek juga pada bagian monitoring dan insight pada proses penyelesaian masalah.