Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penerapan Self Management Dietary Behaviors (SMDB) Pada Mahasiswa Baru Terhadap Tingkat Stress dan Pola Makan Sehat Astuti, Andriani Mei; Firdaus, Insanul; Fadhilla, Fadhilla; Nuzulla, Firdausi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12580

Abstract

Masa kuliah merupakan fase krusial dalam pembentukan kebiasaan makan yang akan terbawa hingga dewasa. Mahasiswa sering dihadapkan pada pola makan tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji, rendah buah dan sayur, dan tinggi gula/lemak. Data WHO (2024) menyebutkan bahwa 45–55% mahasiswa di Asia Tenggara memiliki perilaku diet yang buruk, sedangkan Riskesdas (2023) menemukan lebih dari 40% remaja di Indonesia tidak memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur. Pola makan tidak sehat dan tingginya tingkat stres dapat meningkatkan risiko penyakit kronis di usia muda. Pendekatan Self-Management Dietary Behaviors (SMDB) dalam penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self management dietary behaviour (SMDB) pada  mahasiswa baru terhadap tingkat stress dan pola makan. Metode penelitian ini merupakan quasi-experimental dengan desain cross-sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) dan Healthy Eating Index (HEI) untuk menilai pola makan dan SMDB yang telah tervalidasi. Analisis statistic menggunakan uji Chi-Square dengan signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan SMDB (p = 0,002), di mana mahasiswa dengan SMDB sedang hingga tinggi cenderung memiliki pola makan lebih sehat, sedangkan pola makan buruk lebih banyak ditemukan pada mahasiswa dengan SMDB rendah. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan perencanaan, monitoring, dan kontrol diri berperan penting dalam membentuk pola makan sehat. Penelitian ini memberikan implikasi bagi dunia keperawatan untuk mengembangkan intervensi edukatif berbasis self-management guna meningkatkan perilaku makan sehat pada mahasiswa baru.
Hubungan Burnout terhadap Dampak Produktivitas Kinerja Perawat di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Putri, Erni Fatmawati; Astuti, Andriani Mei; Widiastuti, Agung
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v12i2.1948

Abstract

Burnout is a state of physical, emotional, and mental exhaustion that arises due to high and prolonged work pressure, especially in professions with high levels of work intensity such as nursing. This condition has a significant impact on reducing the enthusiasm, motivation, and productivity of nurses, which ultimately affects the quality of nursing services in hospitals. This study aims to identify the relationship between burnout and decreased work productivity of nurses in the Inpatient Ward of Ir. Soekarno General Hospital, Sukoharjo Regency. This study applies a quantitative method with a cross-sectional research design. The number of respondents consisted of 69 nurses, selected using a purposive sampling method. The tools used in the study consisted of the Maslach Burnout Inventory (MBI) questionnaire to assess the level of burnout and a work productivity questionnaire that has six indicators: ability, work results, motivation, self-development, quality, and efficiency. The research findings indicate that the majority of respondents experienced burnout in the high category (66.7%) and low work productivity (89.9%). Bivariate analysis using the Spearman Rank test produced a p-value of 0.001 < 0.05. The higher the level of burnout experienced by nurses, the lower their work productivity in completing nursing tasks effectively and sustainably. Workload management, strengthening social support, rewarding performance, improving work-life balance, and regular stress management training can support maximum performance and improve the quality of care services comprehensively and sustainably in addressing burnout
Transformasi Kesehatan Mental Lansia Melalui Strategi Penanganan Depresi di Griya Sehat Bahagia Palur Karanganyar Astuti, Andriani Mei; Amtiyaz, Irba Tartila; Firdaus, Insanul; Rahmawati, Annisa; Nugraheni, Putri Desvita Sari
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7919

Abstract

Peningkatan jumlah lansia berdampak pada meningkatnya permasalahan kesehatan mental, khususnya depresi. Lansia yang tinggal di panti sosial cenderung memiliki risiko depresi lebih tinggi akibat keterbatasan interaksi sosial dan dukungan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental lansia melalui penerapan intervensi keperawatan jiwa dan gerontik dalam penanganan depresi di Griya Sehat Bahagia Palur, Karanganyar, dengan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif. Subjek penelitian yaitu 60 lansia, dengan fokus intervensi pada 30 lansia yang menunjukkan gejala depresi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman lansia tentang kesehatan mental, keterbukaan dalam mengekspresikan emosi, serta perubahan perilaku ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya interaksi sosial dan motivasi mengikuti aktivitas. Disimpulkan bahwa intervensi keperawatan jiwa dan gerontik efektif dalam mendukung penurunan gejala depresi dan peningkatan kesejahteraan mental lansia di panti sosial.
Pengaruh Penerapan Self Management Dietary Behaviors (SMDB) Pada Mahasiswa Baru Terhadap Tingkat Stress dan Pola Makan Sehat Astuti, Andriani Mei; Firdaus, Insanul; Fadhilla, Fadhilla; Nuzulla, Firdausi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13082

Abstract

Masa kuliah merupakan fase krusial dalam pembentukan kebiasaan makan yang akan terbawa hingga dewasa. Mahasiswa sering dihadapkan pada pola makan tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji, rendah buah dan sayur, dan tinggi gula/lemak. Data WHO (2024) menyebutkan bahwa 45–55% mahasiswa di Asia Tenggara memiliki perilaku diet yang buruk, sedangkan Riskesdas (2023) menemukan lebih dari 40% remaja di Indonesia tidak memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur. Pola makan tidak sehat dan tingginya tingkat stres dapat meningkatkan risiko penyakit kronis di usia muda. Pendekatan Self-Management Dietary Behaviors (SMDB) dalam penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self management dietary behaviour (SMDB) pada  mahasiswa baru terhadap tingkat stress dan pola makan. Metode penelitian ini merupakan quasi-experimental dengan desain cross-sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) dan Healthy Eating Index (HEI) untuk menilai pola makan dan SMDB yang telah tervalidasi. Analisis statistic menggunakan uji Chi-Square dengan signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan SMDB (p = 0,002), di mana mahasiswa dengan SMDB sedang hingga tinggi cenderung memiliki pola makan lebih sehat, sedangkan pola makan buruk lebih banyak ditemukan pada mahasiswa dengan SMDB rendah. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan perencanaan, monitoring, dan kontrol diri berperan penting dalam membentuk pola makan sehat. Penelitian ini memberikan implikasi bagi dunia keperawatan untuk mengembangkan intervensi edukatif berbasis self-management guna meningkatkan perilaku makan sehat pada mahasiswa baru
The Effect of Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT) for Optimizing Efficacy Self-Care in Cancer Patients Undergoing Treatment Rovica Probowati; Witriyani Witriyani; Andriani Mei Astuti; Veren Pinka Nabila
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.3775

Abstract

Cancer is a disease that can threaten a person's life which can occur in every cancer sufferer, apart from that cancer can also cause psychological problems such as low efficacy of patient self-care which will have an impact on treatment compliance in cancer patients.Objective: The aim of this study was to determine the effect of the MBCT intervention on whether it could increase self-care efficacy in cancer patients undergoing cancer treatment. Method: The method used in this research is an experiment with a pretest-posttest design with control group design. The research subjects were 20 people who were divided into experimental and control groups with inclusive. Data analysis used the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The results showed an increase in self-care efficacy after administering the mindfulness-based cognitive therapy (MBCT) intervention with a self-care efficacy value of Z = -2.660 and p = 0.008. Conclusions: The research results show that mindfulness based cognitive behavior therapy (MBCT) can increase patient confidence in carrying out treatment regularly. Cancer patients who Applying MBCT in everyday life they can also feel the effects such as tense muscles becoming more comfortable, better conscious breathing begins to feel the impact on the subject's calmness, and increased ability to detect the body. Mindfulness-based cognitive therapy (MBCT) changes the behavior of each participant to be able to accept themselves in any situation, more easily adapt to changes that occur in their physical and life and establish social relationships with other people.
Analisis Fungsi Keluarga terhadap Kualitas Hidup Pasien Penyakit Kronis Andriani Mei Astuti; Insanul Firdaus; Irba Tartila Amtiyaz; Fitria Febrianti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2206

Abstract

Fungsi keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup pasien penyakit kronis. Memiliki kualitas hidup yang baik akan mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang dapat memperburuk keadaan. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien penyakit kronis  degeneratif yang tergabung dalam komunitas Program Pengelolaan Penyakit Kronis Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau Prolanis BPJS Kesehatan di UPTD Puskesmas Baki. Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2024 dengan menggunakan kuesioner Quality of Life - BREF (WHOQOL-BREF) dan APGAR Keluarga. Instrumen diadopsi dari World Health Organization dan instrumen telah melalui uji validitas dan reliabilitas dengan hasil seluruh item dinyatakan valid karena memiliki nilai korelasi item-total lebih besar dari r tabel serta nilai Cronbach’s Alpha >0,70 yang menunjukkan reliabilitas baik. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling sebanyak 128 peserta. Pada penilaian APGAR keluarga didapatkan 52,3% peserta memiliki keluarga disfungsional sedang dan 43,8% sangat fungsional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara fungsi keluarga dengan kualitas hidup peserta Prolanis (p value=0,014) sedangkan pengaruh fungsi keluarga terhadap kualitas hidup peserta Prolanis sebesar 8,8% (R2=0,088). Hal ini menjadi salah satu aspek penting bagi dokter di layanan primer agar lebih melibatkan peran fungsi keluarga dalam mengelola pasien penyakit kronis.
Designing Environmentally Sustainable Nursing Protocols: A Novel Framework to Reduce Carbon Footprint in Hospital Care Through Green Practice Integration Witriyani Witriyani; Andriani Mei Astuti; Irba tartila Amtiyaz; Vijimol Vijimol
Green Health International Journal of Health Sciences Nursing and Nutrition Vol. 1 No. 3 (2024): July: Green Health: International Journal of Health Sciences, Nursing and Nutri
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenhealth.v1i2.256

Abstract

This study explores the integration of green practices into nursing protocols as a means of reducing the environmental impact of hospital care. Hospitals significantly contribute to global carbon emissions, and nursing practices are integral to healthcare operations, yet they often lack sustainability considerations. The aim of this research was to develop and implement a set of green-practice guidelines tailored for nursing staff to minimize carbon emissions and improve operational efficiency. Through collaboration with environmental experts, nursing staff, and hospital management, new guidelines were established focusing on waste reduction, energy-efficient practices, and sustainable procurement. A waste-audit assessment was conducted to analyze current waste management practices, while a pilot implementation was carried out in selected hospital wards. The results revealed an 18% reduction in carbon emissions following the integration of these green practices into daily nursing activities. Key contributors to this reduction included waste segregation, the use of reusable medical supplies, and energy conservation measures such as optimizing lighting and HVAC systems. However, challenges such as resistance to change, resource limitations, and the need for specialized training were identified during the pilot phase. Despite these barriers, the research highlights the significant potential for nurses to lead sustainability efforts in healthcare settings. The findings indicate that integrating green practices into nursing protocols can provide environmental, operational, and economic benefits, ultimately contributing to more sustainable healthcare systems. Future research should refine these protocols, explore their broader application, and assess long-term outcomes across various healthcare settings
Innovative One-Health Assessment of Microplastic Exposure in Healthcare Workers: Quantifying Risk across Occupational, Environmental, and Dietary Pathways Andriani Mei Astuti; Dwi Yogo Budi Prabowo; Ajila Raj BS
Green Health International Journal of Health Sciences Nursing and Nutrition Vol. 1 No. 3 (2024): July: Green Health: International Journal of Health Sciences, Nursing and Nutri
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenhealth.v1i3.264

Abstract

Microplastic exposure in healthcare workers is a growing concern, yet it remains underexplored, especially in the context of their multifaceted exposure pathways. This study aims to quantify the exposure of healthcare workers to microplastics through three primary pathways: occupational, environmental, and dietary. By adopting a One-Health approach, which integrates human, animal, and environmental health sectors, this research assesses microplastic levels across hospital settings, comparing clinical and non-clinical staff. The study found that healthcare workers, particularly those working in clinical departments like laboratories and physiotherapy, had a 35% higher exposure rate to microplastics compared to non-clinical staff. Occupational exposure was linked to direct contact with medical disposables and contaminated surfaces, while environmental exposure primarily occurred through airborne particles and dust. Dietary exposure, especially from seafood and plastic-packaged foods, contributed significantly to the overall exposure. The findings highlight the importance of considering multiple pathways when assessing microplastic risks and suggest that microplastics are an emerging health hazard for healthcare workers. Potential health risks include respiratory issues, gastrointestinal disturbances, endocrine disruption, and chronic conditions such as neurotoxicity and cancer. This study underscores the need for policy changes, including the reduction of single-use plastics in healthcare environments, improvements in ventilation, and the development of dietary guidelines to limit microplastic intake. Future research should focus on the long-term health impacts of chronic microplastic exposure in healthcare workers and evaluate the effectiveness of interventions designed to mitigate these risks.
Perilaku Penggunaan Gadget Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Di SMP Negeri 2 Gatak Sukoharjo Magdalena Mardella Bellen Babaubun; Andriani Mei Astuti; Ady Irawan AM
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1431

Abstract

Penggunaan gadget pada remaja terus meningkat seiring perkembangan teknologi digital. Penggunaan berlebihan, terutama sebelum tidur, dapat menghambat sekresi hormon melatonin akibat paparan cahaya biru sehingga menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 2 Gatak Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 56 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 14 tahun (73,2%) dan berjenis kelamin laki-laki (55,4%). Perilaku penggunaan gadget terbanyak berada pada kategori rendah (35,7%), sedangkan kualitas tidur baik dan buruk masing-masing 50,0%. Uji Chi-Square menunjukkan nilai χ²=12,978; df=2; p=0,002 (p<0,05). Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 2 Gatak Sukoharjo semakin tinggi perilaku penggunaan gadget, semakin buruk kualitas tidurnya. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam mengedukasi penggunaan gadget yang bijaksana.
Pengaruh Kombinasi Terapi Musik Klasik dan Coloring Therapy terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pendengaran pada Orang dengan Gangguan Jiwa Putri Afrina Nur Ariska; Andriani Mei Astuti; Mursudarinah Mursudarinah
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v4i3.6689

Abstract

Auditory hallucinations are common symptoms in schizophrenia and may interfere with cognitive, emotional, and social functioning. This study aimed to examine changes in auditory hallucination scores following a combination of classical music therapy and coloring therapy among people with mental disorders at Griya PMI Peduli Surakarta. A quasi-experimental one-group pretest-posttest design was used with 46 participants selected through purposive sampling. The intervention was delivered for three sessions, one session per day for three consecutive days, approximately 15 minutes per session. Participants listened to instrumental classical music while coloring. The Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) was administered before and after the intervention. The mean score decreased from 16.67±2.386 to 9.04±2.043. Paired sample t-test showed a statistically significant pretest-posttest difference (t=17.700; df=45; p<0.001). Cohen’s d was calculated as the mean difference divided by the standard deviation of the paired difference, yielding d=2.61, a very large effect. Because the study had no control group, the findings indicate a significant pretest-posttest change and large standardized effect, but do not establish definitive causal effectiveness.