Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Jumlah Kondensor pada Pirolisis Limbah Plastik Terhadap Cairan Bahan Bakar Alternatif (BBA) yang Dihasilkan Siregar, Ali Imran; Subekti, Purwo; Aprizal
ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi Vol. 5 No. 01 (2025): ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah plastik dapat diubah menjadi minyak dikarenakan pada dasarnya plastik berasal dari minyak bumi, jadi limbah plastik tersebut seolah mengalami proses daur ulang. Bahan Bakar Alternatif (BBA) dari limbah plastik PP melalui proses pirolisis pengujian bahan baku 1 Kg limbah plastik tutup kran, dengan jumlah BBA yang lebih banyak terdapat pada waktu 240 menit 1 kondensor menghasilkan sebanyak 320 mL dengan temperature suhu 513,25 ˚C. dan yang lebih sedikit terdapat pada waktu 180 menit 3 kondensor menghasilkan sebanyak 170 mL dengan Temperatur suhu 452,15 ˚C. Pada pengujian Buka kran, dengan jumlah BBA yang lebih banyak terdapat pada waktu 240 menit 1 kondensor menghasilkan sebanyak 325 mL dengan temperature suhu 509,45 ˚C. dan yang lebih sedikit terdapat pada waktu 180 menit 2 kondensor menghasilkan sebanyak 207,5 mL dengan Temperatur suhu 489,25 ˚C. Hasil Karakteristik dari pengujian laboratorium diperoleh hasil dengan nilai densitas 732 Kg/m3 dan hasil nilai viskositas minyak pirolisis sebesar 0,334 gr/sc.cm. hasil nilai flash point minyak pirolisis sebesar 20 ℃.
Pengaruh Jumlah Kondensor Pada Pirolisis Limbah Plastik Terhadap Cairan Bahan Bakar Alternatif Yang Dihasilkan Bagus Arya pradana; Aprizal; Ahmad Fathoni
ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi Vol. 5 No. 01 (2025): ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlu dilakukan evaluasi terhadap bahan bakar pengganti yang dapat dihasilkan dari sumber dan metode yang terbarukan, sehingga dapat digunakan tanpa perlu mengubah konfigurasi mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh performa motor bakar 4Tak dengan mengunakan bahan bakar altrnatif hasil pirolisis dari plastik jenis pp terhadap daya dan torsi sepeda motor injeksi 110 cc. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen mengunakan sepeda motor beat street 110 cc berbahan bakar alternatif (BBA) jenis pp dan pertalite Hasil pengujian penggunaan bahan bakar mengunakan bahan bakar alternatif menghasilkan Power Max sebesar 7,7 HP pada 3414 Rpm, dan Max Torque 28.35 pada 1738 Rpm.sedangkan mengunakan bahan bakar pertalite menghasilkan Power Max sebesar 6,9 HP pada 4002 Rpm, dan Max Torque 13,97 pada 3318 Rpm serta konsumsi bahan bakar yang terpakai dalam waktu 2 menit menghabiskan minyak sebanyak 68 ml dalam putaran 3000 Rpm. Dari hasil penelitian yang sudah di lakukan menunjukan bahwa perfoma mesin kendaraan lebih meningkat saat mengunakan bahan bakar alternatif (BBA) di bandingkan dengan bahan bakar pertalite.
Pengaruh Modifikasi Noken As (Camshaft) Pada Sepeda Motor 110 Cc Terhadap Performa alfarizi, Muhammad Alfarizi; Aprizal; Rizal, Yose
ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi Vol. 5 No. 01 (2025): ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/enotek.v5i01.3200

Abstract

Modifikasi Noken As merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan performa mesin dengan mengatur ulang durasi dan timing buka-tutup katup. Modifikasi Noken As bertujuan untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor dengan mengatur durasi dan timing buka-tutup katup. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, membandingkan performa mesin sebelum dan sesudah modifikasi Noken As. Noken As yang dimodifikasi berasal dari Noken As mentah yang dikurangin bubungannya, hingga tinggi bubungan 29,9 mm dan lebar bubungan 24 mm. Pengujian dilakukan menggunakan dynamometer untuk mengukur daya dan torsi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: daya meningkat dari 6,2 Hp pada 4298 rpm menjadi 9,9 Hp pada 3532 rpm, dan torsi meningkat dari 21,95 Nm pada 1704 rpm menjadi 29,91 Nm pada 2044 rpm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah modifikasi Noken As dapat secara signifikan meningkatkan performa mesin, dengan peningkatan daya maksimal sebesar 3,7 Hp dan torsi maksimal sebesar 7,96 Nm dari standar.
Pengembangan Kompor Rumah Tangga Berbahan Bakar Oli Bekas Kendaraan Roda Empat Bayu, Bayu Sidik Maulana; Aprizal; Subekti, Purwo
ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi Vol. 5 No. 01 (2025): ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan prototipe unit kompor berbahan bakar oli bekas kendaraan roda empat yang bertujuan untuk mengolah limbah oli bekas menjadi sumber energi alternatif. Kompor ini dirancang dengan berbagai komponen, seperti kran tangki bahan bakar berukuran 3/4 mm, tangki bahan bakar kapasitas 2 liter, kerangka penopang dengan panjang 25 cm dan ketebalan 3 mm, serta tungku pembakaran dengan diameter 10 cm dan tinggi 13 cm. Kerangka kompor terbuat dari besi hollow berukuran 40 mm x 20 mm x 1,2 mm dengan panjang 40 cm dan tinggi 25 cm. Sensor thermocouple dipasang pada dinding tungku untuk memonitor suhu, sementara blower 12 volt dengan putaran 13.000 rpm digunakan untuk mengatur aliran udara. Selain itu, terdapat pipa oli berukuran 24 cm x 1 cm dan corong kecil sebagai penampung tetesan oli dari tangki bahan bakar. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Pasir Pengaraian dengan menggunakan 1liter oli bekas dan 1 liter air, dengan waktu pengujian 5, 10, dan 15 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada waktu 5 menit, suhu air yang dicapai adalah 79,5 ºC dengan penggunaan oli sebanyak 200 ml, dan suhu api pada tungku mencapai 407,5 ºC. Pada pengujian selama 10 menit, suhu air mencapai 101 ºC dengan penggunaan oli 300 ml, dan suhu api pada tungku mencapai 422,25 ºC. Sedangkan pada pengujian 15 menit, suhu air tercatat 104,25 ºC dengan penggunaan oli 400 ml dan suhu api mencapai 469,25 ºC. Hasil ini menunjukkan bahwa kompor berbahan bakar oli bekas ini memiliki potensi yang signifikan dalam mengolah limbah oli bekas menjadi sumber energi yang efektif dan efisien.
Perbandingan kadar HC dan CO antara bahan bakar alternatif dari limbah plastik dengan bahan bakar komersial pada tiap posisi gigi transmisi motor bakar 4 langkah Purwo Subekti; Aprizal Aprizal; Heri Suripto; Yoserizal Yoserizal; Sohibun Sohibun; Rindi Hatika; Jhoni Rahman; Wanda Laksana; Nur Rusdianto
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan konsumsi bahan bakar fosil dan akumulasi limbah plastik menimbulkan persoalan lingkungan yang signifikan, termasuk tingginya emisi gas buang kendaraan bermotor. Pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bakar alternatif melalui pirolisis menawarkan potensi solusi, namun performa emisi hasil pembakarannya perlu dievaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar emisi hidrokarbon (HC) dan karbon monoksida (CO) antara Bahan Bakar Alternatif (BBA) hasil pirolisis limbah plastik dengan Bahan Bakar Komersial (BBK) pada motor bakar 4 langkah. Pengujian dilakukan menggunakan Gas Analyzer HG-520 pada motor bensin 100 cc dengan putaran konstan 2000 RPM pada posisi transmisi Netral hingga Gigi 4. Parameter yang diukur meliputi konsentrasi CO (%) dan HC (ppm) sebagai indikator pembakaran tidak sempurna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata, penggunaan BBA menghasilkan emisi CO sebesar 0,78% dan HC sebesar 525,60 ppm, sedangkan BBK menghasilkan CO 0,86% dan HC 854,80 ppm. BBA memberikan penurunan emisi HC secara konsisten pada sebagian besar posisi gigi, kecuali pada Gigi 1 di mana terjadi peningkatan CO dan HC. Sementara itu, BBK menunjukkan kecenderungan peningkatan emisi HC pada gigi yang lebih tinggi. Perbedaan karakteristik emisi ini diduga dipengaruhi oleh volatilitas, indeks oksigen, rasio udara–bahan bakar, dan dinamika pembakaran masing-masing bahan bakar. Informasi tersebut mengindikasikan potensi BBA dari limbah plastik sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan, terutama dalam menekan emisi HC, namun memerlukan optimasi pada fase akselerasi awal dan peneliitian lanjutan.