Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Peningkatan Ketrampilan Warga Disabilitas: Inovasi Batik Ciprat dengan Media Fesyen Berkelanjutan : Peningkatan Ketrampilan Warga Disabilitas: Inovasi Batik Ciprat dengan Media Fesyen Berkelanjutan Purnomo, Rochmat Aldy; Hartono, Sri; Ekayanti, Arta
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12677

Abstract

Background: Produksi batik ciprat dari pengrajin disabilitas warga karangpatihan hanya menggunakan media kain baru dan dijual berbasis kain saja. Rumah Harapan Mulya menjadi sebuah wadah bagi pengrajin batik ciprat untuk mampu bekerja, berkarya, dan produktif menjadi wirausahawan, yaitu dengan memproduksi Batik Ciprat dengan media fesyen berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan pengrajin batik ciprat agar dapat memproduksi batik ciprat berbasis fesyen berkelanjutan. Metode: Mitra dari program ini adalah Rumah Harapan Mulya dengan 50 peserta yang tediri dari kaum muda dengan sosial ekonomi lemah, perempuan dan penyandang disabilitas. Metode yang dilakukan adalah melakukan pemaparan dan praktek tentang produksi batik ciprat berbasis fesyen berkelanjutan seperti kaos, gelas dan kipas. Hasil: Hasil program tersebut menunjukkan bahwa dengan kegiatan yang dilakukan, terdapat perubahan dari belum memiliki ketrampilan produksi batik ciprat dengan media fesyen berkelanjutan menjadi memahami dan memiliki ketrampilan produksi batik ciprat dengan media fesyen berkelanjutan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan ketrampilan pada mitra mengenai produksi batik ciprat berbasis fesyen berkelanjutan.
Peningkatan Keterampilan Warga Disabilitas: Peningkatan Kuantitas Batik Ciprat dengan Alat Pengering Gravitiani, Evi; Purnomo, Rochmat Aldy; Sulistyati, Apika Nurani; Hendrasuryawan, Brilyan; Sartika, Rebecca Cindy; Prananto, Adi; Rudianto, M
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Proses pengeringan batik ciprat masih mengandalkan sinar matahari yang tidak menentu dan belum didukung alat pemanas, sehingga produksi belum siap memenuhi pesanan dalam jumlah besar dengan tenggat waktu tertentu. Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya kuantitas penawaran batik ciprat Karangpatihan dengan cara meningkatkan keterampilan mitra dalam menggunakan alat pengeringan batik berbasis tenaga listrik. Metode: Program ini dilaksanakan selama bulan Maret hingga Desember 2025. Mitra dari program ini adalah Rumah Harapan Mulya, yang melibatkan 50 peserta terdiri dari kaum muda dengan latar belakang sosial ekonomi lemah, perempuan, dan penyandang disabilitas fisik. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sistematis melalui tahapan: (1) observasi dan wawancara awal; (2) sosialisasi program dan pengenalan alat pengering batik ciprat berbasis tenaga listrik; (3) pelatihan teknis dan praktik penggunaan alat; serta (4) monitoring dan evaluasi. Hasil: Hasil program menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam menggunakan alat pengering batik ciprat berbasis tenaga listrik. Berdasarkan hasil pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan, peningkatan keterampilan sebesar 72% dari kondisi awal, ditandai dengan kemampuan mengoperasikan alat secara mandiri. Selain itu, kapasitas produksi batik ciprat juga meningkat dari rata-rata 30 kain per minggu menjadi 50 kain per minggu, atau mengalami peningkatan sebesar 66,7%.
Peningkatan Ketrampilan Warga Disabilitas: Peningkatan Omzet Batik Ciprat dengan Pemasaran Digital Purnomo, Rochmat Aldy; Hartono, Sri; Gunawan, Ivan
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The sale of Batik Ciprat Karangpatihan still uses a simple marketing concept and batik craftsmen still rely on the efforts of the village government in collaborating and accepting orders directly from customers. Apart from that, batik administrators and craftsmen have only been taught the batik production process and do not yet have digital marketing skills using e-commerce platforms, so the turnover of ciprat Karangpatihan batik is still not optimal. This program aims to improve partners' skills regarding digital marketing based on e-commerce platforms as an effort to increase the turnover of Ciprat Karangpatihan batik. The partner of this program is Rumah Harapan Mulya with 50 participants consisting of young people with weak socioeconomic backgrounds, women and people with physical disabilities. The method used is to provide exposure and practice regarding digital marketing based on e-commerce platforms such as Shopee. The results of the program show that with the activities carried out, there has been a change from not having skills regarding digital marketing based on e-commerce platforms as an effort to increase the turnover of Karangpatihan splash batik to understanding and having skills regarding digital marketing based on e-commerce platforms as an effort to increase the turnover of Splash batik Karangpatihan. It can be concluded that there has been an increase in skills regarding digital marketing based on e-commerce platforms as an effort to increase the turnover of Ciprat Karangpatihan batik.
Masterplan Kawasan Wisata dan Edukasi Muhammadiyah Ponorogo berbasis Potensi Lokal untuk Pengembangan Perekonomian Hartono, Sri; Purnomo, Rochmat Aldy; Rachmadia, Rizki; Futaqi, Faruq Ahmad; Sumarsono, Hadi; Wijayanto, Heri; Sritrisniawati, Shella Elly
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.14709

Abstract

The Muhammadiyah Ponorogo Regional Leadership received 1.2 hectares of waqf land located in Plalangan Village, Jenangan, Ponorogo which can be used as a tourism business charity. Limited human resources are an obstacle in the arrangement and use of waqf land and more comprehensive spatial planning is needed involving all stakeholders. This program aims to increase the potential of waqf land to become a Muhammadiyah tourist village based on local potential for economic development. The partners of this program are elements of institutions under the authority of the Muhammadiyah Ponorogo Regional Leadership with 50 participants consisting of economic and business as well as tourism councils and elements of the community around Plalangan, Jenangan, Ponorogo. The method used was to present and create a master plan for the Muhammadiyah Ponorogo Tourism Village. The results of the program show that with the activities carried out, there has been a change from not having the potential of waqf land to become a Muhammadiyah tourist village based on local potential to understanding and having the potential of waqf land to becoming a Muhammadiyah tourist village based on local potential. It can be concluded that there has been an increase in skills among partners regarding the potential of waqf land to become a Muhammadiyah tourist village based on local potential.
Optimalisasi Kinerja Pengrajin Disabilitas melalui Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Proses Produksi Batik Ciprat Purnomo, Rochmat Aldy; Hartono, Sri; Sukamto, Filia Icha; Wardhani, Diana Pramudya; Ismail, Kamariah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20430

Abstract

Background: Produksi batik ciprat di Karangpatihan masih terkendala aspek K3. Pengrajin disabilitas rawan risiko kerja, hasil jauh di bawah permintaan. Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya kuantitas dan kualitas produksi batik ciprat Karangpatihan dengan cara meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra, khususnya pengrajin disabilitas, dalam menerapkan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proses produksi. Melalui pelatihan berbasis K3, diharapkan pengrajin dapat bekerja dengan lebih aman, nyaman, dan efisien, sehingga produktivitas meningkat dan kapasitas produksi mampu menjawab tingginya permintaan pasar. Metode: Program Pemberdayaan Kepada Masyarakat UMPO, UNTIDAR dan Universiti Teknologi Brunei (Maret–Desember 2025) bersama Rumah Harapan Mulya melatih 50 pengrajin batik disabilitas melalui observasi, sosialisasi, pelatihan K3, serta monitoring-evaluasi. Hasil: Program meningkatkan pemahaman K3: awalnya 78% belum paham, pasca pelatihan 90% mampu mengenali bahaya, gunakan APD, dan terapkan kerja aman. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan mitra dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan produksi batik ciprat, sebagai upaya strategis dalam meningkatkan produktivitas dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, terutama bagi pengrajin disabilitas di Karangpatihan.