Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

TRADISI BAU NYALE: KEARIFAN LOKAL YANG TETAP HIDUP DI ERA MODERN widi, Widiyanti; Saniah, Siti; Astuti, Dian; Wahyu Febrianti, Duwiq; Zahraini, Yuliana; ZM, Hamidsyukrie; Utomo, Jepri
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i4.9791

Abstract

ABSTRAK Tradisi bau nyale merupakan salah satu warisan budaya masyarakat suku sasak di Lombok Tengah yang memiliki nilai spiritual, sejarah, dan budaya yang mendalam. Tradisi ini dilakukan secara rutin setiap tahun dengan tujuan untuk menghormati legenda Putri Mandalika, simbol pengorbanan dan keberkahan. Dalam perkembangannya, bau nyale tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi atraksi wisata yang menarik perhatian ribuan pengunjung local maupun internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literature (studi pustaka) untuk menggambarkan dinamika keberlanjutan tradisi bau nyale di tengah arus modernisasi serta upaya menjaga keaslian dan maknanya agar tetap relevan di era modern. Data dikumpulkan melalui sumber pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, tesis, dan sumber terpercaya lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi bau nyale mengahdapi pergeseran makna dari yang sacral menjadi lebih profane dan konsumtif, upaya pelestarian melalui pendidikan dan promosi budaya mampu mempertahankan esensi nilai-nilai spiritual dan simbolik dari tradisi bau nyale. Selain itu, integrasi nilai-nilai lokal ke dalam pendidikan dan kegiatan budaya menjadi strategi penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi ini di era modern.
TRADISI NYELAMAK DI LAOK SEBAGAI REFLEKSI RASA SYUKUR DAN DOA KESELAMATAN NELAYAN DI DESA TANJUNG LUAR LOMBOK TIMUR Sri, Sri Wahyuni; Yanti, Febi; Ainushofa, Ilmi; Inggrid L, Grita; Adam Kamal , Alabani; ZM, Hamidsyukrie; Utomo, Jepri
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 1 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.9793

Abstract

ABSTRAK Artikel ini membahas tradisi Nyelamak Dilaok yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir di Desa Tanjung Luar, Kabupaten Lombok Timur, sebagai refleksi rasa syukur dan doa keselamatan bagi nelayan. Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya turun-temurun, tetapi juga memperlihatkan hubungan erat antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyelamak Dilaok memiliki makna religius, sosial, dan ekologis yang kuat. Nilai rasa syukur tercermin dalam persembahan sesajen dan pelarungan kepala kerbau ke laut, sementara doa keselamatan diwujudkan melalui ritual yang melibatkan seluruh komunitas. Tradisi ini juga memperkuat solidaritas sosial, gotong royong, serta pelestarian lingkungan laut. Di tengah arus modernisasi dan heterogenitas budaya di Tanjung Luar, Nyelamak Dilaok tetap dipertahankan sebagai identitas budaya lokal yang mencerminkan keharmonisan hidup manusia dengan alam.
NILAI SOSIAL DAN RELIGI PROSESI BISOQ MENIK (CUCI BERAS) DALAM TRADISI MAULID ADAT BAYAN hana, Hana Maulida Safitri; Maulida Afriani, Sukma; Kamalia, Ulfi; Sa’adah, Wardhatul; Nur Hafiz, Alfi; ZM, Hamidsyukrie; Utomo, Jepri
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 1 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.9796

Abstract

ABSTRAK Tradisi Bisoq Menik merupakan salah satu rangkaian dalam perayaan Maulid Adat Bayan di Desa Karang Bajo, Kabupaten Lombok Utara, yang mengandung nilai sosial dan religius yang tinggi. Prosesi mencuci beras oleh perempuan adat ini bukan sekadar ritual fisik, tetapi simbol kebersihan lahir dan batin serta bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur dan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengungkap makna di balik ritual tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bisoq Menik mencerminkan integrasi antara nilai spiritual, nilai sosial, dan kearifan lokal masyarakat Sasak. Tradisi ini memperkuat solidaritas, menjaga stabilitas sosial, serta menjadi sarana pewarisan nilai budaya melalui mekanisme kontrol sosial yang ketat. Didasarkan pada teori fungsionalisme struktural Emile Durkheim, prosesi ini berfungsi menjaga keteraturan sosial dan identitas kolektif masyarakat di tengah arus modernisasi.