Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pendidikan Dampak Napza terhadap Kesehatan dan Keberlangsungan Hidup Anak: Indonesia Syafruddin, Syafruddin; ZM, Hamidsyukrie; Aryati, Risma Ade
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i3.9471

Abstract

Pendidikan mengenai bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) sangat penting diberikan sejak dini karena penggunaan zat ini berdampak merugikan pada kesehatan fisik dan mental anak yang masih berkembang. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada remaja dan orang tua untuk meningkatkan kesadaran akan risiko NAPZA. Metode yang digunakan berupa penyuluhan langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan skor posttest mencapai 100% pada semua pertanyaan. Kesimpulannya, pendidikan pencegahan penyalahgunaan NAPZA efektif dalam menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup anak. Peran serta keluarga dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung anak agar terhindar dari pengaruh NAPZA.
Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Dalam Upaya Menjaga Lingkungan Sekolah di SMAN 1 Lembar Wulandari, Nala Oktavia; Chaerulummah, Nisa; Kusuma Hadi, Munzil; Anisa, Sulisti; Husnusshaliha, Baiq Ulfa; Azhari, Wisnu Andika; Haerlin, Haerlin; Mahendra, Dodi; Aryanti, Febry Prasetya; Kadarmayanti, Hesti; Zuhdi, Muhammad; ZM, Hamidsyukrie; Loka, I Nyoman; Asyhar, Mohammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v5i2.251

Abstract

Sampah menjadi salah satu permasalahan dalam kehidupan manusia sekarang ini. Kurangnya kepedulian masyarakat akan keadaan lingkungan hidup dan juga kurang memahami cara mengolah sampah yang baik dan benar. Melimpahnya sampah plastik di lingkungan sekolah menjadi persoalan yang serius sehingga harus cepat untuk di selesaikan dan mencari solusi akan hal tersebut. Kretivitas pemanafaatan barang bekas menjadi kerajinan tangan adalah solusi yang cukup baik untuk saat ini agar dapat mengubah sampah botol plastik minum menjadi barang yang lebih berguna kembali, bahkan bisa memiliki nilai jual serta dapat di kreasikan menjadi barang yang mempunyai nilai estetika.
Dampak Pola Asuh Pendidikan Keluarga Terhadap Perilaku Kekerasan Verbal Anak di Desa Sakra Artila Putri, Imelda; Suud, Suud; Wadi, Hairil; ZM, Hamidsyukrie
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4087

Abstract

Pola asuh merupakan cara orang tua mendidik, membimbing dan merawat anak yang memiliki dampak pada perkembangan anak. Oleh karena itu pola asuh memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pola asuh pendidikan keluarga terhadap perilaku kekerasan verbal anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berusia 7-21 tahun dari berbagai jenjang pendidikan. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua, kepala dusun, tetangga, teman yang mengenal baik anak, dan guru sosiologi.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman, antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh keluarga memiliki dampak pada psikologis dan sosial anak. Adapun pola asuh yang terdapat dalam penelitian ini yaitu pola asuh otoriter permisif, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif.  Dampak dari ketiga pola asuh tersebut seperti rasa kesal, marah, kebingungan, rendah diri dan rasa bebas sebagai dampak psikologis dan perilaku tidak konsisten, munculnya perilaku kekerasan verbal dan kesulitan menyesuaikan diri dengan aturan sebagai dampak sosial.
The Behaviour of Netiquette in the Virtual Communication Culture of Mataram University Students : (Netnographic Study in Facebook Group) Fachry, Muhammad; Faresta, Rangga Alif; Zm, Hamidsyukrie; Suud
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol. 6 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v6i1.391

Abstract

Indonesian netizens were named the most disrespectful netizens in Southeast Asia after the release of the Digital Civility Index (DCI) 2020 by Microsoft. Therefore, it is necessary to read and prepare formulations related to social media among the Indonesian people, especially the younger generation. This study aims to understand netiquette behavior in the virtual communication culture of Mataram University students. This research was conducted using the Netnography method in the Unram New Student Info Facebook group. This research uses a qualitative method. The total membership of the group is 33,700, representing a diverse community in terms of educational background and year of study. Data collection involved depth interviews, observation, documentation, and data triangulation. A sample of 2 informants and 4 subjects was selected for detailed analysis. The data was analyzed in three steps: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that, firstly, Mataram University netizens have understood netiquette by extrapolation even though they use other terms. Secondly, the attitude of Mataram University netizens tends to prioritize cognitive aspects in responding to all information on social media. Thirdly, in general, netizens from Mataram University have implemented netiquette well; however, when discussing campus politics or policies perceived as unfavorable to students, their responses tend to be varied and often do not prioritize netiquette.
The Impact of The Idea of Rangga (Masculinity) Towards Domestic Violence in The Maja Labo Dahu Culture: Study of Sociology and Social Sciences Education ZM, Hamidsyukrie; Syafruddin, Syafruddin; Handayani, Nurlaili
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 14 No. 2 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i2.3604

Abstract

The purpose of the study was to describe the relationship between the idea of Rangga (masculinity) in the Maja Labo Dahu culture of the Bima people based on sociological studies and social education. The approach used in the research is a qualitative approach with ethnographic methods. Data were collected through observation, interviews, and documents. The results showed that several religious doctrines are directly related to preserving the idea of male dominance over women, which in turn allows the formation of a discourse of violence in the Bima Maja Labo Dahu cultural community. The doctrines are related to (1) the meaning of the origin of the creation of women from men and for men; (2) the meaning of Adam's expulsion from heaven caused by women; (3) the meaning of Rangga for men in gender roles as a figure who protects and dominates women; and (4) the meaning of wife beating as something legitimized by community culture. This understanding and meaning tend to position men as a figure who bears the idea of Rangga, masculine, male, which is then legitimized as a protector and dominator of women. Women are controlled, subordinated, and used as property. So that the impact of Rangga's thinking on Maja Labo Dahu Culture not only resulted in women becoming victims of domestic violence but also women were not given ample space to contribute to improving community growth and economy.
Internalisasi Keterampilan Sosial Abad 21 Berbasis Nilai Multikultural dalam Mencegah Bullying di Kota Mataram: Studi Kualitatif dengan Pendekatan Naturalistik ZM, Hamidsyukrie; Ilyas, Muhammad; Wahidah, Ananda; Aryati, Risma Ade; Susmawati, Susmawati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6944

Abstract

Pada abad ke-21, berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk lingkungan sekolah, menghadapi tantangan seperti bullying. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi dan bentuk keterampilan abad ke-21 berbasis nilai-nilai multikultural dalam mencegah bullying di sekolah. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naturalistik digunakan, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi keterampilan abad ke-21 berbasis multikultural dilakukan melalui kolaborasi dalam pembelajaran, pembentukan kelompok heterogen untuk menanamkan toleransi, serta penanaman sikap saling menghargai dalam komunikasi. Keterampilan abad ke-21 seperti critical thinking dikembangkan melalui proyek dan pemecahan masalah, creativity difasilitasi dengan kesempatan yang setara dalam berprestasi, collaboration diperkuat melalui kerja kelompok, dan communication ditumbuhkan dengan memberikan ruang bagi siswa menyampaikan pendapat. Internalizasi keterampilan ini meningkatkan toleransi dan empati, yang berkontribusi dalam meminimalisir bullying di sekolah.
Perempuan Pekerja Industri Tahu Tempe di Desa Sikur Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Yusni, Wahyudi; ZM, Hamidsyukrie; Masyhuri, Masyhuri; Syafruddin, Syafruddin
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i1.2535

Abstract

The objectives of the study are: (1) The employment status of women workers in the tofu tempe industry, (2) The workload faced by women workers in the tofu tempe industry, (3) The benefits of the tofu tempe industry for women workers both for themselves and the family economy. This research uses a qualitative approach of the case study method. The types of data in this research are primary data and secondary data. The data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Data analysis is qualitative with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study found that: (1) The employment status of women workers in the tofu and tempeh industry is casual workers and hired workers. (2) The workload of women workers in the tofu tempeh industry is productive and reproductive. (3) The benefits of the tempeh tofu industry for women's work both for themselves and the family economy are increasing husband's income and family income, daily family shopping needs, children's school fees, saved for other important family needs.
PENERAPAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL GUNA MENCEGAH PRAKTEK BULLYING PADA SISWA DI SMA MATARAM Wahidah, Ananda; ZM, Hamidsyukrie; Syafruddin; Ilyas, Muhammad; Malik, Imam; Amalia, Syifa Miftahul
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1367

Abstract

Bullying is a problematic case in the school environment, and usually this bullying action is carried out by peers, which involves physical and psychological violence. This action occurs because of the urge to achieve and maintain a high social status among peers. The impact of bullying can range from physical to psychological disorders. There are several policies related to anti-bullying, but this cannot minimize the cases that have occurred. Apart from policies, preventive efforts also need to be carried out and implemented to prevent bullying behavior, one of which is through instilling multicultural values ​​in high school students in Mataram City. Therefore, we initiated this empowerment activity through the socialization of multicultural values ​​as a form of preventive effort to minimize bullying among students in high schools. This service activity is carried out through socialization with direct discussions starting with material presentations, questions and answers, discussions and evaluations. The results of the questionnaire before the service was carried out showed that only 31.8% of students in Mataram City high schools knew about bullying, while 68.2% of students did not know the forms of bullying. Regarding understanding of multiculturalism, the percentage of high school students in Mataram City who know about it is only 50.1%, while the remaining 49.9% do not know about multiculturalism. Apart from that, 100% of students at Mataram City High School have never participated in socialization on multicultural values, and as many as 59.1% of students have never participated in socialization related to bullying, while 40.9% of students have participated in socialization regarding bullying prevention. After community service and outreach, students' understanding increased, especially regarding bullying and multiculturalism, apart from that, 83.3% of students already knew and understood the impact of bullying and were very ready to implement multicultural attitudes and values ​​to prevent bullying in the school environment.
URGENSI PENDIDIKAN BERKUALITAS BAGI PEKERJA ANAK Suryanti, Ni Made Novi; ZM, Hamidsyukrie; Wadi, Hairil; Nursaptini, Nursaptini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.18308

Abstract

ABSTRAKAnak memiliki peran strategis penentu masa depan bangsa. Anak harus di lindungi segala kepentingannya, baik fisik, psikis dan intelektualnya serta hak-hak lainnya beserta harkat dan martabatnya. Namun bagi pekerja anak hak-haknya kurang sempurna didapatkan, di mana prestasi anak lemah, kemudian kecakapan sosial dan kepribadiannya kurang bisa dikembangkan. Padahal pendidikan sesungguhnya bertujuan membentuk manusia cerdas intelektualnya, serta mampu mengembangkan spiritualnya. Berkaitan dengan hal tersebut urgensi pendidikan berkualitas bagi pekerja anak sangat penting untuk dilakukan.  Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat yang memberikan penjelasan dan pemahaman pentingnya pendidikan berkualitas bagi pekerja anak.  Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan diantaranya: persiapan dilakukan dengan koordinasi kepada mitra pengabdian pada masyarakat. Selanjutnya pelaksanaan yang berisi pelatihan terkait penjelasan tentang konsep pendidikan secara umum, penjelasan pentingnya pendidikan berkualitas bagi pekerja anak kemudian  sesi interaktif. Selanjutnya evaluasi dan pelaporan. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat bahwa peserta mendapatkan pemahaman yang kompleks tentang urgensi pendidikan berkualitas bagi pekerja anak dengan mengenal pekerja anak, identifikasi permasalahan belajar pekerja anak, serta langkah yang dapat dilakukan dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi pekerja anak. Kata kunci: urgensi; pendidikan berkualitas; pekerja anak ABSTRACTChildren have a strategic role in determining the future of the nation. Children must have all their interests protected, both physical, psychological and intellectual, as well as other rights along with their honor and dignity. However, for child workers, their rights are less than perfect, where children's performance is weak, their social skills and personality cannot be developed. In fact, education actually aims to form people who are intellectually intelligent and able to develop spiritually. In this regard, the urgency of quality education for child workers is very important. The techniques used in this activity include several stages including: preparation is carried out in coordination with community service partners. Next, the implementation contained training related to an explanation of general education concepts, an explanation of the importance of quality education for child workers and then an interactive session. Next is evaluation and reporting. The results of community service activities show that participants gain a complex understanding of the urgency of quality education for child workers by getting to know child workers, identifying learning problems for child workers, as well as steps that can be taken to provide quality education for child workers. Keywords: urgency; quality education; child labor
MAKNA DAN FILOSOFI PERTUNJUKAN TRADISI PERESEAN PADA MASYARAKAT SASAK LOMBOK Husnul Khotimah; Abdad, Wajdi; Firman Agil, Wahyu; Aagin Artama Musa, Lalu; Juliana; ZM, Hamidsyukrie; Utomo, Jepri
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 1 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.9770

Abstract

Artikel ini meneliti makna dan filosofi tradisi Peresean, sebuah seni pertunjukan tradisional Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peresean, yang dulunya merupakan ungkapan emosional para raja setelah peperangan, kini menjadi ajang adu ketangkasan dan keberanian menggunakan tongkat rotan dan perisai. Penelitian kualitatif ini, dilakukan di Desa Merembu, Lombok Barat, menggunakan metode wawancara dan dokumentasi untuk menggali makna Peresean dari perspektif masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peresean memiliki nilai-nilai luhur seperti keberanian, sportivitas, dan persaudaraan, meskipun mengandung unsur kekerasan. Perubahan zaman telah mempengaruhi praktik Peresean, dari ritual memanggil hujan menjadi pertunjukan komersial. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman makna dan filosofi Peresean untuk pelestariannya.