Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning dan Pengaruhnya terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Motivasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Syamsuddin, Agustan; Idawati, Idawati; Muzaini, Muhammad; Sirajuddin, Sirajuddin
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i3.1648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan media audio-visual siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sekolah dasar yang berjumlah 45 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan angket untuk mengetahui motivasi belajar matematika siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Hasil analisis data statistik deskripstif menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika kelas eksperimen adalah 88,26 dan untuk kelas kontrol adalah 72,38 dengan skor N-Gain masing-masing sebesar 0,80 dan 0,55 dimana peningkatannya berada pada kategori tinggi dan sedang. Sementara skor rata-rata motivasi belajar matematika untuk kelas eksperimen adalah 83,44 dan untuk kelas kontrol adalah 75,51 dengan skor N-Gain masing-masing 0,77 dan 0,53 dimana masing-masing berada pada kategori tingi dan sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang berada pada kategori tinggi. Sementara untuk peningkatan motivasi belajar matematika siswa dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berada pada kategori tinggi pula dibandingkan penerapan pembelajaran konvensional yang berada pada kategori sedang. Dengan demikian, terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar matematika dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Sementara untuk pembelajaran konvensional, baik kemampuan pemecahan masalah matematika maupun motivasi belajar matematika siswa peningkatannya berada pada kategori sedang.
PENGEMBANGAN MEDIA BELAJAR INTERAKTIF BERBASIS FLIPPED CLASSROOM DENGAN DUKUNGAN SOFTWARE SWISH MAX4 Muliati, Muliati; Rosdiana, Rosdiana; Arifanti, Dwi Risky; Muzaini, Muhammad
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2023): September-December 2023
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v3i3.2607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji validitas, kepraktisan, dan efektivitas media pembelajaran interaktif berbasis model flipped classroom dengan dukungan software Swish Max4. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Belopa dengan subjek penelitian siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data mencakup lembar validasi dari ahli materi dan media, angket kepraktisan untuk guru dan siswa, serta lembar soal pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas produk dalam proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil validasi menunjukkan bahwa skor validasi materi mencapai persentase 92,5% dengan kategori "sangat valid," sementara validasi media/desain memperoleh persentase 79,37% yang termasuk kategori "valid." Dari aspek kepraktisan, guru memberikan skor sebesar 83,33% dengan kategori "sangat praktis," sedangkan siswa memberikan skor sebesar 78,23% dengan kategori "praktis." Analisis pretest dan posttest menunjukkan rata-rata nilai N-gain sebesar 61,93% dengan kategori "sedang." Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis flipped classroom yang didukung software Swish Max4 telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran. Kontribusi penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis flipped classroom yang valid, praktis, dan efektif dengan dukungan software Swish Max4. Media ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan metode yang lebih inovatif dan mendukung pemahaman siswa secara optimal.
The Role of Student Team Heroic Leadership Strategy: Mathematical Communication of Middle-School Students Muzaini, Muhammad; Rahayuningsih, Sri; Sirajuddin, Sirajuddin; Ikram, Muhammad; Hasby, Muhammad
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2023): Inovasi Teknologi, Psikologi Belajar, dan Adaptasi Pembelajaran Matematika di E
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v6i1.2166

Abstract

The Role of Student Team Heroic Leadership Strategy: Mathematical Communication of Middle-School Students. Objectives: In this article, we focus on how to improve students’ mathematical communication in building effective group discussions using the student team's heroic leadership strategy. Methods: This type of research is Classroom Action Research, which was held in 2 cycles. The research subjects were 16 seventh-grade students (six boys and ten girls). Findings: The findings indicated that by implementing the Student Team Heroic Leadership learning strategy, students’ mathematical communication improved significantly. This finding is confirmed by the increase in the average score on students’ communication tests from 76% in cycle I to 96% in cycle II. The completeness criteria of the students’ mathematical communication exam results also progressed from the first to the second cycle. Other data indicate that students concealed information they did not comprehend during the learning process, making it harder for the teacher to assess their comprehension of the mathematical concepts provided. Conclusion: The study’s findings indicate that after using the Student Team Heroic Leadership learning strategy, students’ mathematics communication skills improved dramatically. As suggested, additional research should be able to examine ways to boost students’ self-confidence, particularly while displaying confusion when doing mathematical tasks provided by the teacher.
Critical Thinking Skills of Slow Learners in Mathematical Problem-Solving: A Systematic Literature Review Sulfiati; Akib, Irwan; Muzaini, Muhammad
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 4 No. 2 (2025): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v4i2.412

Abstract

Although much research has highlighted slow learners' difficulties in learning mathematics, most studies have focused only on the final learning outcomes without delving into the thinking processes during problem-solving. The lack of research on the cognitive steps slow learners take to develop critical thinking skills creates a gap in the literature that needs to be filled. The article examines the connection between the "critical thinking ability of slow learner students" and "solving mathematical problems." We recommend using the PRISMA flowchart article selection steps for systematic literature reviews. This systematic literature review investigates the critical thinking skills of slow learners in mathematical problem-solving. We screened 756 studies using the PRISMA framework, which yielded 8 relevant articles. Findings identify four main categories of errors (conceptual, principled, algorithmic, and computational) commonly encountered by slow learners, emphasising the necessity of tailored teaching methods and technological interventions. Clinical teaching is crucial for guiding slow learners through their educational journey. Recommendations include employing open-ended tasks and integrating real-world problems to develop critical thinking skills effectively. The study offers valuable insights for educators and curriculum developers aiming to enhance inclusive mathematics education.
PROFIL PENALARAN KUANTITATIF DAN KEMAMPUAN GENERALISASI SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN SENILAI Muzaini, Muhammad
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2020): Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v5i1.270

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk untuk mendeskripsikan penalaran kuantitatif dan kemampuan menggeneralisasi siswa. Penelitian ini melibatkan 125 siswa kelas VIII SMP. salah satunya dengan keterampilan sedang dipilih sebagai subjek utama. Data dikumpulkan melalui tes, tugas, dan wawancara berbasis tugas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa generalisasi yang dibangun oleh subjek diawali dengan membentuk hubungan antara dua atau lebih kuantitas dengan membangun rasio dari kuantitas yang muncul yang menghubungkan dua kuantitas awal, mengulangi tindakan untuk menemukan elemen kesamaan dan kemudian mengembangkan pola atau relasi ke dalam bentuk struktur yang lebih umum. Sehingga Penalaran kuantitatif yang dimiliki subjek sangat mempengaruhi generalisasi yang dilakukan. Hasil penelitian ini penting sebagai bahan masukan bagi guru, untuk mengembangkan generalisasi yang kuat secara umum, maka siswa harus membangun rasio dari kuantitas yang muncul dengan menghubungkan antar kuantitas. Sehingga dapat mendukung kemampuan siswa untuk melakukan generalisasi dengan benar.
PENGARUH PENDEKATAN ELPSA (EXPERIENCES, LANGUAGE, PICTURES, SYMBOLS, AND APPLICATION) TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII Nursakiah, Nursakiah; Ramdani, Rezki; Firdaus, Andi Mulawakkan; Muzaini, Muhammad
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2020): Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v5i2.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan ELPSA (Experiences, Language, Pictures, Symbols, and Application) terhadap pembelajaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian ini adalah One-Grup Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Makassar tahun ajaran 2019/2020 dan selanjutnya dipilih satu kelas sebagai sampel penelitian yang diberikan perlakuan dengan menggunakan pendekatan ELPSA dengan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan kemampuan matematika setelah diterapkan pendekatan pembelajaran ELPSA; (2) skor kemampuan matematika setelah diterapkan pendekatan pembelajaran ELPSA memenuhi kriteria ketuntasan yaitu lebih dari 80; dan (3) ketuntasan kemampuan matematika siswa setelah diterapkan pendekatan pembelajaran ELPSA tuntas secara klasikal yaitu mencapai 97%. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ELPSA (Experiences, Language, Pictures, Symbols, and Application) berpengaruh terhadap kemampuan matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Makassar.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR SISWA SMP Amien, Nur Khofifah; Arsyad, Nurdin; Ma’rup, Ma’rup; Muzaini, Muhammad
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2022): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v7i1.1805

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 23 Sinjai yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa yang berkemampuan awal tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar pada siswa kelas VII SMP Negeri 23 Sinjai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan awal, tes kemampuan berpikir kreatif dan wawancara. Indikator berpikir kreatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Subjek penelitian terdiri dari 1 siswa yang berkemampuan awal tinggi, 1 siswa yang berkemampuan awal sedang, dan 1 siswa yang berkemampuan awal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Subjek yang berkemampuan awal tinggi hanya mampu memenuhi 2 indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan dan fleksibilitas, serta tidak mampu memenuhi indikator kebaruan. (2) Subjek yang berkemampuan awal sedang hanya mampu memenuhi 2 indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan dan fleksibilitas, serta tidak mampu memenuhi indikator kebaruan. (3) Subjek yang berkemampuan awal rendah tidak mampu memenuhi semua indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan.
PENGARUH PENDEKATAN ELPSA (EXPERIENCES, LANGUAGE, PICTURES, SYMBOLS, AND APPLICATION) TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII Firdaus, Andi Mulawakkan; Nursakiah, Nursakiah; Ramdani, Rezki; Muzaini, Muhammad
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2020): Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v5i2.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan ELPSA (Experiences, Language, Pictures, Symbols, and Application) terhadap pembelajaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian ini adalah One-Grup Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Makassar tahun ajaran 2019/2020 dan selanjutnya dipilih satu kelas sebagai sampel penelitian yang diberikan perlakuan dengan menggunakan pendekatan ELPSA dengan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan kemampuan matematika setelah diterapkan pendekatan pembelajaran ELPSA; (2) skor kemampuan matematika setelah diterapkan pendekatan pembelajaran ELPSA memenuhi kriteria ketuntasan yaitu lebih dari 80; dan (3) ketuntasan kemampuan matematika siswa setelah diterapkan pendekatan pembelajaran ELPSA tuntas secara klasikal yaitu mencapai 97%. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ELPSA (Experiences, Language, Pictures, Symbols, and Application) berpengaruh terhadap kemampuan matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Makassar.
Implikasi Model Problem Based Learning Berbantuan Media Phet Simulations terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa Ilham, Muh.; Husniati, Andi; Muzaini, Muhammad
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2041

Abstract

Salah satu inovasi yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah melalui penerapan model Problem Based Learning berbantuan PhET Simulations. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media PhET Simulations terhadap aktivitas dan hasil belajar matematika siswa. Metode dengan pendekatan quasi-eksperimen digunakan untuk menjawab rumusan permasalahan dengan sampel siswa kelas kelas IV di UPTD SDN 29 Marana. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Selanjutnya, kami melakukan analisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis data statistik deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata aktivitas belajar matematika untuk kelas eksperimen adalah 85,69 dan untuk kelas kontrol adalah 46,35, skor rata-rata hasil belajar siswa untuk kelas eksperimen 86,79 dan untuk kelas kontrol 46,35. Sedangkan hasil analisis data statistik inferensial menunjukkan bahwa nilai sig. pada aktivitas belajar siswa adalah 0,000 < 0,05 dengan nilai t-hitung > t-tabel yaitu 76,016 > 1,667. Nilai sig. pada hasil belajar siswa adalah 0,000 < 0,05 dengan nilai t-hitung 18,390 > 1,667. Uji manova menunjukkan nilai sig. 0,000 < 0,05. Artinya bahwa ada pengaruh penerapan model Problem Based Learning berbantuan media PhET Simulations terhadap aktivitas dan hasil belajar matematika siswa.
Analysis of Students' Conceptual Understanding of Logarithm Application Problems Based on Self-Efficacy Muzaini, Muhammad; Nasrun, Nasrun
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 1 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/0nwhhc11

Abstract

Understanding the concept of logarithms is an essential perspective of self-efficacy gaps, as it influences students' problem-solving confidence and willingness to learn. This research utilizes a descriptive-qualitative approach to describe the differences in understanding mathematical concepts as viewed through students' self-efficacy. The research strategy employs a case study approach, where the observed phenomenon is the understanding of mathematical concepts. The research subjects consist of third-grade middle school students selected based on self-efficacy instrument results, focusing on students with high and moderate levels of self-efficacy. Data collection involves self-efficacy questionnaires, tasks on understanding mathematical concepts, interviews, and documentation. Data analysis follows the approach described by Miles et al. (2018), including data reduction, data presentation, and data verification to conclude. Research findings indicate that students who have a high level of self-efficacy are generally more adept at restating ideas, categorizing objects in difficulties, expressing ideas mathematically, and selecting the best course of action to solve issues. Furthermore, the implication suggests that fostering students' self-efficacy is crucial for enhancing their learning experience in mathematics, particularly in topics like logarithms and their applications. By recognizing the significant influence of self-efficacy on mathematical learning, educators can tailor teaching strategies to boost students' confidence and problem-solving abilities in these areas. Additionally, monitoring students' self-efficacy growth over time enables educators to adapt instructional methods effectively, ensuring that students are adequately supported in their mathematical journey. Ultimately, prioritizing the development of students' self-efficacy contributes to creating a more conducive learning environment where students feel empowered and motivated to engage with mathematical concepts and challenges. Memahami konsep logaritma merupakan perspektif penting dari kesenjangan efikasi diri, karena mempengaruhi kepercayaan diri siswa dalam memecahkan masalah dan kemauan untuk belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep matematika dilihat melalui self-eficacy siswa. Strategi penelitian menggunakan pendekatan studi kasus, dimana fenomena yang diamati adalah pemahaman konsep matematika. Subyek penelitian terdiri dari siswa kelas III SMP yang dipilih berdasarkan hasil instrumen self efikasi, dengan fokus pada siswa yang memiliki tingkat efikasi diri tinggi dan sedang. Pengumpulan data meliputi angket efikasi diri, tugas pemahaman konsep matematika, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti pendekatan yang dijelaskan oleh Miles et al. (2018), meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data untuk menyimpulkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi umumnya lebih mahir dalam menyatakan kembali ide, mengkategorikan objek yang mengalami kesulitan, mengungkapkan ide secara matematis, dan memilih tindakan terbaik untuk memecahkan masalah. Hal ini menunjukkan bagaimana pembelajaran tentang logaritma dan menyelesaikan masalah penerapan logaritma dipengaruhi secara signifikan oleh efikasi diri siswa. Kesimpulan penelitian ini menyiratkan bahwa efikasi diri penting untuk proses pembelajaran matematika. Oleh karena itu, melacak pertumbuhan efikasi diri siswa dan menyesuaikannya dengan pendekatan pengajaran yang dipilih sangatlah penting.