Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : conference proceeding on waste treatment technology

Pengolahan Limbah Cair Logam Berat Pb (II) Menggunakan Kombinasi Metode Elektrokoagulasi - Adsorpsi dengan Karbon Aktif Biji Alpukat Rizka Lutfita Hanastasia; Adhi Setiawan; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan logam berat Pb(II) dalam air dapat menimbulkan risiko yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup apabila melebihi nilai baku mutu. Logam berat Pb(II) bersifat biomagnifikasi, yaitu dapat terakumulasi dan tinggal di jaringan tubuh organisme dalam jangka waktu lama. Proses Elektrokoagulasi – Adsorpsi dapat dijadikan salah satu metode alternatif untuk mengatasi penurunan keberadaan logam berat Pb. Metode elektrokoagulasi didasarkan pada proses elektrokimia. Elektroda yang digunakan berupa aluminium dengan reaktor uji berukuran 20 x 20 x 15 cm pada variasi tegangan sebesar 10, 20, dan 30 volt dengan waktu kontak selama 30 menit. Limbah hasil elektrokoagulasi dilakukan treatment dengan metode adsorpsi. Adsorpsi bertujuan untuk membantu penurunan efisiensi removal logam berat Pb(II) dengan menggunakan karbonasi dari biji alpukat dengan variasi waktu adsorpsi 15 menit, 30 menit, dan 45 menit dengan massa 0,75, dan 1, gram. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada saat proses elektrokoagulasi semakin tinggi nilai tegangan maka semakin baik nilai efisiensi removal, dan semakin meningkat massa dan waktu adsorpsi semakin tinggi efisiensi removal logam berat Pb(II). Pada tegangan 30 volt menghasilkan nilai efisiensi removal 90,18 %, Pada treatment menggunakan metode adsorpsi biji alpukat pada waktu adsopsi 45 menit dengan massa adsorben 1 gram menghasilkan nilai efisiensi removal 95,87%.
Proses Fotokatalitik Kandungan Zat Warna Metilen Biru pada Air Limbah Artifisial menggunakan Bentonit Terimpregnasi N-TiO2 Vira Fadilah Qur’ani; Adhi Setiawan; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat warna metilen biru dalam air limbah menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan karena bersifattoksik dan karsinogenik. Metode fotokatalisis merupakan bagian dari Advanced Oxidation Process (AOP).Doping nitrogen pada TiO2 menghasilkan katalis N-TiO2, sehingga proses fotokatalisis dapat dilakukanpada cahaya tampak. Pengimpregnasian N-TiO2 dengan bentonit teraktivasi dilakukan untuk meningkatkankemampuan metode fotokatalisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas N-TiO2/bentonitteraktivasi dengan konsentrasi komposit sebesar 0,02 gram/100 mL metilen biru 25 ppm. Prosesfotokatalisis-adsorpsi dilakukan secara batch pada rasio mol N:Ti (1:1 dan 3:1), waktu iradiasi (15-120menit) dan sumber foton (dengan iradiasi dan tanpa iradiasi). Penyisihan metilen biru paling optimumdidapatkan pada proses fotokatalitik selama 120 menit. N-TiO2/bentonit teraktivasi rasio N:Ti 1:1 mampumereduksi kandungan metilen biru dengan efektivitas sebesar 97,977% (dengan iradiasi) dan 77,589%(tanpa iradiasi). N-TiO2/bentonit teraktivasi rasio N:Ti 3:1 mampu mereduksi kandungan metilen birudengan efektivitas sebesar 77,74% (dengan iradiasi) dan 81,134% (tanpa iradiasi). Kinetika reaksi denganiradiasi cenderung berlangsung pada orde nol.
Pembuatan dan Karakterisasi Karbon Aktif Batang Tembakau (Nicotiana spp L) Sebagai Adsorben Dyah Ayu Purbaningrum; Ahmad Erlan Afiuddin; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batang tembakau yang merupakan limbah dari tumbuhan tembakau yang saat ini belum termanfaatkan dengan baik, karena hanya dimanfaatkan daunnya sebagai bahan baku pembuatan rokok, dan batangnya hanya dibakar begitu saja. Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan proses pengeringan, karbonisasi dan dilanjutkan denganproses aktivasi dengan H2SO4 3M. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensintesis dan karakterisasi karbon aktif sesuai dengan SNI 06-3730-1995. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif yang telah di aktivasi H2SO4 3M menghasilkan karbon aktif yang telah memenuhi standar baku mutu karbon aktif teknis sesuai SNI06-3730-1995 dan dengan pengujian FTIR, SEM-EDX dan BET. Karbon aktif yang diperoleh dalam penelitian ini memiliki kadar air sebesar 10%, kadar zat yang mudah menguap 20%, kadar abu sebesar 9,6%, kadar karbon terikat 70,4%, dan daya serap terhadap I2 sebesar 1230,93 mg/g. Hasil analisis dengan spektrofotometer FTIR menunjukkan bahwa karbon aktif dari batang tembakau mempunyai gugus fungsi C-H alkena, C-H Aromatik,Gugus karboksil C=O, dan gugus hidroksil O-H. Hasil analisis SEM-EDX terdapat pori-pori yang terbuka padakarbon aktif dari batang tembakau mengandung kandungan yang mendominasi yaitu C dan O denganpersentase 38,07% dan 35,8%. Hasil analisis menggunakan BET didapatkan luas permukaan spesifik dari karbon aktif adalah 238,035 m2/g.
Penyisihan Fosfat dengan Metode Kombinasi Elektrokoagulasi dan Fotokatalis Menggunakan Komposit Kaolin-TiO2 Lintang Indra Liuqil Mahfudz; Adhi Setiawan; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fosfat merupakan sumber daya alam yang jumlahnya terbatas dan memiliki peran penting bagi kehidupan. Fosfat yang terlalu banyak dapat menyebabkan ekosistem perairan menjadi buruk seperti eutrofikasi. Alternatif pengolahan limbah fosfat salah satunya menggunakan kombinasi proses elektrokoagulasi dan fotokatalis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu pada elektrokoagulasi dan waktu penyinaran sinar UV-C untuk menyisihkan fosfat. Bahan kaolin teknis dilakukan aktivasi menggunakan HCl. Penyisihan fosfat ini dilakukan dengan variasi waktu 90, 120, 180 menit dengan tegangan 10 V Limbah fosfat ini disinari sinar UV-C dengan variasi waktu 10, 20, 30 dan 40 menit dengan dosis komposit 120 mg/l. Penyisihan fosfat dianalisis dengan menggunakan spektrofotometri UV-C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses elektrokoagulasi menyisihkan fosfat paling baik yaitu pada waktu 180 menit sebesar 84,01%. Proses fotokatalis dapat menyisihkan fosfat yang optimum pada waktu 40 menit sebesar 60,84%.
Analisis Dampak Lingkungan dari Proses Pengolahan Lumpur Tinja di IPLT Supit Urang Kota Malang dengan Metode Life Cycle Assesment Amalia Fitria Noor; Ahmad Erlan Afiuddin; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi pengolahan lumpur tinja adalah merupakan hal penting dari sistem penyediaan sarana dan prasarana sanitasi air limbah. Proses pengolahan air limbah IPLT dapat menimbulkan dampak lingkungan, setelah dilakukan analisa LCA pada IPLT Supit Urang ditemukan bahwa IPLT menimbulkan emisi ke air dan emisi ke udara. Dampak terbesar yang muncul pada IPLT Supit Urang disebabkan oleh CH4, dimana CH4 paling banyak di produksi pada unit Solid Separation Chamber. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak lingkungan dari proses pengolahan air limbah IPLT Spit Urang Kota Malang. Life Cycle Assesment (LCA) pada penelitian kali ini menggunakan aplikasi SimaPro dengan metode Impact 2002+ dan memilih pendekatan gate to gate. Hasil analisis LCA menunjukkan bahwa dampak Climate Change menyumbang 4,670 Pt, Ecosystem Quality 0,008 Pt, dan Human Health 0,011 Pt. Climate change merupakan penyumbang dampak terbesar yang disebabkan CH4
Pola Sebaran Emisi SO2, NO2, dan Partikulat dari Cerobong Batu Bara Industri Kecap Menggunakan Software Screen View Ananda Augista Firstanti; Ahmad Erlan Afiuddin; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks kualitas udara Pasuruan pada tanggal 12 Februari 2021 berada di angka 83 yang termasuk dalam kategori paling tinggi di Indonesia. Industri kecap merupakan salah satu penyumbang pencemaran udara yang ada di Kabupaten Pasuruan. Beberapa parameter emisi dominan dari industri kecap yang menggunakan ketel uap berbahan bakar batu bara yaitu SO2, NO2, dan partikulat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sebaran SO2, NO2 dan partikulat menggunakan software screen view. Hasil software screen view menunjukkan nilai konsentrasi maksimum SO2, NO2, dan partikulat saat musim hujan berada pada jarak 315 meter dari sumber pencemar (cerobong) dengan nilai konsentrasi sebesar 2076 µg/m3 , 2614 µg/m3, dan 525,2 µg/m3. Konsentrasi maksimum SO2, NO2 dan partikulatsaat musim kemarau berada pada jarak 321 meter dari sumber pencemar (cerobong) dengan nilai konsentrasi sebesar149,6 µg/m3, 2543 µg/m3, dan 543,9 µg/m3.
Pengaruh Jenis Tawas terhadap pH dan Kadar TSS Air Limbah Industri Kimia Siti Muthi’ah; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah industri kimia diolah menggunakan proses koagulasi dengan konsumsi koagulan tawas mencapai 175,2 kg/jam. Tawas umumnya dibuat dengan bahan baku bauksit yang termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Alternatif pengganti bauksit yaitu limbah yang memiliki kandungan aluminium misalnya plastik multilayer. Aluminium dalam plastik multilayer dapat didaur ulang melalui metode ekstraksi green solvent menggunakan asam laktat dan DES (choline chloride – asam laktat, rasio molar 1:9) dan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pembuatan tawas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa tawas berbahan baku aluminium hasil recovery dari multilayer menggunakan asam laktat dan DES dalam menyisihkan pH dan kadarTSS air limbah industri kimia, kemudian membandingkannya dengan tawas komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa tawas multilayer-asam laktat dalam menurunkan kadar pencemar air limbah industri kimia lebih baik daripada tawas multilayer-DES dan tawas komersial. Efisiensi penyisihan TSS yaitu98,22% pada tawas multilayer-asam laktat, 97,61% pada tawas multilayer-DES, dan 94,76% pada tawas komersial. Perubahan pH air limbah teramati pada semua jenis tawas, dari pH awal 3 menjadi 7.
Efektivitas Biokoagulan Kitosan Limbah Udang (Litopenaeus Vannamei) terhadap Penurunan Kadar COD, TSS, Fosfat, MBAS pada Limbah Laundry Nida Aulia Miftah; Adhi Setiawan; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak negatif yang dihasilkan dari limbah laundry dapat menyebabkan pencemaran badan air apabila tidak diolah dengan baik. Pencemaran badan air yang disebabkan dari hasil pencucian baju mengandung COD, TSS, fosfat, MBAS yang menyebabkan terjadinya eutrofikasi. Hasil pengujian air limbah laundry dari salah satu usaha di daerah Gebang, Surabaya diperoleh data kandungan COD sebesar 1.850 mg/L, TSS sebesar 244 mg/L, fosfat sebesar 0,54 mg/L, MBAS sebesar 0,96 mg/L. Salah satu metode alternatif penyisihan COD, TSS, fosfat, MBAS yaitu metode koagulasi menggunakan kitosan limbah udang karena murah dan mudah didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kitosan limbah udang dalam menurunkan kadar COD, TSS, fosfat, dan MBAS pada limbah laundry. Variasi dosis yang digunakan pada penelitian ini yaitu 300 mg/L dan 400 mg/L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kitosan limbah udang pada konsentrasi COD menghasilkan nilai optimum pada dosis 300 mg/L dengan efisiensi penyusutan sebesar -0,73%. Konsentrasi TSS, fosfat, MBAS menghasilkan nilai optimum pada dosis 400 mg/L dengan efisiensi penyusutan masing-masing sebesar 85,66%, -307,41%, - 394,79%.
Metode Analytical Hierarchy Process Sebagai Penentuan Mekanisme Pengelolaan Limbah Masker Di Kecamatan Rungkut An'nisa Kurniawati; Ayu Nindyapuspa; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan masker di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 159.214.791 masker/hari dan menghasilkan limbah 420,03 ton/hari pada masa pandemi COVID – 19. Tingginya limbah masker yang dihasilkan harus disertai dengan pengelolaan yang baik. Limbah masker yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkandampak negatif bagi lingkungan. Mekanisme pengelolaan perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari limbah masker. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi mekanisme pengelolaan terbaik untuk limbah masker pada Kecamatan Rungkut dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Metode Analytical Hierarchy Process dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada orang – orang terpilih yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Responden akan memberi bobot pada kriteria serta mekanisme yang telah ditentukan, kemudian membandingkan secara berpasangan dari variabel – variabel yang ada. Hasil penelitian diperoleh mekanisme pengelolaan terbaik yaitu menggunakan desinfeksi dengan nilai kepentingan terbesar yaitu 0,423 dengan kriteria prioritas terpilih dari hasil pembobotan yaitu berdasarkan kemudahan pelaksanaan sebesar 0,475.
Isoterm Adsorpsi Karbon Aktif Tulang Ikan Dalam Penurunan Konsentrasi Metilen Biru Ilul Zakiyah Rahmatika; Tarikh Azis Ramadani; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metilen biru merupakan zat warna kationik yang bersifat toksik dan karsinogenik. Keberadaannya di lingkungan akibat dari kegiatan industri dapat membahayakan lingkungan dan makhluk hidup, sehingga konsentrasinya harus rendah. Adsorpsi adalah teknologi pengolahan limbah cair yang dapat diaplikasikan untuk menurunkan polutan metilen biru. Tulang ikan mengandung senyawa hidroksiapatit (HAp) yang stabil dengan berbagai karakteristik permukaan yang menguntungkan, sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai karbon aktif pada proses adsorpsi. Penelitian ini memanfaatkan limbah tulang ikan yang dijadikan sebagai karbon aktif untuk menurunkan konsentrasi metilen biru. Model isoterm Langmuir dan Freundlich dilakukan analisis untuk memperkirakan kapasitas adsropsi karbon aktif tulang ikan. Tulang ikan dilakukan kalsinasi pada suhu 600°C selama 2 jam dan dilakukan aktivasi dengan NaOH 3,0 M selama 24 jam. Pengujian adsorpsi dilakukan secara batch dengan variasi konsentrasi awal metilen biru (100-400 mg/L) pada waktu kontak 180 menit, dosis adsorben 0,025 g, dan pH 7. Hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa pengujian adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 303,03 mg/g. Model isoterm ini menunjukkan adsorspi metilen biru dengan karbon aktif tulang ikan terjadi mekanisme secara kimia.
Co-Authors Achmad Fatoni Adelia Tanti Ramadhani Adhi Setiawan Adhi Setiawan Adi Wirawan Husodo Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad, Mahasin Maulana Alma Vita Sophia Amalia Fitria Noor An'nisa Kurniawati Ananda Augista Firstanti Anda Iviana J Anggara Trisna Nugraha Anggraini, Febby Dwi Melanny Arfianto, Afif Zuhri As-sajdah, Gumelar Muluk Ashifa, Naura Aqillafasha Ayu Nindyapuspa Azzahro, Annisa Bawafi, Muhammad Iqbal Ali Budi Prasojo, Budi Budianto, Ekky Nur Cahyono, Luqman Citra Eripramita Yunus Denny Dermawan Denny Dermawan Dhiya’ Arnada Ramadhani Dianita Wardani Dika Rahayu W Dika Rahayu Widiana Dira Pratiwi, Dewi One Dyah Ayu Purbaningrum Eko Julianto Eky Novianarenti Eky Novianarenti Fais Hamzah Fajrin, Roihana Falenia Firdatul Jannah Fariha, Chandra Nur Fatmawati, Meilinda Eka Haidar Natsir Amrullah Hanastasia, Rizka Lutfita I Putu Sindhu Asmara Ibnu Khusnuz Zain Ika Erawati Ilul Zakiyah Rahmatika Imah Luluk Kusminah Imaniah Sriwijayasih Inas Aidah Fikriyah Indah Permata Sari Indri Santiasih Julita Sindu Tifani Kahardhini, Marina Maharani Kurniawati, An’nisa Leonard, Rikky Lintang Indra Liuqil Mahfudz Lintang Indra Liuqil Mahfudz Lukman Handoko Luluk Kusminah, Imah Luqman Cahyono Mades Darul Khairansyah Mahardhika, Pekik Meilinda Eka Fatmawati Mitha Amelia Anjani Mochammad Choirul Rizal Mohamad Hakam@ppns.ac.id Muhammad Asrul Nizam Muhammad Rusydi Arif Naufal Hakim Akbar Nella Maulidiyatul Jannah Ngudyana, Ilham Nida Aulia Miftah Nindyapuspa, Ayu Ni’matut Tamimah Novi Eka Mayangsari Novitrie, Nora Amelia Pawitra, Tiane Priyambodo Nur Ardi Nugroho Projek Priyonggo Sumangun Lukitadi Puspita Sari, Devina Putri Anjarwati Ramadhani, Dhiya’ Arnada Reza Fardiyan As’ad Rikky Leonard Rina Sandora Rizka Lutfita Hanastasia Roihana Fajrin Sa’diyah, Aminatus Setiawan, Shinta Dewingga Siti Muthi’ah Siti Muthi’ah Subriyer Nasir Tanti Utami Dewi Tuty Emilia Agustina Ulvi Pri Astuti Vira Fadilah Qur’ani Wismawati, Endah Witjonarko, R. Dimas Endro Yusron Khoiru Nadhori Yusron Khoiru Nadhori