Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN TIPE GRAFT TERHADAP FUNGSI LUTUT DAN FUNGSI PERGELANGAN KAKI PASCA ACLR Ni Nyoman Ratnaningsih; Adhitya, I Putu Gde Surya; Vittala, Govinda; Wahyuni, Nila; Kurniawati, Ida
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44075

Abstract

Cedera anterior cruciate ligament (ACL) merupakan salah satu cedera yang paling sering dialami oleh individu muda, terutama mereka yang aktif di bidang olahraga. Sebagian besar robekan ACL terjadi pada atlet melalui mekanisme kontak dan non-kontak. Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera ACL, dengan jumlah kasus mencapai 200.000 per tahun dan sebanyak 100.000 menjalani rekonstruksi. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 55 pasien ACL yang telah menjalani ACLR dan merupakan anggota Komunitas ACL Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner lysholm dan foot and ankle outcome score (FAOS) yang dikirimkan melalui platform online. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan bivariat dengan uji spearman untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe graft memiliki hubungan signifikan dengan fungsi pergelangan kaki, khususnya pada kualitas hidup (QOL). Analisis korelasi menunjukkan bahwa tipe graft memiliki korelasi positif yang signifikan dengan QOL (r=0.319, p=0.017). Hal ini menunjukkan bahwa jenis tipe graft yang digunakan saat ACLR memberikan pengaruh terhadap fungsi pergelangan kaki khususnya pada QOL.Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tipe graft dengan fungsi pergelangan kaki pasca operasi ACLR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tipe graft yang tepat dapat mempengaruhi hasil fungsional pergelangan kaki.
HUBUNGAN FREKUENSI DAN DURASI MENARI DENGAN DERAJAT KURVATURA LUMBAL PADA PENARI BALI Trisnarini, Silviya Anindhita; Kinandana, Gede Parta; Tianing, Ni Wayan; Vittala, Govinda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47987

Abstract

Tari tradisional Bali merupakan warisan budaya yang masih lestari dan menjadi daya tarik utama wisatawan. Penari Bali umumnya mulai belajar sejak usia dini dan menjalani latihan rutin dalam jangka panjang. Latihan menari yang intens dan berulang dapat memengaruhi kelengkungan kurvatura lumbal, yang berisiko menyebabkan gangguan seperti hiperlordosis serta berdampak pada kesehatan dan kenyamanan gerak penari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi dan durasi menari dengan kelengkungan kurvatura lumbal pada penari Bali. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan 64 penari Bali. Frekuensi dan durasi menari diukur melalui wawancara langsung dengan subjek, sedangkan derajat kurvatura lumbal diukur menggunakan flexicurve. Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan positif antara frekuensi menari dengan derajat kelengkungan kurvatura lumbal (p=0,001; r=0,398), serta antara durasi menari dengan derajat kelengkungan kurvatura lumbal (p=0,009; r=0,325), meskipun keduanya memiliki kekuatan hubungan yang lemah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara frekuensi dan durasi menari dengan derajat kelengkungan kurvatura lumbal pada penari Bali, yaitu semakin tinggi frekuensi dan durasi menari maka semakin tinggi pula derajat kelengkungan kurvatura lumbal pada penari Bali
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus ACL Partial Tear dan Meniscus Lateral & Medial Tear pada Pemain Frisbee: A Case Report: Physiotherapy Management in Cases of ACL Partial Tear and Meniscus Lateral & Medial Tear in Frisbee Players: A Case Report Puriyanti, Ni Made Rika; Sunantara, Anak Agung Alit Wahyu; Widiyantari, Komang Ayu; Dewi, Kadek Agung Ayu Laksmi; Vittala, Govinda; Kamayoga, I Dewa Gede Alit; Nugraha, Made Hendra Satria
Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding 2023: Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: pariwisata merupakan kegiatan perjalanan dengan tujuan untuk mendapatkan kepuasan, kenikmatan, bersantai, peningkatan pengetahuan, bekerja, berolahraga, dan lain-lain. Bali merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki potensi dalam perkembangan pada bidang pariwisata. Menurut penelitian, cedera olahraga lebih banyak dengan prevalensi tertinggi ditemukan pada olahraga lari, bola basket, sepak bola, dan latihan beban pada orang dewasa, terutama pada pria. Cedera yang sering terjadi adalah cedera ligament pada lutut. Ligament yang paling sering mengalami cedera adalah Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang dimana sekitar 30 hingga 81 per 100.000 orang mengalami cedera setiap tahunnya. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi yang diberikan pada wisatawan yang mengalami cedera ACL partial tear dan meniskus lateral dan medial tear tanpa adanya tindakan operatif. Case Report: pasien saat ini menjalani rehabilitasi fisioterapi, berjenis kelamin laki-laki, berusia 39 tahun berprofesi sebagai trader mengeluhkan nyeri dan keterbatasan gerak pada lutut kiri. Diketahui sebelumnya pasien mengalami cedera saat pertandingan frisbee pada Desember 2022, saat pasien meloncat ada genangan air sehingga membuat pasien menumpu dengan posisi hiperekstensi. Setelah itu pasien melakukan MRI dan didapatkan hasil ligamen ACL pasien mengalami partial tear dan robekan pada meniscus medial dan lateral. Pasien menjalani proses rehabilitasi fisioterapi mertanadi sejak 28 Februari 2023. Setelah kurang lebih 1 bulan menjalani proses rehabilitasi fisioterapi, kemampuan fungisonal pasien hampir simetris antara kedua kaki namun masih ada ketakutan untuk mencederai kembali lututnya. Pasien dapat berlari dan melompat lebih nyaman, namun pada tanggal 1 April saat pasien melakukan latihan dirumah, saat gerakan memutar pasien merasakan nyeri kembali. Hasil Penelitian: penelitian ini menunjukkan bahwa program latihan yang diberikan dapat menurunkan rasa nyeri, namun untuk peningkatan kekuatan otot dan lingkar segmen masih belum tercapai.
Physiotherapy treatments for the patient with Bankart lesion repair: a case report study Vittala, Govinda; Muhammad Adrian Putra Rachman; Ni Luh Veni Rahayu; Ni Komang Mega Junianti; Emily Devina Kartawijaya; Ni Made Lidia Swandari; Putu Ayunia Laksmita
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i1.88

Abstract

Background: Bankart lesion is torn in the anterior membrane covering the shoulder joint (labrum) due to continuous dislocation of the shoulder joint forward. Bankart lesions can occur due to sports activities that use the front of the shoulder, such as javelin throwing. It is not uncommon for injuries to javelin-throwing athletes to require physiotherapy treatment so they can return to playing javelin-throwing. Aim: This study aims to determine the effectiveness of the training program such as ultrasound therapy and transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), active assisted range of motion (ROM) exercises, active assisted ROM exercises against gravity, strengthening exercises, wall climbing, and open cage exercises. to tourists who are javelin throwing athletes who experience Bankart lesions. Case Report: In this case, a 42-year-old man from France came to the physiotherapy clinic complaining of pain, stiffness, and limited movement of the right shoulder joint. The patient underwent surgery for Bankart shoulder repair on his right shoulder on October 16th, 2022, due to repeated dislocations three times during javelin throws. The patient has limited movement and pain in the right shoulder. In addition, the right hand also does not swing when walking. On static inspection, the chest, shoulder, and right arm are smaller (atrophied) and positioned lower than the left. There is an incision in the anterior deltoid area (post-Bankart repair shoulder). Intervention modalities included ultrasound therapy applications and transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS). Exercise therapy includes active assisted ROM exercises, active assisted ROM exercises against gravity, strengthening exercises, wall climbing, and open cage exercises. Result: After interventions, the patient’s recovery condition improved. An exercise program designed and implemented on patients for two weeks has slowly raised the patient's self-confidence and increased the patient's ability to perform physical activities. Conclusion: The physiotherapy intervention program for a Bankart lesion patient showed an improvement in the patient’s condition, with an increase in ROM, an increase in muscle strength, and a decrease in perceived pain.