Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : e-CliniC

PROFIL SUPPLEMENTARY SCALES MINNESOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY-2 (MMPI-2) ADAPTASI INDONESIA PADA MAHASISWA SEMESTER 1 TAHUN AKADEMIK 2013/2014 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Palempung, Heidy; Kandow, L F. J.; Kairupan, B H. R.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.5098

Abstract

Abstract: College student as social beings confronted with a lot of exterbal or internal demandings. All the demands can be problematic, either it’s academic nor non academic. It requires subtantial adjusments in the life of someone who is not accustomed to the status of a college student. This research aim to was to conduct a mental status examination to college student as early detection of mental disorders. This research is a cross-sectional survey study to determine the mental status of the first semester students of Medical Faculty of Sam Ratulangi University school year 2013/2014 based on supplementary scales. Instruments used were the Indonesian adaptation of MMPI-2. Sample distribution obtained from 101 respondents by socio-demographic majority in female (72,22%), age 18 (85,71%), origin from North Sulawesi (51,58%),  most tribe originating from North Sulawesi (51,8%), parents working as private sector workers (45,24%). Supplementary scales MMPI-2 distribution, scales obtained with a high precentage of succesion to the low: Mt (25,74%),  A (21,78%), PK (20,19%), Ho (11,88%), AAS (9,9%),  MDS (7,92%), Do (5,94%), MAC-R (5,94%), R (1,98%), Re (0,99%), dan OH (0,99%). Conclusion: From the results above the scales that found high are College Maladjustment Scales,  Anxiety Scales, Post-Traumatic Stress Disorder Scales, and Hostility Scales. Scales for students who demonstrate a high yield should receive attention from faculty leaders to prevent the onset of mental disorders. Keyword: Profile, supplementary scaless, MMPI-2, college student.   Abstrak: Mahasiswa sebagai makhluk sosial hampir selalu diperhadapkan dengan banyak tuntutan eksternal atau internal. Banyaknya tuntutan dapat menimbulkan masalah akademis maupun non-akademis. Dibutuhkan penyesuaian yang besar dalam kehidupan seseorang yang belum terbiasa dalam menyandang status mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan pemeriksaan status mental pada mahasiswa  sebagai deteksi dini adanya gangguan mental. Penelitian ini merupakan penelitian survey potong lintang untuk mengetahui status mental mahasiwa semester 1 TA 2013/2014 FK UNSRAT berdasarkan supplementary scales. Instrumen yang digunakan adalah MMPI-2 adaptasi Indonesia. Didapatkan distribusi mahasiswa dari 101 responden berdasarkan sosio-demografik terbanyak pada perempuan (72,22%), umur 18 tahun (85,71%), asal daerah berasal dari Sulawesi Utara (51,58%), suku terbanyak berasal dari luar sulawei utara (51,8%), pekerjaan orang tua sebagai pekerja swasta (45,24%). Distribusi supplementary scales MMPI-2, didapatkan skala yang tinggi dengan presentase berturut-turut dari tinggi ke rendah yaitu: Mt (25,74%),  A (21,78%), PK (20,19%), Ho (11,88%), AAS (9,9%),  MDS (7,92%), Do (5,94%), MAC-R (5,94%), R (1,98%), Re (0,99%), dan OH (0,99%). Simpulan: Dari hasil di atas ditemukan skala yang tinggi yaitu College Maladjustment Scales,  Anxiety Scales, Post-Traumatic Stress Dissorder Scales, dan Hostility Scales. Bagi mahasiswa yang skalanya menunjukkan hasil yang tinggi seharusnya mendapat perhatian dari pimpinan fakultas untuk mencegah timbulnya gangguan jiwa. Kata Kunci: Profil, supplementary scales, MMPI-2, mahasiswa.
PROFIL CONTENT SCALE MINNESOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY-2 (MMPI-2) ADAPTASI INDONESIA PADA MAHASISWA SEMESTER 1 TAHUN AKADEMIK 2013/2014 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Galala, Ferdian R. D.; Kairupan, Barnabas H. R; Elim, Christofel; Ekawardani, Neni
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.6513

Abstract

Abstract: Human being as an early adult often faces problems in his/her daily activities, especially as a new student entering the college environment. These problems arise because of the process of adjustment to the new environment. If the student is not able to overcome the problems it can cause negative effects in their daily life as the prosecution of science, so it can lead to emotional disorders such as anxiety and depression. This was a cross survey study that was designed to assess the mental status of the 1st year freshmen college students class 2013/2014 at Unsrat Medical Faculty by using clinical and subclinical scale MMPI-2 in Indonesian adaptation. A univarian analysis using Microsoft Excel software were used for the data analysis. The results showed that from 101 respondent there were 72.28% females. There were 64.36% came from North Sulawesi, but more students came from other areas outside North Sulawesi (53.47%), who had 2 siblings (33.67%). Their parents were working on a private sector (43.57%). Score’s distribution content scale MMPI-2 from the highest to lowest; SOD (35.64%), WRK (19.80%), ANX (17.82%), TRT (14.85%), ANG (11.88%), OBS (10.89%), LSE (9.90%), FRS (8.91%), DEP (8.91%), CYN (4.95%), BIZ (2.97%), ASP (2.97%), respectively. Dominant outcomes from the content component scale based on the content scale’s scores; SOD1 : 30 students, SOD2 : 19 students, respectively. Conclusion: The most dominant scale from the highest score is the social discomfort scale and work interference scale.Keywords: college student, profile, content scale, content component scale, MMPI-2.Abstrak: Manusia dalam kehidupannya sebagai orang dewasa awal, seringkali menghadapi masalah dalam aktifitasnya sehari-hari. Terlebih lagi seorang mahasiswa yang baru memasuki lingkungan perkuliahan. Permasalahan tersebut timbul oleh karena adanya proses penyesuaian diri dengan lingkungan barunya itu. Jika mahasiswa tidak mampu mengatasi permasalahan tersebut maka dapat menimbulkan efek negatif dalam kesehariannya sebagai penuntut ilmu, sehingga dapat berujung kepada gangguan emosional seperti cemas dan depresi.Penelitian ini merupakan penelitian survei potong lintang untuk mengetahui status mental mahasiswa semester 1 tahun akademik 2013/2014 FK UNSRAT dengan menggunakan skala content scale dan content component scale MMPI-2 adaptasi Indonesia. Analisa data berupa analisis univariat dengan menggunakan microsoft excel. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa distribusi mahasiswa dari 101 responden yang memiliki hasil valid berdasarkan sosiodemografi terbanyak pada perempuan (72,28%), berasal dari daerah Sulawesi Utara (64,36%) namun lebih banyak berasal dari suku yang berada di luar Sulawesi Utara (53,47%), memiliki jumlah saudara 2 orang (33,67%) dan anak ke 1 dalam keluarga (40,59%) dan pekerjaan orang tua di bidang swasta (43,56%). Distribusi skor tinggi skala klinis MMPI-2 berturut turut dari yang paling tinggi ke rendah yaitu SOD (35.64%), WRK (19.80%), ANX (17.82%), TRT (14.85%), ANG (11.88%), OBS (10.89%), LSE (9.90%), FRS (8.91%), DEP (8.91%), CYN (4.95%), BIZ (2.97%), ASP (2.97%). Hasil yang menonjol pada skala content component scale berdasarkan skor tinggi content scale berturut-turut adalah; SOD1 : 30 orang, SOD2 : 19 orang. Simpulan: Skala yang paling menonjol dari skor tinggi ialah skala social discomfort dan skala work interferenceKata kunci: mahasiswa, profil, content scale, content component scale, MMPI-2.
Analisis Faktor- Faktor yang Memengaruhi Depresi pada Ibu Kandung yang Memiliki Anak dengan Retardasi Mental di Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat Manado Pratiwi, Dewi S.; Dundu, Anita E.; Kairupan, Bernabas H. R.
e-CliniC Vol 6, No 1 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.1.2018.18634

Abstract

Abstract: The first common reaction in parents who have a retarded child is shock, fear, sadness, disappointment, guilt, rejection or anger. These conditions could potentially lead to psychological problems that can cause depression. There are many factors that can influence depression in biological mothers who have children with mental retardation. This study was aimed to analyze the factors that could influence depression in biological mothers who had children with mental retardation at the Special School of Coaching Disabled Children Foundation Manado. This was a descriptive-analytical study with a cross-sectional design. Data were obtained by using Hamilton Depression Rate Scale (HDRS) questionnaire and socio-demographic questionnaire. There were 17 biological mothers as respondents. The results showed that 11 respondents suffered form depression; 6 respondents (35.3%) with mild depression and 5 respondents (29.4%) with moderate depression. Meanwhile, six respondents (35.3%) had no depression. The factors that could influence depression were as follows: age (P = 0.332), education (P = 0.335), occupation (P = 0.586), marital status, number of children (P = 0.905), gender of children (P = 0.966), and level of mental retardation of the children (P = 0.774). Conclusion: There was no relationship between depression and factors that could influence depression in biological mothers who had children with mental retardation.Keywords: depression, mother, child, mental retardation, HDRSAbstrak: Reaksi umum yang pertama kali terjadi pada orangtua yang memiliki anak dengan retardasi ialah rasa kaget, takut, sedih, kecewa, merasa bersalah, menolak atau marah-marah. Kondisi seperti ini berpotensi memunculkan masalah psikologis yang bisa menyebabkan depresi. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi depresi pada ibu yang memiliki anak retardasi mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor -faktor yang dapat memengaruhi depresi pada ibu kandung yang memiliki anak retardasi mental di Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif-analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh melalui kuisioner Hamilton Depression Rate Scale (HDRS) dan kuisioner sosio-demografi. Responden penelitian berjumlah 17 orang ibu. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang mempunyai anak retardasi mental mengalami depresi sebanyak 11 responden dengan 6 responden (35,3%) depresi ringan dan 5 responden (29,4%) depresi sedangkan yang tidak mengalami depresi sebanyak 6 orang (35,3%). Faktor-faktor yang dapat memengaruhi depresi pada ibu yaitu usia (P= 0,332), pendidikan terakhir (P=0,335), pekerjaan (P=0,586), status pernikahan, jumlah anak (P=0,905), jenis kelamin anak (P=0,966), dan tingkat retardasi mental anak (P=0,774). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara faktor-faktor yang memengaruhi depresi dengan depresi pada ibu.Kata kunci: depresi, ibu, anak, retardasi mental, HDR
PROFIL PSY-5 SCALES DARI MMPI-2 ADAPTASI INDONESIA PADA MAHASISWA SEMESTER 1 TA 2013/2014 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Raintama, Marsevino; Kandou, Lisbeth F. J.; Kairupan, Barnabas H. R.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11014

Abstract

Abstract: A college student is constantly facing problems from internal source as well as external source that can affect both academic and non-academic field. Those problems can disturb the student?s mental health. One of the methods to identify a person?s mental status is a personality test. This study used Personality Psychopathology Five (PSY-5) scales from the Indonesian adaptation of MMPI-2 to obtain the mental status of college students of 1st semester academic year of 2013/2014 Medical Faculty University of Sam Ratulangi. This was a descriptive study with a cross sectional survey. The results showed that of 101 respondents based on the socio-demographic the majority were females (72.28%), aged 18 years (88.12%), originated from Sulawesi Utara (64.36%), belonged to a tribe from out of Sulawesi (53.47%), had a sibling (33.67%), first child of the family (40.59%), and parents worked at the private sector. The distribution based on the academic characteristics of the respondents showed that the majority applied with the T2 and had high prestation index varied from ordinary to high (32.68% to 33.66%). Based on the distribution of Psy-5 scales of 101 respondents, there were some PSY-5 sub-scales that had high values as follows: AGGR (5.94%), PSYC (6.93%), DISC (7.92%), NEGE (12.87%), and INTR (16.83%). College students with high values of PSY-5 scales could show particular types of personality that varied in every PSY-5 sub-scales. It is suggested that students who had high scale values should be paid attention from the head of the faculty to prevent the occurence of mental disorders.Keywords: personality test, PSY-5 scales, MMPI-2, college students Abstrak: Mahasiswa cenderung berhadapan dengan masalah baik yang berasal dari sumber internal maupun eksternal, yang dapat memengaruhi prestasi bidang akademis maupun non-akademis. Setiap masalah tersebut dapat menimbulkan pengaruh pada kesehatan mental mahasiswa. Salah satu cara untuk mengidentifikasi status mental seseorang ialah dengan menggunakan tes kepribadian. Penelitian ini menggunakan Personality Psychopathology Five (PSY-5) scales dari MMPI-2 adaptasi Indonesia untuk mengetahui status mental dari mahasiswa semester 1 TA 2012/2013 FK UNSRAT. Jenis penelitian ialah deskriptif dan dilakukan survei secara potong lintang. Hasil penelitian memperlihatkan 101 responden berdasarkan sosio-demografik terbanyak ialah perempuan (72,28%), usia 18 tahun (88,12%), asal daerah Sulawesi Utara (64,36%), suku di luar Sulawesi (53,47%), jumlah bersaudara 2 orang (33,67%), anak pertama dalam keluarga (40,59%), dan pekerjaan orang tua sebagai pekerja swasta (43,56%). Distribusi berdasarkan karakteristik akademis didapatkan dari 101 responden terbanyak mengikuti jalur T2 dan memiliki nilai indeks prestasi SMA sedang dan baik (32,68% dan 33,66%). Simpulan: Pada distribusi skala Psy-5 dari 101 responden ditemukan beberapa sub skala PSY-5 yang tinggi antara lain AGGR (5,94%), PSYC (6,93%), DISC (7,92%), NEGE (12,87%), dan INTR (16,83%). Mahasiswa dengan skala PSY-5 yang tinggi didapati beberapa jenis kepribadian khas yang berbeda-beda pada tiap sub skala PSY-5. Bagi setiap mahasiswa yang menunjukkan profil skala yang tinggi seharusnya mendapat perhatian dari pimpinan fakultas untuk mencegah tmbulnya gangguan jiwa. Kata kunci: tes kepribadian, PSY-5 scales, MMPI-2, mahasiswa
Profil supplementary scales Minnesota multiphasic personality inventory-2 (MMPI-2) adaptasi Indonesia pada komunitas public united not kingdom (punk) di kawasan Megamas Kota Manado Ab'ror, Rijal; Kairupan, Bernabas H.R.; Munayang, Herdy
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14684

Abstract

Abstract: Society in general still views punk community negatively. It is caused by their dress and hair styles which were assumed as weird, therefore, they are considered dangerous for other citizens. This study was aimed to examine mental health status of members of punk community for detection of the presence of any mental disorders. This was a survey study with a cross-sectional design to determine the members of punk community mental status at Megamas area in Manado based on Supplementary Scales of Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) Indonesian adaptation. According to socio-demographic data the majority of 30 respondents were males (86.67%), age range 18-27 years old (86.67%), respondents’ parents worked as private sectors employees (50%), respondents worked in private sectors (70%), had three siblings (43.33%), lived in Manado (76.67%), senior high school graduates (83.33%), reason of joining punk community was freedom (63,33%). Supplementary scales of MMPI-2 distribution obtained high t-score to low t-score as follows: PK (83.33%), AAS (56.67%), MAC-R (46.67%), A (46.67%), MDS (43.33%), Ho (36.67%), Mt (30%), OH (6.67%), R (3.33%), Es (0%), Do (0%), Re (0%), APS (0%), GM (0%), and GF (0%). Conclusion: The supplementary scales of MMPI-2 Indonesian adaptation in punk community at Megamas area in Manado city obtained high t-scores in Post Traumatic Disorder, Addiction Acknowledge/Admission Scale, MacAndrew Alcoholism-Revised, Anxiety Scale, Marital Distress, and Hostility Scales.Keywords: profile, supplementary scales, MMPI-2 Indonesian adaptation, punk community Abstrak: Masyarakat umumnya masih memandang komunitas punk dengan pandangan negatif dikarenakan gaya berpakaian dan gaya rambut yang aneh serta dianggap sebagai komunitas yang berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan status kesehatan mental pada anggota komunitas punk untuk mendeteksi adanya gangguan mental. Jenis penelitian ialah survey dengan desain potong lintang untuk mengetahui status mental anggota komunitas punk di kawasan Megamas Kota Manado berdasarkan Supplementary Scales Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) adaptasi Indonesia. Berdasarkan sosio-demografi dari 30 responden, distribusi anggota komunitas punk terbanyak ialah laki-laki (86,67%), rentang usia 18-27 tahun (86,67%), pekerjaan orang tua responden di bidang swasta (50%), pekerjaan responden di bidang swasta (70%), memiliki jumlah saudara sebanyak tiga orang (43,33%), beralamat di Kota Manado (76,67%), pendidikan terakhir SMA (83,33%), dan alasan bergabung pada komunitas punk karena menginginkan kebebasan (63,33%). Hasil distribusi supplementary scales MMPI-2, mendapatkan skala dengan t-skor yang tinggi dengan persentase berturut-turut dari tinggi ke rendah yaitu: PK (83,33%), AAS (56,67%), MAC-R (46,67%), A (46,67%), MDS (43,33%), Ho (36,67%), Mt (30%), OH (6,67%), R (3,33%), Es (0%), Do (0%), Re(0%),APS (0%), GM (0%), dan GF (0%). Simpulan: Supplementary Scales Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) adaptasi Indonesia yang tinggi yaitu pada Post Traumatic Disorder, Addiction Acknowledge/Admission Scale, MacAndrew Alkhoholism-Revised, Anxiety Scale, Marital Distress dan Hostility Scales. Kata kunci: profil, supplementary scales, MMPI-2 adaptasi indonesia, komunitas punk
HUBUNGAN KEKERASAN DENGAN DEPRESI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Hutasoit, Christin Y.; Munayang, Herdy; Kairupan, Bernabas H.R.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14485

Abstract

Abstract: Child abuse is all forms of violence and neglect that occurred against children under the age of 18 years old. One of the psychological impact of violence is depression. Depression is a mood disorder that can happen to anyone, including a child. The purpose of this study is to determine whether there is a relationship of violence with depression in elementary school children in the district Malalayang city of Manado. Design of the study is quantitative analytical research with cross sectional approach. Samples were 4th, 5th, and 6th grade elementary schools students in the district of the city of Manado Malalayang aged 9 to 12 years old. The respondents who followed the study are 316 children consisting of 169 female and 147 male. Screening instrument used for children depression in this study was Children Depression Inventory (CDI). Statistic analysis chi-square test with alternative test fisher. The results showed that of 316 respondents, 315 experience abuse but only 31 respondents become depressed. The result (p value) of the analysis of relationship between violence and depression in children using Fisher test is 1.000 (p> 0.05). Conclusion: Violence is not associated with depression in children, but does not guarantee children who are abused in childhood will not experience depression as they grow up.Keywords: violence, depression, elementary school children, CDI Abstrak: Kekerasan pada anak adalah segala bentuk tindakan kekerasan dan penelantaran yang terjadi terhadap anak di bawah usia 18 tahun. Salah satu dampak psikologis dari kekerasan adalah depresi. Depresi adalah gangguan mood yang dapat terjadi pada siapapun, termasuk seorang anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan kekerasan dengan depresi pada anak sekolah dasar di kecamatan Malalayang kota Manado. Desain Penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar di kecamatan Malalayang kota Manado yang berusia 9 sampai 12 tahun.Responden yang mengikuti penelitian adalah 316 anak yang terdiri dari 169 perempuan dan 147 laki-laki.Intrumen yang digunakan untuk skrining depresi pada anak dalam penelitian ini adalah kuesioner Children Depression Inventory (CDI).Uji analisis yang digunakan adalah chi-square dengan uji alternatif uji fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 316 responden, 315 yang mengalami kekerasan tetapi hanya 31 responden yang depresi. Hasil analisis hubungan kekerasan dengan depresi pada anak menggunakan uji fisher didapatkan nilai p sebesar 1,000 (p > 0,05). Simpulan: kekerasan tidak berhubungan dengan depresi pada anak, tetapi tidak menjamin anak yang mengalami kekerasan pada masa kecil tidak akan mengalami depresi saat dewasa. Kata kunci: kekerasan, depresi, anak sekolah dasar, CDI
Analisis Perilaku Aktivitas Fisik selama Pembatasan Sosial pada Dewasa Muda Rau, Elim P. E.; Kaseke, Martha M.; Kairupan, Bernabas H. R.
e-CliniC Vol 9, No 2 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i2.34434

Abstract

Abstract: Social distancing due to the covid-19 outbreak requires everyone to stay at home to reduce the transmission of covid-19. However, staying at home tends to reduce physical activity which is important to improve our health. This study was aimed to analyze the behavior of physical activity during social distancing among young adults based on predisposing factor, enabling factor, and reinforcing factor. This was a qualitative study with a case study using the depth-interview method. There were six informants of youth members of GMIM Elim Kolongan, Tomohon Satu obtained by using a purposive sampling technique based on the principles of suitability and adequacy. The instrument was the researcher himself using interview guides, notebooks, voice recorders, and cameras. Data were obtained from in-depth interview and direct observation and were analysed by using content analysis. The results showed that based on predisposing factor, physical activities were well implemented in terms of knowledge, attitudes, beliefs, values, and perceptions to increase immunity. Based on enabling factors, physical activities were well implemented since the informants had facilities for physical activities. Moreover, based on reinforcing factors, physical activites were well implemented due to supporting people about the importance of physical activity. In conclusion, during social distancing the behavior of physical activity of young adults has been well implemented.Keywords: physical activity; social distancing Abstrak: Pembatasan sosial akibat adanya wabah covid-19 mewajibkan semua orang untuk tinggal di rumah untuk mengurangi penularan covid-19. Tinggal di rumah berpeluang untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku aktivitas fisik selama pembatasan sosial pada dewasa muda berdasarkan peranan faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Jenis penelitian ialah kualitatif dengan studi kasus menggunakan metode depth-interview. Informan berjumlah enam orang anggota pemuda GMIM Elim Kolongan Wilayah Tomohon Satu. diambil menggunakan teknik purposive sampling yang didasarkan pada prinsip kesesuaian (approppiateness) dan kecukupan (adequacy). Instrumen penelitian ialah peneliti itu sendiri dengan menggunakan pedoman wawancara, buku catatan, perekam suara, dan kamera. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi langsung. Analisis data menggunakan content analysis. Hasil wawancara mendalam dan observasi dokumen menun-jukkan bahwa aktivitas fisik berdasarkan faktor predisposisi berjalan baik dilihat dari penge-tahuan, sikap, kepercayaan, serta nilai dan persepsi yang direspon untuk meningkatkan imunitas tubuh. Aktivitas fisik berdasarkan faktor pemungkin berjalan dengan baik, dilihat dari informan yang memiliki fasilitas untuk melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik berdasarkan faktor pendorong berjalan baik karena terdapat dukungan dari orang sekitar tentang pentingnya aktivitas fisik. Simpulan penelitian ini ialah perilaku aktivitas fisik selama pembatasan sosial pada dewasa muda telah dilaksanakan dengan baik.Kata kunci: aktivitas fisik; pembatasan sosial
Behavioral and Emotional Changes in Early Childhood during the COVID-19 Pandemic Kairupan, Tiffani S.; Rokot, Natasya T.; Lestari, Hesti; Rampengan, Novie H.; Kairupan, Bernabas H. R.
e-CliniC Vol 9, No 2 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i2.34014

Abstract

Abstrak: Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mengakibatkan perubahan yang besar terhadap gaya hidup sehari-hari, termasuk pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak lockdown (karantina wilayah) akibat pandemi Covid-19 pada perilaku dan emosi anak usia dini (usia 0-8 tahun), serta kegiatan rutin sehari-hari seperti aktivitas fisik, screen time, dan pola tidur. Penelitian ini merupakan suatu literature review dengan menggunakan database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Terdapat 15 literatur yang dipublikasi dalam bahasa Ingggris atau Indonesiaselang April 2020 dan Maret 2021. Literatur dalam penelitian ini melaporkan tentang perubahan perilaku dan emosi pada anak usia dini. Peningkatan perilaku eksternalisasi dan internalisasi serta perubahan waktu aktivitas fisik dan pola tidur juga dilaporkan pada banyak studi tersebut. Selain itu, terdapat peningkatan screen time selama lockdown. Simpulan penelitian ini ialah lockdown dapat memengaruhi baik pola tidur dan aktivitas fisik maupun kemampuan mengontrol emosi pada anak usia dini.Kata kunci: COVID-19, lockdown, keterbatasan, anak usia dini, perubahan perilaku  Abstract: The coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic demanded great changes in the everyday lifestyle of people, including children in their early years.This study was aimed toobtain the impact of COVID-19 confinement in young children’s (age 0-8 years) behavior and emotion, along with their daily routines such as physical activity, screen time, and sleep pattern. This was a literature review study using databases of Google Scholar, ScienceDirect, and PubMed. The results showed that there were 15 studies published in English or Indonesian between April 2020 and March 2021 included in this review. The studies reported behavioral and emotional changes in the early life of children. An increase in externalizing and internalizing behavior along with a shift in physical activity and sleep behavior was reported in many of the studies. There was an increase in screen time during lockdown. In conclusion, lockdown can affect not only children’s normal behavior in their sleep and physical activity but also their capability of controlling their emotion.Keywords: COVID-19, lockdown, confinement, early childhood, behavioral changes 
Profil content scale minnesota multiphasic personality inventory-2 (MMPI-2) adaptasi Indonesia pada komunitas “punk” di kawasan Megamas Manado Mokiwang, Lavenia E.; Dundu, Anita; Kairupan, Bernabas H.R.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14594

Abstract

Abstract: "Punk" community is already scattered around the world, including Indonesia. The "punk" community is popular with their unique styles such as ripped jeans, sassy ear pin, necklace and bracelet, as well as spike-top and Mohican hair style. Music is also included in the "punk" community unique style because the music they created was a part of a rebellion, therefore, the lyrics are often without simile. The appearance and the unique styles of the "punk" community often result in negative specullation of the society towards them which can cause impact to the mental and personality of the "punk" community members. This was a cross-sectional survey study to obtain the personality and the mental status of the "punk" community members by using Content Scale MMPI-2 Indonesia Adaptation. Data were univariate analyzed using Microsoft Excel. The results showed that from 33 people who did the test, only 30 people were valid and their socio demographic data showed that the highest frequency was male (86.67%). Score distribution of content scale MMPI-2 from the highest to the lowest was as foolows: BIZ (83.33%), DEP (73.33%), FAM (73.33%), TRT (73.33%), FRS (70%), LSE (70%), HEA (63.33%), WRK (60%), ANX (56.67%), OBS (56.67%), ASP (53.33%), ANG (33.33)%, CYN (33.33%), TPA (16.67%), and SOD (3.33%).Keywords: "punk" community, profile, content scale, MMPI-2 Abstrak: Komunitas “punk” saat ini sudah tersebar di dunia, termasuk Indonesia. Komunitas “punk” terkenal dengan gayanya yang khas yaitu celana jeans yang sobek-sobek, peniti centil di telinga, kalung dan gelang serta gaya rambut spike-top dan Mohican. Musik juga termasuk dalam gaya khas komunitas “punk” karena musik yang mereka ciptakan ialah bagian dari pemberontakan sehingga tak jarang lirik dari musiknya juga tidak diberi kiasan. Penampilan dan gaya khas dari komunitas “punk” seringkali menimbulkan pemikiran negatif dari masyarakat yang bisa berdampak pada mental dan kepribadian dari anggota komunitas “punk”. Jenis penelitian ialah survei potong lintang untuk mengetahui kepribadian dan mental anggota komunitas “punk” dengan menggunakan skala content scale MMPI-2 Adaptasi Indonesia. Data dianalisis secara univariat dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari 33 orang yang mengikuti tes hanya 30 orang yang dinyatakan valid dan data sosio demografi menunjukkan frekuensi jenis kelamin laki-laki yang terbanyak (86,67%). Distribusi skor tinggi Content Scale MMPI-2 berturut-turut dari yang paling tinggi ke rendah yaitu BIZ (83.33%), DEP (73.33%), FAM (73.33%), TRT (73.33%), FRS (70%), LSE (70%), HEA (63.33%), WRK (60%), ANX (56.67%), OBS (56.67%), ASP (53.33%), ANG (33.33)%, CYN (33.33%), TPA (16.67%), dan SOD (3.33%). Kata kunci: komunitas “punk”, profil, content scale, MMPI-2
Hubungan Perilaku Aktivitas Fisik dan Penggunaan Screen Time dengan Status Gizi pada Pemuda GMIM Kawangkoan Melita A. Lolowang; Aaltje E. Manampiring; Bernabas H. R. Kairupan; Welong S. Surya
e-CliniC Vol. 11 No. 2 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i2.44903

Abstract

Abstract: Today the world faces a double burden that includes undernourishment and overweight, especially in low and middle-income countries. The high intensity of screen time will cause changes in nutritional status from being fat to obesity, due to the lack of body movement in daily activities. This study aimed to evaluate whether there was a relationship between physical activity behavior and screen time with nutritional status among GMIM Kawangkoan youths. This was a quantitative study. Samples were a total population of 60 respondents. Data were analyzed univariately and bivariately with the chi square test. The results showed that the majority of respondents had poor screen time (52.6%) and poor nutritional status (56.4%). The chi square test showed significant relationships between physical activity behavior and nutritional status (p=0.006), and between screen time and nutritional status (p=0.000). In conclusion, there are significant relationships between physical activity behavior and screen time with nutritional status among youths GMIM Kawangkoan. Keywords: nutritional status; physical activity behavior; screen time   Abstrak: Saat ini dunia menghadapi beban ganda yang mencakup kekurangan gizi dan kelebihan berat badan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tingginya intensitas screen time yang dilakukan akan menyebabkan perubahan status gizi menjadi gemuk hingga obesitas oleh karena kurangnya gerakan tubuh dalam aktivitias sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku aktivitas fisik dan screen time dengan status gizi pada pemuda GMIM Kawangkoan. Jenis penelitian ialah kuantitatif. Sampel ialah total populasi berjumlah 60 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat uji chi square. Hasil penelitian mendapatkan bahwa mayoritas responden memiliki kategori screen time kurang baik (52,6%) dan status gizi kurang baik (56,4%), sedangkan responden dengan kategori aktivitas fisik baik dan kurang baik sama banyak. Hasil uji chi square tabulasi silang antara perilaku aktivitas fisik dengan status gizi mendapatkan nilai p=0,006 dan antara penggunaan screen time dengan status gizi mendapatkan nilai p=0,006 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara kedua variabel tersebut. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara perilaku aktivitas fisik dan penggunaan screen time dengan status gizi pada pemuda GMIM Kawangkoan. Kata kunci: status gizi; perilaku aktivitas fisik; screen time
Co-Authors A. J.M. Rattu Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Ab'ror, Rijal Adam, Hilman Adilang, Merry Ch. N. Ali, Christania Cindy Natasya Andika, Agustinus Anita E. Dundu Asep Rahman Asep Rahman Barbara, Aryesam Veronika Maria Bidjuni, Hendro J. Billy J. Kepel Bolang, Alexander Sam Leonard Buanasari, Andi Christian Tambingon Christofel Elim Cindy Lois Rompis Dewantara, Lilac Doda, Diana V.D. Dundu, Anita Dundu, Anita Elisabet Dwi W. P. Astuti E. David Kaunang Engka, Ovilia Natalia Eva Mariane Mantjoro Fatbinan, Sherly Delita Fatimawali . Ferdian R. D. Galala Gawina F. Marchel Grace Debbie Kandou Grace Debbie Kandou Harsali F. Lampus Harvani Boky, Harvani Hasanuddin, Israyati R. Heidy Palempung Hendro Bidjuni Herdy Munayang Herdy Munayang Hesti Lestari Hutasoit, Christin Y. Iyong, Elvira Aprelia Jehosua S. V. Sinolungan Jimmy Posangi Jumria Jumria Kairupan, Felly Aprilia Kairupan, Tiffani S. Kapantow, Marlin Grace Kapantow, Nova Hellen Kepel, Billy Johnson Kiroh, Amanda G. M. Kolibu, Febi K. L F. J. Kandow Lahamu, Ilke Silmawati Lisbeth F. J. Kandou Maddusa, Sri Seprianto Manampiring, Aaltje E Mantjoro, Eva M. Marsevino Raintama, Marsevino Martha M. Kaseke Martha Marie Kaseke Matali, Linda Agnes Mawitjere, Mega Putri Belia Melita A. Lolowang Mercy Taroreh Mintjelungan, Debby L. A. Mitha Lepa Mokiwang, Lavenia E. Molenaar, Emmanuela Ranita Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nelwan, Ester Jeini Neni Ekawardani Niode, Nurdjannah Jane Novie H. Rampengan Novie Homenta Rampengan, Novie Homenta Oksfriani Jufri Sumampouw Oktavianus Suardiyasa, I Made Daniel Pai, Restawari Syalomitha Pantow, Dewi Christie Peginusa, Gloria Makahanap Pinatik, Candiela Criste Pinori, Sara Novi Poli, Sefanya L. Pondagitan, Alpinia Shinta Porotu'o, Andreano Christian Pratiwi, Dewi S. Rattu, A. Joy.M. Ratulangi, Annastasya G. Rau, Elim P. E. Rengkung, Chrisal Novri Jozef Rengkung, Tammy Sinthya Reni Ch. Ibrahim Rianna J Sumampouw Rindiani B. E. Wewengkang Rocky V. Pangerapan Rokot, Natasya T. Sapulete, Margareth Rosalinda Sefti Rompas Sulaemana Engkeng, Sulaemana Tampara, Jody M Tendean, Lydia Estelina Naomi Tendean, Widya Tirajoh, Carissa V Umanailo, Novita Sarah M Veronica Christy Elisabeth Laoh Wahongan, Greta J.P. Walesasi, Intan Permata Sari Wariki, Windy M. V. Welong Seftian Surya William T. Palandeng Wurangian, Prisilia Karina Yuke Tyneke Darado Yulianty Sanggelorang