Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA EHE KECAMATAN LIKUPANG TIMUR Herman, Ulqiyah Nurhusna; Mantjoro, Eva. M.; Kalesaran, Angela F. C.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44662

Abstract

Gangguan fungsi kognitif merupakan kemunduran memori atau daya ingat, perhatian, dan fungsi kognitif yang tidak sesuai berdasarkan usia dan tingkat pendidikan lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi gangguan kognitif, kualitas hidup lansia, serta hubungan antara gangguan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia di wilayah Desa Ehe. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan metode total sampling. Pelaksanaan studi dilakukan di Desa Ehe antara bulan Juni hingga Oktober 2024. Populasi dalam penelitian meliputi seluruh lansia berusia 60 hingga 90 tahun di desa tersebut sebanyak 70 orang, dengan 54 orang di antaranya memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan meliputi kuesioner MMSE dan WHOQOL-BREF, sementara analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 responden (59,2%) mengalami gangguan fungsi kognitif. Dalam dimensi fisik, 42 orang lansia (77,8%) memiliki kualitas hidup yang baik. Sementara itu, dalam aspek psikologis, sebanyak 32 orang (59,3%) menunjukkan kualitas hidup yang kurang baik. Untuk dimensi sosial, 29 lansia (53,4%) juga berada dalam kategori kualitas hidup yang rendah. Sedangkan pada aspek lingkungan, 47 responden (87%) mengalami kualitas hidup yang buruk. Terdapat hubungan signifikan antara gangguan kognitif dengan kualitas hidup dalam dimensi psikologis (p = 0,001; p < 0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang bermakna pada dimensi fisik, sosial, dan lingkungan, dengan nilai p masing-masing 0,285, 0,354, dan 0,410 (p > 0,05).
Hubungan Antara Stres Akademik dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Semester 6 Fakultas Hukum di Universitas Sam Ratulangi Maya, Anugrah; Ruru, Jessica; Astari, Virginia; Pelleng, Debora; Manganguwi, Sheryl; Kalesaran, Angela
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/1za7dj75

Abstract

Stres akademik adalah jenis stres yang terkait dengan pendidikan, yang muncul karena ketidakseimbangan antara tuntutan akademik dan kemampuan siswa untuk mengatasinya. Faktor-faktor yang menyebabkan stres akademik termasuk beban kerja yang berat, persaingan dengan teman sebaya, dan kecemasan dan kekhawatiran terkait perkuliahan. Stres akademik dapat mengganggu kualitas tidur melalui mekanisme peningkatan hormon stres, yang menyebabkan gangguan tidur dan kesulitan mencapai tidur nyenyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa hukum semester enam Universitas Sam Ratulangi, dengan ukuran sampel sebanyak 70 responden. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan non-probability sampling, khususnya consecutive sampling. Hasil tes univariat menunjukkan bahwa 45 responden (64,3%) termasuk dalam kategori stres akademik sedang, 12 responden (17,1%) dalam kategori stres akademik tinggi, dan 55 responden (78,6%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Berdasarkan hasil analisis uji rho Spearman, nilai p sebesar 0,506, menunjukkan tidak adanya hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa hukum semester enam Universitas Sam Ratulangi.
HUBUNGAN ANTARA NOMOPHOBIA DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMA NEGERI 1 MANADO Walangitan, Rayn Christian; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Kandou, Grace Debbie
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44733

Abstract

Prevalensi kekurangan tidur pada anak sekolah menengah memiliki peningkatan dari tahun 2009 sampai 2021 dengan presentase siswa laki-laki sebesar 67% meningkat menjadi 75% dan siswa perempuan 72% meningkat menjadi 80% (CDC, 2021). Hasil survei yang dilakukan di Indonesia pada bulan Juli 2023 menemukan bahwa mayoritas orang tidur 6 sampai 8 jam per malam berkisar 34,9% hingga 46,2%, dan orang yang tidur kurang dari 4 jam permalam berkisar 1,7% hingga 14,4% (Annur C. M, 2023). 20 publikasi, yang mencakup data dari 12.462 individu dari 10 negara berbeda, disimpulkan bahwa prevalensi gabungan nomophobia berada pada tingkat sedang hingga berat, dengan sekitar 71% individu terpengaruh, dimana 21% menderita nomophobia berat dan 50% mengalami nomophobia pada tingkat sedang (Jahrami, et al, 2022). Kualitas tidur yang baik dapat diperoleh dengan mengendalikan stres, yakni dengan melakukan metakognisi, dan membatasi penggunaan smarthphone dimalam hari. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara nomophobia dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 1 Manado. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Manado dengan jumlah populasi 1994 siswa dan jumlah sampel sebanyak 103 sampel yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis univariat akan menunjukan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat untuk melihat hubungan dilakukan dengan uji Spearman Rank dengan menggunakan aplikasi SPSS ver.27. Hasil penelitian mendapatkan 56,3% responden memiliki tingkat nomophobia sedang, 23,3% responden tingkat nomophobia tinggi, dan 20,4% responden memiliki tingkat nomophobia rendah. Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p <0,001dengan nilai R (koefisien korelasi) = 0,378, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara nomophobia dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 1 Manado.
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA DAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS BAHU Siagian, Friska Natasya Romauly; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Kaunang, Wulan Pingkan Julia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44772

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme kronis dengan gejala tingginya kadar gula darah pada tubuh. Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021, terdapat sekitar 537 juta kasus diabetes di seluruh dunia pada kelompok usia 20-79 tahun. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 mengungkapkan bahwa jumlah total kasus diabetes melitus mencapai 877,531. Sementara itu, Provinsi Sulawesi Utara, jumlah penderita diabetes melitus tahun 2023 mencapai 9,721 orang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Manado pada tahun 2022, angka kejadian diabetes melitus mencapai 12,991 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat penyakit keluarga dan kebiasaan makan dengan Diabetes Melitus Tipe II pada pasien di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan observasional analitik dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Penelitian dilakukan pada bulan November 2024 - Januari 2025 dengan sampel 104 responden. Analisis statistik dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan nilai p<0,05 dianggap signifikansi statistik. Hasil analisis chi-square antara riwayat penyakit keluarga dengan Diabetes Melitus Tipe II adalah <0,001 dengan nilai OR=14,929; CI 95% = 5,653 - 9,423, dan untuk kebiasaan makan dengan Diabetes Melitus Tipe II didapatkan nilai p <0,001 dengan nilai OR=60,429; CI 95% = 17,871 - 204,328. Kesimpulan didapatkan hubungan signifikan antara riwayat penyakit keluarga dan kebiasaan makan dengan Diabetes Melitus Tipe II, dengan risiko 14,929 kali lebih besar pada orang dengan riwayat penyakit keluarga, dan risiko 60,429 kali lebih besar pada orang dengan kebiasaan makan buruk.
HUBUNGAN ANTARA SEDENTARY LIFESTYLE DENGAN OBESITAS PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI: STUDI KASUS KONTROL Rambolangi, Vincencius Rangga Wisesa; Kalesaran, Angela F. C.; Mantjoro, Eva M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45032

Abstract

Gaya hidup sedentari (sedentary lifestyle) merujuk pada gaya hidup individu yang menghabiskan banyak waktu untuk duduk atau berbaring tanpa melakukan aktivitas fisik yang cukup. Pola aktivitas fisik yang menjadi salah satu faktor penyebab obesitas adalah pola aktivitas sedentari (kurang gerak), yang menyebabkan energi yang dikeluarkan tidak maksimal sehingga meningkatkann risiko obesitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan sedentary lifestyle dengan obesitas pada mahasiswa. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain atau rancangan penelitian kasus kontrol. Penelitian dilakukan dengan wawancara terhadap responden, pengisian kuesioner, serta pengukuran antropometri untuk mengetahui status gizi mahasiswa (IMT) pada 80 responden. Jumlah sampel penelitian yaitu 80 responden, dan besaran sampel kasus yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 40 responden kelompok kasus (status gizi berdasarkan IMT Obesitas tingkat ringan-berat) dan 40 responden kelompok kontrol (status gizi berdasarkan IMT normal-kurus). Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Didapatkan bahwa rata-rata IMT 25,24 kg/m2 dan rata-rata tingkat sedentary lifestyle 94,76 jam/minggu. Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan analisis Chi-square didapatkan ada hubungan antara sedentary lifestyle dengan obesitas pada mahasiswa dengan nilai p = <0,01 dan OR = 5,741 (CI=2,154-15,297). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan yang signfikan antara sedentary lifestyle dengan obesitas pada mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat.
HUBUNGAN ANTARA FOMO (FEAR OF MISSING OUT) DENGAN NOMOFOBIA PADA MAHASISWA FKM UNSRAT Lotulung, Megapresia Indri; Kalesaran, Angela F. C.; Nelwan, Jeini E.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48017

Abstract

Ketergantungan yang tinggi terhadap smartphone dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi. Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah nomofobia, yaitu ketakutan berlebihan saat terpisah dari smartphone. Banyak individu menggunakan smartphone untuk mencari informasi dan mengakses media sosial, sehingga ketakutan tertinggal informasi (Fear of Missing Out/FOMO) dapat menjadi pemicu nomofobia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out (FOMO) dengan nomofobia pada mahasiswa FKM UNSRAT. Jenis penelitian ini bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner NMP-Q dan FOMOs dan dibagikan kepada 100 mahasiswa yang menjadi responden. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling. Analisis statistik dilakukan secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi, serta secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0,000 (<0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,357. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan dengan tingkat kekuatannya cukup dan arah hubungan yang positif, antara FOMO dengan nomofobia pada mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT
HUBUNGAN ANTARA DURASI KERJA DAN KELELAHAN KERJA DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PEDAGANG IKAN DI PASAR BERSEHATI KOTA MANADO Ibur, Chikita Amanda; Doda, Diana Vanda D.; Kalesaran, Angela F. C.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49326

Abstract

Kecelakaan di tempat kerja adalah persoalan penting yang bisa menyebabkan kerugian finansial dan mengakibatkan kehilangan nyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara durasi kerja dan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada pedagang ikan di pasar bersehati kota manado. Metode jenis penelitian yang dilakukan adalah desain observasional analitik menggunakan metodologi kuantitatif dan pendekatan observasional analitik. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Bersehati Kota Manado dilaksanakan pada Desember 2024 – Juli 2025. Populasi penelitian ini mencakup pedagang ikan sebanyak 232 pedagang, sedangkan sampel yang akan diambil terdiri dari 55 pedagang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dipilih melalui metode non random purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah industrial fatigue research comitte (IFRC) dan kuesioner Huda dkk. Untuk menguji hubungan antara variabel secara statistik, menggunakan chi square. Hasil penelitian menentukan bahwa sebagian besar pedagang, sebagian besar pedagang yaitu 37 pedagang, melakukan durasi kerja ≤8 jam, 33 pedagang mengalami kelelahan kerja dengan kategori tinggi – sangat tinggi dan 39 pedagang pernah mengalami kecelakaan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara durasi kerja dengan kecelakaan kerja pada pedagang di Pasar Bersehati dengan p = 0,080. Dan juga terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada pedagang ikan di Pasar Bersehati dengan p = 0,039. Kata kunci: Durasi Kerja, Kelelahan Kerja, Kecelakaan Kerja
PERBANDINGAN DAMPAK KESEHATAN ANTARA ROKOK ELEKTRIK DENGAN ROKOK KONVENSIONAL: STUDI META-ANALISIS Golung, Aimar Daniel; Langi, F. L. Fredrik G.; Kalesaran, Angela F. C.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49765

Abstract

Perilaku merokok merupakan masalah kesehatan masyarakat yang paling umum dan menjadi perhatian global saat ini. Di seluruh dunia, pengguanaan tembakau menyebabkan lebih dari 7 juta kematian per tahun. Perokok sendiri dibagi menjadi dua berdasarkan jenis dan bentuk rokok yang dikonsumsi yakni rokok konvensional dan rokok elektrik. Rokok elektrik dianggap lebih aman daripada rokok konvensional atau tembakau karena tidak mengandung tar dan karbon monoksida. Namun, penelitian lain menemukan bahwa rokok elektrik tetap memiliki kandungan nikotin dan bahan kimia lain yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan dampak kesehatan antara rokok elektrik dan rokok konvensional melalui pendekatan meta-analisis. Metode yang digunakan adalah meta-analisis dengan menganalisis data dari berbagai studi yang relevan. Hasil menunjukan bahwa ukuran efek dampak kesehatan dari kedua jenis rokok tergolong kecil, dengan nilai effect size antara 0,12 hingga 0,32, dan perbedaan tidak signifikan secara statistik (p-velue = 0,58) model efek acak digunakan dalam analisis akibat heterogenitas yang cukup tinggi antar studi. Meskipun rokok elektrik sering dianggap lebih aman, dampak kesehatan dari kedua jenis rokok tersebut tidak signifikan. Pemerintah dan lembaga kesehatan disarankan untuk memperkatat regulasi terhadap rokok elektrik, termasuk, termasuk pengawasan kandungan kimia dan nikotin. Edukasi kepada masyarakat tentang potensi risiko keduajenis rokok juga diperlukan.
Hubungan antara body image dan body dysmorphic disorder pada member fitness center Wenur, Claudeo Primus; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Asrifuddin, Afnal
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.929

Abstract

Background: Body Dysmorphic Disorder (BDD) is a mental disorder characterized by an excessive obsession with physical defects that often go unnoticed by others. The prevalence of BDD varies between 0.5 and 3.2% and can affect individuals aged 5 to 80 years, with a slightly higher prevalence in women. BDD often emerges in adolescence and significantly impacts daily life, particularly among gym members. Research suggests that factors such as a history of abuse and stigma contribute to BDD. Purpose: To explore the relationship between body image and body dysmorphic disorder among gym members. Method: This was an observational analytical study with a cross-sectional design. A sample of 96 respondents was selected using simple random sampling. The research instruments used the MDDI questionnaire to assess BDD and the MBSRQ-AS to assess body image. Univariate analysis was conducted to describe the characteristics of the respondents and each variable. Bivariate analysis was performed using the chi-square test. Results: The bivariate analysis using the chi-square test between the independent variable of body image and the dependent variable of BDD yielded a p-value <0.05. Conclusion: There is a significant relationship between body image and body dysmorphic disorder in fitness center members.   Keywords: Body Dysmorphic Disorder; Body Image; Fitness Center; Members.   Pendahuluan: Body Dysmorphic Disorder (BDD) adalah gangguan mental yang ditandai oleh obsesi berlebihan terhadap cacat fisik yang sering tidak diperhatikan orang lain. Prevalensi BDD bervariasi antara 0.5-3.2% dan dapat memengaruhi individu dari usia 5-80 tahun dengan kecenderungan sedikit lebih tinggi pada perempuan. BDD sering muncul pada masa remaja dan berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan anggota fitness center. Penelitian menunjukkan bahwa factor, seperti riwayat penyalahgunaan dan stigma berkontribusi terhadap BDD. Tujuan: Untuk mengeksplorasi hubungan antara body image dan body dysmorphic disorder pada member fitness center. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang. Jumlah sampel sebanyak 96 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner MDDI untuk menilai adanya BDD dan MBSRQ-AS untuk menilai body image. Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan setiap variabel. Sementara analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi square antara variabel bebas body image dan variabel terikat BDD didapatkan nilai p < 0.05. Simpulan: Terdapat hubungan yang signfikan antara body image dengan body dysmorphic disorder pada member fitness center.   Kata Kunci: Body Dysmorphic Disorder; Body Image; Fitness Center; Member.
Pengaruh ice massage terhadap intensitas keluhan nyeri punggung bawah pada tenaga kerja bongkar muat Wokas, Claudia Natalia; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Kawatu, Paul Artur Tennov
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1381

Abstract

Background: Stevedores at Manado Port are a group of informal workers at high risk of musculoskeletal disorders, particularly low back pain, due to heavy workloads, long working hours, and poor ergonomic posture. One simple non-pharmacological intervention to reduce the intensity of low back pain is ice massage. Purpose: To determine the effect of ice massage on the intensity of low back pain complaints in stevedores. Method: This study used a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design, consisting of two groups: an intervention group (ice massage) and a control group (no treatment). A total of 32 participants, 16 in each group, were selected as the sample. Pain levels were measured using a Visual Analog Scale (VAS) before and after the intervention. Results: Data analysis using a paired t-test showed a significant reduction in low back pain intensity (p < 0.05) in the treatment group. The results of the independent sample t-test showed a significant difference in pain intensity between the treatment and control groups (p < 0.05). Conclusion: Ice massage has an effect on the intensity of lower back pain complaints in stevedores. Suggestion: Ice massage can be applied independently by stevedores to relieve lower back pain. Further research is recommended with a larger sample size and longer intervention period to strengthen the scientific evidence.   Keywords: Ice Massage; Lower Back Pain; Stevedores.   Pendahuluan: Tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Manado merupakan kelompok pekerja informal yang berisiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal, terutama nyeri punggung bawah akibat beban kerja berat, durasi kerja panjang, dan postur tubuh yang tidak ergonomis. Salah satu intervensi non-farmakologis sederhana untuk mengurangi intensitas nyeri punggung bawah tersebut adalah ice massage. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh ice massage terhadap intensitas keluhan nyeri punggung bawah pada Tenaga kerja bongkar muat. Metode: Desain kuasi-eksperimental menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen, yang terdiri dari dua kelompok, intervensi (ice massage) dan kelompok kontrol (tanpa perlakuan). Total sampel sebanyak 32 partisipan, terdiri atas 16 orang di setiap kelompok. Tingkat nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan menunjukkan penurunan intensitas nyeri pungguh bawah secara signifikan (p < 0.05) pada kelompok perlakuan. Hasil uji-t sampel independen menunjukkan perbedaan itensitas nyeri yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p < 0.05). Simpulan: Terdapat pengaruh ice massage terhadap intensitas keluhan nyeri punggung bawah pada tenaga kerja bongkar muat. Saran: Ice massage dapat diterapkan secara mandiri oleh petugas TKBM untuk meredakan nyeri punggung bawah. Penelitian lanjutan disarankan dengan sampel lebih besar dan waktu intervensi lebih panjang untuk memperkuat bukti ilmiah.   Kata Kunci: Ice Massage; Nyeri Punggung Bawah; Tenaga Kerja Bongkar Muat.
Co-Authors ., Gabriella Amisi, Marsella D. Asep Rahman Asrifudin, Afnal Astari, Virginia Budi T. Ratag Canon, Fiqhi A. Chintya, Prasuthio Chreisye Mandagi, Chreisye Dampi, Denada Jihan Derek, Chintya Doda, Diana V.D. Febi Kolibu, Febi Ferry Firmansyah Golung, Aimar Daniel Grace Debbie Kandou Grace, Taroreh G Herman, Ulqiyah Nurhusna Ibur, Chikita Amanda Kasi, Olivia Agatha Kaunang, Wulan J. P. Kaunang, Wulan P.J Kawatu, Paul A T Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul A. T Kawatu, Paul A.T Kawatu, Paul Artur Tennov Langi , Fima L. F. G. Londa, Putrisia Lotulung, Cindy C. Lotulung, Cindy Celine Lotulung, Megapresia Indri Lumintang, Fredlen Christo Sampouw Malonda, Nancy S. H Mamonto, Silviani Mamuko, Keysia M. Mandagi, Chreisye K. F. Mandagi, Chreisye Kardinalia Francisca Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca Manganguwi, Sheryl Mantali, Arief Mantjoro, Eva M. Mantjoro, Eva. M. Manurung, Pebrina Maramis, Frilya I. Maukar, Veigy Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya, Anugrah Menggasa, Evanly Relix Mokalu, Reinindo Aries Mokodompit, Pratiwi Monding, Faldano F. Moningka, Jessica S.Y. Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Neu, Cicilia Nina, Nurhayati Pasongli, Anita Paul A.T. Kawatu Pelleng, Debora Pesiwarissa, Disha N. Polan, Tri Vanny Sampe Punuh, Maureen Irinne Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rambolangi, Vincencius Rangga Wisesa Rawis, Gisela Irma Rewasan, Mariana Ricky C. Sondakh Rumagit, Holy C.N Rumambi, Euginia Firsty Ruru, Jessica Saliha, Jovi Sambeka, Rahelea Sambow, Triska T. Sekeon, Sekplin A.S. Sekeon, Sekplin S Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Selaindoong, Sefania J. Senduk, Miranda N.P. Seroy, Meywinsy Siagian, Friska Natasya Romauly Siampa, Jainer Pasca Sondakh, Ricky Constantyn Suhartoyo, Fitri Murnisari Sulaemana Engkeng, Sulaemana Supit, Muhammad Isra Alf L Talumewo, Olrike C. Tangkilisan, Jordi R. Abednego Tiku, Vicharie Tipa, Ericha Widya Tompodung, Vickly D.A. Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tumurang, Marjes Tuwongkesong, Fadillah Walangitan, Rayn Christian Waworuntu, Pramatia Grayni Wenas, Crifianny Wenur, Claudeo Primus Wokas, Claudia Natalia Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wowor, Prisca Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang