Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

THE INHIBITION TEST OF SECONDARY METABOLITES COMPOUNDS FROM ENDOPHYTE BACTERIA IN BANANA PEEL AGAINST PATHOGENIC BACTERIA AND FUNGI: ENDOPHYTE BACTERIA IN BANANA PEEL Abbas, Sanatang; Yuliastri, Wa Ode; Rahul, Rahul
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 1 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss1/296

Abstract

Background: The abundant banana production in Southeast Sulawesi causes environmental problems due to the large amount of banana peel waste. Banana peels contain nutrients that are food for microbes, especially endophytic bacteria. Endophytic bacteria from banana peels can produce secondary metabolite compounds that are used as agents to inhibit the growth of pathogenic bacteria and fungi. The purpose of this study was to determine the inhibitory power of secondary metabolite compounds from bacterial isolate code KPM2 (Kulit Pisang Mas 2) on bacteria and fungi. Methods: The inhibition zones of secondary metabolite compounds from bacterial isolate code KPM2 against Propionibacterium acne and Staphylococcus aureus bacteria were 14 mm and 12 mm, respectively, while the inhibition zones of Erythromycin and Cefoxitin were 28 mm and 17.5 mm, respectively. Results: The inhibition zone test of secondary metabolite compounds from KPM2 bacterial isolates against Aspergillus niger and Candida albicans fungi were obtained at 19.5 mm and 27 mm respectively, while the inhibition zone of Ketoconazole antifungal was 21.5 mm and 45 mm respectively. Conclusion: This study was concluded that the secondary metabolite compounds produced by KPM2 bacterial isolates were able to inhibit the growth of Propionibacterium acne and Staphylococcus aureus bacteria as well as on pathogenic fungi Aspergillus Niger and Candida albicans.
Analisis Pengelolaan Obat Sistem Satu Pintu Pada UPTD Puskesmas Polinggona Kabupaten Kolaka Tahun 2022 sufiati, Sufiati; Azizi Jayadipraja, Erwin; Yuliastri, Wa Ode
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i5.262

Abstract

Manajemen pengelolaan obat untuk kebutuhan obat publik didasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor No.74 Tahun 2016. Salah satu tujuan manajemen pengelolaan obat adalah menjamin ketersediaan obat. Manajemen pengelolaan obat yang tidak efisien dapat menyebabkan tingkat ketersediaan obat menjadi berkurang, terjadi kekosongan obat, serta banyaknya obat yang menumpuk akibat dari perencanaan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan obat di Puskesmas Polinggona Kabupaten Kolaka Tahun 2022. Desain penelitian ini adalah kualitatif menggunakan metode deskriptif observasi dengan melakukan pengamatan  menggunakan wawancara langsung kepada informan yang ada dipuskesmas  Polinggona Kabupaten Kolaka, sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan informan staf puskesmas dan pasien. Hasil penelitian yang didapatkan Manajemen pengelolaan obat yang meliputi perencanaan, permintaan, penyimpanan, pendistribusian dan pengendalian di Puskesmas Polinggona Kabupaten Kolaka sering terjadi pada penyimpanan yang tidak sesuai dengan syarat penyimpanan obat karena tidak dapat menampung semua obat dan bahan medis habis pakai . Hal itu sangat berpengaruh pada kualitas obat dan pelayanan Kesehatan. Disarankan kepada pihak Puskesmas Polinggona Kabupaten Kolaka untuk melakukan evaluasi tentang manajemen pengelolaan obat terkhusus pada kegiatan penyimpan obat agar kegiatan pengelolaan obat di Puskesmas dapat diselenggarakan dengan semaksimal mungkin dan juga diharapkan kepada Dinas kesehatan kabupaten Kolaka agar membenahi sarana dan prasarasa khususnya gudang obat.
Deteksi Gen NF-KB dan TLR4 pada Tikus Diet Tinggi Lemak Pra dan Pasca Pemberian Free Cell dari Bakteri Simbion Kulit Pisang Sanatang; Yuliastri, Wa Ode; Qadratillah, Dyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/28093151.v3i1.52

Abstract

Diet tinggi lemak menyebabkan risiko obesitas. Obesitas ini dapat menyebabkan inflamasi tingkat rendah akibat aktivasi Nuclear Factor Kappa Beta (NF-kB) melalui Toll Like Receptor (TLR-4). Pada penelitian ini peran free cell dari bakteri simbion kulit pisang diharapkan mampu menurunkan ekspresi gen NF-kB  dan TLR-4 pada tikus diet tinggi lemak. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeteksi gen NF-kB  dan TLR4 pada tikus diet tinggi lemak pra dan pasca pemberian free cell dari bakteri simbion kulit pisang. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain pre post control. Sampel pada penelitian ini menggunakan isolat bakteri kulit pisang yang berasal dari penelitian sebelumnya dengan kode KPM2. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini dikelompokkan menjadi 4 kelompok perlakuan, kelompok normal diberi pakan normal; kelompok kontrol negatif diberi Na-CMC; kelompok kontrol positif diberi orlistat; kelompok uji diberi free cell dari isolat bakteri KPM2. Hasil penelitian dengan menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) menunjukkan bahwa diet tinggi lemak dapat mengaktifkan NF-KB dan TLR-4 pada kelompok negatif dan positif yang diberi pakan lemak tinggi yang ditandai dengan teramplifikasinya pita pada gen target. Sedangkan pada kelompok uji tidak terlihat pita gen target yang teramplifikasi akibat adanya variasi biologis pada setiap hewan uji. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu gagal mendeteksi gen NF-KB dan TLR-4 yang ditandai dengan tidak teramplifikasinya pita gen NF-kB dan TLR-4 pada tikus diet tinggi lemak pra dan pasca pemberian free cell dari bakteri simbion kulit pisang. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenaI jenis-jenis sitokin pro-inflamasi yang spesifik terhadap obesitas.
Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Scabies di Pesantren Minhajut Thullab Karuniawati, Kadek Ayu; Rahmawati; Yuliastri, Wa Ode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v2i2.187

Abstract

Berdasarkan data dari Puskesmas Andoolo Utama menunjukkan bahwa kasus scabies 3 tahun terakhir selalu terjadi peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2018 sebanyak 35 kasus, tahun 2019 sebanyak 46 kasus dan tahun 2020 sebanyak 57 kasus dengan angka pelaporan paling sering terjadi pada anak usia anak-anak (10-12) tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian scabies pada santri di Pondok Pesantren Minhajut Thullab Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 254 orang, dengan jumlah sampel 72 responden. Hasil penelitian dengan uji chi square menunjukkan ada hubungan signifikan antara kejadian scabies dengan variabel personal hygiene kebersihan kulit (p-value=0,002). Variabel yang tidak signifikan adalah sanitasi air bersih (p-value=0,382), dan sarana pembuangan sampah (p-value=0,332). Disarankan bagi santri pondok untuk meningkatkan upaya kebersihan diri seperti (mandi 3 kali sehari dan menjaga kebersihan pakaian). Bagi pihak pengelola pondok untuk meningkatkan pemeliharaan fasilitas sanitasi dasar yang sesuai dengan syarat kesehatan.