Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Penanganan dan Pencegahan Stunting di Pudaria Jaya Rahmadania, Wa Ode; Lestari, Sari Arie; Yuliastri, Wa Ode; Yanti, Fitri; Pusmarani, Jastria; Ardiansyah, Ririn Teguh; Ridwan, Bai Athur; Firmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.749

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi pada anak secara global. Sekitar 161 juta anak balita di dunia mengalami stunting, stunting ditandai dengan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan pada anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa ibu-ibu yang mempunyai balita di Desa Pudaria Jaya, diketahui masih banyak ibu-ibu yang belum terpapar mengenai stunting. Sehingga banyak dari mereka mengira bahwa anak atau balitanya lebih pendek dari usianya adalah faktor dari genetik sehingga tidak perlu memerlukan penanganan lebih lanjut dan kurangnya pemahaman orangtua dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dapat mencegah stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Stunting dan mengajarkan cara pencegahan stunting serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan seperti telur, tahu, tempe dan bubur kacang hijau kepada anak. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat diperoleh bahwa masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini telah memahami tentang apa itu stunting pada anak terutama terkait makanan bergizi yang harus dikonsumsi oleh anak serta hal-hal yang dapat mencegah terjadinya stunting.
Immunomodulatory Activity of Purple Button Herb (Borreria laevis Lamk.) on Macrophage Phagocytosis Prasetyo, Mulyadi; Yuliastri, Wa Ode; Pusmarani, Jasria; Saranani, Selpirahmawati; Handayani, Putri
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v6i3.53924

Abstract

Immunomodulators operate through various mechanisms, one of which involves enhancing phagocytic activity. The purple button herb (Borreria laevis Lamk.) is recognized for containing secondary metabolites that may function as immunomodulators; however, its influence on phagocytosis has not been previously assessed. Consequently, a study explored the immunomodulatory effects of distinct fractions of the purple button herb on macrophage phagocytosis in male mice. Over seven days, the mice were orally administered ethanolic extract, ethyl acetate, and n-hexane fractions of the purple button herb. On the eighth day, the subjects were infected with Staphylococcus aureus. After euthanization, intraperitoneal fluid was collected to analyze macrophage phagocytosis activity. The study's results suggested that the ethanolic extract, ethyl acetate, and n-hexane fractions of the purple button herb tended to enhance macrophage activity, with the n-hexane fraction achieving the highest phagocytosis rate of 84.7%. The corresponding p-value > 0.05 in the LSD test indicated no statistically significant difference when compared to the positive control. In conclusion, the n-hexane fraction of the purple button herb demonstrates potential as an immunostimulant by augmenting macrophage activity.
Immunomodulatory Activity of Enau (Arenga pinnata) Leaf Extract on Macrophage Phagocytosis in Mice Yuliastri, Wa Ode; Sahidin, Idin; Isrul, Muhammad; Setiawan, La Ode Wawan
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v6i3.53970

Abstract

The immune system is vital in protecting the body from pathogens and harmful foreign substances. This study aims to evaluate the immunomodulatory activity of Arenga pinnata leaf extract on macrophage phagocytosis activity in mice (Mus musculus) and determine its optimal dosage. Extraction was conducted using the maceration method with 96% ethanol as the solvent. The immunomodulatory test was performed by measuring macrophage phagocytosis activity. Male mice were divided into six groups: a negative control (0.5% Na-CMC), a positive control (Stimuno® 0.013 mg/kgBW), and four treatment groups receiving Arenga pinnata leaf extract at doses of 100 mg/kgBW, 200 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, and 400 mg/kgBW. After seven days of treatment, the mice were injected intraperitoneally with Staphylococcus aureus bacteria, and peritoneal fluid was collected for macrophage phagocytosis activity analysis under a microscope. The results showed that Arenga pinnata leaf extract significantly increased macrophage phagocytosis activity at 300 mg/kgBW and 400 mg/kgBW compared to the positive control. Phytochemical analysis revealed the presence of flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids, which contribute to its immunomodulatory effects. In conclusion, Arenga pinnata ethanol leaf extract exhibits potential as an immunomodulatory agent, particularly at 300 mg/kgBW and 400 mg/kgBW doses. However, further studies are necessary to explore its pharmaceutical applications and elucidate its mechanisms of action.
Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Kombinasi daun Kelor Dan Kulit Jeruk Nipis Di Desa Puasana, Kec.Moramo Utara, Kab.Konawe Selatan rahmaniar, dian; Hasanuddin, Silviana; Yuliastri, Wa Ode; Anggriani Syafrie, Firhani; Putri, Tenri Zulfa Ayu Dwi; Kadrina, Desi; Asri, Nur Ainun
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i2.412

Abstract

Pemanfaatan tanaman sekitar sebagai produk herbal merupakan salah satu kegiatan yang penting dilakukan guna pemanfaatan tanaman dari bahan alam. Pelatihan pembuatan teh herbal dari daun kelor dan kulit buah jeruk dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat program studi farmasi kepada ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Desa Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan informasi tentang manfaat daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan Kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan meningkatkan keterampilan tentang cara mengolah daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan Kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) menjadi bahan baku pembuatan teh herbal. Metode yang digunakan pada pelatihan ini yaitu diawali dengan proses diskusi mengenai tanaman dan produk dari tanaman serta dan tes baik sebelum maupun sesuah penuluhan. tertulis sebelum edukasi kemudian penyuluhan dan pelatihan pembuatan teh herbal Pada tahap penyuluhan dan edukasi tim pengabdian mendeskripsikan tentang pentingnya teh herbal bagi kesehatan, manfaat teh herbal dari daun kelor dan kulit buah jeruk, keunggulan produk dan cara pembuatan teh herbal ini. Hasil pelatihan tersebut adalah masyarakat memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai cara mengolah dan mengemas teh secara benar melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab selama sesi edukasi. Berdasarkan hasil uji tanya jawab melalui kuesioner menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat yaitu dari 34% menjadi 94%.
UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL HERBA KANCING UNGU (Borreria laevis Lamk.) TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN Ifaya, Mus; Ida Fitriah, Wa Ode; Baco, Juliana; Ridwan, Bai Athur; Yuliastri, Wa Ode; Syafrie, Firhani Anggriani; Nirwana
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i1.41930

Abstract

Sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk melindunginya dari patogen dan zat asing yang berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek imunomodulator herba kancing ungu (Borreria laevis Lamk) pada fungsi fagositosis makrofag mencit (Mus musculus). Uji imunomodulator dilakukan dengan mengukur aktivitas fagositosis makrofag. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Setelah tujuh hari perawatan, mencit jantan diinokulasi dengan bakteri Staphylococcus aureus melalui injeksi intraperitoneal. Tiga kelompok diberikan perlakuan dengan ekstrak herba kancing ungu 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Selanjutnya, cairan peritoneum diambil untuk mengukur aktivitas fagositosis makrofag. Hasilnya, ekstrak herba kancing ungu secara signifikan meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag sebesar 29,38% kelompok dosis 100 mg/kgBB, 34,44% kelompok dosis 200 mg/kgBB dan kelompok dosis 300 mg/kgBB sebesar 45,08% dengan nilai uji One-Way ANOVA signifikan p-value < 0,05. Oleh karena itu tanaman herbal kancing ungu berpotensi untuk dikembangkan  sebagai imunomodulator.
Peningkatan Pengetahuan dan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Penanganan dan Pencegahan Stunting di Pudaria Jaya Rahmadania, Wa Ode; Lestari, Sari Arie; Yuliastri, Wa Ode; Yanti, Fitri; Pusmarani, Jastria; Ardiansyah, Ririn Teguh; Ridwan, Bai Athur; Firmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.749

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi pada anak secara global. Sekitar 161 juta anak balita di dunia mengalami stunting, stunting ditandai dengan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan pada anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa ibu-ibu yang mempunyai balita di Desa Pudaria Jaya, diketahui masih banyak ibu-ibu yang belum terpapar mengenai stunting. Sehingga banyak dari mereka mengira bahwa anak atau balitanya lebih pendek dari usianya adalah faktor dari genetik sehingga tidak perlu memerlukan penanganan lebih lanjut dan kurangnya pemahaman orangtua dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dapat mencegah stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Stunting dan mengajarkan cara pencegahan stunting serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan seperti telur, tahu, tempe dan bubur kacang hijau kepada anak. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat diperoleh bahwa masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini telah memahami tentang apa itu stunting pada anak terutama terkait makanan bergizi yang harus dikonsumsi oleh anak serta hal-hal yang dapat mencegah terjadinya stunting.
IMMUNOMODULATORY POTENTIAL OF ETHANOL EXTRACT OF HENNA LEAF (Lawsonia Inermis L.) AGAINST MACROPHAGE PHAGOCYTOSIS IN MALE MICE (Mus Musculus): EXTRACT OF HENNA LEAF Purnamasari, Wa Ode Gustiani; Mulanna, Fauziah; Yuliastri, Wa Ode; Yuhadi, Asfani
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 1 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss1/293

Abstract

Background: One of the herbal plants that can be used as an immunomodulator is henna leaves (Lawsonia inermis L.) that increase the function of the immune system. The purpose of this study was to determine the immunomodulatory potential of henna leaves on macrophage phagocytosis and to determine at what dose the ethanol extract of henna leaves has the potential for macrophage phagocytosis in male mice (Mus musculus). Methods: The type of research used is analytical research using administering ethanol extract of henna leaves on increasing macrophage phagocytosis in male mice (Mus musculus) induced by Staphylococcus aureus, and to determine which dose is more effective in increasing phagocytosis using the phagocytosis test. The analysis method uses the ANOVA Statistical Test and the LSD Post Hoc Test. Results: The study showed that the ethanol extract of henna leaves has an immunomodulatory effect based on the results of the One Way ANOVA statistical test and post hoc test (p-value <0.05). The dose of ethanol extract of henna leaves that has immunomodulatory potential is a dose of 100 mg/kgBW (34.33%), a dose of 200 mg/kgBW (46%), a dose of 300 mg/kgBW (74.66%) and a dose of 400 mg/kgBW (75.33%). Conclusion: The study conclude that Ethanol extract of henna leaves has mmunomodulatory potential by increasing macrophage phagocytosis activity in male mice. Ethanol extract of henna leaves which is effective as an immunomodulator is 400 mg/kgBW which has a higher percentage of macrophage phagocytosis activity value compared to other dose variations, and is approximately the same as the positive control this is due to the number of phagocytic cells that actively carry out phagocytosis and is expressed as a percentage.
THE INHIBITION TEST OF SECONDARY METABOLITES COMPOUNDS FROM ENDOPHYTE BACTERIA IN BANANA PEEL AGAINST PATHOGENIC BACTERIA AND FUNGI: ENDOPHYTE BACTERIA IN BANANA PEEL Abbas, Sanatang; Yuliastri, Wa Ode; Rahul, Rahul
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 1 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss1/296

Abstract

Background: The abundant banana production in Southeast Sulawesi causes environmental problems due to the large amount of banana peel waste. Banana peels contain nutrients that are food for microbes, especially endophytic bacteria. Endophytic bacteria from banana peels can produce secondary metabolite compounds that are used as agents to inhibit the growth of pathogenic bacteria and fungi. The purpose of this study was to determine the inhibitory power of secondary metabolite compounds from bacterial isolate code KPM2 (Kulit Pisang Mas 2) on bacteria and fungi. Methods: The inhibition zones of secondary metabolite compounds from bacterial isolate code KPM2 against Propionibacterium acne and Staphylococcus aureus bacteria were 14 mm and 12 mm, respectively, while the inhibition zones of Erythromycin and Cefoxitin were 28 mm and 17.5 mm, respectively. Results: The inhibition zone test of secondary metabolite compounds from KPM2 bacterial isolates against Aspergillus niger and Candida albicans fungi were obtained at 19.5 mm and 27 mm respectively, while the inhibition zone of Ketoconazole antifungal was 21.5 mm and 45 mm respectively. Conclusion: This study was concluded that the secondary metabolite compounds produced by KPM2 bacterial isolates were able to inhibit the growth of Propionibacterium acne and Staphylococcus aureus bacteria as well as on pathogenic fungi Aspergillus Niger and Candida albicans.
Deteksi Gen NF-KB dan TLR4 pada Tikus Diet Tinggi Lemak Pra dan Pasca Pemberian Free Cell dari Bakteri Simbion Kulit Pisang Sanatang; Yuliastri, Wa Ode; Qadratillah, Dyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/28093151.v3i1.52

Abstract

Diet tinggi lemak menyebabkan risiko obesitas. Obesitas ini dapat menyebabkan inflamasi tingkat rendah akibat aktivasi Nuclear Factor Kappa Beta (NF-kB) melalui Toll Like Receptor (TLR-4). Pada penelitian ini peran free cell dari bakteri simbion kulit pisang diharapkan mampu menurunkan ekspresi gen NF-kB  dan TLR-4 pada tikus diet tinggi lemak. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeteksi gen NF-kB  dan TLR4 pada tikus diet tinggi lemak pra dan pasca pemberian free cell dari bakteri simbion kulit pisang. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain pre post control. Sampel pada penelitian ini menggunakan isolat bakteri kulit pisang yang berasal dari penelitian sebelumnya dengan kode KPM2. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini dikelompokkan menjadi 4 kelompok perlakuan, kelompok normal diberi pakan normal; kelompok kontrol negatif diberi Na-CMC; kelompok kontrol positif diberi orlistat; kelompok uji diberi free cell dari isolat bakteri KPM2. Hasil penelitian dengan menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) menunjukkan bahwa diet tinggi lemak dapat mengaktifkan NF-KB dan TLR-4 pada kelompok negatif dan positif yang diberi pakan lemak tinggi yang ditandai dengan teramplifikasinya pita pada gen target. Sedangkan pada kelompok uji tidak terlihat pita gen target yang teramplifikasi akibat adanya variasi biologis pada setiap hewan uji. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu gagal mendeteksi gen NF-KB dan TLR-4 yang ditandai dengan tidak teramplifikasinya pita gen NF-kB dan TLR-4 pada tikus diet tinggi lemak pra dan pasca pemberian free cell dari bakteri simbion kulit pisang. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenaI jenis-jenis sitokin pro-inflamasi yang spesifik terhadap obesitas.
Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Scabies di Pesantren Minhajut Thullab Karuniawati, Kadek Ayu; Rahmawati; Yuliastri, Wa Ode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v2i2.187

Abstract

Berdasarkan data dari Puskesmas Andoolo Utama menunjukkan bahwa kasus scabies 3 tahun terakhir selalu terjadi peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2018 sebanyak 35 kasus, tahun 2019 sebanyak 46 kasus dan tahun 2020 sebanyak 57 kasus dengan angka pelaporan paling sering terjadi pada anak usia anak-anak (10-12) tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian scabies pada santri di Pondok Pesantren Minhajut Thullab Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 254 orang, dengan jumlah sampel 72 responden. Hasil penelitian dengan uji chi square menunjukkan ada hubungan signifikan antara kejadian scabies dengan variabel personal hygiene kebersihan kulit (p-value=0,002). Variabel yang tidak signifikan adalah sanitasi air bersih (p-value=0,382), dan sarana pembuangan sampah (p-value=0,332). Disarankan bagi santri pondok untuk meningkatkan upaya kebersihan diri seperti (mandi 3 kali sehari dan menjaga kebersihan pakaian). Bagi pihak pengelola pondok untuk meningkatkan pemeliharaan fasilitas sanitasi dasar yang sesuai dengan syarat kesehatan.