Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Penanganan dan Pencegahan Stunting di Pudaria Jaya Rahmadania, Wa Ode; Lestari, Sari Arie; Yuliastri, Wa Ode; Yanti, Fitri; Pusmarani, Jastria; Ardiansyah, Ririn Teguh; Ridwan, Bai Athur; Firmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.749

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi pada anak secara global. Sekitar 161 juta anak balita di dunia mengalami stunting, stunting ditandai dengan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan pada anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa ibu-ibu yang mempunyai balita di Desa Pudaria Jaya, diketahui masih banyak ibu-ibu yang belum terpapar mengenai stunting. Sehingga banyak dari mereka mengira bahwa anak atau balitanya lebih pendek dari usianya adalah faktor dari genetik sehingga tidak perlu memerlukan penanganan lebih lanjut dan kurangnya pemahaman orangtua dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dapat mencegah stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Stunting dan mengajarkan cara pencegahan stunting serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan seperti telur, tahu, tempe dan bubur kacang hijau kepada anak. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat diperoleh bahwa masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini telah memahami tentang apa itu stunting pada anak terutama terkait makanan bergizi yang harus dikonsumsi oleh anak serta hal-hal yang dapat mencegah terjadinya stunting.
Immunomodulatory Activity of Purple Button Herb (Borreria laevis Lamk.) on Macrophage Phagocytosis Prasetyo, Mulyadi; Yuliastri, Wa Ode; Pusmarani, Jasria; Saranani, Selpirahmawati; Handayani, Putri
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v6i3.53924

Abstract

Immunomodulators operate through various mechanisms, one of which involves enhancing phagocytic activity. The purple button herb (Borreria laevis Lamk.) is recognized for containing secondary metabolites that may function as immunomodulators; however, its influence on phagocytosis has not been previously assessed. Consequently, a study explored the immunomodulatory effects of distinct fractions of the purple button herb on macrophage phagocytosis in male mice. Over seven days, the mice were orally administered ethanolic extract, ethyl acetate, and n-hexane fractions of the purple button herb. On the eighth day, the subjects were infected with Staphylococcus aureus. After euthanization, intraperitoneal fluid was collected to analyze macrophage phagocytosis activity. The study's results suggested that the ethanolic extract, ethyl acetate, and n-hexane fractions of the purple button herb tended to enhance macrophage activity, with the n-hexane fraction achieving the highest phagocytosis rate of 84.7%. The corresponding p-value > 0.05 in the LSD test indicated no statistically significant difference when compared to the positive control. In conclusion, the n-hexane fraction of the purple button herb demonstrates potential as an immunostimulant by augmenting macrophage activity.
Immunomodulatory Activity of Enau (Arenga pinnata) Leaf Extract on Macrophage Phagocytosis in Mice Yuliastri, Wa Ode; Sahidin, Idin; Isrul, Muhammad; Setiawan, La Ode Wawan
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v6i3.53970

Abstract

The immune system is vital in protecting the body from pathogens and harmful foreign substances. This study aims to evaluate the immunomodulatory activity of Arenga pinnata leaf extract on macrophage phagocytosis activity in mice (Mus musculus) and determine its optimal dosage. Extraction was conducted using the maceration method with 96% ethanol as the solvent. The immunomodulatory test was performed by measuring macrophage phagocytosis activity. Male mice were divided into six groups: a negative control (0.5% Na-CMC), a positive control (Stimuno® 0.013 mg/kgBW), and four treatment groups receiving Arenga pinnata leaf extract at doses of 100 mg/kgBW, 200 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, and 400 mg/kgBW. After seven days of treatment, the mice were injected intraperitoneally with Staphylococcus aureus bacteria, and peritoneal fluid was collected for macrophage phagocytosis activity analysis under a microscope. The results showed that Arenga pinnata leaf extract significantly increased macrophage phagocytosis activity at 300 mg/kgBW and 400 mg/kgBW compared to the positive control. Phytochemical analysis revealed the presence of flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids, which contribute to its immunomodulatory effects. In conclusion, Arenga pinnata ethanol leaf extract exhibits potential as an immunomodulatory agent, particularly at 300 mg/kgBW and 400 mg/kgBW doses. However, further studies are necessary to explore its pharmaceutical applications and elucidate its mechanisms of action.
Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Kombinasi daun Kelor Dan Kulit Jeruk Nipis Di Desa Puasana, Kec.Moramo Utara, Kab.Konawe Selatan rahmaniar, dian; Hasanuddin, Silviana; Yuliastri, Wa Ode; Anggriani Syafrie, Firhani; Putri, Tenri Zulfa Ayu Dwi; Kadrina, Desi; Asri, Nur Ainun
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i2.412

Abstract

Pemanfaatan tanaman sekitar sebagai produk herbal merupakan salah satu kegiatan yang penting dilakukan guna pemanfaatan tanaman dari bahan alam. Pelatihan pembuatan teh herbal dari daun kelor dan kulit buah jeruk dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat program studi farmasi kepada ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Desa Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan informasi tentang manfaat daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan Kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan meningkatkan keterampilan tentang cara mengolah daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan Kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) menjadi bahan baku pembuatan teh herbal. Metode yang digunakan pada pelatihan ini yaitu diawali dengan proses diskusi mengenai tanaman dan produk dari tanaman serta dan tes baik sebelum maupun sesuah penuluhan. tertulis sebelum edukasi kemudian penyuluhan dan pelatihan pembuatan teh herbal Pada tahap penyuluhan dan edukasi tim pengabdian mendeskripsikan tentang pentingnya teh herbal bagi kesehatan, manfaat teh herbal dari daun kelor dan kulit buah jeruk, keunggulan produk dan cara pembuatan teh herbal ini. Hasil pelatihan tersebut adalah masyarakat memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai cara mengolah dan mengemas teh secara benar melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab selama sesi edukasi. Berdasarkan hasil uji tanya jawab melalui kuesioner menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat yaitu dari 34% menjadi 94%.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Mouthwash Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca Catechu L) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Ainan, Tri; Yuliastri, Wa Ode; Isrul, Muhammad
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.197

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri adalah biji pinang (Areca catechu L.). Biji pinang mengandung berbagai metabolit sekunder seperti terpenoid, steroid, alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Ekstrak biji pinang memiliki aktivitas antibakteri disebabkan adanya senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan mouthwash dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium. Sampel diekstrasi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, sampel ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu L) dibagi menjadi 3 konsentrasi yaitu 10%, 15% dan 20%. Selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid/terpenoid. Kemudian dibuat sediaan Mouthwash setelah itu dilakukan evaluasi fisik sediaan yaitu meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, kemudian uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode paperdisc dan dianalisis menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian ini diperoleh ekstrak kental sebanyak 311 gram. Uji skrining fitokimia yang menunjukkan hasil positif yaitu flavonoid, steroid dan tanin. Hasil pengujian evaluasi fisik Mouthwash meliputi uji organoleptik, pH, dan viskositas. Pengujian tersebut yang dilakukan selama 3 minggu menghasilkan hasil yang sesuai tanpa adanya perubahan dari minggu pertama sampai minggu ke tiga, menunjukkan bahwa Mouthwash ekstrak etanol biji pinang memenuhi syarat evaluasi fisik. Sediaan Mouthwash ekstrak etanol biji pinang dilakukan pengujian antibakteri dengan luas zona hambat rata-rata pada konsentrasi 10% sebesar 9,7 mm, 15% sebesar 10,1 mm 20% sebesar 10,7 mm serta kontrol positif sebesar 11,1 mm termasuk kategori kuat. Sedangkan kontrol negatif tidak memberikan zona hambat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mouthwash ekstrak etanol biji pinang memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL HERBA KANCING UNGU (Borreria laevis Lamk.) TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN Ifaya, Mus; Ida Fitriah, Wa Ode; Baco, Juliana; Ridwan, Bai Athur; Yuliastri, Wa Ode; Syafrie, Firhani Anggriani; Nirwana
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i1.41930

Abstract

Sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk melindunginya dari patogen dan zat asing yang berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek imunomodulator herba kancing ungu (Borreria laevis Lamk) pada fungsi fagositosis makrofag mencit (Mus musculus). Uji imunomodulator dilakukan dengan mengukur aktivitas fagositosis makrofag. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Setelah tujuh hari perawatan, mencit jantan diinokulasi dengan bakteri Staphylococcus aureus melalui injeksi intraperitoneal. Tiga kelompok diberikan perlakuan dengan ekstrak herba kancing ungu 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Selanjutnya, cairan peritoneum diambil untuk mengukur aktivitas fagositosis makrofag. Hasilnya, ekstrak herba kancing ungu secara signifikan meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag sebesar 29,38% kelompok dosis 100 mg/kgBB, 34,44% kelompok dosis 200 mg/kgBB dan kelompok dosis 300 mg/kgBB sebesar 45,08% dengan nilai uji One-Way ANOVA signifikan p-value < 0,05. Oleh karena itu tanaman herbal kancing ungu berpotensi untuk dikembangkan  sebagai imunomodulator.
Peningkatan Pengetahuan dan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Penanganan dan Pencegahan Stunting di Pudaria Jaya Rahmadania, Wa Ode; Lestari, Sari Arie; Yuliastri, Wa Ode; Yanti, Fitri; Pusmarani, Jastria; Ardiansyah, Ririn Teguh; Ridwan, Bai Athur; Firmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.749

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi pada anak secara global. Sekitar 161 juta anak balita di dunia mengalami stunting, stunting ditandai dengan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan pada anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa ibu-ibu yang mempunyai balita di Desa Pudaria Jaya, diketahui masih banyak ibu-ibu yang belum terpapar mengenai stunting. Sehingga banyak dari mereka mengira bahwa anak atau balitanya lebih pendek dari usianya adalah faktor dari genetik sehingga tidak perlu memerlukan penanganan lebih lanjut dan kurangnya pemahaman orangtua dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dapat mencegah stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Stunting dan mengajarkan cara pencegahan stunting serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan seperti telur, tahu, tempe dan bubur kacang hijau kepada anak. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat diperoleh bahwa masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini telah memahami tentang apa itu stunting pada anak terutama terkait makanan bergizi yang harus dikonsumsi oleh anak serta hal-hal yang dapat mencegah terjadinya stunting.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksan, Etil Asetat dan Air pada Daun Keji Beling (Strobilanthes crispa) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa Wangloan, Melany Sapoetri; Yuliastri, Wa Ode; Ridwan, Bai Athur
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.232

Abstract

Penyakit infeksi disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat patogen, diantaranya ialah bakteri, virus, fungi atau parasit. Menurut data World Health Statistics lebih dari 70% kematian disebabkan karena penyakit infeksi (WHO, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri fraksi N-Heksan, Etil Asetat dan Air pada daun keji beling (Strobilanthes crispa) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik. Dalam penelitian uji perbandingan fraksi N-Heksan, Etil Asetat, dan Air Daun Keji Beling (Strobilanthes crispa) sebagai antibakteri terhadap bakteriStaphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Populasi tanaman keji beling diperoleh dari Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode analisis uji statistik non parametrik yaitu uji Kruskal Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji Mann Whitney dengan taraf signifikasi P < 0,05.Hasil skrining fitokimia pada fraksi N-Heksan positif mengandung tanin, saponin, dan triterpenoid. Fraksi Etil Ssetat dan fraksi AiSr positif mengandung flavanoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid.Berdasarkan hasil pengujian dari kelima replikasi aktifitas antibakteri daun keji beling terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosamemiliki aktivitas antibakteri paling optimal pada konsentrasi 25 % dengan masing-masing diameter zona hambat 12,78 mmdan 12,64 mm. Sedangkan fraksi Air terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomona aeruginosa memiliki aktivitas antibakteri paling optimal pada konsentrasi 25 % dengan masing-masing diameter zona hambat 12,92 mmdan 12,78 mm.Diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitia lanjutan terhadap bakteri jenis lain dan dapat dikembangkan formulasi sediaan dari fraksi daun keji beling.  
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Pengobatan Terhadap Keberhasilan Terapi Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau Rahmawati, Siti; Yuliastri, Wa Ode; Useng, Yusuf
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i3.259

Abstract

Hipertensi merupakan masalah utama kesehatan global yang menjadi penyebab kematian nomor satu pada jutaan orang setiap tahun yang ditandai dengan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Pengetahuan kesehatan akan berpengaruh pada kepatuhan. Pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan minum obat dan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan Cross sectional Study. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk analisis univariat dan analisis bivariat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 364 responden dengan jumlah sampel yaitu 78 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling dengan cara memilih sampel berdasarkan kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Berdasarkan hasil analisis data yang menggunakan uji statistik chi square maka didapat nilai Asymp.sig. (2 sided) 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan signifikan pengetahuan mengenai hipertensi dengan keberhasilan terapi pada pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau. Dan hubungan kepatuhan dengan konsumsi obat pada keberhasilan terapi pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan RSUD Kota Baubau dengan menggunakan uji statistik chi square maka didapat nilai Asymp.sig. (2 sided) 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan signifikan kepatuhan mengkonsumsi obat pada pasien  hipertensi dengan keberhasilan terapi pada pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau. Diharapkan agar lebih aktif dalam upaya promosi kesehatan dengan mengadakan penyuluhan kepada masyarakat guna untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kepatuhan konsumsi obat guna mencapai keberhasilan terapi.
IMMUNOMODULATORY POTENTIAL OF ETHANOL EXTRACT OF HENNA LEAF (Lawsonia Inermis L.) AGAINST MACROPHAGE PHAGOCYTOSIS IN MALE MICE (Mus Musculus): EXTRACT OF HENNA LEAF Purnamasari, Wa Ode Gustiani; Mulanna, Fauziah; Yuliastri, Wa Ode; Yuhadi, Asfani
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 1 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss1/293

Abstract

Background: One of the herbal plants that can be used as an immunomodulator is henna leaves (Lawsonia inermis L.) that increase the function of the immune system. The purpose of this study was to determine the immunomodulatory potential of henna leaves on macrophage phagocytosis and to determine at what dose the ethanol extract of henna leaves has the potential for macrophage phagocytosis in male mice (Mus musculus). Methods: The type of research used is analytical research using administering ethanol extract of henna leaves on increasing macrophage phagocytosis in male mice (Mus musculus) induced by Staphylococcus aureus, and to determine which dose is more effective in increasing phagocytosis using the phagocytosis test. The analysis method uses the ANOVA Statistical Test and the LSD Post Hoc Test. Results: The study showed that the ethanol extract of henna leaves has an immunomodulatory effect based on the results of the One Way ANOVA statistical test and post hoc test (p-value <0.05). The dose of ethanol extract of henna leaves that has immunomodulatory potential is a dose of 100 mg/kgBW (34.33%), a dose of 200 mg/kgBW (46%), a dose of 300 mg/kgBW (74.66%) and a dose of 400 mg/kgBW (75.33%). Conclusion: The study conclude that Ethanol extract of henna leaves has mmunomodulatory potential by increasing macrophage phagocytosis activity in male mice. Ethanol extract of henna leaves which is effective as an immunomodulator is 400 mg/kgBW which has a higher percentage of macrophage phagocytosis activity value compared to other dose variations, and is approximately the same as the positive control this is due to the number of phagocytic cells that actively carry out phagocytosis and is expressed as a percentage.