p-Index From 2021 - 2026
4.388
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Paparan Influencer Agresif Di Media Sosial Terhadap Sikap Anti-Bullying Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN): Peran Moderasi Religiusitas Syahrul Hidayanto
Indonesian Journal of Social Development Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsd.v3i3.5423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan influencer agresif terhadap sikap anti-bullying, serta menguji peran religiusitas sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 242 responden. Analisis data dilakukan melalui uji korelasi Pearson, regresi linear sederhana, dan regresi moderasi menggunakan perangkat lunak SPSS pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan influencer agresif tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap anti-bullying, baik secara bivariate maupun multivariate. Sebaliknya, religiusitas terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap anti-bullying. Hasil uji moderasi menunjukkan bahwa religiusitas tidak memoderasi hubungan antara paparan influencer agresif dan sikap anti-bullying, melainkan berperan sebagai prediktor langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap anti-bullying merupakan konstruk normatif yang relatif stabil dan lebih dipengaruhi oleh nilai moral internal dibandingkan oleh paparan konten agresif di media sosial. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi digital dan etika komunikasi dengan menegaskan keterbatasan pengaruh influencer agresif terhadap sikap normatif, serta menekankan pentingnya penguatan nilai moral dan etika komunikasi dalam membangun ruang digital yang sehat.
PENGUATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN SEKOLAH BEBAS BULLYING Syahrul Hidayanto; Wa Ode Sitti Nurhaliza; Siti Zulfah; Fajar Ramadhan
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adimas.v10i1.13005

Abstract

Bullying in school environments has shown a significant increasing trend, particularly at the secondary education level. Bullying, especially in its verbal form, not only affects students’ psychological well-being but also influences the quality of interpersonal communication and social relationships within schools. This issue requires preventive efforts that are not merely regulatory, but also educational and participatory in nature. This Community Service program aimed to strengthen students’ interpersonal communication skills as a strategy to prevent bullying and to promote a safe and bullying-free school environment. The activity was conducted at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bekasi and involved senior high school students as participants. A participatory-educational approach was employed through interactive lectures, group discussions, and educational games. The results indicate an improvement in students’ understanding of bullying concepts and forms, particularly verbal bullying, which had previously been perceived as harmless joking. Furthermore, students demonstrated increased awareness of the importance of healthy interpersonal communication skills, such as empathy, assertive communication, and active listening, in building positive social relationships. Experiential learning through educational games enabled students to reflect on the emotional impacts of bullying and the significance of adopting respectful communication practices. This community service activity demonstrates that strengthening interpersonal communication skills can serve as an effective strategy for bullying prevention in school settings. Through this program, communication studies contribute practically to fostering positive communication cultures and supporting the creation of a more humane and equitable educational environment.
Pola Penerapan Etika Komunikasi Digital Generasi Z dalam Penggunaan Aplikasi Tinder di Kota Bekasi Dewanta Bayu Pratama; Syahrul Hidayanto
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 23 No. 1 (2026): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v23i1.544

Abstract

Penggunaan aplikasi LBRTD melalui Tinder menjadi praktik umum di kalangan Generasi Z sebagai platform relasi global. Penelitian ini bertujuan memahami penerapan etika digital oleh pengguna Tinder Generasi Z di Kota Bekasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data berupa reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan memahami etika digital, termasuk tata krama berinternet, regulasi, kemampuan berinteraksi, serta kesadaran terhadap hoaks, pornografi, dan perundungan. Namun, penerapannya masih beragam karena dibentuk oleh pendidikan, lingkungan sosial, dan pengalaman pribadi. Penelitian ini menemukan tiga pola utama, yaitu kesenjangan antara pengetahuan dan praktik, etika yang bersifat situasional berdasarkan pengalaman, serta pengaruh literasi dan lingkungan sosial terhadap perilaku digital. Temuan ini menunjukkan bahwa etika digital Generasi Z tidak hanya bergantung pada pengetahuan individu, tetapi juga pengalaman dan konstruksi sosial, sehingga memerlukan penguatan yang kontekstual dan berkelanjutan.