This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Media Komunikasi FPIPS Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi ETTISAL Journal of Communication Jurnal Studi Komunikasi Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI Jurnal Jurnalisa : Jurnal Jurusan Jurnalistik Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Jurnal Ranah Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Indonesian Community Journal Palakka : Media and Islamic Coummunication KOMUNIDA: Media Komunikasi dan Dakwah International Journal of Advanced Multidisciplinary Jurnal Pengabdian West Science Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Indonesian Journal of Social Development Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi, Masyarakat Dan Keamanan Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Komunikasi Indonesia Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Momentum Matrix: International Journal of Communication, Tourism, and Social Economic Trends Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Claim Missing Document
Check
Articles

A Multidimensional Model for Mapping the Digital Divide in Indonesia’s Underdeveloped, Frontier, and Outermost (3T) Regions through a Systematic Literature Review Approach Syahrul Hidayanto; Billy Sarwono; Ilya R. Sunarwinadi; Irwansyah
Mediakita Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Fakultas Usluhuddin dan Dakwah UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mediakita.v10i2.3480

Abstract

This study aims to map the digital divide in Indonesia's Underdeveloped, Frontier, and Outermost (3T) regions through a multidimensional approach using the Systematic Literature Review (SLR) method. Given the increasingly complex digital divide, which no longer centers on access alone, this study examines four main dimensions: access, usage, digital capability, and digital outcomes. Furthermore, this study examines the social, psychological, economic, and institutional determinants that contribute to variations in disparities between community groups. The researchers employed the SLR method following the PRISMA 2020 protocol and analyzed 29 articles from Q1 Scopus-indexed journals published between 2019 and 2025. The data analysis indicates that limited digital infrastructure, low digital literacy, inadequate socio-institutional support, and psychosocial barriers, such as technology anxiety, collectively exacerbate the digital divide, particularly for vulnerable groups, including women, older adults, teachers, and low-income communities. Furthermore, the findings also indicate that infrastructure alone is insufficient to address the digital divide without strong literacy interventions, technological trust, and community support. Furthermore, the digital divide significantly affects access to essential public services, including education, digital health, and economic opportunities. Ultimately, this study offers a multidimensional model that integrates technical, social, psychological, and institutional factors to elucidate the structure of the digital divide in Indonesia's 3T regions, providing a conceptual foundation for formulating more targeted digital inclusion policies.
Pengaruh Paparan Influencer Agresif Di Media Sosial Terhadap Sikap Anti-Bullying Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN): Peran Moderasi Religiusitas Syahrul Hidayanto
Indonesian Journal of Social Development Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsd.v3i3.5423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan influencer agresif terhadap sikap anti-bullying, serta menguji peran religiusitas sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 242 responden. Analisis data dilakukan melalui uji korelasi Pearson, regresi linear sederhana, dan regresi moderasi menggunakan perangkat lunak SPSS pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan influencer agresif tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap anti-bullying, baik secara bivariate maupun multivariate. Sebaliknya, religiusitas terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap anti-bullying. Hasil uji moderasi menunjukkan bahwa religiusitas tidak memoderasi hubungan antara paparan influencer agresif dan sikap anti-bullying, melainkan berperan sebagai prediktor langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap anti-bullying merupakan konstruk normatif yang relatif stabil dan lebih dipengaruhi oleh nilai moral internal dibandingkan oleh paparan konten agresif di media sosial. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi digital dan etika komunikasi dengan menegaskan keterbatasan pengaruh influencer agresif terhadap sikap normatif, serta menekankan pentingnya penguatan nilai moral dan etika komunikasi dalam membangun ruang digital yang sehat.
What Does It Mean To Be Private? Relation Between Teenager Self-Presentation And Their Digital Privacy Moh. Rifaldi Akbar; Syahrul Hidayanto
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2023): December 2023 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v8i2.785

Abstract

This study aims to determine the relationship between privacy management on Instagram and the self-presentation of teenaget. The study took respondents (N=54) who had a Generation Z cohort category. Respondents in this study were students of class VII, VIII, IX at Al Azhar Islamic middle School Kemang Pratama 9 Bekasi City, West Java (SMP Islam Al Azhar Kemang Pratama 9 Kota Bekasi, Jawa Barat). This study uses a positivist paradigm with a quantitative approach. This research design is correlational, which aims to determine the relationship between variables. The independent and dependent variables will be measured simultaneously through a cross-sectional approach. The questionnaire was chosen as a tool to collect data. The questionnaire was created using Google Forms and distributed through the WhatsApp application. The nature of the question is closed, where the respondent can only choose the answer according to the options provided in the questionnaire. The sampling technique used is purposive sampling, with the criteria of respondents being middle school students aged 12-14 years, having an Instagram account, and actively using Instagram for 1-3 years. The results of this study indicate that there is a strong relationship between privacy management on Instagram social media and middle school students' self-presentation. Then, the form of the relationship between the two variables is positive, meaning that the higher the privacy management of middle school students on Instagram, the higher the self-presentation.
Kontribusi Kapasitas Komunikasi Pemerintah Kelurahan Bintara Kota Bekasi dalam Mencapai Good Governance Ibnu Fajar Priatna; Syahrul Hidayanto
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i1.284

Abstract

Komunikasi pemerintah di beberapa instansi pemerintah tingkat daerah pada negara berkembang masih dinomorduakan. Padahal, banyak instansi pemerintah di negara maju fokus untuk melakukan pendekatan komunikasi dua arah dengan warganya untuk menyelesaikan masalah publik. Salah satu institusi pemerintah tingkat daerah yang menjadi sorotan dalam penyelesaian masalah publik adalah kelurahan. Kelurahan sebagai unit pemerintahan terkecil pada suatu wilayah yang saat ini perlu mendapatkan sorotan terkait pelaksanaan komunikasi pemerintah. Kelurahan merupakan organisasi pemerintah yang secara hirarki berada paling bawah, yang artinya kelurahan adalah organisasi yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada warga yang ingin mengurus segala keperluan dan kepentingan  Penelitian ini ingin memahami bagaimana kontribusi kapasitas komunikasi pada Kelurahan Bintara dalam mencapai good governance. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kelurahan Bintara sudah memenuhi dimensi kapasitas komunikasi dalam mencapai good governance. Kelurahan Bintara mampu menyandang status sebagai good governance dilihat dari aspek kemampuan negara, daya tanggap dan akuntabilitas dengan sangat baik. Kemudian hasil temuan lainnya, kapasitas komunikasi pemerintah, lingkungan komunikasi pemerintah dan pelayanan publik di Kelurahan Bintara mendapatkan hasil yang positif dari masyarakat.
PENGUATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN SEKOLAH BEBAS BULLYING Syahrul Hidayanto; Wa Ode Sitti Nurhaliza; Siti Zulfah; Fajar Ramadhan
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adimas.v10i1.13005

Abstract

Bullying in school environments has shown a significant increasing trend, particularly at the secondary education level. Bullying, especially in its verbal form, not only affects students’ psychological well-being but also influences the quality of interpersonal communication and social relationships within schools. This issue requires preventive efforts that are not merely regulatory, but also educational and participatory in nature. This Community Service program aimed to strengthen students’ interpersonal communication skills as a strategy to prevent bullying and to promote a safe and bullying-free school environment. The activity was conducted at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bekasi and involved senior high school students as participants. A participatory-educational approach was employed through interactive lectures, group discussions, and educational games. The results indicate an improvement in students’ understanding of bullying concepts and forms, particularly verbal bullying, which had previously been perceived as harmless joking. Furthermore, students demonstrated increased awareness of the importance of healthy interpersonal communication skills, such as empathy, assertive communication, and active listening, in building positive social relationships. Experiential learning through educational games enabled students to reflect on the emotional impacts of bullying and the significance of adopting respectful communication practices. This community service activity demonstrates that strengthening interpersonal communication skills can serve as an effective strategy for bullying prevention in school settings. Through this program, communication studies contribute practically to fostering positive communication cultures and supporting the creation of a more humane and equitable educational environment.
Menavigasi Komunikasi Bajo Mola di Dua Ruang Wa Ode Sitti Nurhaliza; Syahrul Hidayanto; Wichitra Yasya; Aan Widodo; Harnina Ridwan
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i1.10009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami perubahan pola komunikasi masyarakat Bajo Mola setelah mengenal teknologi digital; (2) mengidentifikasi dan menganalisis bentuk interkasi sosial masyatakat Bajo dalam platform digital seperti WhatsApp. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa Penggunaan WhatsApp telah mengubah pola komunikasi masyarakat Bajo Mola dari yang sebelumnya berbasis tatap muka menjadi komunikasi digital yang lebih cepat, praktis, dan luas. Melalui WhatsApp, masyarakat dapat menyampaikan informasi, mengatur kegiatan sosial, serta memperkuat hubungan dengan warga desa maupun pihak luar seperti masyarakat darat. Interaksi melalui WhatsApp menunjukkan bahwa masyarakat Bajo kini hidup dalam dua ruang sekaligus yaitu ruang fisik dan ruang digital. Informasi sering dibagikan melalui grup WhatsApp dan kemudian ditindaklanjuti secara langsung dalam bentuk pertemuan atau kegiatan nyata. Ini mencerminkan terjadinya integrasi antara ruang tradisional dan digital dalam kehidupan sosial mereka. Namun, tidak semua warga memiliki akses atau keterampilan digital yang sama, sehingga muncul kesenjangan partisipasi. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian anggota komunitas tidak terjangkau oleh arus informasi yang beredar cepat di WhatsApp. Dampaknya terhadap integrasi ruang fisik dan digital tervalidasi yakni integrasi tetap berjalan, tetapi bergantung pada mekanisme kompensasi.
Pola Penerapan Etika Komunikasi Digital Generasi Z dalam Penggunaan Aplikasi Tinder di Kota Bekasi Dewanta Bayu Pratama; Syahrul Hidayanto
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 23 No. 1 (2026): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Yayasan Kampus Tercinta-Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v23i1.544

Abstract

Penggunaan aplikasi LBRTD melalui Tinder menjadi praktik umum di kalangan Generasi Z sebagai platform relasi global. Penelitian ini bertujuan memahami penerapan etika digital oleh pengguna Tinder Generasi Z di Kota Bekasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data berupa reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan memahami etika digital, termasuk tata krama berinternet, regulasi, kemampuan berinteraksi, serta kesadaran terhadap hoaks, pornografi, dan perundungan. Namun, penerapannya masih beragam karena dibentuk oleh pendidikan, lingkungan sosial, dan pengalaman pribadi. Penelitian ini menemukan tiga pola utama, yaitu kesenjangan antara pengetahuan dan praktik, etika yang bersifat situasional berdasarkan pengalaman, serta pengaruh literasi dan lingkungan sosial terhadap perilaku digital. Temuan ini menunjukkan bahwa etika digital Generasi Z tidak hanya bergantung pada pengetahuan individu, tetapi juga pengalaman dan konstruksi sosial, sehingga memerlukan penguatan yang kontekstual dan berkelanjutan.
Virtual Interaction of Death Trap Team Members in the Mobile Legends Game as a Form of Virtual Catharsis Muhammad Rifqo Agrin Al-Yafii; Syahrul Hidayanto; Muhamad Husni Mubarok; Pagi Muhamad
International Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 2 No. 4 (2024): International Journal of Advanced Multidisciplinary (January-March 2024)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/ijam.v2i4.1455

Abstract

This study explores the nature of virtual interaction among members of the "Death Trap" Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) team and investigates how this interaction functions as a form of virtual catharsis. MLBB, a popular Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) game (Winarti, 2021; Taufik, 2022), serves as an intense, competitive virtual environment that requires profound team coordination. Employing a descriptive qualitative methodology, this research analyzed the communication patterns and emotional experiences of the Death Trap team, composed of students from the Faculty of Social and Political Sciences at Medan Area University. Data was gathered through in-depth, semi-structured interviews (Sugiyono, 2013) and observation of in-game and out-of-game communications. The key findings reveal that the team's virtual interaction, facilitated through in-game voice chat and external social platforms, creates a strong social bond that transcends geographical distance. Crucially, the shared experience of competitive intensity provides an arena for emotional regulation and discharge. This process, termed virtual catharsis, allows team members to constructively release pent-up stress, aggression, and frustration derived from academic pressures and daily life through structured, high-stakes virtual engagement. The conclusion is that virtual interaction within competitive gaming groups functions as a significant mechanism for psychological relief, transforming the gaming space into a vital, dynamic social support system.
IMPRESSION MANAGEMENT MAHASISWA DALAM FITUR CLOSE FRIENDS INSTAGRAM Lathifah Az-Zahrah Kesuma; Syahrul Hidayanto
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 8 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/nnbscz92

Abstract

Media sosial Instagram telah menjadi ruang interaksi digital yang penting bagi mahasiswa dalam membangun dan menampilkan citra diri. Dalam praktiknya, mahasiswa dihadapkan pada tuntutan untuk menjaga kesan positif di ruang publik, yang sering kali membatasi kebebasan berekspresi. Fitur close friends pada Instagram hadir sebagai ruang yang memungkinkan mahasiswa menyeleksi audiens dan menampilkan sisi diri yang lebih personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami praktik impression management mahasiswa melalui fitur close friends Instagram sebagai strategi komunikasi dalam ruang semi privat digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi terhadap lima informan mahasiswa aktif pengguna Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan fitur close friends sebagai back stage untuk mengekspresikan diri secara lebih autentik, emosional, dan terbuka, sementara Instagram story publik digunakan sebagai front stage untuk menampilkan citra diri yang lebih terkontrol dan sesuai dengan norma sosial. Praktik impression management yang dilakukan tidak hanya berfungsi untuk menjaga citra diri, tetapi juga sebagai upaya menciptakan rasa aman, mengurangi tekanan sosial, serta mempertahankan keseimbangan antara autentisitas diri dan penerimaan sosial di lingkungan digital.