Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

INTERLEUKIN-18 LEVELS IN SCHIZOPHRENIA PATIENTS RECEIVING ANTI-PSYCHOTIC THERAPY AT THE PSYCHIATRIC POLYCLINIC OF SITI RAHMAH ISLAMIC HOSPITAL Hasni, Dita; Anggraini, Debie; Anissa, Mutiara
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v12i1.475

Abstract

The use of antipsychotic therapy is effective in managing symptoms and has become a cornerstone in the treatment of patients with schizophrenia. However, antipsychotics have side effects on the immune system, particularly affecting Interleukin 18 (IL-18) levels. Therefore, it is important to assess IL-18 levels in schizophrenic patients receiving antipsychotic therapy. Objective: To determine IL-18 levels in schizophrenic patients undergoing antipsychotic therapy and receiving outpatient care at the RSI Siti Rahmah Padang clinic. This descriptive study recruited 25 schizophrenic patients receiving antipsychotic therapy who voluntarily participated. IL-18 levels were measured using the ELISA method from patient serum. Results: In 25 schizophrenia patients who received antipsychotic therapy, IL 18 levels were obtained as much as 483.7 SD ± 27.3 ng/ml. The subjects were aged 36-45 years (60%), 88% were male, and 64% were using atypical antipsychotics. Schizophrenic patients receiving antipsychotic therapy at RSI Siti Rahmah Padang showed elevated IL-18 levels.
GAMBARAN KADAR TOTAL KOLESTEROL PADA PASIEN PROLANIS YANG MENDAPAT TERAPI SIMVASTATIN DI PUSKESMAS AIR DINGIN 2018 : OVERVIEW OF TOTAL CHOLESTEROL LEVELS IN PROLANIS PATIENTS RECEIVING THERAPY SIMVASTATIN IN PUSKESMAS AIR DINGIN 2018 Fahreza, Fahreza; Hasni, Dita; Vani, Ade Teti; Jelmila, Sri Nani
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 19 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.507 KB) | DOI: 10.30743/ibnusina.v19i2.37

Abstract

Total kolesterol adalah jumlah kolesterol keseluruhan dalam darah terdiri dari kolesterol low density lipoprotein (LDL), kolesterol high density lipoprotein (HDL), dan 20% Trigliserida. Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan kadar kolesterol di dalam darah. Hiperkolesterol dapat disebabkan karena meningkatnya konsumsi makanan tinggi kolesterol, obesitas, kurang aktifitas fisik dan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar total kolesterol pada pasien Prolanis yang mendapat terapi simvastatin di Puskesmas Air Dingin 2018. Jenis penelitian yang digunakan studi deskriptif observasional. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Air Dingin pada bulan Juli - Agustus 2018. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh populasi pasien Prolanis di Puskesmas Air Dingin tahun 2018 sebanyak 27 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik Consecutive sampling. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frequensi atau besarnya proporsi menurut karakteristik yang diteliti dari semua variabel penelitian. Analisis Bivariat digunakan untuk melihat gambaran kadar total kolesterol terhadap terapi simvastatin pada pasien prolanis Puskesmas Air Dingin 2018. Hasil kesimpulan yang didapatkan pada penelitian ini adalah kadar kolesterol pada pasien prolanis rata-rata sebesar 212.67 mg/dL. Hasil penelitian usia terbanyak pada usia 46-55 tahun (37%), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan (85,2%), kadar total kolesterol rerata 212,67±77,348, dosis konsumsi simvastatin paling banyak 1x20 mg dan keberhasilan obat simvastatin terhadap kadar kolesterol ditemukan paling banyak kadar kolesterol yang tidak terkontrol sebanyak 16 orang.
Peran Indeks Aterogenik sebagai Penanda Komplikasi pada Diabetes Melitus Tipe 2: Tinjauan Pustaka Anggraini, Debie; Oktora, Meta Zulyati; Hasni, Dita
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.205

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis dengan risiko tinggi terhadap komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Dislipidemia aterogenik, yang ditandai oleh peningkatan trigliserida dan penurunan HDL-kolesterol, memainkan peran sentral dalam patogenesis komplikasi tersebut. Atherogenic Index of Plasma (AIP), yang dihitung sebagai logaritma rasio trigliserida terhadap HDL-C, telah diusulkan sebagai biomarker sederhana untuk mengevaluasi risiko vaskular pada pasien DMT2. Tujuan: Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi peran AIP sebagai penanda prediktif terhadap komplikasi kardiovaskular dan mikrovaskular pada DMT2, berdasarkan bukti-bukti ilmiah terkini. Metode: Tinjauan pustaka ini disusun menggunakan pendekatan naratif. Penelusuran literatur dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci: “atherogenic index of plasma”, “AIP”, “type 2 diabetes mellitus”, dan “vascular complications”. Artikel yang disertakan merupakan publikasi dalam 10 tahun terakhir, studi manusia, dan berbahasa Inggris atau Indonesia. Hasil: Beberapa studi menunjukkan bahwa AIP memiliki korelasi signifikan dengan komplikasi makrovaskular seperti penyakit jantung koroner, serta mikrovaskular seperti nefropati dan retinopati diabetik. Nilai AIP yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko komplikasi, dan dinamika AIP dapat mencerminkan perubahan risiko secara longitudinal. AIP juga mudah dihitung dari data laboratorium rutin, sehingga berpotensi digunakan secara luas dalam praktik klinis.Kesimpulan: AIP merupakan biomarker hematologis yang menjanjikan dalam stratifikasi risiko komplikasi pada DMT2. Penggunaannya sebagai alat skrining dan pemantauan risiko klinis perlu didukung oleh penelitian lanjutan dan validasi dalam populasi lokal.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSI Siti Rahmah Padang Mardiana, Maya; Hasni, Dita; Hamda, Rialta; Vani, Ade Teti; Hansah, Rendri Bayu; Yulhasfi Febrianto, Budi
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.228

Abstract

Latar Belakang: Tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah sistolik lebih dari 90 mmHg dikenal sebagai hipertensi dan jumlah orang yang menderita hipertensi semakin meningkat seluruh dunia . terapi farmakologi untuk hipertensi, termasuk diuretik, ACEI, beta bloker, ARB dan CCB telah direkomendasikan untuk penderita hipertensi, sehingga diperlukan evaluasi penggunaan obat antihipertensi. Tujuan: Mengetahui penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSI Siti Rahmah Padang ditinjau dari segi ketepatan pasien, indikasi, obat dan dosis. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan studi deskriptif menggunakan data sekunder seperti catatan medis pasien hipertensi dan resep pada bulan Januari hingga Desember 2023. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sampel yang diambil 200. Data-data tersebut akan dibandingkan dengan pedoman dari Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI 2021). Analisis data yang digunakan adalah analisis data univariat yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penggunaan obat antihipertensi ketepatan pasien 100%, indikasi 100%, obat 96,5%, dan dosis 100%. Terdapat 3,5 % ketidaktepatan obat. Kesimpulan: Bahwa evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSI Siti Rahmah Padang pada 200 data dapat disimpulkan manajemen hipertensi yang tepat dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular untuk memastikan pengobatan hipertensi yang sesuai kondisi pasien agar tetap optimal, aman, serta efektif tanpa menyebabkan komplikasi. Penelitian yang telah dilakukan didapatkan ketidaktepatan obat mungkin karena ada beberapa penyebab yang mempengaruhinya.
PEMERIKSAAN KADAR FERITIN SERUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PERSALINAN Anggraini, Debie; Triola, Seres; Ashan, Haves; Hamama Pitra, Dian Ayu; Hasni, Dita; Zulyati Oktora, Meta
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i2.2213

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, dan berkontribusi terhadap berbagai komplikasi persalinan. Kadar feritin serum sebagai indikator status cadangan zat besi memiliki nilai diagnostik lebih tinggi dibandingkan hemoglobin, sehingga penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar feritin serum pada ibu hamil trimester ketiga guna mencegah komplikasi obstetri. Kegiatan dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang dengan sasaran ibu hamil usia kehamilan ≥28 minggu yang menjalani kunjungan antenatal rutin. Pemeriksaan feritin dilakukan menggunakan metode ELISA dari serum darah vena. Hasil menunjukkan bahwa dari 95 responden, sebanyak 65 orang (68,4%) memiliki kadar feritin <30 μg/L yang mengindikasikan defisiensi zat besi. Rentang usia terbanyak adalah 20–35 tahun (94,7%), yang merupakan usia ideal untuk kehamilan. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil trimester ketiga berada dalam kondisi defisiensi besi, yang dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, perdarahan postpartum, dan morbiditas ibu-janin. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan feritin sebagai bagian dari evaluasi rutin antenatal care serta mendorong intervensi nutrisi yang lebih tepat sasaran.
GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA PEREMPUAN PENDERITA HIPERTENSI DENGAN ETNIS MINANGKABAU Amonica, Mutiara; hasni, dita; Kharisma, Ferry Iskandar; Jelmila, Sri Nani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur merupakan aktivitas penting dalam kegiatan sehari-hari manusia. Tidur kurang dari 7 jam setiap malam tergolong dalam kategori kualitas tidur buruk. Kualitas tidur buruk yang berlangsung selama bertahun-tahun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Hipertensi pada masyarakat etnis Minangkabau menunjukkan angka yang tinggi dibandingkan dengan etnis Sunda, Jawa, Batak, Betawi serta etnis lain di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada penderita hipertensi perempuan usia 18-45 tahun etnis Minangkabau. Penelitian ini berada diruang lingkup ilmu penyakit dalam dan ilmu psikiatri. Waktu penelitian berlangsung dari bulan Maret-Desember 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kategorik dengan desain penelitian adalah cross sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposif sampling dengan sampel penelitian didapatkan sebanyak 68 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur tekanan darah dan pengisian kuesioner PSQI. Analisis data penelitian ini adalah analisis univariat. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan komputerisasi program spss. Berdasarkan hasil penelitian usia terbanyak adalah usia dewasa akhir atau usia 36-45 tahun berjumlah 49 orang (72,1%), pekerjaan terbanyak adalah IRT berjumlah 42 orang (61,8%), kualitas tidur terbanyak adalah kualitas tidur buruk berjumlah 45 orang (66,2%), pekerjaan terbanyak berdasarkan kelompok usia adalah IRT usia dewasa akhir 36-45 tahun berjumlah 36 orang (85,7%) dan kualitas tidur terbanyak berdasarkan kelompok usia adalah kualitas tidur buruk usia dewasa akhir 36-45 tahun berjumlah (75,6%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah didapatkan usia terbanyak pada usia dewasa akhir atau usia 36-45 tahun, pekerjaan terbanyak IRT, kualitas tidur paling banyak adalah kualitas tidur buruk, pekerjaan terbanyak berdasarkan kelompok usia adalah IRT usia dewasa akhir 36-45 tahun dan kualitas tidur terbanyak berdasarkan kelompok usia adalah kualitas tidur buruk usia dewasa akhir 36-45 tahun
Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Skizofrenia: Studi Efek Obat Antipsikotik dengan Menggunakan Short Form-36 Abiensy, Salsa Sedilla; Hasni, Dita; Saputra, Muhammad Rizki; Widiastuti, Wisda; Anissa, Mutiara
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.11204

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia, classified as a chronic and severe mental disorder, affects not only patients suffering from the disorder, but also their caregivers and families. In many cases, the cost of care and support required by schizophrenic patients can be quite high, often becoming a burden for the patient's family. This study was conducted with the specific aim to explore and understand the quality of life of schizophrenic patients who have consumed antipsychotic drugs. For this purpose, the short form-36, a quality of life measurement tool, was used as the primary assessment tool. This descriptive study was carried out at the HB Saanin Hospital in Padang from July to September 2022. The study included 40 diagnosed schizophrenic patients who were treated on an outpatient basis in the clinic and met the inclusion and exclusion criteria as primary samples. Results showed that the majority of patients were male (87.5%) and adults (65%). More than half of the sample (52.5%) were unemployed. Paranoid schizophrenia was the most common diagnosis (75%). Nevertheless, a large number of the sample (90%) reported an improvement in quality of life after consuming antipsychotics.The conclusion that can be drawn from this study is that the use of antipsychotic drugs potentially improves the quality of life of schizophrenic patients. This provides important insights for future schizophrenia care. Keywords: Antipsychotics, Schizophrenia, Short Form – 36, Quality of Life,   ABSTRAK Skizofrenia, yang diklasifikasikan sebagai gangguan mental kronis dan berat, mempengaruhi tidak hanya pasien yang menderita gangguan tersebut, tetapi juga pengasuh dan keluarga mereka. Dalam banyak kasus, biaya perawatan dan dukungan yang diperlukan oleh pasien skizofrenia bisa sangat tinggi, dan ini seringkali menjadi beban bagi keluarga pasien. Studi ini dilakukan dengan tujuan spesifik untuk mengeksplorasi dan memahami kualitas hidup pasien skizofrenia yang telah mengonsumsi obat antipsikotik. Untuk tujuan ini, alat pengukuran kualitas hidup, short form-36, digunakan sebagai alat penilaian utama. Penelitian deskriptif ini dilaksanakan di RS HB Saanin Padang pada bulan Juli sampai September 2022. Penelitian ini mengikutsertakan 40 pasien yang didiagnosis skizofrenia yang dirawat jalan  di poliklinik dan telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebagai sampel primer. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien adalah laki-laki (87,5%), dan dewasa (65%). Lebih dari setengah dari sampel (52,5%) tidak memiliki pekerjaan. Skizofrenia paranoid adalah diagnosis yang paling umum (75%). Meski demikian, sejumlah besar sampel (90%) melaporkan peningkatan kualitas hidup setelah mengonsumsi antipsikotik. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan obat antipsikotik berpotensi memperbaiki kualitas hidup pasien skizofrenia. Ini memberikan wawasan penting untuk perawatan skizofrenia di masa depan. Kata Kunci: Antipsikotik, Kualitas Hidup, Short Form – 36, Skizofrrenia
Asupan Magnesium, Kalsium dan Vitamin D dengan Premenstrual Syndrome Jelmila, Sri Nani; Hasni, Dita; Liana, Nana
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1031

Abstract

Premenstrual sindrom (PMS) sering terjadi pada fase luteal siklus menstruasi pada wanita usia subur. PMS memberikan dampak terhadap produktivitas, kesehatan mental dan kualitas hidup penderitanya. PMS dapat mempengaruhi prestasi belajar pada mahasiswi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan asupan magnesium, kalsium dan vitamin D dengan premenstrual sindroma. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan design cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang yang merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Sampel diambil secara consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini didapatkan 62% responden dengan asupan magnesium kurang, 93% responden dengan asupan kalsium kurang, 94% responden dengan asupan vitamin D kurang dan 69% responden mengalami PMS ringan. Hubungan asupan magnesium dengan PMS didapatkan nilai p=0,48, hubungan asupan kalsium dengan PMS didapatkan nilai p=0,86 dan hubungan asupan vitamin D dengan PMS didapatkan nilai p=0,72. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden dengan asupan magnesium, kalsium dan vitamin D kurang. Responden terbanyak mengalami PMS ringan. Tidak terdapat hubungan asupan magnesium, kalsium dan vitamin D dengan PMS.
THE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA ON ADOLESCENT MENTAL HEALTH: A LITERATURE REVIEW Anissa, Mutiara; Lovprima, Nopeliantesa; Septiani, Vadila; Abdullah, Dessy; Hasni, Dita
Journal of Psychology Vol. 1 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jp.v1i1.1197

Abstract

Introduction/ Background: Based on WHO data, as many as 10-20% of children and adolescents in the world experience mental health problems. It is estimated that 50% of mental disorders occur by the age of 14 and 75% by the age of 18. The most common disorders in children and adolescents are generalized anxiety disorder and depression. Social media users in Indonesia reach 150 million (56%) of the total population. In Indonesia, teenagers are the most popular social media users. The impact received from the influence of social media is the disruption of mental health, such as depression caused by cyberbullying. Objective: This study aims to analyze social media's influence on adolescent mental health—method: Method used in the narrative review with PRISMA 2020. The literature search in this literature review uses two databases: Google Scholar and ScienceDirect. The critical words of the Indonesian Language are the influence of social media and adolescent mental health. English keywords are social media influence and adolescent mental health. Results: The results of a study from 11 journals found that mental health problems owned by adolescents who use social media include emotional mental disorders, abnormal emotional symptoms, abnormal behavior problems, abnormal hyperactivity, and abnormal peer problems. Adolescent mental health problems mainly occur in adolescent girls. Based on the results of all studies, social media influences mental health problems experienced by adolescents. Conclusion: Social media is used by almost everyone in this world today. The majority of social media use is by teenagers. Social media hurts adolescent mental health. Teenagers must use social media wisely.
Gambaran Tingkat Kecemasan Anak Laki-Laki yang Belum Disirkumsisi di Sunatan Masal Lubuk Alung 2023 Filia, Arientina Amanda; Febrianto, Budi Yulhasfi; Amellia, Ade Yuli; Hasni, Dita
Scientific Journal Vol. 4 No. 6 (2025): SCIENA Volume IV No 6, November 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i6.292

Abstract

Latar Belakang : Sirkumsisi dikenal sebagai sunat atau khitan dan biasanya dilakukan untuk tujuan medis, sosial atau agama tertentu. Sirkumsisi termasuk dalam suatu kategori operasi minor. Kecemasan praoperasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu kecemasan terhadap prosedur pembedahan dan kecemasan terhadap prosedur anestesi. Tujuan : Mendapatkan gambaran tingkat kecemasan anak laki-laki sekolah dasar yang belum disirkumsisi terhadap sirkumsisi di Sunatan Masal Lubuk Alung 2023. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kategorik, menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 32 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner APAIS (Amsterdam Preoperation Anxiety and Information Scale). Hasil : Diketahui bahwa dari 32 sampel responden usia terbanyak adalah 10 dan 11 tahun yaitu 11 orang (34,4 %). Tingkat kecemasan tertinggi adalah tingkat kecemasan ringan yaitu sebanyak 15 orang (46,9%). Tingkat kecemasan ringan ada 15 responden (46,9%) dengan proporsi terbesarnya adalah 7 responden (21,9%) yang berusia 10 tahun. Tingkat kecemasan sedang ada 14 responden (43,8%) dengan proporsi terbesarnya adalah 6 responden (18,8%) yang berusia 11 tahun. Pada tingkat kecemasan berat ada 3 reponden (9,4%) dengan proporsi terbesarnya adalah 2 responden (6,2%) yang berusia 9 tahun. Kesimpulan : Kelompok usia yang terbanyak dari 32 responden adalah usia 10 dan 11 tahun. Tingkat kecemasan terbanyak yaitu kecemasan ringan. Berdasarkan usia, tingkat kecemasan ringan banyak pada responden berusia