Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi Manfaat Seduhan Jahe Sebagai Terapi Non Farmakologis dalam Mengatasi Mual dan Muntah Pada Kehamilan Trimester I Setiyaningsih, Fera Yuli; Isro'aini, Any; Purwanti, Tri; Sulistyawati, Henny; Permatasari, Ratna Dewi; Mildiana, Yana Eka; Nawangsari, Harnanik; Nufus, Hidayatun
Jurnal Abdi Medika Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Abdi Medika Desember 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v4i2.1413

Abstract

Kehamilan merupakan masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Normalnya kehamilan berlangsung selama 280 hari. Kehamilan ini dibagi atas 3 semester yaitu kehamilan trimester pertama 0-14 minggu, kehamilan trimester kedua mulai 14-28 minggu, dan kehamilan trimester ke tiga mulai 28-42 minggu. Mual muntah dimulai pada trimester 1 pada umur sekitar 6-8 minggu, mencapai puncaknya diumur kehamilan Sembilan minggu dan menetap sekitar 12 minggu. Sebagian kecil ibu hamil tetap merasakan mual muntah diumur kehamilan 20 minggu. Ketidaknyamanan ini akan dirasakan oleh ibu hamil berkitar 50-80% ibu hamil mengalami ketidaknyamanan ini. Data menyebutkan bahwa mual muntah pada trimester 1 50%-90% ibu terjadi pada kehamilan. Mual muntah yang dirasakan oleh ibu hamil bisa diatasi dengan pemberian terap non farmakologis menggunakan bahan herbal yang ada disekitar ibu misalnya jahe, madu. Jahe memiliki efek farmakologis yaitu anti emetic. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada ibu hamil di Desa Tambakrejo diketahui bahwa selama ini ketika mengalami mual dan muntah ibu hamil mengkonsumsi obat yang diberikan oleh bidan atau dokter. Ibu hamil belum pernah mencoba menggunakan terapi nonfarmakologis salah satunya adalah seduhan minuman jahe. Kegiatan Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan di Desa Tambakrejo. Jumlah KK di Desa Tambakrejo 1.324 KK, dengan jumlah ibu hamil sebanyak 23 ibu hamil. Kegiatan yang akan dilakukan adalah memberikan penyuluhan tentang manfaat seduhan jahe untuk mengurangi mual muntah
Pentingnya Menjaga Kesehatan Dan Melindungi Diri Di Era New Normal Syifa, Aenu; Hafidoh, Febrianti Nurul; Rahmawati, Gina Novia; Purwanti, Tri
Prosiding Dedikasi: Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING DEDIKASI OKTOBER
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya pandemi Covid19 telah mengubah banyak hal dalam seluruh aspek kehidupan. Untuk menyikapinya perlu perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di era new normal ini. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. New normal adalah langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Masker atau alat pelindung pernafasan adalah alat yang berfungsi untuk melindungi pernafasan dari mikrobakterium dan virus yang ada di udara, dan zatzat kimia. Diselenggarakannya pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa Universitas Pamulang ini bertujuan untuk mensosialisasi kepada masyarakat mengenai era new normal ini dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 dan menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Metode kegiatan yang digunakan pada pkm kali ini dengan cara survey dan kita mendatangai Paud Nurul Jannah dan akan memberikan penyuluhan disana. Dapat disimpulkan dari adanya kegiatan PKM ini adalah masyarakat dapat memiliki tambahan pengetahuan tentang apa itu new normal atau kebiasaan baru dalam hidup berdampingan dengan virus covid-19, menambah pengetahuan tentang pentingnya memakai masker saat beraktivitas diluar rumah dan tahu cara mencuci tangan dengan baik dan benar serta mengetahui memanfaatkan barang bekas untuk membuat alat cuci tangan disetiap rumah. Harapan kami dengan pengabdian ini dapat membantu adikadik menjadi paham tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan terutama di era new normal seperti sekarang ini.Kata Kunci: Pandemi covid-19, Era Now Normal,pentingnya menjaga kesehatan dan melindungi diri
Pelatihan Penerapan Sistem Administrasi Digital Pada Masyarakat Desa Kampung Dalam Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong Berbasis Aplikasi Google Form Susanto, Yohanes; Wiji Rahayu, Shinta; Wita Hairani, Wita; Purwanti, Tri
Jurnal Semarak Mengabdi Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : STIA Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56135/jsm.v4i2.236

Abstract

Pemerintah Desa Kampung Dalam, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, masih mengandalkan sistem manual, di mana masyarakat harus datang langsung ke kantor desa untuk mengurus pengajuan dokumen. Penerapan teknologi digital untuk mendukung distribusi surat-menyurat yang lebih efisien akan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan menggunakan sistem digital, masyarakat tidak lagi perlu datang ke kantor desa untuk mengisi data pribadi atau mengajukan permohonan. Sosialisasi yang dilakukan sangat berguna bagi warga Desa Kampung Dalam dalam memahami cara mengisi formulir Google Form yang telah disiapkan oleh perangkat desa. Penggunaan administrasi secara online memudahkan masyarakat untuk mengajukan dokumen yang diperlukan kapan saja dan di mana saja. Masyarakat memberikan respon positif terhadap penggunaan teknologi online untuk pengajuan surat-menyurat. Pembaruan pada Google Sheet memungkinkan penyesuaian nomor dokumen sesuai yang terbaru. Diharapkan setelah sosialisasi, antusiasme masyarakat terhadap sistem administrasi online akan semakin meningkat. Penggunaan sistem online dalam pelayanan publik memberikan kemudahan, fleksibilitas, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai teknologi yang diterapkan dalam administrasi desa.
Kajian Risiko Pajanan Sinar Gama dan Radon pada Pekerja di Area Terowongan Eksplorasi Uranium Remaja, Kalimantan Barat Noor, Tajudin; Tejamaya, Mila; Saputra, Miki Arian; Purwanti, Tri
EKSPLORIUM Vol. 41 No. 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/eksplorium.2020.41.2.5882

Abstract

A risk assessment of gamma radiation and radon gas exposure is carried out in the uranium exploration tunnel area to protect workers from the ionizing radiation hazards in the workplace. Measurement of gamma-ray exposure and radon gas concentrations were carried out in Remaja uranium exploration tunnel and around the workers camp in Kalan Area, West Kalimantan. Gamma exposure was measured using a gamma survey meter while radon (222Rn/220Rn) using RADUET passive detector. The concentrations of radon and thoron gas inside the tunnel generally are high, ranging from 188.84 to 495.86 Bq/m3 (375.80 Bq/m3 average) and 58.07 to 340.73 Bq/m3 (189.80 Bq/m3 average) respectively. These values are above the radon reference level (300 Bq/m3)which is recommended by the International Commission on Radiation Protection (ICRP). The annual gamma effective dose reaches 147.88mSv inside the tunnel. This value is exceeding the 20 mSv dose limit value for workers. It is necessary to control the exposure by fulfilled the principle of “as low as reasonably achievable” (ALARA) and external radiation protection to secure workers inside the tunnel from a health issue caused by gamma-ray, radon, and thoron exposures.
Validation of The Gravimetry Method for Determining Rare Earth Elements Oxides Pratama, Afiq Azfar; Hidayat, Amalia Ekaputri; Rommy; Indryati, Suci; Laksmana, Roza Indra; Trinopiawan, Kurnia; Purwanti, Tri; Widana, Kurnia Setiawan; Putra, Aditya Widian; Anggraini, Mutia; Nasrullah, Dzaki Hasan
EKSPLORIUM Vol. 45 No. 1 (2024): MAY 2024
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/eksplorium.2024.6972

Abstract

The demand for minerals to meet technological developments is increasing, including minerals that contain rare earth elements (REE). The levels of REE in solids can be determined using conventional analysis methods (gravimetry) and instruments. Even though the instrument method provides more accurate results with a small amount of analyte, the cost is higher compared to the gravimetric method, which requires more analyte and provides good results. Therefore, the gravimetric method is a solution for areas with limited instruments and budgets. The study aims to validate the gravimetric method for determining REE oxides levels, evaluate its precision and accuracy, and assess its feasibility of use. In this study, two methods were used for REE analysis: the ASTM E2941-14 method with sample weight modification and the addition of acid to increase REE oxides recovery and a precipitation method using oxalic acid. The validation stages include sample dissolution, precipitation, filtration, and ash-making. The research results show that the RSD value is 0.3154, which is smaller than 2/3 of Horwitz's CV, namely 4.1727, which means it meets the precision acceptance requirements of ISO/IEC 17025:2017. The REE oxides recovery value, which indicates accuracy, also increased to 97.74%. Therefore, the gravimetric method can be used as an alternative for determining REE oxides levels.
Analytical Method Validation of Thorium in Ore Sample Using UV-Vis Spectrophotometer Indryati, Suci; Hidayat, Amalia Ekaputri; Pratama, Afiq Azfar; Laksamana, Roza Indra; Widana, Kurnia Setiawan; Ramlan, Muhammad Alif; Purwanti, Tri; Prassanti, Riesna; Anggraini, Mutia; Rommy, Rommy
EKSPLORIUM Vol. 44 No. 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/eksplorium.2023.6965

Abstract

Monazite contains several rare earth elements (REE) along with radioactive elements, i.e., thorium (Th) and uranium (U). Thorium content in monazite is several times higher than uranium. Monazite contains around 12% thorium oxide, but the thorium content in this mineral varies depending on location. To determine the thorium content in monazite, an appropriate and validated analytical method is needed so that the reliability of the test results can be trusted. Apart from that, method validation is one of the clauses in SNI ISO/IEC 17025:2017 that must be fulfilled by the laboratory to be certified and produce reliable data. This research aims to validate analytical methods for non-standard and modified methods that are likely to be used outside the scope. In this research, the method used to digest and analyze thorium in mineral samples refers to the ASTM E2941-14 method with several modifications. Therefore, the analysis method needs to be validated. Validation of the analytical method is carried out by testing several parameters such as linearity and working range tests, accuracy, precision (repeatability), Limit of Detection (LOD), and Limit of Quantitation (LOQ). The results of linearity, accuracy, and repeatability tests that meet the acceptance requirements can be used as a method of validation evaluation. The results of the method validation parameter test met the acceptance requirements, with the linearity test showing a coefficient of determination (R2) of 0.997, the accuracy test showing % a recovery value of 106.22%, and the precision (repeatability) test showing %RSD of 3.76% with LOD value is 0.650 mg/L, and LOQ is 0.724 mg/L. Based on the results of these parameter tests, the method for analyzing thorium in mineral samples was validated.