Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KAPASITAS DALAM PENANGANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN INKLUSIF TK DWP KARANGAN CERME Kusnadi, Starry Kireida; Zuroida, Aironi; Asri, Yusi Nur; Wahyu L., Bayu Andriyani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2749

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di TK Dharma Wanita Persatuan (DWP) Karangan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan inklusif di tingkat PAUD. Berdasarkan asesmen awal, ditemukan tiga permasalahan utama, yaitu terbatasnya pengetahuan guru dalam mengidentifikasi dan menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), rendahnya pemahaman orang tua terhadap tumbuh kembang anak, serta minimnya media stimulasi yang mendukung perkembangan anak. Dari 101 peserta didik, tercatat 3 anak terdiagnosa speech delay dan lebih dari 10 anak terindikasi ABK. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tiga bentuk intervensi. Pertama, edukasi dan diskusi dengan guru mengenai penggunaan alat skrining perkembangan anak, yang meningkatkan keterampilan guru dalam mengenali tanda awal ABK. Kedua, penyuluhan bagi orang tua yang mendorong pemahaman lebih baik tentang pola asuh dan pendampingan anak, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan guru. Ketiga, pemberian alat stimulasi edukatif yang dapat digunakan untuk melatih motorik, konsentrasi, serta pemahaman bahasa anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas guru dalam deteksi dini, bertambahnya kesadaran orang tua terhadap kebutuhan anak, serta tersedianya media stimulasi yang bermanfaat untuk mendukung pembelajaran inklusif. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi sekolah dan keluarga guna mewujudkan layanan pendidikan yang lebih ramah bagi ABK.
Mindfulness as A Strategy for Emotion Regulation in Fatherless Adolescents Agustin, Ardianti; Oktaria Grahani, Firsty; Zuroida, Aironi; Rahmadian, M.Reza; Yuliana Sari, Vidi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i1.25283

Abstract

Adolescents experiencing father absence (fatherless) are vulnerable to difficulties in managing emotions and have a higher risk of mental health disorders, such as anxiety and depression, due to the loss of a significant figure in the emotional learning process. Mindfulness refers to non-judgmental awareness of present-moment experiences that serves as a protective factor in helping individuals manage emotions adaptively. This study aims to examine the effect of mindfulness on emotion regulation among fatherless adolescents. A quantitative approach with a correlational design was applied to 100 fatherless adolescents aged 15–18 years selected through purposive sampling technique with the criteria of not living with their biological father for at least the past three years. Data were collected using the Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) and the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Simple linear regression analysis using IBM SPSS Statistics version 25 showed that mindfulness had a positive and significant effect on emotion regulation (p < 0.05; R² = 0.310), with an effective contribution of 31%. These findings confirm mindfulness as a protective factor that strengthens the ability of fatherless adolescents to manage emotions adaptively. The implications of this research recommend the integration of mindfulness-based interventions in school counseling services and social assistance programs, as well as encourage longitudinal research to examine the effectiveness of such interventions and explore other factors contributing to emotion regulation in this vulnerable population.